Wednesday, July 10, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 23 - part 1

0 comments

Network : iQiyi iQiyi
Wan Er menusuk jantungnya sendiri menggunakan tusuk rambut kayu pemberian Fei Yu. Melihat itu, Kaisar serta Fei Yu sama- sama berteriak memanggil nama Wan Er.

“Ingat apa yang pernah aku bilang padamu, bahagiakan lah orang yang berada didepanmu,” kata Wan Er kepada Luo Jing untuk terakhir kalinya. Sesudah itu dia kehilangan kekuatannya, dan terjatuh.

Shang segera mendekati Wan Er dan memeriksanya. Tapi hasilnya sangat disayangkan, nyawa Wan Er sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Mengetahui itu, semua orang merasa bersedih.

“Kita ditakdirkan bertemu, tapi tidak ditakdirkan berjodoh di dalam hidup ini. Kita hanya bisa menunggu kehidupan kita yang selanjutnya. Yang Mulia, saya telah mengecewakan Anda. Saya hanya mohon padamu untuk mempertimbangkan semua kerja keras Perdana Mentri beberapa tahun ini, dan ampunin lah nyawanya. Yang Mulia, semua ini akan dibayarkan pada kehidupan selanjutnya,” kata Wan Er kepada Kaisar dengan kesulitan. Lalu setelah dia selesai berbicara, dia pun menutup matanya untuk selama- lamanya.
Kaisar serta Fei Yu adalah orang yang paling bersedih atas kepergiaan Wan Er. Mereka berdua berteriak menyebutkan nama Wan Er. Bedanya Kaisar bisa memeluk tubuh Wan Er. Sementara Fei Yu tidak bisa menyentuhnya sama sekali.

Fei Yu kemudian memberontak dan melepaskan dirinya. Lalu dia mengambil pedang, dan menarik Luo Jing sebagai sanderanya. “Jika kamu mendekat, aku akan membunuh dia!” ancam Fei Yu kepada mereka.
“Membawa dia itu tidak berguna. Daripada membawa dia, lebih baik bawa aku. Yang Mulia tidak akan membunuhmu,” kata Wu Mei, mencoba untuk bernegosiasi.

Fei Yu merasa sangat sedih, karena Wan Er telah meningggal. Saat ini keinginannya hanyalah membawa Wan Er bersamanya. Tapi Kaisar tidak mau menyerahkan tubuh Wan Er kepada Fei Yu.
“Jangan mendekat. Jangan mendekat,” ancam Fei Yu kepada mereka semua yang mau maju mendekatinya.

Wu Mei kemudian mengangkat token yang ada ditangannya.

Semua pasukan yang telah berada di sekeliling istana, termaksud Zhang Ji. Mereka semua bersiap untuk menembakan anah panah kepada Fei Yu.
Lalu ketika akhirnya, Wu Mei mengibaskan tangannya sebagai tanda untuk menembak. Maka Zhang Ji pun langsung melepaskan anak panah yang dimilikinya.

Melihat anak panah yang tiba- tiba mendekat kepadanya, Fei Yu langsung mendorong Luo Jing ke arah anak panah tersebut. Dan melihat itu, Wu Mei pun segera maju ke hadapan Luo Jing dan melindunginnya. Sehingga karena itu, maka Wu Mei lah yang terkena tembakan anak panah tersebut.
“Zhong Wu Mei,” panggil Luo Jing, terkejut.

“Xiao Jing. Xiao Jing,” balas Wu Mei sambil mengangkat tangannya dengan pelan.
Luo Jing menyentuhkan tangan Wu Mei ke pipinya. “Aku disini.”
“Wanita bodoh ini. Kamu harus melindungin dirimu sendiri dengan baik. Aku …” kata Wu Mei, terputus. Dia menutup matanya untuk selama- lamanya.
Melihat itu, Luo Jing menangis dan memanggil- manggil nama Wu Mei. Dia meminta agar Wu Mei jangan meninggalkannya.

Waktu berhenti. Semua orang berhenti bergerak. Melihat itu, Luo Jing merasa sangat heran. Lalu terdengarlah suara admin game yang memberitahu bahwa game telah selesai, Luo Jing telah berhasil menemukan cinta sejatinya dan menyelesaikan ‘bad ending’ (akhir yang buruk) didalam game.
“Selamat Lin Luo Jing. Kamu berhasil menemukan cinta sejatimu, menyelesaikan bad ending mu. Kamu berhasil menyelesaikan game!” kata admin game terus- menerus.
Tapi mendengar itu, Luo Jing sama sekali tidak merasa bahagia. Malahan dia merasa sangat sedih karena kehilangan Wu Mei.
Seluruh orang didalam game menghilang. Dan Hua Hua datang. Dia menyentuh bahu Luo Jing, dan menepuknya dengan pelan.
“Aku tidak pernah membayangkan dia akan mati untukmu,” kata Hua Hua.

Luo Jing langsung berdiri, dan memegang tangan Hua Hua. Dia meminta tolong Hua Hua agar menyelamatkan Wu Mei. Tapi sayangnya Hua Hua tidak bisa.
“Xiao Jing, kamu harus kembali ke tempat dimana kamu berasal,” kata Hua Hua.
“Aku tidak ingin kembali,” balas Luo Jing dengan sedih. 

Hua Hua menjelaskan kepada Luo Jing bahwa pintu belakang untuk Luo Jing bisa kembali ke dunia nyata telah terbuka. Tugas Luo Jing telah selesai. Dan mendengar itu, Luo Jing merasa heran bagaimana Hua Hua bisa tahu.
“Sebenarnya, ketika kamu memasuki tempat ini. Dari hari pertama ketika aku menyelamatkanmu, aku sudah tahu kamu bukanlah seseorang yang berasal dari dunia ini,” jelas Hua Hua.
“Jika kamu sudah tahu identitas ku, kemudian mengapa setiap waktu aku berada didalam bahaya, kamu masih membahayakan hidupmu untuk datang menyelamatkan ku?” tanya Luo Jing, penasaran.
“Kamu bukan dia, tapi juga dia,” jawab Hua Hua.
Hua Hua menjelaskan bahwa dalam dunia ini banyak terdapat dimensi yang berbeda yang diciptakan bersama- sama. Jika Luo Jing berhasil masuk ke dalam dunia ini, maka dia percaya kalau itu adalah rencana dari surga.
“Aku adalah dia dan dia adalah aku?” tanya Luo Jing, memastikan.
“Tidak peduli siapa kamu, siapa yang kamu cintai. Aku hanya ingin membuat kamu bahagia. Dalam dunia ini pengalaman pun telah mencapai akhir. Xiao Jing, game ini telah berakhir. Kembalilah ke dunia mu,” jelas Hua Hua.

Luo Jing menolak untuk kembali ke dunia nyata nya. Karena jika dia pergi, maka apa yang akan terjadi pada Wu Mei. Dan Hua Hua menjawab bahwa Wu Mei akan selamanya mati.
“Aku tidak ingin dia meninggal. Aku ingin tinggal disini. Aku ingin tinggal disini untuk menyelamatkannya,” kata Luo Jing dengan cemas. Lalu dia teringat bahwa dia masih memiliki satu nyawa yang tersisa, jadi dia bisa mengulang game dan menyelamatkan Wu Mei.
“Jika dia tidak menghalangin anak panahnya untukmu, kemudian game ini tidak akan selesai. Apa kamu yakin, untuk dia kamu akan tetap tinggal didalam game ini selamanya?” tanya Hua Hua.
“Dalam dunia nyata, aku tidak pernah bertemu siapapun sebelumnya yang akan memberikan hidup mereka untuk ku. Tapi sekarang, didalam dunia ini aku bisa mengalami kehidupan cinta yang penuh gairah. Hidup seperti mimpi. Mimpi seperti hidup. Cinta dan penyesalan hanya sekali, bukankah itu akan sia- sia, benarkan?” tanya Luo Jing.
Hua Hua mengerti dengan keinginan Luo Jing. Kemudian dia berpikir bahwa sepertinya sekarang Luo Jing telah benar- benar menjadi dewasa, jadi Luo Jing tidak lagi membutuhkan perlindungannya.

Waktu kemudian secara cepat kembali ke saat sebelum Zhang Ji menembakan anak panahnya. Dan kali ini, Luo Jing langsung mendorong Wu Mei agar tidak terkena anak panah. Dia mengorbankan dirinya.

Tapi sebelum Luo Jing terkena anak panah tersebut, Hua Hua melindungin Luo Jing dari anak panah tersebut. Sehingga Hua Hua lah yang terkena anak panah itu.
Menyadari itu, Luo Jing terkejut dan merasa khawatir.
“Sejak junior telah meninggal, aku telah menjadi jiwa didunia fana. Aku ingin menemukan rekarnasi nya di dunia untuk membayar semua kesalahan ku. Dan aku akhirnya berhasil sekarang. Aku menggunakan kekuatan ditubuhku untuk mengembalikan hidup baru mu,” jelas Hua Hua.
Luo Jing menangis. Dan Hua Hua mengucapkan selama tinggal untuk terakhir kalinya kepada Luo Jing, lalu secara perlahan dia pun menghilang.
“Selamat tinggal, Luo Jing.”
Anak panah yang seharusnya mengenai Luo Jing terjatuh ditanah begitu saja. Namun karena masih merasa kaget, Luo Jing pun terduduk dilantai dengan lemas. Dan Wu Mei segera mendekatinya.
“Aku tidak apa- apa,” kata Luo Jing kepada Wu Mei.




Kemudian Luo Jing mengambil anak panah yang berada dihadapannya tersebut. Dan dengan sedih, dia mengingat kembali semua kenangannya bersama dengan Hua Hua dulu. Dari awal mereka bertemu, Hua Hua yang datang menyelamatkannya berkali- kali, pertemuan mereka sewatku dia menjadi Junior Hua Hua.
Serta Hua Hua yang mati menggantikan dirinya.

Mengingat semua itu, Luo Jing menangis.

No comments:

Post a Comment