Wednesday, July 17, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 24 - part 1

0 comments

Network : iQiyi iQiyi

“Bukankah kamu sudah memutuskan semua hubungan denganku? Mengapa kamu masih mencariku?” tanya Wu Mei yang sudah sangat mabuk.
Jiang mendekati Wu Mei dan memintanya untuk berhenti minum. Lalu dia menyuruh Wu Mei agar melihat diri sendiri sekarang, dan dia mempertanyakan apakah Wu Mei adalah orang yang sama yang dikenalnya.

Tanpa semangat, Wu Mei merebut kembali botol minumnya dari Jiang, lalu dia kembali meminumnya. “Siapa aku sekarang, apakah itu masih penting?”
“Zhong Wu Mei. Betapa sulitnya untuk menemukan cinta sejati. Jika Xiao Jing memilihku, bahkan jika kamu membuatku bangkrut, aku bersedia. Tapi dia memilih mu. Tidak heran, Xiao Jing meninggalkanmu, kamu hanya tahu bagaimana untuk membuat dia menderita,” kata Jiang, dengan emosi dan kesal. Lalu dia berniat untuk pergi saja.

Wu Mei mempertanyakan, apakah dia telah membuat Luo Jing menderita. Padahal Luo Jing dan dia telah melalui banyak hal bersama, tapi Luo Jing lah yang meninggalkan nya dengan membuat beberapa omong kosong. Seperti bahwa Luo Jing bukanlah seseorang yang berasal dari dunia ini.
Wu Mei tertawa dengan frustasi. “Lucunya,” komentarnya. Lalu dia kembali meminum minumannya.

Jiang menghentikan Wu Mei untuk berhenti minum, dan memarahinya. “Itu karena kamu mengecewakan Xiao Jing, membuat dia menderita!” teriak Jiang. Kemudian dia duduk disebelah Wu Mei.
“Apakah kamu tahu bahwa hari ketika Yang Mulia Kaisar memanggil dia, itu adalah untuk membuat dia meninggalkan kamu?” tanya Jiang.
“Apa maksudmu?” balas Wu Mei, tidak tahu.
Jiang mengeluhkan betapa butanya Wu Mei tentang apa yang terjadi di luar dunia, lalu dia mempertanyakan apakah Wu Mei benar- benar memahami perasaan Luo Jing.
Tanpa semangat, Wu Mei menjawab jika begitu kasusnya, maka mengapa Luo Jing tidak mendiskusikan dengannya. Jika Luo Jing benar- benar mempercayai dia, maka mengapa Luo Jing tidak tahu bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Luo Jing.

“Itu karena dia mengenal kamu. Itu mengapa dia tidak memberitahumu. Jika kamu tahu kebenarannya, kamu pasti tidak akan membiarkan dia pergi. Dia sangat mencintai kamu. Jadi dia takut kamu akan menyalahkan dirimu sendiri, dan kamu berubah menjadi orang yang tidak setia dan tidak bertanggung jawab. Tapi tahta, kekuasaan, apakah hal itu benar- benar penting?” jelas Jiang, berbicara dengan tegas.
Jiang memberitahukan bahwa Luo Jing pernah bercerita kepada dia kalau hidup itu berharga, cinta bahkan lebih berharga, ketika itu tentang cinta, hidup dan mati bukanlah masalah. Lalu Jiang bertanya lagi, apakah Wu Mei masih memerlukan tahta.

“Aku tidak pernah ingin mengambil tahta itu. Itu karena kakak (Kaisar),” kata Wu Mei, menjelaskan dengan pelan.
“Jika kamu benar- benar mencintai dia, maka kamu harus memikirkan jalan keluarnya dan bukan hanya bersembunyi disini dan mabuk. Sekarang masih ada waktu. Jangan menunggu sampai terlambat untuk menyesalinya. Bahkan terlebih lagi, jangan tunggu sampai dia benar- benar menghilang untuk tahu betapa dia berharga untukmu,” jelas Jiang dengan tegas.

“Ya,” jawab Wu Mei, tersadar.
Wu Mei menyadari bahwa bahkan jika dia memiliki dunia, tapi kehilangan Luo Jing, maka segalanya menjadi tidak berarti. “Xiao Jing, mengapa bahkan Jiang bisa mengerti sakit mu yang membuang segalanya untuk cinta, tapi aku malah disini. Xiao Jing, kali ini aku akan menjadi berani untukmu,” gumam Wu Mei, mulai berani.
Mendengar itu, Jiang tersenyum. Karena melihat Wu Mei yang sudah mulai memiliki tekad untuk menyelesaikan segalanya.

Tang Meng memperhatikan semuanya dari luar. “Jiang-gege. Pada akhirnya, apakah kamu pernah memiliki aku didalam hatimu? Kamu benar- benar memaksa Meng’er sekarang,” gumam Tang Meng, dengan perasaan cemburu.
Didalam kamar pengantin. Shan’er memberitahu Ru Yu tentang apa yang diketahuinya, yaitu tentang Luo Jing dan sebab mengapa Wu Mei tidak datang ke malam pertama. Mendengar itu, Ru Yu merasa terkejut dan marah.

“Saya sudah tahu dia (Luo Jing) bukan orang baik. Dia berniat kembali untuk menggoda Yang Mulia (Wu Mei). Nona, tidak layak untuk Anda marah kepada orang sejenis ini. Anda harus beristirahat,” jelas Shan’ er.
Ru Yu mempertanyakan, apa kelebihan Luo Jing dibanding dirinya yang ada seorang Putri bangsa Bei Yu. Kemudian dia merasa cemas, karena berpikir bahwa mungkin saja Wu Mei telah terjebak dalam tipuan Luo Jing.

“Tidak pernah tidak ada apapun yang tidak bisa aku miliki. Lin Luo Jing, aku tidak akan melepaskan mu,” gumam Ru Yu dengan marah.

Ditempat lain. Dirumah Shang. Luo Jing menumbuk obat- obatan sambil merenung. Shang kemudian menghampirinya, dan mempertanyakan kenapa hari ini Luo Jing begitu patuh dan mendengarkannya.
“Kapan aku tidak pernah mendengarkanmu?” tanya Luo Jing, pelan dan lembut.

“Tidak seperti kamu. Begitu tidak seperti kamu. Jangan bilang padaku bahwa ini karena Wu Mei? Aku kasih tahu kamu, jika aku bisa menyembuhkan dia, maka aku juga bisa membuat dia sakit lagi. Aku bisa membuat dia kembali ke kondisi awalnya. Jika kamu benar- benar marah padanya, aku akan membantu mu balas dendam. Bagaimana?” tanya Shang, memberikan penawaran dengan serius.
Mendengar itu, Luo Jing menggelengkan kepalanya. Dia menjelaskan bahwa Wu Mei tidak ada menganggunya, tapi dia lah yang tidak mengingikan Wu Mei.

Shang tertawa dan mengomentari Luo Jing yang sudah bisa membuang seseorang. Lalu dia mempertanyakan, apakah Luo Jing ingin mengikuti jejaknya untuk menjadi seorang tabib. Dan Luo Jing diam, tidak menjawab.
“Didalam dunia ini, tidak ada kepingan salju yang jatuh ditempat yang salah. Jika sesuatu terjadi, itu pasti ada alasannya. Serahkan itu kepada takdir. Sekarang ini, mungkin adalah akhir yang terbaik untuk kamu dan dia,” jelas Shang, menghibur Luo Jing yang jelas tampak sedang bersedih.

Shang kemudian mempertanyakan, bagaimana keadaan Hua Hua sekarang. Dan mendengar itu, Luo Jing pun langsung ikut memikirkan tentang Hua Hua.

Ying Yun menatap jasad Hua Hua yang sudah telaht tiada didunia ini. Dia mengakui kesalahannya yang telah menyebabkan Ying Xue serta Hua Hua seperti ini, dan dia merasa bersalah kepada mereka berdua.

“Tapi haruskah kamu menghukumku seperti ini? Mengapa kamu meninggalkan ku sendirian di dunia ini untuk menjaga Faksi Tian Yi?” tanya Ying Yun dengan sedih. Tapi sayangnya, Hua Hua sama sekali tidak mungkin lagi membuka matanya dan memberikan jawaban.

No comments:

Post a Comment