Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 26 - part 1


Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 26  – Part 1
Network : KBS2


“Mau pergi kemana, Nona?” tanya Kim Dan, bersemangat. “Gunung, ladang, atau laut? Kemanapun kamu mau.”
“Ke suatu tempat yang istimewa,” jawab Yeon Seo. Lalu dia berjalan duluan, dan Kim Dan segera mengikutinya.
Ternyata tempat yang dimaksud oleh Yeon Seo adalah bangku taman tempat pertama kali mereka bertemu. Kim Dan pun berkomentar bahwa tempat ini tidak istimewa, karena mereka sudah ke sini puluhan kali.
Dan Yeon Seo membalas bahwa ini adalah tempat pertama kali mereka bertemu, dan bertemu lagi, serta tempat mereka menangis. Jadi ini adalah simbol sejarah mereka.
Kim Dan diam dan memperhatikan ke sekelilingnya. Melihat itu, Yeon Seo langsung mengandeng tangannya dengan manja. “Ayo kita mulai kencannya.”

Kim Dan serta Yeon Seo mengeluarkan perlengkapan piknik yang dibawa. Lalu mereka makan bersama sambil tertawa bersama.

Mereka berdua menaiki sepeda mengelilingin taman bersama sambil bermain- main dan tertawa. Mereka berdua berjalan kaki disekitar sungai, dan bermesraan sambil tertawa bersama- sama.

Kang Woo datang menemui Ni Na yang telah menunggu dicafe. Dia menanyakan kenapa Ni Na tidak datang latihan. Dan Ni Na menyerahkan surat pengunduran dirinya. Lalu setelah itu dia berniat pergi, tapi Kang Woo langsung menahannya.
“Jangan lakukan ini. Mungkin tidak nyaman, tapi ayo kita bekerja …”

Ni Na menepis tangan Kang Woo dengan kuat. “Apa aku bercanda denganmu? Hari itu saat kamu memanggilku ke kantor Ibuku, kamu sudah tahu segalanya, bukan? Kamu memanfaatkan aku sebagai ancaman, untuk menunjukan kepada mereka bahwa kamu tahu segalanya.”

Kang Woo beralasan bahwa saat itu dia tidak mempunyai pilihan, dia harus menggunakan kartu yang paling mereka hargai. Dan mendengar itu, Ni Na langsung menampar Kang Woo.
“Dan kemudian, kamu punya keberanian untuk memuji kinerja ku. Kamu bahkan bilang aku adalah Giselle impianmu. Apa aku terlihat seperti orang bodoh, karena kamu tahu aku menyukaimu?” tanya Ni Na, sakit hati.
“Maafkan aku. Aku tidak menganggap enteng kamu. Aku menginginkanmu untuk tidak pernah mencari tahu,” jawab Kang Woo.

Ni Na meminta Kang Woo agar jangan berbicara konyol, karena dia tahu bahwa Kang Woo tidak pernah tulus terhadapnya. Namun dia memberikan segalanya untuk membuat Kang Woo mengakui nya, dan dia menyesali itu sekarang. Dia bahkan pernah berharap Kang Woo bisa memanfaatkannya untuk obsesi Kang Woo terhadap Yeon Seo. Tapi sekali lagi, dia tidak berguna di mata Kang Woo.
Setelah mengatakan semua itu, Ni Na langsung berjalan pergi meninggalkan Kang Woo yang menundukan kepalanya karena merasa menyesal dan bersalah.

Yeon Seo merapikan rambut Kim Dan yang tidur dipangkuannya. Lalu dia mengambil bedak dan mulai berdandan.
“Kamu cantik. Kamu menyilaukan,” kata Kim Dan, memuji. Dan mendengar itu, Yeon Seo tersenyum malu dan menyimpan bedaknya.


Yeon Seo kemudian mengatakan kepada Kim Dan bahwa ada sesuatu yang ingin dimintanya, dan dia bertanya apakah Kim Dan benar- benar bisa melakukan sesuatu untuknya. Dan Kim Dan mengiyakan dengan yakin.
“Aku mencari tahu cara kamu bisa berubah menjadi manusia,” kata Yeon Seo. Dan mendengar itu, Kim Dan langsung duduk dengan kaget.

Yeon Seo menjelaskan bahwa didalam salah satu film yang pernah ditontonnya, seorang malaikat melompat tanpa sayap dari menara dan berubah menjadi manusia. Jadi hal pertama yang harus Kim Dan lakukan adalah melompat dari gedung tinggi.
Lalu ada dijelaskan juga bahwa untuk membangunkan rohani, diperlukan kematian. Sama seperti bagaimana Kim Dan bereinkarnasi sebagai Kim Dan dari Seong Woo. Jadi hal kedua yang harus Kim Dan coba lakukan adalah tenggelam dilaut.

Mendengar semua itu, Kim Dan menatap Yeon Seo. “Apa kamu serius?” tanyanya.

“Jika tidak, kupikir kamu bisa mencoba menahan nafas sampai jantungmu berhenti berdetak,” jawab Yeon Seo, menyarankan cara mati yang lain. Itu tandanya dia serius.
Kim Dan langsung menjelaskan bahwa dia telah mencoba melompat ke laut dan sungai, dia merasa seperti tenggelam, tapi pada akhirnya itu tidak berguna. Lalu setiap kali hujan, sayapnya masih keluar lagi. Jadi itu tidak akan berhasil.
“Oh begitu. Aku sudah tahu. Tidak peduli seberapan banyak aku meneliti, sepertinya aku tidak tahu bagaimana kamu bisa jadi manusia. Tapi aku tahu cara agar kita bisa bersama,” jelas Yeon Seo.
“Bagaimana?” tanya Kim Dan, penasaran.
Yeon Seo menarik tangan Kim Dan, dan membawanya ke gereja. Dia telah memikirkan dimana tempat terbaik, walaupun dia tidak terlalu mempercayai Tuhan, tapi karena Dia telah seperti Ayah bagi Kim Dan, makanya dia kesini.

Yeon Seo kemudian mengeluarkan sepasang cincin, dan memperlihatkannya kepada Kim Dan. “Ayo menikah, Dan,” katanya, melamar.
Kim Dan berjalan pergi dengan marah, dia menjelaskan bahwa dia akan melupakan apa yang Yeon Seo katakan. Dan Yeon Seo bertanya kenapa, kepadahal Kim Dan mencintainya, dan dia juga mencintai Kim Dan.

“Aku mencintaimu. Aku mencintaimu, ku bilang,” kata Yeon Seo.
“Orang tidak tahu malu macam apa yang akan menikah, saat mereka memiliki waktu terbatas? Sadarlah, Yeon Seo! Kamu bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi padaku!” teriak Kim Dan.

Yeon Seo balas berteriak, dia menanyakan kenapa Kim Dan sudah berpikir akan menghilang. Saat ini Kim Dan masih dapat mencoba yang terbaik untuk tinggal disisinya. Dan berusaha menemukan cara untuk menjadi manusia.
“Ayo kita menikah,” ajak Yeon Seo.
“Tidak,” balas Kim Dan.

Yeon Seo mendekati Kim Dan, dan memegang tangannya. Dia meminta agar Kim Dan bertanggung jawab padanya. Dan tepat disaat itu, Kim Dan melihat seorang anak yang sedang bermain sepak bola mau menyebrang, dan didepan nya sebuah mobil melaju dengan kencang.

Secara refleks, Kim Dan langsung berlari untuk menyelamatkan anak tersebut. Dan setelah itu, Yeon Seo pun langsung menghampiri mereka. Dia menutupi luka Kim Dan supaya si ibu dan anak itu, serta orang lain yang berkumpul, mereka tidak melihat sesuatu yang aneh.
Namun ketika akan berdiri, dan pergi dari sana. Kim Dan tiba- tiba merasa pusing dan kemudian dia pun pingsan. Melihat itu, Yeon Seo pun langsung berteriak panik memanggil namanya.

“Dimana aku?” tanya Kim Dan, lemah.
“Kamu sudah bangun?” tanya Yeon Seo, ketika Kim Dan sudah membuka mata. “Kamu berada di UGD,” jelas Yeon Seo, memberitahu.

Kim Dan mau duduk, tapi lengannya terasa sakit, jadi Yeon Seo pun membantunya. Lalu Kim Dan memegang kepalanya yang ntah mengapa terasa sakit. Dan Yeon Seo menjawab bahwa itu karena pendarahan Kim Dan tidak berhenti, luka Kim Dan tidak sembuh dengan sendirinya seperti biasa.


Mendengar itu Kim Dan menatap lengannya yang memang masih terluka. Kemudian dia menatap Yeon Seo dengan tatapan bingung.


Dirumah. Yeon Seo mengobati luka ditangan Kim Dan dengan lembut. Kemudian dia berkomentar bahwa terakhir kali luka Kim Dan sembuh dalam lima detik. Dan Kim Dan membenarkan, lalu dia berpikir apakah mungkin ini tandanya dia telah menjadi manusia.
“Semudah ini? Apa kamu melakukan sesuatu? Bagaimana kamu jadi manusia?” tanya Yeon Seo heran.

Kim Dan mengingat tentang banyak nya laporan yang dia telah tulis semalam. “Kelihatannya Dia menerima permintaanku. Kelihatannnya Dia merasakan ketulusanku,” kata Kim Dan, senang.


Yeon Seo merasa ada yang aneh, apa semudah ini bagi malaikat untuk menjadi manusia. Dan Kim Dan menjawab bahwa Tuhan tidak akan mengabaikan doa putus asa, jadi mungkin saja itu sebabnya.
Mendengar itu, Yeon Seo merasa senang, lalu dia mengusulkan untuk memeriksa keberanan itu saat hujan. Jika sayap Kim Dan masih keluar, maka itu tandanya Kim Dan masih seorang malaikat. Jika sayap Kim Dan tidak keluar, maka itu tandanya Kim Dan akan menjadi manusia. Dan Kim Dan tersenyum, mengiyakan.

Hari selanjutnya. Yeon Seo memperlihatkan perkiraan cuaca mingguan di hapenya kepada Kim Dan, dan hasilnya sangat mengecewakan. Cuaca cerah.


Yeon Seo secara tiba- tiba kemudian menanyakan, “Kim Dan, karena cuacanya cerah, maukah kamu menikah?” tanyanya.
“Apa?” balas Kim Dan, kaget.

Hari selanjutnya. Yeon Seo bersikap penuh perhatian kepada kIm Dan. Dia memegang tangan Kim Dan dengan lembut, dan menanyakan apakah Kim Dan bahagia. Dan Kim Dan mengiyakan sambil tersenyum.

Kemudian Yeon Seo pun bertanya lagi, “Karena kamu bahagia, maukah kamu menikah?” tanyanya. Dan tanpa mengatakan apapun, Kim Dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

Hari selanjutnya. Cuaca masih cerah, hingga bulan pun bisa dilihat. Yeon Seo menjelaskan bahwa dia sedikit berharap cuaca akan terus cerah, karena dia hanya ingin mereka bahagia seperti sekarang. Tapi mereka perlu memeriksanya.

“Hanya dengan begitu, kita akhirnya akan tahu,” balas Kim Dan.
“Jangan katakan apapun yang memiliki kata ‘akhir’ di dalamnya,” keluh Yeon Seo. Dan Kim Dan langsung meminta maaf.

“Jangan katakan bahwa kamu juga menyesal. Kamu tahu, bahkan jika kita mengetahui bahwa kamu masih bukan manusia, jangan berani menyesal padaku. Mengerti?” tanya Yeon Seo, menjelaskan. Dan Kim Dan tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Mereka berdua kemudian kembali memandang ke langit malam yang cerah. Lalu tiba- tiba saja hujan mulai turun, melihat itu mereka berdua sama- sama merasa gugup. Kim Dan memegang tangan Yeon Seo selama sesaat, lalu setelah itu dia berdiri dibawah hujan sambil memejamkan matanya dan merentangkan tangannya.

Post a Comment

Previous Post Next Post