Friday, July 5, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 26 - part 3

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 26  – Part 3
Network : KBS2

Ru Na datang ke suatu daerah permukiman secara diam- diam. Dia menemui seorang Pria disalah satu rumah kosong.
“Sudah 3 tahun kamu bekerja untuk Tim Pencahayaan Fantasia, kan?” tanya Ru Na. Dan si Pria besar tersebut mengiyakan.

Ni Na datang ke Fantasia. Dia mengosongkan semua barangnya yang berada didalam loker gantinya. Dan tepat disaat itu, Yeon Seo datang.
“Kenapa kamu tidak menjawab telponku?” tanya Yeon Seo.
“Bagaimana aku bisa?” balas Ni Na, pelan.

Yeon Seo meminta Ni Na agar jangan lari, karena Ni Na tidak tahu apapun. Dan Ni Na menjawab bahwa mungkin saja selama ini dia sudah tahu, karena dia pernah berpikir jika seandai nya Yeon Seo meninggal.

“Memikirkan sesuatu bukanlah kejahatan. Walaupun kita mungkin masih belum bisa berteman,” jelas Yeon Seo.
“Keluargaku menyakitimu. Mereka membunuh. Bagaimana aku bisa mengangkat kepala dan …” kata Ni Na sambil menatap ke bawah dan menangis.
“Menakjubkan. Giselle-mu. Itu berbeda dari milikku, tapi sangat bagus. Aku ingin berada di tim yang sama dengan balerina yang baik. Dan jangan lari. Tetap melihatku disini dan tersiksa. Anggap itu sebagai hukumanmu,” jelas Yeon Seo, memuji dan memberikan semangat. Lalu dia pergi meninggalkan Ni Na.
Setelah Yeon Seo pergi, Ni Na langsung terduduk lemas dan menangis.
Kang Woo memberikan pengarahan kepada petugas lampu dan panggung. Kemudian setelah itu, Kang Woo memberitahukan kepada semuanya bahwa mereka akan mulai latihan dalam 10 menit lagi.
Setiap penari melakukan pemanasan, dan berlatih. Termaksud Yeon Seo.

Kim Dan sampai di depan Fantasia. Dia membawa buket bunga yang dibelinya.
Yeon Seo menghampiri Kim Dan, dan berkomentar bahwa sebelumnya dia berpikir Kim Dan tidak bisa datang. Dan Kim Dan menyerahkan buket bunga yang dibelinya.
“Ini bahkan bukan penampilan sungguhan, kamu tidak perlu melakukan ini,” kata Yeon Seo dengan heran, ketika menerima buket bunga itu.
“Aku ingin memberikan ini kepadamu saat pertama kali berjumpa,” balas Kim Dan.

Yeon Seo bertanya kapan. Dan Kim Dan menjawab bahwa selama pesta 20 tahun fantasia, dia ada disini dan melihat tarian Yeon Seo. Menurutnya saat itu, Yeon Seo tampak sangat cantik sekali, jadi dia ingin memberikan bunga pada Yeon Seo.
“Jadi, ayo kita menikah,” ajak Yeon Seo.
“Itu lagi? Aku bilang tidak bisa,” balas Kim Dan.
Kang Woo memanggil semuanya untuk berkumpul, dan memulai latihan.


“Hanya pernikahan kecil dan sederhana diantara kita berdua,” pinta Yeon Seo. Dan Kim Dan menggelengkan kepalanya.

“Aku akan menikah denganmu bagaimanapun caranya. Aku akan menggunakan ini sebagai buketku, jadi simpan dengan baik,” jelas Yeon Seo dengan cepat. Lalu dia masuk ke dalam ruang pertunjukan.

Kim Dan berdiri di dekat bangku penonton, dan menatap Yeon Seo yang berada ditengah panggung. “Kamu sangat keras kepala.”
“Kim Dan. Kamu bodoh,” kata Yeon Seo sambil menatap Kim Dan yang berada didekat bangku penonton.



Pagi hari. Ketika terbangun, Yeon Seo tersenyum senang. Dia berniat memegang tangan Kim Dan yang masih tidur, tapi dia tidak bisa menyentuh tangan Kim Dan. Karena tangan Kim Dan menjadi transparan. Melihat itu, Yeon Seo merasa sangat terkejut. Lalu sekali lagi untuk memastikan, dia mau menyentuh wajah Kim Dan, tapi dia tidak bisa menyentuhnya.
Saat Kim Dan mengucapkan maaf padanya, Yeon Seo merasa ada sesuatu yang aneh dan tidak benar. Sehingga dia pun merasa sedih, dan segera mengalihkan pembicaraan, lalu dia mematikan telpon.

Setelah itu, Yeon Seo menatap ke atas. “Aku tidak akan menangis. Ayo kita lihat siapa yang menang. Aku akan melakukan semua yang ingin kulakukan bersama Kim Dan,” kata Yeon Seo, menantang.

Kim Dan melambaikan tangannya pada Yeon Seo.
Dan melihat itu Yeon Seo tersenyum, lalu balas melambaikan tangan kepadanya.
Latihan dimulai. Yeon Seo mulai menari. Dan Kim Dan duduk menontonnya.

Kemudian tiba- tiba terasa angin yang sangat kuat berhembus didekatnya, dan merasakan itu Kim dan pun merasa heran dan melihat ke sekeliling.
Lalu Yeon Seo yang awalnya berada ditengah panggung, kini dia menghilang ntah kemana. Melihat itu, Kim Dan sangat terkejut dan langsung berdiri. Kim Dan sama sekali tidak bisa melihat Yeon Seo. Kepadahal Yeon Seo masih berada diatas panggung dan menari, diikutin oleh lampu panggung yang menyinarinya.

Hoo mendekati Kim Dan, merasakan itu Kim Dan menyuruhnya agar jangan mengucapkan sepatah kata pun.
“Kematian,” kata Hoo.
Kim Dan langsung menutup kedua telingannya. “Aku tidak mendengar apapun.”
“Kamu tahu segalanya. Berhenti berpura- pura,” jelas Hoo.

Mendengar itu, Kim Dan langsung memegang tangan Hoo. “Aku tidak ingin menjadi manusia. Aku tidak akan menjadi manusia. Aku menyerah dalam segala hal. Aku menyerah. Aku hanya akan menghilang. Aku akan menghilang. Aku bertekad untuk melakukan itu. Ya?” pinta Kim Dan.
“Pada hari itu, bukan hanya kamu yang menerima kesempatan terakhirmu. Dia seharusnya mati pada hari itu juga. Itulah takdirnya,” jelas Hoo, memberitahu. 

Kim Dan tidak bisa percaya, karena dia yakin pertemuannya dengan Yeon Seo adalah takdir. Dan Hoo menjawab bahwa takdir Yeon Seo harusnya mati dibunuh oleh orang jahat, karena Yeon Seo memang dilahirkan seperti itu.
Kim Dan menutup telingannya lagi. “Tidak, tidak mungkin.”
“Itu hanya ditunda, itu saja. Tidak peduli berapa banyak kamu mencoba melarikan diri darinya, sebuah nujuman akan terjadi. Takdir seseorang akan terlaksana,” jelas Hoo. Lalu dia menghilang darisana.
Kim Dan menatap ke arah panggung, dan melihat Yeon Seo yang terbaring seperti meninggal disana.

Kim Dan berjalan mendekati Yeon Seo yang baru saja selesai berlarih menari. Dan melihat dia, Yeon Seo tersenyum lembut.
“Ayo lakukan. Menikah denganku, Yeon Seo,” kata Kim Dan sambil menyerahkan buket bunga yang dibawanya.
Dan dengan bahagia, Yeon Seo tersenyum dan menerima buket bunga itu. Lalu dia memeluk Kim Dan dengan erat. Dan Kim Dan balas memeluknya dengan erat juga.

Mereka berdua sama- sama tersenyum.

No comments:

Post a Comment