Saturday, July 27, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 3 - part 2

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 3 – part 2
Network : OCN
So Hyun mengabsen satu persatu murid didalam kelas, dan disaat itu Byung Ho datang terlambat dengan wajah yang tampak memar. Melihat itu, So Hyun pun bertanya dengan perhatian dan memperhatikan wajahnya.

Tapi karena merasa takut pada Joon Jae, maka Byung Ho pun berbohong. Dia mengatakan bahwa memar diwajahnya adalah akibat jatuh dari sepeda kemarin.

So Hyun tidak percaya. Dia memandang ke arah Joon Jae yang tersenyum.
“Apakah kamu yakin?” tanya So Hyun.

Kang Jae menghentikan So Hyun. “Bu Ha, ayo kita selesaikan daftar absensi dahulu. Katanya dia baik-baik saja.”
“Baiklah,” balas So Hyun, pelan.

Setelah kelas selesai, So Hyun memberitahu Kang Jae bahwa memar diwajah Byung Ho tidak tampak seperti luka dari jatuh sepeda, karena dia sudah sering terjatuh dari sepeda juga, tapi dia tidak pernah seperti Byung Ho.
Kang Jae : “Tenanglah. Dia mengatakan bukan itu yang terjadi.”
So Hyun : “Itu membuatnya makin serius. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa setelah dipukuli dengan parah. Mungkinkah dia dirundung oleh suatu kelompok?”

So Hyun berpikir dengan keras tentang apa yang sebenarnya terjadi, karena ini baru awal dari semester dua. Dan Kang Jae pun langsung menghentikannya berbicara.
“Anggap saja dia benar-benar tidak jatuh dari sepedanya. Tetap saja, mungkin hanya perkelahian biasa. Atau mungkin dia bertemu preman dalam perjalanan ke sekolah. Jangan langsung menyimpulkan sebelum mencari tahu lebih lanjut. Bahkan jika dia dirundung, jika kita mencoba membantunya tanpa memikirkannya, mungkin itu hanya mempersulitnya,” jelas Kang Jae dengan cepat. Kemudian setelah itu dia pamit pergi, karena dia masih punya janji dengan Young Hye.
So Hyun masih merasa gelisah.
Joon Jae mendekati Byung Ho dan bersikap seperti akan memukulnya. Karena takut, Byung Ho pun langsung mengangkat tangan untuk melindungin dirinya. Melihat sikap tersebut Joon Jae dan si penjudi tertawa dengan keras.

Joon Jae kemudian memukulkan kepala Byung Ho ke meja. “Kamu akan memiliki kesempatan lain. Jika kamu mengacau lagi, entah apa yang akan kulakukan padamu,” katanya, mengancam.
Setelah Joon Jae berserta para bawahannya pergi. Byung Ho lanjut belajar lagi.


Young Hye meminta Kang Jae untuk bertanggung jawab pada disiplin sekolah. Nama resminya adalah guru kedisplinan, pekerjaannya adalah menjaga siswa agar tidak menyebabkan masalah.
“Anda dapat mengandalkanku. Aku akan melakukan yang terbaik agar para siswa tertib,” kata Kang Jae dengan percaya diri dan menyakinkan.
“Kamu seorang pria yang bisa dipercaya. Aku akan menyerahkannya kepadamu,” puji Young Hye merasa senang. Lalu mereka pun bersulang.

Dikantin. Woo Jin memberitahu Kang Jae bahwa itu akan menjadi tugas yang sulit, karena menjadi guru kedisplinan tidak mudah. Kemudian dengan nada pelan, Woo Jin bertanya apakah Kang Jae ada mendengar berita baru2 ini, tentang seorang guru SMA yang bunuh diri karena tekanan kerja. Dan ternyata tekanan itu dari mendisiplinkan siswa. Kekerasan sekolah.

“Baik korban dan pelaku adalah siswa kita. Ini pasti sangat buruk. Kita tidak bisa berkata,"Baiklah kepada temanmu" seperti dahulu. Itu akan menyebabkan masalah besar. Orang tua bisa menyewa pengacara untuk perkelahian anak-anak mereka,” jelas Hye Soo. Dan Woo Jin setuju.
Mendengar itu, Kang Jae langsung tersedak.


“Bukankah itu menakutkan? Jika sial, kamu harus berdiri di pengadilan bukannya di kelas,” kata Woo Jin, menambahkan.
Kang Jae tertawa hambar dan ingin menjelaskan bahwa pengadilan tidak semenakutkan itu. Tapi Hye Soo malah mengumpat duluan, dia menjelaskan bahwa ada banyak pengacara licik saat ini, seperti pengacara yang meminta korban untuk jujur, dan si korban pun melakukannya tapi kemudian di pengadilan si pengacara malah mengubah sikap dan menyerang si korban. Si pengacara berkerja sama dengan jaksa.

Mendengar itu, nafsu makan Kang Jae jadi sedikit berkurang.
Woo Jin menyarankan Kang Jae agar menjaga diri dari sekarang, supaya tidak diseret ke pengadilan, terutama pada kelas 3. Sebelum Woo Jin selesai berbicara, Hye Soo langsung menyikutnya agar diam.
“Ah, kudengar ada insiden. Ada siswa menikam siswi dan kemudian mencoba bunuh diri... “ kata Kang Jae, bersikap polos.
“Pak Gi,” sela So Hyun dengan tegas. “Kamu sebaiknya menjaga ucapanmu. Jangan katakan apa pun jika tidak tahu ceritanya. Kami belum tahu siapa yang melakukannya.”
Seketika suasana makan pun menjadi tegang. Semua orang diam.

Anggota klub penyiaran yang baru, dia bersembunyi di dalam kamar mandi dengan sikap ketakutan sambil membaca pesan Joon Jae yang menagih hutang kepadanya. (Aku tidak tahu namanya, jadi kita sebut New saja agar mudah di ingat ya ^.^)
“Jika tidak membayar bunganya hingga hari ini, kamu juga akan ditayangkan,” ancam Joon Jae didalam pesannya.

New memberikan kamera rekaman yang biasa dipakai oleh para profesional kepada Joon Jae. Dia memberikan itu sebagai bayaran hutangnya. Dan tanpa memperdulikan darimana kamera rekaman tersebut berasal, Joon Jae menerimanya selagi barang itu berada dalam kondisi yang bagus.
“Ini akan mengembalikan bunga dan pinjaman, 300 dolar. Aku bersikap baik karena ini kesepakatan pertamamu. Tidak ada komisi. Jika kamu punya lebih dari ini, bawa saja,” jelas Joon Jae, bernegosiasi.

“Baik. Lalu bisakah aku meminjam lagi? Maksudku, uang,” balas New, meminjam 500. Dan Joon Jae berbaik hati memberikan uang itu kepadanya.
“Tapi jika pembayaranmu terlambat lagi, kami akan segera menjual barangnya,” jelas Joon Jae. Dan New mengiyakan, karena dia akan memulai pekerjaan paruh waktu pekan depan nanti.

No comments:

Post a Comment