Saturday, July 27, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 3 - part 4

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 3 – part 4
Network : OCN

Diruangan mewah. Ki Hoon melampiaksan rasa kesalnya dengan bermain game. Lalu setelah selesai, dia pun duduk dan beristirahat. Dia mengeluhkan tentang Kang Jae yang berani mengkritiknya.
Dan Ye Ri membela Kang Jae yang masih muda dan menyenang kan baginya.
Tae Ra mengajak Ye Ri untuk ke kelas selanjutnya. Dan dengan nurut, Ye Ri langsung mengikutinya.

Beom Ji menanyakan, apakah Ki Hoon sudah mendapatkan izin untuk anak- anak berkumpul diatap. Dan Ki Hoon menjawab bahwa dia membiarkan mereka untuk bermain, karena itu masih hari pertama sekolah.
“Asisten guru yang baru itu ada di pintu atap kemarin. Kurasa dia melihat segalanya. Semua perbuatan Jun Jae di atap,” kata Beom Jin, memberitahu.
“Apa? Lantas, dia sudah tahu segalanya dan pura-pura saat absensi tadi? Bahkan saat kelas juga. Dia berpura-pura tidak tahu soal kejadian yang menimpa Byung Ho. Seru juga,” balas Ki Hoon sambil tertawa.
Byeom Jin mengabaikannya dan pergi duluan.
Ki Hoon menyuruh Joon Jae untuk mencari gara- gara dengan Kang Jae. Dan Joon Jae merasa ragu untuk melakukannya.

“Kamu harus membalas dendam atas rasa malu yang kamu alami tadi. Jika takut, lupakan saja. Tapi sebagai gantinya, akan kututup tempat ini. Pilihlah. Aku tidak memaksa,” kata Ki Hoon, seperti mengancam.
Dan karena takut, Joon Jae pun mengiyakan.

Reporter datang ke sekolah untuk mewawancarai Tae Ra. Sebab Tae Ra ada mendonasikan semua uang dari barang yang dijualnya, dan sekarang hal tersebut menjadi perbicangan hangat di masyarakat.
“Halo, aku Han Tae Ra, siswi SMA Cheonmyung tingkat junior,” kata Tae Ra, memperkenalkan dirinya.
“Agak mengejutkan karena kamu bisa melakukan sesuatu yang bahkan sulit dilakukan oleh orang dewasa. Tolong beri tahu kami awal mula dan prosesmu melakukannya,” kata reporter, mengajukan pertanyaan.
“Aku sering merasa sedih karena ada banyak anak seusiaku yang tidak terlindungi di sekolah atau rumah mereka. Kupikir alih-alih hanya mengumpulkan uang, akan lebih bermakna jika uangnya diberikan dari hasil penjualan barang yang kubuat sendiri,” jelas Tae Ra dengan sikap ramah di depan kamera.
Reporter memuji betapa baiknya Tae Ra. Dan para murid yang menonton juga merasa betapa baiknya Tae Ra.
Setelah wawancara berakhir, para murid mendekati Tae Ra. Dan si reporter memuji betapa hebat nya Tae Ra yang membuat wawancara berakhir dengan cepat dan baik, karena kalau yang biasanya pasti akan membutuhkan pengulangan.
Dengan rendah hati, Tae Ra membalas bahwa itu semua berkat bantuan si reporter. Kemudian dia mengundang si reporter untuk datang ke acara pesta amal nya yang akan segera diadakan.

Didalam kelas. Tae Ra membagi- bagikan aksesoris yang dibuat nya kepada semua orang. Dan dengan senang hati, semua murid mengambilnya, kecuali Yoon A.

Melihat itu, Tae Ra mendekati Yoon A dan memberikan aksesoris yang di desainnya sendiri. Namun Yoon A tidak mau menerima itu, karena dia tidak ada membeli itu. Dan dengan ramah, Tae Ra meminta agar Yoon A jangan sungkan, karena itu akan dipakai demi tujuan mulia.
“Tujuan mulia? Kegiatan ekstrakurikuler untuk pendaftaran kuliahmu?” tanya Yoon A, mengetahui niat Tae Ra yang sebenarnya. Mendengar itu, Ye Ri tersenyum kecil.

“Kamu memang bermasalah. Tidak bisa menerima kebaikan orang,” balas Tae Ra.
Yoon A tidak mau menerima kebaikan Tae Ra ini, dia lebih memilih untuk membayar saja. Namun ternyata harga aksesoris itu begitu mahal, karena di buat dari bahan berkualitas bagus. Yoon A pun memberikan uang yang dimilikinya sekarang dan menjanjikan akan membayar sisanya besok.
“Tidak usah,” kata Tae Ra, menolak uang itu. “Buatkan saja video bagus saat acara pesta amal nanti. Aku tidak tahu soal yang lain, tapi video buatanmu sangat bagus,” jelas Tae Ra. Lalu dia kembali ke kerumunan orang yang memuji dirinya.

No comments:

Post a Comment