Monday, July 22, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 03 part 2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 03 part 2

Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Si Young mendapatkan obat ERT-nya. Saat dia keluar, kebetulan ada orang yang berjualan aksesoris. Si Young jadi teringat dengan Jung Bo yang ingin membelikan gelang untuk adiknya. Jadi, dia membelikan hadiah untuk Jung Bo.

Si Young keluar dengan ceria. Tapi, Jeong Nam sudah tidak seceria tadi. Dia tampaknya memikirkan perkataan dr. Min, karna dia meminta Si Young agar lepas tangan setelah memberikan obat itu. Dia akan mengantarkan Si Young pulang. Si Young bingung dengan perubahan sikap Jeong Nam yang mendadak padahal sebelumnya Jeong Nam yang ingin dia di sini.
“Paman khawatir kamu akan kesulitan. Itu penyakit yang langka. Paman dengar kemungkinannya 0,00001 persen,” ujar Jeong Nam.
“Ya. Kemungkinannya hanya 0,00001 persen. 1 banding 117.000. Tapi begitulah keadaanku. Saat aku meninggalkan rumah sakit, kemungkinanku kembali terasa serendah itu. Kukira 0,00001 persen itu mustahil. Jadi, kurasa aku akan membaik jika pasien ini membaik. Itu saja. Aku bahkan mendapatkan obatnya. Kemungkinannya kini meningkat menjadi 0,0001 persen,” beritahu Si Young.
Jeong Nam kembali tersenyum, “Sepertinya kamu benar. Tidak penting seberapa rendah kemungkinannya. Pada akhirnya, kemungkinannya menjadi 50-50. Entah ada atau tidak. Kamu hidup atau mati. Itu salah satunya. Ayo.”
Mereka berdua tertawa bahagia dan mulai lanjut berjalan. Saat jalan, Si Young melihat tali sepatunya terlepas. Dan itu mengingatkannya akan perkataan Yo Han.
“Pertama-tama, ikat sepatumu. Selalu ada batasan waktu untuk pasien. Jika mereka belum juga diobati, itu akan terlambat. Jadi, dokter harus selalu siap untuk berlari.”
Dan karena pesan Yo Han tersebut, Si Young mengikat tali sepatunya yang terlepas dengan kuat. Jeong Nam tersenyum melihatnya. Apalagi, Si Young tersenyum bahagia.
--

Si Young masuk ke kamar rawat Jung Bo. Dia tampak sangat khawatir dengan kondisi Jung Bo. Dia menatap hadiah yang di belinya untuk Jung Bo dan juga melihat tangan Jung Bo yang terbogol.
Flashback
Saat dalam perjalanan kembali setelah mengambil ERT, Si Young bertanya, apakah Jeong Nam sudah memeriksa keluarga Jung Bo?
“Ya, mereka menemukan nomor kakaknya dan meneleponnya. Namun, ternyata nomornya tidak aktif. Sejujurnya, tidak ada yang pernah mengunjunginya. Ayahnya pergi saat dia masih kecil setelah orang tuanya bercerai, dan dia tinggal bersama ibu dan kakaknya,” cerita Jeong Nam.
“Sepertinya dia sangat menyayangi kakaknya,” gumam Si Young.
“Dia dipenjara karena kakaknya. Seseorang mencuri gaji empat bulan milik kakaknya. Dia mengambil uang kakaknya, tapi malah berkelahi. Orang lain terluka saat bertengkar, tapi dia tidak punya uang untuk biaya damai.”
Dan Si Young tampak kasihan pada Jung Bo.
End
Si Young membenarkan selimut Jung Bo. Dia duduk di sebelah Jung Bo yang masih belum sadarkan diri. Saat itu, terlihat kilat dan petir menyambar dengan deras di lantai. Dan hal itu, membuatnya teringat saat kematian sahabat Jeong Nam setahun lalu. Saat itu, dia tidak bisa melakukan apapun selain hanya menunduk ketakutan dengan tangan penuh darah. Sepertinya, sebelumnya, dia sedang bersepeda dengan paman tersebut.



Dan mimpi buruk itu membuat Si Young terbangung. Begitu terbangun, dia menatap tangannya yang bergetar hebat.
dr. Lee masuk ke dalam kamar rawat dengan terburu-buru. Dan tampaknya dr. Lee marah.
--
Yo Han sedang berbesih di ruang praktek Si Young. Dia menatap dari jendela, hujan yang masih turun. Saat itu, 2 orang petugas sipir masuk dan menyapa Yo Han dengan ramah. Dia mengingatkan agar Yo Han bersiap. Apakah akan ada yang datang hari ini?
“Tidak ada,” jawab Yo Han.

Petugas menggoda, masa tidak ada yang datang untuk Yo Han? Keluarga, teman atau pacar? Yo Han hanya tersenyum dan bertanya apakan rumah sakit sudah menelpon?
“Belum,” jawab petugas sipiri. “Dokter Kang bahkan merelakan tiket pesawatnya demi pasien itu. Jadi, aku yakin akan ada kabar baik.”
Yo Han tersenyum. Tapi, tampak kalau dia juga mengkhawatirkan sesuatu.
--

dr. Lee bicara dengan si Young di depan ruangan rawat. Hasil tes menunjukkan hasil negatif untuk penyakit Fabry. Tidak ada tanda-tanda tubuh zebra, yang artinya bukan penyakit Fabry.
Note : "Tubuh zebra, korpuskula lamelar yang muncul di Fabry"
“Kita membuang-buang waktu karena Narapidana 6238,” kesal dr. Lee. “Sudah kubilang jangan memercayainya. Apa kamu tahu kenapa dia dipenjara?”
“Tidak, tapi kenapa…”
“Maka jangan memercayai, menghormati, atau setia kepadanya. Aku memperingatkanmu karena aku juga hampir tertipu.”
“Apa maksudmu? Kenapa dia dipenjara?” tanya Si Young.
--

Entah apa jawaban yang di dengar oleh Si Young hingga Si Young segera naik taksi menuju lapas Chungil. Dia bahkan berlari menerobos hujan dengan kencang. Dan tampak, memang ada seseorang yang mengikuti dan memotret Si Young diam-diam.
Si Young masih ke dalam ruang prakteknya (kantor medis). Begitu masuk, dia segera menyalakan komputer dan mencari informasi mengenai Narapidana 6238 (Cha Yo Han). Dan informasi yang di lihatnya mengenai Yo Han, membuat matanya terbelalak. Yo Han masuk ke penjara karena kasus pembunuhan.

Dengan cepat, Si Young segera mencari di Naver mengenai dr. Cha Yo Han. Artikel yang keluar adalah : “Dokter di vonis penjara tiga tahun atas pembunuhan.”
Flashback
Di persidangan,
Son Seok Ki yang bekerja sebagai jaksa sedang mengatakan kalimat penutupnya.
“Tidak ada dokter di dunia ini yang bisa atau diperbolehkan mengatakan dia melakukan tugasnya setelah membunuh seorang pasien. Meskipun itu karena penyakit, malapraktik, atau eutanasia (praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang di anggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya di lakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan – wikipedia),” ujar Seok Ki penuh penekanan.
Seok Ki menatap dengan tajam ke arah yang adalah terdakwa. Chae-eun juga ada di sana, duduk di kursi penonton.
End
Nafas Si Young memburu membaca artikel-artikel lainnya : "Rumah Sakit Universitas Myeongwon" "Menyebabkan kematian pasien" "Penculik dan pembunuh Yoon Seong Kyu, yang..." "Dua anak berusia enam tahun meninggal tahun lalu"
Mata Si Young berkaca-kaca membaca semua artikel tersebut.

Yo Han lewat di depan ruangannya dan begitu melihat Si Young, dia bertanya apa yang terjadi? Si Young menatapnya penuh amarah dan dengan suara berusaha mengontrol emosi, dia memberitahu kalau itu bukanlah penyakit Fabry menurut hasil tes. dr. Lee mencurigai FSGS dan mereka akan segera mengobati Jung Bo.
Mendengar hal itu, Yo Han panik. Apakah akan di obati dengan steroid? Si Young membenarkan. Yo Han menghela nafas karena steroid akan membunuh ginjal Jung Bo. FSGS sering di kira sebagai penyakit Fabry, tapi gejala Jung Bo saat ini… ucapan Yo Han terhenti karena melihat tatapan Si Young yang penuh amarah padanya.
“Cha Yo Han. Benar? Itu namamu. Ahli anestesi yang membunuh pasiennya tiga tahun lalu. Apakah itu kamu?” tanya Si Young, dengan penuh intimidasi.
--


Chae Eun berada di gereja dan berdoa. Saat itu, dia mendapat telepon dari Seok Ki. Sepertinya, Seok Ki bukanlah suaminya, karena Chae-eun memanggilnya : “Jaksa Son.” Tidak hanya itu, Seok Ki memberitahu sesuatu mengenai wali Yoon Seong Kyu. Entah apa yang di katakannya, karena Chae-eun tertawa dan berkata : “Baiklah. Aku akan siap.”
--
“Kasus yang menggemparkan negara ini tiga tahun lalu. Pasiennya menderita kanker anal stadium akhir dan kamu memberikan pereda nyeri dengan jumlah mematikan. Kamu dipenjara tiga tahun karenanya. Apakah itu kamu?” tanya Si Young lagi.
Yo Han membenarkan. Tapi, dia tidak suka Si Young menggunakan kata ‘membunuh’ karena yang di lakukannya adalah eutanasia, bukan pembunuhan. Si Young menegaskan kalau itu tidak ada bedanya.
“Tidak ada bedanya. Kamu merelakan pasienmu dan menelantarkannya. Kamu membuatnya berhenti bernapas. Kamu menghentikan jantungnya. Apa bedanya?” marah Si Young. Dan Yo Han tertawa. “Kamu tertawa?”
“Aku terkejut. Panggil dokter yang kamu temui dan tanyakan pendapat mereka tentang eutanasia. Jawaban mereka adalah antara mendukung atau menentang. Sebagian besar bahkan tidak mau membahasnya. Kenapa? Karena mereka pikir itu pembahasan paling tidak penting. Jadi, bagaimana bisa dokter residen tahun kedua memiliki pendapat mendetail mengenai topik ini?” tanya Yo Han balik, membuat Si Young terdiam.
Yo Han menatap Si Young dengan tajam. Dia melihat Si Young yang gugup dan juga rambut Si Young yang berantakan dan basah kuyup. Apakah ini alasan Si Young bergegas kemari? Merasa di khianati? Marah?
“Itu lebih seperti keputusasaan,” ujar Yo Han. “Kamu pikir aku bisa memberimu harapan, tapi sekarang kamu pikir aku tidak bisa dan kamu putus asa. Benar?” tebak Yo Han. “Kamu sudah mencobanya? Apakah kamu melakukannya juga?” tanya-nya lagi.
Mata Si Young berkaca-kaca, menatap Yo Han balik.
“Benarkah? Apakah kamu menyerah, meninggalkan seorang pasien, membuatnya berhenti bernapas, atau menghentikan jantungnya? Bisakah kamu menyelamatkannya?” tanya Yo Han, mengintimidasi sehingga membuat Si Young terbayang saat dia tidak bisa menutupi luka paman itu. “Bisakah dia diobati? Bisakah dia pulih dan sembuh? Jawab aku. Bisakah kamu menyelamatkannya?” teriak Yo Han dan memukul meja dengan keras.
Dan itu membuat mata Si Young meneteskan air mata, “Tidak!” teriak Si Young. “Tidak mungkin. Tidak mungkin. Aku tidak bisa menyelamatkannya,” tangis Si Young, penuh penyesalan, kekecewaan atas dirinya sendiri.

Yo Han terdiam mendengar jawaban dan tangisan Si Young.

No comments:

Post a Comment