Sunday, August 25, 2019

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 19

7 comments

Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 19

Images by : Dragon TV / ZJTV / iQiyi

Yaya benar-benar kesal mendengar Tong Nian berkata kalau pacarnya itu sangat hebat dalam CTF. Yaya berkata kalau hanya beberapa orang yang bisa di sebut dengan ‘grand master’ dalam dunia CTF. Tong Nian membenarkan dan menyebut pacarnya memang hebat. Yaya mulai memberitahu mengenai team CTF yang sangat hebat di masa lalu. Tong Nian tersenyum senang dan tahu kalau yang Yaya bicarakan pasti adalah team SOLO. Yaya membenarkan.
Yaya sangat senang karena Tong Nian tahu tentang CTF. Dengan semangat, Yaya memberitahu Tong Nian kalau team SOLO adalah idolanya dari kecil : Xiamo, Gun, Solo, Appledog dan All (Ou Qiang)! Harapannya dalam hidup ini adalah dapat bertemu dengan mereka.
“Pacarku adalah Gun!” beritahu Tong Nian dengan bangga.
Yaya kaget. Dalam hatinya, dia berpikir kalau pacar Tong Nian sudah berbohong dengan berpura-pura mengaku sebagai Gun! Dia bahkan menganggap kalau Tong Nian hanyalah anak bodoh yang tertipu. Dan karena itu, dia bertekad untuk membongkar identitas palsu pacar Tong Nian tersebut dengan ingin ikut chat Tong Nian bersama Shangyan malam ini.
--
Malam hari,
Ternyata malam ini, 97, Demo dan Grunt akan bermain game bersama dengan Tong Nian serta Shangyan. Demo sangat takut untuk bermain game dengan Shangyan. 97 dan Grunt berusaha menenangkannya.

Tdak lama, Tong Nian akhirnya online. Mereka segera mengundang Tong Nian bergabung dalam game. Tong Nian juga mengajak Yaya. Yaya sangat kaget saat melihat anggota game yang bermain adalah Grunt, 97 dan Demo! Bukankah mereka adalah anggota K&K?

Tong Nian tidak sadar kalau Yaya kaget dan malah menyuruh Yaya untuk membantunya nanti dalam bermain game, karna dia benar-benar tidak pandai. Yaya bergumam kalau di depan Grunt, 97 dan Demo dia juga tidak bisa apapun.

Demo menyapa Tong Nian dengan fitur chat game dan meminta Tong Nian untuk menyalakan speaker agar mereka dapat melakukan voice chat. Kebetulan Shangyan tidak ada. Tong Nian mulai memamerkan Yaya yang sangat hebat dan pandai dalam bermain game. Bukannya merasa bersyukur karena pujian Tong Nian, Yaya di dalam hatinya sebenarnya berharap Tong Nian berhenti memuji. Jika di bandingkan dengan anggota K&K, kemampuannya pasti bukanlah apa-apa.

Tidak lama, Shangyan datang. Shangyan menegur mereka untuk mematikan mic. 97 yang takut di marahi malah berbohong kalau ‘kakak ipar’ ingin memperkenalkannya dengan seorang gadis untuk menjadi pacarnya dan ‘kakak ipar’ yang menyalakan mic. Shangyan hanya menyuruh mereka untuk mematikan voice chat.

Tong Nian mematikan voice chat. Tapi, dia merasa aneh, kapan dia pernah bilang mau memperkenalkan pacar pada 97? Sangat aneh. Karena Shangyan sudah datang, Demo berkata kalau Shangyan yang akan menggantikan posisinya dan silahkan bermain.
Yaya akhirnya percaya kalau pacar Tong Nian adalah Gun. Tong Nian tampak sangat bangga dan berkata kalau Gun adalah orang yang sangat hebat. Yaya langsung marah kalau kata ‘sangat hebat’ itu sangat lemah untuk mendeskripsikan Shangyan.
Sebenarnya, di banding dengan bermain, ini lebih seperti kencan bagi Tong Nian dan Shangyan. Karena di saat yang lagi main, Tong Nian malau melakukan voice chat dengan Shangyan dengan dalih minta di ajarkan main game.
Siap main, Shanyan dan Tong Nian senyum-senyum sendiri. Yaya jadi makin penasaran dan mulai menginterogasi Tong Nian. Dimana sebenarnya Tong Nian bertemu dengan Shangyan?
“Aku kan sudah bilang, di internet café.”
“Hah? Serius? Emangnya ini tahun berapa? Jika dia mau online, dia kan bisa melakukannya di kantornya, kenapa dia harus ke internet café?”
“Ehmmm… kau benar juga. aku juga tidak tahu kenapa. Ini sangat aneh,” sadar Tong Nian.
Yaya tidak peduli. Dia mulai membahas mengenai bagaimana dia bisa menyukai CTF. Dulu, ketika dia masih kecil, orangtua-nya sering pergi ke luar kota, sehingga dia menghabiskan lebih banyak waktunya di sekolah. Saat itu, dia sangat bodoh dan tertutup hingga sering di bully. Kemudian, dia menonton pertandingan CTF. Saat itu, CTF belum terlalu di kenal dan dunia yang besar ini juga tidak bisa memahami hal itu. Rasanya seolah team SOLO adalah prajurit kesepian yang bertanding seorang diri. Saat itu, dia mulai menyukai mereka seperti gadis kecil yang menyukai bintang karna mereka bisa melakukan sesuatu yang bahkan tidak berani di pikirkannya. Melihat mereka bertanding, memberikannya kekuatan sehingga dia mulai belajar dengan keras. Jadi, nilainya semakin baik dan baik. Dan saat mereka di bubarkan, dia bersama fans lainnya menangis keras karena sedih.
Dan pembicaraan berlanjut dengan bertanya mengenai Shangyan. Tong Nian dengan semangat mulai bercerita saat pertama kali bertemu hingga sekarang. Mereka tertawa bahagia.
--
Hari sudah larut, tapi Yaya masih belum bisa tidur. Dia membangunkan Tong Nian dan mulai menginterogasi. Apakah Tong Nian pernah bertemu dengan Xiaomi? Orang yang bernama Mi Shaofei, team SP sekarang ini.
Dengan masih mengantuk, Tong Nian menjawab kalau dia bertemu dengannya sekali di Sanya. Yaya semakin iri. Ternyata dia sangat fans dengan Xiaomi. Yaya mulai memberitahu kehebatan Xiaomi dan bahkan menunjukkan buku yang semuanya berisi mengenai Xiaomi.
“Kau suka Mi Shaofei? Ku kira kau suka Solo.”

“Apa dia … orang baik?” tanya Yaya.
“Hm. Biar ku pikirkan. dia…,” ujar Tong Nian dan malah ketidurang.
--
Esok hari,
Kondisi Shangyan ternyata lebih buruk dari yang di duga. Karena dokter sampai harus datang untuk memeriksa Shangyan. Shangyan di berikan infus dan di suruh untuk lebih beristirahat.
Dan di saat seperti itupun, Zhao Shan masih saja berusaha mendekati Shangyan. Shangyan sangat tidak suka padanya hingga menyuruh dokter yang hendak keluar agar membawa Zhou Shan keluar juga. Dia tidak mau ada Zhou Shan di sini. Zhou Shan untungnya cukup sadar diri kalau Shangyan mengusirnya dan keluar.
--

Tong Nian terbangun dan melihat Yaya yang tertidur dengan memegang buku berisi foto dan data mengenai Xiaom. Karena hal tersebut, Tong Nian mengirim pesan pada Shangyan, bertanya apakah Shangyan bisa membantunya sesuatu?
Shangyan menerima pesan Tong Nian dan dia tidak memberitahu Tong Nian kalau dia sakit.   
--
Sore hari, Shangyan mengajak Xiaomi bertemu di pinggir kolam renang hotel. Melihat Shangyan, Xiaomi segera menyuruh Shangyan untuk seharusnya beristirahat di kamar hotel dan bukannya mengajaknya bertemu di pinggir kolam renang seperti ini. Angin malam akan membuat Shangyan semakin sakit. Shangyan mengabaikan nasehat Xiaomi tersebut dan malah memberitahu tujuannya mengajak Xiaomi bertemu. Dia ingin meminta tolong satu hal.
Xiaomi kaget. Hari seperti ini akhirnya tiba? Shangyan meminta tolong padanya?! Shangyan langsung meluruskan. Dia hanya meminta tolong atas nama Tong Nian.
“Aku tidak punya hubungan apapun dengannya, apa yang bisa ku lakukan? Tapi, karena aku memanggilnya ‘kakak ipar’, mungkin aku bisa membantunya. Jadi, katakan, apa yang bisa ku bantu?”
--
Esok hari,
Sakit Shangyan sepertinya makin parah karena dia sampai meringkuk kedinginan di bawah selimutnya. Tapi, walau seperti itupun, dia masih bisa mengirim pesan memberitahu Tong Nian kalau dia akan pulang lusa.
Tong Nian yang membaca pesan Shangyan, segera menandai kalender-nya. Dia mengingat momen-momen kebersamaannya bersama Shangyan di Sanya. Dan hal itu membuatnya tersenyum gembira. Tong Nian teringat dengan kalung hadiah Shangyan (yang sebenarnya milik ibu tiri Shangyan) dan memakai kalung itu menjadi gelang (karena kalau di pakai di leher, terkesan sangat dewasa. Jadi, Tong Nian melilitkannya di pergelangan tangannya, jadi seperti gelang).
--

Begitu pulang ke Shanghai, Solo langsung pergi menjemput Xiao Ai ke sekolah. Melihat ayahnya datang menjemput, Xiao Ai segera memamerkan pada temannya kalau ayahnya sangat tampan bukan? Tentu saja jawabannya ya.
Kebahagiaan Xiao Ai hanya berlangsung sementara saat Solo memberitahu kalau dia mengundang seseorang ke rumah mereka untuk makan bersama. Orang itu adalah Su Cheng, ibu Solo.
Xiao Ai menolak untuk makan bersama. Alasannya karena dia mempunyai banyak PR yang harus di kerjakan. Tidak ada waktu makan malam. Solo menegur Xiao Ai yang sangat keras kepala. Su Cheng hanya ingin makan bersama dengan Xiao Ai setelah perjalanan bisnis. Solo menyuruh Xiao Ai untuk menurut.
“Pa, apa kau sudah tidak menginginkanku lagi?” tanya Xiao Ai, sedih.
Solo tahu kekhawatiran Xiao Ai, jadi, dia membatalkan rencana untuk makan malam bersama Su Cheng. Xiao Ai langsung tersenyum senang karena artinya Solo masih sayang dan peduli padanya.
Su Cheng yang menerima kabar dari Solo yang membatalkan janji pertemuan, jelas merasa sangat kecewa. Tapi, dia juga tidak bisa marah.
--
Solo membawa Xiao Ai ke kantornya. Xiao Ai mengerjakan PR di ruang kerja Solo, sementara Solo pergi ke ruang rapat. Dia ada janji temu dengan He Nana, Direktur Global Operation SP. Tujuan Nana ingin bertemu dengan Solo adalah membahas masalah Xiaomi. Boss sudah mengirimnya banyak email mengenai Xiaomi. Karena dari awal Solo yang ingin merekrut Xiaomi dan bahkan tanda tangan kontrak, maka masalah ini, harus Solo juga yang menyelesaikannya.
Solo berusaha untuk membela Xiaomi dengan membuat alasan mengenai peringkat Xiaomi yang tidak terlalu tinggi. Tapi, Nana menyuruh Solo untuk membaca pesan dari boss dulu.
--
Tong Nian datang ke acara peluncuran album lagu tema CTF. Dir. Xiang yang ada di sana, langsung mendekati Tong Nian. Di dalam gedung, sudah ada banyak fans dari Tong Nian serta Lan Mei yang menanti. Dir. Xiang tiba-tiba mengajak Tong Nian untuk minum kopi bersamanya setelah acara tanda tangan album untuk para fans usai. Dan tentu, dia juga akan mengajak Lan Mei. Tong Nian hanya tersenyum dan berkata untuk membahasnya nanti saja setelah acara selesai.
Acara tanda tangan di mulai. Dan salah satu fans Tong Nian meminta agar Tong Nian tandan tangan untuknya bukan di CD tapi di baju yang di kenakannya. Tong Nian merasa sungkan tapi fans itu terus memohon. Akhirnya, Tong Nian pun menandatangani-nya.

Setelah para fans itu, tidak di sangka yang selanjutnya adalah Shangyan. Tong Nian sangat kaget sekaligus gembira. Bukankah harusnya Shangyan kembali besok? Kenapa hari ini sudah ada di sini? Shangyan tidak menjawab dan hanya memuji Tong Nian yang populer dan punya banyak fans. Dan juga, bukankah Tong Nian bilang suka padanya? Kenapa bisa Tong Nian dengan mudahnya tanda tangan di dada orang lain? Tong Nian menjelaskan kalau itu adalah fans-nya dan sudah sangat menyukainya sejak lama, jadi dia merasa tersentuh, sehingga mau tanda tangan di kaus bajunya.
Shangyan tersenyum-senyum. Dia menyuruh Tong Nian segera menyelesaikan tanda tangannya dan dia akan menunggu. Lan Mei sangat kaget dan sekaligus kagum, pantas saja Shangyan menjadi idola suaminya!
Salah seorang fans yang ada di acara, melihat Shangyan dan langsung meminta izin untuk foto bersama. Dia adalah fans Shangyan dan karena Shangyan juga dia menyukai dunia CTF. Untung dir. Xiang melihat hal tersebut dan melarang untuk berfoto dengan Shangyan karena di sini dilarang berfoto. Usai itu, dia membawa Shangyan menjauh dari sana.
Dir. Xiang kemudian membahas mengenai fans Tong Nian dan Lan Mei yang sangat banyak. Apa suami Lan Mei tidak merasa tertekan melihat fans istrinya yang begitu banyak? Shangyan membenarkan, dan juga dirinya juga punya banyak fans. Dir. Xiang jadi bingung, dia kan membahas mengenai Lan Mei. Dan setaunya, Lan Mei sudah menikah dan suaminya jelas bukan Shangyan. Apa Shangyan selingkuh dengan Lan Mei?
“Siapa yang bilang ini mengenai aku dan Lan Mei?”
“Kau… dan Tong Nian?” tanya dir. Xiang, kaget. Melihat wajah Shangyan yang tersenyum, dir. Xiang sadar kalau yang di duganya benar.
--

Acara tanda tangan akhirnya selesai. Tong Nian pamit untuk pulang duluan pada Lan Mei karena pacarnya sudah menunggu. Tong Nian juga meminta maaf karena tidak bisa minum kopi bersama dir. Xiang karena Shangyan tiba-tiba menjemputnya. Mendengar pembicaraan Tong Nian dan dir. Xiang, SHangyan langsung tanya, kenapa Tong Nian harus minum kopi dengan dir. Xiang?
“Ini salah paham. Salah paham! Aku ingin membawa Lan Mei keluar minum kopi juga. Dan sekalian, aku mengajak Tong Nian,” alasan dir. Xiang.
Untungnya Shangyan tidak bertanya lebih lanjut dan mengajak Tong Nian untuk segera pergi. Tidak lama, Lan Mei pamit pulang juga pada dir. Xiang. Pas sekali, dir. Xiang langsung nanya, apa Tong Nian beneran pacaran sama Shangyan? Lan Mei dengan semangat membenarkan.
Mengetahui kalau hal itu benar, dir. Xiang langsung bersyukur. Untunglah, dia sempat menginjak ‘rem’ tepat waktu. Jika Han Shangyan sampai tahu kalau dia berusaha mendekati pacarnya, Tong Nian, pasti dia tidak akan selamat.
Diluar, Shangyan menyuruh Tong Nian untuk segera masuk ke mobil karena Xiaomi sudah hampir tiba di kampus Tong Nian. Mendengar hal itu, Tong Nian semakin bersemangat! Apa Shangyan membantunya menyampaikan pada Xiaomi permintaannya?! Shangyan tersenyum.
Apakah permintaan Tong Nian pada Xiaomi?
--

Di kampus,
Yaya sedang sibuk mengerjakan tugas walaupun kelas sudah berakhir. Salah seorang mahasiswa yang mengajak Yaya menonton TV pun di abaikan oleh Yaya dengan tatapan jengkel. Melihat tatapan Yaya, pria itu sadar diri dan langsung pergi.

Tiba-tiba, ada yang menepuk pundak Yaya dari belakang. Xiaomi! Yaya tidak sadar dan mengira itu pria yang tadi ngajak dia nonton. Karena itu, Yaya sangat kesal saat pria itu terus menepuk pundaknya walau sudah di abaikan.
“Hallo, murid. Aku…” ujar Xiaomi.
“Aku sedang belajar! Kau tidak bisa lihat, Haaaahhhhhhhhh!!!’ seru Yaya kesal dan kemudian kaget saat berbalik karena ternyata itu adalah Xiaomi!
“Aku Xiaomi, Mi Shaofei Team SP,” lanjut Xiaomi.
“Ak.. aku tahu! Aku tahu!” ujar Yaya sangat senang.
Saking senangnya, Yaya sampai menangis sekaligus tertawa. Dia benar-benar menyukai Xiaomi. Xiaomi bingung melihat reaksi Yaya. Dia meminta Yaya memberikan respon yang jelas padanya, menangis atau tertawa? Yaya menutup wajahnya dan berkata kalau dia hanya merasa speechless. Dan dengan cepat, Yaya membereskan buku-bukunya ke dalam tas dan ikut Xiaomi keluar.
Yaya masih saja tersenyum-senyum dan mengikuti Xiaomi dari belakang. Xiaomi sampai bingung. Kenapa Yaya terus tersenyum. Yaya berkata kalau dia sangat senang, sangat senang!
Tong Nian ternyata sudah ada di depan kampus menunggu mereka. Tong Nian bahkan berkata pada Xiaomi kalau yang di katakannya benar kan. Yaya adalah fans Xiaomi, tapi Xiaomi tidak percaya tadi. Xiaomi berkata pada Tong Nian kalau dia tidak tahu cara menenangkan wanita.
“Aku bukan Han Shangyan atau Solo. Kenapa kau sangat bahagia?” ujar Xiaomi.
“Kau, apa yang kau katakan? Kau mungkin tidak tahu betapa banyak fans yang kau miliki! Kau tahu kalau kau bahkan punya fans club? Kami semua adalah fans veteran. Sejak team SOLO, kami telah mendukung mu!” ujar Yaya, bersemangat.
“Beneran?”
“Beneran!!” jawab Yaya, penuh keyakinan.
Saking senangnya, Yaya bahkan menganggap hari ini, tanggal 1 April sebagai hari bersejarah untuknya! Tong Nian menyebut Yaya bodoh karena 1 April adalah hari April Mop, bagaimana bisa di sebut bersejarah? Yaya tidak peduli, walaupun semua ini adalah ilusi, dia tetap bahagia.
Dan seperti belum cukup di puaskan dengan Xiaomi, Yaya malah melihat Shangyan dan Ou Qiang. Ou Qiang menggoda dengan bertanya, bagaimana perasaan Xiaomi mempunyai fans? Xiaomi dengan jujur menjawab kalau dia merasa bingung karena Yaya terus menangis dan tertawa. Dia tidak tahu harus berkata apa. Ou Qiang menyebut Xiaomi yang mulai menyombong.

Yaya berteriak girang melihat Gun God dan Ou Qiang! Tong Nian sampai harus membekap mulutnya. Tong Nian juga memperkenalkan pada mereka kalau ini adalah temannya, Yaya. Dan ternyata, hari ini juga adalah perayaan 10tahun team mereka dulu. Jadi, Shangyan bertanya bagaimana mereka bisa merayakannya?
“Ak… aku bisa ikutan?” tanya Yaya.
“Tentu saja,” jawab Ou Qiang.
Yaya makin girang. Dia merasa seperti menjadi bagian dari team SOLO.
--
Shangyan membawa mereka ke rumahnya. Ou Qiang merasa kagum dengan rumah Shangyan yang besar. Sementara Tong Nian, mencari kakek. Shangyan memberitahu kalau dia membawa kakek ke rumah saudara karena takut kakek akan bosan di rumah sendirian. Tong Nian menyarankan agar lain kali mereka membawa kakek pergi piknik.
Tong Nian membantu Shangyan di dapur, menyiapkan minuman. Tong Nian berterimakasih pada Shangyan karena Shangyan mau membantunya, makanya dia bisa mempertemukan Yaya dengan Xiaomi. Dan hari ini, Yaya merasa sangat bahagia. Tong Nian kemudian memberikan kantong yang di bawanya, yang berisi teh untuk kakek.
Di ruang tamu, Ou Qiang berteriak keras menyindir Xiaomi untuk tidak mempedulikannya. Dia akan membiarkan Yaya mengejar idolanya dengan puas dan abaikan saja dia. Xiaomi jelas malu mendengarnya dan memukul Ou Qiang. Mereka malah jadi bercanda seperti anak-anak di depan Yaya. Yaya makin merasa senang melihat sifat mereka yang ternyata welcome padanya.
--

Xiaomi berdiri di beranda lantai dua, dimana di depannya ada kolam berenang. Dia menikmatii pemandangan dari atas sana. Yaya menghampirinya. Xiaomi berkata kalau pemandangan dari sana bagus dan berharap suatu hari bisa membeli rumah seperti ini. Yaya langsung berkata kalau dia yakin Xiaomi pasti bisa membeli rumah seperti ini. Dia yakin!
Mereka mulai berbincang dengan santai. Yaya meminta izin untuk bertaya suatu hal pada Xiaomi. Setelah team SOLO di bubarkan dulu, kemana Xiaomi menghilang? Xiaomi terdiam mendapat pertanyaan tersebut. Yaya jadi merasa bersalah dan berkata kalau Xiaomi tidak menjawab juga tidak masalah. Dia hanya merasa penasaran karena Xiaomi tiba-tiba menghilang seperti Han Shangyan.
“Jangan terlalu gugup,” ujar Xiaomi, menenangkan Yaya yang panik.

7 comments:

  1. Episode 20 up hari ini.
    Episode 21 mungkin lusa ya. Akhir akhir ini kurang tidur karena terlalu fosir tenaga utk nulis, pdhl besok pagi harus kerja lg. Jd 2 hari ini mau puasin istirahat dulu.����

    ReplyDelete