Thursday, August 29, 2019

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 22 part 1

7 comments

Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 22 part 1
Images by : Dragon TV / ZJTV / iQiyi

Tong Nian tidak bisa tidur. Dia masih memikirkan mengenai sikap dingin Shangyan padanya. Dan pada akhirnya, dia mengirim pesan pada Shangyan, berjanji tidak akan memberikan kucing lagi pada Shangyan. Jadi, berhenti marah.
Shangyan membaca pesan Tong Nian dan hanya menjawab : “Tidur.”
Tong Nian semakin sedih. Ada apa sebenarnya?
--



Satpam di lingkungan Tong Nian berkeliling untuk mengawasi (kalau istilah sederhananya : ronda malam). Dan dia menemukan sebuah mobil kosong di depan rumah Tong Nian. Itu mobilnya Shangyan. Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah, Shangyan ada di atas pohon, melihat ke arah kamar Tong Nian. Satpam langsung nanya, apa Shangyan lagi bertengkar dengan pacar? Kalau kelahi, nginap sepanjang malam di sini pun percuma. Untung saja dia kenal mobil Shangyan dan ingat pernah melihat Shangyan dengan Tong Nian, kalau nggak dia pasti sudah mengira Shangyan adalah pencuri.
Shangyan langsung melompat turun dari atas pohon. Satpam malah berusaha menghibur Shangyan untuk tidak khawatir. Bertengkar itu biasa, dia saja masih sering bertengkar dengan istrinya. Dulu, saat dia masih muda, dia juga seperti Shangyan, nunggu di depan rumah istrinya dan tidak bisa tidur.
Shangyan mengabaikannya dan masuk ke dalam mobil. Eh, satpam malah tetap bicara dan menceritakan pengalaman masa lalunya. Dia memberikan saran agar Shangyan bisa berbaikan dengan pacarnya.

Shangyan mengelurkan kotak permennya dan memakan permennya. Tapi, karena satpam itu masih terus mengajaknya berbincang, Shangyan menyuruh satpam itu untuk lanjut patroli saja. Tidak hanya itu, dia memberikan permen pada satpam dan mengatakan sebuah nasehat : Makan lebih banyak permen dan kurangi merokok. Dengan begitu istrimu bisa sedikit tenang. Satpam bingung. Shangyan pun pergi.
--
Walau hari sudah larut, Tong Nian tetap sulit tidur.
--
Shangyan mengemas barang-barangnya di K&K. Dia akan berangkat menuju Norway untuk pernikahan ibu tirinya.

Saat dia mau keluar, dia malah melihat Demo yang sudah bangun dan latihan. Dia langsung tanya, kenapa Demo bangun sangat pagi? Demo menjawab kalau hasil peringkat kemarin sudah keluar, dan dia berada di posisi ke-71. Sementara Wu Bai berada di posisi pertama lagi. Dan karena itu, dia takut bertemu Wu Bai, dia takut kalau Wu Bai akan bilang kalau dia menghalangi. Jadi, dia bangun lebih pagi untuk melihat video kompetisi Wu Bai dan beberapa video penting kompetisi lainnya. Dia ingin belajar.
Shangyan memuji Demo yang mau belajar. Dan karena itu, dia menitipkan pesan pada Demo untuk memberitahu yang lainnya nanti kalau dia tidak akan datang di kompetisi minggu depan. Mendengar itu, Demo kaget, karena pengumuman sudah di sebar. Shangyan nggak peduli, pengumuman apaan.
Demo menjelaskan karena Shangyan tidak menggunakan WeChat maka Shangyan tidak mengerti. Tapi, penyelenggara acara sudah membuat pengumuman kalau Gun God akan hadir. Internet itu penuh tipu daya. Dan kalau Shangyan benar-benar tidak datang, akan banyak orang yang kecewa.
“Sudah ada banyak orang yang kecewa padaku, jadi tidak masalah jika bertambah satu atau lebih banyak orang,” ujar Shangyan. “Aku pergi dulu.”
“Jika aku jadi kau dan punya banyak fans yang menantiku, aku akan pergi, bahkan walau cuaca buruk sekalipun!” teriak Demo.
“Bertanding bukan untuk fans tapi demi martabat. Mengerti?”
“Aku mengerti,” jawab Demo, takut.
“Juga, kali ini di Norway, aku tidak akan menggunakan ponsel domestik ku. Jika kau ingin menghubungiku, telepon ke nomor ku yang lain,” ujar Shangyan.
--


Sebelum pergi ke bandara, Shangyan menyempatkan diri untuk berhenti di depan rumah Tong Nian. Dan begitu melihat Tong Nian keluar rumah, Shangyan langsung meminta supir untuk jalan.
--

Tong Nian pergi ke kantor K&K dengan membawa banyak makanan. Semua menyambutnya dengan ramah. 97 sampai berujar walaupun boss tidak ada, Tong Nian tetap memperhatikan mereka.
Tong Nian bingung. Kemana Shangyan? 97 lebih bingung, apa Tong Nian tidak tahu? Boss keluar negeri. Tong Nian dengan sedih berkata kalau Shangyan tidak memberitahunya.
--
Dan setelah perjalanan beberapa jam, Shangyan tiba di Norway.
Shangyan bertemu dengan ibu tirinya (Han Jiajia) di restoran. Begitu bertemu, Ny. Han langsung menanyakan mengenai kalungnya. Apa Shangyan memberikan kalungnya pada ‘gadis itu’? Shangyan langsung menatap curiga, darimana Ny. Han tahu. Dan terpaksalah Ny. Han mengaku kalau Wu Bai memberitahunya. Dia yang memaksa Wu Bai memberitahu.
“Orang sepertimu… selalu khawatir pada anak mantan suamimu. Apa suamimu sekarang tidak marah?”
“Jika kau memanggilku ‘Ibu’, aku akan bertanggungjawab untukmu hingga akhir. Lihatlah dirimu sekarang, tidak ada sedikitpun senyuman.”
Shangyan langsung memasang wajah tersenyum lebar. Ny. Han langsung memuji Shangyan yang tampak imut (emang benar, jadi imut). Shangyan memberitahu kalau dia ingin memberikan hadiah untuk ny. Han, tapi uangnya di ATM hanya tersisa 700yuan (kurang dari 100 dollar). Jadi, sebagai gantinya, dia hanya akan mentraktir makanan ini.
Ny. Han jadi bersemangat. Menyadari kalau kalung itu benar-benar Shangyan berikan pada ‘gadis itu’. Dengan semangat, Ny. Han menyuruh Shangyan untuk ikut dengannya.
--
Ny. Han membawa Shangyan ke kamar hotelnya. Dan dia menunjukkan banyak kotak perhiasan yang adalah emas kawin saat dia menikahi ayah Shangyan. Ada jam, emerald, ruby dan banyak lagi. Yang paling penting adalah gelang giok yang di wariska turun temurun dari neneknya. Dia ingin memberikan semua itu pada Shangyan.
Jadi ketika nanti pertemuan keluarga, dia akan membawakan semua barang itu untuk melamar gadis itu.
“Tidak perlu. Bawa kembali,” ujar Shangyan.
Ny. Han terkejut dengan penolakan Shangyan. Apa Shangyan tidak suka dengan barang-barang itu karna itu barang bekas? Semua batu itu tetap berharga, tidak akan turun harga. Shangyan mengulang perkataannya kalau dia tidak memerlukannya.
Ny. Han tersadar. Apa Shangyan di campakkan? Mustahil! Shangyan kan tampan, bagaimana bisa di campakkan? Atau, jangan-jangan… gadis itu tidak menyukai penampilan, tapi menyukai uang?
“Berhenti bercanda!” marah Shangyan.
Ny. Han berkata dia tidak bercanda. Dia khawatir. Dia sudah lewat 40 tahun, dan sudah menikah 2 kali. Sementara Shangyan, sudah hampir 30 tahun tapi satu pacarpun tidak ada. Dengan Shangyan yang seperti ini, bagaimana dia bisa tenang saat menikah beberapa hari lagi? Saat masih kecil, Shangyan sangat pelawan dan menyebabkan masalah untuknya setiap hari. Sekarang, Shangyan sudah hebat. Dia menyiapkan banyak hadiah tapi tidak bisa di gunakan.
“Jujur saja, apa aku benar-benar tidak mendengarkanmu saat aku kecil?” tanya Shangyan, serius.
“Tidaklah. Lagipula, siapa yang tidak pernah melewati tahap memberontak? Aku ingat, saat aku masih muda, aku juga pelawan dan lebih parah darimu.”
“Setelah hari ini, kau mungkin tidak akan punya kesempatan untuk memarahiku lagi,” ujar Shangyan.
“Aku tidak bermaksud seperti ini. Membesarkanmu sampai sekarang, tidak peduli apa yang orang katakan, dari sudut pandangku, aku akan selalu bertanggung jawab padamu.”
“Kau bukan ibu kandungku. Lepaskan saja aku.”
“Orang… selalu mendasarkan semuanya pada perasaan. Aku masih ingat saat pertama kali aku melihatmu, saat itu, kau hanya setinggi ini (sepinggang ny. Han). Saat itu, kita sudah di takdirkan menjadi ibu dan anak selamanya,” ujar Ny. Han, mengingat masa lalu. Dia tulus menyanyangi dan peduli pada Shangyan.
Dan ny. Han malah mengalihkan topik dengan meminta Shangyan menceritakan mengenai ‘gadis’ itu. Kenapa Shangyan di campakkan? Apa karena kelakukan Shangyan yang buruk? Shangyan tidak menjawab dan malah mengalihkan dengan berkata kalau dia tidak akan menghadiri pernikahan ny. Han. Dia menggantikan ayahnya menjadi orang yang cemburu dengan pernikahan Ny. Han.
--

Setelah dari tempat Ny. Han, Shangyan pergi menemui Nan Wei di kantor K&K. Tujuannya menemui Nan Wei adalah meminta dana 10.000.000 yuan (sekitar USD 1.500.000) untuk K&K China. Nan Wei menolak karena mereka juga butuh uang di Norway. Shangyan benar-benar sangat terlalu memihak cabang China, orang-orang di kantor Norway ini bisa cemburu.
“Kita semua harus mengingat akar kita. China adalah akar kita,” ujar Shangyan. “Dan alasan aku masuk ke dunia ini adalah karena partisipasi team China. Jika hasil mereka bagus, maka China akan mendapatkan kesempatan untuk mendapat tiket langsung ke pertandingan final global untuk pertama kalinya. Yang lebih penting, adalah kita akan mendapatkan hadiah uang yang banyak. Pendapatan sampingan dari bisnis akan membantu masalah terbesar operasional club, kan?”
Walau begitu, Nan Wei tetap tidak bersedia memberikan tambahan dana. Dia tahu kalau bukan itu yang ingin Shangyan capai. Shangyan tidak berhasil mendapat peringkat pertama di dunia, dan Shangyan berharap kalau Wu Bai akan mampu mencapai hal itu menggantikannya.
Shangyan membantah. Anak-anak K&K China menderita dengan mendapat banyak keraguan dari orang luar dan dari keluarga mereka sendiri. Anak-anak itu bukannya bermain-main, tapi latihan dan berkompetisi. Semua yang mereka lakukan adalah demi nama baik, martabat dan kerja keras. Dan yang harus di lakukannya adalah membantu mereka membuktikan pada dunia, bahwa mereka bisa melakukannya.
Nan Wei bersikeras. Tidak ada lagi uang. Shangyan menghela nafas. Dan dia tiba-tiba mengambil kartu remi yang ada di atas meja Nan Wei. Dia mengajak Nan Wei bertaruh seperti dulu. Jika dia mendapatkan angka yang lebih besar, maka Nan Wei harus mendengarkannya. Jika dia mendapat angka yang lebih kecil, maka dia akan memikirkan jalan keluar (masalahnya) sendiri.
Nan Wei menghela nafas. Dia teringat kisah lama.
Flashback
Dulu, saat K&K belum terbentuk, Shangyan menemuinya dan melakukan hal yang sama. Jika dia mendapat kartu (mencabut kartu dari tumpukan kartu yang ada) yang lebih besar dari Nan Wei, Nan Wei harus mendengarkannya. Jika dia mendapat angka yang lebih kecil, dia akan memikirkan caranya sendiri.
Saat itu, Nan Wei menolak. Mereka sudah besar dan bukan anak kecil lagi. Shangyan harus sadar. Berhenti berurusan dengan lingkaran dunian (CTF) ini lagi. Shangyan tidak peduli, dan menyuruh Nan Wei untuk mengambil kartunya.
Nan Wei dengan menggerutu tetap mengambil kartu. Shangyan juga. Sebelum mereka menunjukkan kartu masing-masing, Shangyan berkata, jika dia mempunyai angka lebih besar, maka Nan Wei harus keluar dari pekerjaannya sekarang dan membantunya menjalankan internet club.
Kartu di tunjukkan. Dan Shangyan mendapat ACE, sementara Nan Wei mendapatkan KING.
End



Dan kali ini, Nan Wei sekali lagi mengikuti permainan Shangyan. Dia mendapat kartu Ace of Spades. Nan Wei langsung tertawa senang karena kali ini kartunya lebih besar. Walau begitu, Shangyan tetap membuka kartunya : Joker.
“Jangan lupa. Dana 10.000.000 yuan,” ujar Shangyan senang.
“Baik, aku setuju,” akhirnya Nan Wei menyerah. “Walau bagi pebisnis, uang adalah hal yang menarik. Tapi, aku harap dapat melihat team China dan team individual China di panggung Dunia. Aku yakin kalau kau akan mampu mewujudkan itu. Dan tidak ada alasan bagus untuk menolakmu. Tapi, Shangyan, kau harus berjanji satu hal padaku, kau harus membawa K&K menjadi juara dunia. Okay?”
“Ya.”
Dan selesai bicara itu, Nan Wei malah menanyakan dimana pacar Shangyan. Shangyan langsung berkata kalau dia tidak punya pacar. Reaksi Nan Wei sama seperti Ny. Han, mengira Shangyan sudah di campakkan. Shangyan kesal dan langsung pergi dari sana.
--

Di Shanghai,
Tong Nian menggalau. Sudah 4 hari. Dan dia masih mengkhawatirkan Shangyan. Apa Shangyan mengalami kecelakaan? Yaya dengan tenang berkata kalau hal itu tidak mungkin. Kalau sesuatu terjadi pada Shangyan, pasti sudah masuk koran. Jadi, Tong Nian tenang saja.
Tong Nian makin galau. Dia nanya pendapat Yaya, apa Shangyan marah padanya? Apa itu karena kucing  yang di berikannya atau karena foto grup lama team SOLO? Yaya mana tahu jawabannya. Tapi, melihat sikap Shangyan pada Xiaomi dan Ou Qiang, tidak mungkin Shangyan marah karena di berikan foto grup itu.
Tong Nian masih saja bingung, cemas dan galau. Apalagi hape Shangyan tidak bisa di hubungi. Shangyan pasti marah padanya. Tapi, kenapa?
--

Wu Bai menelpon Shangyan untuk memberitahu kalau kucing Shangyan terkena diare. Dan juga, ibu Demo ingin membawa Demo pulang dan tidak mengizinkan Demo bertanding. Besok pernikahan ny. Han kan? Jika Shangyan bisa kembali besok sore, maka Shangyan akan bisa melihat kompetisi SP.
“Tergantung moodku,” jawab Shangyan.
Wu Bai sudah mau mematikan pembicaraan. Tapi, Shangyan bertanya mengenai keadaan kakek. Wu Bai menjawab, baik-baik saja dan langsung mau mematikan telepon. Shangyan kesal, dia menyuruh Wu Bai tunggu dulu. Wu Bai malas, jadi dia menyalakan speaker ponselnya saja.
“Itu… apa Tong Nian ada datang mencariku?”
Semua anggota yang ada di sana, tentu dengar. Mereka pula yang jadi semangat. 97 menjawab kalau Tong Nian ada datang. Di hari Shangyan berangkat, Tong Nian datang dan membawakan mereka sarapan. 97 juga memarahi Shangyan yang kelewatan karena tidak memberitahu Tong Nian kalau keluar negeri. Demo ikut protes.
Shangyan jadi kesal. Kenapa Wu Bai menyalakan speaker ponsel? Dan Shangyan langsung mematikan ponsel.


7 comments: