Thursday, August 29, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 13 - part 1

0 comments

NB : Love Alarm pasti akan di lanjutkan dalam minggu ini. Sabar ya, teman- teman. Maaf lama. Terima kasih.

Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan insiden dalam drama ini fiktif
Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 13 – part 1
Network : OCN
“Jawab aku. Apa Su Ah sudah sadar?” tanya Han Su.
“Sudah ku duga,” gumam Ki Hwan. “Ah, ada apa denganku? Aku mencoba mencari tahu sesuatu yang tidak perlu ku ketahui. Entah kamu menikamnya atau tidak, kesimpulannya juga sama,” balas Ki Hwan. Sambil berjalan perlahan ke belakang Han Su.
Han Su berteriak marah, dan lalu dada nya terasa sangat sakit sekali. Disaat itu, Ki Hwan mengeluarkan pistol nya dan mengarahkan nya ke arah kepala Han Su.
“Han Su!” teriak Beom Jin, memanggil.
Melihat kedatangan Beom Jin itu, dengan segera Ki Hwan pun langsung menyimpan pistolnya. Lalu dia mendekati Beom Jin.

“Kenapa kamu disini bersama Han Su?” tanya Beom Jin.
“Aku detektif yang menangani kasus nya. Tapi siapa kamu?” balas Ki Hwan.
“Aku teman sekelasnya,” jawab Beom Jin.

Ki Hwan dengan ramah meminta agar Beom Jin meninggalkan mereka berdua dulu, karena masih ada yang perlu mereka bicarakan. Dan Beom Jin menolak, karena perawat bilang bahwa Han Su masih butuh istirahat.



Ki Hwan beralasan bahwa pembicaraan ini sangat penting untuk kasus Han Su, jadi dia ingin Beom Jin menunggu mereka di bawah hingga selesai. Dan Beom Jin menundukan kepalanya sambil mendekat kearah Ki Hwan. Lalu dia berbisik dengan suara pelan.
“Pikirmu semua berakhir jika kamu membunuhnya seperti Lee Tae Seok?” tanya Beom Jin dengan nada tajam. Mendengar itu, Ki Hwan terkejut dan melangkah mundur. “Jangan melakukan hal bodoh dan pergilah. Aku akan mengurus semuanya di sini,” jelas Beom Jin. Lalu dia berjalan melewati Ki Hwan.

“Tolong pergi saja untuk hari ini. Kumohon, pak,” kata Beom Jin kepada Ki Hwan, sambil membungkuk memberikan hormat. “Aku akan membawa Han Su ke kamar nya. Tidak apa-apa, kan?” tanya Beom Jin pada Han Su.
“Ya. Aku mau istirahat,” jawab Han Su, pelan.
Melihat sikap Beom Jin yang seperti itu, Ki Hwan tampak takut. Jadi dia pun pamit dan dengan cepat berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.

“Bagaimana kamu tahu aku ada disini?” tanya Han Su.
“Aku menunggu mu sadar. Ada yang ingin kusampaikan,” jawab Beom Jin sambil memandang ke bawah. Dan Han Su pun menebak, apakah ini soal Su Ah.

Beom Jin berlutut di depan Han Su dan meminta maaf, dia mengatakan bahwa dia sungguh tidak mau mengatakan ini sebenarnya. Mendengar itu, Han Su mengepalkan tangannya dengan erat, dia tidak mau mempercayai bahwa Su Ah telah meninggal.
“Itu bohong, bukan? Kamu bohong kepadaku. Benar, bukan? Dia tidak mati. Dia masih hidup!” teriak Han Su, karena Beom Jin hanya diam saja. Kemudian Han Su kembali merasakan kesakitan di tubuhnya. “Aku tidak bisa melindunginnya. Itu sebabnya dia ..”

Mendengar betapa kesakitannya Han Su di depannya, Beom Jin hanya diam saja sambil menatap tajam padanya.

Beberapa saat kemudian, Moo Hyuk sampai di atap. Dan Beom Jin mengatakan bahwa Moo Hyuk terlambat, karena dia telah mengatakan yang sebenarnya. Dengan marah, Moo Hyuk mencengkram kerah Beom Jin dan bertanya apa yang Beom Jin lakukan kepada Han Su. Namun Han Su malah menyuruh Moo Hyuk untuk pergi, dan kemudian dia meminta Beom Jin untuk tolong membawa nya ke kamar.

“Katakan kepadaku, Han Su! Apa yang ingin kamu katakan kepadaku hari itu? Su Ah sangat ingin kabur dari siapa?” tanya Moo Hyuk, tidak mau menyerah dalam mencari kebenarannya. Tapi Han Su tidak mau menjawab, dan mengajak Beom Jin untuk pergi.
“Katakan. Kim Han Su! Han Su!” teriak Moo Hyuk.

Didalam lift. Beom Jin menyuruh Han Su untuk mengingat perkataan nya tadi, mereka tidak boleh membiarkan orang membunuh Su Ah dua kali. Lalu dengan suara pelan, Beom Jin berbisik di deka telinga Han Su.
“Hanya kamu yang bisa melindungi Su Ah,” kata Beom Jin. Dan Han Su mengiyakan dengan patuh nya. Mendengar jawaban itu, Beom Jin tersenyum.

Didalam mobil. Ki Hwan bertelponan dengan Yang Ki di telpon. Yang Ki mengatakan bahwa dia tidak ada meminta Ki Hwan untuk melakukan itu. Dan Ki Hwan pun meminta maaf, kemudian dia teringat tentang Beom Jin dan ingin memberitahu Yang Ki, tapi dia merasa ragu dan tidak jadi mengatakannya.
“Jangan menghubungin ku untuk sementara, dan tunggu saja,” kata Yang Ki, tegas.
Karena Yang Ki sedang bertelponan, maka Do Jin pun menunggu dan memperhatikannya dari jauh sambil menikmati minumannya.
Ki Hwan tampak gelisah.

Perawat melarang Moo Hyuk untuk  bertemu dengan Han Su, karena Han Su baru saja sadar dan telah melakukan banyak hal. Jadi kejadian seperti ini terjadi lagi, maka itu bisa sangat berbahaya. Dan Moo Hyuk pun mengerti.

Tepat disaat itu, So Hyun serta Won Suk datang sambil berlari ke arahnya. Dengan segera, Moo Hyuk pun menghalangin mereka agar tidak masuk ke dalam kamar Han Su yang sedang tertidur sekarang.
“Yoo Beom Jin datang ke rumah sakit untuk menemui Han Su,” kata Moo Hyuk, memberitahu. Dan mendengar itu, mereka berdua terkejut. Moo Hyuk lalu meminta tolong pada Won Suk untuk memeriksa rekaman CCTV.
Dan untungnya, Won Suk  memang telah ada memasang kamera di kamar Han Su. Serta koridor rumah sakit. Dan dia pun memperlihatkan nya kepada mereka berdua.

Dalam video CCTV itu. Tampak Ki Hwan datang menemui Han Su, lalu membawa Han Su ke atap. Kemudian setelah itu, Beom Jin datang. Dan tidak lama kemudian, Ki Hwan turun sendirian dan pergi.


“Yoo Beom Jin pasti menghentikan Letnan Oh, dan mengatakan sesuatu kepada Han Su,” tebak Moo Hyuk. “Sesuatu yang penting yang bisa menutup mulut Han Su.”
Mendengar itu, So Hyun memandangin Han Su yang sedang tertidur.

Flash back
“Orang lain mungkin tidak tahu, tapi aku tahu bahwa kamu tidak membunuh Su Ah. Byung Ho memberitahuku semuanya bahwa dia datang menemuimu, karena Lee Tae Seok menyuruhnya,” jelas Beom Jin.
Mendengar itu, Han Su mengumpatin Tae Seok. Lalu dia berteriak menanyakan, dimana Tae Seok sekarang. Dan Beom Jin menjawab bahwa Tae Seok telah menerima balasan, Tae Seok meninggal bunuh diri di sekolah. Mengetahui itu, Han Su terkejut.

“Media akhirnya mereda, tapi karena kematian Lee Tae Seok, mereka mulai membicarakan Su Ah lagi. Mereka bilang dia sponsor Su Ah. Kamu ingat pengacara yang mengungkapkan fotomu di pengadilan dan bersikeras ada pria yang sering datang ke rumahnya?” jelas Beom Jin. “Kamu mempertaruhkan nyawamu untuk menjaga rahasia Su Ah, tapi dia mengungkap semuanya. Kalau begini, orang-orang akan merusak nama baiknya dan berkata dia tidak bermoral.”
“Tidak mungkin. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tidak akan pernah,” kata Han Su, penuh tekad. Sambil menahan rasa sakit tubuhnya.

Han Su kemudian dengan heran, menanyakan kenapa Beom Jin sampai melakukan ini untuk nya. Dan Beom Jin menjawab bahwa dia juga menyukai Su Ah, dari sejak Su Ah pindah ke sekolah mereka, karena itulah dia ingin melindungin Su Ah, sama seperti Han Su. Begitu hubungan Su Ah dengan Tae Seo terungkap, maka Su Ah akan dianggap sebagai gadis PSK tidak bermoral dalam ingatan orang- orang. Dan dia tidak ingin itu.
“Lalu apa yang harus ku lakukan?” tanya Han Su.
“Tarik kembali apa yang kamu akui di pengadilan. Katakan kamu melihat Lee Tae Seok kabur dari jendela rumah Su Ah,” jelas Beom Jin.
“Mengatakan aku melihat Lee Tae Seok?”


“Maka semuanya akan berakhir. Lee Tae Seok sudah mati dan orang-orang hanya tertarik dengan dosanya sekarang. Itu juga akan membebaskanmu dari tuduhan palsu. Aku mengerti perasaanmu. Untuk melindungi Su Ah dari orang yang menyerangnya, kamu dipenjara, bahkan mengorbankan nyawamu. Ini satu-satunya cara untuk melindungi Su Ah. Hanya kamu yang bisa melakukannya,” jelas Beom Jin, penuh penekanan sambil memegang bahu Han Su dengan erat untuk menyakin kan nya.
Tepat disaat itu, Moo Hyuk datang.
Flash back end
Numpang Iklan Sejenak, All 😊
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.


No comments:

Post a Comment