Sunday, August 25, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 12 - part 5

0 comments

Numpang Iklan Sejenak, All 😊

Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.
***


Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 12 – part 5
Network : OCN

Ditelpon. Beom Jin menyarankan agar Tae Ra lebih baik beristirahat saja. Dan Tae Ra menjawab bahwa dia juga mau begitu, tapi Ibunya akan tetap mengadakan resital bulan depan.

“Jangan memaksakan dirimu. Akan kucoba bicara dengan ibumu,” kata Beom Jin.
“Terima kasih,” balas Tae Ra, senang.

Beom Jin kemudian membaca pesan yang masuk ke hapenya. “Pak, aku akan membereskannya.”

Moo Hyuk memanggil Tae Ra yang baru saja turun dari mobil. Dia mengajak Tae Ra untuk ikut sebentar dengannya, karena dia perlu berbicara empat mata.
“Kenapa aku harus mengikuti Anda? Aku tidak mau,” kata Tae Ra, menolak.

“Ini tentang Jung Su Ah dan Yoo Beom Jin. Ikutlah denganku. Ini masalah penting yang harus kamu ketahui juga,” jelas Moo Hyuk sambil tersenyum. Dan Tae Ra pun mengikutinya.


Moo Hyuk membawa Tae Ra ke jalanan yang di lalui Beom Jin ke tempat tinggal Su Ah. Dan disana, Tae Ra mengatakan bahwa dia tahu jalan ini, karena dia belum pernah ke sini.
“Jika kamu menyusuri jalan ini, tidak sampai lima menit, akan tiba di tempat Jung Su Ah. Beom Jin datang ke sini tepat seminggu sebelum Su Ah ditikam. Dia berdiri di sana, tempatmu berdiri sekarang,” jelas Moo Hyuk menunjukan foto Beom Jin yang tertangkap kamera CCTV disana.

Melihat itu, Jung Ah memandang ke sekeliling nya untuk memastikan, apa benar ada kamera CCTV di dekat tempat ini.

“Aneh, bukan? Tempat ini bahkan tidak dekat sekolahmu. Selain itu, tidak ada apa-apa di dekat sini. Bukan begitu?” jelas Moo Hyuk. Dan Tae Ra mulai tampak ragu. “Kamu tidak menjawabku saat kutanya waktu itu. Di mana kamu dan apa yang kamu lakukan pada hari Su Ah ditikam?” tanyanya, tegas. Dan Tae Ra diam.

“Akan kutanyakan hal lain. Kamu tahu di mana Beom Jin dan apa yang dia lakukan malam itu, bukan?” tanya Moo Hyuk.
“Aku .. Bukan Beom Jin. Dia bersamaku hari itu. Tidak.. tidak mungkin dia. Aku bisa membuktikannya. Kami menonton sebuah film bersama malam itu,” kata Tae Ra dengan gugup, seperti ragu juga.

Tepat disaat itu, Moo Hyuk mendapatkan telpon dari rumah sakit yang memberitahu bahwa Han Su baru saja sadar. Dan mendengar itu, Moo Hyuk merasa terkejut, dia berterima kasih dan memberitahu akan segera kesana.
“Jangan mempercayai Yoo Beom Jin. Ingatlah itu. Aku mengatakan ini demi kebaikanmu,” jelas Moo Hyuk, mengingatkan Tae Ra. Kemudian dia pergi.
Dengan pusing, Tae Ra memegang kepalanya. Dan berpikir.
Ki Hwan dalam perjalanan.

Do Jin serta Yang Ki minum bersama. Do Jin membahas tentang Tae Seok yang tetap membuatnya sakit kepala, walau sudah mati. Dan lalu dia mengucapkan terima kasih kepada Yang Ki yang telah memperingatkan nya agar tidak pergi ke sekolah pada hari itu untuk menemui Tae Seok, karena jika dia kesana hari itu, maka akan terjadi kekacauan. Karena siapa sangka pada hari itu Tae Seok mati gantung diri, tepat di waktu mereka seharusnya bertemu.
Dan Yang Ki hanya diam saja sambil menikmati minumannya.

Didalam taksi. Moo Hyuk mengingat kembali, permintaan Han Su yang memintanya untuk memastikan bagaimana kondisi Su Ah saat ini. Dan Moo Hyuk pun menjadi tidak sabaran untuk segera bertemu dengan Han Su. “Pak, bisa lebih cepat?” pinta Moo Hyuk kepada supir.
“Sekarang aku sudah mengebut. Nanti kita bisa kecelakaan,” balasnya. Dan Moo Hyuk memohon, jadi dia pun sedikit mengebut lagi.
Ki Hwan sampai di rumah sakit menemui Han Su. Dia meminta izin kepada perawat untuk berbicara dengan Han Su, karena ada beberapa pertanyaan yang ingin di ajukannya. Dengan heran, si perawat menolak, karena Han Su baru saja sadar.
“Tidak akan lama. Ini hal yang sangat penting terkait korban,” pinta Ki Hwan.
“Tetap saja. Dia perlu istirahat,” balas si perawat.

“Aku ingin bicara denganmu soal Jung Su Ah. Apakah tidak masalah?” tanya Ki Hwan dengan tatapan penuh makna kepada Han Su. Dan Han Su pun mengiyakan.
Moo Hyuk sampai di rumah sakit. Tapi setibanya dia ke kamar rawat Han Su, perawat memberitahu kalau Han Su sedang di bawa ke ruang pemeriksaan. Jadi Moo Hyuk pun pergi ke ruang pemeriksaan untuk mencari dimana Han Su.

Ki Hwan membawa Han Su ke atas atap. Dan Han Su pun langsung menanyakan, apa yang sebenarnya Ki Hwan ingin bicarakan tentang Su Ah. Lalu dia menanyakan, apa yang terjadi kepada Su Ah, apakah Su Ah sudah sadar.
“Kamu menikamnya untuk membunuhnya. Kenapa kamu penasaran? Kamu mengaku di pengadilan bahwa kamu menikamnya,” kata Ki Hwan, dingin.
“Jawab aku. Apa Su Ah sudah sadar?” tanya Han Su, mendesak.

“Tentu saja,” jawab Ki Hwan sambil mendengus. “Ah, aku ini kenapa? Aku mencoba mencari tahu soal hal yang tidak perlu kuketahui. Baik kamu menikamnya atau tidak, kesimpulannya tetap sama.”
“Apakah dia bangun atau tidak?” teriak Han Su, lalu dia merasakan sakit di dadanya.


Ki Hwan mengeluarkan pistolnya, dan mengarahkannya tepat di belakang kepala Han Su yang sedang kesakitan. Tapi tiba- tiba terdengar suara tembakan keras, dan Ki Hwan tampak seperti terkejut sambil melihat ke arah sebelahnya.

Si perawat merasa khawatir, karena Han Su belum kembali. Dan tepat disaat itu, Moo Hyuk datang dan menanyakan dimana Han Su kepadanya. Moo Hyuk mengatakan bahwa dia adalah wali hukum Han Su.
“Ah, seorang polisi baru saja datang dan membawanya. Katanya dia perlu menanyakan sesuatu,” kata si perawat.
Won Suk dan So Hyun dalam perjalanan ke rumah sakit untuk menemui Han Su.
Moo Hyuk mencari- cari dimana Han Su, tapi tidak ketemu. Lalu dia pun terpikir atap. Jadi dia pun ke sana. Dan saat dia sampat diatas atap, dia berteriak memanggil Han Su yang sedang berbicara dengan Beom Jin.

“Anda terlambat, Pak Pengacara,” kata Beom Jin.
“Apa yang kamu lakukan pada Han Su?” tanya Moo Hyuk, curiga.
“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya kepadanya,” jawab Beom Jin, tenang.

“Katakan padaku yang sebenarnya. Apa yang kamu lakukan padanya?” teriak Moo Hyuk sambil memegang kerah kemeja Beom Jin.
Tapi disaat itu, Han Su malah meneriaki Moo Hyuk agar enyah dan pergi, karena dia tidak membutuhkan pengacara seperti Moo Hyuk lagi. Lalu Han Su meminta Beom Jin untuk membawanya kembali ke kamar. Mendengar itu, Moo Hyuk merasa terkejut dan heran.

“Jangan ikut campur dalam hidupku. Atau aku akan membunuhmu,” ancam Han Su.


“Berhenti!” teriak Moo Hyuk. “Katakan padaku, Han Su. Apa yang ingin kamu katakan kepadaku hari itu? Dari siapa Su Ah begitu ingin melarikan diri?” tanyanya. Tapi Han Su tidak mau menjawab. Dan Beom Jin mendorong kursi roda Han Su.
“Katakan padaku. Han Su! Han Su!” teriak Moo Hyuk.

Numpang Iklan Sejenak, All 😊

Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

No comments:

Post a Comment