Saturday, August 3, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 5 - part 5

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 5 – part 5

Network : OCN
“Dia merisak Su Ah. Terus menerus, dengan bantuan gengnya,” kata Yoon A, bercerita.

Flash back
Dilorong sekolah. Teman- teman Tae Ra, termaksud Ye Ri. Mereka membongkar isi loker Su Ah dan memberantakin nya ke lantai. Lalu mereka tertawa menghina Su Ah. Dan Tae Ra hanya diam membiarkan teman- temannya melakukan itu.

Dikamar mandi. Tae Ra melemparkan air kotor bekas pel kepada Su Ah. Lalu Ye Ri mengelap wajah Su Ah menggunakan kain pel. Mereka menghina bahwa Su Ah adalah wanita kotor, jadi mereka berniat membantu membersihkan Su Ah.

Melihat itu, Yoon A menghentikan mereka dan melindungin Su Ah.
“Sial. Kubilang jangan biarkan siapa pun masuk!” teriak Ye Ri, memarahi para orang yang disebutnya teman.
“Pura-puralah tidak tahu saja,” kata Tae Ra, memperingatkan Yoon A. Tapi Yoon A tidak mau, karena Su Ah adalah teman sekelasnya.
“Teman sekelas? Aku tidak punya teman sekelas pelacur,” kata Ye Ri, mendengus.

“Sebaiknya kamu putuskan. Kamu mau berteman dengan kami atau disiksa dengan pelacur itu?” tanya Tae Ra, memberikan pilihan. Dan Yoon A hanya bisa diam.
Tae Ra serta Ye Ri dan yang lainnya kemudian pergi meninggalkan mereka.


Yoon A dengan perhatian, menanyakan apakah Su Ah baik- baik saja. Dan dia berniat untuk memanggilkan guru. Tapi Su Ah menyuruh agar Yoon A tidak perlu melakukan itu, karena dia baik- baik saja.
Yoon A : “Tapi Su Ah tidak diam saja dan membiarkan perlakuan mereka.”

Yoon A menanyakan, apakah Su Ah yakin. Dan Su Ah menjelaskan bahwa dia tidak akan membiarkan mereka semua. Lalu dia meminta tolong kepada Yoon A, karena Yoon A merupakan anggota klub penyiaran. Dan Yoon A pun mengiyakan.
“Bisakah kamu periksa catatan penghargaan Tae Ra? Semua penghargaan yang dia terima sejak masuk sekolah,” pinta Su Ah.
“Untuk apa?” tanya Yoon A, heran. Dan Su Ah tidak memberitahu.

Flash back end
“Ibu tahu sekolah ini memberikan penghargaan untuk siswanya, bukan?” tanya Yoon A.
“Aku tahu. Jika perlu, mereka bahkan membuat penghargaan bohongan dan memberikannya kepada para siswa,” jawab So Hyun.
Yoon A menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikannya, dia menemukan hal yang aneh. Ada beberapa kontes yang tidak diumumkan kepada para murid atau telat diumumkan hasilnya. Tae Ra serta beberapa siswa lain menerima semua perhargaan tersebut. Intinya ada beberapa siswa yang diperlakukan secara istimewa.

“Sejak saat itu, Tae Ra berhenti merisak Su Ah. Saat berpapasan dengan Su Ah, dia mengabaikannya seperti angin. Tapi Ye Ri dan yang lainnya tidak berhenti. Ada unggahan aneh soal dia di portal komunitas siswa dan rumornya pun perlahan menyebar,” jelas Yoon A.
“Tapi kenapa Tae Ra merisak Su Ah? Mereka kan berteman,” tanya So Hyun, masih tidak mengerti. Dan Yoon A menjelaskan bahwa menurut gosip yang didengarnya, tampaknya ada kesalah pahaman antara Tae Ra serta Su Ah.

“Su Ah, si jalang itu, merayunya. Tidak hanya menyembunyikan identitas dan membodohi kami semua, tapi dia juga merayu Beom Jin. Jika menganggap Tae Ra sebagai teman, seharusnya dia tidak melakukan itu. Mereka adalah pasangan resmi yang diakui semua siswa,” jelas Ye Ri dengan nada kesal pada Su Ah.
Mendengar itu, Kang Jae tampak kurang percaya. Dan menyadari hal tersebut, Ye Ri menjelaskan pendapatnya, yaitu tentang betapa teganya Su Ah yang merampas kekasih temannya sendiri. Jika itu dirinya, maka dia juga akan kesal dan ingin membunuh Su Ah. Karena Su Ah memang pantas mati.

Yoon A mengetikan kata ‘Kasus pembunuhan SMA bergengsi’ di Internet, dan hasilnya tidak ada apapun. Kepadahal beberapa bulan lalu, artikel mengenai kasus tersebut banyak sekali bertebaran di Internet. Tapi sekarang semuannya sudah dihapus. Dia sudah mencoba berbagai kata kunci lain, tapi tetap tidak ada info yang berguna.
“Konyol sekali. Kenapa semua artikelnya terhapus?” tanya So Hyun, terkejut.
“Jangan terkejut dahulu. Ini baru permulaan. Lihat. Situs web luar negeri juga diblokir. Jika situs web diblokir secara keseluruhan, artinya ada seseorang yang berusaha menutupi kasus ini,” jelas Yoon A.

Yoon A kemudian mengganti VPN dikomputernya, dan mencoba melakukan pencarian sekali lagi di web luar negeri. Dan kali ini hasilnya keluar. Lalu dia menunjukan sebuah artikel yang menurutnya cukup baik dalam menyimpulkan kasus Su Ah.
Judul artikel dan video tersebut adalah Pengacara jahat yang dibutakan oleh hasrat untuk menang mengurus kasus pembunuhan di sebuah SMA bergengsi.
“Pengacara Han Su menyingkap foto-foto yang diunggah di portal pada hari persidangan. Katanya Su Ah terbunuh selagi menjual dirinya,” jelas Yoon A, memberitahu.
“Apa? Teganya pengacara berbuat begitu,” keluh So Hyun, kesal.

Yoon A kemudian bertanya, bagaimana jika pengacara tersebut adalah kenalan mereka. Lalu dia memperlihat kan video persidangan Han Su. Dia menunjukan pada So Hyun wajah pengacara yang mengurus kasus Su Ah. Dan melihat itu, So Hyun langsung berdiri dengan perasaan terkejut.
“Tunggu. Ini tidak masuk akal. Kenapa pengacara Han Su menjadi guru sementara di sini? Wajahnya tidak tampak jelas di video itu. Pak Gi... “ kata So Hyun, berusaha untuk menyangkal kebenaran yang ada.
“Aku melihatnya. Aku melihat Pak Gi membela Han Su di persidangan,” kata Yoon A dengan tegas dan sangat yakin. Karena hari itu, dia melihat persidangan itu.

Yoon A menjelaskan bahwa awalnya dia pikir itu hanya mirip saja, tapi semakin dia melihat, dia semakin yakin bahwa Kang Jae adalah pengacara Moo Hyuk. Lalu yang membuatnya makin curiga adalah latar belakang Kang Jae yang begitu hebat, tapi malah mau menjadi guru sementara saja.
“Apa alasannya melakukan ini? Kenapa dia menyembunyikan identitas, mengganti namanya, dan datang ke sekolah kita sebagai guru sementara setelah melakukan itu?” tanya Yoo A, masih tidak paham dengan hal tersebut.
Joon Jae datang dan memukul kepala Byung Ho dari belakang. Jung Tae kemudian menjelaskan bahwa mulai hari ini Byung Ho harus banyak berolahraga, karena sekarang mereka sudah memiliki tempat untuk pertarungan Shuttle Monster.
“Sudah kubilang aku tidak mau,” kata Byung Ho, menolak.

“Berandal. Kamu tidak lihat kami berusaha bersikap baik?” hardik Jung Tae. Dan Joon Jae memintanya untuk menahan emosi.
“Hei, Portir. Tampaknya kamu punya adik yang masih SMP. Jika mengacaukan acaraku lagi, akan kucari adikmu. Jika tidak mau itu terjadi, diam dan bertarunglah saja. Kamu tidak mau adikmu menjadi seperti dirimu di sekolah, bukan? Kamu kakaknya satu-satunya,” ancam Joon Jae dengan berbisik di dekat telinga Byung Ho.
Mendengar itu, Byung Ho meletakan penanya. Lalu dia bergumam bahwa dia sudah tidak tahan lagi. Kemudian dia pun memukuli Joon Jae dengan keras.
“Memangnya apa salahku? Kenapa kamu merisakku? Kenapa?” teriak Byung Ho.

Joon Jae dengan marah menendang Byung Ho hingga terjatuh. Lalu dia memandangin semua siswa di sekitar kelas. “Kamu sudah gila? Hei, kalian lihat itu? Bedebah ini yang memulai. Ini pembelaan diri,” kata nya, membuat alasan.
Byung Ho melawan Joon Jae sekuat tenaga. Dan melihat itu, Jung Tae merasa sangat kagum dan tertawa dengan keras. Sementara Hyung Ku hanya diam dan menonton dengan perasaan cemas saja.

Kang Jae memikirkan semua perkataan Ye Ri. Kemudian tepat disaat itu, dia melihat So Hyun, jadi dia pun memanggil So Hyun dan mengajaknya untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda tadi.
“Kamu memuakkan. Aku merinding. Berani kamu menyebut namanya usai melakukan hal semacam itu? Kamu pengacaranya Han Su. Kamu yang membuatnya bunuh diri. Kenapa kamu amat tidak tahu malu?” kata So Hyun, dengan nada jijik.

Sebelum Kang Jae sempat bereaksi atau menjelaskan apapun. Tiba- tiba saja sebuah kursi jatuh bersama dengan pecahan kaca. Dan melihat itu, So Hyun dan Kang Jae pun langsung berlari bersama ke dalam gedung sekolah.

Byung Ho berhasil menahan Joon Jae. “Aku memohon padamu. Sudah kuminta berulang kiali agar kamu berhenti!” teriaknya. “Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini?” tanyanya dengan marah.
“Dasar gila. Menyingkir dariku!” bentak Joon Jae.
“Karena aku diam saja. Tapi kini tidak lagi. Jadi, mari akhiri semuanya,” kata Byung Ho yang sudah mulai kehilangan akal. Dia mengangkat pisau ditangannya.

Namun sebelum Byung Ho menusuk Joon Jae. Tepat disaat itu, So Hyun serta Kang Jae tiba didalam kelas. So Hyun meminta Byung Ho untuk meletakan pisau tersebut dan berbicara dengan baik- baik kepada nya.
“Maaf. Seharusnya aku bilang saat Ibu datang tempo hari. Kini aku tidak tahan lagi. Aku bisa tahan diriku dirisak, tapi tidak akan kubiarkan adikku berakhir sepertiku. Lantas, aku... “ kata Byung Ho.
“Lantas, kamu akan menjadi kriminal,” sela Kang Jae.

So Hyun memarahi Kang Jae, namun Kang Jae mengabaikannya. “Begitu menusuknya dengan pemotong itu, terlepas dari semua siksaan yang telah kamu alami, kamu akan menjadi penjahat dan dia menjadi korbannya. Bukankah itu lebih buruk?”
“Lantas? Haruskah aku terus menerima siksaan itu? Aku perlu menahannya sampai mati?” teriak Byung Ho.

“Kenapa harus ditahan?!” bentak Kang Jae, menjelaskan. “Bawalah ke pengadilan. Bapak sudah mengajarimu. Mengatakan kita akan membawa kasus ke pengadilan artinya "Akan kubuat hidupmu menderita." Byung Ho, kamu yang putuskan. Kamu mau hidupmu menderita atau kamu mau membuat hidup bedebah itu menderita karena terus-terusan merisakmu?”

No comments:

Post a Comment