Saturday, August 17, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 9 - part 3

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 9 – part 3
Network : OCN

Di café. Kwang Shik meminta Ye Ri untuk bertanya kepada ahli digital daripada dirinya. Sebab dia ingin memiliki kehidupan normal nya lagi. Dan Ye Ri mengeluh bahwa dia tidak bisa melakukan itu, karena dia hampir menjadi selebritas.
“Aku tidak bisa melakukan pekerjaanku karena harus membantumu. Sekarang aku akan dipecat. Bisakah kamu membebaskanku sekarang? Atau bagaimana kalau kamu mengadukannya?” jelas Kwang Shik, memberi saran.

“Mengadu? Bagaimana?” tanya Ye Ri, bingung.
“Apa maksudmu dengan "bagaimana"? Kamu bilang ada sesuatu yang mencurigakan soal pria itu. Tidak bisakah kamu mengadukannya kepada reporter atau apalah dan mengusirnya?” balas Kwang Shik. Dan Ye Ri tersenyum mendengar ide itu.

Selesai kelas. So Hyun mendekati Byung Ho, dan mengajaknya untuk berbicara. Dan Beom Jin memperhatikan hal tersebut.
Didalam taksi. Byung Ho menanyakan, akan kemana mereka sekarang. Dan So Hyun menjawab bahwa setidaknya Byung Ho harus mengunjungin Han Su sekali.
Hyun Jung berdiri di depan gedung kejaksaan, dia menunggu rekannya. Dan ketika rekannya datang, dia dengan ramah mengajak rekannya untuk minum kopi bersama.
“Kamu sudah gila?” keluh si rekan dengan kaget. Lalu dia memperhatikan sekitarnya dan berbicara pelan, “Kamu ingin mengusir Pak Yang, atasan langsungmu?” tanyanya.
“Meskipun atasan, dia harus dihukum jika melakukan kejahatan,” balas Hyun Jung.

“Kamu akan dipecat lebih dahulu. Pak Yang itu... Dia ada di posisinya tanpa keterampilan karena koneksi. Dia punya koneksi di Kantor Kejaksaan Agung,” jelas si rekan.
Hyun Jung meminta rekannya itu agar tidak perlu mencemaskan itu, yang harus rekannya lakukan adalah mengerjakan pekerjaan sebagai jaksa Depatermen Inspeksi. Dan dengan stres, si rekan menghela nafas, dan memperingatkan Hyun Jung, kalau terjadi sesuatu itu berarti bukan kesalahannya. Karena tidak akan ada yang mau menerima jaksa yang mengadukan atasan nya sendiri.

“Terima kasih. Senang punya teman yang mengkhawatirkan aku. Terima kasih untuk ini. Sampai jumpa,” kata Hyun Jung dengan tenang. Lalu dia pamit dan pergi.
“Hei ..” panggil si rekan, cemas.

Para penagih hutang mendatangin rumah Joon Jae dan mengacau disana. Mereka menagih hutang serta bunga kepada Joon Jae.
Dengan ketakutan, Ibu Joon Jae cuma bisa menangis, dan Joon Jae melindunginnya. Lalu tepat disaat itu, Beom Jin datang, dan melihat itu Joon Jae terkejut.
Para penagih hutang memperhatikan penampilan Beom Jin. Menurut mereka, jika Beom Jin melepaskan semua pakaian bermerk yang dipakai oleh nya sekarang, maka itu bisa melunaskan bunga Joon Jae.
“Maukah kamu memberiku kartu namamu?” pinta Beom Jin. Dan dengan senang hati, si penagih hutang memberikan kartu namanya.

Para penagih hutang memuji betapa beruntungnya Joon Jae, karena memiliki teman yang luar biasa. Beom Jin memotret kartu nama tersebut, dan mengirimkan pesan ‘tolong aku’. Melihat itu, mereka bertanya apa yang sedang Beom Jin lakukan.
“Aku meminta bantuan pada polisi. Kubilang aku disandera dikantormu, dan meminta bantuan,” jelas Beom Jin dengan tenang. Dia menunjukan panggilan konfirmasi yang masuk ke hape nya, dan menanyakan harus bagaimana dia.

“Hei. Dasar berandal gila,” keluh mereka dengan marah. Lalu mereka mendapatkan sebuah panggilan telpon dari polisi.
“Jawab telponnya. Aku akan berteriak minta tolong,” ancam Beom Jin. “Bukankah kamu harus pergi? Mereka mengirimkan petugas sekarang,” jelas Beom Jin, menunjukan pesan dihape nya.

Dengan marah, para penagih hutang ingin memukul Beom Jin. Tapi demi keselamatan, maka mereka tidak melakukannya dan memutuskan untuk pergi saja. Namun sebelum pergi, mereka mengambil uang yang Joon Jae miliki dan memperingatkannya untuk segera membayar sisanya.

Setelah mereka pergi, dengan canggung, Joon Jae mengucapkan terima kasih. Dan Beom Jin menanyakan, apakah Joon Jae ingin kembali ke sekolah, karena dia akan membiarkannya. Mendengar itu, Joon Jae diam.

Diruang konseling. Tae Ra menanyakan, apa hubungan Kang Jae dengan Su Ah, sehingga Kang Jae terus menyelidiki kasus Su Ah. Dan Kang Jae balas bertanya, apakah itu ada hubungannya dengan urusan mereka sekarang. Dan Tae Ra diam.
Melihat Tae Ra terdiam, Kang Jae tersenyum menang. Dia lalu menunjukan data catatan siswa yang telah di persiapkan nya untuk Tae Ra, namun untuk bagian resital dia menghapusnya, karena itu mungkin akan di pertanyakan.

“Baik. Tapi sebagai gantinya, jangan pedulikan Su Ah atau Han Su. Jaga baik-baik saja catatan siswaku. Aku tidak ingin situasi canggung dengan anak-anak lain karena Bapak,” jelas Tae Ra.
“Jangan khawatir. Aku menantikan kerja sama kita. Bapak akan mengirimmu ke sekolah yang sempurna untukmu,” balas Kang Jae, penuh makna.
Sesampainya dirumah sakit. So Hyun menyuruh Byung Ho untuk masuk ke dalam kamar Han Su dirawat. Dan saat masuk ke dalam kamar, Byung Ho merasa ragu serta takut.

“Pak Gi memberitahu Ibu bahwa kamu mengunjungi Han Su di pusat penahanan. Pak Gi adalah pengacara Han Su. Dia datang ke sekolah kita untuk membuktikan Han Su tidak bersalah. Benarkah kamu mengunjungi Han Su?” tanya So Hyun.
 Byung Ho diam sambil menundukan kepalanya. Dan So Hyun membujuk agar Byung Ho mau bercerita kepadanya, tentang pembicaraan Byung Ho pada Han Su hari itu.

“Aku tidak tahu apa- apa,” kata Byung Ho, pelan.
“Itu bukan salahmu. Apa pun yang kamu bicarakan dengan Han Su, bukan salahmu dia berusaha bunuh diri. Jadi, jangan menundukkan kepalamu seperti itu. Orang lainlah yang melakukan kejahatan dan harus dihukum. Ibu membawamu ke sini demi dirimu, Byung Ho. Sejak Han Su menjadi seperti ini, kamu juga pasti merasa kesulitan dan tersiksa. Ibu berharap kamu akan merasa damai. Bagi ibu, Han Su, Su Ah, dan kamu, semuanya adalah murid-murid ibu yang berharga,” jelas So Hyun, sedikit mendesak.

“Tolong biarkan aku sendiri dengan Han Su. Sebentar saja,” balas Byung Ho dengan gugup sambil meremas celana nya. “Kumohon,” pintanya. Dan So Hyun mengerti.
Byung Ho mendekati Han Su, dan duduk disebelahnya. Dengan gugup seperti akan menangis, Byung Ho meminta maaf kepada Han Su.

Flash back
Byung Ho menunjukan foto Su Ah yang sedang dirawat di rumah sakit kepada Han Su. Dan melihat itu, Han Su bertanya, bagaimana bisa foto Su Ah ada pada Byung Ho dan kenapa Byung Ho ke sini. Dan Byung Ho hanya diam saja.
“Apa maksud foto ini? Bagaimana Su Ah? Dia baik-baik saja? Dia bisa sembuh, bukan?” tanya Han Su, cemas.

“Mereka bilang itu salahmu. Kamu bertanggung jawab atas hal yang menimpa Su Ah,” jawab Byung Ho. “Jika kamu tidak ikut campur, Su Ah tidak akan terluka. Mereka bilang nasib Su Ah ada di tanganmu.”
“Apa maksudmu? Kenapa itu ada di tanganku?” tanya Han Su, tidak mengerti.

“Tahukah kamu apa yang terjadi kepada Putri Duyung saat akhir dongeng? Cari tahulah sendiri. Buku itu akan memberitahumu cara menyelamatkan Su Ah,” jawab Byung Ho, memberitahu. Lalu dia mengakui kalau dia tidak mau melakukan ini dan tidak mau berususan dengan Han Su lagi. Setelah itu dia pun  berniat pergi.
Han Su berteriak memanggil Han Su. “Siapa? Siapa yang mengirim mu?” tanyanya. Dan Byung Ho pergi begitu saja.
Flash back end

“Maafkan aku,” pinta Byung Ho sambil menangis tersedu- sedu. “Aku sungguh minta maaf, Han Su. Semuanya salah ku. Han Su, maafkan aku. Maaf,” katanya

No comments:

Post a Comment