Saturday, August 10, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 14 part 2

4 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 14 part 2


Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Pusat perawatan rasa sakit di penuhi kepanikan. Para pasien yang sudah masuk tidak di perbolehkan keluar. Dan yang berada di luar, tidak boleh masuk. Semua pasien di kumpulkan ke dalam untuk di periksa satu persatu.
Tanpa pengamanan garis merah di pasang di depan ruangan.
--
Tae Kyung, Joo Kyung, Yi Moon dan Kwon Suk mengadakan rapat darurat.
“Ada 19 pasien di Pusat Pengendalian Rasa Sakit. Ada satu dokter fellow, dua residen, dan dua perawat. Totalnya lima staf,” ujar Tae Kyung.
“Kami mengirimkan pakaian hazmat dan peralatan keamanan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea akan mengirimkan seorang penyelidik,” ujar Kwon Suk.
“Bagaimana kamu akan mengonfirmasi diagnosisnya?” tanya Yi Moon.
“Melalui tes darah dan penyeka tenggorokan. Hasilnya butuh waktu kurang dari enam jam,” jawab Tae Kyung.
“Butuh waktu selama itu? Tidak bisa. Dokter Kwon, masuklah,” suruh Joo Kyung.
“Apa? Kenapa aku harus masuk ke sana?” tolak Kwon Suk.
“Hanya ada satu dokter fellow dan dua dokter residen. Ada pasien terduga. Bagaimana jika ada keadaan darurat?”
“Jangan bilang begitu. Jika kamu sekhawatir itu, masuk saja sendiri.”
“Tidak ada yang boleh masuk. Virus Nipah tidak ada obatnya serta sangat mematikan dan menular. Sampai semua orang dikonfirmasi negatif dan isolasi dibuka, tidak boleh ada yang masuk ke sana atau keluar,” tegas Tae Kyung.
--

Di luar, Yo Han menelpon Yoo Joon untuk menanyakan keadaan di dalam. Yoo Joon memberitahu kalau pasien terduga sedang di karantina di ruang perawatan. Mi Rae yang baru datang, juga ada di luar dan tentu tidak boleh masuk juga. Yoo Joon memberitahu Yo Han kalau pasien terduga tadi batuk darah ke wajah Si Young. Yo Han tampaknya khawatir.
Heo Jun yang baru kembali dari toilet, bingung melihat tanda merah dan orang yang berkerumun. Mi Rae yang baru datang juga bingung. Yo Han memberitahu mereka kalau ada pasien yang di duga terjangkit virus Nipah di dalam.  Jadi pusat perawatan rasa sakit, di tutup.

Penyidik KCDC untuk investigasi epidemiologi tiba di Pusat Hanse. Mereka mengenakan masker dan membawa koper untuk para dokter di pusat perawatan rasa sakit. Tanda investigasi juga di pasang. Penyemprotan dan pembagian masker juga di lakukan di ruangan dan di bagikan kepada para pasien. Mereka juga di pakaikan gelang dengan tanda resiko. Si Young mendapat gelang merah yang berarti resiko tinggi, hal itu karena dia terkena darah dari pasien terduga virus Nipah.
Si Young yang bertugas merawat kakek Yu. Dia akan mengambil sample darah dan menyeka tenggorokan kakek Yu untuk di lakukan test.

Yo Han menelpon ke ponsel Si Young. Si Young mengangkatnya. Dia dengan khawatir bertanya, kalau Yo Han tidak di dalam kan? Yo Han menjawab dia ada di luar pintu. Si Young menegaskan kalau Yo Han tidak boleh masuk ke dalam dan bahkan di luar pintu. Pergilah sejauh mungkin.
Yo Han malah menanyakan keadaan Si Young karena dia mendengar Si Young terkena cipratan darah. Si Young kaget di tanyai dan menjawab dia baik-baik saja. Dan mereka mulai membahas mengenai pasein.
“Dokter, beberapa pasien di sini mengalami demam dan mual. Mereka naik bus yang sama dengan pasienku. Apakah bisa menyebar secepat ini? Jika begitu, pasien lain akan segera…”
“Kang Si Young. Kamu bersama pasien terduga. Yang lain berisiko tinggi dengan sistem imun yang berjuang. Skenario terburuknya adalah pasien ini dikonfirmasi dan menyebarkan virus itu kepada pasien lain. Tapi kita belum tahu pasti sampai hasilnya keluar. Sampai saat itu, jangan memikirkan hal terburuk. Pikirkan saja hasil yang kurang serius.”
“Hasil yang kurang serius?”
“Contohnya, bagaimana jika pasien ini menunjukkan gejala virus Nipah, tapi mengidap penyakit yang tidak menular?”
“Apakah itu mungkin?”
“Kamu ingat pasien dengan peluang sebesar 0,00001 persen? Mari lakukan seperti waktu itu. Kamu pasti bisa melakukannya. Kamu dan aku, bersama.”
Si Young mulai merasa sedikit lebih baik.
“Bagus, maka mulailah dari awal. Kenapa pasiennya datang?”
“Dia mengalami sakit kepala kronis, kelelahan, dan kurang nafsu makan selama lebih dari setahun. Setelah bertemu teman yang pernah ke India, dia mulai batuk, muntah, dan demam.”
“Sakit kepala, batuk, muntah, dan demam adalah gejala virus Nipah, tapi kehilangan selera makan tidak termasuk. Jika dia sakit kepala dan kelelahan selama lebih dari setahun, itu mungkin saja hal lain. Mari kita lakukan tes.”
“Baik. Aku akan meminta KCDC melakukan tes PCR dan melakukan tes dasar termasuk CBC.”
Si Young memasang ponselnya dalam mode speaker dan meletakkannya di meja. Dia mulai mengambil sample darah kakek Yu dan memasukkan ke dalam kotak, kemudian menyerahkannya pada petugas di luar.


Setelah itu, Yo Han mulai memberikan intruksi agar melakukan rontgen dada pada kakek Yu. Tapi, tiba-tiba, denyut nadi kakek Yu naik hingga 200. Yo Han memberikan instruksi agar di berikan suntikan Breviblox (obat yang menghalangi saraf untuk mengurangi denyut jantung). Tanpa ragu, Si Young melakukan instruksi Yo Han.
Setelah di berikan suntikan, kakek Yu mulai stabil. Tapi, kakek Yu mengeluh kalau dada-nya terasa seperti ada yang meremukkannya. Si Young meminta kakek berdiri karena dia akan melakukan rontgen. Tapi, kakek Yu kesulitan untuk berdiri dan pindah ke tempat tidur yang ada di depan. Dia malah berjalan ke arah berlawanan.
Si Young segera memberitahu Yo Han kalau pasien bersikap aneh. Seperti kehilangan arah. Yo Han langsung menyuruh Si Young untuk memeriksa apakah kakek Yu merasa lumpuh? Si Young segera memeriksa dan memberitahu Yo Han kalau kakek Yu belum mengalami mati rasa. Yo Han mulai bingung.
Tapi, tiba-tiba terdengar teriakan Si Young. Si Young terjatuh karena kakek Yu yang kehilangan keseimbangan tubuh dan menimpanya. Si Young jatuh karena tersandung alat yang ada di belakang-nya dan lehernya membentur meja. Si Young pingsan.
Yo Han panik mendengar suara jatuh. Apalagi saat di panggil, Si Young tidak merespon sama sekali. Mi Rae dan Heo Jun yang mendengar Yo Han memanggil nama Si Young berulang kali jadi khawatir. Yo Han memerintahkan mereka agar menelpon Yoo Joon sekarang.
Dan Yo Han tiba-tiba berlari menuju suatu tempat. Dia menuju ruang CCTV. Dia meminta petugas memperlihatkan apa yang terjadi di ruang perawatan isolasi (Sebelumnya, Yo Han menunjukkan tanda pekerjanya pada petugas agar dizinkan masuk).
Yoo Joon masuk ke dalam ruang isolasi karena Mi Rae menelpon dan menyuruhnya. Dia kaget saat melihat pasien terbaring di lantai dan Si Young tidak sadarkan diri. Mi Rae juga tampak panik. Tae Kyung dan yang lain tiba. Heo Jun segera memberitahu yang terjadi pada Si Young.

Yoo Joon berusaha menyadarkan Si Young, tapi Si Young tetap tidak sadar. Dia melihat kondisi pasien dan mulut pasien berbuas. Dia mendapat telepon dari Yo Han dan Yo Han segera memberi instruksi agar Yoo Joon menyuntikkan 10cc thiopental. Dia ada di kantor keamanan dan melihat CCTV.
Yoo Joon segera melakukan instruksi Yo Han. Si Young masih belum sadarkan diri. Setelah di suntikkan, dan di tunggu sesaat, kondisi pasien menjadi lebih stabil. Yoo Joon lanjut memeriksa Si Young yang belum sadarkan diri. Dia membuka masker Si Young dan memeriksa denyut nadi Si Young.
“Dokter Kang (Si Young) masih belum sadar,” beritahu Yoo Joon.
Yo Han mematikan telepon dan kemudian berlari dengan cepat.


Yoo Joon masih terus berusaha menyadarkan Si Young. Si Young akhirnya membuka matanya, tepat di saat Yo Han masuk dengan baju pengaman khusus. Yoo Joon kaget melihat Yo Han yang masuk.
Mata Si Young berkaca-kaca menatap Yo Han. Dia mungkin takut akan kemungkinan terburuk, Yo Han tertular. Tapi, Yo Han tetap datang. Demi pasien.
“Kang Si Young, kau sudah siuman?”
“Dokter Cha.”



4 comments: