Sunday, August 18, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 18 part 2

1 comments

Numpang Iklan Sejenak, All 😊
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.
=====
Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 18 part 2
Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Di dalam rumah Yo Han, Si Young dengan cemas bertanya kondisi tubuh Yo Han. Apa yang terjadi? Yo Han menjawab dengan santai kalau telinga-nya berdenging dan dia merasa agak pusing. Si Young cemas dan menyuruh Yo Han untuk segera memeriksakan diri. Bukankah Yo Han mempunyai dokter yang tahu penyakit Yo Han? Besok Yo Han harus segera menemuinya. Batalkan presentasi besok dan pergilah ke rumah sakit. Yo Han hanya menjawab kalau dia akan mengurusnya.
“Bagaimana jika kamu pingsan lagi? Jika bukan aku yang menemukanmu di sana… Itu tidak boleh terjadi, tapi jika insiden ini terulang… Akan bermasalah jika orang lain menemukanmu dalam kondisi itu. Tapi jika tidak ada yang menemukanmu, itu mengerikan,” ujar Si Young, penuh kecemasan. “Memikirkannya saja… Di IGD, dokter bertanya di bagian mana kamu terluka dan apa gejalanya, tapi aku tidak bisa menjawab.”
“Meski aku sadar, aku tidak akan bisa menjawab. Itulah penyakitku.”
“Benar sekali. Biar kubantu. Kamu terus memantau tubuhmu yang tidak merespons dan bahkan harus menyembunyikan fakta bahwa kamu melakukannya. Biarkan aku membantumu. Aku akan berusaha semampuku,” pinta Si Young serius.
Yo Han menatapnya dan menggoda Si Young yang terlalu serius. Ini bukanlah masalah besar dan dia baik-baik saja.  Si Young dengan tegas berkata kalau Yo Han tidak baik-baik saja dan membutuhkan bantuannya.
“Si Young. Penyakitku... Apa yang terjadi di dalam tubuhku bukan kutukan. Semua orang pasti harus merasakan sakit. Termasuk aku,” ujar Yo Han.
“Aku tidak bilang kamu berbeda. Tapi kamu tidak akan bisa mendeteksi gejalanya.”
“Tapi bagiku, aku sangat memahami tubuhku, dan aku sudah terbiasa dengan penyakitku.”
Si Young menatapnya dengan tatapan nanar. Dia menebak kalau Yo Han merasa tidak nyaman dengan perasaan yang di rasakannya. Dia berkata dia akan menangani perasaannya sendiri. Tapi, tolong jangan tolak bantuannya hanya karena hal itu.
“Kamu sudah cukup membantuku. Menjaga rahasia orang lain berarti kamu bersedia menghadapi banyak hal. Kamu sudah melakukannya, dan itu sudah cukup. Kamu harus pergi. Aku perlu istirahat,” tegas Yo Han, secara halus menolak bantuan yang Si Young tawarkan.
Yo Han masuk ke dalam ruang kerja-nya dan menutup pintu rapat. Si Young tahu kalau percuma dia bicara lagi, dan dengan langkah berat, Si Young keluar dari rumah Yo Han.

Yo Han tampak sangat bimbang. Dia berjalan di taman rumahnya. (sangat menyakitkan melihat ekspresi di wajah Yo Han. Rasa sakit atas penyakitnya dan kemungkinan penyakit lainnya yang bisa membahayakan pekerjaannya sebagai dokter).
--

Eun Jung bertemu dengan staff RS Hanse. Staf itu memberitahu Eun Jung kalau Hye Ri datang ke rumah sakit mereka untuk menerima prosedur pereda nyeri. Dan Yo Han yang bertanggung jawab atas Hye Ri. Staff itu juga memberitahu kalau tadi dia melihat Hye Ri tadi siang, dan belum pernah dia melihat pasien dengan kondisi seburuk itu. Dan setahunya, mereka juga ada meminta Hye Ri menandatangani Wasiat Hidup.
“Dia menandatanganinya?” tanya Eun Jung.
“Belum.”
“Bagaimana dengan hospis?”
“Dia juga menolaknya. Wanita cantik itu didiagnosis dengan penyakit mengerikan. Aku ragu dia ingin berjuang melalui ini. Dia punya seorang putra. Usianya baru delapan tahun. Bayangkan betapa sedihnya dia.”

Dan setelah pulang dari pertemuan itu, Eun Jung segera menghubungi Seok Ki. Mereka bertemu di perpustakaan. Eun Jung memberitahu kondisi Hye Ri dimana kanker sudah menyebar di tubuhnya dan Hye Ri juga menolak pergi ke hospis.
Hal itu membuat Seok Ki teringat saat di pertemuan bincang kematian kemarin, Hye Ri berkata kalau dia datang karena mendengar salah satu anggota pertemuan ada pergi ke Swiss. Dan di sana ada yang namanya bunuh diri yang di bantu.
Eun Jung kemudian memberitau juga kalau ada organinasi Zinmu Rijund, perusahaan farmasi yang memutuskan untuk menyokong Pusat Manajemen Rasa Sakit Hanse. Baru-baru ini, mereka menyediakan peralatan medis baru.

Dan yang menarik perhatian Seok Ki adalah logi perusahaan Zinmu Rijund. Seok Ki segera mengeluarkan brosur mengenai “Bincang Kematian” yang dia hadiri kemarin. Dan di brosus tersebut, ada logo Zinmu Rijund. Apa ada hubungan antara keduanya?
“Mereka bisa mendapatkan sukarelawan untuk uji klinis mereka. Tapi karena mereka menunjukkan logo seperti itu, pasti ada hal lain,” ujar Seok Ki, mencurigai sesuatu.
Mereka membuka website perusahaan. Dan ada notifikasi di website tersebut mengenai “Simposium Pusat Anestesiologi dan Pengendalian Rasa Sakit.” Eun Jung tertarik, karena artinya, orang di Pusat Medis Hanse akan datang ke acara itu besok.
--

Esok hari,
Simposium Pusat Anestesiologi dan Pengendalian Rasa Sakit

Semua sudah berkumpul, termasuk petinggi rumah sakit Hanse dan juga departemen anestesiologi. Sebelum masuk, Yoo Joon berbisik bertanya pada Si Young, apakah dia sudah menghubungi Yo Han? Si Young menjawab belum, bagaimana dengan Yoo Joon? Yoo Joon menjawab kalau dia sudah menelpon Yo Han tadi pagi, tapi tidak di jawab. Mereka berdua cemas dengan kondisi Yo Han.
--

Yo Han berada di kamar mandi gedung acara. Dia tampak cemas.
Dan setelah merapikan diri, Yo Han masuk ke dalam ruang acara. Dia naik ke atas pondium. Dari atas pondium, dia bisa melihat Si Young yang duduk di sana. Tampaknya, Yo Han kesulitan menyeimbangkan tubuhnya karena dia memegang pinggiran meja dengan erat.
Yo Han meraih microphone dan memulai presentasinya : "Pandangan Terbaru dalam Mengobati Pasien CIPA"
“Menurutku, dokter mirip dengan detektif yang menangani kejahatan serius. Pelaku adalah penyakit yang menyerang pasien. Kita adalah detektif yang harus menemukan mereka. Suatu hari, kami menemui penjahat yang sangat sulit ditangkap. Dia tidak mengatakan apa pun, dan sesuatu yang belum kami identifikasi perlahan mulai menyerang dari dalam. Penyakit yang akan kubicarakan adalah transmisi genetik dari neuropati otonom dan sensorik keturunan tipe empat, CIPA. Dengan penyakit ini, pelakunya diam saja. Singkatnya, itu melumpuhkan indra dan kemampuan merasakan sakit. Pasien menggigiti lidah mereka setelah tumbuhnya gigi. Tangan dan kaki mereka berkali-kali cedera dan cacat. Mereka menggosok mata hingga merusak kornea mereka. Meski kehilangan potongan lidah dan merobek kornea mereka, mereka tidak merasa sakit, jadi, tidak bisa dihentikan. Mereka juga tidak bisa mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu tubuh mereka, jadi, lebih dari 50 persen akan mati sebelum tiga tahun karena demam. Singkatnya, usia rata-rata pasien sangat singkat,” jelas Yo Han.
--
Seok Ki datang ke gedung acara. Dia melihat logo Zinmu Rijund.
--
Yo Han masih menjelaskan mengenai CIPA. Dan dia memberikan contoh kasus pasien mereka terdahulu yang menderita CIPA dan tiba-tiba mulai merasakan rasa sakit. Dan untuk hal itu, dia membuka sesi pertanyaan.
Dan begitu ada yang ingin bertanya, tiba-tiba saja Yo Han merasakan dengingan keras di telinga-nya. Yo Han berusaha tetap fokus dan mendengarkan pertanyaan. Dia bisa menjawab 1 pertanyaan dengan baik. Tapi, asat seseorang mengajukan pertanyaan lagi, dengungan di telinganya mulai terasa hingga dia tidak bisa mendengar apa yang di tanyakan. Si Young menyadari sikap Yo Han yang aneh.
Yo Han masih berusaha mendengarkan pertanyaan. Tapi, dengungan itu membuatnya tidak mampu mendengar dan bahkan dia tidak bisa melihat dengan jelas. Semua merasa ada yang aneh dengan sikap Yo Han tersebut.


Dan keseimbangan tubuhnya mendadak goyah. Semua tampak berputar. Dia tidak bisa melihat dengan jelas. Dia juga kesulitan untuk berdiri hingga harus memegang pinggiran meja dengan erat. Salah seorang staff mengira Yo Han gugup dan memberikan botol air.

Yo Han menerimanya, tapi dia tidak bisa memegang botol itu dengan benar, hingga botol itu terjatuh ke tanah. Yoo Joon dan Si Young tampak cemas, karena mereka tahu kalau seharus sebelumnya Yo Han bahkan pingsan.
Nafas Yo Han mulai memberat.

1 comment: