Sunday, August 18, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 19 part 1

0 comments
Numpang Iklan Sejenak, All 😊
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.
=====

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 19 part 1

Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Semua terkejut melihat Yo Han yang menjatuhkan botol air dan tampak tidak stabil.  tn. Jung Chan Seok dari Zinmu Rijund naik ke atas panggung untuk mengambil botol air yang jatuh sambil berbisik bertanya apakah Yo Han baik – baik saja. Yo Han tidak menjawab. Pandangannya buram. Telinga-nya berdengung.

Dan saat itu, dia melihat sosok seperti Si Young naik ke panggung. Walau Si Young tidak berkata apapun, Yo Han dapat merasa seolah Si Young berkata kalau dia ada di sini. Si Young berjalan mendekat ke Yo Han. Mereka seolah berkomunikasi melalui telepati. Si Young seolah berkata dengan tatapannya agar Si Young bisa mempercayainya.

Yo Han akhirnya mulai tenang dan bicara kepada pada audiens. Dia meminta maaf atas situasi yang tidak terduga ini. Dia memperkenalkan Si Young sebagai dokter tahun kedua di dept. anestesiologi yang di bicarakannya. Si Young lebih ambisius daripada yang di sangka. Karena Si Young lah orang yang memberinya petunjuk penting mengenai rasa sakit yang di rasakan pasien CIPA. Dan dia akan memberikan Si Young kesempatan untuk menjelaskannya sendiri.
Yo Han menyerahkan microphone kepada Si Young. Si Young menerimanya. Dan dengan perlahan, Yo Han turun dari panggung dan duduk di kursi audiens. Semua tampak bingung.
Si Young untuk cepat mengendalikan situasi. Dia memperkenalkan dirinya dan mulai menjelaskan mengenai penyakit CIPA dan bagaimana dia bisa tahu apa rasa sakit yang di alami oleh pasien CIPA tersebut.
Saat Si Young menjelaskan, Yo Han memperhatikan Si Young dengan seksama. Dia teringat saat malam sebelumnya, Si Young berkata kalau dia akan membantu Yo Han. Semampunya. Dan kini Si Young membuktikan perkataannya.
Di akhir penjelasannya, Si Young mengucapkan apa yang bisa membuatnya menyadari apa yang di alami pasien : “Aku mendapat petunjuk selama proses itu. Dokter Cha baru saja menyebutkan bahwa pasien merasa sakit karena tidak ada rasa sakit. Petunjuknya berhubungan dengan itu.”
--
Seok Ki melihat brosur-brosur yang ada di gedung acara. Salah seorang staff menghampirinya dan bertanya apa yang bisa dia bantu? Seok Ki melihat nama staff itu adalah Han Min Ju dan merupakan Tim Penjualan Zinmu Rijund. Seok Ki membahas mengenai “Bincang Kematian” dan dia adalah anggota di sana. Seok Ki juga terbatuk-batuk (entah dia hanya berpura-pura atau serius). Seok Ki menunjukkan logo Zinmu Rijund yang ada di brosur “Bincang Kematian.”
“Zinmu Rijund mengelola Yayasan Dalbit, yang membantu pasien dengan penyakit langka dan pasien stadium akhir,” jelas Nn. Han.
--
“Terakhir, meskipun kami memperkenalkan CIPA sebagai penyakit langka dan tidak bisa disembuhkan di sini hari ini, sebenarnya aku tidak menganggap penyakit ini istimewa atau unik. Itu karena kebanyakan pasien di Pusat Pengendalian Rasa Sakit menderita rasa sakit yang tidak terlihat. Aku mempelajari cara terbaik untuk menemukan pelaku di tubuh pasien dari Dokter Cha. "Jangan melihat gejalanya. Lihatlah orang-orang yang menderita gejala itu. Yang dokter obati adalah manusia, bukan penyakitnya." Sekian dariku. Terima kasih,” akhiri Si Young.
Semua bertepuk tangan atas penjelasan Si Young yang memuaskan.
--
Acara selesai, dan saat orang-orang mulai keluar, Seok Ki pun langsung duduk bersembunyi.

Si Young, Yoo Joon, Mi Rae, Heo Jun dan Won Hee berdiri bersama. Heo Jun memuji penampilan Si Young tadi. Dia mengira kalau Si Young dan Yo Han sudah membicarakan hal ini, bahwa Si Young akan mengambil alih di tengah presentasi.
Joo Kyung menghampiri mereka dan memuji penampilan Si Young. Kwon Suk juga menghampiri dan bertanya apakah Yo Han sakit? Untung Joo Kyung berkata kalau sepertinya Yo Han sudah baik-baik saja. Kwon Suk dengan sini berujar kalau Yo Han demam panggung. Orang yang mendengar saja bisa merasa kalau Kwon Suk seperti mencari-cari kesalahan.
Tapi karena ucapan Kwon Suk, Mi Rae dan yang lain jadi merasa kalau Yo Han memang tampak sakit dan pucat. Yoo Joon segera mengalihkan perhatian mereka dengan menyuruh mereka untuk menunggu diluar.

Si Young juga hendak keluar, tapi Yo Han memanggilnya. Yo Han memperkenalkan Si Young pada para audiens yang adalah pada profesor dan tertarik dengan presentasi Si Young tadi. Mereka memuji Si Young yang kompeten. Mereka kemudian pamit pergi setelah berkata agar melihat Yo Han di kolokium selanjutnya.

Hanya tertinggal Yo Han dan Si Young. Yo Han berkata kalau Si Young benar, dia harus pergi menemui dokter. Si Young cemas dan bertanya, apakah tadi Yo Han mendengar suara dengingan lagi? Yo Han membenarkan.
“Bagaimana sekarang? Apa kau demam?” tanya Si Young, khawatir. Dia sudah mengangkat tangan untuk menyentuh dahi Yo Han, tapi mengulurkannya. Takut kalau Yo Han akan menganggapnya kelewatan batas.
“Entahlah. Meskipun kusentuh dahiku, aku tidak tahu apakah terasa panas atau dingin,” ujar Yo Han.
Mendengar itu, Si Young dengan perlahan, menyentuh dahi Yo Han. Yo Han tidak menghindar dan membiarkan Si Young menyentuh dahinya. Dia memberitahu kalau Yo Han tidak demam.
“Saat aku melihatmu tadi, aku tidak yakin apakah kamu benar-benar ada di sana. "Aku di sini." Kukira aku mendengarmu mengatakan itu, tapi tidak yakin. Tapi aku memercayainya. Aku yakin kamu ada di sana. Aku yakin kamu akan mengatakan itu kepadaku. Aku mengakuinya. Aku membutuhkan bantuanmu. Terima kasih sebelumnya,” ujar Yo Han. Mulai membuka dirinya pada Si Young.
Si Young tersenyum tipis karena Yo Han akhirnya mau menerima bantuannya. Dia sangat senang hingga seperti ingin meneteskan air mata. Yo Han kemudian berkata kalau dia akan pergi terlebih dahulu, menemui dokter.
“Dokter. Semua akan baik-baik saja. Telepon aku setelah menemui dokter,” ujar Si Young, menyemangati.

Yo Han pergi dari gedung acara. Dan Seok Ki melihatnya. Dia memperhatikan Yo Han dan diam-diam mengikuti. Dia melihat Yo Han yang naik taksi.
--
Rumah Sakit Universitas Gyeongseo
Ruang tes pendengaran
Yo Han di pasangi alat tes untuk mengukur pendengaran telinganya. Serangkaian tes di jalaninya. Dokter yang bertanggung jawab atas Yo Han tampak cemas.
Test selesai dan Yo Han menanyakan hasilnya. Dokter berkata kalau mereka harus melakukan beberapa test lagi. MRI, CT Otak, CT serebrovaskular dan sebagainya lagi. Dia yakin Yo Han tahu maksudnya.
“Berapa sisa waktuku untuk hidup sebagai dokter?” tanya Yo Han, serius.
Doctor John
Episode 10 – Firasat Buruk akan Sore yang Gersang
Seok Ki tiba di parkiran. Saat dia memarkir mobilnya, dia tampak kesakitan dan segera meminum obat yang ada di tasnya. Apa itu tanda-nya dia benar-benar sakit kanker perut?
--
Heo Jun mengomentari Si Young yang terus menerus melihat ponsel setiap 30 detik. Sementara Won Hee bertanya mengenai Yo Han yang pergi duluan. Apa ada masalah dengannya? Yoo Joon berkata kalau sepertinya Yo Han ada urusan pribadi. Dan Heo Jun mengajak semua untuk pergi minum-minum untuk mengakhiri hari ini. Semua setuju!
Si Young melihat ponselnya. Mi Rae dan Yoo Joon saling menatap. Dan Heo Jun berseru! Membuat Mi Rae dan Yoo Joon terkejut. Ternyata, Heo Jun berseru karena Si Young melihat ponsel lagi. Si Young mengencani seseorang kan? Siapa pria itu? siapa?
“Aku harus pergi. Sampai jumpa besok,” ujar Si Young menghindari pertanyaan Heo Jun dan langsung lari keluar gedung.
Won Hee yang melihat sikap aneh Si Young, jadi yakin kalau Si Young pasti pacaran. Heo Jun senang karena Won Hee setuju dengan firasatnya. Karena itu, dia ingin mengikuti Si Young. Yoo Joon langsung menariknya dan mengajak mereka untuk segera pergi minum bir.
Si Young ternyata menerima pesan dari Yo Han yang isinya : Ayo makan. Aku lapar.
Si Young tersenyum senang dan membalas kalau dia baru keluar gedung dan harus kemana?


No comments:

Post a Comment