Wednesday, September 4, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 28

1 comments
Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 28
Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi


Anggota Bincang Kematian yang menghilang, kini berada di dalam sebuah mobil van bersama dengan Myung Oh dan ‘dokter’. Mobil itu masuk ke tengah hutan. Pria anggota itu berterimakasih karena telah di biarkan mati dengan tenang. Dokter menjelaskan kalau Cherubim berbeda dengan obat eutanasi lainnya. Dengan obat ini, pria itu akan bahagia hingga ajal menjemput. Dan obat Cherubim itu pun di suntikan.
Dan siapa dokter itu?
Dia adalah Jung Chan Seok, manajer penjualan Zinmu Rijund.
Sebelum meninggal, tn. Lee telah menyampaikan pesan pada tn. Jung, kalau hukum eutanasia tidak di setujui, maka obat Cherubim tidak akan berguna. Misi mereka adalah menyediakan obat yang di butuhkan pasien. Dan mari tunggu hingga saat itu tiba.
--
Para wartawan dan petugas forensik sudah tiba di kediaman tn. Lee dan memotret serta memeriksa TKP.
--

Yo Han sudah tiba di rumahnya juga. Dia mendapat telepon dari Seok Ki yang memberitahu kalau tn. Lee di temukan sudah meninggal dan dia merasa penyebab kematiannya adalah Cherubim. Sementara Myung Oh, mereka sedang mencarinya. Seok Ki meminta Yo Han datang ke kantornya besok untuk memberikan pernyataan. Yo Han mengiyakan.
“Aku punya pertanyaan. Cherubim. Kenapa kamu menolaknya?”
“Jika mendapatkan obat seperti itu, aku tidak akan mencari jawaban, berpikir, atau khawatir tanpa henti.”
“Tentang apa?”
“Apa pun yang bisa kulakukan untuk pasien yang harapannya memudar. Aku tidak akan peduli lagi. Kebanyakan dokter akan berakhir seperti itu. Begitu juga para pasien dan keluarganya.”
Perbincangan mereka harus terhenti karena det. Jung Rok memanggil Seok Ki. Sebelum mematikan telepon, Seok Ki mengucapkan permintaan maaf atas unggahan di situs web rumah sakit. Yo Han hanya menjawab singkat kalau hal itu tidak penting. Dan Yo Han langsung mematikan telepon.
Yo Han membuka website Clevlend Clinic dan mendapat notifikasi atas pesannya waktu itu.
Kepada Profesor Cha Yo Han. Pertama, terima kasih sudah menunjukkan minat dalam penelitian kami dan melamar posisi. Aku meninjau kembali pencapaian karier dan risetmu. Dan sepertinya, riset yang kami lakukan cocok dengan latar belakangmu. Jadi, kuharap kamu akan bergabung dengan laboratorium riset kami. Aku ingin berdiskusi secara rinci denganmu untuk bergabung dalam riset yang akan datang.
Saat sedang membaca surat itu, Yo Han mendapat telepon dari Si Young. Si Young membahas rapat komite pendisiplinan besok. Mereka tidak tahu hasil rapat besok. Tapi yang terpenting adalah kesehatan Yo Han. Dia mengajak Yo Han untuk mulai berolahraga bersama, besok.
“Si Young,” panggil Yo Han. “Sudah kubilang sebelumnya. Aku akan berusaha tidak membuatmu khawatir. Jangan terlalu mengkhawatirkanku.”
“Jangan bicara seolah-olah aku hanya khawatir.”
“Itu memang benar.”
“Aku berharap, bukan khawatir. Aku ingin hidup yang lama dan sehat bersama orang yang kusukai.”
“Aku tahu.”
“Kamu tidak tahu,” balas Si Young. “Kamu tidak tahu apa-apa,” ujar Si Young. “Maafkan aku.”
“Kenapa kamu harus minta maaf? Tidurlah. Sudah larut. Tidurlah yang nyenyak.”
Selesai teleponan dengan Si Young, Yo Han tampak bimbang.
--
Esok hari,
Yo Han memberikan pernyataannya pada Seok Ki dan menandatangani dokumen yang di perlukan. Seok Ki memberitahu kalau mereka sudah menggeledah rumah tn. Lee kemarin dan tidak menemukan apapun mengenai Cherubim. Yo Han berujar kalau mereka yang membuat obatnya, jadi pasti ada formula kimia-nya di kepala seseorang. Seok Ki lanjut memberitahu kalau Myung Oh sudah meninggalkan Korea kemarin bersama Jung Chan Seok. Mereka menemukan informasi kalau Jung Chan Seok, manager penjualan Zinmu Rijund, pernah menjadi dokter di Belanda. Dia tertarik pada hukum eutanasi dan datang kemari serta membantu mengembangkan Cherubim. Mereka sudah meminta Interpol juga untuk menangkap mereka.
Yo Han diam sejenak. Dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan yang di dapatkannya dari Myung Oh kemarin malam.
Isi pesannya adalah : Aku memikirkan perkataanmu. Aku hanya ingin menolong diriku. Aku dan mantan menteri memiliki pilihan lain jika hanya untuk kepentingan kami. Kita bisa pergi ke negara yang mengizinkan eutanasia. Tapi ada banyak orang yang tidak mampu untuk pergi atau tidak punya kesempatan. Bagi mereka, Cherubim adalah satu-satunya harapan. Aku akan membiarkan harapan itu tetap utuh. Sampai tiba saatnya aku bisa membantu mereka.
Seok Ki memotret pesan tersebut untuk menjadi barang bukti. Dan kemudian, Seok Ki menunjukkan foto pria anggota Bincang Kematian yang ditemukan tewas di gunung Provinsi Gyeonggi.  Yo Han melihat foto pria itu.
“Saat dia mati, apakah dia benar-benar merasa tenang?” tanya Seok Ki, menanyakan pendapat Yo Han.
“Mungkin itu tampak seperti kematian yang tenang, tapi kurasa dia merasa kesepian. Dia sendirian, tanpa keluarga, di tempat yang menjadi TKP.”

Yo Han kemudian pamit untuk pergi karena urusannya sudah selesai. Sebelum pergi, Yo Han menyuruh Seok Ki untuk berhati-hati. Kondisi Seok Ki tidak baik untuk bekerja terlalu keras.
--

Rapat Komite Pendisiplinan di mulai,
Yi Moon bertindak sebagai pemimpin rapat. Dia memberitahu kalau Yo Han tidak akan hadir. Dan juga, dia memberitahu tata pengambilan keputusan rapat. Akan di lakukan voting dari semua peserta rapat. Jika hasilnya seri, maka Yi Moon akan ikut memberikan keputusan.
Kertas voting di bagikan. Ada yang tetap memilih ‘Ya’ dan ada yang memilih ‘Tidak.’ 
--
Mi Rae dan Yoo Joon ada di lobby rumah sakit dan tampak menunggu seseorang dengan cemas. Heo Jun mengirimi pesan pada mereka kalau rapat sudah di mulai. Mi Rae semakin cemas, mereka harus segera naik ke atas sebelum rapat usai.
Untungnya, Si Young datang dengan membawa tumpukan dokumen dan berkata semua sudah siap. Di saat yang sama, mobil van berwarna hitam juga tiba.
--

Voting  selesai. Dan ternyata hasilnya seri. Dengan wajah sumringah, Kwon Suk menyuruh Yi Moon untuk memberikan keputusan. Dia tampaknya yakin kalau Yi Moon akan mengeluarkan Kwon Suk dari rumah sakit mereka.
Belum sempat Yi Moon menyelesaikan kalimat keputusannya, Yoo Joon, Mi Rae dan Si Young menerobos masuk ke dalam ruang rapat. Semua tentu terkejut. Yoo Joon meminta maaf, tapi bukan hanya mereka yang datang kemari. Mi Rae dan Si Young membuka pintu ruang rapat dan masuklah para pasien yang pernah di diagnosis oleh Yo Han dan sembuh.
Mereka adalah :
“Aku Joo Hyung Woo. Dokter Cha mendiagnosisku dengan myasthenia gravis dan aku dalam pemulihan.”
“Aku Yu Deok Kyu. Dokter Cha mendiagnosisku dengan melioidosis dan aku sudah sembuh.”
“Aku Choi Seung Won. Dokter Cha mendiagnosisku dengan zoster tanpa herpes dan membebaskanku dari rasa sakit.”
“Aku putrinya Choi Seung Won, Choi Seul Ah.”
“Aku ibunya Lee Gi Seok, pasien di sini yang menderita penyakit yang sama dengan Dokter Cha. Putraku tidak sadarkan diri. Berkat Dokter Cha, dia didiagnosis dan kini dirawat.”
Yi Moon dengan dingin berkata kalau rapat ini bukan untuk mendengarkan mereka. Ada peraturan rumah sakit yang harus di ikuti.
Hyung Woo langsung menjawab kalau bukankah rumah sakit adalah tempat dokter menyembuhkan pasien? Bagaimana bisa suara pasien tidak termasuk hitungan? Mereka mewakili pasien dan menuntut agar dokter Cha Yo Han di perbolehkan kembali.
Yi Moon tampak terperangah. Tidak cukup hanya itu, para peserta rapat membuka ponsel dan melihat kalau ada artikel. Ternyata, sebelum datang, Hyung Woo dan yang lainnya telah memberikan wawancara kepada wartawan.
Flashback
“Kenapa kalian berkumpul untuk melakukan ini?” tanya wartawan.
“Kami kemari karena mendengar Pusat Medis Hanse melarang dokter terampil yang sangat peduli kepada pasiennya karena dia mengidap CIPA,” jawab Hyung Woo.
“Apakah dokter terampil itu yang mendiagnosis Anda sebelumnya? Dokter Cha Yo Han?”
“Ya. Dia adalah dokter yang dibutuhkan pasien.”
end
Kwon Suk malah berkata kalau mereka hanya beberapa orang dan tidak mewakili keputusan para pasien yang lain. Yoo Joon langsung berkata bukan hanya mereka. Dan Si Young memberikan dokumen yang di bawanya dari tadi. Itu adalah petisi yang meminta kembalinya dokter Cha Yo Han yang di tandatangani oleh para pasien.
Yi Moon melihat semua petisi tersebut. Joo Kyung tersenyum menatap mereka, sepertinya dia senang dan setuju dengan yang Yoo Joon dkk lakukan.
--

Akhirnya, mereka keluar dari ruang rapat. Yoo Joon berterimakasih atas kehadiran Hyung Woo dan semuanya untuk membantu mereka. Hyung Woo dan yang lain menyuruh mereka untuk tidak berterimakasih, mereka memang harus datang untuk Yo Han.
--
Di dalam, rapat masih berlangsung. Joo Kyung memberitahu kalau kata kunci yang paling banyak di cari saat ini adalah “Pusat Medis Hanse”, “Joo Hyung Woo” dan “CIPA”. Dan sentimen publik yang terbentuk adalah “Lee Gi Seok punya penyakit yang sama dengan dokter Cha. Bukankah seharusnya dokter Cha di izinkan merawatnya sampai sembuh?”
Yi Moon jadi galau dengan keputusannya.
--
Rapat sudah usai, tanpa keputusan yang pasti.
Joo Kyung ke ruangan Tae Kyung.  Dia yakin kalau Yi Moon akan memilih untuk mengembalikan dokter Cha, karena Yi Moon adalah orang yang sangat mempedulikan pendapat publik. Tae Kyung tidak bisa berspekulasi dan hanya berkata untuk menunggu saja.
Di saat itu, dia mendapat telepon darurat mengenai Gi Seok.
--
Yoo Joon, Mi Rae dan Si Young berlari panik ke ruang rawat Gi Seok. Si Young meminta ibu Gi Seok untuk menunggu di luar dan tidak masuk ke dalam. Kondisi Gi Seok memburuk.
--
Yo Han baru saja selesai menjalani check-up. Dan dokter bekata kalau Yo Han tidak bereaksi terhadap pengobatan saat ini. Satu-satunya pilihan adalah terapi detak jantung berdosis tinggi. Jika itu makin melemahkan sistem imun Yo Han, tubuh Yo Han mungkin tidak akan bisa menerimanya.

Tentu saja, itu adalah berita buruk bagi Yo Han. Saat itu, dia melihat TV rumah sakit memutar rekaman wawancara Hyung Woo dan para pasien yang lain. Yo Han tersenyum dan tampak tersentuh.
Hal itu, tidak berlangsung lama. Dia mendapat telepon dari Yoo Joon yang memberitahu kalau Gi Seok tidak bisa membuka matanya. Refleks pupil mata lambat. Organ-organ vital stabil. Jadi, dia tidak minum obat, tapi dia mengidap bradikardia. Dan tekanan darahnya naik. Sepertinya, tekanan otak Gi Seok meningkat.
“Naikkan napasnya dan beri dia dia mannitol (Mannitol mengurangi tekanan otak). Aku akan segera datang,” perintah Yo Han.
Dengan cepat, Yo Han berlari dan naik ke taksi. Dia segera menuju Pusat Medis Hanse.
--
Yoo Joon, Mi Rae dan Si Young melakukan yang Yo Han perintahkan dan terus mengecheck kondisi Gi Seok.
Yo Han terjebak macet. Dia menelpon Yoo Joon dan Yoo Joon memberitahu kalau pupil Gi Seok melebar (pupil full dilatation = tanda kerusakan otak).
“Hancurkan absesnya atau dia akan kehilangan otaknya. Hubungi Bedah Saraf dan pesan ruang operasi. Selain itu, dapatkan izin ibunya,” perintah Yo Han.
--
Ibu Gi Seok sangat cemas.
Di dalam sudah ada dokter bedah syaraf yang memberitahu kondisi otak Gi Seok : “Kita bisa memasukkan selang untuk mengeluarkan abses dan mengurangi tekanan. Tapi nanahnya menyebar ke seluruh otak, dan kita tidak bisa mendapatkan semuanya. Batang otak terlalu berisiko untuk disentuh. Kita tidak bisa menjamin otaknya akan berfungsi penuh setelah operasi.”
“Kita tidak bisa mengendalikan tekanan hanya dengan obat. Operasi adalah satu-satunya pilihan,” ujar Yoo Joon.
Mi Rae dan Si Young menemui ibu Gi Seok, menjelaskan kondisi Gi Seok. Ibu bertanya, apakah operasi akan membuat Gi Seok lebih baik?
“Dia memiliki masalah saraf yang serius. Mengenai dia akan kembali menjadi Gi Seok yang kamu kenal, kami tidak bisa memastikannya. Jika tidak dioperasi sekarang, dia mungkin akan mengalami mati otak.”
--
Yo Han tiba di rumah sakit. Dia segera berlari dengan kencang menuju ruang rawat Gi Seok. Tae Kyung yang sudah menerima laporan juga bergegas ke sana.

Yo Han sudah bertukar baju operasi. Tapi, saat dia melihat daftar ruang operasi, tidak ada ruangan yang di sediakan untuknya. Yo Han bertanya, kenapa masih tidak di sediakan ruang operasi?  Heo Jun menjelaskan kalau departemen masih membahasnya.
Yo Han langsung lari ke ruang rawat. Begitu melihat ibu Gi Seok, dia langsung tanya, apakah ibu sudah menandatangani formulir-nya? Ibu Gi Seok mengiyakan. Yo Han berkata kalau Gi Seok akan segera di operasi sekarang.
Yo Han menyuruh semua bersiap. Yoo Joon berkata kalau resiko operasi sangat tinggi, Yo Han harus berpikir rasional tentang seberapa berbahayanya dan kemungkinan Gi Seok akan pulih. Yo Han sudah emosi dan berkata kalau tanpa operasi, Gi Seok akan mati.
Tae Kyung tiba. Yo Han memberitahu kondisi Gi Seok.
“Aku melihat grafiknya. Kamu tahu dia mungkin tidak pulih dari operasi,” ujar Tae Kyung.
“Jika tidak dioperasi, bukan hanya mungkin, dia tidak akan pulih sama sekali.”
“Meskipun pulih, dia tidak akan kembali normal. Dalam skenario terburuk, dia harus menjalani sisa hidupnya dalam kondisi seperti itu.”
Yo Han mengabaikannya. Dia menentang Tae Kyung.
“Kamu mungkin bisa menimbulkan lebih banyak rasa sakit,” teriak Tae Kyung. “Kamu sungguh melakukan ini kepada pasien? Apakah ini sungguh konsisten dengan penilaian yang kamu buat sejauh ini sebagai dokter?”
“Minggir. Walinya memberikan persetujuan. Jadi, minggirlah!” Yo Han tetap bersikeras.

Dan pada akhirnya, Gi Seok di bawa ke ruang operasi. Tapi, kondisi Gi Seok benar-benar buruk. Bahkan dalam perjalanan menuju ruang operasi, kondisi Gi Seok terus memburuk. Yo Han sampai melakukan CPR di atas ranjang yang di dorong oleh yang lain sepanjang jalan koridor menuju ruang operasi.
Mereka tiba di dalam ruang operasi. Ibu Gi Seok menangis histeris dan cemas mengenai kondisi putranya.
Operasi sudah mau di mulai. Yo Han masih terus melakukan CPR selama alat-alat operasi di pasang.
Saat itu, soerang suster masuk dan memberitahu kalau wali pasien ingin bicara dengan Si Young. Si Young pun keluar menemui ibu Gi Seok.
“Dokter,” tangis ibu Gi Seok, menggenggam tangan Si Young.
Yo Han masih terus melakukan CPR sambil terus bergumam meminta Gi Seok bertahan dan terus hidup. Si Young masuk kembali ke ruang operasi. Matanya nanar.

“Dokter Cha. Berhenti. Ibu Gi Seok mau kamu berhenti. Dia tidak mau Gi Seok di operasi,” beritahu Si Young.
Walau begitu, walau sudah kehabisan tenaga, Yo Han terus melakukan CPR. Dia terus bergumam, memohon Gi Seok untuk hidup. Dia terus teringat senyum Gi Seok. Dia terus teringat janji-nya pada Gi Seok, untuk menyembuhkan penyakit Gi Seok.
Dan pada akhirnya…. Garis lurus. Gi Seok telah pergi.
“Relakan dia pergi,” mohon Si Young.


Yo Han melepaskan tangannya dari tubuh Gi Seok. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia tidak bisa menyelamatkan pasiennya. Duka menyelimuti Yo Han. Dan semua yang ada di sana, dapat merasakan duka yang Yo Han rasakan.

1 comment: