Saturday, September 14, 2019

Sinopsis K- Drama : Love Alarm Episode 4 - part 2

0 comments

Sinopsis K- Drama : Love Alarm Episode 4 – part 2
Network : TvN dan Netflix
Hye Yeong menanyakan, apakah Sun Oh tidak akan pergi ke pulau jeju. Dan Sun Oh mengiyakan, karena palingan disana dia hanya berfoto dan minum- minum saja. Hye Yeong berkomentar kalau Ny. Jeong pasti berpikir Sun Oh akan pergi ke sana. Dan Sun Oh menjawab kalau itu tanda nya, Ibunya tidak mengenal nya dengan baik.

Tepat disaat itu, Hye Yeong serta Sun Oh mendengar dua orang murid yang sedang menggosipkan tentang betapa rendah nya Jo Jo. Mendengar itu, Sun Oh pun langsung menghampiri mereka berdua.
“Bilang apa soal Jo Jo? Jo Jo kenapa?” tanya Sun Oh, tegas.
“Sebab Gul Mi ..”
Tanpa perlu dua orang tersebut menjawab, Sun Oh sudah bisa menebak apa yang terjadi. Dan dengan kesal dia pun mengumpat, dan segera pergi untuk mencari Gul Mi.


Dikantin. Jo Jo duduk tepat di depan Jang Go. Dia meminta maaf, sebab tidak ada bercerita. Dan Jang Go membalas bahwa dia tidak marah, hanya saja dia tidak menyukai Jo Jo, kemudian dia membahas tentang makanan Jo Jo yang dibayari oleh Sun Oh.

Kemudian Ji Yeon datang untuk membahas itu, tapi dia langsung diam saat melihat Jo Jo. Dengan pelan, dia bertanya, apakah Jang Go sudah berbaikan dengan Jo Jo. Dan Jang Go langsung menjawab tidak.

“Sun Oh kenapa?” tanya Jo Jo, penasaran. “Kamu membicarakan Sun Oh?” jelas Jo Jo.
“Dia pergi bersama Gul Mi. Tampak sangat serius,” jawab Ji Yeon. Dan mendengar itu, Jo Jo langsung meninggalkan makanannya dan berlari pergi.
Gul Mi membela diri, dia beralasan dia melakukan itu demi Sun Oh supaya Sun Oh sadar. Karena Jo Jo bahkan hanya diam saja, ketika tahu. Itu mengapa menurutnya, orang semacam Jo Jo hanya menjadi benalu bagi mereka saja. Orang  yang selalu serakah. Jadi orang seperti mereka harus waspada.
Mendengar itu, dengan kesal, Sun Oh berbalik untuk pergi. Tapi Gul Mi langsung memeluknya dari belakang. “Sun Oh. Aku menyukaimu. Kulakukan sebab aku menyukai mu,” kata Gul Mi, menyatakan cinta.

Dan Sun Oh melepaskan pelukan Gul Mi. “Hei. Tahu kenapa kamu menyukai ku? Sebab aku kaya, terkenal, dan Ibuku aktris. Kamu berniat memperalatku.
“Bukan begitu, Sun Oh. Aku sungguh ..”


“Peralat aku. Bilang kita dekat. Pajang foto kita di Instagram. Kamu calon idola di MJ, ‘kan? Direkturnya teman Ibuku. Akan kuatur pertemuan. Lakukan yang kamu mau. Namun jangan bilang kita sejenis,” jelas Sun Oh dengan sangat tegas dan serius.
Mendengar itu, Gul Mi menahan tangis nya, karena malu. Kemudian tepat disaat dia mau pergi, Jo Jo datang. Dan dengan kesal, dia pun menabrak bahu Jo Jo dan pergi.

Jo Jo menyuruh Sun Oh untuk melihat nya, tapi Sun Oh tetap menunduk. Dia merasa bersalah, sebab seharusnya dia bertanya dahulu pada Jo Jo, dan dia pun meminta maaf. Mendengar itu, Jo Jo hanya diam. Dan Sun Oh pun memegang tangannya.
“Jangan tinggalkan aku,” pinta Sun Oh.

“Kamu tidak bersalah. Tindakan ku pasti sama,” balas Jo Jo, menghibur Sun Oh. Dia mengelus kepala Sun Oh dengan lembut. “Kamu anak baik. Kenapa kamu begitu manis? Hatiku jadi sakit.”
Hye Yeong memperhatikan itu dari balik tembok.
Para murid bertanya- tanya, kenapa Gul Mi dan Sun Oh bertengkar. Dan jawabannya sudah jelas, itu karena Sun Oh membayarkan makan siang Jo Jo. Sambil tertawa mereka membicarakan betapa gilanya hal itu.

Tepat disaat itu, Love Alarm berbunyi, dan setiap orang pun langsung memeriksa hp masing- masing. Dan ternyata yang berbunyi adalah milik Il Sik, menyadari hal tersebut, Jang Go pun langsung menyembunyikan hp nya. Namun Il Sik tetap tahu siapa itu.

Ditempat sepi. Il Sik menanyakan, ada apa dengan Jang Go. Dan Jang Go pura- pura tidak mengerti. Il Sik pun menjelaskan bahwa dia tahu, kalau Jang Go lah yang telah menyembunyikan Love Alarm nya.
“Itu membuatmu marah?” tanya Jang Go.
“Karena itu kamu mengirim foto itu? Untuk memisahkan ku dan Jo Jo?”

“Sudah ku bilang. Itu karena Jo Jo berkhianat,” jawab Jang Go, beralasan.
“Hei. Jangan bunyikan Love Alarmku. Tak bisa kukendalikan,” tegas Il Sik. “Pokoknya, jangan. Sebab aku tak bisa membalas,” jelasnya. Lalu dia pergi.
Dengan sedih, Jang Go pun menangis.


Keluarga Sun Oh makan dengan sikap yang sangat ceria, dan suasana yang sangat hangat di depan kamera TV, kecuali Sun Oh.
Hye Yeong dan Min Jae menonton proses syuting tersebut dari jauh. Dan Hye Yeong menyadari betapa risih nya Sun Oh makan disana, diantara kedua orang tuanya sendiri.


Didapur. Hye Yeong makan bersama dengan Ibu nya. Dengan perhatian, ketika melihat tangan Hye Yeong terluka, Ibu langsung menyuruh nya untuk merawat luka tersebut dengan baik. Dan Hye Yeong berjanji akan memakai obat nanti. Kemudian mereka berdua pun mulai makan.
“Hye Yeong. Jika sakit, katakan saja pada Ibu,” jelas Ibu, masih cemas. Dan Hye Yeong tersenyum mengiyakan.

Reporter mengatakan bahwa dia tidak menyangka kalau Ny. Jeong mengambil cuti saat sedang berada di puncak karier. Dan Ny. Jeong menjawab bahwa itu karena dia tidak mau melewatkan moment pertumbuhan putranya. Dia mengatakan itu sambil memegang tangan Sun Oh, dan Sun Oh langsung menepis nya.
Suasana pun mendadak menjadi canggung. Dan Ny. Jeong dengan ramah, meminta para wartawan untuk istirahat sepuluh menit. Lalu tanpa mengatakan apapun, Sun Oh pun langsung pergi dari sana.
Ny. Jeong menyusul Sun Oh yang masuk ke dalam kamar, dia menyuruh Sun Oh untuk jangan membuat masalah. Dan Sun Oh bertanya, apa lagi yang Ibu nya mau.
“Kenapa kamu terus begini?” tanya Ny. Jeong.

“Mau ku beberkan ke mereka? Boleh? Ini akan disiarkan. Mau kuceritakan yang ku ingat? Ibu menganggapku menjengkelkan. Pengganggu yang perlu di singkirkan,”  jelas Sun Oh. Dan Ny. Jeong teringat pada sikap nya dulu pada Sun Oh.
Ny. Jeong bertanya, kenapa Sun Oh tidak bilang, kepadahal dia kira Sun Oh tidak ingat. Dan Sun Oh menjawab, kalau itu hanya harapa Ny. Jeong saja.
“Jangan bersikap kekanak- kanakan,” bujuk Ny. Jeong dengan lembut. Dan Sun Oh langsung menepis tangannya.
“Ayo pura- pura jadi keluarga bahagia. Jangan minta lebih,” tegas Sun Oh.

Ny. Jeong tampak terluka mendengar itu, tapi dia mengeraskan hati nya. Dia mengiyakan, dan menyuruh Sun Oh untuk berakting dengan benar. Dan Sun Oh bertanya, apakah Ny. Jeong tidak bisa meminta maaf, padahal dia hanya memerlukan itu.
Mendengar itu, Ny. Jeong diam, tidak bisa mengatakan maaf.
Setelah syuting selesai, Hye Yeong masuk ke dalam kamar Sun Oh. Tapi Sun Oh tidak berada disana.

Sun Oh pergi ke supermarket, tempat Jo Jo bekerja. Tapi sayangnya, Jo Jo tidak ada disana. Melainkan Bibi nya.
Di telpon. Gul Mi menceritakan tentang Sun Oh kepada teman- temannya. Dia menyuruh temannya untuk membuat laporan palsu bahwa Sun Oh mendorong nya hingga terluka. Mendengar itu, Jo Jo langsung mengambil hp Gul Mi dan mematikannya.

“Jangan usik Sun Oh. Ganggu aku, jangan dia,” kata Jo Jo, tegas.
“Kalian berdua..” keluh nya. “Aku harus menurutimu? Sun Oh sangat mengasihani mu. Bukankah bagus? Ini peluang mu untuk minta segalanya. Makanan, barang, kegiatan .. Minta semua!” bentak Gul Mi sambil mendorong bahu Jo Jo menggunakan remote TV.
Tapi walaupun di begitukan, Jo Jo tetap berusaha bersabar. “Dia tidak mengasihaniku. Dia hanya ingin membantuku. Kamu tidak tahu rasanya.”
Gul Mi merasa kesal kepada Jo Jo. Dia menyuruh Jo Jo untuk sadar diri, karena ketika Sun Oh tahu jadi diri Jo Jo yang sebenarnya, Sun Oh pasti akan meninggalkan Jo Jo. Mendengar itu, Jo Jo merasa sakit, dan bertanya, apa salah nya.

“Kesalahan siapa lagi? Kamu pikir kenapa Ibumu berutang? Demi membesarkanmu. Semua gara-garamu. Maka kamu tidak boleh mengencani Sun Oh, tak boleh makan makanan Ibuku, tak boleh ikut wisata sekolah! Paham?” teriak Gul Mi, mengancam.
Dan Jo Jo pun mengabaikannya, dia memilih untuk masuk ke dalam kamar saja. Tapi Gul Mi malah melemparkan remote TV padanya.

Jo Jo memungut remote TV tersebut dan berjalan mendekati Gul Mi. Sialnya, tepat disaat itu, Bibi kembali. Dan Gul Mi pun langsung merengek kepada Ibunya.
“Kamu sungguh menakutkan. Pura- pura baik didepanku, tapi memukul Gul Mi dibelakangku,” kata Bibi dengan sinis.
“Bukan begitu,” kata Jo Jo, ingin menjelaskan.

Bibi tidak mau mendengarkan penjelasan Jo Jo. Dia dengan sinis langsung menuduh kalau Jo Jo bermuka dua sama seperti Ibu Jo Jo. Berpura- pura semua beres, tapi lalu meninggalkan semua hutang kepadanya.
“Bibi. Ibuku tetap saudarimu,” kata Jo Jo, menangis.
“Tepat sekali! Dia saudariku. Karena itu kubiarkan kamu tinggal disini,” teriak Bibi.
“Aku.. aku harus bagaimana lagi?”
“Jika merasa ditindas, pergilah. Keluar!” usir Bibi.

Jo Jo pergi dari rumah. Dia berjalan tanpa tujuan sambil menangis.

Jo Jo berlari di taman yang luas. Menuju ke sebuah jalan besar. Kemudian dia terus berjalan sendirian tanpa tujuan yang jelas.
Jo Jo berjalan dengan cepat menyebrangin jalan.
Jo Jo pergi ke tempat kenangannya bersama Ibu.
Jo Jo berhenti berjalan. Dia tampak kelelahan. Jo Jo merasa sesak. Dan kesulitan untuk bernafas. Lalu sebuah motor yang menyebarkan pamflet lewat di samping Jo Jo.

Asap memenuhi ruangan. Jo Jo membuka plastik yang menutupi jendela.
Jo Jo berdiri dan menatap ke depan.

Jo Jo berjalan sambil menangis. Tubuhnya tampak berantakan dan kotor. Lalu kemudian dia sampai disebuah rumah, “Nenek. Nenek,” panggilnya.
Jo Jo menatap orang yang berada di depannya. Sun Oh datang berjalan ke arah nya, dan tersenyum kepada nya. Melihat itu, Jo Jo tersenyum.
Episode 4 : Perasaan terindah di dunia adalah mengetahui ada seseorang di sisiku
Love Alarm membuktikan kamu sungguh menyukai orang itu

No comments:

Post a Comment