Wednesday, October 9, 2019

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 39

5 comments

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 39
Images by : Dragon TV / ZJTV / iQiyi
Shangyan bicara dengan 97, Grunt, One, Buff dan Demo. Belum mengatakan apapun, One sudah meminta maaf karena peringkatnya paling bawah jika di bandingkan dengan yang lain. Bahkan tanpa di suruh, One langsung berkata akan merenung di ruang refleksi selama 2 jam. Dia akan berusaha keras untuk mengejar ketertinggalannya.

Semua tentu sedih melihat One yang tampak frustasi pada dirinya sendiri.
Hal yang paling di khawatirkan akhirnya terjadi. Tidak setiap orang bisa menjaga mindset yang di keadaan paling prima. Bahkan jika satu orang tidak melakukannya dengan baik, seluruh team akan ikut bersedih. Tidak ada satupun anggota K&K yang akan merasa senang dengan hal ini. Semakin dekat pertandingan, semua masalah dan kesulitan harus di lalui. Yang akan di hadapi selanjutnya adalah bagian yang paling sulit.
--

Latihan kembali di lakukan. Shangyan melihatnya dari atas. Tong Nian juga ada di sana dan menawarkan makanan untuk Shangyan. Shangyan menolak karena dia merasa tidak selera makan. Peringkat terbaru sudah keluar. Tong Nian bisa merasakan kesulitan yang Shangyan rasakan karena harus melakukan perubahan anggota dalam team utama. Semua juga pasti sama merasa sulitnya karena harus bersiap untuk eliminasi.
Shangyan melihat jam-nya dan sudah hampir waktunya dia memberi pengumuman. Tong Nian langsung berkata kalau dia akan melihat dari ruang broadcast dan tidak akan mengganggu.


Shangyan mengumpulkan semuanya dan menunjukkan skor penilaian mereka selama 2 minggu ini yang telah di lakukannya. Dan hasil itu yang akan menentukan siapa yang akan bergabung dalam team dan ikut bertanding di Kejuaraan Asian. Tapi, dia akan memberikan kesempatan terakhir. Yaitu, membiarkan mereka untuk bertanding. Shangyan akan menguji mereka untuk bertanding melawannya 1 vs 1. Semua awalnya menolak dan protes, tapi akhirnya setuju.
Wu Bai sendiri tidak usah ikut dalam hal itu. Karena Shangyan sudah mengatakan kalau Wu Bai adalah peringkat 1. Wu Bai pamit pergi agar tidak mengganggu pertandingan mereka.
Shangyan vs Grunt = Shangyan
Shangyan vs 97 = Shangyan
Shangyan vs Buff = Shangyan (pertandingan mereka cukup sengit)
Shangyan vs One = Shangyan
Shangyan vs Demo = Shangyan
Dan dari semua pertandingan yang telah di lakukan dan penilaian, maka yang terpilih untuk masuk dalam team utama adalah : 97, Buff, DT, Grunt dan Demo.
One jelas kecewa karena dia keluar dari team. Dia tidak sanggup mengucapkan selamat pada yang lain dan pergi ke atas. Semua anggota merasa tidak enak dan tidak bisa tertawa dengan hasil itu. Ibu One juga sedih melihat anaknya.
Xiaomi menghampiri One. One melampiaskan emosinya dengan memukul samsak dan berkata kalau dia tidak apa-apa. Bagaimanapun, dia tahu kalau ini semua adalah demi team. Xiaomi tahu sebenarnya bagaimana perasaan One, karena dia pernah mengalaminya juga.
Saat itu, Shangyan datang. Berbeda dengan Xiaomi yang menenangkan dengan kata-kata lembut, Shangyan langsung tanya apakah One akan menyerah dan berhenti? One tentu saja menjawab tidak. Shangyan berkata kalau dia yakin One akan bisa melaluinya. One masih berusia 20 tahun. Dia bisa terus berusaha dan bermain terus sama seperti Buff hingga usia 30 tahun. Dalam setahun, selalu ada 4 kompetisi besar, yang artinya ada 4 kejuaraan internasional. 11 tahun (maksudnya sampai usia One 30 tahun sama seperti Buff) berarti akan ada 44 kompetisi internasional menanti One. Jadi, apa masalahnya hanya kehilangan satu kesempatan bermain tahun ini? Buff hanya mampu bermain maksimal 2 tahun lagi dan akhirnya akan pensiun. Hingga saat itu, One harus berusaha keras dan tidak boleh kalah sama pemain baru. Dia akan mengawasi One dengan ketat.
One kembali bersemangat. Dia berkata kalau 1 tahun sudah cukup untuknya merebut kembali posisinya. Dia pasti bisa!
Tong Nian kebetulan datang dan melihat pembicaraan Shangyan dengan One. Setelah One dan Xiaomi pergi, Tong Nian langsung memuji Shangyan. Ucapan Shangyan tadi seperti mencuci otaknya. Begitu dia mendengarnya, dia langsung setuju dengan ucapan Shangyan. Shangyan merendah dengan berkata kalau Tong Nian belum pernah melihat kemampuan Ai Qing dalam membujuk.
Tong Nian dengan serius berkata kalau dia tahu sedari awal, Shangyan pasti sudah memutuskan siapa saja anggotanya kan. Dan untuk pemain pengganti, Shangyan harus memilih harus melepas One atau Demo. Tapi, kenapa Shangyan harus mengadakan kompetisi?
“Apa yang paling penting bukanlah berbicara langsung pada mereka, tapi membuat mereka mengerti. Mereka semua mengerti mengenai CTF. Dan pertandingan langsung seperti tadi, lebih baik daripada hanya melihat rangking,” jelas Shangyan.
Saat itu, para anggota K&K di bawah berteriak memberitahu kalau barang pesanan Tong Nian sudah tiba. Shangyan bingung dan bertanya Tong Nian membelikan apa? Tong Nian memberitahu kalau dia membelikan mesin kopi untuk K&K dan harganya sangat mahal. Shangyan tambah bingung, ngapain Tong Nian membelikan mereka mesin kopi padahal mereka kan sudah ada? Tong Nian dengan ceria berkata kalau mesin kopinya itu lebih baik.
Tong Nian turun dan membongkar kotak mesin kopi itu. Semua langsung bersorak kagum melihat mesin kopi yang sangat canggih itu. Dan tambah kagum saat tahu Tong Nian membeli mesin itu dengan uangnya sendiri.
Saat semua sudah bubar, diam-diam, Shangyan memperhatikan mesin itu dan tampak terkesima. Tapi, dia sama sekali tidak tahu cara menggunakannya.
--

Tong Nian mulai menata mesin kopinya. Shangyan memperhatikannya. Tong Nian meminta Shangyan untuk membantunya menggiling biji kopi. Dengan nurut, Shangyan melakukannya. Diam-diam, para anggota K&K memperhatikan mereka dari belakang sambil senyam senyum.
Tong Nian mulai menunjukkan kecanggihan mesin kopinya dan cara menggunakannya. Shangyan memperhatikan dengan seksama, tapi tetap saja tidak ngerti. Kopi sudah selesai dan sentuhan terakhirnya adalah, Tong Nian membuat latte art. Demo yang melihat itu, langsung meminta kopi yang di buat Tong Nian itu. Dia memuji latte art Tong Nian yang sangat bagus.
Melihat itu, Shangyan nampak cemburu dan bertanya kenapa Tong Nian memberikan kopi itu pada Demo? Tong Nian membalas kalau Shangyan kan tidak bilang mau, jadi karena Demo mau, ya dia berikan saja pada Demo.

Shangyan langsung duduk dengan kesal. Eh, anggota K&K langsung mengerumuni Tong Nian dan meminta di bawakan latte art juga. Shangyan hanya bisa menatap dengan jengkel. Buff dan Xiaomi yang melihat itu, langsung senyum karena Shangyan jelas cemburu tapi pura-pura tidak peduli.
Akhirnya, Tong Nian selesai membuatkan latte art untuk para anggota K&K. Dia kemudian menghampiri Shangyan dan bertanya apakah Shangyan juga mau segelas latte art? Shangyan sok jual mahal menjawab kalau Tong Nian tidak merasa lelah, buatkan satu untuknya. Tong Nian tersenyum lebar dan membuatkan Shangyan.

Tong Nian membuatkan latte art  untuk Tong Nian dengan motif wajah babi. Maksudnya, Tong Nian adalah untuk menggoda Shangyan yang wajahnya begitu. Tapi, malah Shangyan yang menggoda dengan memanggil latte art itu dengan nama Tong Nian. Mereka jadi saling bercanda.
Mereka tidak tahu, kalau anggota K&K menggosipi mereka. Mereka mengira kalau Tong Nian membelikan mesin kopi untuk menyatakan perasaan pada Shangyan.
--
Pertandingan semifinal untuk Kejuaraan Asia CTF sudah mulai di adakan. MC acara mengumukan jadwal pertandingan dan lawan masing-masing team. Babak bertama adalah SP vs KK, dan team lainnya adalah VIPO (Australia) vs GEAR (Thailand).
Tentu saja pertandingan antara SP vs KK adalah yang paling di nanti fans CTF China.
--

Solo mengantar Xiao Ai ke Norway. Selama di pesawat, Xiao Ai terus saja diam dan mengabaikan Solo. Solo bertanya, apakah Xiao Ai marah karena dia menyalahkannya karena mengirim Xiao Ai ke Norway untuk Su Cheng? Xiao Ai langsung meluruskan kalau dia yang ingin mencari Su Cheng, bukan Solo yang memberikannya pada Su Cheng.
Xiao Ai kesal karena pertandingan semi final untuk regional China sudah di mulai dan Solo pasti sangat sibuk. Tapi, kenapa malah mengantarkannya untuk bertemu Su Cheng? Dia kesal karena Solo selalu memprioritaskan orang lain terlebih dahulu di banding dirinya sendiri.
“Sudah bertahun-tahun dan aku tidak menyadari kalau kau sudah besar. Kau bahkan tahu bagaimana menjaga orang lain. Mungkin, suatu hari, kau akan menjadi sangat dewasa dan mampu mengurus dirimu sendiri dan diam-diam mencari pacar. Lalu, serius mencintai orang itu. Kau dan dia saling bergandengan tangan memasuki gereja. Kau tahu, ini adalah hal paling membahagiakan di hidup ayah. Ayah berharap setiap orang yang ayah cintai dapat bahagia, sangat bahagia.”
Mendengar ucapan Solo, Xiao Ai langsung memeluk lengannya. “Aku tidak mau dewasa. Aku tidak ingin mencari Ibu.”
“Waktu tidak mengenal maaf. Waktu tidak pernah menunggu siapapun. Pergi dan temani ibumu. Dia lebih membutuhkanmu. Belajar yang baik di sana. Setelah kompetisi, aku akan menemuimu.”
“Ayah, janji padaku. Kau harus mengalahkan K&K dan menjadi Juara.”
“Kau ingin menyulitkan Paman Han (Shangyan)?”
“Bukan. Aku hanya berharap ayah bisa menjadi juara. Ayah adalah ayah terbaik di dunia. Ayah adalah peringkat pertama. Ayah bisa mengatasi segalanya dan memenangkan apapun dalam situasi apapun.”
Solo terharu mendengar ucapan Xiao Ai padanya. Dia teringat saat  Xiao Ai masih kecil. Saat itu, dia kesulitan menjaga Xiao Ai. Saat itu, Xiao Ai menolak makan dan hanya ingin mencari ibunya. Saat masih kecil, Xiao Ai selalu berkata merindukan ibunya.
Dan sekarang, Xiao Ai sudah besar. Di banding merindukan ibunya, dia lebih mempedulikan dan mencintai ayahnya yang telah merelakan segalanya demi membesarkannya.
--
97 mengajak Shangyan untuk makan bersama, tapi Shangyan menolak. Jadinya, 97 mengira Shangyan khawatir mengenai pertandingan mereka dengan SP. 97 bahkan menyakinkan kalau mereka pasti bisa mengalahkan SP. Shangyan langsung menatap tajam 97 dan bertanya balik, siapa yang bilang dia khawatir melawan SP? 97 langsung mengalihkan dengan bermain-main dengan kucing Shangyan.
Saat itu, Xiaomi datang dan mengajak Shangyan makan. 97 langsung memberitahu kalau Shangyan tidak mau makan. Shangyan dengan kesal menegur mereka yang masuk satu persatu dan mengajaknya makan.
Xiaomi memberi tanda pada 97 untuk keluar. Setelah 97 keluar, Xiaomi bicara serius dengan Shangyan. Cepat atau lambat, mereka harus menghadapinya untuk melawan SP. Shangyan menjawab kalau dia hanya tidak menyangka kalau akan secepat ini. Dia mengira akan bertemu di final, jadi posisi pertama dan kedua adalah antara K&K atau SP.
--

Di kantor SP,
Solo juga sudah kembali dari mengantar Xiao Ai ke Norway. Dan sama seperti Shangyan, dia juga tidak menyangka kalau team SP akan bertanding melawan team K&K di semifinal ini. Ai Qing membenarkan. Jika saja mereka bertemu di final, maka peringkat pertama dan kedua pasti adalah team China.
Saat itu, Nana meminta waktu Solo untuk bicara berdua. Mereka mendapat telepon dari Kepala Pusat. Kepala Pusat berkata kalau Solo adalah kapten terhebat bukan? Jika nantinya team SP sampai kalah, maka Solo bukanlah kapten terbaik. Dengan kata lain, jika hal itu terjadi, mereka akan menggantikan posisi Solo dengan orang lain untuk memimpin team China.
Entah apa respon Solo, karena tidak di perlihatkan.
--
Hari H, Semifinal Asia-Pacific
Tong Nian dan Yaya jelas datang untuk mendukung team SP. Tong Nian bahkan memakai seragam KK. Dan mereka juga menyiapkan balon sorak. Mereka bersiap di kamar mandi sambil melatih yel-yel mereka nantinya di arena.
Saat itu, mereka malah bertemu dua pendukung team SP. Mereka memuji Solo yang sangat hebat. Dan saat melihat Yaya serta Tong Nian, mereka malah dengan sengaja berteriak keras menyoraki nama SP. Yaya dan Tong Nian tidak mau kalah dan membalas dengan yel-yel mereka.
“Ku katakan pada kalian. Jika SP kalah hari ini, maka aku akan memakan balon sorak kalian itu, okay?! Terimakasih,” teriak pendukung team SP dan langsung keluar.
Setelah mereka keluar, Tong Nian langsung meminta lipstick Yaya.
Apa yang mereka lakukan?

Mereka mencoret kedua pipi mereka dengan tulisan KK sama seperti para pendukung SP tadi. Meihat itu, Xiaomi tertawa paling keras. Yaya menjelaskan kalau ini semua ide Tong Nian. Dia di paksa melakukannya di kamar mandi tadi. Shangyan juga tampak berusaha menahan tawa.
Xiaomi berkata kalau mereka sudah merasa sangat berterimakasih karena Yaya dan Tong Nian sudah mau datang mendukung mereka. Dia memberikan mereka tissue untuk menghapus lipstick itu. Bagaimana kalau mereka nanti alergi?
Tong Nian tidak mau. Jadi, Yaya juga menolak. Dia berkata kalau lipstick-nya sangat mahal, jadi tidak akan membuat alergi. Tong Nian bahkan memamerkan pada Shangyan kalau dia sudah tampak seperti fans garis keras KK kan? Shangyan hanya menjawab kalau terserah saja Tong Nian ingin melakukan apa.
Shangyan kemudian bertanya, apakah Tong Nian akan menonton di tempat berdiri dan bukannya di kursi VIP? Tong Nian membenarkan, karena atmosfer di sana bagus. Shangyan membelai rambut Tong Nian dan berkata selama Tong Nian senang. Semua anggota langsung menyoraki mereka.
97 tiba-tiba bertanya, kalau mereka menang, Tong Nain akan mentraktir mereka apa? Tong Nian dnegan pede berkata kalau mereka menang, dia akan membelikan mereka makanan apapun yang mereka inginkan. Tong Nian bahkan menunjukkan kartu ATM-nya yang berisi tabungannya selama 6 tahun. Semua langsung bersorak.
Untuk menambah semangat mereka, untuk pertama kalinya, Shangyan mau ikut bergabung dengan mereka menyatukan jari telunjuk sebagai yel mereka.
--
Pertandingan di mulai,
Shangyan dan Solo saling bertemu. Tidak seperti sebelumnya, mereka saling bersalaman sebagai tanda saling mendukung. Usai bersalaman, Shangyan melihat sekeliling arena, mencari dimana posisi Tong Nian. Setelah tahu, dia tersenyum lebar.
MC mengumumkan kalau setengah jam lalu, pertandingan antara VIPO vs GEAR sudah selesai dan di menangkan oleh VIPO (Australia). Dan sekarang saatnya melihat team mana yang akan mewakili China, SP atau KK.
Tidak hanya Yaya dan Tong Nian yang semangat nonton. Suami Lan Mei juga semangat. Saking semangatnya, dia sampai rela datang dengan sepeda ke gedung arena usai menemui clien-nya.
Pertandingan SP dan KK berlangsung dengan sangat sengit.
Dan pemenangnya adalah….
KK!
Suami Lan Mei yang tiba terlambat, hanya melihat pemenangnya saja. Dan walau begitu, dia tetap bersorak girang saat tahu KK yang menang!

Walau kalah, SP tetap memberikan selamat kepada team KK. Mereka bahkan menyemangati KK untuk berjuang di final nanti. Wu Bai juga berkata agar mereka tetap berusaha dan mari bertemu di kompetisi Kejuaraan Dunia!
--
Team KK keluar arena dan berjumpa dengan team VIPO. Mereka saling mengintimidasi karena akan bertemu di final. Dan ternyata, dulu sekali Shangyan pernah melawan pendiri team VIPO lebih dari sepuluh tahun yang lalu dan menang. Jadi, Shangyan memperingati anggota KK jangan sampai kalah.
--


Yaya menginap di rumah Tong Nian. Dan Tong Nian malah sibuk melihat horoskop para anggota KK untuk melihat peruntungan mereka. Dia sedikit cemas karena peruntungan mereka kurang baik. Tidak puas, dia malah ingin mencoba meramal menggunakan kartu tarot. Sayangnya, kartu tarot-nya tidak di temukan.
Yaya menyuruh Tong Nian untuk tidak khawatir. Mereka harus percaya. Dia lebih mengkhawatirkan SP. Besok SP akan bertanding melawan team GEAR, dan jika sampai kalah, maka mereka tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kejuaraan Dunia.
Mereka berdua malah saling galau.

Hallo!!! Go Go Squid tamat dengan 41 Episode. Tidak terasa tinggal 2 Episode lagi yang harus ku tulis!!! Aku usahakan akan selesaikan dalam minggu ini. Mohon maaf ya karena sinopsis belakangan ini lama keluarnya.
Thank u karena sudah membaca di blog ini.
Regards,

Chunov 😊


5 comments: