Sunday, October 27, 2019

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 09

0 comments

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 09
Images by : Youku
Ruining sangat kesal melihat Ye Miao yang pergi bersama Shen Zhen tapi tidak mau memberitahunya untuk apa. Saking kesalnya, Ruining sampai menendang tangga dan tidak jadi mengambil buku.
--


Ye Lin sedang berada di studio-nya dan sedang sangat serius memperbaiki lukisan antik. Fang Yuan datang menemuinya. Dia sok perhatian dengan Ye Lin yang tampak lelah dan berkeringat. Fang Yuan bahkan memberikan kipas angin mini portable untuk Ye Lin gunakan saat nanti Ye Lin istirahat. Melihat kipas itu, wajah Ye Lin tampak berbeda tapi tetap berusaha tersenyum. Ye Lin kemudian fokus kembali bekerja dan mengabaikan Fang Yuan.

Fang Yuan dengan takut-takut memberitahu kalau dia memiliki alasan menemui Ye Lin sekarang. Tapi, dia bingung, haruskah mengatakannya atau tidak pada Ye Lin. Ye Lin tidak peduli dan menyuruh Fang Yuan untuk pergi saja jika meragu. Fang Yuan langsung mengubah perkatannya kalau dia ingin memberitahu Ye Lin, tapi dia takut kalau Ye Lin akan marah setelah mendengar perkatannya. Ye Lin menjawab dengan dingin kalau begitu Fang Yuan tidak usah mengatakannya padanya.
Fang Yuan malah ngotot bilang kalau tidak cerita pada Ye Lin, dia bisa merasa bersalah. Ye Lin menyuruhnya untuk tidak usah merasa bersalah. Dan akhirnya, Fang Yuan malah mau cerita (uuuu…. Padahal sok ragu mau cerita, tapi pas di suruh jangan cerita malah pengen cerita).
“Jika aku tidak memberitahumu, aku takut ada seseorang yang akan menggosipkanku,” ujar Fang Yuan. “Mereka akan bilang kalau aku memperlakukan Ye Miao dengan buruk.”
(Jelas yang di maksud oleh Fang Yuan adalah Ruining. Dia takut kalau Ruining mengadu pada Ye Lin, dan membuat Ye Lin marah padanya).
Fang Yuan kemudian membahas mengenai gosip Ye Miao itu (yang di bilang gay dengan Chen Mo). Dia yakin kalau Ye Miao bukan orang seperti itu, akan tetapi, banyak sekali gosip yang bisa di salah artikan jika di dengar. Sebelum Fang Yuan menyelesaikan ucapannya, Ye Lin langsung menegaskan kalau Ye Miao bukan orang seperti itu. Semua yang Fang Yuan katakan hanyalah rumor. Dan kenapa harus di sebarkan?
“Aku tidak menyebarkannya. Aku hanya takut seseorang akan membicarakan mengenai itu, atau seseorang akan mengatakan kalau aku yang menyebarkan,” ujar Fang Yuan.
“Fang Yuan. Itu yang semua orang katakan dan itulah bagaimana rumor mulai menyebar. Jadi, hentikan di sini. Okay? Juga, aku tidak merasa ini cukup penting hingga kau harus datang kemari dan mengklarifikasi-nya padaku. Pertama, aku adalah saudara Ye Miao, jadi aku mengenalnya jauh lebih baik dari siapapun. Kedua, jika seseorang benar-benar datang kemari untuk menggosipi mengenaimu, apa kau pikir aku tidak mampu untuk menilai yang benar dan salah? Terakhir yang paling penting, persayaratan untuk Ruang Perbaikan sangatlah tinggi. Temperatur ruangan, kelembaban, dan ventilasi, semuanya itu akan memberikan dampak pada perbaikan peninggalan budaya. Kau sudah menjadi senior, dan harusnya tahu mengenai semua ini. Jadi, apa kau pikir kipas angin mini ini, pantas berada di sini?” ujar Ye Lin.
Fang Yuan tampak marah mendengar ucapan Ye Lin. Dia mengambil kembali kipas anginnya dan pergi dari ruangan Ye Lin. Setelah Fang Yuan pergi, Ye Lin kembali fokus memperbaiki lukisan (ini tugas dari Ny. Ning).
--
Ruining dan Huahua makan bersama di kantin. Ruining sudah bercerita mengenai Ye Miao yang pergi bersama Shen Zhen. Huahua sangat antusias. Dia bahkan bertanya, apakah Ruining tidak penasaran dengan apa yang di lakukan Ye Miao dan Shen Zhen? Tanpa ragu, Ruining menjawab kalau dia tiadk penasaran. Mau penasaran juga tidak ada guna-nya. Tidak mungkin kan dia mengikuti mereka.

Huahua merasa sangat aneh. Sejak kapan Ye Miao dan Shen Zhen menjadi dekat sekali? Apa yang sebenarnya Shen Zhen rencanakan? Walau Ruining tidak penasaran, tapi mereka sangat penasaran. Ruining malah seperti memberi petunjuk pada Huahua, seolah berkata kalau penasaran, interogasi saja Chen Mo yang adalah teman sekamar Ye Miao.
--

Chen Mo kembali ke kamar asrama. Dan begitu membuka pintu, dia sudah mencium bau apek. Dia sampai bersin-bersin karena bau itu. Ye Miao ada di dalam ruangan dan memakai masker. Dia tampak sedang melakukan sesuatu di meja. Meja-nya penuh dengan kertas-kertas tua.
--

Ruining menunggu Huahua di café. Dan begitu Huahua datang, Ruining langsung menyapanya dengan semangat. Dia ingin tahu informasi apa yang Huahua berhasil dapatkan dari Chen Mo. Wajah Huahua tampak kesal.
“Xia Ruining. Ye Miao sangat menyebalkan! Dia membeli banyak kertas bekas Xuan dan lukisan dari pasar loak. Dan dia mempelajari picture-mounting di dalam kamar asrama-nya yang membuat Chen Mo-ku tersayang jadi terkena rhinitis. Kau kan tahu kalau Chen Mo mempunyai banyak sekali pekerjaan dan tidak boleh jatuh sakit! Ye Miao menyebalkan!” gerutu Huahua.
Ruining mah tidak peduli dan lebih penasaran kenapa Ye Miao membeli banyak kertas bekas Xuan? Huahua juga tidak tahu alasannya. Dan juga, Ye Miao menyuruh Chen Mo agar tidak memberitahunya. Tapi, untungnya dia pintar membujuk Chen Mo, hingga Chen Mo mau memberitahunya.
Mendengar ucapan Huahua, Ruining mulai membuat kesimpulan. Huahua juga membuat kesimpulannya sendiri, mengira kalau Ye Miao membuat sesuatu untuknya dan sudah lama memperhatikannya (hahahaha ke ge-eran).
Ruining membuat kesimpulan dengan logis. Chen Mo terkena rhinitis karena Ye Miao membeli banyak kertas tua yang lapuk dan mulai mempelajari picture-mounting di kamar asramanya. Kemudian, Ye Miao tidak ingin Lu Huahua tahu mengenai hal itu. Alasannya, karena Huahua adalah sahabatnya, jadi dia tidak ingin kalau Huahua sampai tahu. Dan kesimpulan akhirnya adalah : Ye Miao sedang melakukan picture-mounting tapi tidak ingin dia tahu. Itu artinya, hal yang sedang di lakukan oleh Ye Miao adalah pekerjaan yang tidak boleh dia ketahui. Hmph, dengan semua hal ini, meskipun Ye Miao memperbaiki sesuatu seorang diri, dan hal itu membuatnya malu, tapi dia tetap ingin memperbaikiki, dan hal itu berhubungan dengannya.
Ruining tersenyum senang dengan kesimpulan yang di dapatkannya.
Sementara Huahua malah galau dengan pemikirannya sendiri. Dia mengira Ye Miao menyukainya. Tapi, di hatinya, dia sudah menyukai orang lain dan tidak boleh menyukai orang lain lagi. Ah, inilah resiko menjadi gadis manis yang di sukai banyak orang. Sangat sulit.
--

Esok hari,
Saat pelajaran, Ye Miao tampak tidak fokus. Kenapa? Karena dia mempelajari buku mengenai perbaikan kaligrafi dan lukisan yang harusnya di pelajari di tahun kedua. Ruining melihat buku yang Ye Miao pelajari tersebut dan menyebut Ye Miao bodoh karena mempelajari buku itu sendirian (yang akan sulit di pahami). Tapi, walau di dalam hati, Ruining menyebut Ye Miao bodoh, Ruining tampaknya berniat membantu.
--
Ye Lin menemui Ny. Ning untuk meminta nasehat mengenai perbaikan lukisan yang sedang di lakukannya. Ny. Ning menjelaskan kalau ada beribu cara pandang terhadap dunia dari setiap orang yang berbeda. Dan karena itu, semua tergantung dari cara kita memandang dunia. Termasuk dalam lukisan dimana pemilihan komposisi, angle, dan warna setiap raong berbeda. Dia mungkin bisa mengajarkan beberapa teknik tapi dia tidak bisa membantu Ye Lin untuk melihat dunia yang Ye Lin lihat.
Sedang menjelaskan, mereka malah mendengar suara Ruining. Ruining pulang kemudian hari ini.
--
Ye Lin sedang melanjutkan perbaikian lukisannya di studio Ny. Ning.
Sementara itu, Ruining sedang makan siang dengan sangat lahap. Ny. Ning sampai heran, apa makanan di kantin sangat buruk? Kenapa setiap kali pulang, Ruining selalu terlihat kelaparan? Ruining balas menjawab kalau makanan yang ada di kantin, tidak bisa di bandingkan dengan makanan yang di masak oleh Bibi Cai.
Sambil makan, Ruining tiba-tiba berkata, setelah selesai makan, dia akan membantu Ny. Ning untuk memeriksa hasil pekerjaan Ye Lin dan menilai apakah Ye Lin pantas menjadi murid ibunya atau tidak. Mendengar ucapan Ruining, Ny. Ning langsung mengajukan pertanyaan, apa formula yang di perlukan dari memperbaiki buku antik yang dia ajarkan pada Ruining bulan lalu?
“Tawas, madu, lada, Bletilla…,” jawab Ruining, tapi lupa hal terakhir.
“Dan Cassia,” sambung ibu.
Ruining lanjut makan, tapi kemudian menawarkan diri untuk belajar cara memperbaiki lukisan dari Ny. Ning. Ny. Ning malah balik bertanya, jenis kertas apa yang di gunakan untuk memperbaiki buku antik? Ruining menjawab pertanyaan itu. Tapi, saat dia mau bertanya lagi, Ny. Ning lagi-lagi mengajukan pertanyaan lain.
“Lihat kan? Aku menyuruhmu belajar tentang seni sejak masih kecil, tapi kau menghabiskan waktu untuk bermain-main dan tidak pernah mendengarkan. Sekarang, kau ingin mempelajari perbaikan tulisan? Aku tahu apa yang kau pikirkan. Jangan mengganggu, Ye Lin,” ujar Ny. Ning dan masuk ke dalam kamarnya.
“Ma, aku ingin mempelajari itu bukan karena Ye Lin!” teriak Ruining (tapi, demi Ye Miao).
Dan karena ibunya tidak mau mengajarkan, Ruining memutuskan untuk mempelajari catatan yang ada sendiri.
--

Ye Lin masih sibuk memperbaiki lukisan di ruang kerja Ny. Ning. Diam-diam, Ruining masuk ke sana dan menyapanya. Dia datang ke sana karena ingin melihat catatan ibunya dan dia meminta Ye Lin agar tidak memberitahu ibunya kalau dia masuk ke sini.
“Apa kau membuat masalah lagi? Atau kau merencanakan hal yang nakal lagi?”
“Tidak! Kali ini, aku melakukannya untuk hal baik,” ujar Ruining.

Ruining kemudian mencari catatan ibunya mengenai cara memperbaiki lukisan. Dan kemudian, dia menyalin catatan ibunya ke buku catatannya sendiri. Dia sangat serius. Keseriusannya dalam mencatat menarik perhatian Ye Lin.
Ye Lin secara diam-diam, melukis Ruining.
--

Shen Zhen juga ternyata pulang ke rumah untuk mengambil uang bulanan dari ibunya. Tapi, saat dia menghitung jumlah uang yang di terimanya, ternyata jumlahnya kurang. Uang itu tidak akan cukup baginya sampai minggu depan. Bibi Cai tampak merasa bersalah dan meminta Shen Zhen untuk lebih berhemat lagi. Soalnya nenek di kampung….
“Apa paman menelpon lagi?” potong Shen Zhen, sebelum ibunya selesai bicara. “Nenek sakit lagi? Ma, bisa nggat berhenti di bodohi? Mereka selalu mengatakan nenek sakit.”
“Kali ini beneran. Nenekmu sakit. Ibu tidak bisa mengabaikannya. Dan pamanmu juga bilang, dia pasti akan dapat untung jika dia menjalankan toko dengan baik.”
Shen Zhen semakin kesal karena bibi Cai sangat percaya pada pamannya. Dia menggerutu karena ibunya selalu membantu pamannya, padahal diri sendiri saja pakai obat salep murah untuk mengobati pinggang yang sakit dan dia harus tinggal di rumah orang lain dengan ibu. Makanan dan minuman mereka berasal dari majikan.
“Ini semua salah ibu. Ibu yang tidak berguna. Bagaimana kalau begini saja, ibu akan pinjam uang sama Ny. Ning Mo agar uang untukmu cukup.”
Shen Zhen langsung menghentikan dan menolak. Dia lebih memilih kelaparan daripada meminjam uang pada keluarga Xia (oke, Shen Zhen tampaknya iri pada kehidupan Ruining. Dia malu pada dirinya yang susah dan selalu menyalahkan ibunya atas keadaan hidup mereka, tanpa berusaha membantu ataupun sejenisnya. Dan pada akhirnya, dia yang merasa minder pada Ruining, mengira kalau Ruining selalu merebut apa yang dia inginkan. Ini pendapatku aja ya).
Shen Zhen langsung keluar kamar dengan marah. Shen Zhen hendak ke atap rumah, tapi dia malah tanpa sengaja mendengar pertengkaran Ny. Ning dengan seseorang di telepon.
“Bagaimana bisa kau melakukan ini?! Bisa nggak kau berhenti membahas hal itu?! jangan bilang lagi!” marah Ny. Ning.

Dan saat melihat Shen Zhen yang ternyata ada di sana, Ny. Ning segera menutup jendela kamar dan gorden. Shen Zhen malah semakin kepo dan berusaha mengintip. Dan matanya, terlihat senang karna ada masalah di keluarga Xia.
--
Ruining selesai menyalin catatan ibunya. Dia melihat catatan yang di tulisnya dan berkata di dalam hatinya kalau seharusnya catatan ini cukup untuk si bodoh itu (Ye Miao).

Ye Lin menghampirinya dan menunjukkan lukisan yang di buatnya. Dia memberikannya untuk Ruining.
“Ini hanya lukisan. Jangan berpikir berlebihan,” ujar Ye Lin, takut kalau Ruining akan terbebani.

Ruining menatap lukisan Ye Lin dan tersenyum lebar. Dia memuji Ye Lin yang sangat hebat dalam melukis. Lukisan itu sangat bagus. Melihat wajah ceria Ruining, tanpa sadar Ye Lin mengangkat tangan untuk mengelus rambut Ruining. Tapi, sebelum dia sempat melakukan itu, dia mengulurkan niatnya. Dia sepertinya sadar kalau Ruining belum memilihnya.
--

Esok hari,
Saat jam perkuliahan, Ruining terus menatap ke arah Ye Miao dan melihat Ye Miao yang terus menerus menggaruk tangan. Melihat itu, Ruining jadi khawatir.
--
Huahua mengajak Chen Mo bertemu. Dia memberikan catatan milik Ruining dan juga obat salep. Chen Mo jelas bingung, untuk apa dia di berikan itu?
“Ketika kau mencuci lukisan tua, kau sering memasukkan tanganmu ke dalam air. Cetakan dan bintik-bintik yang ada di lukisan semuanya adalah bakteri yang akan membuatmu terkena infeksi kulit dan ruam. Obat ini sangat ampuh dan juga tidak membuat ketergantungan. Dan catatan ini adalah mengenai cara memperbaiki lukisan cat yang luntur. Sangat bagus!” jelas Huahua (dari penjelasannya, jelas itu suruhan dari Ruining).

Chen Mo semakin bingung karna dia tidak ada mencuci lukisan dan juga tidak ada memperbaiki lukisan, jadi ini tidak di perlukan. Dia ingin mengembalikan semua pemberian Huahua, tapi Huahua menyuruhnya untuk menyimpannya. Mana tahu nanti Chen Mo akan perlu. Dan juga Ye Miao kan sudah mempelajari hal itu sekarang, apa Chen Mo mau tertinggal di belakang Ye Miao? Makanya, pelajari catatan itu. Dan juga harga obat itu sangaaaat murah. Jika seseorang teman Chen Mo memerlukannya, maka Chen Mo harus memberikannya. Dan catatan itu juga harus Chen Mo bagikan pada orang lain seperti teman sekamar. Kau harus membaginya! (hahaha, kode harus bagi untuk Ye Miao).
“Huahua! Kau sangat baik,” puji Chen Mo, tanpa rasa curiga sedikitpun. Polos bener dah.
--

Ye Miao di kamar asrama sedang memperbaiki lukisan kenangan masa kecilnya bersama Ruining. Dia sangat serius memperbaiki lukisan yang sudah luntur itu agar tampak menjadi baru kembali.
Dan setelah bekerja cukup lama, Ye Miao berhasil memperbaiki sedikit bagian dari lukisan itu. Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak. Dan dia juga menyembunyikan lukisan itu di bawah tumpukan kertas Xuan bekas yang di belinya. Dia tidak mau kalau Chen Mo sampai melihat lukisan yang di perbaikinya dan nanti malah meledeknya.
Tidak lama kemudian, Chen Mo kembali ke kamar. Dia ingin memberikan Ye Miao obat yang di dapatkannya dari Huahua, tapi Ye Miao berkata nanti saja. Dia mau mandi karena tubuhnya sudah bau setelah bekerja seharian. Selagi Ye Miao mandi, Chen Mo melihat meja kerja Ye Miao dan jadi teringat ucapan Huahua kalau dia tidak boleh sampai tertinggal oleh Ye Miao yang sudah mulai mempelajari cara memperbaiki lukisan. Dan karena itu, Chen Mo jadi ingin belajar juga.

Dia berteriak bertanya pada Ye Miao yang ada di kamar mandi, agar menjualkan padanya beberapa lukisan tua dan kertas Xuan bekas yang Ye Miao beli untuk dia pakai praktek. Ye Miao dari kamar mandi balas berteriak kalau Ye Miao boleh menggunakannya secara gratis karena dia tidak membutuhkannya. Chen Mo merasa tidak enak dan ngotot mau bayar. Ye Miao akhirnya menjawab kalau terserah Chen Mo sajalah. Chen Mo sangat senang.
Chen Mo mulai memilih kertas Xuan bekas yang ada di meja kerja Ye Miao. Karena dia hanya mempunyai sedikit uang, dia akan memilih kertas yang lebih murah saja. Dan dia tersenyum menemukan kertas yang di sukainya.
--
Ruining di dalam kamar, mengirim pesan pada Huahua. Dia berbasa basi dulu bertanya apakah Huahua sudah makan malam? Huahua langsung membalas kalau dia sudah makan dan juga pasti bukan itu yang ingin Ruining tanyakan bukan? Ruining tersenyum dan akhirnya bertanya, apakah Huahua sudah menyerahkan barang itu pada Ye Miao?
Huahua membalas sudah (lewat perantara Chen Mo). Tapi, dia juga penasaran apa yang sebenarnya sedang di perbaiki oleh Ye Miao? Kenapa Ruining juga tampak sangat serius. Apakah itu lukisan mahal?
Ruining : Tidak mahal. Dan juga sangat mudah untuk di perbaiki. Hanya lukisan yang tersiram air dan tintanya luntur. Jika dia tidak bisa melakukannya dengan baik, aku sarankan lebih baik dia berhenti kuliah saja.
--
Ye Miao selesai mandi. Dan dia sangat terkejut saat Chen Mo menunjukkan padanya kertas lukisan Xuan yang di pilihnya dari punya Ye Miao. Di kertas itu dia sudah tambahkan cat minyak, tinta dari lukisan China tradisional dan juga beberapa noda ke atas lukisan itu dan bahkan membuat lubang seperti di gerogoti ulat. Pokoknya lukisan itu sudah dia buat menjadi sangat rusak. Dan akan dia gunakan untuk pelajaran memperbaikinya.
What!!! Masalahnya adalah lukisan yang Chen Mo rusak itu adalah lukisan yang sedang Ye Miao perbaiki. Hahahaha. Padahal, awalnya hanya rusak teriram air, tapi sekarang sudah menjadi lebih parah. Ada bekas tinta di sana sini dan juga ada lubang seolah di gerogoti ulat.
“Jika aku bisa memperbaiki lukisan ini, itu artinya aku telah mempelajari semua teknik perbaikan lukisan,” tawa Chen Mo, masih tidak sadar keadaan.


Ye Miao sangat marah hingga menarik kerah baju Chen Mo. Eit, pas saat itu, teman mereka yang kemarin itu juga tiba-tiba masuk. Dia shock melihat Ye Miao dan Chen Mo yang sangat dekat. Dan lagi-lagi, dia salah paham.
--
Ye Lin, Fang Yuan dan anggota BEM lainnya sedang berdiskusi mengenai acara Perayaan Seratus Tahun Universitas Xiling. Acara itu akan di hadiri oleh banyak orang penting dan mungkin juga aga di siarkan secara live di TV daerah. Dan karna itu, mereka harus sangat memperhatikan acara kali ini.
Mereka sudah mengajukan 5 macam acara, dan yang di terima adalah drama musikal mini dari jurusan Peninggalan Budaya dan Museum. Dan tema musikalnya lebih baik mengenai Peninggalan Budaya juga. Ye Lin memberitahu kalau dia sekarang sedang memperbaiki lukisan Long Days in Still Water, yang merupakan lukisan yang pernah di perbaiki oleh Prof. Ning Mo dari Qingrui Hall. Dan dia mendapat ide untuk membuat cerita drama musikal dari lukisan tersebut.
Fang Yuan yang tahu kalau Ye Lin memperbaiki lukisan yang pernah di perbaiki oleh Ptof. Ning Mo, malah mengira Ye Lin ingin mendekai Ruining makanya melakukan hal itu. Dia tampak sangat cemburu.
Setelah berdiskusi panjang lebar, mereka memutuskan untuk memilih peran utama yang paling tampan dan cantik. Dan untuk wanita cantik mereka merekomendasikan Xia Ruining. Ye Lin setuju. Dan untuk pemeran pria mereka hendak memilih Ye Lin, tapi Fang Yuan tiba-tiba berkata kalau dia memilih Ye Miao. Alasannya, karna Ye Miao dan Xia Ruining sekelas, jadi pasti mudah bagi mereka untuk mengatur jadwal latihan. Dan mereka berdua juga tampan dan cantik, cocok satu sama lain.
Ye Lin setuju saja kalau pemeran utama drama nanti untuk sementara ini adalah Ye Miao dan Xia Ruining.
--

Fang Yuan ke kelas Ruining dan Ye Miao. Dia memberitahu kalau mereka berdua terpilih menjadi peran utama dalam drama musikal. Huahua yang polos, bertanya alasan Ye Miao dan Ruining terpilih, kenapa harus mereka? Dia juga bisa kok. Dia juga pandai bernyanyi.
Fang Yuan menjelaskan kalau ini adalah keputusan dari rapat BEM. Ruining mah setuju saja. Tapi, Ye Miao menolak. Fang Yuan menyuruhnya untuk berpikir saja dulu. Dan juga, siswa/I lainnya juga harus ikut andil dalama drama. Tidak ada yang boleh absen tanpa alasan jelas.
Semua protes tidak terima. Fang Yuan langsung mengumumkan kalau Rektor Gu sudah bilang ini adalah tugas yang sangat penting. Jika mereka bisa melakukan tugas dengan baik dalam drama ini, mereka akan mendapatkan point nilai lebih. Dan juga, bagi yang ingin mendapatkan beasiswa harus menunjukkan yang terbaik. Terutama pemeran utama pria dan wanita. Jika mereka bisa melakukan yang terbaik sebagai pemeran utama, mereka akan mendapatkan tambahan 5 points.

Mendengar Ruining dan Ye Miao yang akan mendapat 5 point jadi iri. Itu nilai yang sangat tinggi. Huahua sampai berkata kalau dengan tambahan 5 point itu dia bisa naik dari kelas pertama ke kelas spesial. Chen Mo mendengar ucapan Huahua dan langsung berkomentar kalau nilai Huahua selalu peringkat bawah, dan dengan tambahan 5 point-pun, tetap akan berada di bawah. Huahua jelas jadi kesal.
--

Di dalam kamar,
Ruining mengenakan earphone-nya dan berlatih menari serta bersenandung lagu yang akan di nyanyikan dalam drama. Melihat itu, Shen Zhen menjadi semakin iri pada Ruining.
“5 point tidak ada artinya bagimu, tapi segalanya bagiku. Itu uang (maksudnya, dengan 5 point, kesempatannya mendapat beasiswa semakin besar. Yang artinya, dia tidak harus membayar uang kuliah). Kenapa kau selalu mendapatkan hal-hal yang ku inginkan dengan mudah? Kenapa kau harus mendapatkan perhatian dari semua orang?” gumam Shen Zhen, penuh rasa iri.
Saking irinya, Shen Zhen sampai mencoret-coret bukunya. Tapi, kemudian, dia terpikirkan sesuatu.
“Mungkin, dia bisa membantuku.”
--


Esok hari,
Ye Miao sedang makan siang sendirian di kantin. Dan Shen Zhen mendekatinya. Dia hanya memesan nasi dan sup. Melihat itu, Ye Miao jelas heran karena kartu kantin yang dia berikan pada Shen Zhen, masih ada banyak uang di dalamnya. Shen Zhen pura-pura baru teringat dan mengembalikan kartu kantin Ye Miao. Tidak hanya itu, dia memberitahu kalau dia sudah mengisi kartu itu dengan hutangnya saat di traktir Ye Miao tempo hari itu.
Ye Miao berkata kalau maksudnya memberikan Shen Zhen kartu kantin-nya, bukan agar Shen Zhen membayar hutang dengan menyetor ke sana. Shen Zhen menjawab kalau dia mengerti niat baik Ye Miao. Hanya saja ini adalah prinsipnya untuk tidak berhutang pada siapapun. Dan di sekolah ini, hanya Ye Miao seorang yang menawarkan bantuan padanya.
“Tidaklah. Jika kau bersedia meminta, akan ada banyak orang yang akan membantu-mu. Contohnya saja, Xia Rui…,” hentikan Ye Miao karena baru teringat kalau Shen Zhen tidak menyukai Ruining.
Shen Zhen tiba-tiba saja bertanya, “Di matamu, Xia Ruining adalah orang yang sangat baik. Dia tidak mempunyai kekurangan, kan?”
“SALAH! Kau sangat salah. Dia mempunyai banyak kekurangan.”   
“Seperti apa?”
“Temperamen,” jawab Ye Miao. “Eh, tapi terkadang juga tidak,” pikir Ye Miao dalam hati. “Terlalu penuh percaya diri,” jawab Ye Miao lagi. “Dia layak untuk sombong sih.” “Tidak masuk akal.” “Tapi terkadang masuk akal juga sih.” (Hhahaha, padahal niatnya menjelekan Ruining, tapi malah sadar kalau Ruining tidak begitu).
“Tapi, aku harus mengakui, dia sangat baik,” ujar Ye Miao.

Shen Zhen tampak cemburu mendengar jawaban terakhir Ye Miao. Tetapi, dia memaksakan diri tersenyum dan ikut memuji Ruining yang baik. Dan terkadang dia juga merasa iri pada Ruining yang dapat tampil dalam drama musikla dengan Ye Miao dan mendapatkan 5 point dengan mudahnya.
“Ayolah, siapa juga yang mau 5 point itu?” tanggapi Ye Miao.
“Aku. Aku mau. Itu yang aku inginkan. Untuk mendapatkan beasiswa. Mungkin ini adalah takdir. 5 point itu tidak akan bisa ku dapatkan bagaimanapun juga. Tidak masalah. Tahun besok aku hanya harus makan nasi putih dengan sup saja lagi,” ujar Shen Zhen sok sedih.
Tidak hanya sok sedih, Shen Zhen malah dengan sengaja makan dengan menyedihkan di hadapan Ye Miao. Mencampur nasinya ke dalam sup dan berujar kalau menderita adalah bagian dari masa muda. (Ckckck, jelas sekali dia minta di kasihani. Sok tidak butuh bantuan, tapi sengaja bertingkah menyedihkan)
Ye Miao jadi tidak tega. Dia bertanya apakah ada cara lain bagi Shen Zhen mendapatkan point tambahan? Shen Zhen menggelengkan kepala. Mungkin jika dia mendapatkan nilai ujian tinggi, dia bisa.
“Sebenarnya, aku ingin bertanya pada Xia Ruining, apakah dia mau memberikan kesempatan ini padaku. Tapi, aku akan merasa malu. Karena… ya, kau pun juga bilang, dia sangat baik, jadi dia mungkin tidak akan mempedulikannya. Maksudku, dia tidak ingin tampil di drama ini juga. Dan aku merasa…”
Ye Miao tidak suka mendengar perkataan Shen Zhen itu, “Shen Zhen.”


No comments:

Post a Comment