Sinopsis C-Drama : Love You Like the
Mountain and Ocean Episode 10
Images by : Youku
Ye Miao menghentikan celotehan
Shen Zhen mengenai Ruining. Dia tampak tidak menyukai apa yang Shen Zhen
katakan.
“Entah Xia Ruining ingin tampil
atau tidak, dia punya hak untuk memilih menyerahkan peran ini pada orang lain
atau tidak. Karena dia yang mempunyai kesempatan ini. Di samping itu, ini tidak
ada hubungannya dengan dia orang baik ataupun tidak,” tegas Ye Miao.
Shen Zhen tampak kecewa dan iri
karena Ye Miao ternyata membela Ruining. Mungkin, dia mengira kalau Ye Miao
akan memihak padanya, tapi no. Ye
Miao itu baik tapi tidak bodoh.
“Yang kau katakan benar. Akulah
yang salah karena menggunakan paksaan moral. Aku hanya bercanda. Jangan terlalu
serius,” ujar Shen Zhen malu dan meneruskan makan-nya.
Ye Miao diam dan bertanya
dengan serius, apakah nilai 5 point itu sangat penting bagi Shen Zhen? Shen
Zhen menganggukan kepala. Ye Miao langsung
berkata kalau dia mempunyai cara agar Shen Zhen mendapatkan nilai 5
point tersebut.
--
Fang Yuan sedang memberikan
arahan kepada semua junior mengenai drama musikal ini yang sangat penting.
Tapi, di antara yang hadir, tidak ada Ye Miao, Shen Zhen dan Ruining.
Huahua bertanya pada Chen Mo,
apakah di kamar asrama Chen Mo ada lukisan yang rusak karena terkena air dan
tinta-nya luntur? Mungkin lukisan Ye Miao? Atau Ye Miao sedang memperbaiki
suatu lukisan?
Ye
Miao sangat marah karena Chen Mo merusak lukisan itu.
“Apa
kau tidak tahu lukisan yang sudah sangat kau rusak itu, bisa membuat seseorang
mati?!”
“Aku…
aku tidak ingin mati muda.”
“Aku
juga tidak mau. Jadi, dengarkan aku baik-baik. Jangan beritahu Lu Huahua
mengenai hal ini. Atau bahkan Xia Ruining. Mengerti?”
Chen
Mo yang ketakutan, mengiyakan perintah Ye Miao tersebut.
End
Dan karena hal itu, Chen Mo
memutuskan berbohong tidak ada lukisan di asrama mereka. Ye Miao tidak sedang
memperbaiki lukisan apapun.
Huahua bingung, tapi dia
memutuskan untuk memberitahu berita terbaru itu pada Ruining.
--
Ruining sedang ada di teater.
Dan membaca pesan Huahua kalau Ye Miao tidak sedang memperbaiki lukisan apapun,
membuat Ruining jadi kesal. Dia menyesal sudah menghabiskan waktu membuat
catatan dan membelikan obat untuk Ye Miao. Apa Ye Miao benar-benar sudah
membuang lukisan itu? Dia tidak akan memaafkannya.
Ye Lin yang ada di sebelah
Ruining melihat wajah Ruining yang kesal. Ruining beralasan kalau dia hanya
sedikit tegang. Mereka ada di sana untuk penilaian sebagai peran utama. Ye Lin
menasehati Ruining untuk tidak gugup saat di pentas dan tampil serta menyanyai
dengan baik saja.
Fang Yuan datang dan menanyakan
pada Ruining dimana Ye Miao? Dia menyuruh Ruining untuk menelepon Ye Miao.
“Aku di sini,” terdengar suara
Ye Miao.
Lampu panggung di nyalakan dan menyorot pada sesosok berpakaian putih di atas panggung. Orang itu berbalik. Shen Zhen!
Ye Lin dan Ruining kaget serta
bingung, kenapa Shen Zhen yang ada di panggung?
Ye Miao ternyata ada di ruang
audio dan tata lampu. Dia di sana bersama Rektor Gu dan juga dosen lainnya.
Ternyata, Ye Miao menyarankan performa cross
gender yang pasti akan lebih menarik minat. Jadi, Shen Zhen yang adalah
wanita menggantikan perannya sebagai pemeran utama pria. Rektor Gu merasa oke
juga, tapi mereka tetap harus mendengarkan nyanyian Shen Zhen.
Setelah penampilan Shen Zhen,
kini penampilan Ruining yang akan di nilai.
Sebelumnya,
Ruining sudah bernyanyi di hadapan Fang Yuan untuk di nilai. Dan ternyata,
Ruining tidak bisa bernyanyi sama sekali. Nada-nya kacau dan suaranya fals.
Fang Yuan sampai kaget. Tapi, dia malah berbohong dan memuji suara Ruining
sangat luar biasa dan sangat cocok menjadi pemeran utama. Ruining malah percaya
pada pujian Fang Yuan tersebut.
“Aku
sangat menyarankan padamu untuk tidak menyanyi di hadapan orang lain. Kau harus
menyanyi nanti saat penilaian agar semua orang kagum pada suaramu. Aku yakin,
semuanya akan terkejut karenamu!”
End
Fang Yuan tersenyum sinis
karena dia tahu bagaimana nyanyian Ruining.
Ruining masuk ke panggung dengan mengenakan kereta yang sudah di rias. Dia mulai bernyanyi. Dan tentu saja suara-nya membuat semua orang kaget. Buka karena bagus, tapi karena fals dan keluar nada. Ruining tidak sadar itu dan terus saja bernyanyi hingga akhir. Dan selesai dia bernyanyi, semua langsung menertertawainya.
--
Dan setelah pentas, semua berkumpul untuk mendengar hasil penilaian. Dan keputusannya adalah penampilan Ruining sangat bagus tapi nyanyian-nya jauh dari yang mereka harapkan. Ye Lin berusaha memuji Ruining di hadapan dir. Gao, tapi yah percuma saja karena dia sudah mendengar nyanyian Ruining.
Dan setelah diskusi panjang
untuk menentukan pengganti Ruining, Shen Zhen menawarkan diri untuk menjadi
pengganti. Dia ingin menjadi pemeran utama wanita.
“Eh, bukankah kau sudah bermain
sebagai pemeran pria utama? Bagaimana kau bisa bermain peran Ruining lagi?”
ujar Dir. Gao.
“Peran utama pria-nya sudah ada
di sini. Ye Miao,” ujar Shen Zhen.
Dan raut wajah Ruining langsung
tampak kecewa. Ye Miao juga kaget karena Shen Zhen ingin mengganti posisi
Ruining dan ingin dia menjadi lawan mainnya. Ye Lin sendiri bisa melihat
ekspresi kecewa di wajah Ruining.
--
Shen Zhen mengenakan kostum
Ruining dan masuk ke dalam panggung. Dia menunjukkan kemampuan bernyanyi-nya.
Dan suaranya merdu. Semua tampak menyukai penampilannya.
Ruining yang melihat penampilan
Shen Zhen, tampak sedih. Dia ingin memerankan peran itu. Ye Lin dan Ye Miao
juga tampak lebih memikirkan Ruining yang sedih.
“Tidak apa. Lain kali, aku akan
menuliskan naskah drama dimana pemeran utama wanita-nya tidak perlu bernyanyi,”
hibur Ye Lin.
“Ye
Lin, kau sangat baik padaku. Terimakasih,” pikir Ruining.
“Apa
kau lebih menjadi dirimu sendiri saat bersama dengan Ye Miao? Jangan
berpura-pura baik-baik saja di depanku,” pikir Ye Lin.
--
Ruining pergi ke ruang
penyimpanan peralatan drama. Dia melihat kereta yang akan di naiki oleh pemeran
utama wanita sambil bernyanyi. Dia merasa sedih.
Ye Miao datang mencarinya dan
menemukannya di sana. Mendengar suara Ye Miao, Ruining jadi lebih kesal. Dia
menegaskan kalau tidak butuh rasa kasihan dari Ye Miao.
Lagi serius bicara, malah muncul sang pengganggu! Siapa??? Ya benar, Shen Zhen. Dia memberitahu kalau direktur memanggil mereka berdua dan dia juga tidak tahu untuk apa. Dan karena itu, Ye Miao pergi dengan tatapan kesal dari Ruining. Dan tatapan Shen Zhen pada Ruining seolah telah berhasil merebut ‘barang’ milik Ruining.
Ruining mendapat telepon dari
Huahua yang memintanya untuk membuka jendela kamarnya. Ruining tidak mau karena
sedang sedih. Tapi, Huahua memaksanya untuk membuka jendela.
Ruining membuka jendela kamarnya, dan terlihat sebuah balon terbang di depan jendela. Di balon terikat beberapa foto saat dia berada di atas pentas. Ruining jelas terharu melihatnya.
Dan Shen Zhen yang melihat itu, lagi-lagi iri.
Ruining membawa semua balon itu masuk ke dalam kamarnya dan juga foto-foto yang ada di balon, di kumpulkannya. Dia tersenyum bahagia melihat semua foto tersebut.
Fang Yuan berada di ruang peralatan dan menyuruh para mahasiswa pria untuk membantu mengangkat tangga phoenix yang akan di gunakan Shen Zhen untuk menaiki panggung. Dan saat di angkat, roda tangga tanpa sengaja menabrak tangga dan membuat baut yang ada di roda terlepas. Dan tidak ada yang menyadari hal tersebut.
Latihan sebenarnya di mulai, semua berakting dengan sangat serius. Ye Miao, Fang Yuan dan yang lain memperhatikan. Padangan Ye Miao hanya terpaku pada Ruining. Fang Yuan menyadari hal tersebut dan semakin cemburu.
Dan masuklah sang pemeran utama wanita, Shen Zhen. Dia masuk dengan mengenakan tangga phoenix dan bernyanyi. Ruining yang berakting menjadi pengawal yang telah mati, tampak iri melihat Shen Zhen yang berdiri di atas tangga dan tampak menawan.
Shen Zhen menyelesaikan nyanyian-nya. Dan saat dia hendak turun dari tangga, roda yang menopang tangga itu lepas sehingga membuat tangga menjadi tidak seimbang. Melihat itu, Ye Miao langsung menahan tangga dengan tubuhnya. Tapi, dia tidak cukup kuat. Ye Miao terjatuh dan Shen Zhen juga.
Shen Zhen berusaha berdiri sendiri dan berjalan. Huahua yang melihat ada noda darah di baju Shen Zhen, segera berteriak. Semua kaget. Ruining juga panik dan menghampiri Shen Zhen, menanyakan kondisi-nya.
“Aku datang kemari untuk
menghiburmu. Mungkin tidak buruk juga jika kau tidak tampil atau kau akan
mempermalukan dirimu di penampilan formal nantinya.”
“Apa itu hiburan?” kesal
Ruining.
“Kau sekarang berdiri di depan
tangga phoenix fire (kereta yang di naiki pemeran utama), bernyanyi lagu yang
sangat indah. Kau harusnya menjadi bintang dan membuat semua orang takjub.
Tapi, sekali kau mulai bernyanyi, rasanya seperti jutaan gagak datang padaku.
Langit menjadi gelap. Dan perasaanku menjadi sangat buruk. Itulah kenapa aku
bilang lebih baik kau tidak tampil. Kau masih tetap dewi kecantikan kampus,”
hibur Ye Miao dengan cara mengejek.
Ruining menjadi kesal. Dan
lebih kesal. Tapi, tiba-tiba, dia malah berkata tidak ingin Ye Miao dekat
dengan Shen Zhen. Ye Miao langsung bertanya alasan kenapa dia tidak boleh dekat
dengan Shen Zhen?
“Karena…,” Ruining kesulitan
menjawab. “Terserahlah. Kau pilih aku atau dia?”
Lagi serius bicara, malah muncul sang pengganggu! Siapa??? Ya benar, Shen Zhen. Dia memberitahu kalau direktur memanggil mereka berdua dan dia juga tidak tahu untuk apa. Dan karena itu, Ye Miao pergi dengan tatapan kesal dari Ruining. Dan tatapan Shen Zhen pada Ruining seolah telah berhasil merebut ‘barang’ milik Ruining.
--
Shen Zhen sengaja memutar keras
suara musik dan menari-nari. Kalau sebelumnya, kan Ruining tidak memutar dengan
keras tapi menggunakan earphone. Shen
Zhen jelas sengaja dan malah membuka musik semakin keras saat Ruining
menatapnya. Ruining jelas kesal.
Ruining membuka jendela kamarnya, dan terlihat sebuah balon terbang di depan jendela. Di balon terikat beberapa foto saat dia berada di atas pentas. Ruining jelas terharu melihatnya.
Dan Shen Zhen yang melihat itu, lagi-lagi iri.
“Ruining. Aku sudah bilang
ingin membuatkan sebuah memori untukmu dimana hanya ada kita,” ujar Ye Lin, di
telepon. Dia ternyata merencanakan itu dengan Huahua. “Sebenarnya, aku hanya
ingin mengatakah satu hal padamu. Ruining, baliklah foto itu.”
Wah, Shen Zhen semakin iri
saja!
--
Chen Mo melihat video itu dan
malah mengira kalau wanita zaman sekarang menyukai hal seperti itu. Dia
langsung mencatatnya di buku catatannya. Tidak hanya itu, Chen Mo bahkan
menghitung jumlah balon yang di gunakan.
Suara Chen Mo yang sedang
menghitung balon, membangunkan Ye Miao. Aturannya Ye Miao tidak tahu, jadi
tahu.
--
Ruining membawa semua balon itu masuk ke dalam kamarnya dan juga foto-foto yang ada di balon, di kumpulkannya. Dia tersenyum bahagia melihat semua foto tersebut.
Shen Zhen yang iri, langsung
protes menyuruh Ruining agar memindahkan balon itu ke ruangan khusus, bukan
ruangan umum seperti ini. Dia menyebut Ruining yang terlalu sok padahal hanya
‘mantan’ pemeran utama.
“Kesuksesan. Contohnya, aku
menjadi pemeran utama wanita.”
“Kesuksesan bukan jawabannya.
Kegembiraan terbesar adalah kau bisa membagi kesukesanmu dengan seseorang. Dan
aku punya. Apa kau punya?”
“Seorang pemeran utama yang
turun dari panggung dan menjadi orang tidak penting, aku tidak tahu entah dia
merasa baik atau tidak. Aku tidak tahu apa yang bisa di bagi.”
Ruining jelas semakin kesal
pada sikap Shen Zhen yang sangat congkak.
--
Karna posisi Ruining sebagai
pemeran utama wanita telah di lengserkan, maka dia mendapat peran menjadi
pengawal. Sayangnya, dia malah di berikan kostum yang terbuat dari kardus.
Tentu saja, Ruining merasa kesal karena semua mendapat kostum yang bagus,
sementara dia tidak. Fang Yuan malah beralasan kalau mereka kekurangan kostum.
Tidak hanya itu, pedang yang Ruining dapatkan adalah pedang yang terbuat dari
kertas. Melihat penampilan Ruining, Huahuha, Ye Miao dan Chen Mo tertawa paling
keras dan ngakak.
Saatnya latihan. Adegan yang di
latih adalah Ye Miao yang di kelilingi oleh pengawal lawan. Dan baru juga
Ruining mengayukan pedang, pedangnya sudah langsung patah. Ye Miao langsung
tertawa keras. Ruining menatapnya dengan kesal.
Fang Yuan berada di ruang peralatan dan menyuruh para mahasiswa pria untuk membantu mengangkat tangga phoenix yang akan di gunakan Shen Zhen untuk menaiki panggung. Dan saat di angkat, roda tangga tanpa sengaja menabrak tangga dan membuat baut yang ada di roda terlepas. Dan tidak ada yang menyadari hal tersebut.
Sementara itu, Shen Zhen berada
di ruang rias dan memegang kostum yang akan di kenakannya. Dia merasa sangat
senang. Apalagi, kali ini, latihan mereka akan menggunakan riasan.
Latihan sebenarnya di mulai, semua berakting dengan sangat serius. Ye Miao, Fang Yuan dan yang lain memperhatikan. Padangan Ye Miao hanya terpaku pada Ruining. Fang Yuan menyadari hal tersebut dan semakin cemburu.
Dan masuklah sang pemeran utama wanita, Shen Zhen. Dia masuk dengan mengenakan tangga phoenix dan bernyanyi. Ruining yang berakting menjadi pengawal yang telah mati, tampak iri melihat Shen Zhen yang berdiri di atas tangga dan tampak menawan.
Shen Zhen menyelesaikan nyanyian-nya. Dan saat dia hendak turun dari tangga, roda yang menopang tangga itu lepas sehingga membuat tangga menjadi tidak seimbang. Melihat itu, Ye Miao langsung menahan tangga dengan tubuhnya. Tapi, dia tidak cukup kuat. Ye Miao terjatuh dan Shen Zhen juga.
Ye Lin segera berlari ke atas
panggung dan memeriksa kondisi Ye Miao. Huahua, Chen Mo dan Ruining juga
memeriksa kondisi Ye Miao. Ye Miao berkata kalau dia baik-baik saja, tapi dia
memegang lengan tangannya dan tampak kesakitan. Ye Lin memerintahkan agar Ye
Miao di bawa ke rumah sakit.
Yang melihat kondisi Shen Zhen
hanyalah para pemain lain. Fang Yuan naik ke panggung sambil berteriak karena
properti bisa rusak. Apa mereka tidak memeriksanya? Kenapa Shen Zhen bisa
jatuh?
Shen Zhen berusaha berdiri sendiri dan berjalan. Huahua yang melihat ada noda darah di baju Shen Zhen, segera berteriak. Semua kaget. Ruining juga panik dan menghampiri Shen Zhen, menanyakan kondisi-nya.
Plak!!! Shen Zhen malah
menampar Ruining. Huahua langsung melindungi Ruining dan berteriak marah dan
bertanya alasan Shen Zhen menampar Ruining. Shen Zhen masih tidak puas, dia
mendorong Hauahua menyingkir.