Thursday, October 3, 2019

Sinopsis K-Drama : Extraordinary You Episode 01

0 comments

Sinopsis K-Drama :  Extraordinary You Episode 01
Images by : MBC

Adegan di mulai dengan memperlihatkan SMA Seulli yang tampak berkelas. Terlihat rata-rata siswa pergi ke sekolah tersebut dengan di antar oleh mobil mewah. Termasuk salah satunya adalah seorang siswi, Eun Dan O. Begitu turun dari mobilnya saja, para siswa/i sudah heboh melihatnya, dan Dan-Oh tersenyum lebar pada mereka semua.
Ada beberapa hal yang selalu terjadi kepada tokoh wanita.
Saat dia melewati tugu sekolah yang terletak tepat di tengah halaman sekolah, seorang siswa SMA, Baek Kyung, langsung memanggilnya dan dengan dingin bertanya, kenapa Dan O tidak menjawab teleponnya?
Dia ditakdirkan menjadi obsesi para pria tampan.
Dan O hanya menyibakkan rambut pendeknya tanpa menjawab pertanyaan Baek Kyung dan melengos pergi begitu saja. Di saat itu, segerombolan siswa yang sedang bermain bola, tidak sengaja menendang bola ke arahnya. Dan bola berhenti tepat di bawah kakinya.
Hal seperti itu selalu terjadi kepada tokoh wanita
Salah seorang siswa yang bermain bola, Lee Do Hwa, segera berteriak memanggil Dan O dan meminta tolong agar bola di tendang kembali padanya. Bukannya menendang bola kembali pada Do Hwa, Dan O malah menendang bola ke arah belakang dan mengabaikan Do Hwa.
Dan O terus berjalan dengan langkah ringan dan ceria melewati halaman sekolah yang luas. Saat itu, seorang siswa tampan lainnya, Oh Nam Ju, yang datang dengan mengenakan motor berhenti tepat di hadapannya.
Jangan melupakan si pembangkang penyendiri. Dia pasti pemeran utama di antara para pemeran pria.
Oh Nam Ju melepas helm-nya dan melemparkannya pada Dan O. Dia menyapa Dan O karena telah lama tidak berjumpa.
Tapi aku tidak mau menerimanya semudah itu.

Dan O melempar kembali helm Nam Ju pada Nam Ju. Saat itu, seorang siswi, Yeo Ju Da, berlari terburu-buru dan tidak sengaja menabrak Nam Ju. Dia meminta maaf sekilas dan lanjut pergi.

Nam Ju juga lanjut jalan menuju kelas. Saat itu, Dan O melihat gantungan kunci yang terjatuh di dekat motor Nam Ju. Dan O bergumam kalau selera Nam Ju sangat norak. Walau begitu, dia tetap mengambil gantungan kunci tersebut dan mengembalikannya pada Nam Ju.
“Ini milikmu kan?” tanya Dan O, setelah meletakkan gantungan kunci tersebut ke tangan Nam Ju.
Nam Ju tampak berpikir dan tidak menjawab pertanyaan Dan O, malah langsung pergi. Dan O jelas bingung melihat sikapnya itu.
--
Dan O sedang membaca novel romansa di koridor kelas. Temannya, Shin Sae Mi, segera merebut novel itu dari Dan O dan bergumam kalau cerita novel sangat mudah di tebak. Dan O tersenyum berkata walau begitu novel itu menjadi lebih menegangkan. Pertemuan sesuai takdir, hubungan asmara, dan Pangeran Tampan berkuda putih.
Lagi asyik berbincang, terdengar teriakan para siswi di koridor karena kedatangan A3 yaitu : Oh Nam Ju, Lee Do Hwa, dan Baek Kyung. A3 adalah singkatan dari Amazing 3 (Tiga orang yang menakjubkan, kalau zaman aku dulu itu F4 – singkatan dari Flower 4, 4 orang pria yang tampan seperti bunga). Semua langsung heboh pengen berkumpul melihat A3.
Yeo Ju Da saat itu juga ada di koridor dan sedang membawa sebuah kotak berisi alat-alat kesenian. Dan karena banyak siswa/i yang ingin melihat A3, mereka jadi berlari-lari dan menabrak Ju Da. Ju Da kehilangan keseimbangan tubuhnya dan jadinya menabrak Nam Ju yang berdiri tepat di tengah koridor.

Saat jatuh, Ju Da tidak sengaja mencium pipi Nam Ju. Hal itu membuat para penonton menjadi heboh dan bahkan ada yang mulai merekam. Ju Da langsung meminta maaf. Tapi, saat dia hendak berdiri, kakinya malah terpleset dan kembali terjatuh ke tubuh Nam Ju. Ju Da merasa sangat bersalah dan berusaha membersihkan jas seragam Nam Ju yang kotor, tapi Nam Ju dengan kasarnya menyuruh Ju Da untuk menyingkirkan tangannya.
Tidak hanya itu, Nam Ju mendorong Ju Da jatuh ke lantai. Dia berdiri dan menyindir Ju Da yang sudah merusak peralatan seni, seragamnya, dan juga wajahnya. Apa kau gila?
Dan O tidak tahan melihat kelakuan Nam Ju. Jadi, dia menyuruh Nam Ju untuk berhenti bersikap seperti itu. Dan O juga menanyakan keadaan Ju Da. Setelah itu, Dan O kembali memarahi Nam Ju.
“Kamu pikir dirimu hebat karena jadi bagian dari A3?” marah Dan O. “Kalian semua juga sama.”
Dan O kemudian kembali membantu Ju Da membereskan barang-barang peralatan seni yang terjatuh. Do Hwa yang dari tadi diam, ikut membantu Dan O.
“Kamu wanita pertama yang melakukan itu kepadaku,” ujar Nam Ju.
Dan O tidak peduli dan berjalan melewati Nam Ju begitu saja. Baek Kyung melihatnya.
Dan tiba-tiba saja, Dan O mendengar suara. Suaranya seperti orang membalikkan halaman buku. Dan saat dia berbalik ke belakang, semua orang berhenti bergerak. Dan layar juga bergetar.
--
Psaat!
Ketika Dan O membuka matanya, dia telah berada di dalam kelas. Tidak hanya itu, di papan tulis kelas tertulis kalau ini adalah hari pertama UTS. Sae Mi bertanya pada Dan O, apakah Dan O sudah belajar? Soo Chul mengejek Sae Mi yang sok belajar padahal bukunya saja masih sangat mulus.

Dan O bingung dan bertanya pada mereka untuk memastikan, apakah ini hari UTS? Soo Chul malah mengira kalau Dan O hanya berpura-pura. Dia bahkan menunjukkan buku pelajaran Dan O yang lusuh dan penuh catatan. Dan O juga bingung, catatan-catatan di buku itu memang adalah tulisannya, tapi dia tidak ingat pernah belajar.
Pas saat itu, guru pengawas masuk untuk memulai ujian. Kertas ujian pun di bagikan. Ujian hari ini adalah Bahasa Korea. Dan O masih bingung dan mengira kalau semua hanyalah mimpi. Jadi dia mencubit pipinya sendiri untuk memastikan dan terasa sakit.
Terdengar lagi suara seperti membalikkan halaman buku.
Psaat!
Dan saat Dan O membuka matanya, guru pengawas sudah berganti dan bahkan menyuruh untuk mengumpulkan kertas jawaban. Dan O panik karena ujian baru saja di mulai dan dia belum mengerjakan apapun. Tapi, saat dia melihat kertas jawabannya, semuanya sudah terisi. Dan subjek ujian sekarang adalah Bahasa Inggris. Bahkan kertas soal sudah penuh coretannya.
Karena ujian sudah selesai, Sae Mi mengajak Soo Chul dan Dan O untuk jalan-jalan. Dan O bingung dan bertanya, bukankah ujian baru saja di mulai? Dia mengira kalau Sae Mi dan Soo Chul sedang bercanda. Soo Chul malah lebih bingung mendengar pertanyaan Dan O dan mengira kalau Dan O stress karena kebanyakan belajar.

Soo Chul kemudian heboh sendiri karena mendapat notifikasi kalau video yang di upload-nya telah mendapat tanda suka lebih dari 200! Dia sangat girang dan memamerkannya pada Sae Mi dan Dan O. Video yang di uplaodnya adalah video saat Ju Da jatuh tepat ke pelukan Nam Ju, seolah sudah di rencanakan.
Sae Mi yang melihat video itu menjadi sangat kesal. Dia tidak terima karena dia adalah salah seorang fans Nam Ju. Sae Mi bahkan langsung melotot pada Ju Da yang sekelas dengan mereka.
Dan O melihat video itu dengan seksama. Dia ingat sampai kejadian itu, tapi kemudian, dia tidak ingat apapun lagi.
“Bagaimana ini? Aku pasti gila,” gumam Dan O.
--
Begitu pulang sekolah, Dan O segera pergi ke rumah sakit menemui dr. Lee Yang Sam. Dan O menceritakan mengenai ingatannya yang benar-benar menghilang. Dia takut kalau itu adalah efek samping dari operasi jantungnya atau karena obat barunya? Apa dia akan mati?
dr. Lee malah tidak menjawab pertanyaan Dan O, malah membahas kopi pemberian ayah Dan O yang aromanya sedap. Dia juga membahas mengenai Dan O yang katanya mengurangi waktu tidur demi belajar dengan giat. Dan O bingung seolah dia tidak melakukannya. dr. Lee tidak menyadari hal itu dan menasehati Dan  mengenai cuaca yang panas sekrang ini dan Dan O mempunyai jantung yang lemah, jadi jangan memaksakan diri.
Dan O tampak sedih dan malah berkata kalau ini bukan pertama kalinya dia sakit. Perkataannya itu menandakan kalau dia sudah sering keluar masuk rumah sakit.
Dan O kembali membahas topik utama mereka, mengenai dirinya yang tiba-tiba berteleportasi dan mendengar suara-suara aneh.
“Kamu sangat sehat. Tidur yang nyenyak akan memperbaiki dengungan di telingamu. Untuk masalah teleportasi… Mengurangi baca komik akan meringankan itu (maksudnya, Dan O berkhayal karena sering membaca komik),” ujar dr. Lee.
“Aku sedang tidak bercanda!” teriak Dan O dengan kesal.
“Ini gejala sementara yang bisa dialami semua remaja. Itu bukan masalah serius, jadi, jangan khawatir.”
Dan O mana bisa tenang. Baginya, ini adalah masalah besar. Dia yakin kalau pasti hanya dia remaja di negara ini yang mengalami masalah seperti ini.
“Kupikir penyakit jantung sudah cukup. Astaga, aku menjalani kehidupan yang dinamis. Kenapa ini terjadi kepadaku?” gerutu Dan O.
“Apa Kyung juga mengganggumu belakangan ini? Cinta tidak berbalas juga bisa menyebabkan stres,” komentar dr. Lee.
Dan O jadi makin kesal karena dr. Lee membahas mengenai Baek Kyung dan cinta bertepuk sebelah tangannya. Dan O menegaskan kalau dia yakin ada yang salah di ‘sini’ (menunjuk ke kepalanya).
--
Karena tidak bisa mendapatkan solusi dari dr. Lee, Dan O berusaha mencari tahu sendiri mengenai penyakitnya. Dia mencari melalui internet, segala hal mengenai ‘hilang ingatan’. Yang muncul rata-rata adalah ‘amnesia’ dan ‘alzheimer’, dan gejala dari penyakit-penyakit tersebut tidak sama dengannya.
Dan karena tidak tahu ‘penyakit’nya apa, Dan O jadi stress sendiri.
--

Esok hari,
Baek Kyung pergi sekolah dengan di antar oleh ayahnya. Sebelum turun dari mobil, tn. Baek bertanya, apakah Baek Kyung tidak pergi ke rumah sakit lagi? Dia memarahi Kyung karena dia kan sudah bilang kalau Kyung harus bersama Dan O setiap kali Dan O ke rumah sakit. Dia mau Kyung melakukan itu karena orang tua Dan O, mempunyai banyak bisnis (dan tentu dia ingin kecipratan bisnis tersebut). Kyung hanya bisa meminta maaf.  Tapi, begitu keluar dari mobil, dia mengumpat penuh kekesalan.
Dan O juga tiba di sekolah. Dan lagi-lagi, dia mendengar suara seperti membalik halaman.
Tapi, kali ini, dia tidak berpindah tempat. Dia masih ada di tempat yang sama, tapi sikapnya terlihat berbeda dari biasanya.
Dan O melihat Kyung dan segera menghampirinya dengan riang. Dia menyapa Kyung dengan ceria. Tapi, Kyung bukannya membalas sapaan-nya, malah membahas mengenai Dan O yang pergi ke rumah sakit kemarin. Dan O terkejut dan bertanya darimana Kyung bisa tahu?
“Ayahku bilang ayahmu khawatir,” jawab Dan O.
“Aku baik-baik saja. Itu bukan apa-apa. Aku hanya stres. Apa kamu begitu ingin kuperhatikan sampai melibatkan keluargaku dalam hal ini?” tanya Kyung dengan kasarnya. “Beginilah caramu menjalani pertunangan kita. Terkadang, aku… Lupakan saja.”
“Aku benar-benar sakit. Aku tidak bisa mengingat beberapa hal belakangan ini, dan mendengar suara-suara,” jelas Dan O.
“Dan O. Salahkan saja penyakit jantungmu seperti biasa,” balas Kyung dengan kejam-nya dan berbalik pergi.
Setelah Kyung pergi, Dan O langsung berubah lagi. Dia berteriak jengkel karena dia benar-benar sakit. Tapi, Kyung malah berkata begitu. Dasar berandal! (maksudku karakter-nya berubah itu, biasanya dia ceplas ceplos dan berani. Tapi, tadi saat bicara dengan Kyung, Dan O malah terlihat tidak berdaya dan pasrah gitu).
--
Dan O tiba di kelas dan Sae Mi langsung menyapanya dengan riang. Terlihat Ju Da yang juga masuk ke dalam kelas. Dan O curhat pada Sae Mi kalau dia merasa aneh belakangan ini. Dia tidak bisa ingat banyak hal dan berhalusinasi. Kepribadiannya juga berubah.
Sama seperti dr. Lee, Sae Mi malah mengira kalau itu ada hubungannya dengan Kyung.
“Apa terjadi sesuatu dengan Kyung?” tanya Sae Mi.
“Itu juga. Tadi aku melihatnya dan merasa sangat kesal.”
“Jangan konyol. Semua orang di sekolah ini tahu kamu menyukainya,” ujar Sae Mi.
Suara membalik halaman buku lagi.
--
Psaat!
Dan O membuka mata dan dia telah mengenakan seragam olahraga. Tidak hanya itu, Sae Mi muncul dan mengajak Dan O untuk makan ke kantin. Dan O benar-benar bingung, tadi kan mereka sedang duduk bersama membicarakan mengenai dirinya yang aneh. Sae Mi bingung dengan ucapan Dan O dan bertanya balik, “Ada apa? Terjadi sesuatu dengan Kyung?”
Suara membalik halaman buku lagi.
--
Psaat!
Dan kini, di hadapan Dan O ada kotak berbentuk seperti lemari kecil dan penuh dengan foto Kyung. Dan O sampai berteriak kaget melihat semua itu. Sae Mi yang duduk di depannya, bingung melihat sikap Dan O. itu kan kotak cinta mereka yang penuh cinta. Kotak Dan O berisi mengenai Kyung dan punya-nya mengenai Nam Ju.
“Kenapa aku membuat ini?” tanya Dan O, frustasi. Dia tidak ingat sama sekali membuat kotak itu.
“Ada apa? Terjadi sesuatu dengan Kyung?” tanya Sae Mi lagi. “Lupakan saja. Itu konyol. Semua orang di sekolah ini tahu kamu menyukainya.”
Dan O semakin terkejut. Perkataan yang Sae Mi ucapkan, dari tadi sama.
Ada yang salah denganku.
--
Dan O sedang makan siang di kantin bersama dengan Soo Chul dan Sae Mi. menunya adalah : salad, pasta, semangka, macaron dan cream soup. Dan O memilih memakan buah semangka terlebih dahulu.
Psaat!
Tiba-tiba saja, menu dan seragamnya berubah. Menu yang ada di hadapannya sekarang adalah : kimchi jiggae (sepertinya), nasi merah, jamur, telur goreng, dan tteokbokki (nggak yakin juga sih).
Psaat!
Dan kembali lagi menu berubah menjadi : kimchi jjigae, nasih putih, buah apel, salad dan omelet.
Terkadang, aku melompat 2 jam. Di lain waktu, beberapa hari.
Psaat!
Dan tiba-tiba saja dia berada di rumah sakit dan sedang di infus. Dia tidak ingat apapun yang terjadi sebelumnya. Seolah dia melakukan teleportasi.
Aku tidak tahu kapan dan di mana aku akan membuka mata. Ingatanku memudar.
Psaat!
Dan kini, dia tiba-tiba saja berada di tengah jalan.
Psaat!
Sekarang, dia ada di jembatan sekolah (yang menghubungkan dua bangunan). Dan O benar-benar bingung. Setiap kali dia mendengar suara seperti membalik halaman buku, dia pasti akan berada di tempat berbeda tanpa ingat apa yang telah terjadi sebelumnya.
Dan O saking stressnya, memeriksa pernapasannya dan hasilnya normal. Tidak ada sakit dada juga. Denyut jantung juga normal (dilihat dari jam yang bisa ngukur denyut jantung). Yang tidak normal adalah ingatan-nya!
--
Sementara itu, di ujung jembatan yang mengarah ke perpustakaan sekolah, tampak sosok soerang pria. Pria itu menatap tangannya dan mengangkatnya untuk menghalangi sinar matahari yang meruak dari jendela.
Perhatian pria itu teralih saat mendengar suara pintu perpustakaan yang terbuka.

Yang masuk adalah Dan O. Dan O tampak mencari-cari sesuatu di antara rak-rak buku. Dan pria itu memperhatikannya dari jauh.
Dan O mencari buku kedokteran mengenai penyakit ingatan. Dia sudah melihat banyak sekali buku kesehatan, tapi tidak ada yang sesuai dengan yang di deritanya. Di saat dia sudah sangat lelah, tanpa sengaja dia melihat sebuah buku di atas rak yang bergetar sendiri dan melayang.

Karena rasa penasaran, Dan O mengambil buku tersebut. Cover-nya berwarna hitam dengan hiasan motif bunga berwarna peach. Dan judul buku tersebut adalah “Secret.” Itu adalah sebuah buku komik. Dan O membuka buku itu dan membaliknya dengan cepat.
Dan tiba-tiba saja, dia seperti mendapatkan gambaran masa depan.
Kyung ada di perpustakaan. Dengan sinis Kyung bertanya, “Kau mengikutiku sampai kemari?”
Dan O beranjak pergi, tapi Kyung menahan tangannya dan berujar : “Sudah cukup!”
Di kantin sekolah, tiga orang siswi, saling memberikan kode untuk menjegal kaki Ju Da. Ju Da sedang membawa mampan makanan dan ketika kaki-nya terjegal, dia terjatuh hingga mampan berisi makanan kari tertumpah padanya. dan juga pada Dan O. Nam Ju muncul dan mengulurkan tangannya.
Dan O kaget dengan gambaran yang di lihatnya. Saking kagetnya, dia jalan mundur, dan malah terjatuh karena tumpukan buku-buku yang ada di lantai. Untungnya, Kyung tiba saat itu dan menahannya dari belakang.
“Kamu mengikutiku sampai kemari?” tanya Kyung, kesal.
Dan O terkejut, matanya sambil membelalak. Dia tidak menjawab pertanyaan Kyung dan beranjak pergi. Tapi, Kyung menahan tangannya.
“Sudah cukup!” ujar Kyung.
Dan O shock. Dia melepaskan tangannya dari genggaman Kyung dan langsung lari keluar dari perpustakaan.
Ternyata, Kyung di perpustakaan tidak seorang diri. Dia bersama Kim Ae Il. Ae Il juga mengira kalau Dan O mengikuti Kyung sampai ke perpus, jadi dia memanas-manasi Kyung kalau Dan O sangat menggangu. Dan bagaimana bisa Kyung bertahan selama 10 tahun dengan Dan O? Itu bukan hanya cinta tidak berbalas biasa. Tapi, namanya menguntit. Dia saja sangat muak dengan Dan O, apalagi Kyung yang pasti merasa lebih buruk.
Saat itu, pria yang ada di perpus, berjalan melewati Kyung dan dengan sengaja menabrak bahunya. Kyung kesal dan berteriak memanggilnya. Pria itu berbalik. Wajahnya tidak terlihat karena dia sinar matahari yang masuk. Dan juga, tag name di baju pria tersebut kosong. Kyung menatap bingung padanya. Pria itu sendiri langsung pergi.
“Kau mengenalnya?” tanya Kyung pada Ae Il.
“Tidak,” jawab Ae Il. “Kapan kau akan memboncengku dengan motormu?” tanya Ae Il, manja.
--
Dan O berada di kamar mandi dan mencuci wajahnya. Dia mendengar suara membalik halaman lagi. Kali ini, Dan O malah berharap kalau ingatannya bisa terhapus. Dia menutup matanya, tapi malah tidak terjadi apapun (Dan O malu karena perkataan Kyung tadi seolah dia mengikutinya. Jadi, dia berharap bisa melompati waktu dan melupakan yang terjadi).
Pas saat itu, terdengar suara orang menggedor pintu dari salah satu bilik kamar mandi. Orang itu terus menggedor dan memohon agar pintunya di buka-kan. Nada suaranya bahkan sudah hampir menangis. Dia memohon agar di tolong.
Dan O yang mendengar, membukakan pintu bilik yang terkunci dari luar. Dan ternyata, yang ada di dalam adalah Ju Da. Rambut Ju Da berantakan dan tampak jelas dia baru saja di bully.
Dan O kaget melihat keadaan Ju Da. Dia menggunakan tissue yang ada di tangannya dan membantu merapikan rambut Ju Da sambil bertanya keadaan Ju Da. Tapi, kemudian, Dan O tersadar, darimana dia dapat tissue itu, dari tadi tangannya kan kosong, dan kenapa tiba-tiba dia memegang tissue?
“Mereka merundungmu lagi?” tanya Dan O.
“Tidak.”
“Kamu baru pindah ke sekolah kami. Seharusnya mereka bersikap baik kepadamu. Berkacalah. Seharusnya kamu menjaga dirimu.”
“Aku sungguh baik-baik saja. Terima kasih sudah membantuku keluar,” ujar Ju Da dan beranjak keluar.
Setelah Ju Da keluar, Dan O memarahi dirinya sendirinya. Dia ini sekarang sedang kehilangan ingatan dan harusnya mengkhawatirkan diri sendiri, bukannya orang lain. Dan darimana pula dia bisa ada tisue?
--

Dan O pergi ke atap sekolah. Dia benar-benar merasa kacau. Ingatannya memudar. Berhalusinasi dan kepribadiannya juga berubah. Apa dia mengidap penyakit serius?
Eh, ternyata di sana ada Nam Ju yang sedang tiduran. Dia berkomentar Dan O sangat berisik hingga dia tidak bisa tidur. Dia memarahi Dan O yang terus saja membuatnya kesal. Dan O malah membalas kalau Nam Ju abaikan saja dia seolah tidak ada.
Dan O masih memikirkan mengenai tissue basah tadi. Darimana dia mendapatkan tissue itu? Dia tidak ingat pernah membeli tissue tersebut.
“Seperti inikah kamu memperlakukan Kyung?” tanya Nam Ju.
“Dia lagi,” kesal Dan O. “Bukan itu yang penting sekarang. Pergi. Enyahlah,” usir Dan O dan mendorong Nam Ju ke pintu.
--
Nam Ju, Kyung dan Do Hwa berkumpul di ruangan khusus mereka. Ruangan itu luas dan berkelas.
Nam Ju melihat gantungan kunci yang waktu itu Dan O berikan padanya (Dan O mengira itu gantungan miliki Nam Ju) dan kesal. Dia bahkan bergumam kalau ‘dia’ selalu membuatnya kesal dan dia tidak menyukainya.
“Siapa?” tanya Kyung penasaran dan hendak melihat gantungan kunci itu juga.
Nam Ju segera mengambil gantungan kunci tersebut sebelum sempat di pegang oleh Kyung, “Jangan sentuh. Ini milikku!”
Kyung mengejek Nam Ju karena selera nya sangat manis (gantungan kunci itu motif babi).
“Hei, Kyung. Apa pendapatmu tentang dia?” tanya Nam Ju, tiba-tiba.
“Siapa?” tanya Kyung, bingung. “Sudah kubilang. Dia bukan tipeku,” jawab Kyung, saat sadar siapa yang Nam Ju maksud.
“Begitukah? Syukurlah.”
“Syukurlah?”
“Belakangan ini aku memikirkannya,” akui Nam Ju.
Do Hwa memperhatikannya.
--
Dan O masih berusaha memecahkan teka-teki penyakitnya. Dia yakin kalau yang di alaminya bukanlah amnesia biasa. Setiap kali dia mendengar suara seperti orang membalik halaman, dia pasti akan berpindah tempat. Dan tidak hanya itu, saat bicara dengan Kyung dia menjadi seperti bukan dirinya. Dan juga, mengenai dia yang tiba-tiba memegang tissue.
“Kukira aku hanya mendengar suara-suara aneh. Pikiran dan perilakuku tidak sesuai,” sadar Dan O. “Astaga, ini kisah "Jekyll and Hyde" (kepribadian ganda) atau apa?”
dan Dan O teringat mengenai dia yang tiba-tiba seperti melihat masa depan.
“Benar. Lalu, apa maksudnya halusinasi itu? Tidak. Jika aku berhalusinasi, seharusnya itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Astaga. Aku melihat masa depan atau apa? Tidak mungkin. Apa aku sudah gila?”
--

Dan O tiba di kantin. Di sana sudah ada Sae Mi dan Soo Chul yang menunggunya. Sae Mi berdandan dengan sangat menor hingga membuat Dan O hampir terkena serangan jantung saking shocknya. Soo Chul bahkan mengomentari kalau Sae Mi mirip dengan Jiangshi (hantu China yang melompat-lompat itu). Dan O membenarkan perkataan Soo Chul. Sae Mi jelas kesal mendengarnya.
“Kamu beruntung Peri Cumi Kering datang hari ini,” ujar Sae Mi, menahan kesal.
“Peri Cumi Kering?”
“Dia hanya di sini saat cumi-cumi kering disajikan. Jadi, kami memanggilnya Peri Cumi Kering. Oh Nam Ju, Lee Do Hwa, Baek Kyung, dan Peri Cumi Kering disebut A4 SMA Seuli,” jelas Sae Mi, bersemangat.
Dan muncullah, pria yang di sebut Peri Cumi Kering (yang di perankan oleh Lee Tae Ri. Aku baru sadar kalau dia tukar nama. Dulu saat dia main di Moon That Embraces the Sun dan Rooftop Prince, namanya itu Lee Min Ho. Di tahun 2018, agency-nya baru menukar nama artisnya menjadi Lee Tae Ri). Semua siswi di kantin langsung heboh melihat kemunculannya.
Peri Cumi Kering (Jinmiche – nama karakter dalam bahasa Korea, aku pakai nama itu biar nggak kepanjangan ngetiknya) bertugas untuk membagikan makanan. Dia sangat ramah pada para siswa/i yang mengantri makanan. Dia bahkan mengajak Dan O berbincang karena wajahnya terlihat tidak bersemangat. Dia menyuruh Dan O makan yang banyak.
“Bahkan jika kau memberiku banyak jatah makanan, aku tidak akan bisa makan jika lupa ingatan,” ujar Dan O, cuek. Jinmiche tampak terkejut mendengar ucapan Dan O.

Dan O melihat makanan hari ini dan terkejut karena ternyata ada kari. Dia teringat gambaran masa depan yang di lihatnya kalau dia akan ketumpahan kari.
“Aku hanya tidak ingin terkena banyak kari,” ujar Dan O.
Jinmiche tampak kaget lagi.
Dan O, Sae Mi dan Soo Chul makan bersama. Mereka melihat kalau Ju Da makan seorang diri. Dan O tiba-tiba bertanya pada mereka, apa yang akan mereka lakukan jika bisa melihat masa depan?
“Saluranku akan populer jika aku mengaku sebagai nabi. Aku akan dapat satu juta pengikut!” jawab Soo Chul.
“Dia pencari perhatian,” komentar Sae Mi. “Aku akan memenangkan lotre. Dan aku akan membelikan Nam Ju tas mahal dan mewah yang akan sangat cocok dia kenakan. Aku akan membelikannya sepatu dengan 100 berlian. Ada banyak hal yang ingin kubelikan. Bagaimana denganmu?”
“Aku akan mencegah terjadinya kemalangan,” jawab Dan O.
Jika aku benar-benar bisa melihat masa depan...

Muncul 3 orang siswi yang langsung menuju ke meja Ju Da dan hendak membully-nya. Mereka mengejek Ju Dan yang di sponsori oleh Yayasan Nam Ju hingga bisa makan makanan mahal di sini. Untungnya, guru lewat dan memarahi mereka untuk tidak mengganggu Ju Da dan segera makan.
3 siswi itu pun duduk di meja kosong. Tapi, mereka saling memberikan kode jahat. Dan O tahu apa yang akan mereka lakukan. Dia segera menyudahi makanannya dan menukar mampan makanannya yang masih penuh dengan milik Soo Chul yang sudah kosong.
Dan O hendak memastikan Ju Da tidak terjegal kaki siswi itu agar tidak jatuh dan mengenainya, sehingga peristiwa yang dilihatnya tidak akan terjadi.

Tapi, percuma saja, Dan O tetap terjatuh ke lantai karena mencoba menolong Ju Da. Ju Da tetap terjatuh karena di jegal dan kari yang ada di piringnya, tumpah mengenai tubuhnya dan Dan O. Seluruh siswa/I yang ada di sana langsung berkumpul dan merekam peristiwa itu.
Dan O juga kesal karena tidak bisa mencegah kemalangan.
Para siwa masih sibuk mengambil video dan mengejek Ju Da yang ketumpahan kari. Saat itu, Nam Ju muncul di belakang mereka. Dia mengambil ponsel mereka dan melemparkannya hingga pecah. Semua ketakutan dan tidak ada lagi yang tertawa.
Nam Ju maju dan mengulurkan tangannya. Dan O menatapnya.
--

Dan O berada di kelas dan mencoret bukunya dengan semua keanehan yang di alaminya. Dia merasakan ada yang menatapnya, dan saat dia berbalik, dia melihat Nam Ju yang sedang menatapnya. Saat dia melihatnya, Nam Ju segera membalikan wajah.


Guru sedang mengajukan pertanyaan. Semua siswa sibuk menjawab pertanyaan, sementara Dan O sibuk menganalisa penyakitnya. Dan dia menyimpulkan kalau dia mungkin hilang ingatan karena bisa melihat masa depan? Dan O sangat terkejut dengan kesimpulannya hingga berdiri.
Guru jelas mengira Dan O hendak menjawab pertanyaannya. Dan O bingung, untung dia pintar membuat alasan. Dia berdiri karena hendak minta izin ke UKS. Guru mengizinkannya keluar. Diluar, Dan O malah sibuk menggunakan berbagai metode untuk bisa melihat masa depan.

Guru yang melihat dari dalam kelas, menyuruh Kyung untuk mengantarkan Dan O ke UKS karena tampaknya Dan O sangat sakit. Kyung protes, kenapa harus dia? Guru mengingatkan kalau Kyung kan tunangan Dan O. Semua langsung menyorakinya.
Dengan terpaksa, Kyung keluar kelas dan memanggil Dan O. Dia bertanya apa yang sedang Dan O lakukan? Dan O malah menyuruh Kyung mengabaikannya dan jangan mengganggunya sekarang. Dia mneyuruh Kyung untuk pergi saja.
Kyung malah mengira kalau Dan O sedang menarik perhatiannya karena menyukainya. Dan O jadi bingung, memang dia menyukai Kyung?  Kyung malah bersikap menjengkelkan hingga membuat Dan O emosi. Dan tiba-tiba terdengar suara membalik halaman lagi.
“Dan O. Sudah cukup. Aku tidak suka wanita yang sakit. Itu menyebalkan. Mau kukatakan lagi? Kamu membuang waktumu dengan menyukaiku, di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Aku tidak akan pernah menyukai orang sepertimu,” ujar Kyung tegas dan meninggalkan Dan O.
Dan O hanya diam dan menundukkan kepala dengan sedih.
--
Dan O ada di jembatan yang menghubungkan gedung sekolah dengan gedung perpustakaan. Dia memarahi dirinya sendiri karena hanya diam seperti orang bodoh saja tadi.
“Kenapa tiba-tiba aku bersikap baik dan marah setiap kali bertemu Kyung, pria yang kusukai seumur hidupku? Penyakit macam apa ini?”
Dan di saat itu, tiba-tiba, dia melihat ada lingkaran hitam melayang di udara.


No comments:

Post a Comment