Friday, October 11, 2019

Sinopsis K-Drama : Extraordinary You Episode 06

1 comments
Sinopsis K-Drama :  Extraordinary You Episode 06
Images by : MBC
Psaat! = adegan berpindah ke panggung (cerita Komik)
Syaat! = adegan panggung sudah selesai
======


Dan O sedang berjalan-jalan bersama Sae Mi. Dan O tampak jelas malas tapi Sae Mi terus menyeretnya ke sana kemari. Dia bahkan membawa Dan O masuk ke toko aksesoris. Sae Mi ingin membelikan Nam Ju gantungan tas baru. Saat itu, Dan O tertarik melihat sebuah gantungan kunci. Sae Mi langsung menduga kalau Dan O ingin memberikan gantungan itu untuk Kyung. Dia memuji Kyung yang sangat beruntung karena mendapatkan wanita yang sangat setia seperti Dan O.
Mereka sudah selesai berbelanja. Tapi, scene masih juga belum berakhir. Dan O sampai bingung karena scene kali ini sangat panjang. Apa dia masih harus melakukan sesuatu?
Baru juga di pikirkan, Sae Mi tiba-tiba berseru kaget karena melihat Ju Da yang kerja part time di sebuah restoran. Melihat itu, Dan O jadi paham. Scene-nya saat ini adalah melihat Ju Da melakukan part time.
--

Ju Da di marahi oleh salah seorang pelanggan yang memesan sandwich tapi sandwich tersebut sudah habis. Pelanggan itu tidak peduli dan terus saja marah-marah dan memaksa Ju Da untuk membuatkan makanannya sekarang juga. Dia bahkan bersikap kelewatan dan hendak memukul Ju Da.
Saat itu, Do Hwa tiba-tiba muncul dan menyelamatkan Ju Da.
--
Do Hwa mengantarkan Ju Da pulang ke rumah. Sepanjang jalan, Ju Da berterimakasih pada Do Hwa. Jika Do Hwa tidak ada tadi, entah apa yang terjadi. Do Hwa balik bertanya, kenapa Ju Da selalu membiarkan orang lain memperlakukannya seperti itu? Kenapa Ju Da tidak melaporkan pelanggan tadi ke polisi atau kabur dan berteriak minta tolong?
“Terimakasih atas perhatianmu, tapi aku baik-baik saja,” jawab Ju Da dengan tersenyum. “Bagiku kamu satu-satunya. Malaikat pelindungku adalah kamu, Lee Do Hwa.”
Mendengar kalimat Ju Da, Do Hwa merasa kalau tu sangat norak. Tapi, bagaimana lagi karena itu adalah kehendak Penulis.
“Kamu tampak paling cantik saat tersenyum,” balas Do Hwa.
Sebenarnya, di dalam hatinya, Do Hwa juga bertanya-tanya, apakah dia melakukannya dengan serius atau hanya karena kehendak penulis?
Saat itu, Nam Ju muncul. Dia ternyata menunggu Ju Da dari tadi di depan rumah Ju Da. Dan jelas, dia tmpak cemburu saat melihat Do Hwa. Do Hwa sendiri langsung pamit untuk pergi. Itulah scene yang harus di lakukannya.
--

tn. Eun bertanya pada Dan O, apakah Dan O mau berhenti sekolah dan keliling dunia dengannya? Mendengar pertanyaan tn. Eun, Dan O menjawab kalau ayahnya tahu kan apa hal yang paling ingin di lakukannya saat berada di rumah sakit? Pergi ke sekolah, belajar dan berteman seperti orang lain.
“Berhubung kita membahasnya, aku sangat ingin pergi ke perkemahan musim panas ini. Aku belum pernah ikut karyawisata. Ya?” pinta Dan O.
Dan tn. Eun memberikan izinnya. Dan O sangat senang. Tapi, dia tetap tahu kalau semua keputusan ada di tangan si Penulis.
--

Di sekolah, para siswa/I berkumpul di dekat mading membaca pengumuman karyawisata. Mereka tampak kecewa karena kali ini karyawisata tidak akan di lakukan di luar negeri tapi dalam negeri. Soo Chul bahkan memberitahu kalau dia baru saja memperpanjang paspor-nya.
Sae Mi tidak peduli karena dia yakin kalau Nam Ju pasti punya alasan bagus membuat keputusan itu. Nam Ju bersikeras kalau merkea harus pergi ke suatu tempat di Korea untuk perkemahan musim panas tahun ini. Dan juga, Nam Ju bilang akan membayar semua biaya-nya. Sae Mi memuji Nam Ju yang sangat murah hati dan yang terbaik.
Syaat!
Do Hwa muncul dan ikut membaca pengumuman. Dia berdiri di samping Dan O dan berkomentar mengenai Dan O yang telah bekerja keras sebagai karakter extra. Tapi, bukankah Dan O selalu bilang akan mengubah takdir.
“Tapi tidak ada yang berjalan sesuai keinginanku,” ujar Dan O. “Entah kapan jantungku berhenti berdetak.”
“Jika kamu bisa melihat masa depan, kenapa tidak bisa mengendalikannya?”
“Aku bisa melihatnya, tapi tidak bisa mengubahnya.”
“Jika punya kekuatan itu, aku tidak akan dipermalukan lagi.”
“Kenapa? Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Ju Da kemarin?”
“Aku mengatur situasinya dan meninggalkan TKP di saat yang tepat seperti seorang figuran. Inilah hasil perbuatanku. "Perkemahan musim panas tahun ini akan gratis"”
“Seluruh sekolah harus membantu tokoh utama dengan kisah cinta mereka, bukan? Tentu saja. Mereka bosnya,” ujar Dan O kesal.
--

Dan O menemukan Jinmiche yang sedang membaca buku di perpustakaan. Dia menggoda Jinmiche yang bisa ada di perpustakaan juga karena dia mengira Jinmiche selalu ada di kantin. Dengan santai, Jinmiche berkata kalau dia tinggal di perpustakaan. Alasan dia kemari karena buku komik SECRET terus kembali ke tempatnya semula.

Mereka mulai berbincang dan Dan O memberitahu kalau dia mendengar pembicaraan di rumah sakit. Dan ternyata, itu adalah bagian yang sedang di baca Jinmiche sekarang. Dia menatap Dan O dengan sedih. Melihat tatapan Jinmiche, Dan O segera melarangnya menatapnya seperti itu karena dia pasti akan mengubah nasibnya.
Dan O berjalan ke jendela. Dan dia melihat 13 yang lagi-lagi ada di taman. Dan O mengeluh karena 13 selalu tidak pernah ada saat dia mencarinya. Dan O kembali bersemangat dan segera keluar perpustakaan.

Jinmiche penasaran dengan pria yang selama ini Dan O cari. Jadi, dia melihat ke jendela dan menatap 13. Saat melihat wajah 13 raut wajah Jinmiche berubah, seolah-olah dia mengenali 13.
--
Dan O mengejar 13 ke taman. Dia sampai terjatuh karena terburu-buru. Walau terluka, Dan O tidak peduli dan lanjut lari. Karena di scene selanjutnya, lukanya pasti sudah sembuh.

13 ternyata pergi ke perpustakaan. Dan O khawatir karena 13 tampaknya terluka jadi dia segera pergi mengambil kotk P3K yang terletak di atas lemari. Karena tidak sampai, Dan O menggunakan kursi untuk berpijak. Dia hampir saja terjatuh, jika 13 tidak menangkapnya di saat yang tepat.

Dan O mengambil plester dan mengobati tangan 13 yang terluka. 13 melihat lutut Dan O yng terluka, jadi dia gantian mengobati Dan O. Dan O tampak gugup karena 13 berada sangat dekat. 
“Akan menyenangkan jika kamu bisa mengubah nasibku dengan wajah tampanmu. Nomor 13. Sebaiknya kamu ingat aku lain kali. Namaku Eun Dan Oh. Eun Dan Oh.”
13 menatap Dan O dengan lekat tapi tetap tidak berkomentar apapun.
--
Para siswa/I kembali berkumpul di mading. Mereka melihat pengumuman mengenai siapa saja peserta yang bisa mengikuti perkemahan Musim Panas. Dan O ada di sana dan sedih karena 13 tidak termasuk di dalamnya (13 tidak punya nama, sementara yang tertulis adalah nama karakter yang ada namanya seperti Sae Mi, Soo Chul, trio girl & boy pembully). Melihat itu, Dan O merasa sedih karena yang namanya tidak tertulis tidak boleh ikut.

Pas sekali, Dan O kembali bertemu dengan 13. Dia melihat luka di tangan 13 yang sudah hilang, jadi pembicaraan mereka sebelumnya pasti sudah di lupakan oleh 13. Walau begitu, Dan O tetap dengan ceria memberitahu kalau namanya adalah Eun Dan O.

Tidak hanya sekali. Dan O selalu memperkenalkan namanya dan mendekatkan diri dengan 13 di setiap ada kesempatan. Kapanpun dan dimanapun. Dan selama dia memperkenalkan dirinya, 13 selalu hanya diam.
“Tidak ada yang berubah, dan sepertinya dia juga tidak mengingatku. Jadi, apakah aneh jika aku merasa sesuatu perlahan berubah?”
--
Kyung di antar ayahnya menuju titik perkumpulan untuk acara perkemahan musim panas. Saat di dalam mobil, tn. Baek mendapat pesan dari sekretarisnya kalau tn. Eun tiba-tiba menunda investasi. Membaca pesan itu, mood tn. Baek menjadi buruk. Dia langsung memarahi Kyung dan menyalahkannya karena tidak menjaga Dan O dengan baik. Harusnya Kyung mengunjungi Dan O saat Dan O ke rumah sakit. tn. Baek menduga kalau Dan O mengadu pada ayahnya mengenai Kyung sehingga tn. Eun tidak jadi berinvestasi di perusahaannya. Dia sangat marah karena Kyung terus merusak semuanya.
Untungnya mereka segera tiba, jadinya Kyung bisa segera turun dari mobil. Tapi, sebelum pergi, tn. Baek memaki Kyung sebagai orang tidak berguna. Kyung tampak sangat marah mendengar ucapan ayahnya tersebut.
Psaat!

Dan O sudah berada di stasiun kereta api. Dia berteriak senang karena akan pergi mengadakan perkemahan musim panas. Sae Mi menghampirinya dengan riang. Dia juga membawa banyak sekali barang dan koper. Tidak hanya itu, dia bahkan memerintahkan Soo Chul untuk mengambil fotonya sekarang. Dan juga, dia memberikan koper-nya pada Soo Chul untuk di bawakan.
Dan O berbincang dengan riang dengan Sae Mi. Dia tidak sadar kalau Kyung menatapnya dari jauh dengan tatapan penuh amarah.
--
Di dalam kereta, Sae Mi membagikan burger yang sudah di belinya kepada semua orang. Semua tampak senang. Dan akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.
Dan O tampak kesal karena di tangannya, dia membawa kantong kertas kecil. Jelas, itu adalah hadiah untuk Kyung, scene yang harus di lakukannya.


Soo Chul malah sudah memasak tteokboki sate dan mengajak Sae Mi serta trio girl pembully untuk makan bersama. Ju Da melihat itu dari belakang dan tampak ngiler. Nam Ju yang ada di sana, melihat Ju Da yang ngiler dengan tteokboki sate.
Psaat!
Dan O masuk ke dalam mode karakter komiknya. Kakinya bergerak sendiri menuju arah Kyung, dan tangannya bergerak sendiri untuk menghentikan Kyung. Do Hwa ada bersama Kyung dan dia tersenyum karena tahu kalau ini adalah scene yang harus Dan O lakukan.

Dan O menyerahkan hadiah yang sudah di siapkannya dan memberikannya pada Kyung. Kyung membuka hadiah Dan O yang ternyata adalah gantungan kunci. Dengan kejam, Kyung membuang gantungan itu ke lantai dan menginjaknya. Tidak hanya itu, dia memperingati Dan O agar lain kali tidak memberikannya sampah seperti ini. Setelah itu, dia pergi meninggalkan Dan O.

Semua langsung berkumpul karena melihat penolakan Kyung. Dan O menutup matanya dan menangis sedih. Semua jadi khawatir dan menenangkannya agar tidak menangis. Do Hwa tampak kasihan padanya, tapi dia harus pergi mengikuti Kyung sesuai kehendak Penulis.
Syaat!
Adegan selesai. Dan O berhenti menangis. Tampak kalau maskara matanya luntur. Tapi, walau begitu, dia malah tertawa senang dan menyuruh semuanya untuk tidak khawatir. Abaikan saja dia dan bersenang-senanglah.
Semua bingung melihat sikap Dan O yang sangat berbeda. Mereka bahkan berpikir kalau Dan O sudah gila.
Psaat!
Dan O sudah berada di atas rel kereta lagi utnuk melanjutkan perjalanan. Dan matanya terlihat memerah seolah-olah telah banyak menangis. Ju Da yang menghampirinya tampak khawatir dan menanyakan keadaannya. Di dalam hatinya, Dan O merasa jengkel pada Penulis karena membuat scene ini, agar Ju Da seperti orang yang sangat baik.
Ju Da menawarkan diri untuk memijat Dan O agar merasa lebih baik.

Saat itu, Nam Ju menghampiri Ju Dan dan memberikan makanan mirip seperti sate tteokboki yang tadi Soo Chul dkk makan. Ju Da tentu heran melihat yang Nam Ju berikan dan bertanya apa itu?
Semua langsung menatap ke arah Nam Ju. Nam Ju tidak tahu nama makanan itu apa, yang penting sate tusuk sosis dan tteokbokki. Dan O yang melihat itu dalam hati menjawab kalau nama makanan itu adalah ssuteok. Ju Da bertanya lagi, kenapa Nam Ju memberikan ini padanya? Nam Ju menjawab kalau rasanya enak jadi dia ingin Ju Da memakannya. Tapi, kalau tidak mau, dia buang saja.
Syaat!
Karena adegan di panggung sudah berakhir, Dan O segera mengambil ssuteok itu dari Nam Ju. Dia bahkan berkata akan memakan ssuteok itu bersama Ju Da.
Dan O sebenarnya sedih karena dia tidak tahu apakah 13 ikut atau tidak. Walau begitu, dia masih bisa mencoba bersenang-senang dengan yang lainnya.
--

Semua sudah tiba di tempat acara perkemahan. Dan O melihat semua peserta yang ikut, tapi dia sama sekali tidak bisa menemukan 13. Dia malah berjumpanya dengan Do Hwa. Do Hwa menanyakan keadaan Dan O mengenai Dan O dengan Kyung tadi. Dan O dengan cuek berkata kalau dia tidak peduli karena dia kan melakukan itu di panggung. Do Hwa tetap khawatir, karena kalau dia berada di posisi Dan O, dia pasti akan terluka.
“Kawan, jika terluka karena hal-hal kecil, kamu tidak akan bisa bertahan di dunia komik yang kejam ini,” nasehat Dan O. “Cukup tentang itu. Kamu lihat Nomor 13?”
“Tentu saja dia tidak ikut. Dia tidak ada dalam daftar.”
Mendengar jawaban Do Hwa, Dan O langsung menggerutu kalau Penulis sangat kejam. Hanya karena 13 adalah extra tanpa nama, maka dia tidak boleh ikut perkemahan musim panas ini? Saking emosinya, Dan O langsung ingin mengucapkan semua kata kasar untuk Penulis.
Do Hwa yang panik dan berusaha menghentikan Dan O berteriak. Dan O tambah kesal karena tidak akan ada yang ingat yang di lakukannya sekarangpun. Do Hwa mengerti, tapi memaki seperti itu tetaplah tidak baik. Dan O tidak peduli dan ingin lanjut memaki, dan Do Hwa sibuk menutup mulutnya.
--
Adegan sudah berganti lagi dengan Dan O yang bersantai bersama Sae Mi. Dia masih mencoba mencari 13, tapi tetap tidak ketemu juga. Sae Mi ada membeli sebuah batu hitam panjang.
Sae Mi menjelaskan kalau batu itu memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, tapi efeknya tetap sama. Jadi, jika dua orang lawan jenis saling berhadapan dan mematahkan batu menjadi dua, bagian yang mereka dapatkan menunjukkan rasa suka kalian terhadap orang di hadapan kita. Semakin besar patahan batu yang kita patahkan, artinya perasaan kita terhadap orang di hadapan kita lebih besar daripada dia.
Dan terlihat kalau trio girl dan trio boy pembully membeli batu itu dan mencobanya.
“Bukankah itu sangat romantis?” ujar Sae Mi, menggebu-gebu.
“Jadi, itu hanya batu.”
“Bukan hanya itu. Jika kamu memohon pada batu dan membuat menara dengan itu, keinginan itu terwujud.”
Dan O mash tetap tidak begitu percaya. Sae Mi tidak peduli. Dia membelikan batu yang sudah di belinya untuk Dan O. Dia membeli 2 batu, 1 untuknya dan 1 lagi untuk Dan O. Dia bahkan menyemangati Dan O untuk menggunakan batu itu bersama Kyung. Dan O menegaskan kalau dia tidak membutuhkannya.
Saat itu, Dan O malah melihat storyboard yang akan terjadi.


Dia dan Kyung berdiri berhadapan. Kyung mematahkan batu itu. Dan kemudian, membuang batu itu ke laut. Dan O berjalan mendekati laut hingga hampir tenggelam demi mengambil batu yang Kyung lempar. Dan di sana ada 13 yang melihat semua itu.

Dan O terkejut dengan yang di lihatnya, 13 ada di sana. Dia segera meninggalkan Sae Mi dan mencari 13. Dia berpas-pasan dengan Do Hwa. Do Hwa bingung karena tidak mungkin Dan O mencari Kyung, apa itu adalah dialog scene yang harus mereka lakukan? Dan O tidak menjawab pertanyaan Do Hwa, dan hanya menyuruh Do Hwa menyampaikan pada Kyung kalau dia mencarinya, jika Do Hwa melihat Kyung. Dan O dengan sumringah berkata kalau dia merasa kali ini, akan bisa mengubah takdirnya.
--
Nam Ju muncul dan semua langsung berteriak menyambutnya dengan heboh. Dan tampak kalau sinar matahari menyinarinya. Nam Ju membeli batu dan ternyata Do Hwa pun membeli batu itu juga. Nam Ju bertanya untuk apa Do Hwa membeli batu itu dan untuk siapa? Do Hwa tidak menjawab dan bertanya balik pada Nam Ju, pertanyaan yang sama.
“Haruskah aku melapor kepadamu tentang segala hal?” balas Nam Ju dengan sengit.
“Kamu tidak perlu, dan aku juga tidak perlu,” jawab Do Hwa dengan tersenyum.
--

Do Hwa bertemu dengan Ju Da. Dan pertemuan mereka terlihat oleh Nam Ju. Nam Ju juga melihat kalau Do Hwa menunjukkan ‘batu hubungan’ yang di beli tadi pada Ju Da dan meminta Ju Da menghancurkan batu itu dengannya. Tampak jelas kalau Nam Ju cemburu.
--
13 ada di tebing pantai. Dia mengenakan ransel dan melihat laut di depannya. Di saat tersebut, terdengar teriakan Dan O. Dan O sangat senang karena bisa menemukan 13. Dia langsung menghampirinya dengan riang dan bertanya kapan 13 tiba? Bagaimana? Kenapa?
13 hanya diam dan menatap Dan O.
“Tidak, itu tidak penting. Penyakit jantung dan cinta 10 tahun adalah latar belakangku. Jika ceritanya diubah, kita bisa lebih dari sekadar figuran. Nanti, aku akan masuk ke air. Entah kamu memegang tanganku atau menjatuhkanku, kamu harus menghentikanku dengan cara apa pun. Ya? Mari kita lakukan ini bersama,” jelas Dan O.
--

Kyung sedang berenang di kamar hotelnya. Dan dari luar, terlihat para gadis yang berteriak memanggil A3. Karena teriakan para gadis itu, Kyung jadi risih dan menyudahi renangnya. Kebetulan sekali. Do Hwa melihatnya dan memberitahu kalau Dan O mencarinya. Kyung tidak peduli dan beranjak keluar.
Setelah Kyung pergi, Nam Ju yang ada di kamar langsung menghampiri Do Hwa dan bertanya apakah Do Hwa menyukai Ju Da?
“Apa maksudmu? Dia hanya teman,” jawab Do Hwa, berusaha santai.
“Aku mengucapkan kata-kata yang tidak ingin kukatakan. Tapi kenapa dia tersenyum seperti itu di depanmu?”
“Entah apa ada wanita yang tidak tersenyum di depanku,” jawab Do Hwa lagi. Padahal, bukan itu yang ingin di katakannya. Dan dia sadar kalau ini adalah dialog yang harus mereka ucapkan seperti yang Dan O jelaskan padanya.
“Do Hwa. Kamu mengenalku, bukan? Aku tidak tahan saat orang lain menyentuh barang-barangku. Tidak ada pengecualian meski kamu temanku. Menjauhlah darinya,” peringati Nam Ju.
Do Hwa hanya bisa diam. Dia sadar kalau dia hanya bisa bergerak sesuai cerita. Itu adalah takdirnya.
--
Dan O berada di pinggir pantai dengan batu hubungan di tangannya.
Psaat!

Kyung muncul di belakangnya. Begitu muncul, Kyung langsung bicara dengan kejam pada Dan O yang ikut perkemahan. Seharusnya Dan O berada di rumah jika sakit. Dia bahkan berkata kalau hobi Dan O adalah menyiksanya.
Walau kata-kata Kyung kejam, Dan O hanya bisa tersenyum, sesuai kehendak Penulis.
Kyung meraih batu yang ada di tangan Dan O dan mematahkannya. Bagian patahan punya Kyung jauh lebih besar daripada Dan O.
“Aku sangat bahagia. Potongan batunya sama dengan rasa sukamu. Lihat? Kamu punya potongan yang lebih besar,” ujar Dan O dengan ceria.
Kyung terlihat muak dan malah melempar batu di tangannya ke laut.
“Aku tidak punya keinginan dan keinginanmu terlalu jelas. Berhentilah membuang waktumu,” peringati Kyung dan meninggalkan Dan O.

Dan O tanpa bisa menghentikan langkah kakinya, hanya bisa terus berjalan ke laut untuk mengambil kembali batu yang di lemparkan oleh Kyung. Walau begitu, Dan O tidak tampak panik. Dia melirik ke 13 dan yakin kalau 13 pasti akan membantunya mengubah jalan cerita sama seperti saat-saat sebelumnya.

Sayangnya, semua tidak seperti yang Dan O lakukan. 13 hanya tetap diam berdiri di sana melihatnya, sama seperti di storyboard  yang di lihatnya.
Semua yang ada di pinggir pantai, panik melihat Dan O yang berjalan memasuki laut.
Aku tidak ingin menjalani hidupku seperti yang direncanakan. Tolong selamatkan aku. Selamatkan aku. Selamatkan aku, Nomor 13.
Dan O tidak bisa melakukan apapun. Semua sama seperti di storyboard. Langkahnya baru bisa berhentik setelah dia mendapatkan batu itu kembali di tangannya.
Syaat!
Tidak berubah. Aku tidak bisa melakukannya. Tidak bisa. Lagi pula, aku tidak bisa mengubah apa pun. Ku pikir ini bisa berubah.
Dan O menangis sedih karena tidak bisa melakukan apapun. Dia hanya bisa melakukan kehendak penulis.
--
Ju Da berada di atas tepi jurang dan di tangannya, dia memegang batu hubungan. Nam Ju tiba-tiba muncul di belakangnya dan meraih batu itu hingga terpecah menjadi 2. Batu patahan Nam Ju lebih besar dan Nam Ju tampak kesal.
Tidak hanya itu, Nam Ju memberikan pena tinta putih untuk Ju Da. Mereka akan menulis keinginan di batu itu dan membangunnya menjadi menara.

Di tempat yang sama, Dan O juga berusaha membangun menara batunya. Permohonan yang di tulisnya di batu itu adalah : Tolong buat Baek Kyung menyukaiku.
Tapi walau bagaimanapun, batu itu tetap saja terjatuh.

Sementara itu, Ju Da dan Nam Ju sangat mudah membangun menara batu. Ju Da sampai bersorak kegirangan. Ju Da penasaran dan bertanya apa permintaan yang Nam Ju buat?
“Rahasia,” jawab Nam Ju.
Dan O melihat itu dengan sedih. Karena panggung sudah berakhir, Dan O mencoret keinginannya yang dia tulis. Dia mengganti permohonannya.
Itu karena dia teringat ucapan dokter kalau ayahnya harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Dan juga tangisan ayahnya.


Dan O berdoa dengan tulus dan berusaha membangun kembali menara batunya. Tapi, tidak peduli berapa kalipun dia mencobanya, menara batu-nya tidak bisa di hentikan. Dan O tampak sangat sedih. Dia berusaha keras untuk tidak menangis.
Tapi, dia mengingat perkataan Jinmiche kalau tidak ada yang akan berubah di dunia ini. Tidak akan pernah.
Tangis Dan O akhirnya pecah. Dia menatap menara batunya yang hancur. Dia hanya bisa menangis terisak-isak.
13 datang dan melihat nya dari belakang. Dan O menyadari kedatangannya. Dia menatap 13 dengan pandangan sendu. 13 mendekat dan membantu membangun menara batu.

“Hentikan,” perintah Dan O, “Itu akan jatuh. Menara seperti ini tidak bisa mewujudkan keinginanku,” ujar Dan O dengan sedih. “Ku kira kamu. Ku kira kamu bisa membantuku mengubah ini. Aku salah,” tangis Dan O, penuh kesedihan.

Dan O beranjak pergi dari sana. Tapi, walaupun dia berbalik pergi, 13 tetap tidak pergi dan masih tetap berusaha membangun menara batu.
Dan terlihat kalau keinginan yang Dan O tulis adalah : Aku ingin hidup.
Ajaibnya, menara batu yang di bangun 13 tidak terjatuh. Menara itu berdiri.
Dan kita di perlihatkan kalau di dalam tas 13 ada buku SECRET.
“Eun Dan O,” gumam 13.

Aku yakin kalau 13 dari awal sudah mengenal Dan O. kenapa? Karena dari scene-scene sebelumnya kan dia sudah pernah melukis Dan O (di akhir episode 01).

1 comment: