Thursday, October 31, 2019

Sinopsis K-Drama : Extraordinary You Episode 17

5 comments


Sinopsis K-Drama :  Extraordinary You Episode 17
Images by : MBC
Psaat! = adegan berpindah ke panggung (cerita Komik)
Syaat! = adegan panggung sudah selesai
======

Ha Roo pergi ke perpustakaan karena dia lagi-lagi mendengar suara seperti suara orang membalikan halaman buku. Lagi-lagi, lubang hitam muncul di dinding di ruang rahasia milik Ha Roo yang dulu. Di dalam lubang itu, sosok mirip Ha Roo yang memakai pakaian zaman dulu, sedang menahan tusukan pedang (sepertinya).

Dan kali ini, Ha Roo melihat lubang tersebut. Dia memasukkan tangannya ke dalam lubang tersebut, dan tiba-tiba, lubang itu menutup dan seolah hendak menariknya ke dalam. Refleks, Ha Roo menarik tangannya keluar dari lubang tersebut. Dan sebuah sayatan muncul di telapak tangannya, sama seperti luka di telapak tangan Ha Roo dulu. Bedanya, ini bukan luka yang sudah lama melainkan luka yang baru.

Melihat luka itu, Ha Roo seolah mendapat semua ingatannya sebelum dia menghilang. Dia mengingat pertemuannya dengan Dan O, saat Dan O memberinya nama ‘Ha Roo’, saat Dan O memanggilnya. Semuanya. Dia ingat semuanya!!
“Eun Dan O,” ujar Ha Roo.
Tanpa membuang waktu, Ha Roo segera berlari keluar sekolah mencari Dan O.
--
Dan O sedang berdiri sendirian di tengah jalan. Tatapannya penuh kesedihan (ini adegan terakhir di episode 16 kemarin ya guys).
“Jika aku tetap menjadi Eun Dan O, extra yang tidak sadar diri di dalam komik romansa...”
Ha Roo ada di belakangnya.
“Maka aku hanya akan menjadi Nomor 13 tanpa nama,” ujar Ha Roo, menyambung ucapan Dan O.
Dan O berbalik karna mendengar suara Ha Roo dan juga ucapannya. Dia benar-benar terkejut.
Ha Roo berjalan mendekat padanya. “Kali ini, akan kuubah ceritamu. Dan O. Maafkan aku. Aku datang agak terlambat,” ujar Ha Roo, menggenggam tangan Dan O. Dan O melihat bekas luka di telapak tangan Ha Roo.
Dan O menangis penuh rasa bahagia, karena Ha Roo-nya telah kembali.
“Dan O. Lihatlah aku. Aku di sini.”
Ha Roo memeluk Dan O dengan erat. Dan O menangis di pelukannya.
“Aku tidak akan pergi ke mana pun.”
--
Ha Roo duduk bersama dengan Dan O di taman sekolah. Dan O sebenarnya masih tidak mengerti alasan mengapa Ha Roo menghilang dan kehilangan ingatannya. Ha Roo pun demikian. Walau begitu, dia tetap kembali.
“Kamu bahkan tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu. Tidak ada yang tahu siapa kamu. Ada orang lain yang duduk di kursimu. Namamu hilang dari daftar siswa. Meskipun kembali, kamu tampak seperti orang lain. Kamu tidak ingat apa pun yang terjadi di antara kita,” ujar Dan O sedih, mengingat semuanya. “Aku tidak akan mengubah nasibku. Kukira aku tidak akan pernah melihatmu lagi, Ha Roo. Ini semua salahku. Jika kamu tidak menyelamatkanku dari kolam renang.”

“Dan O,” hentikan Ha Roo, agar Dan O tidak menyalahkan diri sendiri terus menerus. Dia menggenggam tangan Dan O dan menatap mata Dan O, “Bahkan jika aku kembali ke masa itu, aku akan menyelamatkanmu ribuan dan ratusan kali. Jadi, jangan minta maaf.”
Ha Roo mengajak Dan O untuk pergi. Dia akan mengantar Dan O pulang ke rumah. Tapi, Dan O menolak pulang. Dia takut jika dia pergi, Dan O akan melupakannya lagi atau bahkan akan menghilang lagi. Dia ingin tetap bersama dengan Ha Roo hingga adegan ‘panggung’ berikutnya.

Ha Roo tampak terharu karena kepedulian Dan O padanya. Dia menatap telapak tangannya yang sekarang mempunyai bekas luka. Dia menatap Dan O dan berkata dengan tulus kalau dia tidak akan membiarkan Dan O pergi. Dia menggenggam tangan Dan O dengan erat.
“Aku pasti. Tidak akan pernah melepaskanmu,” tegas dan tekada Ha Roo.
--

Esok hari,
Do Hwa yang sudah mendengar kalau Ha Roo sudah mengingat semuanya sangat senang. Dia bahkan sampai membeli banyak sekali makanan untuk Ha Roo dan terus menerus memastikan kalau yang di depannya adalah Ha Roo. Dan O sampai kesal dan mengingatkan kalau Do Hwa sudah bertanya lebih dari 10 kali. Do Hwa masih tetap kurang yakin dan bertanya siapa namanya pada Ha Roo. Ha Roo menjawab. Do Hwa langsung berseru riang karena cara Ha Roo mengatakan nama-nya masih sama. Itulah Ha Roo yang asli.
Do Hwa memberikan banyak kue untuk Ha Roo. Dia bahkan ingin membukakan bungkus kue untuk Ha Roo. Dan O tidak terima dan malah berebutan dengan Do Hwa untuk membuka bungkus kue itu untuk Ha Roo. Setelah di bukakan, mereka langsung menyuapi Ha Roo dengan beringas. Mulut Ha Roo sampai sangat penuh. Belum selesai di kunyah dan di telan, mereka terus saja menyuapinya. Wkwkwkw.

“Kurasa dia hilang ingatan karena dia mendapat peran baru,” ujar Do Hwa, menyimpulkan. “Kini ingatannya sudah pulih Aku yakin. Itu alam bawah sadarnya. Jauh di dalam alam bawah sadarmu, kamu sangat ingin mengingat Eun Dan O,” semangat Do Hwa. “Kamu menyukai Dan O? Kamu seharusnya memberitahuku lebih awal.”
Do Hwa mendorong Ha Roo hingga wajah Ha Roo dan Dan O menjadi sangat berdekatan. Tapi, Do Hwa tidak sadar hal itu malah bangkit berdiri sambil berteriak memberitahu kalau Ha Roo sudah kembali. Dan O yang melihat wajah Ha Roo dengan sangat dekat dan juga karena ucapan Do Hwa tadi, jelas jadi grogi.
Tapi, saat Do Hwa menyuruh Dan O untuk ikut dengannya berteriak. Dan O refleks malah mendorong Ha Roo dan berdiri sambil berteriak kalau Ha Roo sudah kembali.
--

Dan O ada di depan meja Ha Roo. Dia meletakkan buku yang dulu Ha Roo gunakan untuk melukis di meja Ha Roo (buku yang Kyung buang ke kolam renang. Dan di temukan Dan O saat dia mencari Ha Roo yang menghilang).
Ha Roo melihat Dan O yang ada di depan meja-nya dan bertanya apa yang Dan O lakukan? Dengan bersemangat, Dan O malah balik tanya apa yang ingin Ha Roo lakukan? Dia akan melakukan apapun untuk Ha Roo? Apa Ha Roo ingin makan?

Mendengar kata ‘makan’, Soo Chul dan Sae Mi langsung menghampiri mereka. Soo Chul sangat bersemangat dan mengajak mereka untuk makan ‘tteok-bokki’ karna itu sedang sangat musim di Youtube. Dan O tidak peduli dengan celotehan Soo Chul dan hanya sibuk menatap Ha Roo. Ha Roo juga sibuk menatap Dan O.
Setelah pembicaraan panjang, Ha Roo setuju untuk makan tteok-bokki. Soo Chu dan Sae Mi kaget karena cara bicara Ha Roo berbeda. Dan O lebih bersemangat dan mengajak Ha Roo untuk segera pergi makan tteok-bokki.
Psaat!
Dan O malah sudah berpindah ke café dimana Ju Da bekerja sambilan. Hari juga sudah malam dan pakaiannya juga sudah berubah. Dan O jelas sedih karena dia baru saja mau makan dengan Ha Roo malah sudah pindah ke ‘panggung.’
Ju Da yang baru tiba, bertanya sedang apa Dan O di sini? Dan O sebenarnya tidak tahu juga tujuannya di sana, tapi mulutnya dengan santai berujar : “Kyung ingin menemuiku di sini.” Dan O baru tahu tujuannya itu.
Pemilik café keluar dan memberitahu Ju Da kalau Ju Da boleh pulang cepat setelah membersihkan café. Ju Da bingung karena dia baru datang. Pemilik dengan riang memberitahu kalau semua sandwich mereka sudah terjual habis. Seseorang membeli semuanya dan juga membayar untuk reservasi café.
--
Dan O sudah duduk di dalam café sementara Ju Da sedang membersihkan café. Dan O sebenarnya jengkel karena penulis membuat adegan ‘panggung’ sangat lama.

Tidak lama, Nam Ju tiba. Dialah yang membeli semua sandwich dan menyewa café. Bukannya merasa romantis, Dan O yang melihat adegan itu malah geli dan bisa menebak kalau alur cerita romansa norak akan segera di mulai.
--
Nam Ju dan Do Hwa juga sudah tiba. Jadi, di sana ada Nam Ju, Ju Da, Do Hwa, Dan O dan Kyung. Do Hwa meniup lilin dengan huruf A3 dan ada 3 bintang di atas sebuah kue tart polos berwarna putih. Dan semuanya juga memakai topi pesta.
Saat makan sandwich, Dan O mengambilkan dan menawarkannya pada Kyung. Dan dengan dingin, Kyung menolak.
Nam Ju bangkit berdiri dan mulai berpidato. Dia menyiapkan pesta ini sebagai bentuk perayaan kembalinya Do Hwa ke A3. Nam Ju bahkan berkata kalau kekasihnya (Ju Da) menyelamatkan Do Hwa. Mendengar kata ‘kekasih’ yang di ucapkan Nam Ju, Do Hwa tampak marah.
Melihat keadaan yang agak memanas, Ju Da langsung mengingatkan : “A3 bersinar paling terang saat kalian bersama.”
Mendengar itu, Dan O, Kyung dan Do Hwa merasa geli. Kalimat itu terlalu kekanak-kanakan bagi mereka yang sudah tahu kalau ini hanyalah dunia komik.
Mereka mulai lanjut makan. Ju Da tiba-tiba saja ke belakang dan kembali dengan sebuah piring sandwich. Dia memberikannya pada Do Hwa dan berkata kalau itu adalah sandwich istimewa buatannya untuk Do Hwa. Hadiah penyambutan. Do Hwa tersenyum senang dan hendak mengambil sandwich tersebut. Tapi, Nam Ju tidak membiarkannya. Dia terus menyebut Ju Da sebagai ‘kekasih’ nya.
Do Hwa protes. Apa Ju Da dan Nam Ju sudah resmi berpacaran? Apa Nam Ju sudah lupa kalau mereka sudah berjanji akan berkompetisi secara adil dan jujur. Apa Ju Da sudah menerima perasaan Nam Ju? Jangan bilang kalau Nam Ju melakukan semua ini tanpa izin Ju Da.
Melihat mereka yang terus bertengkar. Ju Da melerai dengan berkata akan membagi sandwich -nya menjadi dua bagian. Dia juga mengingatkan kalau teman tidak boleh bertengkar (wkwkwkw, kayak anak-anak).
Syaat!

Adegan berakhir. Dan O, Kyung dan Do Hwa segera melepas topi pesta mereka. Mereka sudah bisa bertingkah sesuai keinginan mereka. Kyung yang dari tadi tidak bisa makan, mengambil sandwich sandwich yang tadi Dan O tawarkan untuk adegan ‘panggung’ tapi harus dia ‘tolak.’ Melihat itu, Dan O menggerutu kesal karena Kyung sudah mempermalukanna tadi (padahal itu hanyalah kehendak penulis yang tidak bisa Kyung lawan).
Dan O juga memilih pergi dari sana. Tapi, sebelum pergi, dia berkata pada Nam Ju kalau Nam Ju sangat kekanak-kanakan. Melihat Dan O yang pergi, Kyung segera mengikutinya.

Do Hwa yang sudah bisa bertingkah dengan bebas memberitahu Nam Ju kalau dia sudah melepaskan Ju Da. Dia tahu kalau Nam Ju dan Ju Da akan segera berkencan. Dan juga tahu kalau Nam Ju pasti akan membuat Ju Da bahagia. Tanpa Do Hwa dan Nam Ju sadari, Ju Da mendengar ucapan Do Hwa tersebut.
--
Dan O berjalan sendirian di jalan masih sambil menggerutu mengenai adegan ‘panggung’ tadi yang sangat norak. Dia hendak mengeluarkan sesuatu dari tas-nya, tapi malah membuat ponselnya terjatuh. Saat itu, Kyung berhasil mengejarnya dan membantu mengambilkan ponsel Dan O yang jatuh.
Dan O masih terus menggerutu. Dia melihat kalau wallpaper ponselnya kembali lagi menjadi foto dia bersama dengan Kyung. Dan O merasa kesal karena sudah berulang kali mengubahnya, tapi terus saja kembali seperti itu.
“Aku menyukainya,” ujar Kyung, melihat foto itu. “Aku suka foto ini.”
“Kamu selalu mengeluhkan betapa kamu membencinya.”
Kyung merebut ponsel Dan O dan mengatur ulang wallpaper ponsel Dan O dengan foto tersebut. “Kamu memohon agar aku memotretnya untuk foto wallpaper.”
“Itu terjadi di panggung,” ingati Dan O.
“Kamu bilang tidak tahu apakah Dan O dalam memoriku nyata atau palsu. Tapi kuharap dia nyata. Pasti ada alasan semuanya kembali seperti semula,” ujar Kyung serius dan mengembalikan ponsel Dan O.
Dan O bingung dengan maksud ucapan Kyung sebenarnya.
--

Esok hari,
Kyung pergi ke perpustakaan. Dia mencari komik “TRUMPET CREEPER” (Di episode sebelum-sebelumnya, aku tulis FLOWER, karena itu yang di tulis di sub awalnya. Tapi, mulai ke sini, artinya berubah menjadi TRUMPET CREEPER, mungkin karna pembuat sub merasa itu yang lebih tepat). Dia masih kepikiran dengan gambar tokoh yang mirip Dan O dan ucapan sang tokoh yang mirip seperti yang Dan O ucapkan. Dan juga, Jinmiche yang segera merebut komik itu darinya dan wajahnya tampak sangat serius.
Karna tidak bisa menemukan buku komik itu, Kyung memutuskan mencari informasi mengenai bunga trompet (TRUMPET CREEPER artinya adalah Bunga trompet). Tiba-tiba, Kyung seperti merasakan ada sesuatu gitu.
Di perpustakaan itu, di sudut rahasia milik Ha Roo, Ha Roo ada di sana. Dia masih memikirkan lubang hitam yang kemarin malam di lihatnya dan saat dia memasukkan tangannya ke sana, telapak tangannya menjadi terluka.

Kyung sudah hampir berjalan memasuki sudut rahasia tersebut, tapi belum sempat dia mencapai tempat itu, Ha Roo sudah keluar. Kyung jelas bingung karena Ha Roo sudah ada di perpustakaan pagi-pagi. Ha Roo berkata kalau dia sedang mencari sesuatu. Kyung tidak percaya karena Ha Roo tidak akan ingat apapun. (Kyung masih belum tahu kalau Ha Roo sudah ingat semuanya).
“Pasti ada alasan kenapa ini terjadi kepadamu. Jangan memprovokasi penulis dan hidup tenang sebagai extra,” peringati Kyung.
“Tidak, terima kasih. Ada seseorang yang ingin kulindungi.”
“Maka ingatanmu harus kembali dahulu.”
“Aku sedang berusaha.”
“Begitu rupanya. Semoga berhasil,” sinis Kyung.
Ha Roo tidak peduli dan pergi melewatinya begitu saja.
--

Dan O tiba di sekolah. Begitu tiba, Dan O bukannya masuk ke dalam kelas malah melihat Ha Roo dari kaca kelas. Wajahnya sudah seperti bucin saja (hahahaa). Dan O teringat ucapan Do Hwa kemarin mengenai Ha Roo yang mungkin mengingat semuanya karena jauh di dalam alam bawah sadarnya, sangat ingin mengingat Dan O.
Hahahahaha. Dan O benar-benar kasmaran, cuy.

Sae Mi yang melihatnya, tentu jadi penasaran. Dan O langsung bertanya pendapat Sae Mi, apa artinya jika mereka terus menerus memikirkan seseorang di alam bawah sadar? Sae Mi dengan enteng menjawab kalau itu artinya kamu menyukainya. Dan O masih ragu.
“Mau kuberi tahu cara membedakan kamu menyukai seseorang atau tidak?”
“Ya.”
“Bayangkan kamu menciumnya,” ujar Sae Mi, bersemangat. “Percaya saja kepadaku dan lakukan.”
Dan O menuruti Sae Mi. Dia membayangkan Ha Roo dan otomatis bibir Dan O langsung maju, monyong. Dia benar-benar ingin mencium Ha Roo.
Tapi, saat dia membuka mata, Soo Chul malah ada di depan wajahnya. Dan O jelas kaget dan memukul Soo Chul. Apa Soo Chul mau mati, hah?! Soo Chul langsung mundur ketakutan.
“Jika kamu bisa bayangkan menciumnya, artinya kamu menyukainya. Jika kamu tidak mau membayangkannya, artinya kamu berteman dengannya,” jelas Sae Mi.
Dan O mengerti. Sae Mi dan Soo Chul malah menyimpulkan kalau tadi yang Dan O bayangkan untuk di cium adalah Kyung. Dengan sangat-sangat tegas, Dan O berkata kalau itu bukan Kyung.
--
Kyung ada di ruang khusus A3. Dia masih membaca buku mengenai bunga trompet. Do Hwa masuk tidak lama kemudian. Kyung langsung bertanya, darimana saja Do Hwa?
“Aku baru saja berada di panggung,” jawab Do Hwa. “Kurasa Nam Ju akan mengakui perasaannya kepada Ju Da. Dia memerintahkan para murid untuk mengadakan acara. Meskipun tahu semuanya, aku pura-pura tidak tahu. Aku mengatakan beberapa dialog yang penulis inginkan. Seperti pria dalam buku komik romansa.”
Mendengar ucapan terakhir Do Hwa, Kyung jadi teringat kalau Do Hwa pasti sudah membaca semua buku komik romansa di perpustakaan, bukan? Do Hwa membenarkan, hampir semuanya.
“Kalau begitu, kamu pernah membaca buku yang mirip dengan kita? Seperti karakter dan teknik gambarnya,” tanya Kyung.
“Tentu saja.”
“Apa kamu membaca buku itu juga?” tanya Kyung, serius.
“Bahkan dialognya pun sama,” jawab Do Hwa dengan ekspresi serius. “Kamu tahu bagaimana buku romansa. Semuanya hampir sama. Ada tokoh utama wanita, protagonis pria, dan deuteragonis. Aku tidak membicarakan Nam Ju.”
“Sial. Kukira kamu benar-benar melakukannya,” kesal Kyung, karena itu maksud Do Hwa. Dia kira Do Hwa ada membaca komik “TRUMPET CREEPER.”
Terdengar suara bel berbunyi, jadi Do Hwa segera kembali ke kelas. Sementara Kyung, dia tetap di sana dan tidak ke kelas. Dia masih memikirkan mengenai komik TRUMPER CREEPER.
--

Pelajaran hari ini adalah musik. Trio boy pembully, masuk ke dalam kelas dengan lemas setelah meniup banyak sekali balon. Mereka kesal karena harus meniup balon untuk Nam Ju yang ingin menembak Ju Da, padahal itu kan bukan pesta ulang tahun anak SD. Walau mereka menggerutu, tapi pas lihat Nam Ju, mereka bersikap sangat baik.

Salah satu trio pembully yang kesal malah menyarankan agar mereka memberitahu rencana Nam Ju ini pada Sae Mi. Trio girl pembully yang melihat mereka krasak krusuk dan bahkan memanggil nama Sae Mi jadi penasaran.
Mendengar mereka yang ribut, Nam Ju langsung melotot pada mereka. Hanya dengan satu tatapan, trio boy pembully langsung bungkam.

Guru musik masuk dan kelas pun di mulai. Dan O yang mengikuti kelas, merasa itu membosankan dan malah menyarankan pada Ha Roo agar mereka bolos saja. Tanpa menunggu persetujuan Ha Roo, Dan O langsung mengangkat tangan dan meminta izin pada guru untuk ke UKS.
Guru jadi khawatir karena Dan O sakit. Mana Kyung nggak ada lagi. Ha Roo langsung mengangkat tangan dan menawarkan diri untuk mengantar Dan O ke UKS. Tanpa menunggu persetujuan, Ha Roo langsung menggenggam tangan Dan O.

Semua jadi heboh melihat Dan O dan Ha Roo yang bergenggaman tangan. Mereka jadi penasaran, mau kemana Dan O? awalnya Dan O kan bohong kalau mau ke UKS, tapi kali ini dia malah jujur memberitahu kalau dia mau bolos. Semua kaget, tapi Dan O langsung menarik Ha Roo untuk ikut dengannya keluar.
--
Mereka tiba di atap sekolah. Dan O dan Ha Roo tertawa melihat reaksi teman-teman mereka tadi, terutama Sae Mi yang melotot hingga matanya seperti mau keluar saat mendengar mereka mau bolos.
“Aku tidak percaya aku membolos denganmu. Ini menyenangkan,” ujar Dan O, riang.
“Aku juga,” balas Ha Roo.
Perhatian Dan O kemudian teralih pada luka di telapak tangan Ha Roo yang benar-benar sudah kembali. Dia merasa sangat senang melihat luka itu karena rasanya Ha Roo kembali ke Ha Roo yang di kenalnya.
“Ha Roo-yah. Ha Roo-yah,” ulang Dan O berulang kali. “Aku menyukainya. Aku tidak tahu setiap hari dalam hidupku sangat berharga. Aku tidak akan mengubah apa pun sekarang. Ini kali terakhir aku melakukan tindakan seperti ini. Aku tidak akan berusaha membawamu ke panggungku lagi.”
“Jika ini kali terakhir, haruskah kita pergi lebih jauh?” ajak Ha Roo.
“Lebih jauh? Ke mana?”
--
Ha Roo membawa Dan O keluar sekolah. Mereka berjalan bersama menyusuri jalanan hingga sangat jauh. Dan sebuah toko menarik perhatian Ha Roo. Mereka memutuskan untuk masuk ke dalam toko itu. Tidak ada siapapun di dalam toko itu.
Di dalam toko ada banyak barang yang di gunakan murid sekolah mereka. Ada buku gambar milik Ha Roo. Ada tenis milik Kyung. Ada kamera milik Soo Chul. Dan banyak lagi.
Dan di sana juga ada sebuah kotak yang Dan O dan Ha Roo temukan dulu saat di camp perkemahan.
“Kukira ini tempat baru. Segalanya ada di dunia penulis,” ujar Dan O, lesu.
“Tapi bahkan penulis tidak akan tahu kita di sini sekarang.”
“Saat memikirkan itu, momen ini terasa sangat istimewa,” ujar Dan O genit, dan sengaja mendekat pada Ha Roo.
“Adegan kita sendiri yang tidak akan pernah diketahui penulis. Rasanya seperti membolos.”
“Ya. Momen istimewa.”


Dan karena itu, Dan O serta Ha Roo mulai bersenang-senang, menikmati waktu bolos mereka. Bermain game. Memakan permen (permen yang mirip pendekar biru itu. Yang kalau di makan, lidah jadi biru. Astagaaaaa, sudah tua ya aku. Apa permen pendekar biru itu masih ada?). Dan juga mengambil foto selfie.
“Kuharap fotonya tidak berubah kali ini,” gumam Dan O.
“Berubah? Berubah bagaimana?”
“Itu terus berubah ke foto yang kuambil dengan Kyung. Tidak ada hari saat dia tidak muncul di panggungku. Sekarang, dia juga di panggungmu. Aku sangat senang kamu punya peran di buku komik kita. Tapi kamu cenderung mendengarkan Kyung karena kisahmu.”
“Aku tidak peduli dengan kisahku saat melindungimu.”
“Omong kosong apa itu? Kurasa aku harus melindungimu sekarang. Beri tahu aku jika Kyung mengganggumu. Aku tidak akan membiarkannya,” ujar Dan O, bersemangat.
Mereka lanjut bersenang-senang.
--

Setelah bersenang-senang cukup lama, mereka kembali ke sekolah. Dan lagi-lagi, Dan O memeriksa bekas luka di telapak tangan Ha Roo. Dia sangat lega saat bekas luka itu masih ada. Bekas luka itu seperti menunjukkan apakah dia adalah Ha Roo yang asli atau bukan.

Dan O dengan serius memperingati Ha Roo untuk menepati janjinya. Jangan pernah menghilang. Ha Roo tersenyum.
Dan O kemudian penasaran, bagaimana bekas luka itu bisa kembali? Ha Roo akhirnya memberitahu kalau ada sesuatu yang aneh di perpustakaan. Mendengar itu, Dan O langsung bisa tahu yang di maksud Ha Roo pasti adalah lubang hitam itu kan? Dia juga pernah melihatnya.
“Tidak apa-apa. Aku yakin bukan apa-apa. Mungkin itu salah satu hal aneh yang kamu lihat di bayang-bayang, seperti kursi terbang dan jam berjalan mundur. Tapi aku senang bekas luka ini kembali. Aku sangat menyukai ini. Ini bukti bahwa kamu Ha Roo yang asli,” ujar Dan O.


Setelah menggenggam tangan Ha Roo begitu lama, Dan O seolah baru tersadar. Dia meminta maaf karena sudah menggenggam tangan Ha Roo dan langsung pergi. Ha Roo mengejarnya dan berdiri dengan sangat dekat di sisi Dan O. Tangan mereka jadi saling bertabrakan. Refleks, Dan O menggenggamnya.


Tapi, dia melepasnya lagi dan meminta maaf. Tidak di sangka, Ha Roo malah balik menggenggam tangan Dan O dengan sangat erat. Dan O tersenyum dengan sangat lebar.




5 comments:

  1. thanks sinopsisnya..
    ditunggu episode selanjutnya..
    semangat ya...

    ReplyDelete
  2. permen pendekar biru masih ada kak di desaku

    ReplyDelete
  3. Kakkkkk di tungguuu kelanjutannyaaaa,,, suka sama sinopsisnyaaaaaaa

    ReplyDelete
  4. baper bat si gue liat haru sama danoh :(

    ReplyDelete