Friday, October 4, 2019

Sinopsis K-Drama :  Extraordinary You Episode 03

1 comments


Sinopsis K-Drama :  Extraordinary You Episode 03

Images by : MBC



Dan O shock saat tahu dia bukanlah pemeran utama dari komik SECRET. Untuk mencari tahu kebenarannya, dia segera lari ke dapur kantin dan mengambil komik SECRET yang ada di sana. Jinmiche berusaha menghentikannya, tapi dia kalah cepat dari Dan Oh.



Dan Oh membuka halaman pertama komik dan membaca profil setiap tokoh. Tokoh utama komik SECRET adalah Oh Nam Ju, Yeo Ju Da dan Lee Do Hwa. Tokoh sampingannya adalah Baek Kyung, Shin Sae Mi, trio pria pembully (Yang Il, Yang Yi, dan Yan Sam) dan trio wanita pembully (Il Yin, Yi Jin dan Sam Jin). Sementara tokoh extra ada 4 orang yaitu Jinmiche, Ahn Soo Chul, Mo Beom, Ban Jang, dan Eun Dan O.

Dan O bukan pemeran utama. Tapi, hanyalah karakter extra!

Dan O sangat shock sampai menjatuhkan buku komik yang di pegangnya.


Dan kita di perlihatkan gambaran komik yang sebenarnya terjadi.

Saat pertama kali pertemuan Ju Da dan Nam Ju, Dan O ada di sana hanya untuk berbincang dengan Nam Ju. Dan melihat Ju Da yang menabrak Nam Ju.


Kedua, saat adegan Ju Da menabrak Nam Ju di koridor saat membawa alat-alat kesenian, peran Dan O hanyalah marah demi mendekatkan Ju Dan dan Nam Ju.


Ketiga, saat Dan O mengira Nam Ju melihatnya, padahal tidak. Nam Ju menatap Ju Da yang tempat duduknya berada di samping tempat duduk Dan O, satu meja lebih depan.


Keempat, saat Dan O mengira 3 orang pria (Nam Ju, Do Hwa, dan Kyung) berjalan ke arahnya. Padalah saat itu, perhatian Nam Ju hanyalah untuk Ju Da yang sedang menyapu di belakang Dan O.


Kelima, saat membuat kue. Nam Ju juga hanya melihat Ju Da.

Terakhir, saat Nam Ju berkata menyukai kue, terutama kue yang di buat sendiri. Itu di tujukan pada Ju Da yang sedang duduk dan menatap kotak kue-nya.

--

Ju Da membawakan tas Nam Ju sambil membawa kotak berisi alat-alat kesenian juga. Tapi, tiba-tiba saja Ju Da berhenti. Dia melihat gantungan kunci tas Nam Ju dan bertanya dimana Nam Ju mendapatkan gantungan tersebut? Gantungan itu terlihat seperti miliknya. 

“Itu memang punyamu,” jawab Nam Ju.

“Lalu kenapa ada padamu?” tanya Ju Da lagi.

“Kurasa ini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan itu. Bukankah di sekitar sini? Kamu merusak seragam sekolahku. Kamu tidak hanya merusak seragam sekolahku, tapi…”


Ju Da ingat kalau itu adalah koridor dimana dia terjatuh dan berakhir dengan mencium pipi Nam Ju. “Maafkan aku.”

“Untuk apa?”

“Karena menyentuh wajahmu dengan bibirku.”

“Apa itu sangat mengganggumu?” tanya Nam Ju dan menatap Ju Da dengan sangat dekat. “Kamu ingin aku bertanggung jawab?”

“Tidak, bukan itu maksudku.”

“Meski tidak bisa berbuat apa-apa soal bibirmu yang menyentuh wajahku, kamu tetap harus membayar biaya penatu (biaya laundry). Tapi jika kamu menjadi pesuruhku, aku akan membebaskanmu dan mengembalikan ini (gantungan kunci Ju Da) kepadamu,” ujar Nam Ju.

Ju Da terdiam dan mau tidak mau menjadi pesuruh Nam Ju.

--


Dan O masih ada di dapur kantin dan membaca scene Nam Ju dan Ju Da tersebut. Dia menggerutu kalau adegan itu sangat kekanak-kanakan. Jinmiche langsung merespon kalau komik percintaan kan memang harus kekanak-kanakkan.

Dan O masih tidak terima. Dia akhirnya sadar kalau nama teman-teman sekelasnya sangat aneh. Ada Il Jin, Yi Jin, Sam Jin, Ban Jang, Mo Beom, Yeo Ju Da, Oh Nam Ju (nama-nama itu menggambarkan tokoh mereka). Jinmiche malah merespon kalau nama-nama itu sangat bagus dan sederhana. Sama seperti namanya, Jinmiche. Dan O masih tidak terima.


Dan O masih kesal karena dia hanyalah karakter extra. Jinmiche malah menegaskan kalau Dan O bukan pemeran utama, tapi extra. Jadi, bukalah hatinya dan terima saja fakta. Dan O mana bisa terima karena hanya menjadi karakter extra.

Jinmiche kembali berkomentar kalau Dan O tampak lebih terkejut karena dirinya adalah extra, daripada saat tahu ini adalah dunia komik. Dan O makin kesal. Karena semua yang di lakukan dan di katakannya adalah untuk Oh Nam Ju dan Yeo Ju Da.

“Bagaimana denganku? Aku hanya perlu membantu karakter utama seumur hidupku?”

“Kamu juga punya peran sebagai extra. Penulis akan memutuskan ucapan dan tindakanmu.”

“Itulah yang membuatku frustrasi!” teriak Dan O.

Dan O bahkan langsung bangkit berdiri dan langsung menatap ke atas sambil memaki ‘penulis’ karena hanya membuatnya menjadi extra. Jinmiche sampai ketakutan melihat Dan O, dan bergumam kalau ‘penulis’ pasti tidak menyangka karakter Dan O bisa seagresif ini.

Psaat!




Dan O kembali berpindah lokasi. Kali ini, mereka ada di kelas kesenian untuk melukis. Dan O melihat Ju Da yang lagi-lagi di bully oleh Il Jin, Yi Jin dan Sam Jin. Tapi, saat Ju Da mendekat pada Nam Ju untuk memberikan pensil, sinar matahari tiba-tiba mengarah pada Ju Da hingga membuatnya tampak bersinar. Dan O sangat kesal melihat hal tersebut.

Ju Da duduk di sebelah Dan O. Di belakangnya adalah jendela, dan sinar matahari yang masuk langsung menyinari Ju Da. Dan O bergumam kesal karena sinar mentari bahkan mengikuti Ju Da.

Dan O terpikirkan sesuatu. Dia mendekat pada Ju Da dan meminta Ju Da untuk bergeser sedikit. Ju Da dengan senang hati bergeser dan membiarkan Dan O duduk di sebelahnya. Tapi, sinar mentari tetap saja mengarah pada Ju Da. Jadinya, Dan O terus bergeser dan membuat Ju Da terjatuh dari kursi. 

Ju Da bingung melihat sikap Dan O. Dan O dengan santai berkata kalau dia mau duduk di situ dan menyuruh Ju Da untuk pindah saja. Ju Da menurut dan pindah ke kursi di depan Dan O. Dan O langsung tersenyum sumringah karena sinar mentari kini mengarah padanya.



Sayangnya, kebahagiannya tidak bertahan lama. Sedetik kemudian, sinar mentari padam dan muncul kembali mengarah ke Ju Da. Dan O jadi semakin jengkel. Di saat seperti itu, angin malah berhembus meniup rambut Ju Da. Ju Da segera mengikat rambutnya dan hal itu membuatnya bersinar. Nam Ju yang melihat hal itu, jadi tambah menyukai Ju Da.

Dan O kembali menggerutu kesal.

Psaat!



Guru kesenian tiba-tiba saja sudah ada di hadapan mereka dan menyuruh Dan O untuk maju ke depan karena dia adalah model hari ini. Dan O dengan riang maju ke depan. Tapi, dia malah entah kenapa menabrak papan lukis Nam Ju hingga membuat peralatan lukisnya jatuh. Nam Ju dan Ju Da refleks ingin mengambil pensil yang jatuh dan tanpa sengaja jadi saling bersentuhan tangan. Sinar mentari bahkan langsung bersinar pada mereka berdua.

Dan O yang melihat hal itu jadi kesal. Hm, memang nasibnya harus jatuh untuk membuat scene antara Nam Ju dan Ju Da.



Dan O maju dan duduk di tengah-tengah. Guru mulai memberikan instruksi untuk melukis Dan O sesuai sudut pandang mereka. Kelas melukis dimulai. Dan tampak, seorang siswa pria dengan serius melukis Dan O.


Guru sedang berkeliling melihat hasil lukisan. Dan dia berseru kagum saat melihat Nam Ju yang sangat pandai melukis. Semua langsung penasaran dan berkumpul di sekitar Nam Ju untuk melihat lukisannya. Soo Chul langsung berkomentar kalau lukisan Nam Ju mirip seperti Ju Da, bukannya Dan O. Trio girl pembully langsung melotot pada Ju Da.

Nam Ju langsung menegur Soo Chul karena berani berkomentar terhadap gambarnya. Soo Chul langsung ketakutan dan meminta maaf. Sae Mi juga ikut memarahi Soo Chul dan menegaskan kalau yang sedang di lukis oleh Nam Ju adalah Dan O, model hari ini.

Dan O yang duduk di depan, mulai meregangkan tubuhnya. Dia sadar kalau perannya sebagai model hari ini hanya untuk mendekatkan Nam Ju dan Ju Da. Dan O tertawa jengkel. Dia mulai berteriak memanggil semuanya agar fokus padanya yang adalah model, bukannya pada Nam Ju.

Dan O bahkan mulai membuat berbagai pose aneh. Tapi, tidak ada satupun yang memperhatikannya. Dan O benar-benar kesal dan berdiri dari tempat duduknya dengan emosi. Dan tanpa sengaja, dia malah menjatuhkan patung yang ada di belakangnya. Prak!

Patung pecah dan semua menatap ke arahnya. Dan O semakin kesal karena baru seperti ini orang menatapnya. Dia pun dengan emosi membanting patung satu nya lagi hingga pecah berkeping-keping.

Psaat!

Dan O kembali ke posisi duduk dan semua sedang melukisnya. 2 patung yang hancur berkeping-keping sudah kembali ke posisi semula dalam keadaan utuh. Dan O shock.


Selesai kelas seni, dia segera menuju dapur kantin. Tapi, dalam perjalanannya ke sana, dia malah melihat kursi dan buku yang melayang-layang. Dan O sampai hampir terkena serangan jantung karena terkejut.

--

Di dapur, Jinmiche sedang sangat santai. Dia minum teh sambil membaca komik SECRET.

Dan O tiba dan berkomentar kalau dapur ini juga sangat aneh. Dia meminta Jinmiche menjelaskan semuanya padanya agar dia bisa mengerti. Jinmiche hanya menjelaskan secara singkat kalau ini adalah dunia komik, jadi apapun bisa terjadi. Dan O merasa ada yang tidak masuk akal.


Dia merebut komik SECRET dari tangan Jinmiche dan menunjukkan scene dimana dia menjadi model kelas melukis hari ini. Tadi, dia menghancurkan 2 patung, tapi tiba-tiba saja patung kembali utuh dan tidak ada yang menyadari kejadian sebelumnya. Jinmiche masih tidak mau menjelaskan dan berpura-pura tidak mengerti.


Dan O langsung menujuk ke arah seperti alat kimia yang di gunakan Jinmiche untuk membuat kopi dan juga kantung tidur yang ada di dalam dapur. Tidak masuk akal ada benda seperti itu di sini.

Akhirnya, Jinmiche pun mau menjelaskan. Dia mengeluarkan kotak kardus yang saat di buka isinya adalah panggung miniatur kecil. Sangat cantik. Dan O saja sampai kagum.

“Baiklah. Dengarkan. Dunia ini berada dalam komik yang dibuat oleh penulis. Dan ini tempat rahasia dalam komik percintaan. Tidak akan terjadi apa-apa kecuali diinginkan oleh Penulis. Karena itu kita hanya bicara dan bersikap sesuai keinginan Penulis. Dan tempat ini disebut panggung (stage),” jelas Jinmiche.

“Aku bersikap baik kepada Ju Da dan tidak bisa membalas ucapan si Kyung bedebah karena itu?”


“Ya. Benar. Adegan dan tempat yang belum digambar penulisnya juga ada. Karena Penulis tidak menggambar adegan ini, hal aneh semacam itu bisa terjadi. Ini disebut bayangan (shadow). Di luar panggung. Dengan kata lain, karakter bebas di bayangan, sama seperti kita di sini. Yang menyadarinya hanya karakter yang bisa mengingat kejadian dalam bayangan,” lanjut Jinmiche. “Namun, hanya karena kamu menyadari dirimu, bukan berarti kamu bisa bebas sepanjang waktu. Apa pun tindakan karakter, semua akan terjadi sesuai rencana Penulis di atas panggung. Patung yang kamu pecahkan di kelas seni bisa kembali. Kamu duduk padahal sebelumnya berdiri. Berarti di dunia komik, semua akan berjalan sesuai rencana. Sama saja sebagai takdir.”


Takdir? Aku tidak akan bertindak seperti keinginan Penulis. Kita lihat saja takdirku ada di tangan siapa,” tekad Dan O.

--

Di salah satu sudut sekolah, pria yang di perpus kembali menatap ke arah jendela.

--


Esok hari,

Dan O mengikuti kelas menyanyi. Saat semua menyanyi dengan serius, Dan O malah memakai headphone dan mendengarkan musik. Tidak hanya itu, dia bahkan menari dengan gila-gilaan. Semua menatap aneh padanya.

Psaat!

 Tiba-tiba saja dia sudah memegang buku lagu dan ikut menyanyi. Sesuai kehendak penulis.

--

Di dalam kelas, saat guru menjelaskan, Dan O malah membaca komik percintaan. Dia sangat menghayati komik itu hingga merasa ikut sedih dengan ceritanya. Guru memanggilnya dan menyuruhnya untuk membacakan yang tertulis di buku. Dan O malah mengabaikannya.

Sae Mi yang duduk di depan Dan O, berbalik dan terkejut karena Dan O sedang membaca komik. Dan O tidak peduli. Dan O malah menatap ke langit seolah bicara pada Penulis dann menyuruhnya untuk membaca banyak referensi bagus.

Psaat!

Dia sudah berdiri dan membaca buku sesuai perintah guru. Sesuai kehendak penulis.

--

Dan O sedang jalan di pinggir lapangan. Dan tiba-tiba saja ada sebotol susu strawberry di tangannya. Dan O bingung, kenapa ada susu di tangannya? Ah, tapi mungkin penulis tahu yang di sukainya dan memberikannya susu itu untuknya. Dan O sudah sangat senang dan hendak meminum susu itu.

Psaat!

Tiba-tiba saja sudah ada Ju Da di hadapannya. Dan O jadi kesal. Apalagi perut Ju Da berbunyi, dan walau bukan kehendaknya, dia harus memberikan susu yang ada di tangannya untuk Ju Da.

Ju Da berterimakasih karena Dan O memberikan susu itu, tapi Da O malah memegang erat susu dan tidak mau melepaskannya. Ju Da sampai harus berusaha keras mengambilnya (wkwkw, kalau di dunia nyata mah, kita udah nyadar diri kalau orang nggak mau kasih tandanya). Tapi, walau bagaimanapun Ju Da tetap mendapatkan susu itu. Dan O hanya bisa menangis di dalam hati karena dia juga haus dan pengen minum.

“Kamu selalu membantuku, Dan O. Terimakasih,” ujar Ju da dan menyesap susu itu.

Dan tiba-tiba, terlihat bunga-bunga bertebaran di sekitar Ju Da. Dan O hanya tersenyum canggung.

Sialnya lagi, 3 motor lewat. Yang mengendarai adalah Kyung, Nam Ju dan Do Hwa. Mereka lewat dengan kencang di samping Dan O dan membuat pasir lapangan berterbangan mengenai Dan O.

Nam Ju memarkir motornya dan memanggil Ju Da dengan panggilan ‘gadis pesuruh’. Dia memberikan tas-nya pada Ju Da untuk di bawa. Tapi, Ju Da tiba-tiba memberikan uang pada Nam Ju. Dia merasa bersalah karena sudah mengotori baju Nam Ju (yang waktu dia nyium itu, kan baju Nam Ju kotor karena terkena tumpahan cat dari alat seni yang di bawanya). Dia harus segera membayar hutangnya agar tidak perlu membawa tas Nam Ju lagi.

“Kamu pikir bisa membayarnya sampai lulus jika seperti ini?”

“Ya. Aku bisa,” yakin Ju Da dan beranjak pergi.

Do Hwa yang memperhatikan mereka, kagum karena Ju Da sangat berani.

Dan O yang melihat hal itu, hanya bisa menahan kekesalan. Nasib seorang karakter extra.

--


Masih kesal karena kehilangan susu strawberry-nya untuk Ju Da, sesuai kehendak penulis, maka Dan O ingin menebus hal itu. Saat jam makan siang, dia pergi ke vending machine yang menyediakan banyak susu strawberry. Pokoknya, dia harus mendapatkan susu tersebut.

Sayangnya, banyak orang yang juga mengantri ingin mendapatkan susu tersebut.

Psaat!



A3 datang dan matahari menyinari mereka dengan silaunya. Semua langsung heboh dan berlarian mendekat pada A3. Dan O yang ada di tengah kerumuna, jadi terdorong dan jatuh ke dalam kolam air pancur. Tapi, tidak ada yang peduli padanya.

Nam Ju pergi ke mesin vending machine dan membeli semua susu strawberry yang ada di mesin.

--


Dan O duduk bersama dengan Soo Chul dan Sae Mi. Dia frustasi karena tidak bisa minum susu strawberry.

--


Nam Ju menyusun semua susu strawberry-nya di atas meja ruangan khusus A3. Kyung dan Do Hwa berkomentar kalau Nam Ju tidak seperti biasanya. Do Hwa bahkan mengambil susu itu dan meminumnya, tapi Nam Ju langsung marah. Do Hwa bingung dan mengingatkan kalau Nam Ju kan tidak suka makanan atau minuman yang manis. Nam Ju langsung dengan canggung membantah hal tersebut.

Di saat itu, Kyung mendapat pesan dari ayahnya : “Karena kamu gagal memikat hati seorang gadis, itu memengaruhi kesepakatan investasi.” Kyung tampak kesal membaca pesan tersebut.

--

Dan O ada di perpus. Dia sangat kesal dan bertekad akan menghancurkan Penulis. Jinmiche sampai bergumam kalau Dan O sangat menakutkan. Dan O berkomentar kalau seharusnya Penulis menggambar segala sesuatu dengan detail.


Dan O memberitahu kalau sebelumnya, di antara buku-buku di rak ada sesuatu yang tampak seperti lubang hitam. Yang mereka lihat di langit waktu itu juga. jinmiche tidak percaya dan merasa hal itu tidak mungkin. Dan O menyakinkannya kalau waktu itu dia bahkan memasukkan tangannya ke lubang itu.

“Berjanjilah kamu tak akan melihat hal berbahaya seperti itu. Berjanjilah,” tegas Jinmiche.

“Berbahaya? Kenapa?”

“Kamu tidak akan bisa menghadapinya.”

“Sepertinya aku tidak bisa menghadapi diriku sendiri belakangan ini.”

Psaat!

Dan O tiba-tiba ada di kelas. Sedang pelajaran matematika. Di depan ada Nam Ju dan Ju Da yang sedang mengerjakan soal di papan tulis. Ju Da tampak kesulitan menyelesaikan soal di papan.

Saat itu, Dan O tiba-tiba memanggil Guru karena ingin menanyakan hal yang tidak di mengertinya. Guru mendekat dan menjelaskan padanya. Tapi, Dan O lebih terkejut. Semua jawabannya benar, jadi untuk apa dia bertanya?


Dan terlihat kalau di depan, saat guru tidak memperhatikan, Nam Ju membantu Ju Da menyelesaikan jawaban dengan menuliskan jawaban yang benar. Dia bahkan berujar kalau Ju Da berhutang padanya.

Dan O melihat hal itu. Dia tampak geli. Jadi, Penulis membuatnya bertanya pada guru agar Nam Ju dan Ju Da bisa main mata?

--

Saat jam istirahat, Nam Ju mendekati meja Dan O dan memberikan buku Matematika yang di buat oleh Lee Ha Nae. Dia menyuruh Dan O agar memberikan buku itu pada Ju Da. Dan O tidak mau melakukannya.

Tapi, tanpa bisa melawan kehendak penulis, dia tetap harus memberikan buku itu pada Ju Da.

Dan O benar-benar kesal. Kenapa penulis menamainya Eun Dan O? Harusnya buat saja namanya Cupid!

--

 Dan O sedang duduk sendirian di tangga dan menggalau. Perannya di komik hanya sebagai mak comblang untuk kedua peran utama. Selain itu, di acuhkan oleh Kyung.

Kyung muncul di depannya dan mengajak Dan O untuk bicara berdua. Dan O menolak dan beranjak pergi.

Psaat!

Dia berada di hadapan Kyung untuk berbicara. Dan O benar-benar kesal karena tidak bisa melawan kehendak penulis.

“Apa ini caramu memprotes?” tanya Kyung dengan kesal.

“Apa maksudmu?” tanya Dan O, bingung.

“Jangan pura-pura tidak tahu. Pimpinan Eun berusaha mengurangi investasi karena kamu. Merundung kami dengan uang. Ini caramu mengekspresikan cinta pertamamu yang hebat?” tuduh Kyung.

“Kyung, dengarkan aku,” pinta Dan O. Tapi, itu kehendaknya penulis. Di dalam pikirannya, Dan O saja menilai kalau ucapannya itu bisa menimbulkan kesalah pahaman.

“Ini sangat menyebalkan,” umpat Kyung.

“Jangan langsung menyimpulkan. Aku tidak pernah memberi tahu keluargaku bahwa kamu membenciku. Aku juga tidak akan memberi tahu mereka. Ini bukan masalah bagi orang dewasa. Ini masalah antara kamu dan aku,” ujar Dan O dan menangis. Sesuai kehendak Penuli. Padahal, di dalam hatinya, Dan O sangat ingin memaki Kyung. “Aku akan bicara dengan ayahku soal investasi itu.”

Dan tiba-tiba, Dan O merasa sakit di dada-nya. Jam di tangannya yang menunjukkan denyut jantung juga berbunyi. Tanda kalau jantungnya tidak stabil.

“Bisakah kamu pergi sendiri? Aku muak menjadi perawatmu,” ujar Kyung dengan kasar.

Dan O sangat kesal karena karakternya harus sakit jantung dan jatuh cinta pada orang seperti Kyung. Rasanya menyebalkan dan menyakitkan.

“Perkataanmu benar-benar menyakitkan. Jantungku sudah hancur. Tolong berhenti menyakitiku,” pinta Dan O.

Kyung tidak mengatakan apapun dan berbalik pergi meninggalkannya. Dan O benar-benar kesal.

Penulis, akan kupastikan aku mengambilnya kembali darimu. Karena hidupku adalah milikku.

--


Dan O pergi ke kelas dan melihat trio girl dan trio boy pembullya yang sedang bermain. Mereka tampak bahagia dan tampak seperti tiga orang pasangan.

Melihat mereka, Dan O menjadi semakin sedih. Jika dia tidak menyadari kalau dirinya hanyalah karakter di dalam komik, apakah dia tidak akan merasa sesakit ini saat Kyung menolaknya? Apa dia akan bahagia setiap harinya?

“Tidak, aku masih menyukai diriku yang sekarang. Aku bisa mengubah apa pun yang menyakitiku. Aku akan mengubah ini. Pasti,” tekad Dan O, penuh keyakinan.

--

Hal pertama yang di lakukan Dan O adalah membereskan loker-nya. Sae Mi dan Soo Chul sampai kaget melihat Dan O yang sedang membereskan loker.

Psaat!

Loker yang sudah di kembalikan, kembali seperti semula. Dan O jadi emosi dan memaki Penulis yang menurutnya mengganggunya.

Dan tiba-tiba, Dan O mendapatkan gambaran yang akan terjadi selanjutnya.



Dia melihat di tangga, Nam Ju bicara dengan Ju Da. Saat Ju Da lewat, Sae Mi dengan sengaja mendorongnya. Ju Da terjatuh dan menabrak Dan O yang berdiri di pinggir tangga dan berada di samping Sae Mi. Ju Da berhasil menyeimbangkan kembali tubuhnya dan tidak terjatuh hingga ke bawah (dia berhasil berpegang pada tangga, tapi tetap luka lecet). Sementara Dan O terjatuh ke lantai. Kyung langsung berlari menggendongnya. Dan terlihat kalau kaki Dan O di gips dan dia berada di UKS.

Dan O tersenyum karena baru ingat kalau dia bisa melihat masa depan. Dia mulai mencari di buku mengenai hal itu. Tapi, kemudian teringat perkataan Jinmiche. Yang di lihatnya bukanlah masa depan tapi storyboard. Seperti sketsa kasar yang di ciptakan seorang Penulis. Semacam preview.

Dan O waktu itu yakin kalau dia bisa melihat ‘masa depan’ berarti dia bisa mengubahnya. Dia bisa mengubah karakternya dan adegan.

“Tidak ada yang berubah di dunia ini. Tidak akan pernah,” tegas Jinmiche.



Di saat sedang di perpus, Dan O melihat Ju Da yang juga ada di sana dan sedang mencari buku. Di balik rak tersebut, juga ada Do Hwa yang mengambil buku berjudul : “Kisah Malaikat Pelindung.”


Dia tanpa sengaja bertatapan dengan Ju Da. Ju Da tersenyum manis padanya. Do Hwa tampak terpukau. Dia jadi bertanya-tanya, apakah Ju Da memang secantik itu biasanya?

“Momen yang menentukan saat aktor pendukung jatuh cinta. Do Hwa yang malang. Kamu juga akan mengalami masa sulit,” komentar Dan O, melihat hal tersebut.

Dan O beranjak dari kursinya dan hendak mengembalikan semua buku yang di ambilnya. Buku yang di bawanya sangat banyak. Saat itu, beberapa siswa lewat dan menyenggolnya hingga membuat dua buku yang di bawanya terjatuh. Bukannya membantu mengambilkan buku yang terjatuh, mereka malah pergi begitu saja.

Untungnya, si pria perpus muncul. Dia mengambil buku yang terjatuh dan meletakkannya di atas buku yang Dan O bawa. Dan O tidak melihat wajahnya. Tapi, tampak dia penasaran akan pria itu.



Pstt, pria perpus adalah tokoh yang akan di perankan oleh RoWoon.

1 comment: