Friday, October 25, 2019

Sinopsis Lakorn- Drama : Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 2 - part 3/5

0 comments

Sinopsis Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 2 – part 3
Network : Channel 3
Mantan pacar Fae, yaitu si Pembalap, orang yang pernah menjadikan Fae sebagai bahan taruhan ketika melawan Tom. Dia datang, dan menanyakan kenapa Fae tidak mengangkat telpon darinya. Dia mengetahui keberadaan Fae, dari teman Fae.
Namun dengan malas, Fae tidak mau berbicara dengannya, dan mau pergi saja. Tapi si pembalap menghalangi nya, dia meminta penjelasan Fae untuk pesan yang Fae kirim kan kepadanya. Dan Fae menjawab bahwa dia tidak suka, karena si pembalap menjadikan nya sebagai bahan taruhan, bahkan meninggalkan nya ketika polisi datang. Jadi dia ingin putus.
“Aku tidak akan melepaskan mu,” kata si pembalap, tidak terima di putuskan.
“Aku mau putus! Lepaskan aku sekarang!” teriak Fae sambil memberontak dari si pembalap yang memegang tangan nya dengan kuat. “Lepas!” teriaknya.

Mendengar itu, Tom merasa penasaran ada apa, jadi dia pun melihat. Dan ketika dia melihat si pembalap sedang mengasari Fae, maka dia pun langsung menarik si pembalap dan memukulinya sekali. Lalu dengan cepat, Fae pun bersembunyi dibelakang Tom.

“Oh, aku tahu. Kamu sudah tidur dengan nya, bukan?” tebak si Pembalap.
“Yeah!” balas Fae. Dan Tom terkejut.
“Dia suami baru mu?” tanya si pembalap, emosi.
“Jadi apa?” balas Tom, dengan berani. Dan si pembalap langsung memukulnya.

Tidak terima dirinya di pukul, maka Tom pun balas memukul si pembalap. Namun dia kalah, dan di pukuli habis- habisan oleh si pembalap. Melihat itu, Fae merasa panik, dan diapun mengambil kayu yang berada di dekatnya, lalu memukul si pembalap. Setelah itu, Fae menarik Tom untuk berdiri dan segera kabur darisana.
“Berhenti!” teriak si pembalap, marah. Dan dia mengeluarkan pisau yang dimilikinya, lalu berlari mengejar mereka berdua sambil memegang leher nya yang sedikit sakit.

Karena saking buru- burunya berlari, Tom dan Fae hampir saja terlambat. Namun untungnya mereka berhasil selamat, dan kabur dari si pembalap.
Teman- teman si pembalap datang, dan menjemput si pembalap. Lalu si pembalap pun menyuruh mereka untuk mengikuti Tom serta Fae.

Tom dan Fae bersembunyi dibelakang mobil, lalu saat mereka melihat kalau si pembalap berserta temannya telah pergi darisana. Mereka pun keluar dari persembunyian mereka. Dan Tom melepaskan tangan Fae, serta memintanya supaya mereka berpisah saja disini. Namun Fae tidak mau berpisah, dan mengikuti Tom.

Melihat itu, Tom menatap nya dengan kesal. Tapi Fae secara diam- diam terus saja mengikutinya, dan bahkan dia berpura- pura melihat boneka yang di jual di jalanan supaya Tom tidak tahu. Tapi itu percuma, karena Tom tetap tahu.
“Mengapa kamu mengikuti ku?” keluh Tom.
“Aku mau ..” balas Fae ingin menjawab. Tapi Tom tidak mau mendengar, dan pergi meninggalkan nya begitu saja. Melihat itu, Fae merasa kebingungan dan tampak kecewa.
Urawee merenungkan nasihat dari Ampu, jika dirinya terus emosian seperti ini, maka itu hanya akan menghancurkan hal baik dalam hidupnya sendiri. Kemudian dia mengingat perkataan Anik barusan, mengenai dirinya yang selalu moody dan marah- marah tentang orang lain, sehingga Anik merasan bosan.
Mengingat semua itu, Urawee kembali menangis. Tapi dia mencoba untuk berusaha tegar, dan dia menghapus air matanya. Lalu dia mengingat nasihat dari Pam.
“Aku tidak akan mengacaukannya,” gumam Urawee, penuh tekad.

Saat Urawee baru saja masuk ke dalam ruangan, Pam langsung berlarian menghampirinya. Pam memberitahu bahwa Arm menyuruh Urawee untuk pergi ke ruangan meeting. Dan dia mendengar kalau sepertinya Arm ingin memerintahkan Urawee dan Unthiga untuk bekerja sama didalam project.
Mendengar itu, Urawee merasa terkejut, dan tidak senang.
“Khun Wasit, pemilik perusahaan penerbangan terbesar di dalam kota, temanku. Dia mendengar bahwa kalian ingin membuat pakaian baru, jadi dia ingin memperkerjakan kalian untuk mendesign seragam pramugari. Jika dia senang dengan pekerjaan kalian, kalian bisa mendesign semua pakaian dan seragam untuk milik nya,” jelas Arm, kepada Urawee dan Unthiga.
Lalu Arm memberitahu bahwa karena Unthiga telah berbicara duluan padanya, kalau Unthiga ingin menjadi orang yang mendesign. Maka dia menyetujuinya.

Mendengar itu, Urawee menanyakan, kenapa bisa begitu. Dan Unthiga menjawab bahwa itu karena dia memiliki pengalaman. Dia sudah pernah mendesign seragam pramugri ketika berada di Amerika. Lalu dia menanyakan, apakah Urawee mau juga. Dan dengan malas, Urawee tidak menjawab.
“Wee, Ayah tidak ingin mengambil bahaya dengan mencoba- coba. Kamu bagus dalam mendesign kain. Jadi lakukan lah itu. Untuk design, aku yang akan mengurus nya. Bagus kan. Benar bukan, Ayah?” jelas Unthiga, lalu bertanya.

“Aku setuju. Jadi aku meminta kalian berdua untuk membicarakan tentang ini,” balas Arm, setuju kepada Unthiga. “Aku ingin kamu membantu adik mu, karena aku tidak bisa mempercayai orang lain. Aku ingin kalian bekerja bersama dalam proyek ini,” jelas nya.
Mendengar itu, Urawee merasa kesal, tapi dia tidak menunjukan nya secara kentara. 

Ketika Urawee telah kembali ke ruangan, Pam langsung bertanya bagaimana. Dan Urawee hanya mengangkat bahu saja, tidak menjawab.

Unthiga kembali ke ruangan nya dengan perasaan kesal.
Flash back
Urawee mempertanyakan, bagaimana Arm bisa mempercayai design Unthiga begitu saja. Dan apakah Arm tahu, ada dilevel berapa design Unthiga, yang hanya seorang anggota tim saja dulu nya. Jadi intinya, itu juga terlalu beresiko, dan menghabiskan waktu. Sehingga dia menyarankan Arm, supaya membiarkan klien yang memutuskan.
Mendengar itu, Unthiga merasa kesal. Dan Arm mempertanyakan, apa maksud Urawee.

“Aku akan menjadi designer untuk proyek ini juga,” kata Urawee, tegas. Dan Unthiga tidak terima. “Tapi klien akan senang, karena kita memberikan mereka pilihan yang bisa mereka pilih. Dan mereka akan melihat niat dan pengabdian kita.  Satu hal lagi, kompentisi diantara kita akan memberikan perusahaan hasil kerja terbaik. Dan pekerjaan kita akan meningkat juga. Benar kan?” jelas Urawee, lalu dia bertanya kepada Arm.
“Aku setuju. Alasan Wee sangat bagus,” jawab Arm.
“Tapi Ayah ..” keluh Unthiga.

Urawee tersenyum puas kepada Unthiga. Dia mempertanyakan, apakah Unthiga tidak mau terima, karena takut kalah dari nya. Dan Arm menjawab menggantikan Unthiga, dia menjelaskan bahwa Unthiga seperti ini hanya karena tidak menyangka saja, bukannya tidak terima atau takut kalah.
“Aku mengerti. Pemula sering tidak berhati- hati. Berlatihlah sedikit lagi, jadi kamu akan menjadi lebih baik,” kata Urawee, menasehati. Tapi lebih seperti menyindir.
“Kamu juga. Jika kamu ingin meningkatkan status mu untuk menjadi seorang designer,” balas Unthiga, emosi.
Arm menengahi mereka berdua. Dia meminta mereka untuk mempersiapkan design mereka masing- masing, dan membiarkan klien yang memutuskan nya. Dengan emosi, Unthiga pun mengiyakan. Dan dengan tenang, Urawee mengiyakan sambil tersenyum kearah Unthiga.
Flash back end
Mengingat meeting itu, Unthiga merasa sangat emosi. Dan dia membuang semua barang diatas meja nya ke lantai.
Mendengar suara itu, semua karyawan merasa heran dan melihat  dengan penasaran ke arah ruangan Unthiga. Dengan puas, Urawee tersenyum, kemudian dia menanyakan apa yang sedang mereka semua lakukan. Dan tanpa sadar seorang karyawan menjawab  bahwa dia sedang menonton acara bagus, barusan dia mendengar sesuatu pecah di ruangan Unthiga, dan dia menebak kalau seperti nya itu karena Unthiga kalah.
“Oh, aku hanya mendengar suara binatang yang sedang makan. Tapi binatang ini sedang makan Pheuk (sesuatu yang berisik),” sindir Pam, kepada mereka semua.


Dan mendengar sindiran itu, mereka semua pun tersadar sedang berbicara dengan siapa barusan, yaitu Urawee. Dan mereka pun merasa tidak enak jadi nya.
Dengan santai, Urawee meminta Pam untuk tenang. Karena setidaknya, mereka semua adalah sumber berita yang bagus, untuk membuatnya tahu betapa pemarah nya Unthiga. Dan dia tidak menyangka, kalau Karma datang lebih cepat.
“Itu benar,” kata karyawan tersebut sambil tersenyum senang. Kepadahal sebelumnya, dia memilih untuk berada di pihak Unthiga yang adalah Villain.
“Jangan lupa untuk meng- share video nya di LINE grup,” balas Pam, mengingatkan. Lalu dia pun pergi mengikuti Urawee.
“Jika kamu memukul seekor ular, patahkan punggung nya,” gumam Uthiga dengan penuh tekad dan kebencian.

Ampu masih belum bisa menemukan dimana Tom berada. Dan Ploy meminta nya untuk tenang, dia berpikir kalau Tom hanya stres dan ingin sendirian dulu, kemudian Tom pasti akan pulang dengan sendirinya. Jadi dia menyarankan supaya Ampu menunggu dirumah saja. Dan dia akan menunggu di sekolah.
“Aku tidak akan duduk diam saja. Dah,” balas Ampu. Kemudian dia mematikan telponn nya, dan bertanya- tanya dimana sebenarnya Tom berada.
Ploy merasa cemas kepada Ampu serta Tom.
Pam menanyakan, bagaimana hubungan Urawee dengan Anik. Dan Urawee menjawab bahwa Anik meminta waktu untuk berpisah sementara dengan nya, dan dia tidak tahu mengapa. Tapi dia percaya kalau ini ada hubungan nya dengan Unthiga, sehingga Anik salah paham padanya dan Ampu.

“Tunggu. Apa hubungannya dengan Khun Ampu?” tanya Pam, tidak paham. “Kapan itu terjadi?” tanyanya, penasaran.
“Kamu tidak perlu tahu. Pulang lah saja. Aku mau kembali bekerja,” balas Urawee.
“Kamu bilang Anik salah paham padamu. Dan mengapa kamu tidak menjelaskan nya? Mengapa kamu masih bekerja?”
“Dan mengapa aku harus? Sejak aku tidak salah.”

Pam tidak mengerti, kenapa Urawee bisa sekeras kepala ini, jika beneran cinta kepada Anik. Dan Urawee menjawab, kalau keputusan nya untuk tidak menggunakan kata pacar dengan Anik, itu adalah benar. Mendengar itu, Pam protes, karena Urawee tidak menjawab pertanyaan nya.
“Cukup. Mari berhenti membicarakan tentang ini. Aku tidak ingin sakit kepala karena ini. Sekarang, aku perlu fokus untuk memberi Unthiga pelajaran. Jadi dia akan belajar, kalau dia bukan pusat di dunia,” balas Urawee, masih keras kepala.
“Terserah!” balas Pam, kesal. Lalu dia pun pergi.

Anik memperhatikan foto nya bersama dengan Urawee.

Paman menelpon Anik, dia menanyakan jam berapa Anik dan Urawee akan datang ke tempatnya. Karena Bibi (Suk) telah hampir selesai memasak. Dan Anik menjawab bahwa sekarang Urawee sedang bekerja, sementara dirinya sendiri, dia punya jadwal meeting dengan perusahaan tour, jadi dia akan datang terlambat.
Paman mengerti. Dan Anik meminta maaf, karena dia terlalu sibuk bekerja, maka dia pun lupa untuk menelpon dan memberitahu tadi.

Setelah selesai bertelponan dengan Anik. Paman memberitahukan tentang itu kepada Istrinya (Suk) bahwa Anik serta Urawee tidak bisa datang, karena mereka berdua sibuk dengan pekerjaan. Dan Istrinya mengerti.
“Aku pikir Anik bertindak aneh. Dia kelihatan kesal tentang Wee,” kata Paman,
“Mengapa kamu berpikir itu adalah Wee?” tanya Suk.
“Hanya ada satu hal yang bisa membuat nya stress, yaitu Wee tidak menerima cintanya,” jawab Paman. Dan Suk setuju dengannya.
Paman menjelaskan bila hubungan Anik dan Urawee terus berjalan seperti itu. Dan itu membuat Anik tidak bahagia, maka dia akan bertindak.
“Aku minta maaf sudah berbohong,” gumam Anik, merasa bersalah kepada Paman nya. Kemudian dia pun menghubungin temannya, Ton, dan menanyakan kepadanya apakah malam ini Ton ada waktu.

Urawee duduk di café untuk mencari Inspirasi. Tapi tidak ada satupun Inspirasi yang muncul di pikirannya, sehingga dia pun merasa sangat bingung. Kemudian ketika dia melihat Ampu datang ke café yang sama dengannya, dia merasa sangat malas sekali.
Ampu bertelponan dengan Ploy, membicarakan tentang Tom yang belum berhasil di temukannya juga. Lalu setelah selesai bertelponan, Ampu tidak sengaja melihat Urawee disana. Jadi dia pun membawa minuman nya, dan duduk di meja Urawee.
Dengan kesal, Urawee menanyakan, siapa yang menyuruh Ampu duduk disana. Dan Ampu menjawab bahwa dia yang menyuruh dirinya sendiri, karena ketika melihat seorang teman, kita harus menyapa mereka. Itulah tata krama. Dan Urawee memintanya untuk berhenti berkhayal, karena mereka bukan teman.
“Hey, kamu tidak perlu melarikan diri dariku,” kata Ampu, menahan Urawee supaya tetap duduk saja. “Aku akan segera pergi untuk mencari adik ku.”

“Dan mengapa kamu perlu mencari dia?”
“Dia bolos sekolah. Aku tidak tahu dimana dia. Aku akan menunggu dirumah, atau melapor ke polisi. Apa kamu mau ikut denganku?” tanya Ampu, santai.
“Aku tidak berpikir, itu urusanku,” balas Urawee, ketus.
Melihat betapa bad mood nya Urawee sekarang, Ampu bertanya, apakah Urawee beneran benci kepadanya. Dan Urawee mengiyakan. Lalu Ampu menanyakan, apakah Urawee sudah berbaikan dengan Anik. Dan Urawee menjawab bahwa itu bukan urusan Ampu.
“Aku tebak pasti belum. Jika tidak, kamu tidak akan duduk disini sendirian. Benar?” tebak Ampu. Lalu dia melihat kertas- kertas yang telah diremuk kan oleh Urawee. “Kamu tidak ada dapat inspirasi ya? Itu buruk. Sebelum kamu membenci ku, dan bertindak bodoh serta tidak dewasa seperti semalam. Biasanya kamu mengirimkan email padaku. Dan aku bisa membantu mu,” komentar Ampu, lalu dia pun pamit, sebelum Urawee sempat protes.

Dengan malas, Urawee pun mengabaikan Ampu. Dan dengan cepat, Ampu mengambil hp Urawee untuk memasukan nomor telponnya, karena mana tahu Urawee butuh pertolongan, maka Urawee bisa menelpon nya.
“Hey!” protes Urawee. Tapi Ampu tidak mau mengembalikan hp Urawee.
“Passcode nya?” tanya Ampu, saat dia tidak bisa membuka hp Urawee. Dan Urawee pun langsung merebut kembali hp nya.
Ampu tidak kehabisan akal, dia mengambil buku Urawee, dan ingin menuliskan nomor telponnya disana. Tapi Urawee langsung ingin merebutnya. Dan Ampu meminta supaya Urawee tidak mempermalukan mereka berdua. Dengan kesal, Urawee pun membiarkan Ampu mengambil bukunya.
“Kamu perlu belajar untuk tenang,” kata Ampu, menasehati, lalu dia mengembalikan buku Urawee. “Kamu sekarang punya nomorku. Jika kamu butuh apapun, kamu bisa menghubungin ku kapan pun. Jangan sungkan. Dan sampai bertemu di kantor. Kita pasti akan bertemu, karena aku akan mulai bekerja disana. Bye,” jelas nya. Lalu pergi.
Sebelum Ampu beneran pergi keluar dari café, tepat disaat itu, Tom masuk ke dalam café melalui pintu yang lain. Dan melihat itu juga, Urawee merasa bahwa pasti akan terjadi sesuatu. Dan tebakan nya benar.

Ampu mendekati Tom dari belakang dan menarik kerah baju nya. Dengan tegas, dia menanyakan kemana Tom barusan, dan dia menyuruh Tom untuk pulang bersama nya sekarang. Tapi Tom tidak mau, dan melawan.
Kemudian Fae datang, dan memukul Ampu. Dia memegang tangan Tom, dan memberitahu Ampu bahwa dia adalah Istri Tom, jadi Ampu tidak boleh melukai Tom. Mendengar itu, Tom langsung menyangkal. Sementara Ampu merasa emosi, dan dia menarik Tom untuk pulang bersamanya sekarang.

Tidak terima Ampu menarik Tom dengan kasar. Maka Fae pun mengigit lengan Ampu. Lalu setelah itu, dia menarik Tom untuk segera kabur. Tapi Urawee langsung menghentikan mereka berdua.
“Berhenti! Mundur! Mengapa kalian melarikan diri? Kalian hanya anak- anak. Apa kalian mencoba untuk melarikan diri bersama? Aku akan menghancurkan kepala mu!” kata Urawee, mengancam mereka berdua dengan sikap tegas.
Dan dengan takut, mereka berdua langsung berhenti dan mundur.

Fae menanyakan, kenapa Urawee ikut campur. Dia memanggil Urawee dengan panggilan Bibi. Dan mendengar itu, Urawee pun merasa kesal padanya, “Aku yakin kalau aku tidak lebih tua daripada Ibumu. Kakak. Panggil aku, kakak. Kamu mengerti?” tanyanya. “Jika kamu adikku, aku sudah menamparmu!” keluhnya, kemudian.
Mendengar itu, Tom serta Fae merasa takut. Begitu juga dengan Ampu.

Fae meminta maaf kepada Ampu, karena sudah salah paham. Dan Tom menyuruh Fae untuk meminta maaf kepadanya juga, karena Fae sudah mengikutinya, serta dia meminta Fae untuk berhenti memanggilnya suami, karena itu merepotkan. Dan Fae pun meminta maaf juga.
Urawee lalu meminta Fae untuk meminta maaf padanya juga. Dan dengan kesal, Fae memanggil Urawee dengan sebutan Bibi lagi.
“Ah, kamu tidak punya rasa hormat, kasar, dan paling penting, kamu memanggil ku Bibi. Minta maaf sekarang,” tegas Urawee. Dan Fae melakukannya dengan terpaksa. “Lakukan dengan hormat. Aku lebih tua darimu,” kata Urawee, kesal. Dan Fae pun melakukan nya.
Urawee kemudian mulai mau mengomel, tapi Ampu langsung menyela, dan memintanya untuk berhenti bicara. Lalu dia menanyakan kepada Fae, dimana rumah Fae, karena dia mau mengantar Fae. Tapi Fae menjawab tidak perlu, karena dia bisa naik taksi.
“Lain kali, jaga adik mu dengan baik. Jadi dia tidak akan melarikan diri dan membuat masalah,” kata Urawee kepada Ampu. Dan malas mendengarkan itu, Tom pun mengajak Ampu untuk segera pulang saja.

“Diam. Apa yang dikatakan nya adalah untuk kebaikan mu,” kata Ampu kepada Tom.
“Dan mengapa aku harus mendengarkan dia? Dia tidak ada hubungan nya denganku. Atau dia adalah Istri barumu?” balas Tom, kasar. Dan Ampu langsung mencubitnya.
“Dengarkan dengan baik. Aku bukan Istrinya. Aku mantan teman nya. Kami tidak lagi berteman, bahkan jika Kakak mu ingin menjadi teman dengan ku, tapi aku tidak mau. Hari ini aku membantu karena rasa kemanusiaan. Kamu mengerti?” tanya Urawee, tegas.
Dengan kesal, Tom memanggil Urawee Bibi. Dan Urawee ingin mengomeli nya. Tapi Ampu langsung menyela, dan meminta maaf kepada Urawee, lalu dia mengajak Tom pulang.

Urawee kemudian ingin pergi juga. Tapi saat sadar, Fae masih berdiri disana, maka dia pun bertanya kenapa Fae tidak pulang. Namun Fae tidak menjawab, dan malah duduk disana. Melihat itu, Urawee merasa heran.
Unthiga memutuskan pacar bule nya secara sepihak. Dengan alasan, karena dia sudah punya orang lain yang disukainya.
Anik minum bersama dengan teman nya Ton, di bar yang bukan merupakan bagian dari hotelnya, karena dia tidak ingin karyawan lain melihat nya. Sebab itu bukan hal yang baik. Dan Ton menanyakan, apa yang membuat Anik kesal sekarang. Tapi Anik tidak mau memberitahu.
Ton pun mengerti, dan dia tidak mau memaksa Anik untuk bercerita juga. Lalu dia permisi untuk ke kamar mandi sebentar, meninggalkan Anik.
“Apa dia benar- benar tidak akan menelpon ku?” gumam Anik, karena Urawee tidak ada menghubungin nya sama sekali.

Flash back
Unthiga memberitahu Anik kalau pada malam setelah acara selesai, Urawee bertemu dengan Ampu dan pulang telat ke rumah. Mendengar itu, Anik mengingat saat dia menghubungin Urawee, dan mendengar suara sirine ambulans, lalu Urawee langsung mematikan telponnya begitu saja.
Flash back end
Jika benar, Urawee dan Ampu bertemu pada malam itu. Berarti perkataan Urawee yang mengatakan tidak akan berbicara dengan Ampu adalah bohong. Dan itu yang membuat Anik merasa cemburu, marah, dan kecewa kepada Urawee.

No comments:

Post a Comment