Sunday, October 20, 2019

Sinopsis Lakorn- Drama : Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 1 - 3/5

0 comments

Sinopsis Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 1 – part 3
Network : Channel 3

Tom bersembunyi dari kejaran para polisi. Dan ketika dia melihat kalau para polisi telah pergi, dia pun merasa lega. Tapi kemudian tiba- tiba saja Gadis menarik tangannya dan membawanya bersembunyi. Lalu tanpa sengaja, karena tubuh mereka berdua sangat dekat, maka mereka pun saling berpandangan.

Namun kemudian, saat tersadar, Tom langsung menjauhinya sedikit. Dan dengan heran, Gadis protes, apa yang salah dengan Tom, kepadahal dia telah menolong Tom, tapi Tom malah tidak ada mengucapkan terima kasih padanya.
“Aku tidak minta di tolong,” keluh Tom, lalu dia berniat pergi.


“Oh, sial. Sikap apa ini?” balas Gadis. “Aku merasa bersalah, karena Ya menendang motor mu. Aku bukan mau menggoda mu. Tapi kamu akan bersikap seperti ini? Baiklah,” jelas nya dengan kesal. Lalu dia berteriak memanggil polisi.
Dan dengan cepat, Tom pun langsung menutup mulut Gadis, dan meminta maaf kepadanya. Serta berterima kasih karena Gadis telah menolongnya.
“Apa kamu serius mengatakan ini?” tanya Gadis. Dan Tom mengiyakan. “Baiklah. Maaf untuk apa yang Ya lakukan tadi.”
“Cepat pergi dan cek pacarmu. Sekarang mungkin dia sudah di tangkap,” balas Tom.

“Si brengsek itu telah melarikan diri duluan,” keluh Gadis, kesal. “Dan dia menggunakan ku sebagai taruhan nya dengan mu juga. Aku bukan barang yang bisa dihadiahkan kepada siapapun.”
Tom diam mendengar itu. Dan Gadis pun pamit. Tapi Tom langsung memanggilnya, dan menawarkan tumpangan padanya. Dan Gadis menyuruh Tom untuk tidak menggodanya, karena Ya tidak kalah taruhan, jadi Tom tidak perlu menawarkan diri untuk mengantar nya pulang.
“Kemudian cepatlah pergi,” balas Tom.
Tepat disaat Tom ingin pulang, Ampu muncul dibelakang nya. Dan melihat dia, Tom merasa terkejut serta takut, jadi dia pun segera berlari kabur darisana. Namun Ampu menangkapnya menahannya.
Tom memberontak, dan menyuruh Ampu untuk melepaskannya. Tapi Ampu tidak mau dan dengan tegas memperingatkan Tom. “Kamu perlu bertanggung jawab untuk tindakan mu, kamu mengerti?”
“Tidak, Pu! Kakak seperti apa kamu? Menyerahkan ku ke kantor polisi,” protes Tom.
“Aku kakak mu, itu mengapa aku melakukan ini. Jika tidak, kamu tidak akan belajar. Ikut dengan ku ke kantor polisi, jadi kamu tidak akan mengulangin nya lagi.”
“Aku tidak mau!”

Tom memukul perut Ampu dengan sikunya, lalu dia berlari kabur darisana. Tepat disaat dia berlari, dia hampir tertabrak oleh mobil Urawee yang lewat dijalan. Dan tentu saja, Urawee sangat terkejut.
“Hey! Apa kamu ingin mati?!” teriak Urawee kepada Tom.

Ampu mendekati Tom dan menyuruh nya untuk kembali. Namun saat dia melihat Urawee, dia terkejut. Begitu juga dengan Urawee. Tapi karena Ampu sedang ingin menangkap Tom, maka dia pun menyuruh Urawee supaya mereka berbicara nanti saja, karena dia ingin menangkap Tom dulu.
Dengan heran, Urawee pun bertanya. Tapi Ampu tidak menjawab, dan sibuk mengejar Tom yang berlari mengelilingin mobil Urawee. Lalu saat Tom berhasil melarikan diri darisana.

Urawee yang tidak tahu apapun, dia mengambil batu bata di dekatnya, dan melempar kan itu mengenai kepala Tom untuk menangkap nya.

Ampu kemudian menghentikan Urawee yang mengambil kursi untuk memukuli Tom. Dengan cepat dia menjelaskan bahwa Tom adalah adik nya. Mengetahui itu, Urawee sangat terkejut, karena dia mengira Tom adalah pencuri.

Melihat kepalanya terluka, Tom sangat terkejut. Dan Urawee pun meminta maaf, lalu menawarkan diri untuk mengantar kan nya ke rumah sakit.

Dirumah. Arm menanyakan, apakah Unthiga benar- benar sakit. Dan Unthiga menjawab dengan jujur bahwa dia tidak sakit. Dia melakukan itu, karena Urawee yang memulai nya duluan, yaitu Urawee dengan sengaja mempermalukan nya didepan para wartawan.

“Bajingan itu tidak memiliki kepedulian. Suatu hari, dia akan menlangkahi kepalaku. Jika kamu menyalahkan Oun, maka salahkan Wee juga. Jika tidak, aku akan menganggap mu pilih kasih,” kata Nopama, membela putrinya.
“Tidak apa, ma. Jangan mempersulit Ayah. Karena Wee tidak pernah menerima Ayah sebagai Ayahnya. Jadi dia tidak akan mendengarkan Ayah,” kata Unthiga, menjelek- jelek kan Uwaree.
Dan mendengar itu, Arm pun terdiam.

SA memandangin Unthiga dengan tajam, seperti memperingatkannya. Dan melihat itu, Unthiga pun langsung meminta maaf dengan sikap manis dan sopan kepada Arm. Dia mengakui kalau inia dalah salahnya, karena dia tidak bisa mengontrol emosi. Jadi dia berjanji, dari sekarang, dia tidak akan mengecewakan Arm lagi, atau membuat kekacauan lagi.


“Baiklah. Tapi bisakah aku meminta sesuatu? Kamu dan Wee adalah saudara. Aku ingin kalian saling mengasihi,” jelas Arm.
“Baiklah. Aku akan melakukan segalanya untuk kebahagiaanmu,” balas Unthiga sambil tersenyum. Lalu dia permisi untuk pergi mandi.
Dan setelah itu, SA pun pergi juga darisana.
Ketika Unthiga ingin pergi keluar, Nopama menanyakan, kemana dia mau pergi. Dan Unthiga menjawab bahwa karena dia baru pulang ke Thailand, jadi dia ingin pergi untuk bertemu beberapa teman.

“Jadi itu artinya, kamu telah menyerah kepada Wee?” tanya Nopama. “Aku tidak mengirim mu ke luar negri untuk kembali dan kalah darinya,” jelasnya, tegas.
“Aku melakukan, apa yang membuat Ayah senang. Tapi itu bukan berarti, aku akan kalah dari Wee,” balas Unthiga.

Nopama tidak mengerti. Dan Unthiga menjelaskan bahwa dia hanya menipu Arm, sehingga Arm tidak akan ikut campur sampai dia bisa menendang Urawee keluar dari hidup nya. Jika dia melakukannya secara terang- terangan, Arm tidak akan menyerahkan warisan padanya, dan itu akan buruk untuknya. Jadi dia ingin supaya Nopama ikut bermain akting dengannya.
“Baiklah. Tapi jangan hanya membuat Ayahmu saja yang senang, tapi kamu perlu membuat ku senang juga,” jelas Nopama, setuju.
“Ya,” balas Unthiga.
Nopama memperingatkan kalau Unthiga adalah kebanggaannya, jadi Unthiga jangan sampai mengecewakan nya. Dan Unthiga mengerti. Setelah dia membuat Arm dan Nopama senang, barulah dia akan menyenangkan dirinya sendiri. Kemudian setelah mengatakan itu, Unthiga pun pamit dan pergi.
Dan sambil tersenyum puas, Nopama menikmati tehnya. Lalu kemudian pelayan datang, dan memberitahu nya kalau bak mandi sudah siap. Jadi dia pun bersiap untuk pergi mandi.

“Khun,” panggil si Pelayan dengan sopan, sebelum Nopama pergi mandi. “Tolong lepaskan dia,” pinta si Pelayan.
“Kamu menguping? Terserah dia ingin melakukan apa, aku akan menyetujuinya, dan memberinya kebebasan. Dia bahkan bisa keluar dengan temannya,” balas Nopama, marah karena di komentari.
“Maksudku, jangan gunakan dia sebagai alat untuk melawan yang lainnya.”
Nopama memperingatkan si Pelayan untuk tidak mendikte dirnya, kalau tidak dia akan memecat si Pelayan. Dan merasa takut, si Pelayan pun mengiyakan.

Di rumah sakit. Urawee menjawab telpon dari Anik, ketika Anik menelpon nya.
Anik menanyakan, apakah Urawee baik- baik saja. Dan Urawee mengiyakan. Anik menjelaskan bahwa dia khawatir, karena dia tidak ingin Urawee menyetir sendirian saat sedang emosi. Dan Urawee meminta nya untuk tenang saja.
“Apa kamu sudah sampai dirumah?” tanya Anik.
“Ya. Aku sudah akan tidur,” jawab Urawee, berbohong.

Tepat disaat itu, terdengar suara sirine ambulans, karena ada pasien yang baru datang. Dan Urawee berbohong bahwa itu adalah bunyi mobil ambulans yang datang untuk menjemput tetangga nya. Lalu dia beralasan ngantuk, dan ingin tidur sekarang, jadi dia pun langsung mematikan telponnya.
“Halo?” panggil Anik, heran.
“Aku minta maaf karena berbohong. Aku tidak ingin berdebat denganmu, jika aku memberitahumu kebenarannya,” gumam Urawee, merasa bersalah.
Anik merasa cemas. Tapi kemudian disaat temannya menelpon, dan mengajak nya untuk pergi bersenang- senang, dia pun langsung mengiyakan.
Setelah Ampu keluar dari ruang perawatan, Urawee langsung mendekatinya dan mengomentari bahwa jika Ampu adalah orang yang baik, maka Tom tidak akan melarikan diri seperti itu.
“Kamu mungkin mendengar banyak gosip tentang ku,” balas Ampu, tenang.
“Ya, begitulah. Cukup untuk tahu seperti apa kamu.”

“Dan orang jenis apa menurutmu aku?”
“Aku pikir kamu harus pulang dan melakukan refleksi diri sendiri, jenis orang seperti apa kamu. Karena jika aku mengatakan nya, kamu tidak akan bertobat, kemudian itu menghabiskan waktu ku. Mengerti?” jelas Urawee, ketus.

Ampu mengiyakan semua perkataan Urawee, dan dia siap untuk menrefleksi kan dirinya sendiri, sehingga adiknya akan menyukainya dan menghormatinya. Dan Urawee membalas bahwa itu bagus, tapi lebih baik Ampu tidak usah bicara, lalu dia berniat untuk membayar tagihan rumah sakit.

Ampu mengikuti Urawee untuk menghentikannya, tapi Urawee tiba- tiba malah berhenti dan berbalik, sehingga Urawee pun menabrak diri nya. Dan Ampu meminta maaf, lalu dia menjelaskan bahwa dia ingin bilang, kalau dia yang akan membayar tagihan rumah sakitnya sendiri.

Urawee dan Ampu pun kemudian berdebat untuk memutuskan siapa yang akan membayar tagihan rumah sakit. Urawee mengatakan dia akan bayar, karena dia yang telah membuat Tom terluka, jadi dia mau bertanggung jawab. Sementara Ampu mengatakan bahwa dia yang akan membayar tagihan rumah sakit adik nya sendiri, dan Urawee tidak bersalah, sebab Urawee hanya ingin membantunya menangkap Tom barusan tadi, jadi dia yang akan bertanggung jawab.
“Aku mengerti, tapi jika kamu ingin bertanggung jawab, maka lakukan itu dengan mendisplinkan adik mu untuk menjadi orang yang lebih baik, jadi dia tidak akan menyebabkan masalah di masyarakat,” jelas Urawee.
“Aku telah mencoba. Tapi adikku tidak akan mendengarkan ku. Dia bilang, kami tidak sama Ibu, jadi dia tidak menganggapku sebagai kakak nya,” balas Ampu.
Tom yang telah selesai diobati, dia tidak sengaja mendengar perkataan Ampu.

Menyadari kalau Tom berada dibelakangnya, dan sudah selesai diobati. Dengan perhatian Ampu pun menanyakan, bagaimana keadaan Tom. Dan Tom menjawab bahwa dia hanya sakit sedikit, tapi tidak akan mati.

Ampu kemudian pamit kepada Urawee, dan menarik tangan Tom untuk ikut pulang bersamanya. Tapi Tom menolak, dan menepis tangan Ampu. Dan dengan kesal, Urawee pun memukuli kepala Tom.
“Kakak mu tidak akan membawa mu ke neraka. Apa kamu mau menderita luka yang lain lagi? Huh?!” kata Urawee, menasehati.
“Serius! Siapa kamu? Mengapa kamu ikut campur?” balas Tom. Lalu dia menatap curiga kepada Ampu. “Ah, kamu istri baru Ampu?” tebaknya.
“Hey. Tom,” tegas Ampu, memperingatkan.


Dengan kesal, Urawee memeganging mulut Tom, dan mengancam akan memberikan luka yang lain. Dan dengan takut, Tom mengajak Ampu untuk segera pulang saja. Melihat itu, Ampu tersenyum.


Dibar. Unthiga minum- minum dan bersenang- senang bersama dengan seorang temannya. Dan dari jauh seorang pria menatap tertarik kepada mereka bedua. Menyadari itu, dengan sikap sopan dan senyum yang manis, Unthiga pun tersenyum kepada pria itu.
Kemudian Unthiga pamit kepada temanya untuk ke kamar mandi sebentar.
Pria itu mengikuti Unthiga, dan menungguinya diluar kamar mandi. Lalu ketika Unthiga keluar, dia langsung menyapa Unthiga, dan memperkenalkan dirinya. Namanya Teem. Tapi Unthiga mengabaikan nya, karena tidak ingin tahu.


Teem menuduh kalau Unthiga menyukainya, namun bermain jual mahal dengannya. Dan Unthiga menyuruh Teem untuk berhenti bermimpi. Dengan paksa, Teem memegang tangan Unthiga, dan menahan nya. Tapi Unthiga pun langsung menepis tangan Teem, dan menamparnya dengan keras.
Lalu sebelum Teem memukul Unthiga. Tepat disaat itu, Anik datang, dan menyelamat kan Unthiga. Dan penjaga keamanan pun membawa Teem pergi.

“Aku mengingat mu. Di fashion show. Kamu datang dengan Wee,” kata Unthiga dengan ramah. Dan Anik mengiyakan dengan sikap dingin. “Terima kasih ya,” kata Unthiga dengan sikap manis.
“Ya,” balas Anik sambil balas tersenyum kecil. Dan Unthiga menatapnya, dengan tatapan tertarik.

No comments:

Post a Comment