Tuesday, November 12, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 11 - part 2

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 11 - Part 2
Han Bing bertanya- tanya, kenapa Pelaku menculik Guru Lin, bukan nya langsung membunuh Guru Lin, seperti semua korban yang lain. Dan Yifei menebak bahwa mungkin saja Pelaku ingin mengatakan sesuatu kepada Guru Lin.
Lalu pesan masuk dari Gao Sheng. ‘Dugaanmu benar, saat itu Lin Xin Rui adalah murid kelas 3, SMA Hai Shang.’

Membaca pesan tersebut, Yifei tersenyum senang, karena dugaannya tidak salah. Korban tabrak lari 15 tahun lalu adalah murid SMA Hai Shang juga, namanya Lin Xin Rui. Dan mungkin saja, pembunuhan berantai ini berhubungan dengan kematian Xin Rui. Jadi mereka harus bertemu dengan keluarga Xin Rui.
Gao Sheng membaca berkas tentang kasus Xin Rui.
Yifei terkejut, ketika membaca artikel di internet. Kedua orang tua Xin Rui sudah meninggal. Mereka berdua meninggal, setelah Xin Rui mereka meninggal. Pertama Ibunya. Kedua Ayahnya, karena bunuh diri.
Gao Sheng menyuruh Xiao Jiang untuk menyelidiki, apakah Xin Rui masih ada keluarga lain. Dan Xiao Jiang pun mengiyakan.

“Xin Rui dengan keempat korban ini, ada hubungan apa? Apakah teman?” gumam Han Bing, berpikir. Dan Yifei menjawab bahwa sepertinya bukan, karena dalam album foto yang di temukannya hanya ada foto Guru Lin dan keempat korban saja, tidak ada Xin Rui. Jika mereka berlima memang teman baik, harus nya ada foto Xin Rui juga.
Han Bing kemudian bertanya, apakah mungkin Xin Rui di kucilkan. Dan Yifei pun berpikir, lalu dia menebak, kalau seperti nya itu mungkin saja.
Gao Sheng berpikir keras. “Jika pelaku melakukan kejahatan demi korban tabrak lari 15 tahun lalu. Mengapa dia tidak membunuh Minghao, pelaku tabrak lari,” gumam nya, bingung.
Han Bing dan Yifei berpikiran sama seperti Gao Sheng, kenapa pelaku tidak membunuh Minghao yang merupakan pelaku tabrak lari 15 tahun yang lalu. Dan akhirnya, Han Bing menyimpulkan, apa mungkin Minghao bukan pelaku tabrak lari yang sebenar nya.
Mendengar itu, Yifei mengingat ulang kejadian, saat dia pernah menyentuh tangan Minghao. Saat itu Minghao tampak takut juga. Dan Yifei menebak, apakah mungkin hanya Minghao yang mengenal pelaku tabrak lari yang asli. Sehingga pelaku yang sekarang belum membunuh Minghao.
“Tetapi berdasarkan bukti yang ada di kepolisian. Minghao adalah pelaku tabrak lari,” jelas Han Bing. Dan Yifei pun berpikir lagi.

Kemudian, karena sudah akan jam 12 malam, maka Han Bing pun segera membereskan barang nya dan pamit pulang. Tapi Yifei menahannya, dan memintanya untuk tinggal sedikit lebih lama lagi, dengan alasan mereka baru saja menemukan petunjuk.
Namun Han Bing tidak bisa tinggal lebih lama, jadi dia menjelaskan bahwa sisa nya akan dikerjakan secara terpisah. Lalu dia pun pergi.

Yifei lalu berpura- pura kesakitan supaya Han Bing tidak jadi pergi. Tapi tanpa melirik ke belakang lagi, Han Bing pergi. Dan dengan lemas, Yifei menundukan kepala, karena kecewa.

Didalam bus. Han Bing memikirkan tentang Xin Rui, yang kedua orang tua nya sudah meninggal, sama seperti dirinya. Lalu masuk pesan dari Yifei yang mengatakan ‘hati- hati di jalan, kabari kalau sudah sampai di rumah’. Membaca pesan itu, Han Bing tersenyum senang.

Didalam kamar. Tepat jam 12, Han Xue terbangun. Dan dia mengeluh kenapa dia ada di rumah, karena itu sangat membosan kan menurut nya. Lalu dia  membuka memo di hp untuk mengetahui apa saja yang terjadi, tapi aneh nya tidak ada satupun catatan yang di tulis disana.

Han Xue berganti pakaian dan berdandan dengan cantik. Lalu dia keluar dari kamar, dan merebut bir yang sedang di minum oleh Xiao Shen. Dan dia meminum bir itu. Tapi Xiao Shen lalu merebut bir nya kembali dan meminumnya.

“Kamu marah ya, karena aku mendorong mu kemarin?” tanya Han Xue. Dan Xiao Shen mengabaikan nya. “Han Bing juga marah. Dulu dia selalu meninggalkan pesan padaku, tapi kali ini tidak ada.”
“Sepertinya tidak ada hal yang khusus, tadi Han Bing sedang menulis laporan,” balas Xiao Shen. Lalu dia mengingatkan Han Xue, bila ingin pergi keluar, jangan lupa pulang tepat waktu, dan jangan mencari masalah.
“Kapan aku mencari masalah?” keluh Han Xue. Tapi Xiao Shen mengabaikan nya, dan masuk ke dalam kamar. Dengan kesal, Han Xue pun mengeluh.

Ketika akan keluar dari rumah, Han Xue menemukan obat- obatan milik Han Bing di dekat pintu. Dan dia merasa bingung, ada masalah apa.

Ketika perawat datang untuk memberikan nya suntikan, Yifei bertanya padanya, apakah si perawat sudah lama bekerja di rumah sakit ini, sekitar 20 tahunan. Dan si perawat bertanya, ada apa.
“Apakah kamu ingat kecelakaan tabrak lari 15 tahun yang lalu?” tanya Yifei, lalu dia menunjukan artikel yang sedang di bacanya. “Kejadian nya di jalan Yong Jia. Korban di bawa ke rumah sakit di dekat sini.   Apakah mungkin itu adalah rumah sakit ini?” tanyanya.
Dengan serius, si perawat membaca artikel tersebut dan mencoba mengingat. “Oh, pasien ini. Dia memang di bawa ke sini, saat itu pasien sudah tidak bisa tertolong,” jelas nya.
Dengan heran, Yifei menanyakan, bagaimana si perawat masih mengingat jelas tentang kejadian ini, kepadahal ini sudah lama sekali. Dan si perawat menjawab bahwa kasus ini ada kisah nya.

Flash back
Ketika Ayah Xin Rui datang ke rumah sakit. Si perawat memberikan barang peninggalan milik Xin Rui kepada nya. Karena selama ini, tidak ada yang mengambil nya. Dan dengan sedih, Ayah Xin Rui menerima barang itu dan membungkuk, berterima kasih.
Flash back end

“Ayah pasien menangis dengan sangat sedih. Bahkan aku yang melihat nya pun merasa sedih. Saat itu, jika pasien bisa diantar lebih cepat ke rumah sakit. Kemungkinan pasien bisa diselamatkan,” jelas si perawat.
“Itu sangat di sayangkan,” komentar Yifei, bersimpati.
Si perawat lalu memberitahu kalau Xin Rui adalah pasien Prof. Kong. Mendengar itu, Yifei terkejut, karena itu adalah Ayah nya.

Yifei datang ke ruangan Ayahnya, dan menanyakan, apakah Ayah mengenal Xin Rui atau tidak. Dan Ayah berpura- pura tidak ingat lagi. Namun Yifei meminta Ayahnya untuk coba pikir- pikir kembali. Dan dengan suara keras, Ayah mengatakan bahwa dia tidak tahu. Lalu dia mempertanyakan, apa yang sebenarnya Yifei lakukan belakangan ini, seperti ikut campur dalam pemeriksaan polisi.
“Aku hanya membantu Gao Sheng,” kata Yifei, menjelaskan.
“Segera berhenti. Jangan sok mengurusi,” tegas Ayah.

Yifei tidak mau berhenti, karena dia merasa bangga melakukan ini. Dan Ayah memarahi nya, sebab semakin sering Yifei menggunakan kemampuan itu, maka Yifei akan semakin kesakitan, jadi dia ingin Yifei untuk berhenti. Tapi Yifei tetap menolak untuk berhenti.
“Jadi mengapa kamu tidak memakai sarung tangan?!” tanya Ayah, keras.
“Karena aku tidak ingin melanjutkan kehidupan yang di sembunyikan di balik sarung tangan. Dulu karena sepasang tangan ini, aku sangat membenci diriku sendiri. Tapi sekarang, itu menjadi alasan ku hidup,” jawab Yifei.


Ayah mengetawai perkataan Yifei. Dia mengingatkan Yifei, apakah Yifei masih mengingat alasan Ibu pergi meninggalkan rumah. Mendengar itu, Yifei mengeluh, karena Ayah selalu begini, mengungkit tentang Ibu. Dan dia menyesal telah berbicara dengan Ayah nya sekarang.
Lalu setelah mengatakan itu, Yifei pergi keluar dari ruangan.

Yifei berganti pakaian, dan ingin pergi keluar. Tapi Dokter yang merawat nya langsung menahan nya. Dia menebak kalau Yifei pasti habis bertengkar dengan Prof. Kong. Dan Yifei menjawab bahwa dia ingin pergi ke apotik untuk mengambil obat penghilang sakit. Lalu dia pun pergi.
Dikantor. Yifei berbaring di sofa, dan mengingat alasan kepergiaan Ibunya.
Flash back
“Ibu, siapa paman yang di sebelah mu?” tanya Yifei, heran. Dan Ibu langsung melepaskan pegangan nya dari tangan Yifei.


Ibu memberitahu Ayah bahwa dia sangat takut kepada Yifei, meskipun dia adalah Ibu Yifei, tapi dia sangat takut, Mendengar itu, Yifei menutup kedua telinga nya dengan rapat.
“Kamu tidak pantas menjadi Ibu,” teriak Ayah, memarahi Ibu.

Yifei mengejar Ibunya yang pergi dari rumah dengan membawa koper. Tapi tidak peduli sekeras apapun dia memanggil Ibunya. Namun Ibunya tidak pernah kembali.
Flash back end
Yifei menghapus air mata nya. Dan menutup mata.
Han Xue memanaskan air. Lalu dia membaca obat milik Han Bing sekali lagi, dan berpikir.

Yifei menelpon Han Bing. Dan saat mendengar kalau Han Bing masih belum tidur, dia merasa senang. Dia lalu menceritakan tentang Xin Rui yang merupakan pasien Ayahnya 15 tahun yang lalu.
Han Xue bingung, siapa itu Xin Rui. Dan dia pun bertanya. Tapi saat sadar kalau itu aneh, maka dia pun mengiyakan. Dan membiarkan Yifei lanjut bercerita.
“Ayahku sepertinya sudah tidak ingat,” kata Yifei, bercerita. Tapi Han Bing hanya diam saja, sehingga dia merasa heran, dan bertanya, apakah Han Bing masih mendengarkan.
“Oh. Iya,” jawab Han Xue, cepat.

Yifei mengaku bahwa dia merasa khawatir kepada Han Bing, sebab ketika mereka membicarakan tentang orang tua Xin Rui yang sudah meninggal, Han Bing tampak sangat sedih. Dan dengan kesal, Han Xue berteriak, dia menyuruh supaya Yifei tidak perlu mengkhawatirkan nya. lalu dia mematikan telpon.
“Aku buat salah apa lagi?” gumam Yifei, bingung.

Setelah air mendidih, Han Xue menuangkan itu ke dalam gelas teh. Lalu saat dia melihat obat milik Han Bing, dia tampak tidak senang. “Ternyata demi Kong Yifei. Demi seorang pria, kamu ingin mengusir ku!” pikir nya, marah.
Kemudian Han Xue menuangkan air panas ke tangan nya sendiri hingga memerah. Dengan kesakitan, dia mengeluh, tapi dia tidak menghentikan tindakan nya itu.

Tepat disaat itu, Xiao Shen keluar dari dalam kamar. Dan ketika melihat itu, dia langsung menghentikan Han Xue dan mengambilkan obat untuk mengobati nya. Tapi Han Xue langsung menepis tangan Xiao Shen dan berlari masuk ke dalam kamar, lalu mengunci pintu nya.

“Han Xue! Han Xue!” panggil Xiao Shen, cemas. “Han Xue, buka pintu nya!” pintanya.
“Han Bing ingin aku mati!” teriak Han Xue, marah.

No comments:

Post a Comment