Monday, November 11, 2019

Sinopsis Lakorn- Drama : Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 6 - part 1/5

0 comments

Sinopsis Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 6 – part 1
Network : Channel 3
Ampu kembali ke ruangan. Dan dengan rajin, si kaca mata (Suam) langsung memberikan list supplier yang telah di persiapkan nya. Lalu saat Ampu meminta sample kerja para supplier. Suam menjawab bahwa Ampu tidak ada meminta itu, jadi dia tidak melakukannya, tapi dia akan melakukan nya. Mendengar itu, Ampu puas pada nya.

Unthiga kemudian datang ke ruangan, dan mengajak Fai untuk ikut berkerja bersama nya. Dan dengan bingung, Fai pun mengikuti nya.
“Sampai nanti, Khun Ampu,” kata Unthiga, mengingatkan sambil tersenyum manis sebelum pergi keluar bersama dengan Fai.

Ketika mereka berdua telah pergi, si Penggosip senior langsung memanggil Suam dan ingin bergosip dengan nya. Tapi saat melihat Ampu, dia jadi merasa takut dan tidak jadi bergosip. Namun Ampu tahu, dan menawarkan diri untuk memindahkan mereka sekarang ke bagian lain, jika mereka berdua mau. Dan dengan ketakutan, Suam langsung menjawab tidak dan kembali ke meja nya untuk bekerja.

Unthiga menyuruh Fai untuk menunggu nya di bawah, dan Fai pun mengiyakan. Kemudian tepat disaat itu, Arm dan Sunisa menghampiri Unthiga. Dan Unthiga langsung memberitahu mereka bahwa dia mau pergi ke gudang. Lalu dia bertanya, apakah Arm sudah ada mengunjungin Ibunya, Nopamat pagi ini di rumah.
Dan Arm menjawab tidak, karena dia sibuk mengurus kantor baru depatermen design dan art untuk Unthiga serta Urawee. Mengetahui itu, Unthiga terkejut.

“Aku sudah mengurus ruangan untuk kalian berdua,” jelas Sunisa.
“Jadi kalian berdua bisa berkerja secara pribadi. Berbeda dari sisa pekerjaan perusahaan yang lain. Bukan kah itu bagus?” tanya Arm. Dan Unthiga mengiyakan.
Unthiga mencium pipi Arm dan berterima kasih banyak, lalu dia pun pamit untuk pergi.
Setelah Unthiga pergi. Sunisa menjelaskan kepada Arm bahwa apa yang Unthiga katakan benar, sepertinya tentang Arm harus pulang untuk mengunjungin Nopamat. Tapi mendengar itu, Arm hanya diam saja, tidak menanggapin.
Ketika Urawee datang, dia merasa bingung melihat orang- orang sibuk memindahkan barang. Dan Fai yang melihat nya, langsung menjelaskan kepadanya bahwa itu karena depatermen desgin dan art sudah pindah ke sisi lain. Lalu dia bertanya, apakah Urawee sudah bertemu dengan Ampu. Dan Urawee pamit untuk mengambil barang nya, karena dia tidak mau menjawab.


Tepat disaat itu, Anik datang. Dan dia memanggil Urawee.
Melihat itu, Unthiga menghampiri mereka berdua. “Kamu sudah kembali, Wee,” sapa nya. Dan Urawee mengabaikan nya. “Khun Anik punya sesuatu yang ingin dia bicara kepadamu,” kata nya, menghentikan Urawee. “Lanjutkan. Aku harap segalanya terselesaikan,” kata Unthiga dengan sinis kepada Anik dan Urawee.
Kemudian Unthiga pergi bersama dengan Fai. Dan menonton dari lantai bawah.
Anik mengikuti Urawee, dan memintanya untuk mendengarkan nya. Dia memegang tangan Urawee untuk menghentikan nya. Dan dengan jijik, Urawee menyuruh Anik untuk jangan menyentuh nya dengan tangan kotor.
“Kamu hanya menyalahkan ku. Bagaimana denganmu?” tanya Anik. Dan Urawee menampar nya.
“Jika kita bicara hari ini, akankah semuanya berakhir?
“Ya.”
Unthiga meminta maaf kepada Fai, karena dia baru teringat kalau dia ada rapat dengan teman nya yang akan membantu mendesign kain. Jadi Fai bisa ke pabrik sendiri, dan melakukan apapun. Lalu setelah mengatakan itu, Unthiga pun pergi meninggalkan nya.

Dipinggir sungai. Anik bertanya, kenapa Urawee membawanya ke sini untuk berbicara. Dan Urawee menjawab bahwa dia ingin mengingatkan dirinya sendiri kalau hidup itu tidak menentu.

“Aku tahu aku salah. Tapi kamu juga tahu bahwa antara Khun Oun dan aku. Itu hanya sex. Bahkan jika dia mencintai ku, tapi aku tidak mencintai dia. Aku mencintai kamu, tapi haruskah kamu melakukan ini padaku,” jelas Anik, mengeluh.
“Nik, apa kamu tahu, apa yang kamu katakan? Apa kamu masih pria?” tanya Urawee, terkejut.
Anik menuduh kalau Urawee sama seperti dirinya. Urawee tidur bersama dengan Ampu, dan dia punya bukti yang Unthiga kirim kan kepadanya. Urawee menusuk nya dari belakang menggunakan metode yang sama. Kepadahal Urawee seorang wanita.
“Jadi apa? Jadi apa jika aku wanita? Wanita tidak memiliki kebutuhan dan keinginan seperti pria? Kamu yang menunjukan sikap rendahan yang pria miliki. Jadi mengapa aku tidak boleh? Sejak kita berdua manusia,” tanya Urawee, sakit hati.

“Wee,” tegur Anik. Dan Urawee tidak peduli, karena Anik tidak punya hak terhadap dirinya. Jadi terserah dia ingin bertemu siapapun.
Anik lalu bertanya, apakah ini berarti mereka tidak bisa kembali menjadi seperti dulu lagi. Dan Urawee membenarkan, mereka tidak akan pernah bisa.
Unthiga bertemu dengan temannya di café. Disana ketika si teman melihat bekas merah di lengan Unthiga, dia pun bertanya. Dan dengan cepat, Unthiga langsung menutupi bekas merah tersebut, dan beralasan bahwa itu cuma luka kecil yang di dapatkan nya dari pemain lakorn. Jadi itu tidak penting untuk di ceritakan.

Kemudian si teman menebak, apakah sebentar lagi Unthiga akan pergi makan bersama dengan Ampu. Dan Unthiga tersenyum mengiyakan.
Urawee dengan sedih menegaskan bahwa dari sekarang, Anik tidak perlu terlibat dengan nya lagi, karena Anik sudah mendapatkan Unthiga, jadi Anik bisa pergi kepada Unthiga dan mencintainya serta menikahi nya. Itulah tindakan seorang pria sejati. Bukan hanya tidur dengan siapapun, lalu tidak mau bertanggung jawab.
Kemudian Urawee menjelaskan bahwa dia sudah pernah memperingatkan Anik, tentang Unthiga. Wanita seperti Unthiga bisa melakukan apapun untuk melukai dirinya, dan Unthiga menggunakan Anik sebagai alat dalam rencana ini.
“Kamu menjadi seperti pencundang, dan bahkan menfitnah Khun Oun?” tuduh Anik, tidak mau percaya kepada Urawee.
“Menfitnah dia?” tanya Urawee, kesal. Lalu dia menunjukan chat nya dengan Unthiga. “Inilah orang yang di inginkan Unthiga, yaitu Ampu. Bukan kamu!” tegas nya.
“Ini tidak benar. Khun Oun mengirimkan pesan dan foto ini kepada mu untuk melukai mu. Itu tidak melibat kan aku,” balas Anik, masih tidak mau percaya.

Urawee tidak menyangka, kalau Anik begitu bodoh. Dia menyuruh Anik untuk mengakui kebenaran bahwa Anik hanyalah alat bagi Unthiga. Tapi Anik tetap saja tidak percaya, dan mengatakan kalau Unthiga tidak menggunakan nya sebagai alat. Malahan dia menuduh, kalau Urawee sengaja mengatakan ini karena Unthiga telah melukai Urawee, dan Urawee lah orang yang mencoba untuk menusuk Unthiga dari belakang. Bahkan untuk balas dendam, Urawee mampu melakukan segalanya dan tidur bersama dengan Ampu.
Mendengar itu, Urawee langsung menampar Anik. Dan Anik mengatai Urawee sebagai manusia buruk. Dan Urawee menampar nya lagi, serta mengatai kalau orang yang buruk itu adalah Anik.
“Jika kamu bilang, aku buruk, maka bukankah Ampu harus bertanggung jawab untuk apa yang di lakukan nya? Itu baru adil, Wee,” kata Anik dengan kasar. Kemudian dia pergi meninggalkan Urawee disana.

Dengan sedih, Urawee menatap tangan nya. “Oh, Nik!” keluh nya, kesal.

Unthiga menelpon Ampu, dan menanyakan, direstoran mana Ampu ingin makan bersama. Dan Ampu menjawab bahwa dia tidak terlalu bagus dalam memilih restoran. Tapi Unthiga tetap ingin Ampu yang memilih, karena dia ingin tahu, jenis restoran apa yang Ampu sukai dan juga makanan apa yang Ampu sukai juga. Dan Ampu pun berpikir, lalu menjawab.
“Baiklah. Sampai jumpa disana ya,” kata Unthiga dengan lembut. Lalu dia mematikan telpon.

Si teman mempertanyakan bagaimana tentang Anik. Dan dengan tidak senang, Unthiga bertanya, kenapa si teman menanyakan itu, membuat mood baik nya menjadi rusak.
“Oh, aku kan hanya bertanya, mana tahu aku bisa membantu kamu. Misal nya jika dia masih menganggu mu,” jelas si teman, perhatian. “Lalu apakah dia tahu bahwa kamu sudah membuang nya?” tanyanya.
“Dia akan tahu. Dia tidak bodoh,” jawab Unthiga.

Anik mengingat kembali perkataan Urawee, dan berpikir. “Aku sudah memperingatkan mu. Unthiga bisa melakukan segalanya untuk melukai aku. Dan dia menggunakan mu sebagai alat.”“Lihat ini. Orang yang di inginkannya adalah Ampu, bukan kamu.”“Kamu sudah mendapatkan dia. Temui dia, cintai dia, dan nikahi dia. Bertindaklah seperti pria sejati.”
Mengingat semua itu, Anik menangis. Dan memukul stir mobil dengan kesal.

Ampu datang ke restoran temannya, SP dan Ploy. Disana Ploy menanyakan, apa yang membawa Ampu kesini. Dan Ampu menjawab bahwa bos nya ingin bertemu dengan nya dan mendiskusi kan pekerjaan, dan didalam pikiran nya, dia hanya bisa memikirkan tempat ini saja, jadi dia pun ke sini.
Mendengar itu, Ploy merasa senang, dan mengatakan bahwa jika dia belum menikah, mungkin saja dia sudah tergoda oleh Ampu. Dan SP menyuruh Ampu untuk menggoda orang lain saja, karena Ploy adalah istrinya.
“Hey, kita teman?” kata Ampu, bercanda. Dan mereka berdua tertawa.


Tepat disaat itu, Unthiga datang. Dan Ampu pun memperkenalkan nya kepada Tanong (SP) dan Ploy (Istri Tanong), yang merupakan temannya. Mengetahui itu, Unthiga jadi tahu kenapa Ampu memilih untuk makan di sini. Dan Ampu tersenyum mengiyakan.
Kemudian dengan mesra Unthiga memeluk lengan Ampu dan berjalan bersama nya menuju ke arah meja. Dan Ploy tersenyum senang melihat itu.

Selagi Ampu dan Unthiga sedang makan. Tanong datang menghampiri mereka, dan meminjam Ampu untuk ikut bersama nya sebentar. Dan Unthiga mengizin kan nya. Lalu dengan ramah, Tanong bertanya, apakah ada yang ingin Unthiga minum. Dan Unthiga meminta rekomendasi dari Tanong. Dan Tanong merekomendasi kan coklat hangat. Lalu dia membawa Ampu bersama nya.

Dengan heran, Ampu mengikuti Tanong, dan bertanya ada apa. Dan dengan serius, Ploy bertanya, apakah Unthiga adalah orang yang Ampu bicarakan kepada mereka sebelumnya, tentang dua saudara yang saling bertengkar. Dan Ampu membenarkan.
“Dan dari boss ke teman? Bagaimana itu terjadi?” tanya Ploy, penasaran.
“Itu … terjadi seiring nya waktu. Begitu lah,” jelas Ampu.
“Tapi kamu tidak kelihatan yakin. Tapi Khun Oun kelihatan sangat yakin bahwa dia dekat dengan mu,” jelas Ploy.
“Lalu tidakkah ini membuat mu bermasalah dengan kakak nya? Karena kamu dekat dengan adik nya,” tambah Tanong.
“Pasti akan bermasalah,” jawab Ampu. Dan Ploy serta Tanong pun menjadi khawatir padanya.
Tepat disaat itu, Urawee datang. Tapi mereka bertiga tidak sadar.
Didalam restoran. Unthiga menikmati dessertd dan minuman coklat hangat yang di hidang kan.

No comments:

Post a Comment