Tuesday, November 5, 2019

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 13

0 comments

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 13
Images by : Youku
Ye Miao yang merasa khawatir pada Ruining, mengirim pesan pada Ruining, bertanya apakah Ruining sudah tidur?
--

Shen Zhen berjalan sendiri di jalanan yang gelap. Dan saat itu, dia mendengar bunyi pesan masuk di ponsel. Ternyata, Shen Zhen belum mengembalikan ponsel Ruining yang di rebutnya tadi dan masih memegangnya. Melihat kalau Ye Miao yang mengirim pesan pada Ruining, Shen Zhen menjadi semakin marah dan membuang ponsel Ruining ke pinggir jalan.
Ye Miao menelpon Ruining, dan tentu saja, tidak di jawab karena ponsel tersebut sudah di buang Shen Zhen ke jalanan.
--
Ye Miao semakin khawatir karena Ruining tidak membalas pesan dan menjawab teleponnya.
--

Di rumah,
Ruining tidur di kamar Ny. Ning Mo. Ny. Ning tahu kalau Ruining pasti merasa sedih dengan pertengkarannya tadi dengan Shen Zhen. Dengan lembut, Ny. Ning menyuruh Ruining untuk tidak memikirkan masalah tadi lagi. Dan juga, besok dia akan menemani Ruining ke rumah paman Yan. Ruining bisa beristirahat di sana selama beberapa hari.
Ruining masih merasa tertekan dengan tuduhan dirinya yang merusak properti tangga phoenix. Dia bertanya, apakah ibunya percaya padanya?
“Ibu percaya padamu. Di hatimu, selalu ada rasa hormat. Sebuah standar. Meskipun kau nakal dan sering bersikap bebas, kau tidak pernah kehilangan rasa hormat-mu. Standar mu tidak pernah berubah. Ruining. Inilah hal terbaik dari dirimu. Juga hal yang berharga bagi Ibu dan Ayah. Hal yang kami banggakan. Entah, aku atau ayahmu, suatu hari pasti akan meninggalkan-mu. Tapi, dukungan terbaik yang bisa kami berikan adalah percaya padamu. Percaya padamu selamanya.”
“Ibu. Aku akan mengingat hal itu. Aku juga percaya pada Ibu. Aku akan selalu percaya padamu dan ayah.”
Ruining mendekap ibunya dengan sangat erat.
--
Ye Miao masih tidak bisa tidur karena Ruining tidak membalas pesannya juga. Dia benar-benar khawatir dan juga cemas.
--
Esok hari,
Pada akhirnya, Ye Miao ketiduran juga. Tapi, saat ponselnya berdering, dia langsung terbangun saat itu juga. Eh, ternyata bukan ponselnya yang berbunyi tapi ponsel Chen Mo.
Yang menelpon Chen Mo adalah Huahua yang mengajaknya sarapan bersama. Siap telepon, Chen MO sangat ketakutan saat menyadari kalau Ye Miao menatapnya dengan sangat tajam. Ada apa?
“Chen Mo. Kau tahu apa yang paling penting dalam pertemanan?”
“Apa itu?”
“Hal paling penting dalam pertemanan adalah ketika salah satunya sedang sedih, maka yang lainnya harus tetap diam dan menjaga jarak. Kau ngerti?”
Chen Mo hanya bisa melongo. Mana dia tahu kalau Ye Miao sedang sedih. Dan juga, dia kan hanya menjawab telepon dari Huahua.
--

Pagi-pagi, Ny. Ning dan Ruining sudah bersiap untuk pergi ke rumah paman Yan. Mereka akan pergi sekitar 2-3 hari. Dan hanya tinggal bibi Cai di rumah seorang diri. Bibi Cai masih merasa bersalah karena masalah kemarin dan meminta maaf sekali lagi pada Ruining dan Ny. Ning. Bibi Cai masih menyalahkan dirinya. Ruining langsung berkata kalau semua sudah berlalu dan tidak usah di bahas lagi.
Sudah mau berangkat, Ny. Ning Mo malah mendapat telepon dari Prof Wang yang memberitahu mengenai di temukannya barang antik yang sangat berharga. Mendapat telepon itu, Ny. Ning menjadi sangat bersemangat dan bahkan berjanji akan segera ke sana.
Sudah mematikan telepon, Ny. Ning baru tersadar kalau dia mau pergi dengan Ruining ke rumah paman Yan. Untunglah Ruining adalah anak yang bisa memahami ibunya, sehingga dia menyuruh Ny. Ning untuk pergi menemui prof. Wang, sementara dia bisa pergi sendiri ke rumah paman Yan. Dia bahkan menyuruh Ny. Ning untuk tidak khawatir padanya. Dia akan pulih kembali dalam 3 hari saja.
Dan akhirnya, Ruining pergi sendiri ke tempat paman Yan. Sebelum pergi, Ruining memberitahu bibi Cai kalau dia lupa meletakkan ponselnya dimana (yang sebenarnya sudah di ambil oleh Shen Zhen dan di buang), jadi jika Bibi Cai ingin menghubunginya, bibi Cai bisa menelponnya ke nomor lama ibunya.
--
Di kampus,
Ye Miao sudah masuk ke kelas kembali. Dia tampak tidak tenang dan tidak fokus mendengarkan pelajaran. Dia terus menerus melihat ponselnya. Seharusnya Ruining kan sudah bangun, kenapa tidak menghubunginya? Ye Miao jadi kesal dan berkata tidak akan menghubungi Ruining lagi.
--
Hm, emang cuma omong kosong. Ye Miao tetap saja kepikiran mengenai Ruining. Jadinya, pas jam istirahat, dia berpura-pura bertanya pada Huahua, dimana Ruining? Bukankah Huahua dan Ruining selalu saja bersama? Huahua langsung mengingatkan kalau Ruining kan sekarang tidak ada di kampus. Ye Miao pura-pura baru ingat.
“Jadi dia ada di rumah?”
“Ya.”
“Dia di rumah kemarin. Hari ini juga?”
“Kalau tidak?”
“Mungkin saja tidak ada di rumah hari ini. Bagaimana kalau kau menelponnya?” pancing Ye Miao.
Huahua menatapnya dengan pandangan curiga. Dia sudah mau menelpon, tapi malah mengurungkan niatnya. Alasannya, mana tahu Ruining sedang marah. Dia tidak mau terlibat. Mendengar alasan Huahua, Ye Miao jadi kesal dan membahas kalau Huahua harusnya setia pada Ruining. Di momen seperti ini, mana bisa Huahua merasa takut terlibat. Yang paling penting dalam pertemanan adalah perlindungan dan selalu ada bersama.
Eh, Chen Mo malah memperbaiki ucapan Ye Miao. Tadi pagi, Ye Miao kan bilang padanya kalau yang paling penting dalam pertemanan adalah saat yang satu sedang sedih, yang lain harus tetap diam dan menjaga jarak. Ye Miao kesal dan memberi tanda pada Chen Mo untuk diam saja.
Huahua akhirnya memutuskan untuk menelpon Ruining. Tapi, nomor Ruining tidak bisa di hubungi. Huahua malah berpikir kalau Ruining mungkin sedang tidur, dan dia akan menelpon nanti saja.
--
Fang Yuan sedang sibuk memberi pengarahan kepada semua pemain drama. Chen Mo datang menemuinya dan melapor kalau Huahua minta izin tidak ikut latihan sore ini karena sakit perut (sebenarnya, itu bohong). Fang Yuan jadi kesal dan menyuruh Chen Mo menyampaikan pada Huahua, kalau tidak datang sore ini, tidak usah datang lagi selamanya.
Eh, Chen Mo malah senang mendengar itu. Fang Yuan sampai kehilangan kata-kata.
--

Ye Miao berada di kampus. Dan dia melewati rak dimana saat itu, dia hendak membantu Ruining mengambil buku. Tapi, buku itu belum sempat di ambilkannya karena dia sudah harus pergi dengan Shen Zhen. Melihat rak itu, Ye Miao kembali teringat kenangannya dengan Ruining dan tersenyum.
Dan kali ini, Ye Miao mencoba mengambil buku itu sendiri. Dia kesulitan karena tinggi-nya tidak samapi. Tapi, hanya dengan satu lompatan, dia sudah bisa mengambil buku tersebut (Ohhh… berarti waktu itu, dia sengaja tidak bisa ambil, biar bisa lebih lama dengan Ruining dong?)
--
Ye Miao berada sendirian di ruang kelas. Dia masih mencoba menelpon Ruining, tapi nomornya tetap masih belum aktif. Ye Miao menghela nafas. Dia benar-benar cemas.
--

Latihan peran utama, Ye Lin dan Shen Zhen di lakukan. Direktur ada di sana untuk melihat proses latihan. Namun, dia tidak puas. Dia memberitahu pada Fang Yuan kalau kedua peran utama tidak selaras dan natural. Mereka tidak terlihat seperti pasangan yang saling setia. Fang Yuan mengerti dan berjanji akan lebih berusaha keras.
--
Ye Miao kembali ke kamar asrama. Dia mondar mandir cukup lama dan akhirnya mencoba menelpon Ruining lagi. Tapi, tetap saja tidak aktif.
Di saat itu, dia malah mendapat telepon dari Chen Mo. Chen Mo menelpon karena Huahua mengajaknya untuk membeli pisau tumpul untuk membersihkan lukisan. Apa Ye Miao mau nitip? Ye Miao menolak.
Chen Mo sudah mau menutup telepon, tapi Ye Miao malah melarang. Ye Miao malah membahas mengenai Huahua yang masih punya mood untuk berbelanja di situasi seperti ini?! Chen Mo malah bingung, kenapa tidak bisa?

Ye Miao meminta bicara dengan Huaua. Dan Chen Mo memberikan ponselnya pada Huahua. Huahua bertanya ada apa Ye Miao mau bicara dengannya? Ye Miao langsung menceramahi Huahua yang sangat tega. Ruining menghilang selama satu hari ini, apa Huahua tidak khawatir? Huahua malah dengan sangat menjawab kalau Ruining kan ada di rumah. Ruining itu hanya mematikan telepon.
Huahua sudah mau marah, tapi kemudian menyadari sesuatu. Melihat Ye Miao yang sangat khawatir pada Ruining, apa Ye Miao menyukai Ruining? Tidak perlu menyangkal. Dan tidak perlu juga mengaku padanya.
“Sebagai seorang gadis. Aku akan memberitahumu sesuatu karena aku baik. Jika kau menyukainya, katakan padanya. Jika kau menyembunyikan perasaanmu, dia akan menjadi pacar orang lain nantinya. Aku bukanlah seorang wanita yang tidak di kejar-kejar pria ya. Ah, maksudku dia, bukan aku. Kau tahu apa yang gadis sukai? Mereka suka keberanian. Tidak bertele-tele. Dan respon yang cepat. Mengerti?” ujar Huahua dan mematikan telepon. Sebenarnya, semua yang Huahua katakan adalah kode untuk Chen Mo.
Chen Mo mendengar semua ucapan Huahua, dan senyum-senyum.
“Chen Mo, kau mengerti?”
“Aku mengerti!”
“Mengerti apa?”
“Ye Miao menyukai Xia Ruining!”
Mendengar jawaban Chen Mo, Huahua menjadi sangat kesal. Dan Chen Mo malah tidak mengerti alasan kekesalan Huahua.
Ye Miao tampaknya memikirkan ucapan Huahua padanya. Dan karena itu, Ye Miao mengeluarkan kertas lukisan kenangan masa kecilnya bersama dengan Ruining yang sudah di perbaikinya, dan memasukkannya ke tabung lukisan. Kemudian, dia pergi dari asrama.
--

Ruining tiba di rumah paman Yan. Dan begitu masuk, ada seseorang di sana.
“Kenapa kau di sini?” tanya Ruining (tidak di perlihatkan pada siapa Ruining bicara).
--

Ye Miao ternyata pergi ke rumah Ruining. Yang membuka pintu adalah bibi Cai dan memberitahu kalau Ruining ke rumah paman Yan dan akan pulang 2-3 hari lagi.
Ye Miao tanpa berpikir panjang, langsung pergi. Dia hendak menyusul Ruining.
--

Ye Lin dan Shen Zhen masih latihan. Dan chemistry di antara mereka tetap tidak ada. Mereka tidak selaras. Fang Yuan dan rekannya yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka menyuruh yang lain untuk boleh pulang, sementara Ye Lin dan Shen Zhen di minta untuk bekerja sedikit lagi.
Fang Yuan merasa stress dengan drama tahun ini. Banyak yang mengundurkan diri. Dan dia bahkan kesulitan untuk menemukan pengganti para figuran. Temannya bertanya siapa lagi yang mengundurkan diri? Fang Yuan memberitahu kalau Ye Miao mengundurkan diri dari drama hanya dengan mengirim pesan SMS padanya.
Shen Zhen mendengar ucapan Fang Yuan tersebut.

Tidak lama, Shen Zhen mendapat telepon dari bibi Cai. Dia menanyakan keadaan Shen Zhen dan lukanya. Shen Zhen menanggapi dengan dingin dan bertanya tujuan ibunya menelponnya. Bibi Cai menasehati Shen Zhen untuk tidur yang cukup, istirahat dan makan. Bukannya menerima nasehat bibi Cai, Shen Zhen dengan dingin malah berkata kalau dia sudah kuliah sekarang. Baginya, apapun yang ibunya katakan sekarang, tidak ada artinya. Jika ibunya merasa sangat bosan, maka urus saja urusan dan kehidupan nona Xia itu.
Bibi Cai masih sabar. Dia merasa kalau pasti ada salah paham. Ruining bukanlah anak yang nakal. Dia tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu. Dia kan bekerja di keluarga Xia. Mereka di beri tempat tinggal, makanan dan bahkan membiayai kuliah Shen Zhen. Harusnya, mereka merasa bersyukur padanya.
“Aku akan bersyukur.”
“Ibu tahu kalau kau menyimpan amarahmu. Ruining juga demikian. Dia pergi ke tempat paman Yan pagi ini.”
“Dia mau kemana tidak ada hubungannya denganku. Sudahlah, aku sibuk. Aku akan mematikan telepon.”
Usai telepon dengan ibunya, Shen Zhen malah mendengar Fang Yuan yang berkomentar mengenai pemampilannya dengan Ye Lin yang sangat kaku dan tidak ada keselarasan sama sekali. Kesal mendengar komentar itu, Shen Zhen memilih untuk menelpon Ye Miao saja.
Ye Miao mengangkat teleponnya. Shen Zhen berpura-pura khawatir dan menanyakan keadaan luka Ye Miao dan hendak mengunjungi Ye Miao ke rumah sakit. Pas sekali, Shen Zhen malah mendengar pengumuman suara bahwa kereta yang akan menuju ke Taoli Town akan segera berangkat. Mendengar pengumuman itu, Ye Miao langsung memutuskan telepon dengan Shen Zhen karena dia sedang sibuk sekarang.
Shen Zhen tampak sangat marah. Dia tahu kalau Ye Miao pasti pergi menyusul Ruining.
--

Ye Miao tiba di rumah paman Yan pada malam hari. Dan yang membuka pintu adalah Ruining. Melihat baju yang Ruining kenakan, Ye Miao tertawa sangat keras. Ruining sangat kesal dan menyuruhnya berhenti tertawa. Ye Miao malah tidak berhenti. Ruining dengan kesal bertanya tujuan Ye Miao kemari untuk apa?
“Aku datang kemari untuk…”
Eh, belum selesai bicara, malah bebek yang ada di rumah paman Yan, tiba-tiba keluar dan mengejar Ye Miao. Ye Miao ketakutan dan berteriak sambil berlari.
--
Ye Lin menelpon prof Ning Mo karena dia tidak bisa menghubungi Ruining. Dia ingin tahu dimana Ruining. Prof Ning Mo memberitahunya kalau Ruining ada di rumah paman Yan. 
Tahu mengenai dimana Ruining berada, Ye Lin merasa sangat lega. Setidaknya, Ruining bisa refresing selama beberapa hari dan dia bisa fokus latihan.
Eh, malah muncul Shen Zhen yang mengajaknya bicara. Dia meminta kerja sama Ye Lin agar bisa tampil dengan baik bersamanya di drama, karena dia butuh mendapatkan 5 point tersebut. Ye Lin setuju dengan hal itu. Tapi, Shen Zhen bicara begitu, apa karena Shen Zhen berpikir dia sengaja tidak bekerja sama dengan baik karena suatu tujuan?
“Aku benar-benar tidak tahu apakah kau melakukannya dengan sengaja atau tidak,” jawab Shen Zhen, menyindir. “Apa ini diluar ekspetasimu? Shen Zhen adalah orang yang selalu menurut. Tidak berani berbicara dengan Ye Lin yang terkenal dengan cara bicara kasar begini. Senior, aku merasa kita mirip.”
“Maaf. Aku tidak pernah berpikir begitu.”
“Tapi aku selalu berpikir demikian.  Jika tidak, sikapmu terhadap Xia Ruining tidak akan seperti ini.”
“Apa maksudmu sebenarnya?!”
“Kau benar-benar menyukai Xia Ruining? Atau karena kau tahu kalau saudaramu, Ye Miao juga jatuh cinta padanya, jadi kau ingin berkompeti melawannya? Itulah kenapa kau menunjukan cintamu kepadanya dengan terburu-buru? Kelihatannya kau seperti tidak peduli pada apapun dan peduli pada orang lain. Tapi, pada faktanya, melihat caramu di besarkan, kau tidak ingin kalah dari siapapun. Aku benarkan? Xia Ruining menyatakan perasaannya padamu di depan umum. Kau berpikir bahwa dia akan selalu menyukaimu. Benarkan? Dan ketika semua ini terjadi, semua berkembang di luar perkiraanmu. Kau mulai panik. aku benarkan?”
“Jangan berpikir sesukamu.”
“Ini bukan pikiranku, tapi ini adalah fakta. Aku akan memberitahumu satu fakta serius lainnya. Xia Ruining sudah pergi ke kota Taoli. Dan Ye Miao juga pergi ke sana. Adikmu lebih tegas daripada yang kau bayangkan,” ujar Shen Zhen. “Senior, apa kau akan kalah? Kalah dari adik kandungmu,” akhiri Shen Zhen dengan senyuman sinis.
Dia benar-benar licik. Memancing pertengkaran saudara antara Ye Lin dan Ye Miao. Dia mengadu domba mereka, karena tahu dia tidak akan bisa mengalahkan Ruining dan mengubah Ye Miao agar cinta kepadanya.

No comments:

Post a Comment