Saturday, November 23, 2019

Sinopsis K-Drama : Extraordinary You Episode 32 END

9 comments

Sinopsis K-Drama :  Extraordinary You Episode 32 END
Images by : MBC
Psaat! = adegan berpindah ke panggung (cerita Komik)
Syaat! = adegan panggung sudah selesai
======
Ha Roo ada di bawah pohon besar sedang menulis sesuatu di sebuah buku. Dan O melihatnya dan menyapanya dengan ceria. Mendengar sapaan Dan O, Ha Roo langsung menyembunyikan bukunya di bawah tumpukan daun kering di lantai.

Dan O menghampirinya dengan ceria. Ha Roo langsung memeluknya dengan erat.
“Kau menyukaiku?” tanya Dan O.
“Ya.”
“Aku tidak,” ujar Dan O dan membuat Ha Roo terkejut hingga melepaskan pelukannya.
Dan O langsung memeluknya dengan erat lagi, “Aku mencintaimu.”
Ha Roo terkejut, tapi sekaligus bahagia.
“Terima kasih sudah memberikan seorang extra sepertiku hadiah cinta pertama. Aku mencintaimu, Ha Roo.”
“Aku juga.”
--


Dan O dan Ha Roo berjalan bersama memasuki gedung sekolah. Saat itu, tali sepatu Dan O lepas, jadi dia mengikatnya. Dan tiba-tiba saja, Ha Roo sudah menghilang begitu saja dari sampingnya. Dan O jelas ketakutan.
Psaat!

Adegan berpindah ke kelas. Dan Ha Roo ada di sana. Melihat Ha Roo masih ada, Dan O tersenyum lega. Nam Ju maju ke depan kelas. Yah, seperti biasalah, tahu kan menyatakan cinta pada Ju Da. Semua langsung bersorak heboh.

Ju Da langsung maju ke depan menghampiri Nam Ju.
Syaat!
Adegan berakhir. Dan O hendak menghampiri Ha Roo, tapi lagi-lagi, Ha Roo menghilang.
--

Ha Roo berada di perpustakaan. Dan luka di tangannya sudah semakin memudar. Dan O menemukannya di sana. Dan O panik karena merasa ada hal yang aneh.

Belum sempat Dan O mengatakan apapun, semua lampu perpustakaan mendadak mati. Ha Roo segera menarik Dan O untuk berlari bersamanya. Mereka berlari melewati lampu lorong yang juga mati, hingga akhinya mereka tiba di depan pintu masuk gedung sekolah yang masih sama seperti semula.

Saat itu, Dan O menyadari kalau bekas luka Ha Roo menghilang. Dan O mulai panik. Itu adalah bekas luka saat Ha Roo mencoba menyelamatkannya di TRUMPET CREEPER. Dia tidak mau bekas luka itu hilang. Dia takut kalau bekas itu hilang, Ha Roo tidak akan mengingat semuanya lagi.
“Dan O. Saat itu, aku tidak bisa melindungimu. Tapi kali ini, aku senang nasibmu berubah. Maafkan aku… Aku tidak bisa bersamamu di adegan terakhir.”

Lampu lorong di sekitar sana mulai padam. Dan O mulai menangis, semakin deras.

“Dan O. Jangan menangis. Ini hari paling membahagiakan bagiku. Karena kamu awal dan akhirku,” ujar Ha Roo, menahan tangisna. “Panggil namaku. Dan O. Panggil namaku.”
“Ha Roo. Ha Roo-ah,” panggil Dan O dan memeluk Ha Roo dengan erat.
Mereka berdua menangis dalam pelukan mereka.
Dan lampu padam. Semua menjadi gelap gulita. Dan Ha Roo menghilang. Saat lampu kembali menyala, hanya ada Dan O di sana seorang diri. Dan O menangis histeris karena Ha Roo menghilang. Ha Roo telah di hapus oleh penulis dari komik SECRET.

1 tahun kemudian,
Hari ini adalah hari kelulusan SMA Seulli ke-15. Semua tempat masih sama, hanya saja, Ha Roo tidak ada lagi.

Yang Il dan Yang Sam masih saja kesal pada Nam Ju, hingga mereka mencoret papan berdiri Nam Ju. Ju Da langsung menegur mereka. Dia sudah lebih percaya diri dan bahkan menyebut dirinya sebagai pacar dari bos Seulli, Oh Nam Ju.


Mo Beom mendapatkan penghargaan. Ban Jang, Ae Il dan Ae Sam memberikan selamat padanya. Ae Il sudah menjadi selebgram. Ae Sam juga tidak jadi mengubah namanya, karena dia merasa nama Ae Sam cukup manis.
Kyung mencari Dan O yang tidak ada di kelas.
--

Dan O ada di UKS. Kyung menemukannya dan memberitahu kalau tn. Eun sudah datang. Dia menyuruh Dan O untuk tersenyum karena ini adalah hari yang baik. Kyung tahu kalau Dan O masih ingin sendiri, jadi dia pergi meninggalkannya.
--
Kyung ke ruang A3. Di sana sudah ada Do Hwa dan Nam Ju. Do Hwa tiba-tiba saja memberikan pidato dan menangis mengingat mereka yang sudah bersama-sama sejak TK.

Nam Ju bahkan mengucapkan kalimat cheesy-nya bahwa setelah lulus pun, A3 akan selalu menjadi A3, my boys. Kyung membenarkan bahwa A3 paling bersinar saat mereka bersama. Do Hwa sampai merinding karena Kyung mengatakan kalimat kekanak-kanakkan seperti itu walau sedang di bayangan.
Walau aneh, bagi Do Hwa, mereka berdua tetap temannya.
--

Semua berkumpul di halaman sekolah untuk berfoto bersama.
Jinmiche melihat mereka dari jauh. Su Hyang menghampirinya dan memarahinya karena lagi-lagi berdiri sendirian. Su Hyang mengajak Jinmiche untuk berfoto bersama, tapi Jinmiche menolak. Toh, Su Hyang juga tidak akan mengingat apapun juga.
“Memang kenapa? Lagi pula, ini halaman terakhir,” ujar Su Hyang.
Jinmiche jelas terkejut. Ucapan Su Hyang jelas menandakan Su Hyang tahu bahwa ini hanyalah dunia komik.
“Kukira aku akan senang hanya dengan melihatmu, tapi aku salah. Aku hanya ingin melihatmu dari jauh, tapi itu sulit,” jujur Su Hyang.
“Su Hyang-ah.”
“Sudah lama sekali sejak kamu memanggil namaku,” sedih Su Hyang. “Selamat atas kelulusanmu dari dunia ini. Kamu menjadi lebih emosional. Aku merindukanmu.”
Jinmiche langsung memeluknya dengan erat. Bahkan di dalam komik SECRET mereka tetap saling mencintai. Kebersamaan yang sulit mereka dapatkan di TRUMPET CREEPER setidaknya dapat mereka dapatkan di SECRET.
--


Do Hwa menghampiri kelas Dan O, Kyung, Nam Ju dan Ju Da yang hendak berfoto bersama. Tapi, anggota kelas mereka, menyuruh Do Hwa untuk ikut bergabung sama bersama mereka. Berfoto bersama.
Cekreeek!

“Dan O-ya,” terdengar suara Ha Roo yang seolah memanggilnya, hingga Dan O menoleh.
--

Dan O pergi ke loker Ha Roo. Dia menuliskan nama Ha Roo di tag nama loker tersebut. Di dalam loker itu, masih ada jam tangan pemberiannya yang belum di temukan Ha Roo, karena Ha Roo telah terlanjur menghilang.
Kyung menghampirinya. Dia memberikan selamat atas kelulusan Dan O. Dan O juga mengucapkan selamat pada Kyung. 
“Dan O. Terima kasih.”
“Ayolah. Bukankah kamu bilang biasanya tidak berterima kasih?”
“Jika tidak mengatakannya sekarang, entah kapan aku bisa.”
“Aku juga. Terima kasih, Kyung.”
“Selamat tinggal.”
Dan O berjalan pergi. Kyung membuka lokernya, dan mengambil bola tenis-nya.

Kyung pergi keluar sekolah. Meletakkan sertifikat kelulusannya dan bola tenisnya. Dia menatap ke kamera.
--

Dan O pergi ke kelas. Dia melihat atas meja-nya, tulisan terakhir Ha Roo di meja itu masih belum hilang.
Dan O duduk di meja Ha Roo, menatap keluar jendela. Tatapannya sedih. Dia sangat sangat merindukan Ha Roo.
Dan O meninggalkan buket bunga, jam tangan dan sertifikat lulusnya di atas meja Dan O. Di sertifikat kelulusannya, Dan O menambahkan nama Ha Roo.
--
Psaat!
Nam Ju bersama dengan Ju Da, di kelilingi banyak siswa.
“Ju Da. Kamu tahu rahasia terbesar yang kumiliki?”
“Apa itu?”
“Bukan soal aku bukan putra kandung Pimpinan atau aku mudah takut. Mencintaimu adalah rahasia terbesarku.”
Semua langsung bersorak dan memuji Nam Ju yang sangat keren dan romantis.
Dan O ada di dekat sana, tapi dia tidak peduli dengan mereka. Dia berjalan ke pohon besar tersebut. Topi wisuda-nya terjatuh, dan membuatnya menemukan ada sebuah buku yang tertutup daun kering di bawah pohon.

Dan O mengambil buku itu. Buku itu bertuliskan “Hari Dan O” (dalam bahasa Korea, Ha Roo = hari).





Dan O melihat isi buku itu. Dan isinya, adalah lukisan kebersamaan-nya bersama dengan Ha Roo. Ya, Ha Roo yang membuatnya. Itu adalah ‘surat’ nya untuk Dan O. Karena dia tidak pandai menulis surat, dia membuatnya menjadi lukisan.

Dan O jelas saja menangis, melihat semua gambar tersebut. Di halaman terakhir buku itu, tertulis : Semoga ini menjadi hadiah yang tidak terlupakan bagi Dan O.
“Terimakasih Ha Roo. Karena telah menjadi cinta pertamaku dan takdirku. Selain itu…”

Terdengar suara aneh. Suara buku di putar berulang kali. Dan gelap!!!
Komik SECRET – END.
-===-
Kita memasuki komik baru!
Di sebuah kampus,
Beberapa mahasiswa/i sedang sibuk memasang poster lukisan di sekitar dinding.
Seorang wanita, Dan O, dengan rambut panjang-nya, berlari terburu-buru sambil melihat jam-nya. Dan O tiba di kelas saat dosen sudah mulai menjelaskan. Dia masih dengan tenang dan langsung duduk.
Yang Il, yang di komik SECRET adalah preman, di komik ini, menjadi karakter yang berbeda 180 derajat. Dia menjadi siswa yang rajin belajar. Yang Sam pun demikian.
Dan O mendengarkan penjelasan dosen sambil mencatat-nya di buku catatan-nya.
Pelajaran selesai.

Buku Dan O terjatuh, dan dosen memanggilnya untuk memberitahu. Dosen tidak memanggil nama Dan O, tapi hanya dengan sebutan ‘siswa’. Dan kita di perlihatkan bahwa di buku itu tidak ada namanya. Dan O pergi ke loker-nya dan meletakkan barang-barangnya.

Di dekat loker, Sae Mi sedang berkumpul bersama Il Jin dan Ae Il. Mereka sedang membicarakan mengenai senior Soo Chul yang tampan dan pintar, dan juga sering membelikan makanan untuk Sae Mi. Sae Mi yakin bahwa Soo Chul tertarik padanya.
Soo Chul dengan penampilan yang rapi dan berkelas menghampiri mereka. Dia mengajak Sae Mi untuk makan bersama.

Dan O selesai meletakkan barang-barangnya di loker dan beranjak pergi. Terlihat bahwa tag nama di loker kosong. Dan O telah menjadi extra tanpa nama.

Nam Ju juga ada di dalam komik ini. Tapi, dia bukan lagi idola. Sae Mi dkk yang melihatnya saja merasa selera fashion Nam Ju sangat aneh, mengenakan baju strawberry. Il Jin memberitahu kalau Nam Ju adalah PBT di jurusan pendidikan anak usia dini. PBT = Pemakai Baju Terburuk.
Sae Mi benar-benar ilfeel dan bahkan menyuruh Soo Chul untuk memberikan saran pada Nam Ju. Wkwkw. Pokoknya, Nam Ju di komik itu, di anggap aneh oleh mahasiswa/I lainnya.
--

Dan O berada di perpustakaan. Selesai membaca, dia mengembalikan bukunya dan mencari buku yang lain. Dan kita di perlihatkan pria bertubuh tinggi lainnya yang juga ada di perpustakaan, tapi wajahnya tidak di perlihatkan.
--
Soo Chul, Sae Mi, Bo Tong, Mo Beom, Ban Jang, Yang Il, Yang Sam, Il Jin, Sam Jin dan Ae Il berkumpul bersama. Bo Tong, Mo Boem dan Ban Jang berpenampilan garang. Yang Il dan Yang Sam berpenampilan anak rajin dan anak mami.

Nam Ju lewat di dekat mereka, dan tidak ada yang peduli sama sekali padanya. Sae Mi bahkan berkata kalau Nam Ju itu sama sekali bukan style-nya.
--


Dan O sedang duduk di taman membaca buku. Saat itu, sebuah kupu-kupu, terbang di dekat bukunya. Kupu-kupu itu seolah menuntun Dan O ke suatu tempat, dan Dan O mengikutinya.


Dia tiba di dinding yang memasang banyak lukisan. Dan kupu-kupu itu berhenti di lukisan sepasang pasangan di bawah pohon besar (itu lukisannya dengan Ha Roo di komik SECRET). Di sebelah lukisan itu ada brosur pengumuman : Klub Seni Menggambar Seulli, Pameran Seni Paruh Kedua, Tanggal 10 Oktober, Tempat : Jalur Humaniora.
Sae Mi lewat di dekat sana bersama anggota geng-nya (Il Jin, Saem Jin, Ae Sam dan Ae Il). Mereka membicarakan bahwa hari ini, pohon besar yang ada di kampus, berusia 300thn.


Ucapan mereka itu, terdengar oleh Dan O yang sudah mengambil lukisan yang dilihatnya tadi. Saat dia berjalan, dia berpas-pasan dengan seorang pria. Tanpa mereka berdua sadari, sebuah lubang hitam muncul di sana.

Dan O tiba di pohon yang ada di lukisan. Dia melihat ke sekeliling. Tidak ada siapapun. Dan O tetap di sana. Menunggu. Tanpa tahu, apa yang di tunggunya.
Hari sudah semakin sore, tapi Dan O tidak beranjak juga. Dan… saat dia sudah pergi, dia teringat ucapannya di komik SECRET : “Entah di panggung atau bayangan, mari bertemu di sana pada tanggal 10 Oktober. Jika begitu, aku merasa kita mungkin akan saling bertemu untuk waktu lama seperti pohon ini.”
Teringat akan hal itu, Dan O segera berlari kembali menuju pohon besar itu. Dan ada pria tinggi tersebut di sana. Itu adalah Ha Roo! (lebih ganteng begini rambutnya).


“Aku menemukanmu,” ujar Dan O, tersenyum sumringah. “Ha Roo-yah,” panggil Dan O dan menyerahkan lukisan tersebut.
Ha Roo hanya diam. Tidak merespon. Dan O mengira Ha Roo sudah melupakannya. Dia meninggalkan lukisan itu di bangku dan beranjak pergi.
“Eun Dan O,” panggil Ha Roo.
Ha Roo segera berlari dan memeluk Dan O dari belakang. Dia masih mengingat Dan O.

Dan O menangis. Dia berbalik, menghadap Ha Roo.
“Aku merindukanmu,” ujar Ha Roo.
“Aku merindukanmu juga, Ha Roo,” balas Dan O.

Mereka saling berpelukan erat. Melepas kerinduan mereka. Cinta mereka masih sama, walau komik telah berganti.
END

--======--
Thank u ya sudah mau mampir dan baca di blog ini 😊
Tidak terasa 2 bulan aku nulis drama ini, dan akhirnya bisa nulis sampai dengan akhir. Dari awal aku mengira drama ini akan sama dengan webtoon-nya, tapi ternyata jauh berbeda. Yang sama hanya nama pemerannya dan bahwa beberapa pemeran sadar bahwa mereka tinggal di dunia komik. Walau berbeda, drama-nya punya daya tarik tersendiri.
Psst… entah kenapa, aku merasa kok episode-episode akhir, terasa terburu-buru ya? Apa cuma perasaanku saja ya?
Yang ku senangi, bahwa akhir drama ini berakhir dengan happy ending!!!


9 comments:

  1. Thankyou ka..udah nulis sinopsis ini sampe akhir ...
    🤗
    Smg trs nulis sinopsis² keren lainnya...semangatt..

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Hadeuh ampun deh,namanya jg fiksi dan terserah yg bikin filmnya ya,masa buku haroo sdh 1 tahun masih ada ditumpukan daun kering,gak kena hujan atau sapu.aku cm penonton/pembaca,jd cm bs nerima sambil geleng kepala,hahahaha

    ReplyDelete
  4. Makasih unnie udah nyelesaiin drama ini, aku yang nggak nonton jadi terbantu ama sinopsis ini, suka sama tulisan unnie juga walau beberapa adegan unnie yang unnie tonton nggak dapat feel (peran nam ju) tapi di tulisan unnie semuanya tersampaikan jadi aku suka... semangat unnier

    ReplyDelete
  5. demi apa aku min baca sinopsis ini dua hari full, omg

    ReplyDelete
  6. kalo nonton drakornya pasti selesainya lama, tapi kalo cuma baca sinopsisnya selesainya cepet dong padahal ada 32 episod, makasihh yg udh nulis sinopsis ini

    ReplyDelete