Wednesday, November 27, 2019

Sinopsis Lakorn- Drama : Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 8 - part 1/5

0 comments

Sinopsis Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 8 – part 1
Network : Channel 3
Non datang menemui Anik dikantor. Dia datang karena dia sedang ada pekerjaan di sekitar sana. Jadi dia pun datang untuk berkunjung. Lalu dia bertanya, darimana Anik barusan. Dan Anik menjawab bahwa dia barusan pergi untuk mengurus sesuatu yang penting, lalu dia bertanya, berapa lama Non berencana tinggal disini. Dan Non menjawab seminggu.
“Itu bagus. Sekitar waktu ini, aku ingin meminta bantuan mu sebagai yang tertua. Untuk mendiskusikan masalah pernikahan,” jelas Anik, memberitahu.

Mendengar itu, Non merasa sangat senang. Tapi saat dia mengetahui kalau wanita yang ingin Anik nikahi bukanlah Urawee, melainkan adik dari Urawee, yaitu Unthiga. Non merasa terkejut.
“Kamu sedang bercanda denganku, kan?”
“Itu kenyataannya,” jawab Anik, tegas.
Ampu terus mengirimkan kata- kata indah dari Beatles. Dia sangat yakin kalau Urawee pasti akan menyukainya. Jadi ini berarti, skors nya sudah bertambah satu. Menjadi 6. Dan membaca pesan tersebut, Urawee tersenyum senang.


Dikantor. Unthiga tersenyum senang, saat dia melihat Ampu menatapnya dan tersenyum kepadanya. Tapi saat dia melihat kalau ternyata Urawee sedang berada di dalam ruangan Ampu. Dia merasa kesal.
Urawee berdiri dan memanggil Pam untuk membawa barang nya. Dan Pam serta Fai pun melakukannya. Mereka membawa sebuah dinding mading dan meletakkan itu tepat di depan jendela pintu ruangan Ampu. Sehingga Unthiga yang berada diruangan sebelah menjadi tidak bisa melihat mereka.
Melihat wajah kesal Unthiga itu, Urawee tersenyum puas.
Unthiga keluar dari ruangannya dan berdiri tepat didepan pintu ruangan Ampu untuk bisa melihat ke dalam.

Ampu dan Urawee duduk berdekatan. Secara diam- diam, selama rapat berlangsung, Ampu memberikan sebuah tiket kepada Urawee. “Sabtu depan. Ada opera. Apa kamu ingin ikut denganku? Jadi aku bisa mendapatkan satu skors lagi,” ajak Ampu dengan berbisik pelan. Tapi semua orang tetap bisa mendengar perkataannya. “Aku tahu kamu suka opera,” jelasnya.

Mendengar ajakan itu, Urawee tersenyum kecil. Dia menerima tiket tersebut dengan senang sambil menatap puas ke arah Unthiga yang tampak sangat kesal.

Unthiga tidak tahan lagi. Dia masuk ke dalam ruangan, dan bertanya dengan marah, kenapa mading di letakkan di depan jendela. Dan Urawee pun balas bertanya, apa masalah nya untuk Unthiga.


“Jangan bilang, ini untuk acara seragam pesawat. Bukankah ini apa yang aku bahas dengan tim rumah produksi,” protes Unthiga, saat sadar apa yang sedang mereka semua bahas di dalam ruangan.
“Kamu tidak datang bekerja, jadi kamu belum mendapatkan update terbaru nya, bukan? Khun Arm dan klien menyukai model ini, karena ini lebih cocok dengan konsep pesawat mereka,” balas Urawee. Lalu dia menyuruh Pam untuk melanjutkan rapat nya, karena dia sedang tidak mood. Kemudian dia pun berjalan pergi darisana.
Dengan kesal, Unthiga berjalan mengikuti Urawee.
Suam ingin tahu, apa yang akan terjadi. Tapi Pam serta Fai langsung menahan nya supaya tetap duduk dan lanjut bekerja.
“Itu pekerjaanku. Kamu tidak berhak untuk membuat keputusan bagiku,” keluh Unthiga.
“Kamu tidak datang bekerja dan tidak menjawab telpon. Jadi apa yang harus aku lakukan? Pekerjaan harus tetap berlanjut,” balas Urawee, tegas.
Unthiga menuduh kalau Urawee hanya ingin mencuri pekerjaan nya. Dan dia bertanya, apakah pria masih belum cukup bagi Urawee, sehingga Urawee mencuri pekerjaan nya.

“Pria apa?”
“Bagaimana caramu memaksa Anik untuk menikahi ku? Aku yakin bahwa kamu ada dibelakang semua ini. Mengapa? Kamu begitu takut bahwa aku akan mencuri Ampu dari mu?” tanya Unthiga, menuduh.

Urawee menjelaskan kalau dia merasa terkejut, karena dia baru tahu tentang Anik. Tapi Unthiga tidak percaya dan juga dia tidak akan pernah membiarkan Urawee untuk menang. Baik dalam hal pekerjaan ataupun asmara. Jadi dia menyuruh Urawee untuk bersiap. Setelah mengatakan itu, Unthiga pun berjalan pergi.

Unthiga menghubungin toko dessert Lamon, yaitu toko milik Duang. Dia memperkenalkan dirinya sebagai admin dari fanpage Thai Dessert. Dan dia ingin mewawancarai Duang pada hari sabtu ini.
Tanpa mengetahui siapa yang menelponnya itu, Duang pun mengiyakan tawaran untuk wawancara tersebut. Dan dengan senang, Unthiga meminta alamat Duang. Lalu setelah itu dia mengucapkan terima kasih dan mematikan telponnya.


Beberapa hari kemudian. Setelah selesai menonton bersama, Ampu merasa sedikit heran karena Urawee tidak tampak terlalu bersemangat. Jadi dia pun bertanya, apakah ada yang menganggu Urawee. Tapi Urawee tidak mau bercerita. Namun Ampu terus membujuk Urawee untuk bercerita supaya Urawee bisa merasa lebih baik. Dan Urawee tetap saja diam.


Dua orang anak kecil berdiri didepan pintu gedung. Satu pria dan satu wanita. Mereka meminta sumbangan dari orang- orang untuk membantu orang yang kurang mampu serta panti asuhan. Dan melihat itu, Urawee pun memberikan beberapa uang ke dalam kotak mereka. Lalu melihat betapa manis nya anak yang wanita, dengan lembut, dia pun mengelus pipi nya.
Melihat itu, Ampu segera mengeluarkan kamera yang dibawa nya dan memotret Urawee yang sedang memberikan donasi kepada anak- anak itu.

Namun saat Urawee berbalik menatap ke arah nya, dengan canggung Ampu tersenyum dan langsung menyimpan kamera nya. Lalu dia berjalan mengikuti Urawee.

Unthiga datang ke rumah Duang. Dengan sopan dia menyapa Yai serta Duang, dan memperkenalkan dirinya sebagai orang yang menelpon untuk wawancara. Dia menjelaskan alasan kedatangan nya bukanlah untuk membicarakan tentang dessert buatan mereka, melainkan untuk membicarakan tentang Urawee. Dia menyuruh mereka untuk lebih mendisiplin kan Urawee.
Dengan bingung, Yai bertanya, apa maksud Unthiga. Dan Duang langsung menyela, dia tidak percaya kalau wanita baik- baik seperti Urawee akan membuat masalah. Menurut nya Unthiga lah yang pasti datang untuk membuat masalah dengan mereka.

“Wanita baik- baik? Jika dia sebaik itu, kemudian dia tidak akan melakukan segalanya untuk mencuri pria ku,” sindir Unthiga dengan sinis. “Wee sangat terobsesi dengan pria bernama Ampu. Sampai dia bisa melakukan segalanya untuk mendapatkan Ampu. Dan dia menghalangin ku, karena dia takut aku akan mencuri pria nya.”
Duang tertawa, karena ini tidak seperti yang didengar nya. Yang dia dengar nya, Unthiga lah yang sangat terobsesi kepada Ampu. Dan yang telah menghancurkan hubungan Urawee dan Anik.

Unthiga tidak terima. Jadi dia menunjukan foto ciuman Urawee dan Ampu kepada Yai serta Duang sebagai bukti kalau perkataannya tentang Urawee adalah benar. Dan melihat itu foto- foto itu, Yai serta Duang tampak sama- sama terkejut, karena mereka berdua tidak tahu tentang foto- foto itu.
“Ah, Wee mengambil foto ini, ketika dia pergi keluar kota bersama dengan Ampu. Dan foto ini hanya memperlihatkan betapa rendahannya mereka. Bagaimana jika ini tersebar seperti videoku? Oh, aku tidak pernah bilang kalau Wee merekam video ketika sedang melakukan itu dengan Ampu loh,” jelas Unthiga dengan sengaja.
Sehingga mendengar itu, Yai merasa sangat cemas. Dan Duang menenangkan Yai untuk jangan cemas, karena dia yakin kalau Urawee tidak akan pernah melakukan hal rendahan seperti itu. Lalu dia menyuruh Unthiga untuk berhenti menfitnah orang lain.

Unthiga dengan sinis menyuruh Duang dan Yai untuk membuka mata serta telinga. Karena mereka berdua tidak pernah meninggalkan rumah, jadi mereka berdua pasti tidak akan tahu tindakan Urawee diluar rumah. Lalu karena sekarng dia sudah memberitahu mereka, dia ingin mereka untuk mengontrol tindakan Urawee. Atau bahkan rantai Urawee dirumah, sehingga Urawee tidak mencuri pria orang lain.
Mendengar itu, Duang merasa sangat marah. Dan dia langsung mendorong serta mengusir Unthiga untuk segera keluar dari rumahnya.

Sementara Yai, karena merasa sangat syok, dia pun jadi lemas dan pingsan. Dengan panik Duang menyuruh Klip untuk mengambilkan inhaler dan dia memohon supaya Yai tetap bertahan. Dan melihat itu, Unthiga tampak sangat puas. Lalu dia pun berjalan pergi darisana.

Anak kecil yang meminta sumbangan barusan, dia datang menghampiri Urawee dan memberikan permen kepadanya sebagai ucapan terima kasih. Tapi karena hanya tersisa satu saja, maka dia pun menyarankan supaya Urawee dan Ampu saling berbagi. Menerima itu, Urawee merasa tersentuh dan berterima kasih padanya.
Lalu setelah anak itu pergi, dengan senang Urawee memainkan permen lolipop yang diterima nya itu. Dan melihat itu, Ampu segera memotret nya.

Menyadari hal itu, Urawee meminta Ampu untuk berhenti memotretnya. Tapi Ampu tidak mau, karena hari ini Urawee telah banyak membuat nya terkejut. Pertama Urawee melakukan kebaikan dan terlihat senang cuma karena satu lolipop saja seperti anak kecil. Berbanding terbalik dengan sikap Urawee dikantor. Sehingga tidak ada orang yang akan percaya, jika dia menceritakan ini.

“Hey, mengapa? Apa aku selalu bersikap seperti sudah tua?” keluh Urawee. Dan Ampu mengiyakan dengan jujur. “Sebenarnya aku ingin kembali menjadi anak- anak lagi. Aku pikir hidup sangat mudah dulu. Apapun yang aku pikirkan dan ingin lakukan, aku bisa melakukannya. Tidak rumit. Semuanya dilakukan secara insting. Aku tidak perlu alasan atau hal lain seperti yang diperlukan orang dewasa,” jelas Urawee, bercerita.
“Tapi terkadang orang dewasa menggunakan insting tanpa alasan juga. Seperti aku yang mengajak mu berpacaran,” balas Ampu sambil tersenyum. Dan Urawee diam sambil menikmati permen lolipop nya. Lalu dia memberikan setengah nya pada Ampu.

Ampu tersenyum melihat itu. Dia menyuruh Urawee untuk membersihkan mulut terlebih dahulu. Dan dengan heran, Urawee pun mengelap mulut nya untuk mengecek apakah ada yang kotor. Namun Ampu langsung menghentikannya dan menawarkan diri untuk membantu nya.
Ampu memasukan semua lolipop ke dalam mulutnya. Lalu dia mendekati Urawee dan mengelapkan sudut mulut nya. Kemudian selama sesaat, mereka berdua saling terdiam dan menatap satu sama lain.

Melihat itu, pengamen kecil yang berada disana merasa malu. Dengan cepat, dia membereskan semua barang nya dan langsung pergi darisana.
Ampu mendekatkan bibirnya secara perlahan kepada Urawee untuk menciumnya. Tapi sebelum bibir mereka berdua sempat bersentuhan, Urawee langsung menghentikan nya.
“Apakah ini insting atau ada alasannya?”
“Aku pikir, ini adalah insting,” jawab Ampu sambil tersenyum. Lalu dia pun mendekat kan bibir nya lagi. Tapi sayangnya sebelum bibir mereka sempat bersentuhan, hp Urawee berbunyi, sehingga mereka pun segera menjauh sedikit dari satu sama lain.
Dengan sedikit kecewa, Ampu kembali memakan lolipop nya. Sementara Urawee menjawab telpon dari Fae. Dan dia langsung berteriak terkejut.

Sesampainya dirumah, Urawee langsung menanyakan bagaimana kondisi Yai kepada Duang. Dan Duang menjelaskan kalau Yai sudah lebih baikan setelah beristirahat sebentar. Lalu dia menyuruh Klip untuk mengantarkan obat ke kamar Yai dan jaga Yai, bila Yai terbangun, maka segera panggilkan dia. Dan Klip mengiyakan.
Lalu setelah Klip pergi. Duang pun langsung memberitahukan Urawee tentang Unthiga yang datang ke tempat mereka dan menyebabkan masalah. Mendengar itu, Urawee merasa sangat marah.


Unthiga merasa senang, ketika Urawee menelpon nya. “Ada apa, kak?” sapa nya dengan sangat manis.
“Siapa yang kakak mu?! Kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan padaku. Aku tidak pernah takut padamu. Tapi jika kamu mengacaukan keluarga ku. Aku tidak akan pernah membiarkan itu,” tegas Uraweee, emosi.
Unthiga sama sekali tidak merasa bersalah, karena menurutnya Urawee duluan lah yang telah bermain kotor padanya. Dan dengan tegas Urawee menekankan kalau dia tidak tahu apapun tentang apa yang di lakukan oleh Anik.

“Kemudian biar aku ulangi lagi. Aku tidak percaya padamu. Bahkan jika kamu berbicara jujur, aku tidak peduli. Bagaimana pun Anik adalah orangmu. Jadi ambilah dia dan sumpal mulutnya, sehingga dia tidak akan mengigit orang lain. Jika tidak, aku mungkin akan lebih sering mengunjungi Nenek mu,” ancam Unthiga. Lalu dia langsung mematikan telpon.

Urawee dan Duang merasa sama- sama marah. Mereka tidak menyangka kalau Unthiga akan segila ini. Lalu Duang menanyakan, apa yang akan Urawee lakukan selanjut nya. Dan dengan nada penuh kebencian, Urawee menjelaskan kalau dia akan membalas Unthiga lebih banyak, sehingga Unthiga tidak akan mendapatkan apapun.

Urawee menelpon Ampu dan memberitahukan tentang kondisi, neneknya, Yai, yang sudah lebih mendingan. Lalu dia meminta Ampu untuk datang dan menemui nya. Dan Ampu pun mengiyakan.
Setelah telpon dimatikan. Ampu tersenyum senang.


Dicafe. Urawee memanggil Ampu yang sudah datang serta menunggunya. Dan dengan perhatian, Ampu pun segera menarikan kursi untuk Urawee. Lalu dia duduk kembali ditempat nya.
“Lihat ini. Menu makanan nya. Aku sudah memesankan sesuatu untukmu,” jelas Ampu. Dan Urawee merasa terkejut ketika melihat isi menu disana. “Aku tahu kalau kamu suka makan kakap putih. Dengan wine merah. Jadi ini berarti aku sudah mendapatkan satu skors tambahan lagi,” jelas Ampu dengan bangga.
Mendengar itu, Urawee tertawa pelan. “Mengapa kamu begitu serius tentang ini? Sekarang sudah tidak apa. Aku sudah membuat keputusan.”

Ampu merasa heran, karena dia belum mencapai 10 skors. Dan Urawee menjelaskan kalau dia tidak pernah mengharapkan Ampu untuk mendapatkan 10 skors. Dia membuat game ini supaya dia bisa memiliki lebih banyak waktu untuk membuat keputusan. Dan Ampu pun mengerti serta dia menjadi bersemangat untuk mengetahui apa jawaban Urawee.
“Aku sudah memutuskan. Tapi pertama, aku perlu memastikan, apakah kamu benar- benar suka padaku?” tanya Urawee, sangat serius.
“Kamu serius? Hey, Khun Wee. Aku bukan anak TK. Aku bertanya karena aku yakin dan aku tulus,” jawab Ampu. Dan mendengar itu, Urawe merasa senang.

Urawee menceritakan kalau dirinya sama seperti Ampu. Ketika dia memutuskan untuk berhubungan dengan seseorang, itu berarti dia serius. Bukan cuma untuk menghabiskan waktu saja. Jadi dia merasa sangat kecewa kepada Anik yang adalah pacar pertama nya. Karena segala sesuatu tidak seperti yang diharapkan nya. Jadi dia tidak ingin dikecewakan lagi. Dan Ampu mengerti.

“Aku berniat, jika aku menggunakan kata ‘kita’ dengan seseorang. Itu bukan untuk orang yang ku kencanin. Tapi aku akan menggunakan kata ‘kita’ hanya kepada pria yang akan aku nikahi,” jelas Urawee, tegas. Dan Ampu pun mengangga terkejut. Tapi kemudian dia tersenyum senang.
Tanong dan Ploy kaget saat mendengar kalau Urawee melamar Ampu. Dan Ampu mengiyakan, tapi Urawee tidak memaksa nya untuk buru- buru dan memberikan nya waktu untuk berpikir juga.
Tanong berpendapat, kalau Ampu menolak, maka Ampu akan kehilangan Urawee. Dan itu namanya buru- buru juga. Tapi apa yang paling membuatnya terkejut adalah wanita melamar pria. Dan Ploy langsung berkomentar bahwa itu tidak aneh dizaman sekarang.


“Tapi persyaratan nya aneh. Aku pikir ini sedikit mencurigakan,” kata Tanong.
“Tapi pikirkan tentang ini, disisi lain Khun Wee mungkin sangat yakin tentang Khun Pu, jadi dia langsung mengajaknya untuk menikah. Benar?” jelas Ploy. “Dan bagaimana denganmu Khun Pu? Apa kamu yakin tentang nya?” tanyanya pada Ampu.
“Aku sangat yakin padanya. Jika tidak, aku tidak akan mengajaknya untuk berkencan,” jawab Ampu dengan tegas.

Mendengar itu, Tanong serta Ploy merasa senang dan menyuruh Ampu untuk langsung menikah saja dengan Urawee. Tapi Ampu ragu, karena dia baru saja bercerai dengan mantan istrinya. Serta dia punya Tom juga. Jadi dia tidak percaya diri kalau dirinya sudah bisa menjaga Urawee atau tidak.
“Pernikahan bukan tergantung pada kesiapan saja. Tapi itu tergantung pada bagaimana kamu. Itu mengapa aku bertanya, apakah kamu yakin tentang Khun Wee,” jelas Ploy. Dan Ampu diam serta berpikir.
Ploy kemudian teringat tentang Tom, jadi dia pun bertanya. Dia ingin tahu apakah Tom sudah baikan, karena Tom sudah beberapa hari izin dari sekolah dengan alasan sakit. Dan mendengar itu, Ampu menggelengkan kepalanya dengan capek.

Tom datang ke rumah Duang untuk menemui Fae, tapi sayangnya Fae sedang pergi keluar untuk mengantarkan dessert. Duang bertanya, kenapa Tom tidak menghubungin Fae terlebih dahulu sebelum ke sini. Dan Tom menjawab bahwa itu karena Fae tidak menjawab telpon darinya.
“Owh... jika dia tidak mengangkat telpon mu, itu berarti dia tidak ingin bertemu kamu. Mengapa kamu tidak datang lain kali saja?” jelas Duang. Lalu dia pun berbalik untuk masuk kembali ke dalam rumah.

Tapi sebelum Duang masuk, Tom langsung memanggilnya dan menanyakan kemana Fae pergi untuk mengantarkan pesanan. Dia berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang buruk. Dan dia memperkenalkan dirinya sebagai adik Ampu serta dia sudah pernah datang sekali sebelumnya.
Mendengar itu, Duang langsung memperhatikan Tom secara baik- baik.
Ya berkumpul bersama dua temannya ditaman, sementara teman yang lainnya tidak bisa dihubungin. Jadi Ya bingung, kenapa yang lain tidak bisa dihubungin, ketika dia sedang dalam masalah seperti ini. Dan kedua teman yang lain itu, dengan tidak sabaran bertanya, kapan Ya akan mendapatkan uang nya, karena mereka sudah menunggu terlalu lama.

“Tidak bisakah kalian membantuku sedikit? Aku kekurangan uang. Jika aku punya, aku sudah memberikannya padamu,” keluh Ya. Lalu dia pun berniat pergi saja dengan menaiki motornya.
Tapi sebelum Ya naik ke motor, kedua temannya langsung menahan motornya. Jika Ya sudah punya uang nya, baru mereka akan berbicara lagi. Dan Ya mengeluh karena motor nya ini adalah motor mahal. Tapi mereka berdua tidak peduli dan tetap membawa pergi motor Ya.
Tanpa bisa perbuat apapun, Ya pun terpaksa membiarkan motor nya dibawa pergi.

Setelah selesai mengantarkan pesanan, Fae pun keluar dari toko. Dan disaat itu, dia melihat Ya. Begitu juga dengan Ya, yang telah kehilangan motor nya.
Ampu memikirkan tentang perkataan Ploy. Serta tentang perkataan Urawee. Mengingat semua itu, Ampu pun akhirnya siap untuk membuat keputusan. Dia tersenyum senang. Lalu dia menelpon Urawee dan mengajaknya untuk bertemu.

Fae mentraktir roti dan minuman untuk Ya. Dan karena saking kelaparannya, Ya pun langsung memakan semua itu dengan buru- buru.

“Mereka melakukan ini kepadamu?” tanya Fae, karena wajah Ya sedikit lebam. Dan dengan sikap santai, Ya menjawab kalau ini tidak seberapa.
“Dan apakah Ayahmu benar- benar mengusirmu?” tanya Fae, lagi. Dan Ya mengiyakan, mungkin Ayahnya ingin memberinya pelajaran, karena dia sudah banyak membuat masalah untuk Ayahnya. Dan jika nanti, Ayahnya tidak akan memaafkannya, maka dia berpikiran untuk mencari pekerjaan.

Fae dengan baik mengatakan bahwa dia akan membantu Ya dalam mencari pekerjaan. Dan mendengar itu, Ya bertanya, apakah Fae sudah memaafkannya. Dan Fae langsung menjawab kalau dia sangat benci pada Ya, tapi dia lebih kasihan pada Ya, jadi dia hanya ingin membantu Ya saja, sehingga mereka tidak ada saling berhutang apapun lagi nanti nya.
“Kemudian tidak perlu. Aku bisa mencari pekerjaan sendiri,” keluh Ya dengan kesal. Lalu dia pun berniat untuk pergi saja.

Tepat disaat itu, Tom sampai ditoko. Dan dia melihat mereka berdua. Begitu juga dengan Fae dan Ya yang melihat ke datangan Tom.

Tom langsung memukul Ya. Dan Ya balas memukulnya. Melihat itu, Fae langsung menengahi mereka berdua dan memarahi mereka berdua karena selalu menggunakan kekerasan. Setelah itu dia pun pergi. Dan Tom langsung mengejar nya.

Ampu datang kerumah Urawee. Tapi sayangnya, Urtawee serta Duang sedang pergi keluar untuk membeli beberapa barang. Jadi Klip pun meminta Ampu untuk menunggu sebentar. Dan Ampu mengiyakan, lalu dia meminta izin untuk bertemu dengan Yai.
Dengan sopan Ampu menyapa Yai. Dan Yai membalas sapaannya, lalu dia bertanya apakah Ampu datang untuk menemui Urawee. Dan Ampu mengiyakan, tapi karena Urawee belum pulang, maka dia ingin berbicara dengan Yai terlebih dahulu.
Dengan ramah, Yai pun mempersihlahkan Ampu untuk duduk dan memberikan segelas teh padanya. Kemudian setelah itu, dia kembali sibuk mengurus tanaman nya.

Melihat itu, Ampu berpikir sejenak. Lalu dia pun memulai obrolan dengan membicara kan tentang tanaman. Dia menjelaskan kalau saat di Amerika dulu dia pernah mencoba menanam juga, tapi sayangnya, tanamannya tidak bertahan. Jadi karena terlalu merepotkan, maka dia pun menyerah. Namun semua tanaman yang Yai urus tampak sangat sempurna.
“Itu berarti kamu tidak benar- benar mencintai tanamanmu. Jika kamu tulus mencintai sesuatu, maka kamu tidak akan merasa itu merepotkan sama sekali. Kamu akan merasa itu menyenangkan dan membahagiakan untuk dilalukan. Bahkan jika ada masalah, kamu akan bisa menyelesaikan nya,” jelas Yai, memberikan nasihat. Dan Ampu mendengarkan dengan patuh.

Saat Urawee dan Duang pulang. Barulah Ampu mengutarakan niat aslinya datang ke tempat ini kepada Duang serta Yai. Dengan serius, dia memberitahu mereka kalau ini adalah sesuatu yang sangat penting. Dan lalu dia menatap ke arah Urawee yang menatap nya dengan bingung.



“Khun Wee. Aku sudah memutuskan,” jelas Ampu kepada Urawe. Lalu dia menatap ke arah Duang serta Yai. “Aku akan menikah dengan Wee,” jelasnya kepada mereka dengan tegas.
Dan mendengar itu, Yai serta Duang merasa terkejut, karena mereka tidak menyangka kalau Ampu akan mengatakan itu.

No comments:

Post a Comment