Sinopsis Lakorn- Drama : Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 4 - part 4/5


Sinopsis Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 4 – part 4
Network : Channel 3
Malam hari. Di klub. Unthiga merayakan keberhasilan nya bersama dengan Modaeng. Menurutnya wanita seperti Urawee yang tidak bisa menerima pengkhianatan, pasti akan memutuskan pria seperti Anik yang telah mengkhianati nya.

Namun Modaen berpendapatan berbeda, menurutnya Urawee dan Anik tidak akan putus semudah itu, karena mereka berdua sama- sama memiliki perasaan, dan itu sudah dari lama. Jadi dia menyarankan Unthiga untuk membuat rencana candangan, bila itu terjadi. Mendengar itu, mood Unthiga langsung rusak. Dan dia pun pergi meninggalkan Modaeng.
Duang menawarkan segelas susu hangat kepada Urawee, tapi Urawee menolak. Dan dia pun akan menyuruh Pua untuk membuatkan makanan hangat, tapi Urawee menolak lagi dengan alasan dia tidak merasa lapar.

Duang kemudian bertanya kepada Yai, kapan Ampu akan datang mengantarkan hp Urawee, karena ini sudah sangat malam. Dan Yai menjawab bahwa dia tidak tahu. Duang lalu mengomentari betapa baiknya Ampu, karena biasanya Ampu begitu perhatian kepada Urawee. Dan Yai setuju.
“Tapi aku tidak tahu, jika dia benar- benar baik atau tidak. Aku perlu memperhatikan nya lebih lama,” kata Urawee, ikut berkomentar.
Tepat disaat itu, terdengar suara mobil datang. Dan mereka menebak, apakah itu Ampu.

Ternyata mereka semua salah. Itu adalah Anik.

Urawee pun turun dari tempat tidurnya, karena ini sudah sangat malam, jadi menurutnya kalau lebih baik dia mengambil hp nya langsung dan tidak membiarkan Ampu masuk ke rumah lagi.
Tapi saat dia melihat kalau yang datang, ternyata adalah Anik. Dia pun langsung berwajah suram. “Nik,” panggil nya. Dan Anik menoleh kepada nya.

Duang mengintip melalui jendela kamar. Lalu dia menyuruh Fae untuk tidur, dengan alasan sekarang sudah sangat malam. Dan Fae pun mengiyakan, lalu dia membantu Yai untuk kembali ke kamar juga. Sementara Duang, lanjut mengintip.
Tanpa berbasa- basi, Urawee langsung menanyakan, siapa wanita yang tidur bersama dengan Anik di hotel itu. Dan Anik berbohong, dia menjawab kalau itu hanyalah wanita tidak di kenal.
“Apa kamu yakin itu bukan Unthiga?!” tanya Urawee, tajam. Dan Anik merasa gugup, sehingga dia pun menjadi terdiam.
Mendengar keributan itu, Duang keluar dari kamar dan mengintip melalui jendela yang menghadap ke arah kolam renang. Untuk melihat ada apa. Dan Yai serta Fae yang juga mendengar itu, mereka ikut mengintip bersamanya.

Urawee terus bertanya, apakah itu Unthiga. Tapi Anik tidak berani menjawab. Lalu kemudian Anik malah menanyakan, kenapa Urawee bisa berpikir kalau wanita itu adalah Unthiga. Dan Urawee menjawab bahwa itu karena Anik menkagumin Unthiga, itulah kenapa Anik juga ingin putus dengan nya, semua karena Unthiga. Serta dia tahu betapa psycho nya sifat Unthiga, yang sangat ingin mereka berdua supaya putus. Jadi dia yakin wanita itu adalah Unthiga.
“Itu tidak ada hubungan nya dengan Oun,” kata Anik, masih berbohong.
“Benarkah? Dan jika aku bilang, aku melihat BH yang di pakainya sama seperti  di foto, akankah kamu masih menyangkal kalau itu bukan dia?” balas Urawee, kecewa.
“Tidak peduli apa alasan nya, untuk membuat mu berpikir itu Khun Oun. Aku beritahu kamu, itu bukan dia,” kata Anik dengan tegas. Masih berbohong.
Urawee tidak percaya, dia sangat yakin kalau wanita itu adalah Unthiga. Dan Anik dengan bodoh nya, malah masih terus berbohong. Dia tidak peduli kalau Urawee memanggil nya anjing atau babi, bahkan walaupun Urawee mau membunuh nya disini sekarang, dengan tegas dia mengatakan bahwa wanita itu bukanlah Unthiga.
Mendengar itu, Urawee merasa sangat terluka dan kecewa.
Duang merasa sangat marah, dan ingin pergi untuk membantu Urawee. Tapi Yai memintanya untuk jangan ikut campur. Dan Duang mempertanyakan, kenapa Yai menghentikan nya. Yai pun menjawab kalau itu bukanlah urusan Duang.

“Tapi aku marah dan kecewa untuk keponakan ku,” jelas Duang, emosi.
“Aku mengerti perasaanmu. Aku juga merasakah hal yang sama. Tapi ini urusan antara mereka berdua. Kita tidak seharusnya terlibat. Bahkan orang tua juga tidak boleh,” balas Yai, tegas.

Jadi dengan berat hati, Duang pun kembali ke tempat nya. “Aku takut, dia akan terluka. Aku takut sejarah akan terulang, seperti Ibu Wee. Aku ingin menlindungin Wee dari pria yang egois.”
Yai menjawab bahwa dia mengerti. Namun menurutnya, tugas mereka hanyalah untuk memberikan saran, dan Urawee lah yang harus mengambil keputusan akhir. Karena itu adalah hidup Urawee. Jika mereka terlibat, tapi hati Urawee tidak mendengarkan, maka itu percuma. Sama seperti apa yang terjadi kepada Ibu Urawee.  Dan Fae setuju.
Kemudian mereka berdua kembali ke dalam kamar. Dan dengan terpaksa, Duang pun mengikuti mereka berdua.

Anik menjelaskan bahwa dirinya dan wanita itu hanya melakukan one night stand saja. Dia tidak mengingat wajah wanita itu, atau bahkan tahu nama wanita itu. Dia tidak mengingat apapun, karena dia sangat mabuk dan kacau saat itu. Itulah alasan nya.
Mendengar alasan itu, Urawee langsung menampar Anik. “Lebih kamu berbicara, lebih kamu terdengar egois. Apa kamu tahu? Bahkan jika wanita itu bukan Oun, tapi kamu masih mengecewakan ku. Apa kita benar- benar bahkan saling mengenal? Kamu bertengkar dengan ku dan tidur dengan wanita lain? Kamu terbiasa menghormati wanita. Kemana Nik yang dulu itu?!” teriak Urawee sambil meneteskan air mata kecewa dan terluka.


Anik menangis. Dia mengakui kalau diri nya salah, dan telah melukai perasaan Urawee. Karena itu dia sadar, dia tidak pantas untuk dimaafkan. Tapi dia ingin meminta Urawee untuk memberikan nya kesempatan. Dan Urawee menolak untuk memberikan Anik kesempatan, karena tindakan Anik sekarang menunjukan kalau Anik tidak tulus mencintainya.
Setelah mengatakan itu, Urawee pun berbalik untuk pergi. Tapi Anik langsung memeluknya dari belakang. “Kamu satu- satunya wanita yang ku cintai. Tidak ada yang lain. Aku bisa melakukan apapun yang kamu ingin kan. Tapi ku mohon, berikan aku kesempatan,” pinta Anik.
Mendengar itu, Urawee menangis seperti merasa sangat sakit. Dan dia pun memegang tangan Anik dengan lembut. Merasakan itu, Anik mulai merasakan harapan.

“Ketika kamu memberitahuku bahwa kamu mencintai ku. Aku sangat bahagia. Itu adalah kata yang telah aku tunggu sejak lama, dan itu membuatku tahu betapa berharga nya cinta kita untuk ku. Dan aku tidak ingin kehilangan itu,” jelas Anik.
Dan mendengar itu, Urawee tersenyum kecut. Lalu dia langsung menepis tangan Anik yang memeluk nya. “Itu sudah terlambat,” tegas nya. Kemudian dia menatap Anik, dan menjelaskan bahwa mereka berdua sudah terlambat, serta dia tidak akan pernah bisa memaafkan Anik, karena dia tidak bisa percaya kalau Anik dan Unthiga tidak melakukan itu.

Anik ingin berbicara, tapi Unthiga langsung menyela nya. “Mengapa? Dia menendang mu kembali kepadaku? Jadi kamu datang minta maaf kepada ku, dan meminta kesempatan lain? Kesempatan itu tidak akan pernah ku berikan kepada mu!” tegas Urawee.
“Bukan. Aku kembali, karena aku mencintaimu,” jelas Anik, memelas.
“Kamu mengatakan ini, itu berarti kamu tidur dengan nya, benarkan? Jika kamu sudah memakan makanan murahan, maka keluarlah dari hidup ku. Karena aku tidak tahan bersama dengan seseorang yang begitu mudah dan menjijikan seperti kamu lagi. Pergi. Pergi!” teriak Urawee.

Anik menyentuh Urawee, berusaha untuk meminta kesempatan lagi. Tapi Urawee sudah keburu merasa jijik kepadanya, dan dia pun berteriak supaya Anik tidak menyentuhnya dan pergi. Namun Anik tidak mau, dan terus meminta maaf kepadanya.
“Kamu membuatku jijik! Jangan sentuh aku!” kata Urawee dengan emosi. Kemudian dia berjalan pergi.

“Aku tidak akan menyerah,” kata Anik, tegas. “Aku akan datang menemui mu setiap hari, dan memohon pada mu sampai kamu memberiku kesempatan. Karena aku mencintai mu,” jelas nya, berharap.
Mendengar itu, Urawee terdiam di tempat nya. dan Anik menatapnya penuh harap dibelakang nya. Namun kemudian, dengan menegarkan hatinya, Urawee berjalan pergi meninggalkan Anik.
Melihat Urawee berjalan pergi meninggalkan nya, Anik merasa sangat frustasi dan sedih.

Urawee berjalan menaiki tangga untuk  masuk ke dalam rumah. Dan disaat itu, dia menemukan hp nya di tangga dengan sebuah memo kecil. Aku berharap segalanya terlesaikan dengan baik. Kamu memiliki dukungan dariku. Ampu.

Membaca pesan tersebut, Urawee jadi bertanya- tanya dimana Ampu. Tapi karena dia tidak melihat nya dimana pun, maka dia pun masuk ke dalam rumah.
Disaat Urawee masuk ke dalam rumah, Ampu keluar dari persembunyian nya. Dan menatapnya dari jauh.

Post a Comment

Previous Post Next Post