Tuesday, December 17, 2019

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 04

0 comments

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 04
Images by : iQiyi
Kalau aku nulis dengan highlight itu artinya, tokoh sedang di dalam game. Untuk nama karakter Ye Xiu di dalam game adalah Jun Moxiao.
Dan untuk nama karakter pemain lain di Glory, aku menggunakan nama bahasa Inggrisnya saja ya. Biar lebih mudah di ingat. Contoh : Tang Rou == nama karakter : Han Yanrou (dalam bahasa Inggris : Soft Mist)
===
Moxiao bersama pada anggota serikat Blue Brook termasuk Blue Rain, menuju ke Hutan Beku. Tapi, sebelum memasuki hutan, Moxiao malah menggambar lingkaran besar mengelilingi anggota serikat Blue Brook. Semua jelas bingung.

Lan Yu bingung. Tapi, dia sok ngerti dan menjelaskan pada anggora-nya kalau lingkaran yang di gambar Moxiao adalah simbol kerja sama mereka menuju tujuan bersama. Lingkaran berarti suci. Semua di luar lingkaran adalah medan perang.

Ye Xiu melalui headphone bicara (kan kalau kita main game, kita bisa komunikasi dengan pemain lain menggunakan suara. Aku kurang tahu istilah gamer apaan itu), kalau maksudnya menggambar lingkaran itu adalah agar mereka tetap di dalam lingkaran dan jangan kemanapun!
Moxiao kemudian berjalan seorang diri masuk ke dalam Hutan Beku. Para anggota serikat Blue Brook kebingungan. Blue Rain memilih untuk mengikuti saja perintah Moxiao. Menunggu di dalam lingkaran. Dia yakin kalau Moxiao pasti punya rencana jenius. Jadi, mereka harus bersikap sopan dengan cara menunggu!
Dari layar komputer, mereka hanya bisa melihat ada banyak ledakan terjadi di dalam Hutan Beku. Lan Yu dan Xi Zhou jadi penasaran, apakah itu ledakan Moxiao berhasil membunuh monster atau malah Moxiao yang terbunuh?

Mereka masih terus menunggu. Dan rasanya sangat membosankan. Ada yang sambil baca buku, tidur dan keliling-keliling. Xi Zhou sudah tidak tahan lagi karena sudah 15 menit berlalu. Mereka sudah cukup sopan dengan menunggu. Dan juga, hanya tersisa 5 menit lagi dari rekor yang pertama. Jika tidak keluar dari lingkaran sekarang juga, mereka hanya akan menjadi olok-olok terbesar dalam sejarah Glory.
Lan Yu masih sok bijak berkata : “Atasi semua perubahan dengan keteguhan.” Xi Zhou berkata kalau ini bukan lagi keteguhan, tapi mereka akan menjadi bahan olokan karena keteguhan ini. Dan Lan Yu akhirnya membuat keputusan kalau mereka akan masuk ke dalam Hutan Beku. Dalam hitungan ketiga, mereka akan keluar dari lingkaran yang Moxiao buat.
1… 2… 3…
Kaki semua anggota sudah terangkat dan akan melangkah keluar dari lingkaran. Tapi, tiba-tiba muncul pemberitahuan ucapan selamat kepada Serikat Blue Brook : Blur River, Jun Moxia, Xi Zhou, Thunder dan Deng Huave, karena telah memecangkan rekor Hutan Beku. Waktunya adalah 15 menit dan 24,11 detik.

Wow! Xi Zhou sambil berseru kaget karena Moxiao mengalahkan semua musuh 5 menit lebih cepat dari pada rekor pertama kalinya. Lan Yu juga sangat senang. Dia mulai pamer kalau dia lah yang mengundag Jun Moxiao. Ini namanya adalah “Mendapat kemenangan dengan keteguhan.”
“Dengan Jun Moxiao, di masa mendatang, Server Sepuluh akan menjadi milik Serikat Blue Brook!” ujar Lan Yu.
Baru saja berkata seperti itu, terdengar suara notifikasi dari komputernya. Lan Yu sudah senang karena mengira Moxiao mencarinya. Tidak tahunya, itu adalah pemberitahuan bahwa Moxiao keluar dari serikat Blue Brook.
Lan Yu jelas malu kepada para anggota yang lain karena dia sudah membual tadi. Dia segera mengusir para anggota dengan berbagai alasan, nyuruh latihan, nyuruh buat kopi dsb.
--

Ye Xiu meng-updgrade senjata payung Qianji-nya lagi dengan material langka yang di dapatkannya dari Blue Rain. Kini senjatanya berada di level 25. Ye Xiu tampak senang.
--
Di alun-alun Glory, terdapat pengumuman bahwa pemain Han Yanrou (Soft Mist) telah menyelesaikan Misi Desa Pemula.
Dan pemain bernama Soft Mist itu adalah nama karakter dari Tang Rou.
Soft Mist : Pejalan Malam, Pencuri.
Chen Guo melihat pekerjaan karakter yang Yanrou pilih dan bertanya kenapa Yanrou tidak memilih menjadi gunner (penembak) sepertinya saja? Dia bisa mengajarinya nanti. Yanrou menjawab kalau dia mau melihat lawannya tumbang di hadapannya.
Dan karena itu, Chen Guo menyuruh Tangrou untuk memilih profesi sebagai Magician Tempur saja. Idola-nya, Yi Ye Zhi Qiu juga berprofesi sebagai Magician Tempur.

Tang Rou melihat profesi karakternya yang sudah di ubahkan oleh Chen Guo. Dia menatap karakter game-nya dan bertekad di dalam hatinya, kalau dia tidak akan pernah di kalahkan oleh siapapun.
--

Malam hari,
di Jiashi,
Mucheng hendak memulai latihan. Tapi, Tao Xuan masuk dan mengumumkan kalau hari ini adalah sesi latihan pertama mereka dengan kapten baru Jiashi. Dinamika permainan tentu akan berbeda. Ini akan menjadi peluang bagi semuanya untuk saling mengenal. Dia yakin dengan adanya Sun Xiang, juga dengan kerja keras semuanya, mereka akan bisa membawa Jiashi ke puncak yang lebih tinggi lagi.
“Tujuanku adalah memulai era baru untuk tim Jiashi,” ujar Sun Xiang.
“Mulai hari ini, Sun Xiang akan menjadi jantung dan inti era baru kita. Dia akan menjadi kapten dalam hal posisi, tanggung jawab, dan panggilan,” ujar Tao Xuan.
Sun Xiang memulai latihan. Mereka akan bertarung melawan tim Blue Rain di pertarungan selanjutnya, jadi, mereka akan memulai pelatihan simulasi.
Karena Sun Xiang akan latihan bersama anggota lainnya, maka Tao Xuan memilih untuk kembali ke ruangannya. Sambil dia berjalan kembali ke ruangannya, Yehui mengikutinya sambil mengucapkan selamat karena telah merekrut orang yang berbakat.  Tao Xuan hanya menanggapinya dengan dingin.
Yehui mulai membahas perselisihannya dengan Ye Qiu sebelum Ye Qiu di singkirkan. Dia senang karena Ye Qiu sekarang sudah di singkirkan. Dan karena itu, apakah masih ada kemungkinan baginya untuk kembali bergabung ke team utama?
“Ye Qiu mengundurkan diri sendiri. Tidak ada yang menyingkirkannya,” tegas Tao Xuan. “Yehui. Makanan bisa di makan sembarangan. Tapi kata-kata tidak bisa asal di ucapkan.”
“Aku tidak bermaksud lain. Aku hanya ingin bergabung lagi…”
“Saat Ye Qiu ingin kau keluar dari team sebelumnya, dia masih adalah kapten Jiashi,” ujar Tao Xuan. Yang artinya, Yehui tidak akan masuk kembali ke team utama.
Yehui tampak marah.
--
Sun Xiang memulai latihan bersama team lainnya. Mereka mencoba mengalahkan musuh di derah Hutan Beku. Sun Xiang memberikan pengarahan kepada setiap anggota team.

Dancing Rain (Mu Cheng) menjaga jarak dengan anggota lain di belakang dan hendak menembak ke arah musuh, tapi Yi Ye Zhi Qiu (panjang bener ya namanya. Kalau ku singkat jadi LOA = Leaf Of Autumn tidak apa-apa ya) malah menyuruh Dancing Rain untuk maju lebih dekat lagi. Dancing Rain mengikuti perintahnya.

LOA sibuk menghajar musuh dan saat mage (penyihir) dari team musuh mulai membuat hujan senjata, LOA langsung memerintahkan Dancing Rain untuk menyerang team musuh dan rusak ritme mereka. Dancing Rain hendak menembak, tapi terlalu banyak anggota team mereka yang berada di sekitar anggota team musuh sehingga dia kesulitan untuk menembak.
LOSE! Pengumuman besar muncul di layar komputer mereka.

Sun Xiang langsung memarahi Mu Cheng karena selalu lambat selangkah. Mu Cheng dengan tenang menjawab kalau Penembak tidak pernah bergantung pada kecepatan untuk menang. Yang cepat itu adalah Pembunuh dan Ninja.
“Jadi maksudmu, ada yang salah dengan strategiku?”
“Strategimu? Maaf. Tapi aku tidak melihat kerja sama apapun. Aku hanya melihat semuanya merengsek maju bersamamu ke segala arah,” ujar Mu Cheng, jujur.
“Itu karena kau tertinggal!” marah Sun Xiang. “Emangnya sekarang masih era apa sih yang masih menempatkan Penembak di belakang?! Ku rasa kau di manja saat Ye Qiu ada di sini. Itu alasan kau tidak bisa mengikuti taktik baru! Taktik Ye Qiu adalah maju menghadapi pertempuran di depan, sementara kau sembunyi di belakang dan menyerang dari sudut mati. Itu trik yang sama terus menerus. Sama sekali tidak menarik. Kau tidak muak emangnya? Bagiku, itu sangat membosankan!”

Mu Cheng berusaha keras untuk menahan kemarahannya atas ucapan Sun Xiang. Sun Xiang yang juga sudah kesal, memilih untuk mengakhiri latihan.
--
Mu Cheng berjalan menuju kamarnya. Tapi, dia melewati kamar yang dulu di tinggali Ye Xiu. Dia memasukkan password kamar Ye Xiu yang masih belum di tukar dan masuk ke dalam kamar, kemudian menelpon Ye Xiu.
--
Ye Xiu sedang berada di kamarnya dan membuat prototipe dari Payung Qianji. Dia mengangkat telepon dari Mu Cheng. 

Mu Cheng tampaknya masih sedih dengan ucapan Sun Xiang tadi sehingga memutuskan untuk menelpon Ye Xiu untuk menghibur diri. Mereka bicara ngalor ngidul mengenai hal yang tidak begitu penting, tapi tampaknya Ye Xiu bisa tahu kalau Mu Cheng sedang ada banyak pikiran.
Mu Cheng kemudian bertanya, apakah Ye Xiu masih mengingat password kamarnya?
Flashback
Mu Cheng membantu Ye Xiu membuat password kamarnya. Password-nya adalah 1234. Password itu mewakili : Pertama, jangan memarahi siapapun di rapat besok. Kedua, jika mau marah, jangan marahi dia. Ketiga, sekalipun ingin memarahinya, jangan lebih dari tiga kalimat. Keempat…
End
“Pertama, saat latihan, jangan marah pada anggota tim baru. Kedua, sekalipun marah, tahan emosi. Marahi jika perlu saja. Ketiga, jika sudah menahan emosi, marahlah kurang dari tiga menit saja. Keempat. Keempat adalah saat marah dan kesal berteriaklah ke seberang Jiashi,” jawab Ye Xiu, aturan yang dibuatnya untuk Mu Cheng.
“Teriak apa?”
“Berteriaklah. Satu, dua, tiga, empat,” jawab Ye Xiu.
Mu Cheng tersenyum. Suasana hatinya sudah lebih membaik. Dan mereka mengakhiri telepon.
Kenapa Ye Xiu menyuruh Mu Cheng berteriak ke seberang gedung Jiashi? Karena seberang gedung Jiashi adalah Warnet Xingxin, dimana dia berada.
Satu dua tiga empat. Adalah bilangan sederhana yang menjembatani kami. Namun, aku masih ingin berada di depanmu, memencet empat angka itu untukmu.
--
Esok hari,
Chen Guo mendapat pesan di hp-nya dan langsung tampak senang. Itu karena sebentar lagi akan ada konferensi akhir tahun Jiashi. Chen Guo langsung mengirim pesan di grup penggemar Ye Qiu. Dia bertanya haruskah mereka mengadakan sesuatu untuk mendukung Ye Qiu? Waktunya untuk mendukung Ye Qiu sudah tiba, dan dia akan menanggung biayanya!
Tapi, tidak ada respon sama sekali. Tidak ada yang membalas pesannya.
Chen Guo tidak menyerah. Dia mengirim foto yang berisi slogan dari Ye Qiu : Kemungkinan dalam kemustahilan. Itu adalah deskripsi terbaik master Ye Qiu untuk mengumpulkan tim-nya. Jurus khas-nya, Dragon Raising Its Head, menjadi legenda dalam sejarah Glory. Pertama, dia gunakan jurus terkuat Magi Tempur, Rising Dragon Soars the Sky. Lalu, menggunakan kecepatan tinggi dan sedikit aksi untuk mengubah lintasan Rising Dragon Soars the Sky secara paksa. Lawannya sama sekali tidak berkutik. Dia gunakan keahliannya untuk menunjukkan bahwa kau harus selalu menjadi lebih baik.
Dan walau sudah membuat tulisan panjang lebar dan mengupload video pertarungan Ye Qiu di Glory, tetap saja tidak ada respon dari anggota grup. Chen Guo jadi bersedih, apa yang terjadi?
Pas pula, pelanggan marah-marah karena diluar gedung sangat ribut. Chen Guo langsung berkata akan keluar untuk memeriksa.
Chen Guo keluar dan melihat ternyata suara ribut-ribut itu berasal dari seberang jalan. Sebuah mobil traktor besar sedang menurunkan poster karakter Ye Qiu yang tergantung di depan gedung Jiashi. Melihat itu, Chen Guo langsung menghampiri para tukang sambil marah. Apa mereka tidak tahu siapa yang di poster?
Tukang menjawab kalau dia juga tidak peduli siapa itu. Dia hanya di bayar untuk menurunkan poster itu. Mereka mulai mencopot semua poster karakter Ye Qiu yang terpasang di depan gedung Jiashi dan menukarnya menjadi poster karakter Sun Xiang.

Tidak di sangka, Chen Guo membawa pulang poster karakter Ye Qiu ke rumahnya. Dia membawanya ke atap rumah dan membentangkannya di antara dua tiang jemuran. Chen Guo berusaha sangat keras untuk membentangkan poster yang panjang dan lumayan berat tersebut.
Saat akhirnya berhasil membentangkan poster tersebut, Chen Guo tersenyum puas.

Tapi, tidak lama, hujan malah turun dengan derasnya dan membuat poster yang sudah terbentang, jadi kembali terjatuh ke lantai. Chen Guo masih berusaha membentangkannya, tapi dia kesulitan karena hujan yang turun. Chen Guo terjatuh terduduk ke lantai dan menangis.
Apa alasan Chen Guo begitu menyukai Ye Qiu?

Flashback
Chen Guo menjaga warnet dan dia melihat ayahnya yang sedang bersorak bahagia bersama sekelompok anak muda saat menonton pertandingan Glory yang di mainkan Ye Qiu.
Ayahku adalah penggemar Ye Qiu. Ini cara seseorang dalam dunia virtual bisa membawa kebersamaan pada sekelompok orang dewasa yang berbeda usia dan pekerjaan, yang bahkan tidak saling paham dan membuat mereka menjadi sekelompok pemuda yang antusias dan saling peduli.
Ayah memberikan kado ulang tahun untuk Chen Guo. ID Card untuk bermain Glory.
Ayah mengelola warnet ini seperti mengelola impiannya tentang Glory. Katanya, kita kerap jumpai banyak momen mustahil dalam hidup.
Ayah mengajari Chen Guo bermain Glory. Mereka tampak bahagia saat Chen Guo berhasil menggunakan senjatanya mengalahkan musuh.
End
Dalam keadaan mustahil ini, kita harus belajar untuk terus melampaui diri dan meraih segala kemungkinan. Itu cara kita tumbuh. Setelah Ayah tiada, aku enggan menjual warnet-nya. Aku yakin aku memahami arti dari Yi Ye Zhi Qiu dan bisa menjadi pemilik sejati Xingxin serta membuat Ayah bangga. Tapi, hari ini, kau pergi. Kau telah di ganti. Kehendakku telah di hancurkan.

Chen Guo hanya bisa menangis di tengah hujan. Menyadari bahwa idolanya, Yi Ye Zhi Qiu telah hilang.
--
Beberapa hari telah berlalu,
Chen Guo membuka lemarinya yang berisi banyak kenangan dirinya bersama ayahnya. Dia ingat kalau dulu, ayahnya yang memilihkan profesi Penembak untuk karakter game-nya. Itu karena ayahnya bilang bahwa sejauh apapun musuh, selama terus membidik dan tidak menyerah, aku akan berhasil menjatuhkannya.
Dan karena itu, dia akan berusaha. Dia akan mempertahankan warnet ini dan juga Yi Ye Zhi Qiu.
--

Chen Guo turun ke bawah dan terkejut karena Tang Rou masih mencari informasi mengenai permainan Glory di blog-blog. Dia mencari mengenai cara bermain dan teknik-teknik-nya. Chen Guo menjelaskan pada Tang Rou kalau teknik bermain Ye Qiu itu sangat sulit di pelajari bagi amatiran sebagai mereka. Spesialisasi Ye Qiu adalah menciptakan keajaiban dalam kemustahilan.
Tang Rou jadi penasaran karena Chen Guo bicara seolah sangat mengenal Ye Qiu. Chen Guo terdiam dan menjawab kalau dia mendengar semua itu dari manager jaringan warnet-nya, Ye Xiu. Tang Rou tidak begitu yakin.
Chen Guo akhirnya memanggil Ye Xiu. Chen Guo juga berbisik memberitahu Tang Rou kalau Ye Xiu sangat pandai meniru teknik bermain Ye Qiu dengan cermat, jadi Tang Rou juga pasti akan bisa. Dia menyarankan Tang Rou agar menggunakan Ye Xiu sebagai teman bermain untuk meningkatkan kemampuan. Tang Rou menolak.

Ye Xiu juga tidak peduli. Dan karena itu, Chen Guo memberikan perintah pada Ye Xiu untuk mengajari Tang Rou. Jika Tang Rou fokus bermain Glory, dia tidak akan bisa menanyai tugas-tugas yang di berikannya pada Chen Guo. Ye Xiu menolak. Dia tidak bisa memahami emosi dan cara berpikir Tang Rou, jadi tidak mau menghadapinya.
Chen Guo akhirnya mengajaknya bicara serius. Dia memerintahkan Ye Xiu untuk menambahkan Soft Mist ke dalam daftar teman. Ye Xiu dengan baik nya melakukan permintaan Chen Guo. Dan dalam sedetik, muncul pemberitahuan kalau Soft Mist (Tang Rou) telah menolak permintaan pertemanan-nya. Chen Guo masih tidak menyerah dan menyuruh Ye Xiu meminta permintaan pertemanan lagi. Ye Xiu menolak, karena sebagai pria, dia masih punya harga diri.


Hmmm. Akhirnya, Chen Guo menggunakan taktik terakhirnya. Dia mengingatkan posisi mereka adalah boss dan karyawan-nya. Dan apa perlu mereka melakukan perhitungan uang lagi. Ye Xiu kehilangan kata-kata dan terpaksa melakukan permintaan Chen Guo.
--
di Klub Blue Rain,
Sepertinya, mereka akan mengalahkan monster baru lagi karena Lan Yu menyuruh semuanya untuk bergegas. Mereka sepertinya akan melakukan kerja sama dengan tim Herb Garden dan tim Tyranni.
--
Para anggota Herb Garden juga sudah bersiap memasuki Glory.
--
Tim Tyranni juga sudah bersiap. Mereka harus menang mengalahkan boss monster di Glory.
--

Ketiga tim memasuki Glory. Mereka bertiga akan saling bersaing untuk mengalahkan boss monster. Belum maju saju, suasana sudah tegang untuk membunuh para monster. Para ketua tim saling mengintimidasi satu sama lain. Mereka memutuskan untuk memulai penyerangan secara bersama.
Tiga. Dua. Satu.
Tidak ada satupun yang maju untuk menyerang. Dan malah saling menyalahkan.
Boss Blood Gunner ternyata sadar dan mulai menyerang mereka. Mau tidak mau, mereka mulai maju. Pertarungan tidak terelakkan.
Tapi… ternyata sudah ada satu pemain terlebih dahulu yang maju. Gerakannya cekatan dan cepat. Bisa menghindari semua tembakan dari Blood Gunner. Pemain itu bernama Bao Zi Ruiqin (Steamed Bun Invasion).
Lan Yu juga bersemangat melihat gerakan Steamed Bun dan berseru kalau pemain ahli lain sudah terlahir.
Steamed Bun tidak takut menghadapi Blood Gunner. Dia menyerang secara langsung, tidak bersembunyi. Dan dia mampu menghindar dari semua serangan tembak Blood Gunner. Dia bahkan menngunakan tanah dengan melemparnya ke arah Blood Gunner sehingga dia kesulitan melihat baru kemudian menyerang.
Steamed Bun menyerang seorang diri, tanpa di bantu apapun. Para ketua dari Blue Rain, Tyranny dan Herb Garden hanya melihat dari luar sambil memuji gerakan-gerakan Steamed Bun. Mereka memuji Steamed Bun yang ternyata pemain pemula dengan banyak jurus. Pemula yang hebat.
Eh, mereka bertiga malah saling mengejek lagi untuk maju dan membantu Steamed Bun yang sudah kehilangan banyak HP. Tapi, tetap saja, tidak ada yang maju menyerang.
Xi Zhou heran karna Lan Yu tidak juga maju, apa mereka tidak akan menunggu? Lan Yu menyuruhnya untuk tenang karena dia punya strategi.
Strategi apa? Sebelum memulai permainan, Lan Yu sudah mengirim pesan chat pada Jun Moxiao untuk ikut penyerangan Blood Gunner. Ye Xiu bersedia untuk ikut karna Lan Yu berkata kalau peraturannya masih sama seperti sebelumnya. Lan Yu langsung mengirimkan koordinat titik penyerangan monster.
Moxiao tiba di arena dan Blue Rain langsung menyapanya dengan ceria. Dia memanggil Moxiao dengan sebutan Master. Tidak hanya itu, dia bahkan berkata kalau serikat Blue Brook akan mengikuti arahan Moxiao. Dan semua item langka mereka adalah milik Moxiao.
Serikat Tyranny dan Herb Garden langsung marah dan menyebut Blue Rain tidak jujur dan meminta bantuan orang asing.  Blue Rain tidak terima karna dia punya hak untuk meminta bantuan dari orang luar, dan itu tidak melanggar aturan.

Eh, tanpa di duga, Moxiao menerima notifikasi permintaan pertemanan dari Steamed Bun, dan Moxiao menerimanya untuk menjadi satu tim.
Blue Rain kaget karena Moxiao lari ke arena dan bergabung dengan Steamed Bun. Ketua Tyranny dan Herb Garden langsung mengejek Blue Rain yang di campakkan. Blue Rain berusaha tetap tenang dan berkata kalau ini semua hanyalah taktik.


Moxiao bekerja sama dengan Steamed Bun mengalahkan monster. Dia memberikan arahan langkah-langkah yang harus Steamed Bun lakukan, dan Steamed Bun mampu mengikuti saran dari Moxiao. Moxiao tidak melakukan apapun dan hanya memberikan saran gerakan yang harus Steamed Bun lakukan. Setelah Steamed Bun melakukan semua arahan Moxiao, Moxiao melakukan satu gerakan fatal untuk melemahkan Blood Gunner.
Mereka sudah hampir menang, tapi Moxiao memberikan perintah pada Steamed Bun untuk memperlambat serangan. Mereka harus mengontrol ritme. Steamed Bun tentu saja mau tahu alasannnya.
“Tunggu mereka yang coba memanfaatkannya,” ujar Moxiao.
Dia sadar kalau ketiga serikat besar itu hendak memanfaatkan mereka. Setelah Blood Gunner melemah dan HP nya hampir habis, mereka pasti baru akan keluar dan membunuh Blood Gunner sehingga mendapatkan title pembunuhan pertama Blood Gunner tanpa bersusah payah.
Ketiga ketua Serikat memperhatikan mereka dan memuji kerja sama Moxiao dan Steamed Bun yang bagus. Tapi… tentu saja mereka juga khawatir. Mereka memutuskan untuk menyerang sekarang saat melihat kecepatan penyerangan Moxiao dan Steamed Bun melemah. Mereka mengira Moxiao dan Steamed Bun pasti sudah mulai kehabisan HP.
Blue Rain juga bingung dengan apa yang Moxiao lakukan. Jadi, dia juga mengikuti para ketua lain dan mulai maju untuk menyerang Blood Gunner.
Moxiao tersenyum melihat para serikat mulai maju. Mereka terpancing. Dia segera memerintahkan Steamed Bun untuk memaksimalkan kekuatan dan menghajar Blood Gunner. Mereka berdua bekerja sama menyerang Blood Gunner. Setelah itu, Moxiao tiba-tiba menyuruh Steamed Bun untuk bersembunyi di belakang batu bersamanya.
Para serikat sudah berada di dekat Blood Gunner dan mengira Moxiao serta Steamed Bun kabur. Mereka mengejek dan menertertawai Moxiao dan Steamed Bun yang kabur padahal sudah hampir menang. Dan karena itu, mereka yang akan mengalahkan Blood Gunner.

Tidak di duga, Blood Gunner melakukan evolusi terakhir. Dia melakukan serangan terakhir. Menyerang membabi buta dan akan meledakkan diri. Semua serikat kalang kabut dan mulai berlari terbirit-birit. Tapi, tentu saja sudah terlambat karena mereka sudah terlalu dekat. Mereka semua mati dengan tembakan dari Blood Gunner.
Hanya Moxiao dan Steamed Bun yang selamat karena bersembunyi di belakang batu, sehingga tidak terkena serangan. Setelah semua mati, Moxiao dan Steamed Bun baru keluar dan menghabisi Blood Gunner yang sudah melemah.
WIN!
Lan Yu tampaknya marah karena merasa terkhianati. Ketua Herb Garden dan Tyranny juga marah karena masuk dalam jebakan Moxiao.
Ye Xiu tampak senang karena berhasil.
Steamed Bun bersorak senang karena ini adalah kali pertama-nya melakukan Pematian Pertama! Dia memuji Moxiao yang sangat hebat. Moxiao balas memujinya yang juga lumayan. Steamed Bun sangat senang dan meminta Moxiao untuk mengajaknya jika hendak melakukan misi lagi. moxiao setuju.

Steamed Bun adalah karakter yang di gunakan oleh seorang pemuda bernama Bao Rongxing, penjaga gudang. Teman-temannya memanggilnya dengan panggilan Baozi. Selain dia menikmati pekerjaan-nya, dia juga menghabiskan waktu istirahat dengan bermain Glory. Dia merasa sangat bahagia karena bermain dan di akui oleh Moxiao yang di sebutnya “master”. Mimpinya adalah bergabung tim profesional dan ikut dalam kompetisi nyata. Dia mau menjadi pemain profesional.
--
Lan Yu kembali ke ruangannya dengan suasana hati buruk. Dia login ke Glory dan langsung mengirim pesan pada Moxiao. Dia marah karena Moxiao sudah menipunya. Dan juga, Moxiao sudah menyinggung tim Tyranny dan Herb Garden. Mereka pasti akan balas dendam.
Moxiao : Benarkah? Aku baru saja bicara dengan mereka berdua. Mereka mengajakku untuk menjalani misi bersama.
Lan Yu : Beraninya mereka mengajakmu menjalani misi.

Moxiao : Kau tidak mau?
Lan Yu : Aku mau.
Moxiao : Yang mana?
Lan Yu : Pemakaman.
Moxiao setuju. Dia menyuruh Blue Rain untuk menyiapkan materiannya dan dia akan memberitahu kapan dia ada waktu. Lan Yu tertawa senang dan lupa dengan kemarahannya tadi. Dia menganggap kalau Moxiao masih ada di pihak mereka.
Wkwkwk… Lan Yu ini tipe mudah percayaan sama orang. Polos.
--

Ye Xiu siap chat dengan Blue Rain, mulai meng-upgrade senjata Payung Qianji-nya. Level senjatanya sudah naik hingga level 27.
Jarahan dari misi hanya melengkapi senjata sampai batas tertentu. Namun, senjata dengan material langka adalah sangat berharga. Jadi, senjata terbaik harus di buat dengan material langka. Kelangkaan material bukan dari skala ledakan, tapi dari laju penyegaran Bos. Dari sanalah material langka berasal.
Ye Xiu terus menerus melakukan misi setiap harinya untuk mendapatkan material langka dan menggunakannya untuk menaikkan level senjatanya. Dan kini senjatanya sudah berada di level 34.
--
Chen Guo menghampiri Ye Xiu yang sedang bermain. Ye Xiu berusaha keras untuk menghindari Chen Guo, tapi Chen Guo terus muncul dan bicara dengannya. Dia memuji Ye Xiu yang sangat berpengalaman. Ye Xiu tahu maksud Chen Guo, jadi dia langsung berkata kalau Tang Rou tidak mau menerima permintaan pertemanan-nya dan menerima file, jadi dia bisa bagaimana untuk membantu mengajar. Dia juga bingung.
Chen Guo dengan gampang menyuruh Ye Xiu untuk mengubah strategi dalam mengajari Tang Rou. Dia memasak Ye Xiu untuk melakukannya. Dia memberikan waktu 24 jam bagi Ye Xiu untuk memikirkan caranya.


No comments:

Post a Comment