Monday, December 16, 2019

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 1 - part 2

2 comments

Network : tvN Netflix


Dini hari. Se Ri akhirnya terbangun, dan dengan bingung dia melihat keadaan sekitar nya yang di kelilingin oleh pepohonan. Lalu dengan kesakitan dia melengguh. “Tempat apa ini? Ini Se Ri. Jawab aku, Pak Hong,” panggil Se Ri menggunakan alat komunikasi yang ada di kantong nya. “Halo?” panggil nya, tapi tidak ada jawaban.
“Aku ada dimana? Aku adan ditaman nasional?” gumam nya, cemas. Lalu saat dia menyadari posisi nya yang sedang tersangkut di pohon tinggi, dia pun merasa takut dan panik. “Halo? Halo? Ada orang? Halo? Tolong! Ada orang?” teriak Se Ri, memanggil siapapun.

Jung Hyuk yang sedang berpatroli pagi mendengar teriakan Se Ri itu. Dan dia bertanya kepada rekan nya, apakah si rekan juga mendengar suara itu. Tapi sayang nya, tidak.
“Suara wanita. Tampaknya dia menangis,” jelas Jung Hyuk. Dan rekannya merasa takut, dan meminta Jung Hyuk untuk jangan menakuti nya.
Kemudian tim merpati memanggil dari alat komunikasi, dia melaporkan bahwa mereka berdua harus segera datang ke tempat nya, karena tornado merusak semua barikade dan pagar. Dan mereka pun mengerti. Tapi Jung Hyuk membiarkan rekannya untuk pergi duluan, karena dia masih ingin menyisiri daerah ini.

Jung Hyuk dengan berhati- hati berjalan di dalam hutan dan memeriksa sekeliling nya. Lalu dia pun melihat Se Ri yang tersangkut di atas pohon tinggi, dengan waspada dia langsung mengarahkan pistol nya. Se Ri yang melihat nya juga, dia langsung melambaikan tangan dan memanggil nya.
“Apakah pasukan tentara di dekat sini ditugaskan mencari ku?” tanya Se Ri, senang. Tapi dia heran, karena Jung Hyuk hanya diam saja. Lalu saat Se Ri memperhatikan lambang bintang yang terdapat pada baju dan topi Jung Hyuk, dia pun menjadi waspada.

“Kata sandi,” kata Jung Hyuk, singkat. Dan Se Ri tidak mengerti.
“Apa itu?” tanya Se Ri. “Oh, jangan mendekat. Bicaralah dari sana,” pinta nya, takut.
Jung Hyuk memerintahkan Se Ri untuk turun. Dan Se Ri menjelaskan bahwa dia juga mau turun, tapi tempat nya sangat tinggi sekali dan dia terlalu takut sehingga tidak punya tenaga lagi. Tanpa peduli, Jung Hyuk bersiap untuk menembak. Dan dengan panik, Se Ri pun langsung menurut.

“Astaga, aku akan turun. Kulepas sabuk nya,” jelas Se Ri sambil melakukan itu. Dan lalu dia pun terjatuh menimpa tubuh Jung Hyuk. Untung nya, Jung Hyuk cukup kuat sehingga mereka tidak terjatuh ke tanah. Lalu dengan segera, Se Ri pun turun dari tubuh nya.

“Pekerjaan dan nama mu?” tanya Jung Hyuk.
“Aku bekerja untuk perusahaan mode. Kurasa kamu tidak akan tahu nama nya. Dan aku tidak nyamam memberitahu mu nama ku, karena kita baru bertemu,” jelas Se Ri dengan gugup. “Dan kamu membuat keputusan sulit. Selamat datang di Republik Korea,” sambut nya dengan ramah.

Jung Hyuk tidak mengerti maksud perkataan Se Ri. Dan ternyata Se Ri salah paham, dia mengira Jung Hyuk adalah pembelot dari Korea Utara yang datang ke korea Selatan. Tapi saat, Jung Hyuk hanya diam saja, Se Ri pun semakin salah paham. Dia menebak, apakah mungkin Jung Hyuk adalah mata- mata, pasukan elit, atau pasukan Korea Utara yang sedang menjalankan misi khusus. Dan Jung Hyuk tetap diam, karena tidak paham.
“Apapun itu, jangan khawatir. Aku tidak akan melaporkan mu. Aku tidak mengurus urusan orang lain. Aku sibuk dengan urusanku,” jelas Se Ri dengan cepat. Lalu dia pun pamit dan berbalik untuk pergi.
“Berhenti,” panggil Jung Hyuk. Dan Se Ri langsung berhenti sambil mengangkat kedua tangan nya.
Ketika Jung Hyuk tidak mengatakan apapun. Se Ri pun berbalik dan menghadap ke arah nya lagi. “Dengar. Bisakah kamu membiarkan aku pulang?” pinta nya.

“Alamat mu?”
“Seoul, Gangnam-gu, Cheong .. “ jawab Se Ri, tapi kemudian dia tersadar akan sesuatu, jadi dia menolak untuk memberikan alamat detail nya.
“Jauh sekali,” komentar Jung Hyuk, singkat. Dan dengan lega, Se Ri pun pamit padanya.


Jung Hyuk menjelaskan bahwa tampak nya Se Ri memiliki kesalahpahaman, bukan dia yang datang ke Selatan, tapi Se Ri yang datang ke Utara. Mengetahui itu, Se Ri terkejut, tapi kemudian dia tertawa dan meminta Jung Hyuk untuk jangan bercanda. Namun saat dia melihat keseliling nya dan melihat wajah serius Jung Hyuk, dia pun menjadi ragu dan bertanya apakah ini benar.
“Kita berada di zona demiliterisasi, pararel ke- 38. Garis batas utara,” jelas Jung Hyuk.
“Zona demiliterisasi? Tempat rekaman film Joint Security Area? Berarti ini tidak sepenuh nya Korea Utara,” kata Se Ri dengan senang.
“Ini wilayah Republik Rakyat Demokratis Korean. Warga korea selatan tidak di kenal memasuki wilayah. Kamu harus jalani ... ”

Sebelum Jung Hyuk selesai berbicara, Se Ri menghentikannya. Se Ri langsung menjelaskan bahwa dia bukannya masuk tanpa izin, tapi ketika sedang melakukan paralayang, tornado menerbangkan nya sampai disini dan dia pingsan. Jadi intinya, ini kecelakaan, bukan disengaja.
Mendengar penjelasan itu, Jung Hyuk pun mengerti. Jadi dia menyimpan pistol nya ke dalam saku. Dan dia menyuruh Se Ri untuk mengatakan itu saat pemeriksaan nanti.

Dengan panik, Se Ri bertanya, kenapa dia harus di periksa. Dan Jung Hyuk dengan tegas menjawab bahwa ini adalah hukum negara, penyusup harus diikat dan di periksa. Mereka tidak bisa begitu saja melepaskan Se Ri.
“Lantas bagaimana jika mereka menfitnah ku? Sebagai mata- mata, atau agen rahasia cantik. Lalu menyiksaku dan mengirimku ke Tambang Batu Bara Aoji? Bagiamana?” tanya Se Ri dengan sangat panik.
“Itu tidak akan terjadi,” jawab Jung Hyuk. “Tapi aku tidak bisa menjamin,” lanjut nya.
Se Ri bersikap manis dan mencoba untuk bernegosiasi dengan Jung Hyuk. Dia menjelaskan bahwa tidak akan butuh lama, jika dia berlari pergi sekarang, jadi dia pun pamit dan langsung berlari. Namun sebelum itu, dia meminta Jung Hyuk untuk pura- pura tidak tahu tentang nya.
“Tunggu! Disana ladang ranjau,” teriak Jung Hyuk, memperingatkan. Dan Se Ri pun langsung berhenti dengan cemas. “Ada banyak ranjau disana. Terbawa hujan deras dan tidak terlihat. Aku pengawas wilayah itu. Kamu pikir bisa keluar tanpa bantuan ku?” jelas nya, bertanya.


“Aku paham, bisakah kamu tetap disana?” jawab Se Ri. Lalu dia mengeluh pelan, kenapa Jung Hyuk terus berjalan mendekati nya.
Jung Hyuk tidak mau berhenti dan terus berjalan mendekat. Tapi kemudian tanpa sengaja, dia malah menginjak sesuatu dan terdengar bunyi klik. Dengan kaku, dia pun langsung berhenti dan tidak bergerak darisana. Se Ri menyadari itu, dan bertanya. Tapi Jung Hyuk tidak mau mengaku dan mengatakan bahwa dia baik- baik saja.

“Kurasa kamu menginjak ranjau,” tebak Se Ri. Dan Jung Hyuk menjawab tidak. “Tidak? Kamu yakin? Kamu yakin tidak butuh bantuan ku? Cobalah berbalik,” jelas Se Ri, mengetes.

Jung Hyuk mengeluarkan alat komunikasi nya, dan menghubungin rekannya. Tapi tiba- tiba karena dia tidak berdiri secara seimbang, dia pun hampir terjatuh. Namun untung nya, dia berhasil bertahan di tempat. Dan sialnya, alat komunikasi nya terjatuh ke sungai.

Se Ri menggunakan kesempatan itu. Dia mengambil alat komunikasi milik Jung Hyuk. Dan Jung Hyuk pun berterima kasih padanya. Tapi sayang nya, Se Ri tidak berniat untuk mengembalikan itu kepada Jung Hyuk.
“Jangan lupa, aku punya pistol,” kata Jung Hyuk, mengingatkan.
“Jangan lupa, jika kamu menembakku, kamu akan kehilangan orang yang bisa membantu mu,” balas Se Ri. Lalu dia menyindir Jung Hyuk yang bisa- bisanya menginjak ranjau di daerah sendiri. Dan dia berkomentar bahwa kaki Jung Hyuk pasti terasa kebas. Tapi Jung Hyuk tetap tidak mau mengakui itu.

Karena Jung Hyuk terus mengatakan bahwa dirinya tidak apa- apa, maka Se Ri pun pamit kepada nya dan berniat pergi. Tapi Jung Hyuk langsung memanggil Se Ri dan meminta alat nya kembali. Dan Se Ri pun menaruh alat itu ke sungai lagi.
“Ini akan mengalir ke arah mu. Aku butuh waktu untuk kabur juga. Kamu paham, kan?” jelas Se Ri sambil tersenyum manis. Lalu dia menghela nafas, karena merasa kasihan kepada Jung Hyuk. “Aku juga dalam masalah besar. Aku tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan orang lain. Dah,” jelas nya.
Mendengar itu, Jung Hyuk hanya diam saja. Dan Se Ri pun memperingatkan Jung Hyuk supaya jangan menembak nya dari belakang.

“Kamu lihat kotak persegi di depan mu?” tanya Jung Hyuk. Dan Se Ri pun langsung berhenti bergerak sebelum menginjak itu. “Itu ranjau PMD,” jelas nya.

Dengan kesal, Se Ri mengeluh, kenapa ada banyak ranjau di sini. Dan Jung Hyuk menyuruh nya untuk tetap berada di dekat tepi sungai serta memperhatikan langkah. Dan Se Ri pun melakukan itu, lalu dia jujur karena mereka tidak akan bertemu lagi. “Wajah mu tipe kesukaan ku. Jika negara kita bersatu, mari kita bertemu lagi,” jelas nya sambil tersenyum.
“Beraninya kamu bercanda disituasi genting ini?” keluh Jung Hyuk.
“Omong- omong, kemana arah Selatan?” balas Se Ri, acuh.
“Terus ikuti jalan. Kamu akan bertemu percabangan. Lalu .. ambil yang kanan.”
Se Ri ragu dan bertanya, apakah Jung Hyuk bisa di percaya. Dan Jung Hyuk membalas bahwa dia sudah menjawab, jadi Se Ri yang tentukan.

Tepat disaat itu, rekan Jung Hyuk datang dan memanggil Jung Hyuk. Dengan panik, Se Ri memberikan tanda supaya Jung Hyuk diam. Tapi Jung Hyuk malah berteriak dengan keras. Jadi dengan buru- buru, Se Ri pun langsung berlari sekencang mungkin.
Ketika rekannya telah datang, Jung Hyuk langsung menyuruh rekannya untuk menangkap orang mencurigakan yang berada di wilayah ini. Yaitu seorang wanita korea Selatan yang tidak sengaja masuk ke tempat mereka. Jadi dia ingin mereka menangkap Se Ri tanpa menembak nya. Dan si Rekan pun mengerti.
Tim merpati (yaitu Tim Jung Hyuk) memberikan laporan kepada tim terkukur. Tapi karena masih mabuk, sehingga tim terkukur pun tidak bisa mendengar dengan baik.

Setelah melapor, rekan Jung Hyuk kembali, dan dengan heran dia bertanya, ada apa karena Jung Hyuk berdiri di tempat yang sama tanpa bergerak sama sekali. Dan tanpa menjawab Jung Hyuk melihat ke arah kaki nya. Menyadari hal itu, si rekan pun langsung ingin menghubungin tim penjinak, tapi Jung Hyuk menghentikannya dan memintanya untuk menjinakkan ranjau itu sendiri.


Rekannya, Letnan Park. Dia menjelaskan bahwa dia hanya pernah menjinakkan ranjau sekali saja, yaitu saat perekrutan. Dan Jung Hyuk menjelaskan bahwa dia percaya pada nya. Jadi dengan percaya diri Letnan Park pun berusaha menjinakkan ranjau di bawah kaki Jung Hyuk. Tapi setiap tindakannya, Jung Hyuk selalu berkomentar seolah ragu padanya.
“Oo .. lakukan perlahan. Hati- hati,” pinta Jung Hyuk.
“Katamu kamu percaya kepadaku,” keluh Letnan Park menunjukan hasil kerja nya.
“Kerja bagus,” puji Jung Hyuk. Lalu secara hati- hati dia mengangkat kaki nya.

Se Ri sampai di jalan percabangan yang dimaksud oleh Jung Hyuk. Dan dia memilih untuk percaya. Namun kemudian dia kembali lagi ke jalan awal, karena dia merasa ragu untuk percaya kepada Jung Hyuk. Tapi baru jalan sebentar, dia kembali lagi ke jalan awal karena merasa bingung, apakah dia harus percaya atau tidak.
Sesuai dengan tulisan di belakang baju nya. Se Ri Choice ‘Pilihan Se Ri.’

Tim terkukur memeriksa ke sekitar wilayah mereka. Karena masih setengah mabuk, saat mendapatkan kabar dari tim merpati maka mereka pun menjadi salah paham. Mereka berpikir wanita korea yang masuk ke wilayah mereka ada seorang mata- mata bersenjata, jadi mereka harus langsung menembak ketika melihat nya.
“Pertama, perampok makam. Sekarang, mata- mata. Ini terjadi sebelum pindah kompi. Aku sungguh sial,” keluh Sersan Pyo dengan kesal. “Kenapa dia tidak bisa datang besok, setelah berganti kompi? Biar kompi keenam yang bekerja.”
“Tetap saja, kalau menangkap nya, kita akan diberi ganjaran. Sersan Pyo, kamu butuh promosi,” kata bawahan nya, mengingatkan. Dan Sersan Pyo pun menjadi bersemangat.
“Mungkin sang penembak sempurna, Pyo Chi Su, harus bergerak.”

Saat baru berjalan sebentar, Sersan Pyo melihat Se Ri dari kejauhan. Dan dia pun langsung senang, karena jika dia berhasil menangkap Se Ri, maka dia bisa menerima medali Jendral. Jadi dengan semangat, dia pun langsung berlari mendekati Se Ri. Tapi sayang nya, dia malah kehilangan Se Ri di tengah rerumputan yang tinggi.

Se Ri menyadari keberadaan Sersan Pyo. Jadi dia pun langsung bersembunyi di belakang pohon, dan menunggu nya untuk lewat. Kemudian dia langsung berlari pergi lagi. Tapi sialnya, Sersan Pyo berhasil menemukan nya lagi.

“Hei, jangan bergerak. Jika tidak bergerak, aku pasti bisa menembak nya. Wanita sialan itu cepat sekali,” keluh Sersan Pyo, kesal. Lalu dia menghubungin rekan nya dan meminta bantuan pada mereka.
Se Ri terus berlari masuk kembali ke dalam hutan. Dan Sersan Pyo dengan susah payah berlari mengikuti nya dari belakang. Berserta dengan para bawahan nya. Jung Hyuk dan para rekannya lalu ikut bergabung dan berlari mengejar Se Ri juga.
“Kenapa mereka mengejarku? Kukira aku sduah bebas,” keluh Se Ri, kesal.


Sesampainya di dekat ladang penuh ranjau. Jung Hyuk menghentikan para bawahan nya dari mengejar Se Ri. Tapi tanpa menyadari hal itu, Se Ri terus berlari sekencang mungkin. Dan dia sangat beruntung, karena dia berhasil mengindari begitu banyak ranjau yang berada disana.
Melihat itu, mereka merasa sangat kaget, karena itu jalan ke arah pagar wilayah mereka. Sersan Pyo dengan segera ingin menembak Se Ri. Tapi Jung Hyuk menghentikannya, dan menyuruh mereka untuk mengejar melalui dua jalan yang lain. Satu di kiri dan satu di kanan.
Sayang nya, jalan yang Jung Hyuk ambil adalah jalan buntu.

Se Ri merasa bingung, karena apa yang di lihat nya di depan hanyalah hutan saja. Namun karena mendengar teriakan dari para pengejar nya di belakang. Dia pun mengambil keputusan untuk terus berlari saja.
“Kami tidak akan membunuh mu. Hei! Kau! Wanita gila!” teriak Sersan Pyo, memanggil. “Kenapa dia kesana?” keluh nya.
“Tidak. Jangan,” kata Letnan Park, mengingatkan Se Ri yang sedang memanjat kawat berduri didekat sana.
“Negaramu bukan ke sana! Kembali ke sini! Itu salah arah!” teriak mereka berdua memanggil Se Ri. Tapi sayang nya, Se Ri tidak bisa mendengar mereka. “Jika kamu kesana, kami bisa bisa mati! Jangan pergi! Bukan itu jalannya!”



Jung Hyuk yang awal nya mengambil jalan terpisah, sehingga terlambat sampai disana. Ketika dia melihat Se Ri yang mau menyebrangi pagar, dia merasa panik. Lalu sebelum dia sempat melakukan sesuatu, Sersan Pyo mengarahkan pistol nya ke arah Se Ri dan menembak nya.
Karena terkejut, Se Ri pun langsung melompat melewati pagar berduri tersebut. Dan melihat itu, Sersan Pyo dan Letnan Park merasa cemas.
“Bagaimana ini, pak?” tanya Sersan Pyo.
“Panggil pos penjaga dahulu,” jelas Jung Hyuk, stress juga.

Tim tekukur menghubungin tim camar yang sedang berada di pos. Namun karena sedang asyik menonton film Stairway To Heaven di bagian yang sangat sedih, maka dia tidak mendengar panggilan tersebut dan malah sibuk menangis.
Bahkan walaupun Se Ri jelas- jelas berlari di depan pos nya. Dia sama sekali tidak melihat itu. Karena saking sibuk nya menonton.

Se Ri masuk kembali ke dalam hutan di dekat sana. Dia terus berlari dan berlari sekencang mungkin, walaupun dia sempat terjatuh dan tersandung, bahkan sampai terguling di tanah, dengan penuh tekad dia bangkit berdiri dan terus berlari lagi.

Putraku tersayang, Eun Dong. Kamu sehat di ketentaraan? Sepuluh tahun bisa lama atau sebentar, tergantung dari cara berpikir mu. Semoga kamu menyelesaikan masa baktimu dengan selamat, dan pulang dengan medali pahlawan di dadamu.
Seorang tentara duduk di dekat taman bunga, dan menangis membaca surat dari Ibunya.
Disaat itu, Se Ri berlari lewat pas di dekat nya. Tapi tentara itu tidak menyadari nya sama sekali, karena dia terlalu terharu membaca surat dari Ibu nya.

Yoon Hee tidak nafsu memakan sarapan nya. Dia mengambil hp nya dan menghubungin nomor Se Ri, tapi tidak diangkat. Dan dia pun merasa pusing. Lalu saat ada telpon masuk, dia pun langsung mengangkat nya.
“Sekretaris Na? .. Apa? .. Apa maksudmu?” kata Yoon Hee pada orang di telpon.

Hye Ji dengan sikap seolah sangat sedih, dia meminta doa kepada semua kenalan nya. Dia bercerita kepada mereka bahwa dirinya dan suaminya sedang menghadapi masa kristis. Dirinya dan suaminya sudah bersikap baik, tapi ini yang mereka dapatkan. Karena seseorang berusaha untuk merebut jabatan suami nya. Kepadahal suaminya adalah putra sulung di dalam keluarga.
Mendengar itu, semua orang merasa kasihan padanya. Lalu Se Jun menelpon, dan Hye Ji pun permisi kepada mereka dan mengangkat telpon nya.

“Aku sedang berdoa bersama. Kuhubungi saat selesai,” kata Hye Ji dengan kesal.
“Se Ri menghilang,” kata Se Jun, memberitahu. Dan Hye Ji langsung berteriak dengan gembira. Sehingga semua orang pun menatap ke arah nya.
“Begini, aku bahkan belum memulai sesi doa, tapi Tuhan sudah menjawab nya,” kata Ye Ri dengan bersyukur. Dan mereka semua pun turut merasa senang untuk nya.
Petugas polisi memberitahu Se Jun dan Se Hyung mengenai Se Ri yang masih hilang dan dalam proses pencarian. Dengan berpura- pura sedih, Se Jun menlap mata nya, lalu dia meminta kepada polisi untuk merahasiakan ini, karena takut nya harga saham akan turun jika ini sampai ketahuan pers. Dan si petugas polisi pun mengerti, karena mereka akan melaporkan insiden ini tanpa mengukapkan informasi pribadi.

“Dalam kasus ini, berapa lama masa kristis nya?” tanya Se Hyung.
“Ini situasi bencana, jadi, tak ada masa kritis tetap. Tapi menurut pengalaman pribadiku, sekitar 48 jam,” jawab si petugas polisi.
Dan Se Jun serta Se Hyung merasa itu lama sekali. Namun karena sekarang sudah 10 jam sejak menghilangnya Se Ri, maka kemungkinan hidup Se Ri pasti rendah. Dan memikirkan hal itu, mereka berdua tampak senang.
Chang Shik berteriak kepada petugas polisi untuk terus mencari Se Ri lagi. Dia tampak sangat peduli kepada bos nya.

Pimpinan Yoon duduk di dalam mobil, dan memperhatikan semua itu. Sementara Yoon Hee yang duduk disebelah nya berdoa dengan cemas.
Flash back
Saat Se Ri keluar dari dalam rumah. Yoon Hee memanggil nya. “Kamu bilang mau pergi. Kamu mau tinggalkan keluarga,” kata nya. Mendengar itu, senyum Se Ri menghilang dan dia berbalik menatap ke arah Yoon Hee yang berada di belakang nya.

“Kurasa kamu mau merebut yang ada. Bilang pada Ayah, kamu menolak nya.”
“Kapanpun aku terkejut atau ketakutan, aku akan bilang ini. Ibu!. Lucu sekali, kan? Karena aku tidak punya Ibu. Ibu macam apa yang ingin putrinya pergi? Benar, kan?” balas Se Ri dengan sedikit sinis.
Flash back end
Mengingat itu, Yoon Hee tampak merasa bersalah.

Se Ri tersandung, dan dia berteriak ,”Ibu,” teriaknya tanpa sadar. Lalu dengan susah payah dia duduk, lalu dia melihat lutut nya yang terluka dan celana nya yang menjadi robek. Dengan sedih dia mengeluh kan bahwa saat dia kembali nanti, dia akan menjadikan pakaian yang dipakainya menjadi produk gagal karena pakaian itu mudah sekali robek.
Se Ri kemudian melepaskan pakaian parasut yang di pakainya itu dan berdiri. Tapi karena lutut nya terluka, maka dia pun merasa sangat kesakitan ketika akan berjalan. Sehingga dengan lelah, dia pun beristirahat sebentar di bawah pohon.
“Aku sudah melompati pagar, kenapa tak ada orang? Ada apa ini? Semua prajurit sedang cuti?” gumam nya, bingung.

Jung Hyuk memperhatikan situasi melalui monitor di pos tim camar. Dan petugas tim camar merasa bersalah. Tapi Sersan Pyo menenangkan nya untuk tidak perlu saling menyalahkan diri sendiri. Namun kemudian Sersan Pyo malah menyalahkan Jung Hyuk yang awal nya membiarkan Se Ri lolos, karena tidak sengaja menginjak ranjau.
Mendengar itu, Jung Hyuk langsung melirik dengan tajam ke arah nya. Dan karena takut, Sersan Pyo pun langsung mengubah kata- kata nya dengan membela Jung Hyuk yang sama sekali tidak bersalah.

“Sersan Utama Pyo, kamu habis minum?” tanya Jung Hyuk.
“Apa? Ah, aku tidak minum alkohol. Aku hanya minum segelas obat,” jawab Sersan Pyo, berbohong. “Inti nya tidak ada gunanya mencari kambing hitam. Kita harus cepat menemukan wanita itu. Jika wanita itu di tangkap Badan Keamanan. Kita semua akan mati,” jelas nya dengan cepat.

Mendengar itu, semua orang merasa sangat khawatir. Sedangkan Jung Hyuk, dia masih mencoba untuk tetap berusaha tenang. Dan lalu dia mengajak mereka untuk waktu nya berganti kompi.
Di markas utama. Jung Hyuk melapor bahwa kompi lima telah menyelesaikan penyerahan tugas di pos jaga. Lalu setelah itu, dia dan rekan nya pun pergi meninggal kan lokasi.

Didalam mobil. Para rekan masih merasa cemas, karena parasut Se Ri masih tertinggal didalam hutan wilayah mereka. Dan Sersan Pyo menenangkan mereka, karena tidak ada mesin yang mengawasi, maka parasut itu tidak akan ketahuan ada disana.
“Jika angin membawanya melewati perbatasan, wanita itu pasti panik,” komentar seorang tentara. Dan Sersan Pyo langsung membentak nya dengan pelan supaya diam.
“Kita akan temukan dia sebelum ketahuan, kan?” komentar yang lain.
“Kita harus menemukan nya, bagaimana pun cara nya,” balas Sersan Pyo, bertekad.

Menggunakan sebuah tongkat kayu, Se Ri terus berjalan masuk semakin dalam ke dalam hutan. Tapi kemudian dia mulai merasa tersesat. Karena setiap kali dia berjalan, dia akan terus kembali ke tempat yang sama. Sehingga dia pun mulai cemas.
Se Ri lalu memberikan tanda di setiap pohon yang di lewati nya. Sambil berharap semoga dia tidak melihat pohon itu lagi.

Akhirnya Se Ri pun berhasil keluar dari dalam hutan dan sampai di sebuah danau yang cukup besar.


Dikarenakan Se Ri kini menghilang, maka posisi pewaris pun menjadi kosong. Dan Sang Ah mengingat kan Se Hyung bahwa ini adalah kesempatan terakhir. Jika Se Hyung tidak mau, maka Se Hyung harus segera mencari Gu Seung Jung, orang yang membawa uang Se Hyung kabur. Dan Se Hyung pun pusing memikirkan itu.

Shenyang, Tiongkok.
Seung Jung keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam suatu hotel dengan membawa koper- koper milik nya. Lalu sesampainya di dalam kamar, dia menyuruh bawahan nya untuk menjaga pintu dan melapor kan kepada nya jika ada sesuatu yang mencurigakan. Dan si bawahan pun mengiyakan.

“Apakah dia bisa di percaya?” tanya Seung Jung, cemas.
“Astaga. Kamu tahu aku berhati- hati dalam memilih orang. Dia bisa di percaya,” jawab Oh.
“Bagaimana denganmu, Pak Oh? Kamu dapat di percaya?”
“Saat ini, seharusnya kamu tahu aku bisa di percaya,” balas Oh sambil tertawa.
“Itulah yang ku katakan sebelum mengkhianati Se Hyung,” balas Seung Jung, ragu.

Pak Oh tertawa dan membenarkan hal itu. Lalu dia memuji betapa hebat nya Seung Jung, karena berhasil menipu Se Hyung. Dan Seung Jung menjelaskan bahwa Se Hyung bukanlah tipe orang yang mudah menyerah. Dia yakin Se Hyun pasti sedang mengikuti jejak nya sampai di Filiphina. Dan untuk mengikuti jejak nya sampai kemari, dia menebak Se Hyung butuh waktu paling lama empat hari.

“Setelah itu kemana?” tanya Seung Jung.
“Benar. Dengan cukup uang dan bantuan, kamu bisa kejar seseorang kemanapun di dunia,” gumam Oh, setuju. “Tapi ada satu tempat pengecualian. Internet, Interpol, dan layanan jelajah ponsel tidak berguna di tempat itu,” jelas nya, kemudian.

Kantor Investigasi Batalion Kepolisian Militer
Cheol Gang menemui ketiga tawanan yang sedang di tahan. Dan dia mematikan kamera yang merekam bertiga didalam ruangan.

“Kami cukup sukses kali ini. Kami dapat tembikar Goryeo dan patung emas Buddha,” kata seorang dari mereka, melapor.
“Patung Buddha dalam kondisi bagus,” tambah temannya.
“Ada pispot emas juga,” tambah seorang lagi.
Mendengar itu, Cheol Gang memuji kerja bagus mereka. Lalu dia mengeluarkan peta, dan menanyakan dimana mereka menyimpan barang itu. Dan mereka pun menunjukan tempat nya kepada Cheol Gang, lalu mereka menanyakan bagaimana dengan mereka nanti nya. Dan Cheol Gang tersenyum kepada mereka.

“Jung Hyuk bukan tandinganku. Bersiaplah menerima hadiah kalian,” kata Cheol Gang. Dan dengan senang, mereka bertiga pun berterima kasih padanya.


Ketiga tawanan tersebut di bawa keluar dari tempat tahanan.
Seorang wanita berdiri di pinggir jalan sambil menunjukan papan bahwa dia membutuh kan tumpangan. Tapi tidak satupun mobil yang mau berhenti untuk nya. Lalu disaat itulah dia melihat adegan tersebut terjadi.
Dua mobil besar menabrak mobil kecil yang berisikan dua petugas dan tiga tawanan. Dengan panik, mereka semua mau keluar dari mobil, tapi tidak bisa. Dan sebelum mereka bisa melakukan apapun, mereka di tabrak lagi hingga terjatuh ke tepi tebing.
“Ada orang- orang didalam,” kata si wanita, merasa takut.

Seorang tawanan yang masih hidup, mencoba menyelamatkan dirinya. Tapi mobil besar itu kembali melaju ke arah nya dan menabrak nya hingga benar- benar terjatuh ke dalam jurang yang dalam. Dan lalu mobil kecil itu pun meledak.

Dengan takut, wanita itu berteriak dan langsung membawa barang- barang nya dan berniat untuk kabur darisana. Tapi saat dia berbalik, sebuah mobil besar yang lain datang dan melaju ke arah nya.

Jung Hyuk dan Sersan Pyo menelusuri hutan untuk mencari dimana Se Ri. Tapi mereka tetap tidak bisa menemukan nya. Sehingga Sersan Pyo pun menebak bahwa Se Ri pasti sudah mati dimakan babi hutan. Lalu dia menceritakan kisah sedih Geum Eun Dong, yang merupakan tulang punggung di keluarga besar, Ibunya janda dan punya empat saudara. Dan Ibu Eun Dong pasti sedang menantikan kepulangan Eun Dong sebagai pahlawan.
“Semua orang tua sama,” komentar Jung Hyuk.
Sersan Pyo bercerita lagi, kali ini tentang Kim Ju Meok yang suka menonton drama korea Selatan saat sedang bertugas. Dan Jung Hyuk pun tetap acuh. Karena dia tetap ingin melanjutkan pencarian.

Ju Meok datang menghampiri mereka dan menunjukan baju Se Ri yang di temukan nya. Melihat itu, mereka pun mulai mencari semakin ke dalam hutan. Dan mereka berhasil menemukan setiap datang yang di tinggalkan oleh Se Ri di pohon.


Se Ri terus berjalan dengan susah payah. Lalu dia menemukan sebuah karung yang bertulis kan Palang merah korea. Kemudian dari kejauhan, dia bisa melihat sebuah kampung, dan dia pun merasa sangat lega dan bersyukur.
“Aku pulang,. Aku hampir masuk korea utara,” gumam Se Ri, senang.

Ketika Se Ri memasuki kampung tersebut, dia merasa heran kenapa disana sangat gelap sekali. Dan saat dia bertemu seorang warga, dan meminjam hp nya. Orang itu malah tampak bingung dan menatap nya.
Dengan kebingungan juga, Se Ri memperhatikan orang tersebut. Dia heran kenapa orang tersebut menaiki kerbau, bukan nya kendaraan. Lalu saat dia mendengar pembicaraan para Ibu- Ibu disana tentang briket, dia semakin heran.

Lampu- lampu kemudian mulai menyala, dan dia memperhatikan para Ibu- Ibu yang sedang berbelanja dengan semakin heran. Lalu tiba- tiba saja terdengar pengumuman yang menyuruh semua orang untuk berkumpul dan berolahraga.


Dengan sangat kebingungan, Se Ri mengikuti mereka semua. Dan dia melihat aktivitas senam yang mereka semua lakukan di lapangan. Serta anak- anak yang sedang berbicara dengan aksen aneh. Lalu saat dia melihat tulisan nama sekolah disana ‘Surga rakyat’. Dia pun terpaku disana.
“Aku masih di Korea Utara?” gumam nya.



Mobil Cheol Gang lewat dan sinar lampu nya sangat menyilaukan mata Se Ri. Sehingga Se Ri pun sulit untuk melihat. Kemudian tiba- tiba saja, dia di tarik masuk ke dalam sebuah rumah. Dan saat dia melihat siapa orang yang menarik nya itu, dia terkejut. Tapi kemudian dia tersenyum senang.
Orang itu adalah Jung Hyuk.


Kesan pertama Jung Hyuk kepada Se Ri. Ketika dia pertama kali menemukan Se Ri yang tersangkut diatas pohon tinggi.
“Pak Hong. Kamu bisa dengar aku, kan? Aku tahu kamu bisa dengar. Pecat perusahaan acara itu. Apakah mereka memeriksa ramalan cuaca? Kenapa mereka ceroboh sekali? Begitu aku pulang, aku tidak akan .. tidak, akan ku biarkan. Aku janji, kamu akan kubiarkan. Aku tidak kesal. Kamu tidak menjawab karena berpikir aku kesal, kan? Aku tidak kesal. Aku baik- baik saja,” kata Se Ri, berbicara sendiri di alat komunikasi nya.
Mendengar semua itu, dan melihat sikap Se Ri yang sangat manis saat berbicara dengan cerewet. Tanpa sadar Jung Hyuk tersenyum dan memperhatikan Se Ri.

“Siapapun tolong jemput aku,” pinta Se Ri, putus asa. Disaat itulah dia melihat keberadaan Jung Hyuk. Dan dia pun langsung berteriak memanggil nya.

2 comments:

  1. Sangat memikat drama hyun bin oppa yg satu ini,,,makin kepo aja,,,swmangat ya min 😍

    ReplyDelete
  2. Semangat melanjutkan menulis cerita mimin^^~

    ReplyDelete