Monday, December 16, 2019

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 1 - part 1

0 comments

Network : tvN Netflix
Tokoh, kejadian, organisasi, dan latar belakang adalah fiksi.

Disuatu dataran yang sangat luat. Burung elang terbang bebas diangkasa. Dan para tentara berjaga- jaga disana.


Disuatu perkotaan yang sangat ramai. Seorang pria (Artis Cha Sang U) dan wanita (Yoon Se Ri)  datang secara terpisah ke satu bar yang sama. Dan saat mereka telah masuk ke dalam bar tersebut, mereka berpegangan tangan dan saling menatap. Dari belakang seseorang memotret mereka berdua.

Sang U dan Se Ri juga bertemu secara diam- diam lagi di suatu tempat yang sepi. Sang U memakai masker hitam saat keluar dari mobil nya, kemudian dia berjalan dan masuk ke dalam mobil merah milik Se Ri. Dan lagi- lagi, seseorang memotret mereka dari kejauhan.

“Ya, beritanya akan diterbitkan sekitar pukul 07.00. Tapi kubilang ke Despatch, ‘Pegangan tangan bukan berarti pacaran. Tanya saja orang- orang di jalan. Jika di perhatikan, ini bukan pegangan tangan. Tapi kamu memegang pergelangan nya.’ Jadi ku bilang, ‘Mereka tidak pacaran.’ Aku menyangkal nya, dan kami putuskan kalian teman baik yang suka perbuat iseng,” jelas seorang pegawai (Hong Chang Shik).
Dan Se Ri memperhatikan penjelasan mengenai gosip dirinya yang beredar tersebut. Lalu setelah Chang Shik selesai berbicara, dia tertawa dengan keras seolah- olah itu adalah hal yang lucu.

Seorang pegawai lain tampak lelah melihat Se Ri. Secara diam- diam dia menuliskan isi hati nya ke dalam buku coretan nya. “Mereka berdua pasti pacaran.”

“Benar. kami pernah dekat. Walau sudah berakhir,” kata Se Ri sambil berpura- pura menghapus air mata nya.
Dan pegawai itu menulis lagi di dalam buku coretannya. “Izinkan aku pulang.”

“Baiklah. Itu sudah terjadi. Tak apa- apa. Semua baik- baik saja, tapi bisa tolong perbaiki efek kaburnya?” tanya Se Ri.
“Mm.. mau kuminta mereka kaburkan wajah mu lagi?” balas Chang Shik, bertanya.

“Tidak, bukan itu maksud ku. Mereka mengaburkan anting ku juga. Itu aksesoris yang sulit kupromosikan dari seluruh koleksi nya. Efek kabur nya harus … Bagaimana, ya? Bisa mereka kecilkan sedikit agar antingnya langsung terlihat? Justru foto penuh lebih baik. Dengan begitu, orang bisa lihat dompet dan sepatuku,” jelas Se Ri, dalam mode bisnis.
“Baiklah,” jawab Chang Shik, patuh.

Se Ri kemudian memanggil karyawan yang mencoret buku tadi. Dia bertanya, padanya yang seorang manajer pembelian, apa tugas nya. Dan si Manajer Pembelian pun langsung menutup buku coretan nya dan fokus.
“Anting, dompet, dan sepatu. Siapkan stok yang cukup. Pesanan akan menumpuk saat itu menjadi tren,” jelas Se Ri dengan penuh percaya diri. Dan si Manajer Pembelian pun mengiyakan nya.

Sesuai perkataan Se Ri, semua perhiasan yang di kenakan nya. Sepatu dan juga tas. Semuanya di pajang dengan rapi di area pembelajaan.

Saat Se Ri berjalan di area pembelanjaan,  para pengunjung berbisik- bisik tentang gosip dirinya yang dikabarkan berpacaran dengan aktor Sang U, lalu mereka bertanya- tanya apakah Se Ri berpikir dirinya adalah selebritas sehingga membawa banyak penjaga. Dan Se Ri mendengar semua bisik- bisik itu.
“Tampak nya, aku dapat perhatian dari biasa nya. Kenapa kamu memanggil penjaga?” tanya Se Ri dengan pelan kepada Chang Sik yang berada di belakang nya.
“Ah, seandainya penggemar Cha Sang U yang marah menyerang mu,” jelas Chang Sik.
“Penggemar yang marah? Kenapa?! Akulah yang harus nya marah, bukan mereka,” balas Se Ri, tidak terima.
Si Manajer Pembelian langsung maju ke hadapan Se Ri dan menenang kan nya. dia memperlihatkan sebagian perhitungan laba tahunan yang telah selesai. Serta harga saham yang juga akan meningkat. Mendengar itu, Se Ri tersenyum senang.


Kemudian sebuah telpon masuk dari nomor tidak dikenal menghubungi nya. Dan Se Ri pun mengangkat nya, lalu dia bertanya, “Siapa ini?”
Dimobil. Yoon Se Jun memandangi hp nya sebelum menjawab pertanyaan Se Ri, dia takut dia salah telpon. “Kakakmu!” jawab nya, saat yakin dia menelpon ke nomor yang benar.
“Dia tidak punya nomor kakak nya? Dia sungguh angkuh,” komentar Do Hye Ji (Istri Se Jun). Dan Se Ri mendengar itu.

Dengan acuh, Se Ri bertanya, ada apa Se Jun menelpon nya. Dan Se Jun menertawakan tentang gosip hubungan Se Ri, terakhir kali Se Ri di gosipkan dengan atlet sepak bola dan sekarang ini dengan seorang aktor. Dan dengan masih acuh, Se Ri bertanya lagi, ada apa Se Jun menelpon nya.
“Kamu mungkin tidak peduli apa yang terjadi dengan keluarga kita, karena kamu sibuk mempermalukan kami. Tapi kamu tidak lihat berita? Ayah bebas bersyarat hari ini,” jelas Se Jun. “Kakak tidak peduli kamu berkunjung atau tidak saat hari libur atau untuk upacara, tapi kamu harus datang hari ini,” jelas nya lagi.

Mendengar itu, Se Ri berhenti berjalan dan lalu dia memandangin nomor dilayar hp nya. “Ini nomor kakak?” tanyanya. Dan Se Jun mengiyakan serta meminta Se Ri untuk menyimpan nomor nya juga. “Jangan ganti nomor mu, merepot kan jika harus ku blokir dua kali,” jelas Se Ri dengan dingin, lalu dia mematikan telpon dari Se Jun.
Dengan kesal, Se Jun mengomel. Dan Hye Ji menyuruh Se Jun untuk membiarkan saja hal itu, karena Se Ri telah mencampakkan keluarga, jadi mereka tidak perlu memikirkan nya.
“Aku menghubungin nya, karena itu permintaan Ayah,” jelas Se Jun, kesal.
“Kenapa Ayah tiba- tiba memanggil kita semua? Pasti soal itu, kan?” tanya Hye Ji.
“Pengumuman pewaris,” jawab Se Jun dan Hye Ji secara bersamaan sambil tersenyum senang dan bersemangat.

“Yoon Jeung Pyeong, Grup Queens, yang ditangkap pada Maret karena melanggar UU Kejahatan Ekonomi Berkelanjutan di bebaskan bersyarat setelah 283 hari. Pimpinan Yoon telah mengumumkan dia akan mundur. Semua fokus pada putra sulung nya, Yoon Se Jun, dan putra keduanya, Yoon Se Hyung. Yang akan mengambil alih kepemimpinan grup ini.”
Semua reporter berkumpul di kepolisian untuk meliput Pimpinan Yoon yang keluar hari ini. Serta untuk mewawancarai nya. Tapi Pimpinan Yoon hanya diam saja. Hingga dia sampai dirumah, banyak wartawan yang telah menunggu nya juga. Tapi dia mengabaikan mereka semua, dan masuk ke dalam rumah nya yang sangat luas dan besar.

Didalam rumah.  Hye Ji memberikan tahu untuk merayakan kebebasan Ayah mertuanya, Pimpinan Yoon. Dan Se Jun dengan berlebihan memuji betapa baik istri nya ini kepada Ayah nya. Mendengar itu, Se Hyun dan Istrinya, Go Sang Ah, merasa muak.
“Kamu tampak senang sekali ya,” sindir Kim Yoon Hee (Ibu).
“Aku senang sebab akhirnya Ayah dibebaskan,” jelas Hye Ri, beralasan. Dan dia terus berbicara seolah peduli, dan Pimpinan Yoon pun berdehem untuk menghentikannya.

Sang Ah merasa muak melihat sikap sok peduli Hye Ri. Jadi dia pun menyindir nya dengan bertanya tentang masalah Se Jun yang terlibat baku hantam dengan pemimpin serikat buruh. Dan dia bertanya, apakah itu sudah selesai.
Mendengar itu, Se Jun dan Hye Ri tertawa dengan tenang. “Mereka sedang mengurus penyelesaian damai. Wajah terjadi, jika pria membahas hal sensitif,” jelas Hye Ri sambil menyentuh Se Jun dengan perhatian.
“Benar, terjadi begitu saja,” tambah Se Jun.

Hye Ri kemudian balas menyindir Sang Ah, dengan membahas tentang masalah Se Hyung yang terkena tipu investasi sehingga harga saham turun 50 persen. Dan orang- orang pun jadi mempertanyakan kemimpinan Se Hyung, juga kualifikasi Se Hyung. Lalu Hye Ri bersikap seolah perhatian dengan mengatakan betapa kesal nya dia saat mendengar berita itu. Hanya karena Se Hyung menjadi korban penipuan jumlah besar, orang jadi menganggap Se Hyung bodoh dan memperlakukan Se Hyung seperti itu juga.
Mendengar sindiran itu, Se Hyung serta Sang Ah tidak dapat tersenyum sama sekali seperti sebelumnya saat Sang Ah menyindir Se Jun dan Hye Ri. Sementara Se Jun pura- pura marah, seolah dia peduli dengan adik nya yang dikatain bodoh.
“Itu bukan penipuan. Aku hanya tidak bisa menghubungin teman ku saat ini,” jelas Se Hyung, mencoba beralasan.
“Tolong urus ya, atau pemegang saham akan menuntut mu,” balas Se Jun, sok perhatian.
“Jangan ikut campur,” balas Se Hyung, kesal.

Pimpinan Yoon dan Yoon Hee memperhatikan Se Jun dan Se Hyung dengan raut wajah lelah, saat mereka berdua sibuk berdebat dan membicarakan tentang kekotoran mereka masing- masing, bahkan mereka saling menghina dan berteriak pada satu sama lain.


“Se Ri dimana?” tanya Pimpinan Yoon dengan keras, menyela perdebatan mereka berdua. Dan mereka berdua pun langsung terdiam. Melihat itu, dia pun bertanya lagi, “Kalian tidak dapat pesan bahwa Ayah mau Se Ri datang?” tanya nya, tegas.
Dengan gugup, Se Hyung memperbaiki dasi nya. Dan Se Jun yang menjawab, “Aku sudah berusaha menghubunginnya beberapa kali, tapi tampak bocah itu.. memblokir nomor ku,” jelas Se Jun. Dan Hye Ri menganggukan kepalanya, tanda itu benar.
Tepat disaat itu, pintu rumah terbuka dengan suara yang sangat keras. Dan mereka semua pun langsung melihat ke belakang. Dengan percaya diri Se Ri berjalan mendekati mereka semua, dan menghampiri Ayah nya.
“Ayah, selamat atas pembebasan bersyarat nya. Ku dengar Ayah mau aku datang. Ada yang ingin Ayah bicarakan?” tanya Se Ri, to the point.
“Kamu harus pindah kemari lagi,” jawab Pimpinan Yoon.


“Begitukah?” balas Se Ri. “Ayah tampak sehat. Tolong jaga kesehatan Ayah. Aku datang untuk memberi salam, jadi, aku akan pergi lagi,” jelas Se Ri. Lalu dia pun membungkuk dengan hormat dan berbalik untuk pergi.
Tapi tiba- tiba Pimpinan Yoon mengatakan sesuatu yang mengejut kan nya dan juga semua orang yang berada di meja makan. “Ayah ingin kamu menggantikan Ayah,” kata Pimpinan Yoon dengan tegas dan yakin.

Se Jun, Se Hyung, dan Ibu mereka Yoon Hee, mereka langsung mengeluh. Tapi Pimpinan Yoon mengabaikan mereka semua.
“Kamu meninggalkan rumah dan mendirikan perusahaan sendiri sepuluh tahun lalu. Ayah sudah melihat kemampuanmu. Jadi, Ayah mau kamu memimpin perusahaan, menggantikan Ayah,” jelas Pimpinan Yoon, tegas.




Mendengar itu, Se Ju, Se Hyung, dan Yoon Hee, mereka langsung memberikan isyarat mata supaya Se Ri pergi saja. Dan melihat isyarat itu, Se Ri pun menetap kan keputusan nya. “Aku bersedia,” jawab nya dengan yakin. Dan mereka langsung protes.
“Jika aku menjadi pewaris Ayah, aku berhak menunjuk CEO baru di anak perusahaan kita?” tanya Se Ri. Dan Pimpinan Yoon mengiyakan. Mendengar itu, Se Jun dan Se Hyung mulai tampak panik, begitu juga dengan istri mereka.
“Aku selalu mengira beberapa CEO tidak memenuhi syarat. Contohnya, ada yang cenderung bentrok dengan pegawai dan juga yang sering dituntut. Atau yang menyebabkan kerugian besar pada perusahaan. Kita harus pecat CEO semacam itu tanpa ragu,” jelas Hye Ri, menyindir Se Jun dan Se Hyung.
“Ayah serahkan padamu,” kata Pimpinan Yoon, setuju.

Se Ri pun berterima kasih dengan senang, dan dia juga meminta sedikit waktu, karena perusahaan nya baru meluncurkan lini pakaian olahraga ekstrem dan sedang berkembang pesat, jadi dia akan mencari spesialis manajemen yang andal. Pimpinan Yoon pun mengiyakan, lalu dia bertanya, bisakah Se Ri menemui nya di kantor besok. Dan dengan tegas, Se Ri menjawab tidak bisa, karena mereka sedang melakukan pengujian akhir.
“Kalau begitu, Ayah ingin mengumumkannya di rapat pemegang saham. Kita bertemu sebelum itu, “ jelas Pimpinan Yoon.
“Baik,” jawab Se Ri. Lalu dia pamit kepada mereka semua dan pergi.
Ketika berbalik dan berjalan pergi, Se Ri berusaha menjaga raut wajah nya yang sangat senang dan seperti ingin berteriak gembira.

Keesokan hari nya. Se Ri tersenyum senang di arena paralayang. Dengan peduli, Chang Sik bertanya, kapan Se Ri belajar paralayang. Dan Se Ri menjawab bahwa dia pernah mendapat kan sertifikat di Interlaken saat dia berada di Swiss. Chang Sik pun mengerti, dan dia meminta Se Ri untuk membiarkan mereka saja yang menguji nya. Tapi Se Ri menolak karena dia akan segera sangat sibuk untuk mendaki.
“Mendaki? Kemana?” tanya Chang Sik, tidak mengerti.
Dan sambil tersenyum, Se Ri menatap ke atas. “Ke tempat yang tinggi,” jawab nya.
“Disini sudah tinggi. Adakah yang lebih tinggi?”
“Besok pagi, kamu akan lihat namaku di berita. Jangan terkejut ya.”

Tanpa mengerti, Chang Sik pun salah paham dan mengira itu akan menjadi skandal pacaran yang lainnya. Dan Se Ri langsung melirik nya dengan tajam. Lalu dia tersenyum dan menjawab tidak. Kemudian paralayang pun akan di mulai.
“Anginnya cukup kencang. Kami sudah periksa ramalan cuaca. Nona yakin bisa?” tanya Chang Shik, cemas.
“Pak, Hong. Kenapa angin bertiup?” balas Se Ri bertanya. Dan Chang Shik tidak tahu. “Angin bertiup untuk bergerak, bukan tetap diam. Angin harus tetap bergerak, agar aku bisa terbang,” jelas Se Ri sambil tersenyum senang.

Setelah semua perlengkapan selesai. Se Ri pun memulai aktivitas paralayang nya. Dan dengan peduli, Chang Sik berteriak supaya dia berhati- hati.

Se Ri melakukan paralayang dengan senang dan nyaman. Para karyawan nya pun merekam hal tersebut. Lalu tiba- tiba saja angin berhembus dengan sangat kencang.

“Sungguh, kamu sudah berhasil. Kamu sudah bekerja keras, Se Ri- ah. Aku bisa terbang lebih tinggi lagi,” kata Se Ri dengan senang pada dirinya sendiri. “Ini menyenangkan. Lihatlah warna indah hutan itu, dan juga padang rumput yang hijau. Sudah lama aku tidak lihat pemandangan ini,” gumam nya terus.
Kemudian Se Ri tiba- tiba saja melihat sesuatu yang menarik dan tertawa senang. Dia melihat sebuah traktor melayang. Tapi lalu dia tersadar, dan bertanya- tanya dengan heran, kenapa itu bisa terjadi. Dan sebuah angin tornado besar terbang ke arah mereka. Membuat Se Ri dan para karyawan nya terbang ke arah yang berbeda.

Para karyawan nya terbawa angin ke belakang. Sementara Se Ri masuk ke dalam angin tersebut. Dan dia pun menjerit sekuat- kuat nya.

Zona Demiliterisasi korea batas utara 1.000 M. Ri Jung Hyuk bersama para pasukan nya memasuki sebuah gerbang menuju ke dalam hutan yang luas untuk berpatroli. Namun kemudian, disana mereka mendengar suara tembakan menuju ke arah mereka, yang mungkin saja pembelot dari Selatan. Dan dengan cepat, Jung Hyuk menilai situasi lalu mengarahkan para pasukan nya.


Secara berhati- hati mereka bergerak dengan tenang mendekati para pembelot. “Mundur. Maju selangkah lagi, kalian memasuki garnisun kami,” kata Jung Hyuk, memperingatkan pihak dari selatan.
“Serahkan mereka bertiga, kami akan mundur. Mereka lawan kita,” jelas pihak selatan.

Tiga orang yang sedang berlutut dengan diatas, mereka mengadu kepada Jung Hyuk bahwa mereka telah mendapatkan izin dari badan keamanan, jadi mereka datang kemarin untuk berburu rusa. Tapi lalu mereka tersesat karena tornado barusan.
“Mereka melewati Garis Perbatasan Selatan dan tertangkap basah menggali artefak budaya,” jelas pihak selatan sambil menunjukan bukti rekaman kamera CCTV mereka.
“Kita sudah mengamati situasi, mari turunkan senjata. Aku bersumpah demi kehormatan negriku, kami akan menghukum mereka. Jika soal hukuman, kami, pihak Utara, lebih baik dari Selatan,” jelas Jung Hyuk dengan tenang. Dan ketiga tawanan bergidik ngeri mendengar perkataan nya.

Pihak Utara dan Selatan kemudian saling menurunkan senjata mereka. Dan ketiga tawanan tersebut langsung menggunakan kesempatan itu untuk menyerang. Tapi Jung Hyuk langsung menjatuhkan mereka dan menghentikan mereka.
Ketika itu terjadi, Pihak Utara dan Selatan hampir saja terlibat konflik, tapi para pemimpin dari masing- masing pihak langsung meminta pasukan nya untuk mundur dan jangan sampai terlibat konflik. Sehingga semuanyan pun berakhir dengan tenang. Dan ketiga tawanan tersebut di bawa oleh pihak Utara.

Jung Hyuk melapor kepada petugas badan keamanan (Cho Cheol Gang) yang datang ke tempat nya. “Salam, pak. Kompi Lima bersiaga untuk memindahkan perampok makam yang kami tangkap saat patroli zona demiliterisasi. Kapten Ri Jung Hyuk.”
“Bagus,” jawab Cheol Gang. Dan saat dia melihat Jung Hyuk yang masih seperti ingin mengatakan sesuatu lagi, maka dia pun bertanya.
Jung Hyuk pun melaporkan mengenai tornado barusan, yang menyebabkan cukup banyak kerusakan. Jadi dia berpendapat bahwa mereka harus memperketat keamanan di daerah yang rusak sampai semua di perbaiki. Dan Cheol Gang setuju.

“Besokkah? Pertukaran nya?” tanya Cheol Gang. Dan Jung Hyuk membenarkan. “Sayang sekali. Ini terjadi di hari terakhir mu. Mulai dari tornado sampai perampok makam.”
“Tidak apa- apa, pak,” jawab Jung Hyuk, tegas.
Cheol Gang kemudian melihat kepada ketiga tawanan yang berada didalam mobil. Dia menjelaskan bahwa mereka bertiga mungkin tidak sengaja menyebrangi Garis Perbatasan Selatan serta Kepala Badan Keamanan sudah memberikan izin kepada mereka bertiga untuk memasuki zona demiliterisasi. Jadi dia meminta Jung Hyuk untuk bersikap lunak kepada mereka bertiga. Tapi Jung Hyuk tidak mau.

“Jadi, Badan keamanan memberi perampok makam izin menyebrangi Garis Perbatasan untuk mencuri artefak? Itu maksud mu?” tanya Jung Hyuk. Dan Cheol Gang tampak tidak senang dengan nya. Tapi dia menyembunyikannya dengan tertawa.
“Tentu bukan, Kapten Ri.”
“Aku sudah berjanji kepada Kapten Selatan bahwa kita akan mengivestigasi ini. Aku ingin memegang janji,” jelas Jung Hyuk, tegas.
“Baik. Silahkan pegang janji mu. Tapi bisakah aku berjanji juga, Kapten Ri? Aku, Cho Cheol Gang, tak akan bersikap lunak kepada siapapun. Jika kamu melakukan sesuatu yang mengancam keamanan tentara, dan tertangkap oleh ku, kamu pasti di hukum berat,” balas nya, mengancam. “Tentu nya, kamu tidak akan melakukan hal semacam itu. Tapi sesuatu atau seseorang akan selalu berubah seiring waktu. bukankah hidup memang seperti itu?”
Tanpa mengatakan apapun, Jung Hyuk memberikan hormat kepada nya. Dengan raut wajah yang berani dan percaya diri.
Sersan Pyo membahas betapa angkuh nya Jung Hyuk kepada petugas badan keamanan barusan, sehingga bisa berdampak pada nasib mereka nanti nya. Karena Badan Keamanan akan mengawasi mereka mulai sekarang.
“Kenapa Kapten Ri ditempatkan di pos perbatasan?” tanya seseorang.
“Dia dari Pyongyang, mungkin dari keluarga berada. Kenapa tak menikmati hidup disana?” tanya yang lainnya.
“Karena itulah, kamu harus berhati- hati dengan orang kaya. Mereka ingin mengendalikan semuanya agar bisa menerima cinta dari Jenderal Kim” jelas Sersan Pyo.

Kemudian Sersan Pyon memberikan arak dari tahun 1953 kepada mereka semua untuk diminum bersama- sama. Tapi beberapa dari mereka ragu, karena mereka sedang bertugas sekarang. Dan Sersan Pyo menjelaskan bahwa mereka telah bekerja siang dan malam selama dua bulan, lalu akan ada pergantian kompi di pagi hari, jadi tidak masalah. Dengan gembira, mereka semua pun kemudian menikmati arak tersebut.


Se Ri tersangkut di atas pepohonan. Dan seekor burung hantu memperhatikannya.

Chang Sik melaporkan kejadian itu kepada polisi. Dan polisi pun sibuk mencari Se Ri. Tapi mereka belum bisa menemukan nya. Dengan panik, Chang Sik pun mendekati para kameramen yang merekam Se Ri barusan dan sedang terluka sekarang, dia menanyakan dimana bos nya. Tapi mereka semua tidak ada yang tahu, bahkan mereka pun tidak tahu kemana kamera mereka juga.

“Kamu terbang sejauh apa, Nona Yoon?” tanya Chang Sik, sangat cemas.

No comments:

Post a Comment