Sunday, December 8, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 04-2

1 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 04-2
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Cha Young dalam perjalanan keluar rumah sakit Geosung.
Kudengar kau kembali bekerja hari ini. Aku ingin segera berkunjung dan mengucapkan terima kasih, tapi aku tak punya keberanian untuk melakukannya. Hasratku padamu belum berakhir. Jadi, aku kabur seperti ini agar tak menghampirimu lagi.

Saat di depan rumah sakit, Cha Young melihat ahjumma pembagi brosur terjatuh dan selebarannya berterbangan. Jadi, dia segera membantunya dan mengumpulkan selebaran yang berterbangan. Kang lewat di dekat sana dengan mobilnya, tapi dia tidak melihat Cha Young.
Sebulan lagi, aku akan kembali ke Yunani. Nanti, saat perasaanku untukmu lenyap, aku akan kembali dengan wajah santai dan memastikan untuk berterima kasih kepadamu. Jangan sakit. Jangan terluka. Tetaplah bahagia.
--
Ny. Yoon menghela nafas kesal. Dia menemui tn. Lee dan memberitahu kalau istri tn. Seo jatuh karena cavernous angioma. Dan Ny. Yoon sudah ingin menjadikan putri tn. Seo menjadi menantunya. Masalahnya, Kang yang menemukan istri tn. Seo dan kini membawanya ke rumah sakit. tn. Lee langsung kesal mendengarnya.
“Kita harus biarkan Jun yang mengoperasi. Operasi cavernous angioma juga tidak sulit. Ini peluang bagus agar Pimpinan Seo berutang budi.  Dengan operasi, putrinya dan Jun mungkin bisa…,” ujar Ny. Yoon.
“Kau pikir Kang tak terpikir hal yang sama denganmu? Saat dia yakin bisa menang setelah menjadi menantu Pimpinan Seo? Astaga. Anak itu.”
--

Cha Young kembali ke restoran King’s Table. Dia membuat rekaman untuk Seon Ae. Dia sudah memesan tiket pesawat ke Yunani hari ini. terimakasih banyak untuk semuanya. Jadi… dia merekam video ini dari resep yang Seon Ae ajarkan padanya agar Seon Ae bisa melihatnya nanti seandainya dia nanti lupa. Dia akan membuat rekaman memasan menu andalan King’s Table, sup bulgogi dan gurita kecil.
Cha Young memulai rekaman memasaknya. Dan hasil masakannya, tampak menggiurkan.

Saat itu, terdengar tangisan seorang anak kecil. Anak kecil berkepala botak datang menemui Seon Ae dengan abangnya. Dia menangis karena Seon Ae sudah berjanji akan membuatkan kue beras pisang untuknya hari ini. Seon Ae memberitahunya kemarin sebelum restoran tutup. Abang anak itu memarahi adiknya yang bodoh karena tidak bisa membuat kue beras dengan pisang. Seon Ae setuju dan berkata kalau dia tidak pernah dengar kue beras dengan pisang. Dia akan membuatkan roti pisang saja.
Anak itu menolak. Dia maunya kue beras pisang bukan roti pisang. Ibunya juga sangat menyukai kue beras pisang. Seon Ae berkata kalau dia hanya bisa membuat kue beras pisang. Anak itu menangis histeris.
Cha Young  menghampiri Seon Ae yang sedang menggerutu karena ibu anak itu kabur dengan pria dan meninggalkan anak yang sedang sakit seperti itu.
“Kau pernah dengar kue beras dibuat dengan pisang? Tidak, ya?” tanya Seon Ae pada Cha Young.
“Kau pernah membuatkannya untukku. Kue beras pisang.”
“Sungguh? Kapan?”
“Saat aku sakit. Kau membuatkannya untukku,” jawab Cha Young.
--
Kang tiba di rumah sakit dengan membawa istri dari Pimpinan Seo. Dia segera memberikan pengarahan kepada petugas.
Ny. Yoon, tn. Lee, dan Jun menemani pimpinan Seo dan putrinya untuk melihat jalannya operasi dari lantai atas. tn. Lee tampak kecewa karena kesempatan operasi Ny. Seo jatuh ke tangan Kang.
Operasi di mulai, Kang sudah memberikan pengarahan. Dan ini bukanlah operasi yang sulit.
Akan tetapi…
Di tengah operasi, tangan Kang tidak bisa berhenti bergetar. Kang juga tampak khawatir dengan kondisi tubuhnya sendiri yang aneh. Semua mulai tegang. Apa yang terjadi pada Kang?
Hanya Jun yang tetap tenang.

tn. Lee melihat adanya kesempatan. Dia segera mengambil keputusan agar operasi di gantikan oleh Jun. Woaah, Jun tersenyum senang, cuy!!
Kang sendiri keluar dari ruang operasi dengan kesal. Kesal pada dirinya. Ada yang aneh dengan tubuhnya. Dia sadar akan hal itu.
--
Di saat yang sama, anak kecil berkepala botak tadi, Ji Yong, jika di bawa ke rumah sakit Geosung. Abangnya berteriak panik dan meminta Ji Yong untuk sadar.
Cha Young juga panik menerima kabar kalau Ji Yong di bawa ke rumah sakit.
--
Cha Young tiba di rumah sakit dan langsung menanyakan kepada resepsionis. Dan dia melihat kakak Ji Young. Melihat Cha Young, nenek Ji Yong langsung marah karena mengira Cha Young yang sudah memberikan kue beras pisang pada Ji Young! Dia berteriak. Cha Young juga tampak terkejut.
--
Sementara itu, Jun berhasil menyelesaikan operasi dengan lancar. tn. Lee dan Ny. Yoon tersenyum senang melihatnya.
--

Kang melhat tangannya. Sudah berhenti bergetar. Dan pas sekali, dia mendengar suara ribut-ribut.
Nenek Ji Yong memukuli Cha Young. Jika Ji Yong sampai mati, maka itu semua adalah kesalahan Cha Young. Dia menampar dan terus memukulinya sambil menangis dan berteriak. Melihat itu, Kang berusaha menenangkannya.
Dan Cha Young sangat terkejut saat tahu Kang yang membelanya. Cha Young terus menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya.
“Bagaimana dengan cucuku? Dia memang akan mati tak lama lagi. Tapi dia memperparahnya dan memberinya kue beras! Kenapa kau memberinya kue beras? Jika hal buruk menimpa Ji-yong… Jika sesuatu terjadi pada cucuku, aku bersumpah akan membunuhmu, jadi, jangan pergi! Jangan berani pergi ke mana-mana!” teriak nenek Ji Yong, frustasi.
Saat itu satpam baru datang dan segera membawa nenek menjauh dari Cha Young.
Kang melihat sepatu Cha Young yang terlepas dan mengambilkannya, meletakkannya di hadapan Cha Young. Kemudian pergi. Dia tidak tahu kalau itu adalah Cha Young.
Aku ingin mengubah permohonanku. Semoga kita tak bertemu lagi hingga kita mati.
--

Beberapa hari kemudian,
Di King’s Table.
Cha Young sangat marah pada Tae Hyun. Dia bagaimana memaki Tae Hyun yang bukan manusia tapi monster. Tapi, Tae Hyun tidak merasa menyesal sama sekali.

Cha Young menemui Seon Ae yang akan meminum obatnya. Dia segera menghalanginya untuk meminum obat itu.
“Obat Alzheimer yang kau beli dari adikku semua palsu. Dia memberitahuku itu campuran herba murah dari sana-sini, dan itu untuk pencernaan. Tae-hyeon memberitahuku dia juga ditipu kenalan. Tapi sejujurnya, itu sulit dipercaya. Aku janji mengembalikan uang yang kau bayar untuk obat. Aku sungguh minta maaf, Bu,” jelas Cha Young, penuh penyesalan.
--

Kang sudah melihat hasil CT Scan-nya. dan apa yang di lihatnya, membuatnya sangat marah. Masih ada pendarahan di dalam otaknya. Dan itu yang membuat saraf tangannya terganggu dan terus bergetar.
Dengan penuh marah, dia pergi menemui Jun. Orang yang mengoperasinya 1 tahun yang lalu.
“Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan padaku?” tanya Kang, penuh amarah.
“Aku menyelamatkanmu,” jawab Jun, tanpa sesal.
“Kau yakin tak mencoba membunuhku?”
“Harusnya kau menyerah soal Moon Cha-young. Kau melewatkan waktu emasmu karena dia. Aku yang menyelamatkanmu dari sekarat hari itu.”
“Kenapa tak angkat seluruh hematoma itu? Itu tak ada hubungannya dengan waktu emas. Jika saja kau mengangkat hematomanya...”
“Kau bisa menyalahkan diri. Tak ada yang salah dari operasiku.”
“Kenapa tak diangkat? “ teriak Kang, frustasi.
“Kubilang aku membuat pilihan tepat. Dan tak ada yang salah dari operasiku,” balas Jun, berteriak. (maaf, rasa simpatiku hilang untukmu Jun, di saat kau membuat keputusan itu. Kau membenci Kang, tapi ingatlah kalau kau adalah dokter. Kau mempunyai tanggung jawab menyelamatkan pasien-mu. Tapi, kau malah menggunakan kemampuanmu sebagai dokter, untuk menjatuhkan lawan-mu. Kau tidak mengoperasi Kang dengan benar, kau tidak menyelamatkannya, tapi kau mencelakai-nya. Pelan-pelan. Pengecut. Loser.)
Dan seolah belum cukup membuat Kang sengsara, Kang mendapatkan pesan kalau dia di pindahkan menjadi dokter di Sanatorium Geosung.
--

Cha Young berada di sanatorium. Dia bekerja di dapur. Dan dia membuat kue beras pisang.

Sementara itu, Tae Hyun bermain bersama Seon Ae dan para ahjumma lainnya, bermain kartu Korea. Tae Hyun selalu saja curang dan mengambil uang para ahjumma itu.
Cha Young yang sudah selesai memasak, melihat kelakuannya, dan dia melihat jelas kalau Tae Hyun bermain curang. Dia segera membongkar kecurangan Tae Hyun di depan para ahjumma. Tae Hyun yang sudah ketahuan, berusaha kabur dengan membawa uang hasil taruhan itu. Tapi, Cha Young berhasil menangkapnya.
Dan tentu saja, Tae Hyun di hajar oleh para ahjumma dan juga Seon Ae.
Sementara Cha Young, dia membagikan kue beras pisang yang di buatnya.
--

Ji Yong datang menemuinya dan mengajaknya bermain. Cha Young memberikan kue beras pisang yang sudah di buatnya untuk Ji Young.
“Omong-omong, di mana kakakmu?” tanya Cha Young.
“Dia malu menemuimu. Nenek juga sama. Sakitku hari itu bukan karena kue beras pisang.”
“Kejadian itu tak apa-apa bagiku,” ujar Cha Young, tersenyum.
“Aku tidak akan segera mati. Aku akan hidup hingga umurku sepuluh tahun,” ujar Ji Young dengan riang.
“Itu terlalu singkat. Kau harus hidup sampai 100 tahun,” ujar Cha Young, tersenyum lembut padanya.
Saat itu, teman Ji Yong datang mencarinya dan mengajaknya untuk bermain bersama yang lain. Dan Ji Yong mengajak Cha Young untuk ikut bermain. Mereka bermain petak umpet. Semua anak yang ada di sanatorium termasuk Cha Young, segera bersembunyi dan Ji Yong yang menjadi penjaga.
Cha Young memutuskan untuk bersembunyi di sebuah ruang dokter yang masih kosong. Dia bersembunyi di dalam lemari pakaian yang ada di ruangan tersebut.
Ji Yong selesai menghitung dan mulai mencari semuanya. Satu persatu berhasil di temukan.
Eh, mereka malah melupakan Cha Young. Cha Young tidak tahu itu dan malah masih bersembunyi dengan senang.

Waktu sudah berlalu sangat lama, tapi tidak ada anak yang datang mencarinya. Dan karena itu, Cha Young tertidur di dalam lemari.
--
Kang sedang dalam perjalanan menuju sanatorium. Dia akan bekerja di sana mulai dari sekarang. tn. Kwon menyambutnya dengan hangat dan bahkan berkata kalau dia senang Kang ada di sini sekarang.
--

Hari sudah malam,
Cha Young masih ada di dalam lemari. Tubuhnya basah dengan keringat.
Dan di dekat sana, sedang ada perbaikan ruangan gitu. Jadi, ada bunyai mesin-mesin dari menghancurkan tanah.
Bunyi mesin itu terdengar oleh Cha Young. Dan membuatnya bermimpi, ke saat-saat dimana dia terjebak reruntuhan bangunan. Dia ketakutan.
Dan ruangan dimana Cha Young bersembunyi adalah ruangan kerja Kang. Kang masuk ke dalam sana dengan membawa barang-barangnya.
Cha Young di dalam lemari, meringkuk ketakutan. Trauma-nya muncul.

Di saat itu, pintu lemari terbuka. Cha Young melihat Kang yang ada di depannya, tapi tampak samar. Kang heran melihat Cha Young yang ada di dalam lemari.

Cha Young memeluknya dengan erat, sambil berujar : “Ada orang-orang di sana. Seseorang masih ada di sana,” ujarnya menunjuk ke dalam lemari yang kosong. “Ada yang masih hidup di sana. Tolong! Kumohon tolong!”
Dia tampak sangat ketakutan. Dan kemudian pingsan. Sepertinya, Cha Young kembali mengingat di saat usianya 12 tahun, terjebak dalam reruntuhan mall.


1 comment: