Saturday, December 28, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 09-2

3 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 09-2
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Jun berada di ruangan dir. Kwon. Dia sudah bertukar baju kering dan lukanya sedang di obati oleh Yeong Sil. Tapi, dia terus saja menghindar. Dir. Kwon sampai kesal dan menyuruh Jun untuk membiarkan Yeong Sil mengoleskan obat atau lukanya akan berbekas. Dia memarahi Jun yang dokter tapi teru saja menghindar. Dan akhirnya, Jun bersedia di obati.
Yeong Sil mengobati luka Jun sambil bergumam kalau luka Jun akan membutuhkan waktu 6 pekan untuk benar-benar pulih. Rahangnya juga memerah. Dia rasa pukulan Kang kuat. Jun tidak suka mendengarnya dan berkata kalau dia lebih kuat dari Kang. Kang terluka lebih parah darinya.
“Kau pasti bangga. Kau di sini, melakukan kerja sosial karena menyerang orang, dan berkelahi lagi dengan dokter lain. Kau ingin mendapat penghargaan?” sindir dir. Kwon.
--
Kang berada di dalam kamar mandi. Tubuh-nya masih basah. dir. Kwon yang datang untuk melihat keadaan-nya, menyuruh Kang untuk segera mandi atau akan terkena flu. Dia memberikan handuk untuk Kang. Dia juga memarahi Kang yang bukan lagi remaja tapi kenapa begini. Padahal saat kecil Kang tidak seperti ini.
“Kami berkelahi waktu kecil.”
“Lalu? Kau ingin berkelahi dengannya lagi?”
“Ya.”
Ya?”
“Itu takdir kami. Kami harus bertarung hingga salah satu menang,” ujar Kang.
“Untuk apa? Pemenangnya mendapat Geosung? Baiklah! Jika itu tujuan hidupmu, kau harus melawannya. Berkelahi sampai mati. Semoga kau menang dan membawa Geosung omong kosong itu saat kau mati. Akan sangat berat, tapi pastikan kau membawanya. Mereka yang meninggal di sini memberimu pelajaran dengan seluruh hidup mereka. Apa ini yang kau pelajari?” marah Dir. Kwon, kecewa.
Dir. Kwon sebenarnya tahu orang seperti apa Kang sebenarnya. Dia tahu apa yang Kang alami hingga seperti ini (buktinya dia tahu kapan ibu Kang meninggal). Dan karena itu, dia sedih melihat Kang yang berubah menjadi seperti ini. Mungkin, baginya, Kang sudah seperti anaknya sendiri. Seperti saudara Min Seong.
--

Cha Young keluar dari gedung sanatorium dengan payung, dan tiba-tiba saja Jun sudah lari ke arah payungnya dan meminta tumpangan untuk di bawa ke mobil. Mereka berbagi satu payung. Dan Kang melihat hal itu. Tampak jelas, Kang cemburu.
Saat di parkiran, Jun hanya melihat ada mobilnya dan mobil Kang. Jadi dia bertanya dimana mobil Cha Young? Cha Young menjawab kalau dia tidak punya mobil dan naik sepeda. Dan karena hujan, dia akan pulang dengan bus. Dia masih bisa naik bus terakhir.
Jun tanpa di duga menawarkan tumpangan pada Cha Young. Anggap saja sebagai imbalan karena Cha Young sudah berbagi payung dengannya. Cha Young tidak mau, tapi Jun sudah membawanya masuk ke dalam mobil. Dan Kang masih memperhatikan mereka berdua.

Cha Young berada di dalam mobil Jun dan duduk dengan tidak nyaman. Dia terus melihat keluar jendela, dan karna hujan sudah reda dia ingin turun, tampaknya. Tapi, Jun malah berkata kalau dia tetap akan mengantar Cha Young sampai ke rumah dan juga bus sudah tidak ada lagi. Cha Young akhirnya mencoba untuk duduk yang nyaman dan berterimakasih.

Tidak di sangka, Kang ternyata mengikuti mereka dan terus menekan klakson. Cha Young yang tidak bisa melihat jelas dari spion, mobil yang mengklakson jelas heran dan bertanya pada Jun apakah mereka berada di jalur yang salah? Jun tahu itu adalah Kang, tapi dia tidak memberitahu Cha Young, dan menyuruhnya untuk tidak peduli.
Cha Young heran, tapi ngikut aja. Kang tampak berusaha menyalip tapi sulit.
Cha Young akhirnya menyadari kalau Jun terluka karena Jun memutar-memutar tangannya tampak kesakitan. Jun langsung bilang kalau dia terluka saat memukuli Kang. Cha Young langsung tampak khawatir, bukan pada Jun, tapi pada Kang. Jun tampaknya sadar dan berkata kalau dia juga di pukuli. Dia bahkan menunjukan luka di wajahnya dan luka di tangan-nya.
Kang masih terus mengklakson dengan frustasi. Dia berhasil menyalip mobil Jun, tapi tidak menghentikan dan melaju pergi dengan marah.
Di dalam mobil, Cha Young bertanya alasan Jun dan Kang berkelahi. Jika dia menjadi Jun, dia pasti akan sangat bersyukur karena Kang adalah orang yang menyelamatkan Hui Ju saat mencoba bunuh diri. Jun tidak suka mendengarnya dan menyuruh Cha Young untuk tidak usah membahas hal itu.
Kang mendapatkan telepon. Dari ayah Ye Sol. Ayah Ye Sol menelpon sambil menangis.
Cha Young masih saja terus membahas mengenai Kang yang menyelamatkan Hui Ju. Jun jadi kesal dan meminggirkan mobil di tepi jalan dan dengan nada kesal menyuruh Cha Young untuk tidak usah membahas hal itu lagi.
“Nona Moon. Kau bahkan tak kenal baik Kang. Kau tak tahu dia jahat dan licik...”
“Aku kenal dia.”
“Sungguh?”
“Ya, sungguh. Aku tahu dia bukan orang yang bisa kau kritik, jelek-jelekkan, dan nilai semaunya,” tegas Cha Young dengan nada meninggi.
Tidak hanya itu, Cha Young bahkan langsung keluar dari mobil Jun setelah mengucapkan terimakasih atas tumpangan Jun. Cha Young tidak suka karena Jun menjelek-jelekan Kang.
Kang juga meminggirkan mobilnya di pinggir jalan karena telepon dari ayah Ye Sol. Ayah Ye Sol menelpon sambil menangis dan menyebut dirinya sendiri bodoh dan tidak bijak. Padahal istrinya ingin tetap di sanatorium, tapi dia memaksanya untuk keluar.
“Aku tak punya kuasa soal ini. Tolong bicara dengan direktur,” jawab Kang dan langsung mematikan telepon.
Saat itu, mobil Jun melintas di sebelahnya, tapi Kang tidak menyadari hal itu. Dan dia juga tidak sadar kalau Cha Young berjalan di dekat belakang mobilnya.
--
Esok hari,
Cha Young baru tiba di sanatorium dan melihat Seon Ae yang sedang menenangkan Susan. Susan menangis bahagia karena akhirnya berhasil menemukan ibu Michael. Di dalam kamar rawat Michael, ada dir. Kwon, Yeong Sil, ibu kandung Michael dan abang Michael. Ibu kandung Michael menangis sambil memeluk Michael dan memanggilnya dengan nama : “Seong Cheol.”
Ibu Seong Cheol menangis menyesal karena tidak bisa membesarkan mereka berdua hingga mengirim Michael keluar.
“Apa orang Amerika membuatmu kelaparan dan menyiksamu karena kau bicara bahasa berbeda dan tampak sangat berbeda? Apa karena itu kau sakit separah ini?” tangis Ibu.
“Aku bahagia. Aku bahagia. Ibu dan ayahku sangat menyayangiku,” jawab Michael.
Ibu senang mendengar hal itu. Abangnya malah lebih bersyukur karna Michael bertemu orang kaya sementara dia dan ibunya bahkan tidak punya rumah sendiri.
Michael kemudian memberitahu kalau dia sangat ingin bertemu ibunya. Dia sangat merindukannya.

Dir. Kwon yang merasa sedih dengan pertemuan ibu dan anak itu, keluar untuk menenangkan diri. Di depan pintu, dia melihat Seon Ae, dan mereka saling menghindar untuk bertatapan.
--

Ibu Michael ke dapur untuk membuat sup kimchi untuk Michael. Dan ternyata, ibu meletakkan daging babi ke dalam saus saat kimchi di siapkan dan itu yang membuat rasa supnya berbeda. Biasanya mereka menambahkan babi terpisah. Dan karna itu, mereka tidak bisa membuat rasa sup kimchi yang sama.
Susan juga ada di dapur. Dia tersenyum melihat ibu yang menyiapkan makanan untuk Michael.
Sup kimchi selesai. Susan ingin mencobanya juga. Dia berbicara bahasa Inggris, dan ibu tidak bisa mengerti. Cha Young yang mengartikan. Walau rasanya pedas, Susan tetap mencobanya karena dia ingin tahu rasa apa yang begitu di rindukan oleh Michael.
Cha Young dan Seon Ae ikut mencoba. Dan ibu langsung membual kalau sup kimchi buatannya adalah yang terbaik di Korea Selatan.

Sup kimchi itu di bawakan ke ruangan Michael. Michael mencobanya dan tampak bahagia. Menurutku ada yang aneh pada perkataan abang Michael karena dia berkata hal seperti ini : “Keinginanmu akhirnya terwujud. Bagaimana kau membalasnya?”

Ibu langsung memukuli abang dan menyuruhnya berhenti bicara omong kosong. Susan memperhatikan Michael yang tampak menikmat sup kimchi itu. Dan entah kenapa, tatapan Yeong Sil tampak berbeda. Sepertinya ada sesuatu.
--

Cha Young menemani Min Yong membeli roti sandwich. Dan ternyata, Kang juga ke sana. Kang datang karena dia sudah berjanji akan bertemu Min Yong di sini hari ini. Min Yong berkata kalau itu janji untuk kemarin, tapi karena Kang tidak mengabarinya, jadinya Cha Young menemaninya kemarin hari ini dan membelikannya sandwich.
Kang bingung dan memeriksa di kalendar ponselnya. Ternyata, benar, dia menandai tanggal bertemu Min Yong kemarin. Dia langsung meminta maaf karna sudah keliru seperti ini.
--
Jun sedang mencuci selimut dengan kakinya. Yeong Sil datang memeriksa pekerjaan Jun dan menyuruh Jun untuk lebih mengerahkan tenaga karna kalau nginjak pelan-pelan seperti itu mana bisa bersih. Jun langsung menginjak dengan emosi hingga airnya bercipratan. Yeong Sil tahu Jun kesal tapi mau bagaimana lagi karena mesin cucinya rusak hari ini. Dan teknisinya akan datang malam ini, jadi mesin-nya besok sudah akan bisa di pakai lagi.
Setelah Yeong Sil pergi, Tae Hyun tiba-tiba muncul dan memberikan hormat dengan sopan. Dia bahkan menawarkan diri untuk membantu mencuci selimut itu karena tidak ada CCTV di tempat itu. Dia memanggil Tae Hyung dengan sebutan ‘hyung’. Jun jelas heran melihatnya dan bertanbya siapa Tae Hyun?
“Mulai sekarang, aku akan membantumu berbenah, mencuci, dan memandikan pasien. Aku akan kerjakan semua di titik buta tempat tak ada kamera pengawas. Kau hanya perlu pastikan isi daftar hadir tepat waktu...”
“Aku tanya kau siapa!” teriak Jun.
“Aku Tae-hyun. Moon Tae-hyun. Kau tahu, kakakku bekerja di sini sebagai koki di kantin. Menurutnya tak masuk akal kau di sini mengerjakan semua ini. Jadi, dia memintaku untuk datang dan membantumu,” bohong Tae Hyun.
“Aku tak butuh. Pergi.”
“Jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi. Jika kau butuh bantuanku, hubungi aku,” ujar Tae Hyun dan memberikan kartu namanya. Jun tidak mau mengambilnya, jadi Tae Hyun meletakkannya di kursi.
“Dasar gila,” maki Jun.
Wow, emosi Tae Hyun tersulut. “Hei. Kau sungguh kasar pada orang asing. Kau bahkan tak kenal aku. Maksudku, setelah melihatmu, aku tahu orang macam apa kau ini. Dinilai dari kepribadianmu yang kasar dan kejam, kau jelas salah memperlakukan kakakku dan merendahkannya. Astaga, aku marah. Aku takkan membiarkan itu terjadi, sekalipun aku harus naik bus selamanya. Astaga, ini membuatku kesal. Kurasa kau tak sekaya itu. Maksudku, bagaimana aku tahu mobil itu sungguh milikmu atau kau meminjamnya dari orang lain? Astaga. Aku tahu pria sepertimu. Kau kemari untuk kerja sosial. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, kau memakai pakaian perancang. Astaga, aku tahu ini semua palsu. Tapi akan kurahasiakan. Jadi, pastikan saja kau mencuci bersih selimut ini. Lalu jangan lupa untuk menyingkirkan noda ini. Selain itu, orang bisa terpeleset dan jatuh. Jadi, setelah selesai, pastikan kau bersihkan dengan benar sisa sabunnya dari lantai.”
Usai mengatakan semua itu, Tae Hyun beranjak pergi. Tapi, Jun malah memanggilnya “Hei.” Tae Hyun kesal dan mengulang namanya. Jun memanggilnya untuk menanyakan siapa nama kakak Tae Hyun? Apa dia mengenalnya?
--

Min Yong, Kang dan Cha Young makan sandwich bersama. Kang dan Cha Young tampak sangat canggung dan makan terburu-buru. Min Yong heran melihat tingkah mereka berdua. Dan tiba-tiba saja, Min Yong menanyakan pada Kang mengenai virus Zika. Dia bahkan memberitahu Cha Young kalau Kang mempunyai gejala virus Zika.

Kang sampai tersedak. Apalagi Cha Young dengan khawatir menyuruh Kang untuk segera pergi memeriksakan diri ke dokter. Min Yong sampai bilang kalau virus Zika tidak ada obatnya. Cha Young semakin khawatir.
“Aku tidak punya virus Zika,” ujar Kang cepat walaupun masih tersedak.

Mereka akhirnya keluar dari toko sandwich. Dan Cha Young memeriksa suhu tubuh Kang dengan termometer. Min Yong tampaknya tahu apa yang terjadi, segera kabur dari sana dengan alasan harus segera ke sekolah.

Kang menunjukkan hasil termometer adalah 36,7 derajat Celcius. Suhu tubuhnya normal. Cha Young masih curiga. Kang sampai mengambil tangan Cha Young dan meletakkan-nya di dahinya agar Cha Young bisa memeriksa dirinya apakah dia demam? Demam, ruam dan mata merah, apakah dia seperti itu? Itu adalah gejala dari virus Zika.
Cha Young malah lebih kaget karena Kang memegang tangannya dan dia menyentuh dahi Kang. Mereka jadi merasa canggung.
Kang membuka pintu mobil dan menyuruh Cha Young untuk masuk. Cha Young malah ragu dan berkata akan naik bus.
“Tampaknya kau tak keberatan naik mobil Dr. Lee Jun. Kau tak nyaman di dekatku? Kau takut tertular?” tanya Kang, kesal.
Eh, Cha Young langsung masuk ke dalam mobil Kang dengan ceria, “Ayo. Aku tak khawatir tertular virus Zika. Aku khawatir kau sungguh terinfeksi. Kau sudah kerepotan.”
Seeerrrr… hati Kang jadi senang.
--
Di dalam mobil, Cha Young membuka pembicaraan.
“Bukannya aku ingin dia mengantarku. Malam itu hujan deras dan aku lelah. Sejujurnya aku tak ingin berjalan hingga ke halte bus. Tapi aku tak cukup dekat untuk meminta tumpangan. Aku sungguh ragu sebelum masuk ke mobilnya. Begitulah. Itu faktanya,” jelas Cha Young sambil melipat kertas menjadi burung bangau.
Makin senanglah hati Kang. Dia bahkan tersenyum tipis.
--

Mereka akhirnya tiba di Sanatorium,
Cha Young berterimakasih atas tumpangan Kang dan dia langsung keluar dari dalam mobil. Kang memperhatikannya dari kaca mobil. Dia juga melihat burung bangan yang Cha Young lipat tadi di tinggalkan Cha Young di kursi penumpang.

Kang mengingat Cha Young yang selalu bilang khawatir padanya dan dia yang juga selalu mengkhawatirkan Cha Young. Kang tersenyum. Tipis.







3 comments:

  1. Seeerrrr… hati Kang jadi senang.
    Hohoho..sy senang "sentuhan" semacam ini dr penulis. Jd lebih dpt feel-nya pas baca. Terima kasih

    ReplyDelete