Monday, December 2, 2019

Sinopsis Web K- Drama : One Fine Week / 7 Days of Romance Episode 9

0 comments

Original Network : Naver TV Cast vLive

Da Eun merasa sangat gugup, ketika Jung Woo memberitahu kepada para penonton bahwa hubungan mereka yang diberitakan di artikel, itu semua adalah benar.
“Kenyataan bahwa segalanya akan berakhir dalam 2 hari. Dan dia masih belum tahu,” pikir Da Eun.

Setelah pertunjukan selesai, Jung Woo meminta maaf, karena dia seharusnya berbicara dulu kepada Da Eun, sebelum mengatakan itu kepada para penonton. Dan Da Eun menjelaskan bahwa ini bukan seperti itu, dia beralasan kalau pihak agency Jung Woo pasti tidak akan senang dan image Jung Woo akan dalam bahaya.
“Pikiran seperti itu tidak pernah melintas dalam pikiran ku. Sebab hal ini berarti bagi ku,” jelas Jung Woo, tegas.
“Walau begitu, kita hanya punya 2 hari yang tersisa, dan …”
“2 hari syuting yang tersisa. Bukan 2 hari untuk kita.”
“Pada waktu seperti ini. Aku berpikir bahwa mungkin saja ada kesempatan untuk kita masih bisa bersama- sama. Dan terus melanjut kan ini,” pikir Da Eun. “Bisakah kamu datang ke kamar ku malam ini?” pinta nya.
Dan Jung Woo menatap Da Eun dengan bingung.

Ari mengomel, karena kelakuan para fans stalker yang suka keterlaluan, tapi malah terus bersikeras kalau mereka adalah fans. Dan menurut nya, mereka sama sekali bukan fans. Tapi kriminal!
“Tenanglah. Pada akhirnya, dia kan tertangkap,” kata Ji Han, menenangkan.
Byul merasa sedikit bingung kenapa Ari mengomel sampai seperti itu, jadi dia pun bertanya kepada Ji Han. Dan Ji Han menjelaskan bahwa terkadang para kerabat sering bertanya, kenapa Ari sering mengikuti para idol kemana pun mereka. Jadi Ari menjadi cukup merasa sensitif sekarang.
“Aku bahkan berdonasi atas nama idola ku,” kata Ari, memberitahu.
“Hm… ini sudah sangat malam. Bagaimana bila kita menginap disini?” tanya Byul. Dan Ari pun langsung setuju, dan dengan manja dia membujuk supaya Ji Han setuju juga. Dan Ji Han pun mengiyakan.
Dengan gembira, Ari pun langsung berteriak kegirangan.

“Hari ini aku akan memberitahu dia,” pikir Da Eun dengan penuh tekad. Dia memakai lipstik nya, dan kemudian mulai berlatih cara berbicaara yang benar.
“Aku sebenarnya adalah Da Eun, bukan Kim Byul. Aku hanya mahasiswa biasa. Dan ini terjadi … Ah, bukan … Aku minta maaf sudah berbohong padamu …” katanya, berlatih dengan gugup.

Lalu tiba- tiba bel kamar berbunyi, dan dengan semakin gugup, Da Eun pun bersiap, lalu dia membuka pintu kamar nya. Tapi ternyata yang datang, itu adalah Ari. Dengan terkejut, dia bertanya, bagaimana Ari bisa ke sini. Dan tanpa menjawab, Ari masuk ke dalam kamar Da Eun.
“Wow, unni, rambut dan make up luar biasa!” puji Ari, kagum. “Bisakah kamu datang ke café seperti ini juga?” pintanya.
“Aku tanya, kenapa kamu ke sini?” tanya Da Eun. Dan tiba- tiba bel kamar berbunyi, dengan panik dia pun langsung menyuruh Ari untuk segera bersembunyi.

Setelah Ari bersembunyi didalam kamar mandi. Barulah Da Eun membuka kan pintu bagi Jung Woo yang datang. Dan ketika melihat bahwa yang datang adalah Jung Woo, Ari langsung merasa bersemangat.
Tapi Da Eun langsung memberikan tanda supaya dia bersembunyi kembali. Dan dengan patuh, Ari pun segera bersembunyi lagi.

Jung Woo merasa heran ada apa, jadi dia berbalik ke belakang untuk melihat. Namun Da Eun segera memanggilnya, “Mari berbicara besok,” katanya dengan cepat.
“Huh? Mengapa?”
“Aku merasa sedikit tidak enak badan. Jadi aku mau istirahat.”
Dengan perhatian, Jung Woo bertanya apa yang salah. Dan Da Eun langsung berpura- pura batuk pelan. Dan Jung Woo pun menawarkan diri untuk membelikan nya obat.
“Tidak perlu. Pergi saja,” kata Da Eun dengan cepat. “Aku pikir, aku bisa sendiri,” jelas nya dengan lebih santai. “Pergilah saja. Aku baik- baik saja.”
Dengan bingung, Jung Woo pun mengiyakan. Tapi tiba- tiba terdengar suara benda jatuh dari kamar mandi, sehingga dia menjadi curiga apakah ada orang. Dan Da Eun beralasan bahwa mungkin shampoo nya terjatuh, jadi dia meminta Jung Woo untuk pergi saja sekarang.


“Tunggu. Wanita itu,” kata Jung Woo, cemas. Dia ingin memeriksa kamar mandi Da Eun. Dan dengan panik Da Eun mengikuti nya. Tapi kemudian Da Eun merasa lega, karena melihat bahwa Ari telah bersembunyi di tempat lain.

“Lihatkan. Itu cuma shampoo yang terjatuh sendiri. Kamu pergi saja,” jelas Da Eun sambil memaksa Jung Woo untuk keluar dari dalam kamarnya.
Setelah Jung Woo pergi, Da Eun kembali ke kamar mandi, dan memanggil Ari yang ternyata bersembunyi didalam kamar. Dan dengan bersemangat, Ari langsung bertanya- tanya, ada hubungan apa antara Jung Woo dan Da Eun.
“Terima kasih sudah membuatku berbohong lagi. Aku kepadahal tidak ingin berbohong pada nya …” keluh Da Eun, dengan sedih.
“Haruskah aku menemui nya?” tanya Ari, menawarkan diri.
“Hey!”
Byul dan Ji Han merasa gugup, karena hanya berduaan didalam kamar. Lalu setelah cukup lama, Byul pun membuka suara dan berbicara duluan. “Boss, aku akan sering datang. Café, maksudku.”
“Tentu. Datanglah kapanpun kamu bisa, walaupun kelihatannya kamu akan sibuk.”
“Aku akan pergi minggu depan.”
“Tentu saja, kita sudah setuju waktu itu,” balas Ji Han.
“Bukan. Sekarang mari kita buat pernjajian yang baru,” sela Byul.
“Jika begitu, aku akan menunggu mu.”
Byul merasa gugup, dia meremas tangannya, dan lalu dia memberanikan dirinya untuk berbicara lagi. Tapi Ji Han langsung menyela. Dia menjelaskan bahwa dia sangat menikmati waktu yang dihabiskan nya bersama dengan Byul selama seminggu ini, tapi sejak Byul harus pergi, maka dia harap Byul bisa menjaga diri dan berbahagia.
Mendengar itu, Byul diam. Dia teringat perkataan Ji Han yang takut untuk kehilangan lagi. Makanya karena itu Ji Han mengatakan ini padanya sekarang.

Saat terbangun, Byul menemukan foto dirinya. Dan dia teringat kalau itu adalah foto dirinya yang diambil oleh Ji Han pada malam itu. Lalu dia pun mendekati Ji Han yang tidur di sofa, dan menatap nya.
“Jika ini seperti ini rasanya menyukai seseorang. Maka sampai saat ini, aku tidak pernah secara benar menyukai seseorang. Aku menyukai mu,” pikir Byul sambil menatap Ji Han.
[Misi : Mengunjungin tempat kenangan].
Dengan heran, Da Eun bertanya, apakah supermaket adalah tempat yang berkenang untuk Jung Woo. Dan Jung Woo menyuruh nya untuk menebak. Da Eun pun menebak, apakah mungkin karena ini adalah tempat yang sering Jung Woo kunjungin saat pulang sekolah. Dan Jung Woo menjawab tidak.

“Tapi tempat kenangan mu hanya .. ini?” tanya Da Eun.
“Apa yang kamu maksud ‘hanya ini’. Ini adalah tempat yang sangat special untuk ku. Segala yang ada disini bagus. Aku makan makanan yang special disini. Pembicaraan disini juga sangat special,” jelas Jung Woo sambil mengingat kenangan nya bersama dengan Da Eun. Dan mendengar itu, Da Eun tersenyum senang.
“Apa kamu suka supermarket juga?”

“Orang yang menyukai supermarket adalah aku. Bukan Byul. Tapi aku,” pikir Da Eun dengan senang. “Tidak. Aku tidak suka supermarket. Aku suka restauran di hotel,” balas Da Eun sambil tertawa. “Aku hanya bercanda. Aku sangat suka supermarket juga,” jelas nya.
“Aku juga,” balas Jung Woo sambil tersenyum manis.

“Mungkin orang yang disukai Jung Woo bukanlah Kim Byul. Mungkin aku bisa menjadi orang yang lebih berani seperti aku yang asli,” pikir Da Eun. Lalu saat Jung Woo ingin minum sekaleng bir, dia langsung menghentikan nya. “Ada yang ingin aku bicarakan nanti,” jelas nya dengan pelan.
Dan Jung Woo merasa bingung.
Setelah syuting selesai, Jung Woo bertanya, apa yang ingin Da Eun bicarakan hingga tidak membiarkan nya untuk minum.
“Aku benar- benar ingin memberitahu dia sekarang. Namaku Jung Da Eun. Bukan Kim Byul,” pikir Da Eun.

Karena Da Eun hanya diam saja, maka Jung Woo pun memulai berbicara duluan. “Byul,” panggilnya. “Maukah kamu berpacaran dengan ku? Ini kelihatannya sedikit telat, tapi ..” jelas nya dengan gugup.
“Aku masih belum menjelaskan segalanya. Ini salah.”
“Dan jawaban mu?” tanya Jung Woo, penuh harap.
“Tunggu. Ini tiadk benar,” jawab Da Eun.
“Kemudian aku akan mengubah pertanyaan nya. Maukah kamu menonton bersama dengan ku minggu depan?” tanya Jung Woo. Dan Da Eun menjawab tidak lagi, karena ada yang ingin dibicarakannya terlebih dahulu. Dan Jung Woo pun siap mendengarkan.
“Pertama, aku benar- benar minta maaf. Jangan terkejut,” jelas Da Eun. Dan Jung Woo menjadi bingung, apa yang Da Eun ingin bicarakan sebenarnya.


Da Eun diam. Dia teringat janji nya kepada Chulgu. Sehingga dia menjadi ragu untuk berbicara. Lalu ketika dia sudah memberanikan dirinya lagi, dan siap untuk jujur. Tiba- tiba saja Chulgu datang dan memanggil nya.
“Besok adalah hari terakhir. Aku datang untuk membantu mu,” kata Chulgu sambil berjalan mendekati Da Eun. “Byul, aku begitu terkejut oleh artikel itu. Maksudku bisakah kamu memberitahu ku dulu,” jelas nya dengan penuh makna.
Mendengar itu, Da Eun teringat janji nya kepada Chulgu, yaitu untuk merahasia kan tentang pertukaran dengan Byul. “Aku minta maaf, tapi bisakah kamu memberi kami sedikit waktu?” pinta nya.
Dengan bingung, Jung Woo menatap mereka berdua.

Chulgu mengajak Da Eun untuk tetap pergi. Dan Jung Woo pun membuka suara, dia meminta Chulgu untuk memberikan mereka waktu. Dan Chulgu mengerti, tapi sebelum dia pergi, dia menatap pada Da Eun.
“Apa yang akan kamu katakan?” tanya Jung Woo, penasaran.
Dan dengan gugup, Da Eun meremas tangannya. “Terima kasih untuk seminggu ini. Kita bertemu sebagai rekan, tapi kamu memperlakukan lebih. Yang mana membuatku benar- benar lupa bahwa ini adalah pekerjaan.”
“Byul,” panggil Jung Woo, terkejut.
“Aku akan masuk duluan,” balas Da Eun.
Jung Woo menarik tangan Da Eun dan menghentikannya. Dan Da Eun pun menatap nya dengan mata berair.

“Kita bukan hanya sekedar rekan. Kita memiliki sesuatu yang lebih. Benarkan?” tanyanya. “Mengapa kamu menangis? Apa alasanmu berbohong? Alasanmu berbohong sekarang, beritahu aku.”
“Jung Woo, apa yang akan kamu lakukan saat kamu kembali? Setelah syuting ini selesai,” tanya Da Eun.
“Praktek menari dan bersiap untuk album baru. Begitu.”
“Dan?”
“Syuting film. Sama seperti kamu. Tapi mengapa kamu bertanya?” tanya Jung Woo dengan bingung.

Da Eun meneteskan air matanya. “Itu benar. Itulah alasan aku pergi,” jelas nya. Lalu dia pun berbalik dan pergi meninggalkan Jung Woo.

Chulgu merasa lega, karena Da Eun telah menjaga rahasia ini sampai akhir. Dan setelah Chulgu pergi, Da Eun pun menangis.

No comments:

Post a Comment