Monday, December 2, 2019

Sinopsis Web-KDrama : Wind-Bell Episode 03

0 comments

Sinopsis Web-KDrama : Wind-Bell Episode 03
Images by : Naver TV Cast
Mereka saling menunjukkan KTP. Ternyata, Daniel lebih tua. Yeo Jin malu dan menyebut kalau Daniel hanya lebih tua 4 bulan darinya. Daniel memperjelas kalau tahun mereka lahir juga berbeda. Yeo Jin akhirnya meminta maaf karena sudah bersikap berlebihan. Daniel juga meminta maaf karena sudah sensitif.
Dan pada akhirnya, mereka makan kimbab bersama di pinggir jalan. Yeo Jin lagi-lagi kepo, bertanya alasan Daniel ingin memakan kimbab yang di beli di kedai tadi. Daniel menjawab kalau alasannya hanya karena memory-nya.
Yeo Jin lanjut bertanya, apa nama Korean Daniel? Bagaimanapun seorang Korean-America pasti punya marga juga.
--
Bibi yang tadi berbincang dengan ahjumma tiba di rumahnya. Begitu tiba, ternyata putranya sudah ada di rumah. Putranya, Sang Woo, datang untuk menanyakan ibunya, apakah ibunya sudah memutuskan untuk menjual rumah? Ibu dengan tegas menjawab kalau dia tidak bisa menjual rumah ini. Sang Woo berusaha membujuknya untuk menjual rumah.
“Sang Woo. Ibu akan memikirkan jalan lain (tanpa harus menjual rumah).”
“Berhenti menunggu kak Gun Woo. Dia tidak akan kembali,” tegas Sang Woo. “Bukankah percuma saja menunggu orang yang tidak akan pulang? Ibu, apa ibu pernah menangis untukku?”
“Sang Woo…”
“Aku menangis setiap hari karena ibu. Satu-satunya putra ibu, menangis setiap hari karenamu. Ibu tahu itu? Ibu kira aku mau melakukan ini? Ibu satu-satunya tempat aku bisa bergantung. Maaf, jika aku selalu bersikap negatif. Aku akan pergi sekarang.”
Sang Woo langsung pergi dari rumah. Setelah Sang Woo pergi, ibu bergumam kalau dia merasa sedih untuk Sang Woo.
--
Daniel tidak mau memberitahu nama korea-nya. Yeo Jin terus memaksa dengan alasan kalau dia adalah editor Daniel, jadi dia harus tahu sesuatu mengenainya, jadi dia bisa membuat rencana. Dia malah terus bertanya, apakah Daniel punya keluarga di Korea?
“Aku anak adopsi,” jawab Daniel. “Aku di adopsi saat berusia 10 tahun. Aku tinggal di Amerika selama 18 tahun.”
Yeo Jin jadi terdiam. Dia tidak menyangka jawaban Daniel.
“Mulai dari hari aku di adopsi sampai dengan hari ini, aku sudah menghapus nama Korea-ku. Panggil saja aku Daniel. Okay?”
Yeo Jin langsung mengiyakan. Dan juga meminta maaf. Yeo Jin malah tetap ingin tahu mengenai keluarga Daniel. Daniel tidak mau memberitahu, toh pada akhirnya, mereka sendirian di dunia ini. Dan juga, mereka memutuskan untuk berpisah di sini.
Sebelum pergi, Yeo Jin menyuruh Daniel menghubunginya jika terjadi sesuatu. Dia kan tadi sudah memberikan kartu namanya. Dengan santai, Daniel menjawab kalau dia tidak akan menghubungi Yeo Jin.
--

Yeo Jin tiba di kantor. Tapi, ruangan boss kosong. Yeo Jin bisa melihat dengan jelas kalau boss bersembunyi di bawah meja. Ketahuan sembunyi, boss malah berpura-pura habis mengambil pena yang jatuh ke bawah meja.
Yeo Jin kembali mengomel. Dia meminta agar boss memproses saja surat resign-nya. Dan juga, dia sudah memasukkan lamarannya ke LS Grup. Boss malah dengan tenang bertanya, apa Yeo Jin yakin bakal di terima? Dia berusaha negosiasi dengan membujuk Yeo Jin untuk tetap bekerja dengannya hingga draft pertama terjemahan novel PROMISE. Yeo Jin setuju. Tapi, jika dia lolos di LS Grup, Boss harus membiarkannya berhenti.
Boss setuju. Dia bahkan membual kalau dirinya itu sangat dermawan. Eh, pas pula Sung Min masuk dan melapor kalau biaya perbaikan mobil adalah 400.000 won, tapi dia berhasil menawar sehingga mereka hanya harus membayar 350.000 won. Boss malah marah dan menyuruh Sung Min untuk menawar lagi hingga 300.000 won.
--




Daniel berjalan-jalan seorang diri. Dengan ingatannya, dia tiba di depan sebuah rumah. Itu adalah sebuah penginapan. Penginapan itu bernama : Wind-bell.
--
Yeo Jin bekerja lembur bersama dengan Sung Min.
--
Daniel makan di sebuah kedai. Tapi, dia malah tampat tidak berselera. Di saat itu, seorang ayah dan anak yang duduk di sebelahnya mulai ribut. Ayah anak itu memarahi anaknya untuk tidak memilih-milih makanan dan bahkan memukul anak nya itu.

Melihat itu, Daniel jadi kalap. Dia berteriak marah karena ayah itu memukul anaknya yang masih kecil. Ayah itu tidak terima di marahi oleh Daniel dan mereka mulai berkelahi.
--
Yeo Jin mendapat telepon dari polisi. Dia segera menuju ke sana.


Dan yang di temuinya di sana adalah Daniel.


No comments:

Post a Comment