Saturday, January 4, 2020

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 24

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Han Xue melepaskan tangan Yifei dan berbalik menghadap ke arah Xiao Shen. Dia memuji betapa tajam nya mata Xiao Shen sampai bisa mengenali nya.
“Sebenarnya kamu mau apa dengan berpura- pura menjadi Han Bing?” tanya Xiao Shen, marah.
“Aku mau hidup dengan identitas Han Bing,” jawab Han Xue dengan percaya diri. “Sekarang kalian semua sudah tahu. Minggirlah.”

Xiao Shen menahan tangan Han Xue untuk jangan pergi. Dia menanyakan dimana Prof. Wu. Dan Han Xue berpura- pura tidak tahu. Dengan marah, Xiao Shen membentak nya dan menanyakan kemana sebenar nya Han Xue dan Prof. Wu kemarin. Dan Han Xue menepis tangan Xiao Shen serta mengatakan bahwa dia tidak kenal Prof. Wu. Lalu dia pun pergi.

Xiao Shen sangat marah. Dia ingin mengejar dan menghentikan Han Xue. Tapi Yifei segera menenangkan nya dan pergi mengejar Han Xue.


Yifei menanyakan, dimana Han Bing berada. Dan Han Xue menjawab bahwa sekarang Han Bing berada didalam otaknya, di dalam suatu tempat yang gelap dan jauh. Kemudian dia memuji betapa hebat nya Prof. Wu. Dan Yifei mengingatkan bahwa Prof. Wu adalah orang yang jahat dan pastinya Prof. Wu mendekati Han Xue karena ada suatu tujuan.
“Dia tidak ada tujuan apapun. Dia hanya ingin aku menjadi Han Bing. Aku hanya ingin menjadi seperti Han Bing dan mengungkap kan kenyataan pada semua orang,” jelas Han Xue. “Aku ingin mempublikasi kan kenyataaan kematian Li Xin Rui. 15 tahun lalu.”


Yifei terkejut mendengar itu. “Ternyata ini adalah rencana Wu Yan. Dia ingin menggunakan Han Bing untuk menghancurkan Ayahku.”
Han Xue mengomentari betapa kejam nya Prof. Kong. Dan Yifei menjelaskan bahwa sekarang Prof. Kong sudah bersiap untuk menyerahkan diri. Han Xue mendengus geli, karena menurutnya Prof. Kong tidak memiliki hak apapun untuk menyerahkan diri.
“Dia seumur hidupnya hanya tahu pasien. Selalu demi pasien. Aku mohon padamu,” pinta Yifei.
“Kenapa kamu memohon padaku?”
“Karena dia adalah Ayahku,” jawab Yifei dengan jujur. “Ini bukan cara yang diinginkan oleh Han Bing. Dia tidak akan mungkin perbuat seperti ini,” jelas nya.
“Tenang saja. Han Bing telah menghilang sepenuhnya,” balas Han Xue.
Yifei berusaha menasehati Han Xue bahwa sekarang Han Xue sedang di gunakan sebagai boneka oleh Prof. Wu. Lalu dia mengingatkan Han Xue akan perkataan Han Xue sendiri yang pernah mengatakan bahwa Han Xue ada untuk melindungi Han Bing, maka Han Xue pun harus melindungi Han Bing.
“Jangan demi menjaga reputasi Ayahmu mengambil Han Bing sebagai alasan,” bentak Han Xue.
“Aku ingin melindungi dua- duanya!” balas Yifei. “Ayahku seumur hidupnya telah melakukan operasi demi banyak pasien. Dia pernah menyelamatkan banyak orang. Berikanlah dia satu kali kesempatan. Sebagai anaknya, aku mohon padamu,” pinta Yifei dengan tulus.
Han Xue menantang Yifei untuk memanggil Han Bing keluar dan kemudian memohon langsung kepada Han Bing. Karena Yifei mencintai Han Bing. Hari itu saat diatas atap, Han Bing terbangun karena Yifei berteriak menyatakan cinta padanya. Dan Han Xue mendengar itu. Yifei diam.

“Saat itu aku dengan jelas dapat merasakan Han Bing berusaha mendorong ku dengan suatu kekuatan. Cobalah lagi,” tantang Han Xue. “Mari lihat apakah kali ini bisa.”
Yifei diam. Dan Han Xue menyeringai, dia mempertanyakan apakah Yifei tidak percaya diri. “Cinta tidak bisa menggunakan cara ini untuk di uji. Hipnotis tidak bisa mengunci cinta,” jelas Yifei dengan tegas.
Han Xue menjelaskan niat nya. Dia ingin mempublikasikan kenyataan meninggalnya Li Xin Rui. Itu karena dia tidak ingin ada orang yang tidak bersalah meninggal lagi. Lalu dia menyuruh Yifei untuk menunggu besok dan melihat saja, saat semua orang menyalahkan Ayah Yifei.
Setelah mengatakan hal itu, Han Xue pun pergi meninggalkan Yifei yang berdiri terpaku disana.
Yifei menemui Ayahnya dirumah sakit. Dia menanyakan kepada Ayah, kenapa Ayah melakukan hal seperti itu. Dan Ayah menjawab dengan jujur, pada saat itu dia hanya memiliki satu niat, dia ingin menolong Yifei dan jika dia bisa kembali  ke masa lalu maka dia tetap akan melakukan hal yang sama.

“Ayah,” kata Yifei dengan pelan.
“Dalam 15 tahun. Aku memikirkan semua cara untuk mengurangin rasa bersalah ini. Tiap hari bekerja hanya demi pasien. Meskipun telah menolong banyak pasien, tapi tidak ada guna nya. Kemudian aku baru mengerti … tidak peduli apa yang aku buat … juga tidak bisa menutupi hal yang aku perbuat saat itu,” jelas Ayah Yifei, mengaku.


Yifei meminta maaf. Dia menjelaskan bahwa dia ingin dapat perbuat sesuatu demi melindungi reputasi Ayah, tapi dia tidak bisa melakukannya. Dan Ayah mengerti, menurutnya ini memanglah sesuatu yang harus diterima nnya. Lalu dengan sedih Ayah menangis dan meminta maaf karena telah membuat Yifei memikul begitu banyak beban. Mendengar itu, Yifei menangis juga. Dan diam.
“Lain kali jangan datang lagi. Jangan menemui ku lagi,” kata Ayah dengan sikap tegar. Dan dengan sedih, Yifei tetap diam.


Yifei menceritakan semuanya kepada Gao Sheng. Dia merasa sedih untuk Ayahnya. Dan merasa cemas untuk Han Bing. Jika Han Xue mempublikasikan kenyataan Li Xin Rui, maka Han Bing pasti tidak akan bisa menerima nya karena itu bukan sesuatu yang diinginkannya.
“Jadi kapan Han Bing bisa kembali?” tanya Gao Sheng dengan berbisik, khawatir orang lain akan mendengar pembicaraan mereka. “Hipnotis itu sangat hebat kan?”
“Li Sheng Pei dulunya dokter psikologi yang terkenal. Mungkin dia telah menyentuh trauma di hati Han Xue. Saat kecil orang tua Han Xue di bunuh, dia secara mental sangat membenci kriminal. Wu Yan secara tepat memberikan Ayahku label seorang pendosa,” balas Yifei, menjelaskan.
 “Jadi apakah ada kemungkinan bisa membangun kan Han Bing?”

Yifei memikirkan kembali tantangan Han Xue. Dan lalu dia menggelengkan kepalanya kepada Gao Sheng. Dengan bingung, Gao Sheng pun mempertanyakan, apa yang harus mereka lakukan sekarang. Dan Yifei menjawab bahwa mereka harus membangunkan Han Bing, hanya saja dia tidak tahu harus bagaimana caranya.
Gao Sheng memikirkan satu rencana, yaitu menggunakan Han Xue untuk menangkap Prof. Wu. Dan Yifei meminta Gao Sheng untuk jangan pernah berpikiran menggunakan Han Bing atau Han Xue lagi untuk menangkap Prof. Wu. Dan Gao Sheng pun merasa sangat stress.
Didalam kamar. Han Xue mengeluarkan semua baju milik Han Bing yang berada didalam lemari. Melihat itu Xiao Shen memarahi nya. Dan Han Xue menjelaskan bahwa mulai sekarang ini adalah kamar nya jadi dia pun mulai beres- beres.

Xiao Shen tidak peduli dan dia memasukkan semua baju milik Han Bing ke dalam lemari lagi. Han Xue marah. “Aku tidak menyetujui kehadiran mu. Jika tidak ada Han Bing, hanya ada Han Xue, maka aku tidak perlu hidup bersama mu,” jelas Xiao Shen dengan sinis.
“Kamu mengusir ku?”
“Ya.”

Han Xue sedih dan kecewa. Dia mengatakan bahwa dia juga adik Xiao Shen. Dan Xiao Shen langsung menjawab tidak, Han Xue sudah mati, Han Xue yang sekarang hanyalah bagian dari kepribadian Han Bing yang lain.
“Jadi aku siapa? Menurutmu aku siapa?” tanya Han Xue.
“Aku berharap kamu menjadi bagian Han Bing. Berharap selamanya kamu jangan menghilang. Hidup bersama dengan kami selamanya,” jawab Xiao Shen dengan lembut.
Namun Han Xue semakin sedih dan kecewa. Sebab dia merasa Xiao Shen hanya menganggap nya sebagai bayangan. “Aku pergi. Aku akan pergi.”
“Baik. Aku tidak akan mengantar,” balas Xiao Shen lalu dia keluar dari kamar.

Han Xue marah dan sedih. Dia melemparkan barang- barangnya. Dia menanyakan kenapa Xiao Shen bersikap seperti ini kepada nya. Dan dia mengancam bahwa dia akan benar- benar pergi. Tapi Xiao Shen sudah tidak peduli lagi dan diam.
Han Xue menangis. Lalu tepat disaat itu Yifei menelpon nya.
Han Xue keluar dan menemui Yifei. Dengan ketus, dia  menanyakan ada apa. Dan Yifei menjawab bahwa terkadang Han Xue tampak sangat menarik. Lalu dia bertanya ada apa dengan wajah Han Xue, apakah Han Xue baru saja menangis. Dan Han Xue menjawab bahwa Xiao Shen baru saja mengusir nya.

Yifei mengambil sekaleng bir dan membuka kan nya. Lalu dia memberikannya kepada Han Xue. Dan Han Xue menerima nya, lalu dia menanyakan, ada apa Yifei mencari nya.
“Aku datang untuk meminta maaf. Sebagai wartawan menyelidiki bukti, mempublikasikan kenyataan. Itulah hal yang semestinya di lakukan. Tapi aku malah memikirkan posisi ku,” jelas Yifei.
“Kamu ini kenapa?” tanya Han Xue, tidak mengerti.
“Tapi Han Xue. Jika kamu mau melakukan nya, lakukan sampai tuntas. Jangan menjadi boneka tangan Prof. Wu lagi. Keluarkan sikap wartawan seperti Han Bing. Publikasikan kenyataan yang sebenarnya, juga jangan dibesar- besarkan. Jika itu Han Bing, dia pasti akan melakukannya,” jelas Yifei, menasehati.

“Jika aku tidak mencintaimu. Kamu tidak akan merasakan penderitaan ini. Juga tidak akan menghilang. Aku tidak mampu melindungi kamu dengan baik. Maaf,” kata Yifei didalam hati sambil menatap Han Xue.
Han Xue menangis dan meneteskan air mata saat menatap Yifei. Lalu dia menghapus air mata nya, dan bertanya- tanya ada apa, kenapa air mata nya tiba- tiba keluar.


“Sudah mendengar perkataan ku,” pikir Yifei. Kemudian dia menahan Han Xue supaya jangan masuk ke dalam dulu. Tapi Han Xue langsung menepis tangan Yifei dan masuk ke dalam.
Han Xue duduk merenung di tempat tidur sambil masih meneteskan air mata. “Aku ini kenapa?” gumam nya bingung. “Kenapa dia melihat ku seperti ini?”
Tiba- tiba Han Xue menangis. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia menangis. Tapi walaupun begitu, air mata nya terus saja keluar dan dia merasa sangat sedih.


Junior Dokter menjelaskan kepada Prof. Kong bahwa dia diancam. Prof. Wu mengancam akan membunuh nya, jadi dia pun tidak memiliki pilihan lain. Dia meminta Prof. Kong untuk mencari cara sehingga mereka bisa terlepas dari masalah ini, karena jika video pengakuan nya tersebar, maka mereka berdua bisa sama- sama mampus. Tapi Prof. Kong diam.
“Prof. Kong bukankah Anda pernah melakukan operasi pada Direktur Zhang? Anda yang mengembalikan dia dari neraka. Anda yang menolong dia. Dia pasti akan menolong kita kan? Kita harus bertahan hidup,” tanya Junior Dokter, berharap besar.
Prof. Kong tersenyum pada Junior Dokter. “Dokter Cheng, tanggal operasi pasien Xiao Zhen Zhen sudah di majukan jadi besok. Kamu mau tidak bergabung di operasi nya? Ini mungkin kali terakhir operasi untuk pasien,” jelas Prof. Kong dengan ramah dan lembut.

Junior Dokter tidak mengerti. Dengan emosi dia memegang kerah jas Prof. Kong dan menjelaskan bahwa yang paling penting sekarang bukanlah operasi.
“Untuk dokter ada hal apa yang lebih penting daripada operasi? Di dunia ini banyak hal yang tidak terduga yang seharus nya datang, cepat lambat akan datang,” jelas Prof. Kong.

“Hal ini aku harusnya tidak mengatakan padanya,” pikir Junior Dokter, menyesal. Dengan putus asa di menangis. Dan Prof. Kong diam, memperhatikannya.

Pagi hari. Han Xue bangun dengan bersemangat. Dia memandang dirinya sendiri di depan cermin dan menyapa diri nya sendiri. Namun saat dia berniat untuk keluar dari kamar, dia tidak bisa. Karena pintu kamarnya telah di kunci dari luar.
“Xiao Shen, pintu tidak bisa dibuka. Bantu aku bukakan pintu,” panggil Han Xue, masih belum sadar bahwa dia di kunci dari luar.
“Xiao Shen!” teriak Han Xue sambil mengendor- ngedor pintu, saat dia sadar bahwa Xiao Shen sengaja menguncinya dari luar. Sebab Xiao Shen tidak menjawab panggilannya. “Buka pintu nya, Zheng Xiao Shen! Buka pintu nya!”
Xiao Shen diam mendengar itu.

Yifei mengingat saat Han Xue menangis di depannya. Dia merasa itu seperti Han Bing. Lalu kemudian Xiao Shen menelpon nya.
“Aku sudah mengunci Han Xue di dalam kamar. Dipikir- pikir aku merasa hanya ada satu cara ini saja. Meskipun membawanya paksa ke rumah sakit, kita juga harus membangunkan Han Bing,” jelas Xiao Shen.
“Aku akan segera kesana,” balas Yifei dengan cepat.

Han Xue menendang pintu dan masih sambil mengendor- ngedor juga. Dia berteriak menyuruh Xiao Shen membuka kan pintu kamar nya. Dan Xiao Shen diam sambil dengan tenang membaca buku.
Han Xue akhirnya diam dan berhenti memukul pintu. “Xiao Shen, kamu yakin mau perbuat seperti ini?” tanyanya. Dan Xiao Shen tetap diam, tidak menjawab.
Han Xue pun merasa semakin kesal.

Yifei sampai di depan rumah Xiao Shen dan disana sudah ada polisis juga mobil ambulans yang menunggu. Dan melihat itu, Yifei segera masuk ke dalam rumah menemui Xiao Shen.
“Jika dia tidak patuh, aku akan bawa paksa dia,” jelas Xiao Shen. Lalu dia membuka pintu kamar Han Xue dan membiarkan Yifei untuk masuk.

Tapi saat mereka berdua masuk ke dalam kamar, Han Xue sudah menghilang darisana. Dan jendela kamar Han Xue terbuka lebar yang menanda kan Han Xue kabur dari jendela.

Yifei pun segera menghubungi Han Xue. Dan mencari- cari Han Xue di jalan. Begitu juga dengan Xiao Shen, dia merasa sangat panik dan cemas.

Dicafe. Han Xue duduk dengan tenang dan mengetik di Internet. “Halo semuanya. Aku adalah Han Bing. Aku mau membuka kasus yang sudah disembunyikan selama 15 tahun. Semuanya masih ingat pelaku tabrak lari Wang Shi Jie. 15 tahun lalu putra kedua Grup Shi Xin, Wang Shi Jie mengendarai mobil menabrak seorang murid perempuan dan kemudian kabur. Wang Shi Jie karena kasus ini, terbuka semua kejahatannya. Dijatuhi hukuman mati. Menunggu untuk di esksekusi. Tapi ada hal tersembunyi.”
Para pembaca di internet merasa terkejut membaca tulisan Han Xue. Dan semuanya menyebarkan tulisan tersebut bahkan membaca nya dengan sangat fokus.

Yifei mencari- cari Han Xue. Tapi masih belum bisa ketemu. Dan dia pun merasa kebingungan. Serta kelelahan juga.

“Korban saat itu, Li Xin Rui. Penyebab kematian sebenarnya bukan karena kecelakaan itu tapi mati karena dokter terkenal di sebuah rumah sakit terdekat. Saat itu setelah Li Xin Rui divonis mati otak, kenyataannya dia kembali sadar. Tapi dokter yang mengoperasi malah demi mengambil jantung korban untuk di transplantasikan ke anak nya sendiri. Dia memaksa melakukan operasi.”
Tulisan Han Xue di artikel Internet menjadi mengheboh kan. Banyak orang yang membaca nya, dan mereka mengata- ngatai dokter yang mengoperasi Xin Rui.
Yifei mendengar pembicaraan mereka. Dan mengintip ke arah hp mereka karena ingin tahu.
Prof. Kong masuk ke dalam ruangan operasi dan memulai operasi.
Video pengakuan dari Junior Dokter tersebar. Para pasien di rumah sakit menonton video tersebut. Bahkan para perawat dan dokter juga menonton.
Yifei terkejut menonton video tersebut.
Zhao Dui menemui Gao Sheng dan menyuruh nya untuk segera menangkap Prof. Kong untuk di periksa. Dan Gao Sheng pun mengiyakan.

Operasi masih berlangsung.
Para dokter mendatangi ruangan operasi. Dan mereka memanggil Prof. Kong untuk keluar sebentar. Namun karena sedang melakukan operasi, maka dia pun menolak. Tapi para Dokter tetap memaksa. Dan Prof. Kong pun memarahi mereka semua untuk keluar.
Yifei sampai di rumah sakit.

Gao Sheng dan Xiao Jiang datang untuk menahan Prof. Kong. Dan karena operasi nya sudah selesai, maka Prof. Kong pun bersedia untuk di borgol dan di bawa bersama dengan mereka.
Dengan perhatian, Gao Sheng melepaskan jas nya dan menutupi borgol yang menahan tangan Prof. Kong. Dan Prof. Kong menggangukan kepala nya dengan pelan sebagai rasa terima kasih.


Yifei sampai tepat disaat itu. Dan Prof. Kong tersenyum kepadanya. Lalu dia mengikuti para polisi untuk pergi darisana. Dia berjalan melewati Yifei dengan sedih. Dan tanpa bisa melakukan apapun, Yifei hanya terdiam dan berdiri disana.

No comments:

Post a Comment