Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 03-1


Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 03-1
Images by : TvN


Prolog,
Yu Ri datang ke tempat Hyeon Jeong dengan membawa koper yang besar. Tampaknya, dia habis menangis karena maskara di matanya sampai luntur. Hyeon Jeong tampaknya sudah biasa karena saat melihat Yu Ri, dia tetap dengan tenang melayani para pelanggannya.
--

Kedai Misaeng sudah tutup. Yu Ri curhat dengan penuh emosi menyebut Gang Hwa penipu dan sangat keras kepala. Hyeon Jeong bersikap netral, memarahi Yu Ri yang juga keras kepala. Gang Hwa terus bekerja selama 29 tahun, jadi bagaimana bisa mendadak menganggur? Yu Ri tidak mau di salahkan dan berkata kalau bukan itu masalahnya. Hyeon Jeong berujar kalau memang mereka itu tipikal pengantin baru. Menggemaskan.
Yu Ri memasang wajah kesal dan mau menangis. Melihat itu, Hyeon Jeong tidak lagi memarahinya dan ikut memaki Gang Hwa sebagai orang brengsek. Sambil memaki, Hyeon Jeong menyuruh Yu Ri untuk makan. Yu Ri menolak untuk makan, padahal perutnya berbunyi dengan sangat keras.

Hyeon Jeong tersenyum kecil dan menyuruh Yu Ri untuk makan. Yu Ri tetap bersikap keras kepala dan menolak untuk makan karena sedang kesal. Dia masih curhat kalau dia sudah salah memilih suami. Dia tidak akan pulang kalau Gang Hwa tidak datang meminta maaf padanya.
Hyeon Jeong mengerti hal itu. Dan terus membujuk Yu Ri untuk makan.
Dahulu, saat aku tak bisa memprediksi kematianku, aku terlalu sibuk dengan apa yang aku rasakan tanpa memikirkan sesuatu yang sebenarnya lebih penting.
Dan setelah menjadi hantu, Yu Ri sudah tidak bisa lagi makan apa yang ingin di makannya. Dia hanya bisa menatap dengan ngiler makanan-makanan yang ada di hadapannya.
Walaupun merasa menderita, aku masih bisa memakan sesuatu, masih bisa menyentuh orang yang kucintai, masih bisa bernapas dan hidup. Namun, setelah kematian, aku baru menyadari betapa indahnya hal ini.
-Episode 03-
Menyadari bahwa keindahan hidup hanya memungkinkan setelah mati


Gang Hwa sangat terkejut saat melihat wanita mirip Yu Ri, sedang memeluk putrinya Seo Woo. Dia sampai jatuh terduduk ke tanah karena ketakutan. Yu Ri juga terkejut dan memutuskan untuk kabur. Gang Hwa tidak bisa membiarkannya begitu saja dan mengejarnya. Yu Ri berusaha menghindar dan berkata kalau Gang Hwa sudah salah orang, tapi Gang Hwa mana bisa percaya saat melihat wajah Yu Ri yang benar-benar adalah Cha Yu Ri, wanita yang di cintainya.
--

Gang Hwa akhirnya membawa Yu Ri ke café untuk bicara berdua, tanpa Seo Woo. Dia masih terus menatap Yu Ri dengan tatapan tidak percaya. Yu Ri terus menundukkan kepala dan di dalam hatinya, memarahi dirinya sendiri yang begitu bodoh hingga bisa tertangkap basah seperti ini.
Yu Ri ragu harus menjelaskan bagaimana dengan Gang Hwa mengenai dirinya yang hidup kembali. Dia membayangkan kalau menceritakan semuanya secara jujur, Gang Hwa akan kebingungan karena dia kan sudah menikah lagi. Belum lagi, Gang Hwa akan ketakutan saat tahu kalau dia selalu mengikuti Gang Hwa dan Seo Woo saat menjadi arwah.
Karena takut akan mendapatkan reaksi seperti itu, Yu Ri jadi semakin bingung. Dia tanpa sadar, jadi melakukan kebiasaannya saat gugup, yaitu mengigit sedotan.
Melihat itu, Gang Hwa teringat sebuah kenangan masa lalu.
Flashback
Gang Hwa dan Yu Ri ada di café dan gugup untuk melihat di website mengenai pengumuman kelulusan ujian kedokteran Gang Hwa. Saking gugupnya, Yu Ri menggigiti sedotan minuman. Gang Hwa tertawa melihatnya yang gugup, padahal harusnya, dia yang merasa gugup.
End

Dan kini, Yu Ri benar-benar kembali ada di hadapannya. Saking tidak percayanya, Gang Hwa mencubit pipinya sendiri. Yu Ri juga mencoba mencubit pipi Gang Hwa untuk memastikan kalau semua bukan mimpi.
Yu Ri benar-benar tidak tahu harus menjelaskan bagaimana, memutuskan untuk berpura-pura bodoh karena di dunia ini kan banyak orang yang mirip.

Eh, tapi, Gang Hwa menunjukkan kartu akses RS-nya yang di corat-coret. Gang Hwa menegaskan kalau hanya ada satu orang yang mempunyai kebiasaan mencorat-coret seperti itu, yaitu Yu Ri. Tapi, bagaimana … bagaimana bisa Yu Ri muncul di hadapannya? Apa yang telah terjadi?
--
Seo Woo ternyata sudah ada di rumah bersama Min Jeong. Mereka bahkan menonton tv bersama. Walau nonton tv, Min Jeong merasa cemas.
Flashback
Min Jeong sangat cemas mencari Seo Woo. Saat itu, Gang Hwa kembali dengan menggendong Seo Woo dan ekspresi wajah Gang Hwa sangat terkejut. Min Jeong lega karena Seo Woo ketemu, tapi juga cemas melihat ekspresi wajah Gang Hwa.
Gang Hwa meminta maaf dan berbohong kalau Seo Woo tadi di jemput oleh temannya. Min Jeong ingin tahu teman Gang Hwa yang mana yang dengan lancangnya menjemput Seo Woo tanpa memberitahu mereka?! Gang Hwa tidak memberitahu dan hanya menyuruh Min Jeong pulang bersama Seo Woo, sementara dia harus pergi ke suatu tempat.
End
--

Yu Ri yang tidak tahu harus berkata bagaimana, akhirnya berbohong kalau dia juga tidak ingat apa-apa. Yang dia ingat, saat terbangun, dia sudah berada di rumah duka.
“Saat terbangun, kau ada di rumah duka? Lalu, bagaimana dengan ingatanmu? Sudah empat tahun berlalu. Apa kau menyadarinya?” tanya Gang Hwa, bersemangat.
“Tidak tahu. Aku tak ingat apa pun. Aku ingat saat meninggal. Tapi, ketika terbangun, waktu sudah berlalu.”
“Apa... Bukankah kau seharusnya reinkarnasi? Benar. Itu juga tak masuk akal.”
“Ini maksudku, semua tak masuk akal. Aku bahkan tak percaya. Aku jelas-jelas sudah meninggal. Bagaimana aku bisa hidup kembali? Mungkinkah...”
“Kenapa? Kau ingat sesuatu?” tanya Gang Hwa, antusias.

“Hadiah liburan! Mungkin itu alasannya? Selama 49 hari. Karena di atas sana, aku berlaku seperti tahanan teladan... Maksudku, arwah teladan.”
“Kau mendapatkan hadiah hari libur?” tanya Gang Hwa, masih bingung. Dan diam-diam, Gang Hwa menyembunyikan jarinya yang memakai cincin kawin dengan Min Jeon ke bawah meja.
Yu Ri menjawab asal pada Gang Hwa kalau dia mungkin di berikan hadiah oleh dewa. Gang Hwa bingung. Merasa absurd dengan semua ini.
--
Min Jeong yang khawatir, mengirim pesan pada Gang Hwa, menanyakan apa yang terjadi, tapi Gang Hwa tidak membalas sama sekali.
Akhirnya, Min Jeong bertanya pada Seo Woo, tadi pergi dengan siapa? Bukan bibi pengasuh? Seo Woo dengan polos menjawab kalau dia pergi dengan bibi yang cantik. Setelah itu, Seo Woo tidak mau menjawab lagi dan sibuk menonton tv.
--

Gang Hwa mengoyangkan kakinya dengan cemas. Dia menunggu Yu Ri yang sedang ke kamar mandi. Yu Ri sebenarnya tidak ke kamar mandi, melainkan mencoba untuk kabur diam-diam. Tapi percuma, Gang Hwa terus memperhatikan dan tidak memberikannya kesempatan untuk kabur.
Dia mengejar Yu Ri yang berlari dan dengan sedih, bertanya, kenapa Yu Ri terus kabur? Dia Gang Hwa. Cho Gang Hwa.

Yu Ri sedih melihatnya sebenarnya dan juga rindu. Dia dengan gagap menjelaskan kalau dia hanya terkejut dan tidak ingin semua ini terjadi. Dia bahkan tidak tahu bagaimana keadaan Gang Hwa selama ini dan merasa kalau mereka butuh waktu untuk berpikir. Itu maksudnya.
Gang Hwa percaya dengan ucapan Yu Ri. Karena itu, dia membawa Yu Ri ke hotel dan menyuruh Yu Ri tinggal sementara di sana dan jangan berkeliaran kemanapun. Besok, dia akan kembali lagi. dia juga memberikan kartu kreditnya pada Yu Ri dan menyuruh Yu Ri untuk membeli makanan. Yu Ri berterimakasih atas semua itu dan menyuruh Gang Hwa untuk segera pulang.

Sebelum Gang Hwa pergi, Yu Ri meminta maaf karena sudah membawa Seo Woo pergi tadi. Setelah mengatakan itu, Yu Ri langsung masuk ke dalam kamar hotel. Gang Hwa menatapnya dengan sedih.
--
Gang Hwa sebenarnya masih benar-benar shock dengan semua yang terjadi. Saking bingungnya, dia malah berputar-putar di depan pintu masuk hotel.
--

Yu Ri berbaring di dalam kamar hotel dan terus memarahi dirinya sendiri yang bodoh hingga ketahuan. Tapi, saat melihat tangannya dan kenyataan kalau dia benar-benar hidup, ada sedikit kebahagiaan di dalam diri Yu Ri. Apalagi, saat ingat dia bisa memeluk tubuh Seo Woo tadi dengan erat. Dia bahagia.
--
Hyeon Jeong sedang sibuk memasak untuk para pelanggannya, tapi Geun Sang tiba-tiba datang ke dapur dan masih membahas mengenai Yu Ri yang di lihatnya di rumah sakit tadi. Dia menyimpulkan kalau yang di lihatnya tadi adalah arwah Yu Ri. Dulu, saat masih kecil, bibinya bilang kalau dia punya indera keenam. Hyeon Jeong tidak percaya mendengar ucapannya dan memukulinya untuk tidak asal bicara.
Hyeon Jeong juga memarahi Geun Sang untuk tidak makan makanan yang sedang di makannya untuk para pelanggan. Geun Sang jadi merajuk dan berteriak-teriak kalau dia tidak mau makan dan masakan Hyeon Jeong tidak enak! Mereka bertengkar padahal masih ada para pelanggan.
Masih belum cukup, Geun Sang yang kembali ke kamar, kembali lagi keluar dengan membawa Ha Jun (anak mereka) sambil mengomel kalau Ha Jun terbangun karena Hyeon Jeong. Di depan Ha Jun, Hyeon Jeong bersikap dengan manis. Geun Sang malah bersikap kekanak-kanakan dengan melempari Hyeon Jeong dengan snack sambil menyebutnya kuda nil.

Hyeon Jeong sangat kesal. Dan rasa kesalnya berubah menjadi rasa malu saat sadar kalau para pelanggan melihat pertengkaran mereka. Dengan malu, dia menyuruh mereka untuk lanjut makan dan menjelaskan kalau dia seperti membesarkan 2 orang anak-anak (Geun Sang dan Ha Jun). walau begitu, Geun Sang adalah neuropsikiatri dan pasti sudah gila.
Benar saja, Geun Sang sepertinya sudah gila. Dia masih belum puas mengganggu Hyeon Jeong dan malah kembali melemparinya dengan snack. Habis sudah kesabaran Hyeon Jeong, dia membawa Geun Sang ke dalam kamar dan memukulinya habis-habisan dengan sendok sup.
--

Gang Hwa masih saja ragu dengan penglihatannya hingga dia pergi ke depan kedai Misaeng yang sudah tutup. Hyeon Jeong kebetulan sekali sedang membuang sampah dan melihat tingkah aneh Gang Hwa yang bicara seorang diri.
Hyeon Jeong menasehati Gang Hwa kalau banyak orang yang mirip di dunia ini, jadi Gang Hwa mungkin saja salah melihat. Gang Hwa dengan serius, menegaskan kalau orang yang di lihatnya bukannya sangat mirip dengan Yu Ri. Yu Ri… hidup kembali.
Hyeon Jeong tidak terkejut. Gang Hwa jelas heran melihat reaksinya. Hyeon Jeong tidak terkejut dan menyebut Gang Hwa yang sudah gila.
--

Gang Hwa sudah pulang dan berada di dalam kamar dengan Min Jeong. Min Jeong sedang memakai cream wajah sambil mengajak Gang Hwa bicara memberitahu kalau tangan Seo Woo terluka mungkin karena jatuh. Selama Min Jeong bicara, Gang Hwa tidak mendengarkan sama sekali. Min Jeong tampak marah karena Gang Hwa tidak mendengarkannya.
Gang Hwa meminta maaf karena tidak mendengarkan Min Jeong karena dia sedang ada banyak pikiran. Ada apa? Seo Woo hanya meminta maaf karena sudah membuat Seo Woo hilang tadi. Gang Hwa langsung berkata kalau itu bukanlah salah Min Jeong. Tampaknya, temannya mengenal Seo Woo, jadi, membawanya. Jadi, dialah yang salah karena tidak memberitahu Min Jeong dari awal.
“Siapa temanmu itu?” tanya Min Jeong.
Gang Hwa gugup menjawab, hanya teman dan akan memperkenalkannya dengan Min Jeong lain waktu. Gang Hwa kemudian mengalihkan dengan mengajak tidur karena hari sudah larut.
Min Jeong jelas seamkin curiga padanya. Ekspresi Min Jeong benar-benar aneh.
Di saat mereka mau tidur, ponsel Gang Hwa malah bergetar karena banyaknya pesan notifikasi mengenai penggunaan kartu kredit. Gang Hwa langsung memeriksa pesannbya dan Min Jeong ikut melihat. Ada banyak pesan transaksi mengenai pembelian makanan melalui kartu kredit.
Gang Hwa gugup dan berujar kalau itu semua adalah ulah para junior-nya. Dia memberikan kartu kreditnya pada junior-nya untuk mereka gunakan saat shift malam dan tampaknya, mereka membeli terlalu banyak makanan karena sangat lapar. Min Jeong diam saja, tapi dari ekspresinya, dia tidak percaya sama sekali dengan ucapan Gang Hwa.
--
Di hotel, para karyawan terkejut melihat tukang antar makanan yang terus datang untuk mengantarkan makanan Yu Ri.

Wow… Yu Ri menata semua makanannya di atas meja tamu kamar hotel. Ada banyaaaak sekali. ada pizza, chicken, jajangmyeon, bossam, ramyeon dan masih banyak lagi. Yu Ri sangat senang melihat semua makanan itu dan mulai makan dengan sangat lahaaaap.
Tidak lupa, minumannya adalah bir.
Dan untuk hal terakhir, adalah menonton drama. Pokoknya, Yu Ri memastikan untuk tidak tertidur karena semua akan sia-sia kalau dia tidur (maksudnya, dia tidak mau melewatkan seharipun).
Flashback
Saat masih jadi arwah, Yu Ri selalu numpang nonton drama di rumah Gang Hwa. Lagi asyik nonton, Min Jeong malah menukar channel menjadi berita. Yu Ri protes karna saat itu lagi seru-serunya adegan. Dia memohon untuk di putar lagi ke channel drama, tapi percuma, tidak ada yang bisa melihat dan mendengar suaranya.

Tidak hanya itu, dia malah melihat Gang Hwa dan Min Jeong yang makan ayam dan minum bir. Tessss…. Yu Ri sampai ngences melihat itu semua.
End
Dan kini, Yu Ri hendak membalaskan semua keinginan sederhana yang tidak bisa di lakukannya selama menjadi arwah. Makan dan minum bir sambil menonton drama.
Dan pada akhirnya, Yu Ri tertidur di depan TV.
--

Para hantu di rumah duka juga sedang menonton acara TV yang menayangkan acara masak. Mereka sangat ngiler membayangkan rasa-rasa makanan tersebut. Arwah Park Hye Jin (yang bunuh diri) sampai berkhayal kalau bisa kembali ke masa lalu, dia tidak akan menyisakan ayam goreng dan menghabiskannya sebelum mati. Arwah nenek Jung Gwi Soon langsung mengomelinya yang kalau bisa kembali ke masa lalu dan makan ayam, makan jangan mati bunuh diri lagi.
Arwah Sung Mi Ja mengomel karena zaman terus berkembang dan makanan juga menjadi semakin enak, tapi, kenapa makanan untuk upacara peringatan kematian selalu sama. Selama 54 tahun dia mati, dia selalu makan makanan yang sama.
Lagi curhat, arwah ayah mertua Ny. Sung malah memanggilnya dan memarahinya karena teriak-teriak. Arwah ny. Sung sangat sopan pada ayah mertuanya itu.
Melihat itu, arwah nenek Jung langsung mengomel kasihan karena arwah ayah mertua ny. Sung terus saja mengganggu ny. Sung walau sudah meninggal. Harusnya, ganggu anaknya, jangan mertuanya itu.
Arwah nenek Jung kemudian khawatir karena Yu Ri masih belum terlihat juga. Arwah Nn. Park juga jadi khawatir dan bertanya apa keluarga arwah tn. Jang tidak melihat Yu Ri? Keluarga Jang langsung berbohong kalau mereka tidak melihat Yu Ri. Hahaaha, padahal waktu itu mereka sampai sudah kejar-kejaran dengan Yu Ri.
--
Yu Ri terbangun. Dan begitu bangun, yang di ingatnya adalah waktu 49 harinya kini hanya tersisa 47 hari lagi. Dan dia ingin memanfaatkan waktunya untuk membuat Seo Woo tidak bisa melihat arwah lagi. Hal pertama adalah dengan menuntaskan arwah anak kecil yang ada di TK Seo Woo, yang sering mengajak Seo Woo bermain.
--

Dr. Jang memanggil Geun Sang dan Gang Hwa ke ruangannya. Secara tegas, dr. Jang menyuruh Gang Hwa untuk menjalani pengobatan untuk mengatasi fobia-nya terhadap ruang sempit terutama kamar bedah. Bagaimanapun, Gang Hwa adalah dokter dan tidak masuk akal kalau Gang Hwa tidak bisa masuk ruang bedah. Geun Sang setuju akan hal itu.
Dr. Jang stress karena hal ini sudah sampai ke komite di siplin juga. Gang Hwa takut juga.
Tapi… walau begitu, dia malah melepas jas dokternya dan memberikannya pada Geun Sang. Geun Sang kaget mengira Gang Hwa hendak mengundurkan dir.
Deeng!! Bukan. Gang Hwa hendak pulang sekarang karena dia sudah tidak ada pasien lagi. Geun Sang mengejarnya sambil menyebutnya gila.
dr. Jang sampai bengong melihat kedua juniornya yang tidak peduli sama sekali pada amarahnya.
Geun Sang penasaran dengan sikap aneh Gang Hwa dan mau tahu dia hendak kemana? Gang Hwa tidak mau memberitahu karena Geun Sang juga tidak akan percaya. Dia kemarin memberitahu istri Geun Sang (Hyeon Jeong) dan nyaris di pukul. Geun Sang meminta Gang Hwa untuk memberitahunya karena dia akan percaya pada Gang Hwa, apapun itu.
“Yu Ri kembali hidup.”
Geun Sang tidak percaya. Mengira Gang Hwa gila dan sakit. Gang Hwa sudah menduga reaksi itu dan langsung pergi saja.
--
Arwah keluarga Jang sedang mengikuti Pil Seung (anak mereka yang masih hidup) hingga ke hotel. Sambil menunggu Pil Seung keluar kamar hotel, mereka membicarakan mengenai Yu Ri. Arwah ny. Jang tidak ingin siapapun mengetahui mengenai Yu Ri dan mereka harus bisa menemukan Yu Ri duluan untuk meminta bantuan. Itu karena, jika banyak arwah yang tahu kalau Yu Ri bisa melihat dan berkomunikasih dengan mereka, mereka pasti akan meminta bantuan Yu Ri. Jika hal itu terjadi, mereka akan kesulitan meminta bantuan dari Yu Ri.
Lagi asyik berbincang, mereka melihat Pil Seung yang sudah keluar dari kamar hotel. Mereka langsung mengerubunginya dan bicara panjang lebar pada Pil Seung. Pil Seung tidak bisa mendengar mereka dan bergegas ke kamar mandi karna sakit perut. Dan mereka masih tetap mengikutinya.
--
Gang Hwa buru-buru pergi ke hotel untuk menemui Yu Ri.
Di saat yang sama, Yu Ri juga baru keluar dari kamar hotelnya. Di hotel yang di tinggalinya itu, ada banyak sekali arwah dan Yu Ri harus berpura-pura tidak bisa melihat mereka semua. Sial! Ternyata arwah keluarga Jang juga ada di hotel tersebut.

Begitu melihat Yu Ri, mereka langsung mengerubunginya untuk meminta bantuan untuk anak mereka Pil Seung. Yu Ri berusaha keras mengabaikan mereka, tapi arwah ny. Jang langsung menangis sedih sambil memanggil nama Pil Seung. Yu Ri jadi tidak tega.
Bantuan apa yang mereka minta untuk Pil Seung?
--
Pil Seung ada di dalam toilet dan tampak stress. Kenapa? Itu karena….


Dia habis boker, tapi ternyata tissue toilet habis. Dia tidak bisa menyeka dan tidak bisa keluar kamar mandi jadinya. Sudah hampir putus asa, Pil Seung hendak menyeka menggunakan kaus kaki-nya, tapi dia tidak sanggup. Pil Seun bahkan hampir memutuskan untuk membuka tong sampah yang berisi tissue bekas. Tapi, tetap tidak sanggup.
Wusssh!!!


Di saat putus asa itu… tiba-tiba… muncul secercah harapan! Sebuah gulungan tissue terjatuh dari atas, menuju tempatnya. Pil Seung merasa sangat bersyukur. Hahahha.
“Seka yang benar! Sampai bersih. Seka sampai bersih,” terdengar suara wanita berteriak dari luar. Suara Yu Ri.
Habis sudah. Pil Seung merasa malu.
Begitu selesai, Pil Seung segera keluar untuk melihat siapa yang menolongnya. Tapi, ada terlalu banyak orang, dan Pil Seung tidak tahu siapa.
Yu Ri sudah keluar dari hotel sambil terus di ikuti arwah keluarga Jang yang berterimakasih atas bantuannya.


Post a Comment

Previous Post Next Post