Monday, March 9, 2020

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 05-1

1 comments

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 05-1
Images by : TvN

Prolog,
Gang Hwa dalam perjalanan menuju kampus menggunakan kereta bawah tanah. Kebetulan, kereta sedang penuh dan Gang Hwa tidak kebagian tempat duduk. Jadi, sambil tegak, dia sambil tidur karena sangat mengantuk. Secara kebetulan, yang duduk di depannya adalah Min Jeong.
Min Jeong memperhatikan Gang Hwa yang tidur sambil berdiri dan berpegangan pada pegangan kereta. Pas sekali, kereta akhirnya berhenti di stasiun Universitas Dongsung. Min Jeong membereskan barangnya dan bersiap untuk turun. Gang Hwa masih belum sadar dan masih saja tidur. Dia tersadar saat seseorang tanpa sengaja mendorongnya hingga dia terjatuh ke hadapan Min Jeong. Gang Hwa panik karena ini adalah stasiun-nya, jadi dia langsung bergegas keluar tanpa sadar kalau tas-nya terlepas dan tertinggal di pangkuan Min Jeong.
Min Jeong mengejarnya, tapi Gang Hwa sudah pergi begitu saja dan tidak mendengarkan teriakannya. 
--
Min Jeong akhirnya terus membawa tas Gang Hwa hingga ke kampus. Temannya jelas heran melihat Min Jeong sampai membawa dua tas. Min Jeong menjelaskan kalau tas itu di temukannya di kereta. Apakah harusnya dia meninggalkannya saja di kereta?
Umur panjang, dia malah melihat Gang Hwa yang sedang berbincang dengan prof. Jang. Dan Gang Hwa memang tampak seperti orang bodoh, tapi itu malah membuat Min Jeong tertawa. Prof. Jang menagih tugas laporan Gang Hwa. Gang Hwa merasa tenang saja karena dia sudah mengerjakannya. Pas mau memberikan tugasnya itu, Gang Hwa baru sadar kalau tas-nya tidak ada. Dia malah bingung sendiri tas-nya kemana karena dia ingat membawa tas saat berangkat, tapi kemana hilangnya?
Di saat itulah, dia baru melihat tas-nya yang ada pada Min Jeong. Min Jeong mengembalikan tas-nya dan tersenyum. Tampak, Min Jeong menyukai Gang Hwa.
Ada beberapa saat seperti itu. Saat kebetulan yang terjadi begitu saja berubah menjadi takdir yang di lebih-lebihkan.
Min Jeong yang menyukai Gang Hwa, suatu hari memutuskan akan menyatakan perasaannya pada Gang Hwa. Teman-teman Min Jeong menasehatinya karena Gang Hwa di kenal sebagai mahasiswa bodoh. Kemarin saja, Gang Hwa salah memakai sepatu dan sekarang, Gang Hwa yang sedang berjalan di depan mereka, tidak menutup tas-nya dengan benar. Min Jeong benar-benar menyukai Gang Hwa, malah berujar kalau itulah daya tarik Gang Hwa. Dan juga, genius yang sesungguhnya justru terlihat bodoh.
Mau apapun perkataan temannya, Min Jeong sudah menguatkan diri untuk menyatakan cintanya hari ini. Dengan percaya diri, sambil membawa sekotak cokelat, Min Jeong berjalan menghampiri Gang Hwa. Belum sempat dia memanggil, dia malah mendengar pembicaraan Gang Hwa dengan teman-temannya, yang membahas mengenai pacar Gang Hwa, Cha Yu Ri.
Min Jeong patah hati. Dia tidak jadi menyatakan perasaannya dan pergi begitu saja.
Tapi, takdir yang di lebih-lebihkan tadi, dapat berubah kembali menjadi sebuah kebetulan.
--



Beberapa tahun berlalu,
Min Jeong sudah menjadi perawat dan bekerja di rumah sakit yang sama seperti Gang Hwa. Dia bahkan melihat Gang Hwa yang menatap sedih bayi yang ada di bangsal anak, dan kemudian berjalan pergi begitu saja. Min Jeong melihat identitas bayi yang tertulis, orang tua : Cha Yu Ri, Cho Gang Hwa.
-Episode 05-
Setiap momen ketika kesempatan berubah menjadi takdir

Hyeon Jeong benar-benar terkejut melihat Cha Yu Ri berdiri di hadapannya. Dia sampai menjatuhkan kantong belanjaannya. Yu Ri juga bingung harus bagaimana karena tidak menyangka akan kepergok seperti ini. Min Jeong jadi teringat dengan belut bakar yang di terimanya entah dari siapa, notifikasi di facebook kalau Cha Yu Ri menyukai postingannya dan juga ucapan Gang Hwa tempo hari kalau Yu Ri kembali hidup.
--
Geun Sang juga sedang ketakutan di rumah setelah melihat Cha Yu Ri terekam CCTV. Dia berusaha menenangkan dirinya dan menyakinkan diri kalau tidak ada yang namanya hantu. Tidak ada. Wusssh. Tapi, Cha Yu Ri memang ada terekam di CCTV. Hantu itu ada.

Begitu Hyeon Jeong pulang, Geun Sang langsung menghampirinya dan memberitahu kalau Yu Ri… belum sempat dia mengatakannya, dia malah melihat di belakang Hyeon Jeong ada Yu Ri. Geun Sang benar-benar ketakutan apalagi saat Yu Ri melambaikan tangan padanya.
Geun Sang terus berteriak meminta maaf dan berjalan masuk ke dalam kamar, kemudian menutup pintunya dengan rapat.
Hyeon Jeong berbalik menatap Yu Ri. Perasaan terkejut dan bingungnya, berubah menjadi

perasaan sedih. Dia memeluk Yu Ri dengan erat dan menangis. Yu Ri balas memeluknya dan menangis. Mereka saling merindukan.
--

Gang Hwa ada di ruangan kantornya. Dia tampak seperti orang linglung karena bukannya membuat laporan atau apapun, dia malah merobek-robek kertas. Gang Hwa kemudian terpikir sesuatu dan kemudian mengetik di mesin pecarian : Kasus orang mati hidup kembali. Di banyaknya artikel  yang keluar, ada satu artikel dengan judul : Temanku yang wafat hidup kembali! Gang Hwa terkejut karena ada orang yang mengalami hal yang sama. Gang Hwa langsung meng-klik artikel tersebut dan isinya : Kau sangat bodoh telah melihat ini. Wkwk, Gang Hwa jadi kesal karena sudah tertipu.
Lagi kesal, dia malah mendapat sms dari Geun Sang yang isinya : Semua omong kosongmu ternyata benar. Gang Hwa langsung bergegas pulang tanpa membereskan ruangannya lagi.

Saat keluar ruangan, dua orang suster yang bertugas, langsung menghalanginya karna Gang Hwa sudah ada janji dengan dr. Jang. Dengan entengnya, Gang Hwa menyuruh mereka berbohong pada dr. Jang kalau dia sudah menunggunya terlalu lam.
Mereka jadi kasihan pada dr. Jang. Padahal Gang Hwa sedang di hukum, tapi sikapnya terlalu santai untuk ukuran orang yang sedang di hukum.

Sedetik kemudian, dr. Jang datang. Dia memeriksa ruang kerja Gang Hwa dan kosong. Dia mengira kalau Gang Hwa pergi ke toilet, tapi para suster memberitahu kalau Gang Hwa pulang. Saking kesalnya, dr. Jang sampai jatuh ke lantai. Para suster sampai panik dan berusaha menenangkannya.
--

Semua berkumpul di kedai Misaeng (Hyeon Jeong, Geun Sang, Yu Ri dan Gang Hwa). Geun Sang masih percaya tidak percaya hingga dia berusaha menyentuh Yu Ri. Hyeon Jeong sampai harus memukuli tangannya. Untuk mengetest, Geun Sang bertanya berbagai hal, dan Yu Ri bisa menjawabnya dengan benar. Dia jadi yakin kalau yang ada di hadapannya, memang adalah Yu Ri.

Gantian Hyeon Jeong yang bertanya, apa benar Yu Ri tidak ingat apapun? Yu Ri masih berbohong kalau dia tidak ingat apapun. Geun Sang tidak percaya karena bibinya bilang kalau seseoran meninggal maka akan jadi arwah. Panik, Yu Ri membantah dan bahkan berujar tidak pernah melihat arwah.
Hyeon Jeong mengajak Yu Ri untuk pergi menemui ibu Yu Ri. Tapi, Yu Ri menolak dan beralasan kalau jantung ibunya sangat lemah. Jadi, tolong rahasiakan mengenai dirinya jika bertemu dengan ibunya. Walau bingung, semua setuju saja. Hyeon Jeong menyuruh Yu Ri untuk pindah ke tempatnya dan tidak tinggal di hotel. Yu Ri yang merasa tidak enak.


Yu Ri bahkan memarahi mereka yang bersikap seperti ini. Dia memohon pada mereka untuk memberikannya waktu sendiri selama 49 hari. Setelah itu, dia akan memutuskan mau pergi ke rumah ibunya atau tidak. Dan juga, dia awalnya ingin terus bersembunyi karna takut mereka akan khawatir seperti ini. Tapi, dia malah ketahuan. Karena itu, dia memohon agar mereka tidak khawatir padanya.
Hyeon Jeong mengerti. Dia bahkan berujar kalau Yu Ri boleh melakukan apapun yang Yu Ri inginkan. Dia memeluk Yu Ri dengan erat dan berterimakasih karena sudah kembali.
Geun Sang dan Gang Hwa keluar untuk berbincang sembari memberikan waktu untuk Hyeon Jeong dan Yu Ri. Geun Sang merasa bersalah karena mengira kalau Gang Hwa sudah gila belakangan ini. Dia saja terkejut dengan hal ini. Justru akan lebih gila jika Gang Hwa bersikap biasa saja.
“Aku harus bagaimana?” tanya Gang Hwa, linglung.
“Jangan tanya aku. Aku tak tahu. Seluruh negeri ini tak tahu. Bahkan alam semesta. Ini kejadian yang tidak masuk akal. Ini sungguh... Bagaimana dengan Min-jeong? Apa dia tahu?”
“Dia sudah lihat.”
“Apa?! Kau kenalkan mereka? "Ini istriku, ini mendiang istriku." Astaga. Kau gila?” marah Geun Sang.
“Aku tidak sebodoh itu! Mereka tak sengaja bertemu di TK. Min-jeong hanya merasa mereka mirip. Dia tahu Yu-ri dari foto.”
“Benar. Meskipun kau bilang, dia tak akan percaya. Tunggu. Tapi, bukankah kita seharusnya memberi tahu dia?”
“Apa setelah itu? Jika dia tanya tanggapanku, aku harus jawab apa? Aku harus jawab apa? Dengan keputusanku saja, hanya membuatnya terlihat gila sepertiku,” jawab Gang Hwa, kesal.
“Benar juga. Cukup satu yang gila, tak perlu keduanya. Sesuai kata Yu-ri, kau lebih baik jangan melakukan apa pun. Tidak ada yang bisa kau lakukan. Yu-ri juga meminta kita menunggu selama 49 hari, 'kan? Lihat saja bagaimana nanti,” balas Geun Sang. “Seharusnya kita senang,  tapi kenapa terasa ganjil? Aku merasa bersalah,” gumam Geun Sang,
Geun Sang mengajak Gang Hwa masuk. Tapi, di dalam, Hyeon Jeong dan Yu Ri masih terus berpelukan sambil menangis terisak-isak.
--
Akhirnya, Gang Hwa mengantarkan Yu Ri kembali ke hotel. Sepanjang jalan, Gang Hwa menanyakan keadaan Yu Ri. Yu Ri hanya menghela nafas saja. Gang Hwa akhirnya mengalihkan dengan membahas Hyeon Jeong yang terus menangis dan pasti merasa senang sekali bertemu Yu Ri.
“Hyeon-jeong sangat merindukanku. Dia menangis setiap hari,” ujar Yu Ri.
Gang Hwa terkejut, darimana Yu Ri bisa tahu hal itu? Yu Ri langsung berbohong kalau dia tahu karena melihat dari medsos. Hyeon Jeong banyak meninggalkan postingan di profilnya dan berkata merindukannya. Jadi, dia mengetahuinya.
Gang Hwa jadi sedih. Dia berujar kalau setidaknya, Hyeon Jeong bisa menyambut Yu Ri.
Gang Hwa teringat saat pertama kali melihat Yu Ri di malam itu, tapi dia hanya lewat begitu saja. Kemudian, saat melihat Yu Ri bersama Seo Woo, dia hanya terkejut. Dia merasa menyesal karena tidak bisa menyambut Yu Ri dan terus saja merasa terkejut. Yu Ri memandangya dengan sedih.
Flashback
Saat di hotel,
Yu Ri terus saja mendapat telepon dari resepsionis yang bertanya ini itu sepanjang malam.
Esok harinya, saat mengembalikan kunci, Yu Ri akhirnya bertanya pada resepsionis, apakah ada masalah dari kamar lain kemarin? Soalnya kamarnya terus di hubungi. Resepsionis meminta maaf dan mejelaskan.
Dia melakukan itu karna sepanjang malam, Gang Hwa terus saja bolak balik dan menyuruhnya menelpon ke kamar Yu Ri, untuk memastikan kalau Yu Ri ada. Dia takut kalau Yu Ri akan tiba-tiba menghilang.
End
Yu Ri tahu ketakutan Gang Hwa. Karena itu, dia tidak tahu harus berkata apa.
Yu Ri meminta Gang Hwa untuk menurunkannya saja di halte bus.
--
Hyeon Jeong dan Geun Sang minum bersama. Geun Sang yakin kalau Yu Ri pasti menyembunyikan sesuatu. Karena tidak masuk akal Yu Ri tidak mau pulang ke rumah. Orang tua Yu Ri pasti merasa bahagia hingga pingsan. Hyeon Jeong sependapat, tapi Yu Ri sudah meminta mereka untuk menunggu selama 49 hari untuk memikirkannya.
Geun Sang merasa hal itu lebih aneh lagi. Kenapa bukan satu atau dua bulan malah 49 hari? Itu menakutkan. Apa Yu Ri akan menghilang setelah 49 hari? Yu Ri datang tiba-tiba dan bisa saja menghilang tiba-tiba juga. Hyeon Jeong mau marah tapi apa yang di katakan Geun Sang ada benarnya.
--

Ibu menerima hadiah rumput laut dari tetangga-nya yang baru pulang liburan. Ibu berterimakasih atas hadiah itu, tapi wajahnya terlihat sedih.
Ibu membawa masuk rumput laut itu dan meninggalkannya begitu saja di atas meja makan. Yeon Ji jelas heran melihat sikap ibunya dan memeriksa hadiah yang ibuny terima. Dia pun jadi ikutan kesal.
Di dalam kamar, ibu berusaha menghilangkan rasa sedih dan kesal dengan bermain kartu melalui aplikasi game ponsel.
Diluar rumah, Yu Ri memandanginya dari jendela. Dan diam-diam, Gang Hwa mengikutinya dari belakang.
--
Min Jeong berusaha mencari foto Yu Ri. Dia memeriksa buku investasi saham, dimana Gang Hwa biasa menyembunyikan foto Yu Ri di sana, tapi tidak ada. Min Jeong masih kepikiran dengan orang mirip Yu Ri yang di lihatnya di TK Seo Woo tadi.

Bibi pembantu memanggil Min Jeong untuk pamit pulang. Jadi, Min Jeong mengantarkannya ke depan pintu dan berterimakasih atas bantuannya. Bibi merasa tidak masalah karna dia datang sekali sepekan tapi rumah bersih sekali. Kalau rumah lain, pasti sangat berantakan. Suami suka memberantaki barang dan istri yang membersihkan semuanya. Tapi, rumah ini berbeda, karena Gang Hwa mengerti tanpa harus di beritahu dan selalu menaruh barang di tempat awal. Sangat rapi. Tapi, itu jadi membuat kita terkadang sedih karena tidak perlu melakukan apapun.
Min Jeong hanya tersenyum. Tapi, benar, dia merasa sedih.
--

Esok hari,
Min Jeong menyiapkan bekal untuk Seo Woo. Saat melihat Gang Hwa keluar kamar, dia mengatakan apa yang Gang Hwa perlukan? Gang Hwa langsung menjawab tidak perlu apapun dan tidak perlu repot. Dia juga hanya perlu sarapan dengan minuman energi, jadi tidak perlu menyiapkan apapun.
“Foto ibunya Seo-woo di rak buku...,” bahas Min Jeong.
“Foto? Ada apa dengan foto?”
“Aku hanya penasaran karena fotonya menghilang.”
“Itu... Aku hanya... Foto itu...,” bingung Gang Hwa, hendak berbohong seperti apa.
“Tidak apa, tidak perlu menjelaskannya. Aku hanya penasaran, dan ingin melihatnya.”
Min Jeong kemudian mengalihkan dengan membahas cuaca hari ini yang katanya akan turun salju malam nanti. Jadi, dia mengambilkan payung untuk Gang Hwa bawa. Eh, tapi, Gang Hwa malah sudah menyiapkan payung sendiri. Tanpa berkata apapun, Gang Hwa pamit berangkat kerja.
Tampak kalau wajah Min Jeong merasa sedih.

Min Jeong lanjut menyiapkan kotak bekal untuk Seo Woo. Tapi, pas mau masukkan ke dalam tas Seo Woo, dia mendengar ada suara aneh. Jadi, Min Jeong membongkar isinya dan ternyata ada banyak sekali kacang merah di dalam tas itu.
--

Yu Ri pagi-pagi sudah tiba di TK dan belum ada siapapun. Apa yang dilakukan Yu Ri? Dia mengusir semua arwah yang ada di TK  itu dengan melempari mereka menggunakan kacang merah. Para arwah tentu menjerit kesakitan.
Semua arwah akhirnya berkumpul di depan TK untuk di sidang Yu Ri. Mereka tidak terima karena di usir padahal mereka sudah lama di sana. Yu Ri tidak peduli dan hanya memberi perintah kalau mulai sekarang, tidak ada arwah yang boleh masuk ke dalam TK itu.
Para arwah itdak mau. Apalagi, Yu Ri kan tidak bisa mengusir awah. Mereka sudah duluan ada di sini sebelum Yu Ri datang.
Syaat! Yu Ri akhirnya mengeluarkan jimat yang di dapatnya dari Midongdaek. Dia mulai berujar sok bijak kalau dia sebenarnya ingin mengakhiri semua dengan baik-baik melalui cara musyawarah. Tapi, sepertinya…
--
Midongdaek sedang melakukan ritual di rumahnya. Eh, tapi lonceng pengusir arwah-nya menghilang.
--

Lonceng itu di curi oleh Yu Ri. Dia menggunakan lonceng itu untuk melemparkan para arwah itu ke atas pohon. Para arwah jadi mengira Yu Ri adalah dukun dan memohon di turunkan. Mereka juga bersedia untuk pergi dari TK itu. Yu Ri jelas senang.
Eh, tapi tingkah anehnya itu di lihat oleh para staff TK yang baru tiba. Kepala dapur bahkan mengomentari sikap aneh Yu Ri. Di tambah lagi, kenapa Yu Ri terus melemparkan kacang merah yang di gunakan anak-anak untuk bermain? Yu Ri langsung berkata akan pergi membeli kacang merah untuk menggantinya.
--

Yu Ri membeli dua bungkus kacang merah dan dalam perjalanan kembali ke TK. Tapi, dia malah berhenti di depan toko yang menyediakan mesin capit boneka. Dia ingin mendapatkan boneka pink yang ada di mesin itu untuk Seo Woo.

Kebetulan, di dalam, ada seorang pria yang terus memainkan mesin itu dan mendapatkan banyak sekali boneka. Yu Ri jadi semakin bersemangat untuk mencoba. Walau berkali-kali di coba, Yu Ri selalu gagal. Uangnya yang tadinya ada banyak sekarang hanya tersisa 3.000 won.

Eh, tapi pria itu mendapatkan boneka yang di inginkannya. Karenanya, dia menawarkan untuk membeli satu boneka dari pria itu dengan harga 3.000 won. Pria itu adalah Jang Pil Seung. Pria itu bersedia menjual, tapi dia tidak mau menjual boneka yang Yu Ri inginkan. Mereka jadi saling berdebat.
Akhirnya, Yu Ri meminta bantuan pria itu untuk membantu mendapatkan boneka yang di inginkannya dari mesin capit.  
Arwah keluarga Pil Seung sedang mencarinya dan akhirnya menemukannya yang sedang membantu Yu Ri mengambilkan boneka di mesin capit. Uang Yu Ri sisa 1000 won, jadi dia memperingati Pil Seung dengan sangat untuk tidak gagal lagi. Pil Seung protes karena dia kan sudah bilang tidak mengambil boneka pink itu karna posisinya sulit, boneka naga warna hijau yang paling mungkin berhasil. Yu Ri tidak mau dan ngotot tetap mau yang pink.
Uang di masukkan. Uang terakhir. Tombol sudah tinggal di tekan Pil Seung.

Arggr!! Yu Ri berteriak kaget karena kemunculan keluarga Pil Seung yang tiba-tiba. Karena teriakannya, Pil Seung jadi meleset menekan tombol. Daripada itu, Pil Seung lebih takut karena Yu Ri bicara sendiri.

Yu Ri lebih kaget saat akhirnya ingat kalau pria di hadapannya adalah Pil Seung. Dia tidak menyangka karena antara ayah ibu bisa menghasilkan Pil Seung. Apa terjadi mutasi genetik? Pil Seung bingung dengan ucapannya.
Arwah keluarga Pil Seung memohon agar Yu Ri membantu mereka untuk memasakkan makanan nasi untuk Pil Seung. Itu permintaan terakhir mereka. Akhir-akhir ini, Pil Seung hanya makan mie instan dan roti. Jika terus begitu, Pil Seung bisa mati muda.
Karena itu, Yu Ri menawarkan untuk memasakann makanan untuk Pil Seung sebagai gantinya, Pil Seung harus membayar masakannya dengan boneka pink itu. Pil Seung tidak mau dan bahkan berkata tidak butuh makan.
Karena negosiasi gagal, Yu Ri memutuskan untuk mencuri boneka dan langsung kabur. Sial! Yu R lupa kalau dia tidak bisa menembus pintu lagi, jadinya, dia menabrak pintu dan jadi mimisan.
--
Yu Ri berada di taman. Dia menyumpal lubang hidungnya dengan kapas. Dia merasa sangat malu sekali. Tapi, arwah keluarga Pil Seung tetap mengikutinya. Di pangkuan Yu Ri ada boneka naga warna hijau. Arwah keluarga Pil Seung menertawainya yang benar-benar jadi manusia karena bisa berdarah dan juga kenapa mencuri boneka dari anaknya?
Flashback
Bukannya menolong Yu Ri yang mimisan, Pil Seung malah mengambil kembali bonekanya dan menggantinya dengan boneka naga hijau. Yu Ri mau tidak mau menerimanya, daripada tidak dapat sama sekali.
End
“Sudah dewasa kenapa suka boneka warna merah muda? Dia mesum?” gerutu Yu Ri.
“Tidak! Pil-seung itu jantan. Pria sejati. Kami sudah melihatnya,” protes arwah kakak Pil Seung.
Arwah ibu Pil Seung memohon Yu Ri untuk membantu mereka. Jika Yu Ri ketahuan sama arwah di rumah duka, Yu Ri pasti akan sangat sibuk mendengarkan permintaan mereka selama sisa 44 hari ini. Yu Ri kesal karena keluarga Pil Seung benar-benar sangat keras kepala.

Yu Ri jadi marah saat mereka mengancam akan mengikuti Seo Woo jika Yu Ri tidak membantu. Karena marah, Yu Ri akhirnya mengeluarkan lonceng Midongdaek yang di curinya.
Eh, Midongdaek muncul dan merebut kembali loncengnya.



1 comment:

  1. Gambar menyusul besok malam (senin, 09.03.20) 🙏🙏🙏🙏 soalnya masalah jaringan

    ReplyDelete