Monday, March 9, 2020

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 05-2

1 comments

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 05-2
Images by : TvN
Akhirnya, Midongdaek membawa Yu Ri ke rumah duka. Semua arwah di sana, tentu heran karena Yu Ri menjadi manusia. Tujuan Midongdaek membawa Yu Ri ke sana untuk memperingati mereka untuk tidak mengganggu Yu Ri, karna Yu Ri sudah sama seperti dukun dan tidak bisa ikut campur dalam kehidupan arwah maupun manusia.

Arwah Geum Jae tidak terima karna dia juga mau di adili dan menjadi manusia. Dia protes dan mengumpati Dewa. Tapi, tidak ada reaksi. Midongdaek berujar kalau Geum Jae sudah terlalu sering mengumpat, jadi Dewa juga tidak akan sadar kalau itu umpatan.
--
Para arwah tua berkumpul untuk bicara pada Yu Ri dan Midongdaek. Mereka kasihan pada Yu Ri dan merasa kalau pasti ada makna dari semua ini. Midongdaek juga tahu itu, tapi, setiap dia bertanya dalam doa, Dewa tak pernah menjawabnya.
“Kau sudah mengunjungi ibumu?” tanya Midongdaek.
“Tidak. Aku tak bisa mengunjunginya.”
“Kenapa? Seharusnya kau mengunjunginya dari awal. Tak ada yang merindukanmu melebihi ibumu. Kenapa? Kau takut ibumu pingsan melihatmu?”
“Bukan begitu. Aku akan menghilang setelah mengembalikan Seo-woo seperti semula. Untuk apa aku menemuinya? Aku hanya akan memberi harapan palsu.”
“Astaga. Bisakah kau cari saja tempatmu, dan hidup kembali?”
“Tidak. Manusia atau arwah tak boleh serakah, tak akan ada habisnya! Aku hanya ingin Seo-woo tak bisa melihat arwah, dan tumbuh dengan baik,” jawab Yu Ri, bijak.
--


Min Jeong membawa Seo Woo untuk mendaftar tes di sekolah international. Guru sekolah itu menunjukkan gambar buaya dan menanyakan ejaan awal buaya pada Seo Woo. Tapi, Seo Woo hanya diam dan terus menatap ke bawah. Walaupun Min Jeong menyuruhnya menjawab, Seo Woo tetap diam saja.
“Kami tak bisa menilai kemampuan berbicaranya karena dia tidak berbicara sama sekali. Kalau seperti ini, jangankan sekolah bergengsi, sekolah biasa pun akan sulit baginya,” jelas guru.
“Baiklah.”
“Bu. Apa biasanya kau suka berbicara dengan Seo-woo?”
“Kami bicara jika diperlukan. Kenapa?”
“Sebelum umur enam tahun, dibandingkan menghafal sangat penting untuk berkomunikasi dengan ibu. Supaya anak bisa banyak berbicara,” ajurkan guru.
--

Min Jeong membawa Seo Woo ke toko es krim. Dia bertanya pada Seo Woo, apakah es krim-nya enak? Seo Woo menjawab : “eum.” Dan pembicaraan berhenti.
Sementara itu, di meja lain ada ibu dan anak lain juga. Ibunya bertanya apakah rasanya enak? Anaknya menjawab antusias. Ibu itu terus bertanya sebesar apa rasa enaknya? Dan pembicaraan menjadi sangat panjang. Anak itu juga sangat antusias.
Melihat itu, Min Jeong jadi sedih.
--


Malam hari,
Yu Ri dan Hyeon Jeong membeli banyak sekali makanan instan dan makan bersama di depan minimarket. Yu Ri sangat senang karena minimarket sudah seperti restoran dan punya banyak sekali makanan.
“Ibu tiri Seo-woo... Kau tak penasaran dia orang seperti apa?”
“Tidak penasaran.”
“Kenapa? Kupikir kau akan sangat penasaran mengenai itu.”
“Karena aku tahu dia seperti apa.”
“Kau tahu?”
“Orang yang baik. Dia orang yang baik. Benar?”
“Ya, benar. Orang yang baik,” ujar Hyeon Jeong.
Saat mau makan, Yu Ri tiba-tiba berdiri dan langsung bersembunyi, membuat Hyeon Jeong terkejut. Dan ternyata, itu karena Min Jung datang ke minimarket.

Min Jeong datang untuk membeli soju, karna soju di rumah habis. Waktu jadi arwah, Yu Ri sering melihat Min Jeong, diam-diam meminum soju yang sudah di sembunyikan di dalam lemari. Min Jeong hanya akan minum setelah Seo Woo tidur dan Gang Hwa tidak ada.
Niat Min Jeong adalah membeli soju, tapi dia menukarnya menjadi sekaleng bir karna ada Hyeon Jeong. Min Jeong heran melihat Hyeon Jeong yang makan seorang diri. Hyeon Jeong juga gugup dan takut. Sementara, Yu Ri masih terus bersembunyi sambil memperhatikan.

Min Jeong siap belanja. Dia tidak langsung pulang dan duduk di meja yang sama dengan Hyeon Jeong.
“Tampaknya kau tak punya teman minum. Biasanya orang akan minum sendirian di rumah karena banyak sekali gosip di lingkungan ini,” ujar Min Jeong.
“Kukira kau tidak memikirkannya. Apa itu mengganggumu?”
“Tidak, aku sama sekali tak peduli,” bohong Min Jeong.
“Ibu-ibu di lingkungan ini suka mengurusi hidup orang lain. Mereka sangat mengesalkan. Jangan terlalu dipikirkan.”
“Tidak. Aku benar-benar tidak peduli.”
“Bagus kalau begitu.”
“Apa Seo-woo terlihat begitu aneh? Apa Seo-woo berbeda sekali dengan Ha-jun?” tanya Min Jeong, khawatir.
Hyeon Jeong terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.
--

Esok hari,
Pagi-pagi, Gang Hwa sudah bersikap heboh dan bilang kalau Seo Woo sakit perut. Min Jeong jadi khawatir, tapi saat di periksa, Seo Woo baik-baik saja. Dan saat di tanya, Seo Woo bilang dia tidak sakit.
Kenapa Gang Hwa berbohong? Karena hari ini ada acara di TK : Program Partisipasi Orang Tua.
--

Hyeon Jeong, Geun Sang dan Ha Jun juga bergegas ke TK. Penampilan Geun Sang sangat mencolok. Dia memakai baju couple dengan anaknya. Baju dengan motif mantel love. Hyeon Jeong yang malu melihat tingkahnya.
Dan mereka berdua terkejut saat melihat Gang Hwa dan Min Jeong juga datang. Maksudnya, kalau bisa kan menghindari Min Jeong datang ke TK, takutnya berpas-pasan dengan Yu Ri.
--
Yu Ri ada di dapur dan juga merasa cemas. Dia sudah bertekad tidak akan keluar dari dapur agar tidak berpas-pasan dengan Min Jeong. Tapi, kepala dapur malah menyuruh Yu Ri untuk mengantarkan kacang merah ke ruang kelas. Kacang itu akan di gunakan anak-anak bermain. Yu Ri menolak, tapi Kepala Dapur sudah memberi perintah.

Terpaksa, Yu Ri pergi ke kelas dengan mengendap-endap. Sial, dia malah berpas-pasan dengan Min Jeong yang baru dari toilet. Gugup, Yu Ri berusaha menghindar, dan untung, Yu Ri tidak bertanya hal aneh padanya.
--
Di dalam kelas, para murid di tes di depan orang tua dengan menjawab pertanyaan sederhana para guru.
Selesai itu, di lanjutkan dengan kegiatan bermain kacang merah. Saat bermain, Seo Woo mengambil kacang merah Mi So. Ibu Mi So langsung memarahi Seo Woo untuk tidak mengambil kacang merah Mi So, tapi ambil saja kacang merah Ha Jun. Dia juga bilang kalau Seo Woo membuat Mi So jadi tidak bisa bermain. Hyeon Jeong kesal melihatnya.
Seo Woo main lagi dan melempar-lempar kacang merah. Lemparannya mengenai ibu Mi So sedikit. Ibu Mi So kembali memarahinya lagi dan melarangnya bermain seperti itu. Saat itu, Min Jeong dan Gang Hwa baru saja kembali. Hyeon Jeong marah.

Tapi, sebelum sempat marah, Yu Ri sudah terlebih dahulu menuang kacang merah ke kepala ibu Mi So. Membuat semuanya terkejut. Yu Ri tidak takut dan malah mengajak anak-anak bermain dengan melempar kacang merah. Min Jeong jelas heran melihat tingkahnya.
Usai melampiaskan kekesalan, kepala dapur memberi perintah baru agar Yu Ri membantunya membawa buah ke ruang bermain. Anak-anak akan bermain tusuk sate. Membuat sate buah. Yu Ri bersemangat karna ada banyak buah strawberry. Dia yakin Seo Woo akan senang karena Seo Woo suka sekali buah strawberry.
Flashback
Saat hamil dulu, Yu Ri sangat ngidam buah strawberry. Dia yakin kalau anaknya pasti sangat menyukai buah strawberry.
Tapi, saat sudah menjadi arwah, dia harus marah karena Min Jeong tidak pernah memberikan Seo Woo buah strawberry. Kalau makan kue, Min Jeong pasti ngasihnya buah anggur.
End

Yu Ri sudah ada di kelas dan membagikan buah. Dia hendak meletakkan banyak buah strawberry ke piring Seo Woo, tapi Min Jeong menghalangi. Yu Ri tetap ngotot pengen ngasih karena itu buah yang manis. Semua sudah tegang.
Saat itu, guru datang dan menyuruh Yu Ri jangan memberikan strawberry. Seo Woo alergi strawberry. Yu Ri baru tahu itu. Dia segera mengambil kembali buah itu sembari meminta maaf.


Tidak lama, terdengar suara tangisan Seo Woo, itu karena Mi So menggigit tangan Seo Woo. Yu Ri yang paling kaget. Dia sampai menangis menanyakan keadaan Seo Woo dengan panik. Membuat semua yang ada di sana, heran dengan tingkahnya. Min Jeong menjadi semakin curiga.
--

Malam hari,
Yu Ri pergi ke Misaeng. Hyeon Jeong menghiburnya untuk tidak memikirkan masalah itu, karena dia juga tidak tahu semua alergi Ha Jun. Yu Ri bukan khawatir mengenai itu, tapi khawatir kalau Min Jeong tahu identitasnya. Hyeon Jeong tidak nyangka kalau Yu Ri khawatirnya mengenai masalah itu.
--
Min Jeong di dalam kamar. Ternyata, masih ada satu foto Yu Ri dan Gang Hwa yang di sembunyikannya. Dia yakin kalau orang yang ada di TK adalah Yu Ri (tampaknya).
--
Yu Ri berujar pada Hyeo Jeong kalau dia tidak boleh ketahuan. Hyeon Jeong jadi semakin penasaran. Apa Yu Ri akan terus bersembunyi? Apa tidak mau merawat Seo Woo? Kenapa?
“Itu karena. Ini rahasia. Sebenarnya…. Aku… ar…. Ar….”
Suara pintu terbuka sebelum Yu Ri menyelesaikan kalimatnya. Min Jeong yang datang.
===

Epilog,
Tahun 2015,
Min Jeong baru saja di terima di rumah sakit. Di saat dia memperkenalkan diri, staff bagian ruang operasi datang dan menyuruh mereka untuk ke bagian ginekologi. Ruang operasi nomor enam. Ada wanita hamil. Mendesak.
Min Jeong dan seorang suster bergegas ke sana. Saat mereka tiba, suster di ruang operasi, menyerahkan bayi yang baru lahir pada Min Jeong dan menjelaskan kalau wanita hamil itu korban kecelakaan. Untungnya, anaknya lahir dan selamat. Jadi, mereka memerintahkan Min Jeong membawa bayi itu ke ruang bayi.

Min Jeong sudah mau pergi, tapi dia melihat wajah wanita yang di operasi. Ibu dari bayi itu. Min Jeong jadi sedih. Entah dia mengenali Yu Ri atau tidak.

Saat itu, arwah Yu Ri keluar dari tubuhnya. Dia berjalan, mendekati anaknya. Dia bisa melihat wajah anak yang selama ini di nantinya, tapi dia tidak bisa menyentuhnya lagi. Arwah Yu Ri menangis.
Kesempatan selalu datang ketika aku tidak menyadarinya.




1 comment:

  1. Gambar menyusul besok malam (senin, 09.03.20) 🙏🙏🙏🙏 soalnya masalah jaringan

    ReplyDelete