Sunday, March 22, 2020

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 09-1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 09-1
Images by : TvN
Yu Ri menunggu Gang Hwa pulang di halte bus. Itu karena dia sebelumnya mendapatkan telepon dari Hyeon Jeong yang memberitau kalau salah satu pasien Gang Hwa meninggal. Gang Hwa sekarang sangat sedih karena pasien itu sudah lama di rawat Gang Hwa. Geun Sang saja tidak bisa menghibur Gang Hwa. Dan karena itu, Yu Ri menunggu Gang Hwa di halte bus.
Gang Hwa pulang dengan naik bus. Saat turun dari bus, Yu Ri bisa melihat wajahnya yang sangat murung dan berjalan menunduk. Yu Ri mengikutinya dari belakang dan mengirimkan pesan agar dia tidak murung dan melihat ke depan. Atau mau jalan mundur?

Gang Hwa berbalik dan melihat Yu Ri ada di belakangnya. Yu Ri tersenyum begitu lebar dan membuka tangannya. Dia berlari dan memeluk Gang Hwa dengan erat, membuat Gang Hwa yang awalnya murung menjadi tersenyum.
Dan kita seolah melihat ada lampu di ata kepala Gang Hwa yang semula redup menjadi bersinar karena Yu Ri.
Ada masa saat aku mengubah kemurungannya menjadi keceriaan. Supaya dia tak lama tersesat di dalam kemurungan dan keputusasaan.
Namun, saat dia meninggal, Gang Hwa menjadi sangat murung. Lampu di atas kepalanya, mati. Gang Hwa hanya terus berdiam diri di dalam kamar.

Hyeon Jeong selalu datang setiap harinya untuk memasak bagi Gang Hwa. Akan tetapi, itu tidak bisa mengembalikan lampu Gang Hwa. Gang Hwa bahkan tidak memakan makanan yang di masakannya. Hyeon Jeong tidak bisa berbuat apapun.
Arwah Yu Ri sangat sedih melihat hal tersebut. Suaminya berubah menjadi murung.
Saat melihat orang yang berharga bagiku kehilangan cahayanya, aku berharap seseorang bisa mengubah kemurungannya menjadi keceriaan. Saat aku menyadari tidak bisa melakukannya lagi, aku sangat putus asa.


Gang Hwa keluar saat malam hari. Dia pergi ke kedai pinggir jalan untuk minum soju. Dia terus minum tanpa makan apapun. Arwah Yu Ri ada di sebelahnya dan sangat khawatir padanya. Tapi, mau apapun yang di katakannya, Gang Hwa tidak bisa mendengarnya sama sekali.

Saat itulah, Min Jeong tiba-tiba muncul dan duduk di hadapan Gang Hwa. Dia bahkan memesan dua porsi mie. Gang Hwa jelas heran melihat seorang wanita duduk di hadapannya dan memesan dua porsi mie. Min Jeong melihat wajah heran Gang Hwa dan beralasan kalau hari sudah malam dan tidak baik jika seorang wanita makan sendirian selarut ini, bukan?
Gang Hwa tidak berkomentar dan lanjut minum. Min Jeong akhirnya meminta izin untuk duduk di sana bersama. Gang Hwa mengizinkan saja, akan tetapi dia tidak ingin makan. Karena itu, Gang Hwa berteriak kepada pemilik kedai untuk membatalkan pesanan dua porsi mie. Min Jeong segera menghentikannya dengan panik dan berkata kalau dia pesan dua porsi mie untuk dirinya sendiri.


Min Jeong makan dengan lahap. Dia benar-benar makan dua mangkuk mie. Gang Hwa tertawa melihat itu karena Min Jeong makan terburu-buru seolah sudah berhari-hari tidak makan. Min Jeong beralasan kalau semua orang yang makan di kedai ini, selalu makan dua porsi mie karena porsi yang di sajikan kecil.
Baru dia berkata seperti itu, di meja lain, terlihat sepasang pasangan yang bahkan makan 1 mangkuk mie di bagi 2 karena porsinya yang sangat banyak.
Gang Hwa pura-pura tidak mendengar. Min Jeong yang malu, makan semakin cepat hingga tersedak. Gang Hwa segera menuangkan air untuknya. Dia tersenyum melihat Min Jeong.

Arwah Yu Ri yang melihat itu, ikut tersenyum. Akhirnya, Gang Hwa tidak murung lagi.
Min Jeong masih saja beralasan kalau ini adalah makanan pertamanya hari ini. Dari pagi, dia belum makan sama sekali. Dia juga menawarkan Gang Hwa untuk mencoba mie itu.
Gang Hwa tersenyum. Lampu di atas kepalanya menyala.
Dan dia mulai bercahaya kembali.
-Episode 09-
Selamat Tinggal dan Halo kepada Cahayamu

Ayah di rumah melihat fotonya bersama Seo Woo. Dia teringat tangisan ibu tadi. Dia ingin menghapus fotonya bersama Seo Woo, tapi dia tidak bisa melakukan itu. Yeon Ji melihat ayah yang murung dari pintu kamar yang terbuka. Dia juga sama murungnya.
Yeon Ji masuk ke kamar Yu Ri dan menangis melihat foto kakaknya.
--

Ibu menenangkan diri dengan berjalan-jalan menggunakan sepeda. Dan saat itulah, dia melihat Yu Ri bersama Hyeon Jeong di tengah jalan. Saking terkejutnya, ibu sampai terjatuh ke tanah.
--

Gang Hwa sedang berada di kamar. Dia mendapat telepon dari Hyeon Jeong yang memberitahu yang terjadi, mengenai ibu yang melihat Yu Ri. Gang Hwa segera bergegas untuk pergi. Dia bahkan menyuruh Min Jeong untuk tidur sendiri tanpanya, tanpa menjelaskan apapun.
--


Ibu di bawa ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri. Yu Ri benar-benar khawatir. Geun Sang juga ikut bersama mereka. Dia menyuruh Yu Ri untuk tidak khawatir karena ibu hanya kesulitan bernafas sesaat dan sekarang sudah baik-baik saja. Yu Ri tetap khawatir karna jantung ibunya lemah.

Flashback
Saat ibu berdoa ke kuil, biksu meminta ibu untuk merelakan Yu Ri yang sudah pergi selama 3 tahun. Akan tetapi, Ibu tidak bisa melakukan itu. Dia membesarkan Yu Ri dengan memberi makanan dan pakaian terbaik dan masih banyak lagi yang bisa dia berikan padanya. Dan sekarang, dia hanya bisa merelakannya?
“Kita tidak berdaya di hadapan kematian,” ujar Biksu.
“Itu tidak masuk akal. Kukandung selama 10 bulan, kubesarkan selama 30 tahun. Bagaimana bisa merelakannya dalam tiga tahun? Jika aku memikirkannya, hatiku masih hancur berkeping-keping. Aku merindukannya. Satu kali saja. Cukup satu kali saja, aku ingin melihat anakku,” tangis ibu.
End

Gang Hwa tiba di rumah sakit dan segera memberi perintah kepada dokter yang bertugas untuk melakukan rontgen sekali lagi dan panggil juga tim radiologi. Gang Hwa bahkan memeriksa kondisi ibu sendiri.
Ibu akhirnya sadar. Dia melihat Gang Hwa dan bilang kalau dia baik-baik saja. Dia juga memberitahu melihat seseorang, tetapi…

Saat itulah, ibu kembali melihat Yu Ri yang sedang menangis di sampingnya. Ibu sangat terkejut hingga bangkit dari tidurnya. Dengan tangan bergetar, ibu memegang Yu Ri dan bertanya memastikan, “Kau anakku kan?”
Yu Ri memeluknya dan menangis sambil memanggilnya, “Ibu.” Tangis ibu pecah. Dia memeluk Yu Ri begitu erat. Mereka berdua menangis, melepas kerinduan.
Ayah dan Yeon Ji baru tiba di rumah sakit. Dan mereka berdua sangat terkejut melihat Yu Ri. Ayah sampai jatuh terduduk ke lantai.
--


Geun Sang pulang bersama Hyeon Jeong. Geun Sang senang karena keluarga Yu Ri akhirnya tahu dan memang sebaiknya dari awal di beritahu. Akan tetapi, Geun Sang merasa khawatir karna Hyeon Jeong terus saja menangis. Hyeon Jeong yang menyetir mobil bahkan meminggirkan mobil dan keluar sambil menangis terisak-isak.
“Ini berjalan baik. Yu-ri bertemu orang tuanya. Jangan menangis. Perlahan semuanya akan kembali seperti semula.”
“Lantas Seo-woo? Bagaimana Gang-hwa? Awalnya mereka keluarga milik Yu-ri. Itu adalah tempat Yu-ri,” ujar Hyeon Jeong, terisak-isak.
“Itu... Bukan begitu. Itu... Pelan-pelan. Dia akan pelan-pelan menyelesaikan masalah itu.”
“Dia tidak mau. Dia tak ingin hidupnya kembali. Dia hanya... Hanya...”
“Hyeon-jeong. Terjadi sesuatu dengan Yu-ri?” tanya Geun Sang curiga.
Hyeon Jeong tidak bisa mengatakannya karena permintaan Yu Ri tadi padanya. Dia hanya bisa terus menangis, merasa kasihan pada Yu Ri.
--

Gang Hwa pulang saat hari sudah sangat larut. Min Jeong sudah tertidur, dan Gang Hwa membenarkan selimutnya, membuat Min Jeong terbangun. Gang Hwa meminta maaf dan menyuruh Min Jeong untuk lanjut tidur.
Gang Hwa juga tampaknya bingung dengan semua kejadian ini.
--
Ibu sudah pulang ke rumah. Dia tidur di kamar Yu Ri sambil terus memeluk Yu Ri, seolah takut kalau Yu Ri akan tiba-tiba menghilang. Yu Ri juga tampak bahagia bisa memeluk ibunya. Dia terus saja memanggil nama ibunya dan senang karena ibu nya bisa melihat dan mendengarkan suaranya.
Flashback
Saat menjadi arwah, Yu Ri selalu ada di samping ibunya. Memanggil dan melihat ibunya. Tapi, ibunya tidak bisa mendengar dan melihatnya sama sekali.
End


Tapi kini, ibu bisa melihat dan mendengar suaranya bahkan memeluknya dengan begitu erat dan hangat. Yeon Ji juga masuk untuk memeriksa. Ayah juga demikian. Mereka berdua takut kalau Yu Ri tiba-tiba menghilang.
Dan pada akhirnya, mereka juga ingin tidur sambil memeluk Yu Ri. Tapi, karena tempat tidur yang sempit, ibu mendorong ayah hingga terjatuh dari tempat tidur. Semuanya langsung tertawa karena hal itu.
--

Esok hari,
Di rumah duka,
Arwah keluarga tn. Jang dan para arwah ada di hadapan satpam yang sedang tidur dan berusaha memintanya untuk menukar saluran tv berita menjadi saluran komedi. Tapi, tentu saja, satpam itu tidak bisa mendengarkan suara para arwah.
Pas mereka lagi protes, tv menyiarkan siaran berita mengenai kematian atlet bisbol, Kang Bin, belum lama ini yang kembali menarik perhatian. Kang Bin sebelumnya sempat di periksa atas tuduhan memanipulasi kemenangan yang memicu bunuh dirinya untuk membuktikan dia tak bersalah. Rekan Kang Bin melakukan wawancara dan menyatakan kalau Kang Bin sangat positif dan ceria, jadi rasanya sulit percaya kalau Kang Bin bunuh diri. Dia merasa kalau Kang Bin tidak mungkin bunuh diri. Kemudian, ada tayangan wawancara Geun Sang yang sempat merawat Kang Bin. Geun Sang bilang dalam wawancara kalau Kang Bin mempunyai tingkat depresi dan gangguan bipolar yang normal. Dan kondisi mentalnya, cukup stabil hingga mustahil ingin bunuh diri.

Para arwah jadi kepo, karena Kang Bin bilang bunuh diri, tapi kenapa dari berita tampaknya tidak mungkin. Anehnya, Kang Bin tampak gugup saat membenarkan bunuh diri. Dia bahkan langsung pindah tempat biar nggak di tanyai lagi.

 Arwah Park Hye Jin mengikuti Kang Bin. Kang Bin jadi kesal dan menegaskan kalau dia bunuh diri. Arwah Park tidak peduli itu, yang dia ingin tahu, apakah Kang Bin beneran gay? Dia hanya penasaran mengenai 3 gosip : gay, pacaran atau perceraian. Kang Bin tidak mau menjawab pertanyaan itu.
--

Yu Ri melihat barang-barang di kamarnya yang masih berada di tempat seperti dulu, sebelum dia meninggal. Melihat semua barang itu, membuat Yu Ri menjadi sedih. Barang yang terutama membuat Yu Ri sedih adalah pernak pernik untuk pekerjaan seni kaca.
Di salah satu lemari, bahkan masih ada sepatu kecil yang di buatnya untuk kelahiran anaknya waktu itu.

Ibu tampaknya benar-benar khawatir kalau Yu Ri akan menghilang, hingga ibu selalu saja mencarinya. Yu Ri bisa melihat ekspresi sedih ibu melihat sepatu bayi itu hingga dia berusaha mengalihkan dengan meminta di masakan pakis.
--

Yu Ri terburu-buru pergi dari rumah karna sudah hampir terlambat ke TK. Di depan pintu, dia menemukan ada kantong kertas berisi obat untuk ibunya dari RS Universitas Dongsung.
Flashback
Yu Ri terkejut saat mendengar Gang Hwa akan mengambil spesialis dokter toraks, karena itu sangat susah. Dia dengar dokternya bahkan jarang tidur. Alasan Gang Hwa mengambil spesialis itu karena penyakit jantung ibu Yu Ri. Dia ingin bisa mengamati secara berkala dan bahkan janji akan merawat ibu Yu Ri selamanya. Yu Ri tentu terharu mendengar nya.
--

Akan tetapi saat Yu Ri sudah meninggal, ibu tidak mau di rawat oleh Gang Hwa. Dia menemui dokter lain. Arwah Yu Ri terus mengikuti ibunya. Setelah ibu pulang dari konsultasi, Gang Hwa pasti selalu datang dan meminta dokter itu menunjukkan hasil pemeriksaan ibu Yu Ri.
“Tidak bisa. Jika kau terus melihatnya, dia akan pindah ke rumah sakit lain.”
“Jangan memberitahunya. Resep obatnya hanya ini?”
“Ya. Aku menguranginya karena membaik.”
“Untuk jaga-jaga, pindai CT lagi lalu kabari aku.”
“Baiklah. Tapi dia sangat hebat. Dia tak mau kau merawatnya agar kau bisa menikah lagi.”
End
Dan sampai sekarang, Gang Hwa masih menepati janjinya tersebut.
--

Gang Hwa pergi ke RS untuk bekerja. Tampaknya, dia merasa bersalah pada Min Jeong.
--

Ibu baru pulang dari pasar, tapi ayah memberitahu kalau Yu Ri menghilang. Ibu langsung panik. Ayah menyuruhnya untuk tidak panik dan menunjukkan memo yang Yu Ri tinggalkan. Di memo itu, Yu Ri bilang ada beberapa urusan dan akan pulang malam. Ibu lega tapi mengomel juga pada ayah yang harusnya mengikuti Yu Ri. Ayah langsung bilang kalau Yu Ri pergi saat dia sedang mandi, jad dia juga tidak tahu kalau Yu Ri pergi.
Ayah sebenarnya masih takut kalau semua ini hanyalah mimpi. Ibu langsung bilang kalau dia sudah mencubit pipinya berulang kali dan ini semua bukan mimpi.
“Tapi... Bagaimana dengan Seo-woo? Jika kita memikirkan Gang-hwa, ini bukan ide yang baik. Jika aku memikirkan Yu-ri, aku ingin mempertemukannya. Yu-ri pasti ingin tahu mengenai Seo-woo. Pasti ingin melihatnya,” ujar ayah, sedih.
--


Ayah dan ibu tidak tahu saja kalau Yu Ri sekarang bisa bertemu Seo Woo dengan terang-terangan. Yu Ri bahkan menyambut Seo Woo di pintu masuk TK dan membantu membukakan sepatunya. Min Jeong sampai heran melihatnya.
Hari ini adalah hari pertama Yu Ri akan menjadi bibi pengasuh Seo Woo. Min Jeong sudah mau pergi, tapi Yu Ri memintanya untuk menunggu sebentar. Yu Ri pergi ke dapur dan keluar dengan membawa dua kaleng kopi. Min Jeong bingung di berikan dua kaleng?
“Jika hanya satu, aku terlihat pelit,” jelas Yu Ri.
“Aku tak suka kopi kaleng. Aku hanya minum Americano.”
“Tidak, aku tahu kau suka kopi manis,” gumam Yu Ri.
Gumamannya terdengar oleh Min Jeong, “Bagaimana kau bisa tahu?”
“Itu... Aku hanya menebak. Wajahmu mirip penyuka minuman manis,” alasan Yu Ri.
Min Jeong tertawa mendengar itu. Mereka saling tersenyum satu sama lain.
--
Yu Ri kembali ke dapur sambil bicara sendiri. Dia tahu kalau Min Jeong suka kopi kaleng karena melihatnya minum itu setiap hari. Min Jeong bahkan punya sekotak kopi kaleng. Ngapain pula Min Jeong bohong suka kopi Americano.
--

Min Jeong heran karena Yu Ri bisa tahu kesukaannya. Pas di depan gerbang, dia berpas-pasan dengan ibu-ibu penggosip. Seperti biasa, Min Jeong bersikap dingin pada mereka. Ibu – ibu itu kesal dan terus jalan sambil membicarakan mengenai Yu Ri yang selalu saja mengikuti Seo Woo. Dan wajah mereka berdua terlihat mirip.
Min Jeong mendengar ucapan mereka dan itu membuatnya jadi kepikiran.
--
Arwah Ny. Sung menyuruh supir Kim untuk pergi saja ke atas dan tinggalkan tn. Baek. tn. Baek masih di dalam abu dan tidak keluar. Supir Kim tersenyum dan berkata kalau seumur hidupnya, dia selalu bersama tn. Baek. Dan walau tn. Baek seperti itu, tn. Baek sebenarnya adalah orang baik. Ny. Sung tidak percaya.
“Jika bukan karena Pak Baek, anakku takkan bisa hidup seperti sekarang,” ujar supir Kim.

Flashback
Saat masih kecil, Hye Su pernah mengalami luka bakar tingkat 3 karena ketumpahan air panas. Dokter memberitahu kalau biaya operasi yang di perlukan sebesar 20 juta won. Supir Kim dan istrinya panik karena tidak mempunyai uang sebanyak itu, apalagi dokter bilang kalau tidak di operasi segera, seumur hidup, Hye Su akan mendapat luka bakar tersebut.

Supir Kim menelpon semua kenalannya dan keluarga meminta tolong untuk di pinjami uang, tapi semua menolak.
Supir Kim dan istrinya tidak berdaya. Mereka terpaksa membawa Hye Su pulang. Supir Kim menggendong Hye Su sambil menangis.
Suster yang melihat mereka hendak membawa Hye Su pulang heran, karena kamar operasi Hye Su sudah siap.
“Biaya operasi sudah lunas. Di bayarkan atas nama Baek Sam Dong,” beritahu suster.
Supir Kim dan istrinya begitu bahagia mengetahu hal itu.
End
Arwah ny. Sung jadi melihat tn. Baek dengan berbeda, tidak menyangka tn. Baek pernah
berbuat baik seperti itu. Supir Kim tahu kalau bagi tn. Baek, mungkin, uang segitu tidak ada artinya. Akan tetapi, baginya, tn. Baek sudah menjadi sosok penyelamat baginya.
“Terlahir sebagai manusia, seiring berjalannya waktu kita lupa bersyukur, dan tidak tahu berterima kasih.”
“Benar juga. Walau kami melihat dia terus mencaci makimu, waktu yang kalian lalui sangat panjang. Pasti banyak cerita di dalamnya. Sepertinya kau memang harus pergi bersamanya.”

Supir Kim tersenyum mendengar itu.


No comments:

Post a Comment