Sunday, March 22, 2020

Sinopsis K- Drama : Memorist Episode 3 part 2

5 comments

Original Network : tvN
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif"

Sun Mi meminta maaf kepada rekan timnya. Sebab saat sesi wawancara, dia hanya diam saja mengenai pencapaian mereka dan mengakui kesalahannya. Serta dia juga merasa bersalah kepada korban, jika seandainya dia bisa tiba lebih cepat di tempat kejadian, maka dia bisa menyelamatkan satu orang lagi. Karena itu, dia merasa bertanggung jawab.
Semua orang mendengarkan perkataan Sun Mi dengan ekspresi mengerti.

“Namun, aku tidak akan menekan diriku. Orang yang harus minta maaf adalah si pembunuh, bukan polisi. Para korban berhak melihat si pembunuh diborgol, bukan air mata orang-orang. Karena itu, aku akan menghabiskan 72 jam yang tersisa bekerja keras menemukan pelaku sebenarnya,” jelas Sun Mi.
“Tapi semua bukti terus mengatakan bahwa pelakunya Han Man Pyeong,” komentar rekan A.

Sun Mi mulai menjelaskan pendapat nya. 51% Han Man Pyeong atau Tersangka gemuk, memiliki komplotan, sebab Man Pyeong bukan tipe orang yang memamerkan pembunuhan. Dia yakin bahwa Pelaku utama nya adalah seseorang yang berkarisma dan anggota kelas atas, yaitu orang yang berstatus sosial tinggi. Karena Man Pyeong adalah orang yang rendah diri dan mendambakan kesuksesan. Jadi jika ada yang memanfaatkan nya, itu pasti seseorang yang sukses.


“Lalu siapa yang kita incar?” tanya Inspektur A.
“Dalangnya pasti dari kompleks rumah liburan tepi sungai. Jaraknya 1,5 km dari peternakan itu. Dengan berjalan melewati hutan, pelakunya bisa tiba di sana dalam 15 menit tanpa terlihat. Dalang itu ada di salah satu rumah liburan ini. Menurutku kemungkinannya besar,” jawab Sun Mi.

Penyelidikan dimulai. Sun Mi memberikan instruksi kepada para rekan timnya yang dibagi menjadi dua bagian. Pertama, cari pemilik rumah yang datang pada hari Selasa. Kedua, sesepi apa pun hutan itu, pasti ada saksi. Jadi mereka harus bertanya kepada mereka yang tinggal di dekat jalan.


Dihutan. Sun Mi berhenti berjalan, saat dia melihat sebuah pondok tua disana. Lalu tiba- tiba ada telpon masuk ke hpnya dan dia pun mengangkatnya.

“Aku menemukan lahan atas nama ibu Han Man Pyeong. Setengah jalan menuju gunung sesuai prediksi mu,” kata rekan A yang berada di kantor. “Lokasinya akan kukirim di peta.”
“Kurasa sudah kutemukan,” balas Sun Mi sambil menatap pondok tua.



Sun Mi dan rekannya membuka rantai yang menutup pintu pondok tua tersebut. Lalu mereka melihat ke dalam dan memeriksa nya. Tim Forensik mengambil barang- barang yang ada disana untuk di cek.
“Apa ini persembunyian Han Man Pyeong?” tanya Inspektur A.
“Han Man Pyeong tidak merokok,” balas Sun Mi saat melihat bekas rokok di atas meja.
“Kalau begitu …”

Ji Eun mendapatkan sebuah kiriman amplop misterius. Saat melihat isinya, dia tampak terkejut.


 Ji Eun memperlihatkan amplop tersebut kepada rekan dan atasan nya. Lalu isi amplop tersebut di selidiki kebenarannya dan setelah di selidiki tampaknya berita di dalam amplop tersebut benar serta bagus.
“Kenapa itu dikirim kepadanya?” tanya Atasan, ragu.
“Siapa pun itu tahu dia penggemar Dong Baek,” jawab rekan. Sedangkan Ji Eun hanya diam saja.
“Mungkinkah itu jebakan atau bohong? Jika kita salah soal ini, kita juga akan menjatuhkan bos-bos kita dalam masalah,” jelas Atasan dengan tegas.


Seorang rekan lain masuk ke dalam ruangan rapat. Dia tampak panik. “Pak, dua pesaing kita juga menerima informasi yang sama dan sibuk,” jelas nya. Mengetahui itu, Ji Eun merasa terkejut.
Asisten Im memberitahu Kepala Im untuk memeriksa berita di hp. Dan Kepala Im pun membuka hp nya, kemudian dia tampak terkejut.


Para wartawan berkumpul di depan kantor Kepala Im. Saat mobil Kepala Im datang, mereka langsung mengerubunginya dan mengajukan berbagai pertanyaan.
“Anda mengakui tuduhan ini?”
“Benarkah? Anda menyalahgunakan kekuasaan?”
Mendengar pertanyaan para wartawan, Kepala Im merasa gugup. Dia diam dan tidak menjawab pertanyaan para wartawan. Lalu tiba- tiba, Sekretaris Jaksa Agung menghubungi nya.

Di TV. Ji Eun memberitakan informasi yang diterimanya. Menurut informasi, Kepala Im melakukan hubungan seksual dengan uang. Yang terburuk adalah pasangan regulernya adalah salah satu korban kasus Han Man Pyeong.

Didalam kantor. Kepala Im melonggarkan dasi yang di pakainya dan menonton berita di TV dengan tatapan sangat stress.
“Dari informasi yang kami kumpulkan, Kepala Im sengaja menghalangi investigasi pembunuhan agar kejahatannya tidak terungkap. Banyak yang mencurigai bahwa penangkapan Detektif Dong diperintahkan sebagai bagian dari usaha menutupi ini,” jelas Ji Eun. dan mendengar itu, Kepala Im memecahkan kaca meja dihadapan nya.

“Jadi, kesimpulannya, Kepala Im sengaja menghalangi penyelidikan polisi hanya agar dia bisa menutupi kejahatannya yang menyebabkan korban dibunuh,” tanya rekan Ji.
“Benar. Jika ini terbukti benar, para anggota pengadilan mengatakan bahwa Kepala Im akan dituntut atas penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran lainnya,” jelas Ji Eun.
Jaksa Oh juga tampak stress saat menonton berita tersebut. Di luar gedung, dia bisa mendengar banyak orang yang berdemo menyuruh nya untuk mundur dan mengatai nya sebagai psikopat gila.

Shin Woong tampak puas menonton berita tersebut. “Beraninya kamu mencari masalah dengan para profesional,” gumamnya sambil tersenyum penuh kemenangan.

Diluar kantor kejaksaan. Masyarakan berkumpul dan berdemo. “Tangkap jaksa yang jahat dan kotor!”, “Tangkap dia.”, “Tangkap dia.”
Karena berita Kepala Im, maka Dong Baek pun tidak jadi di tahan terlalu lama dan di lepaskan. Saat dia keluar dari gedung kejaksaan, para wartawan langsung mengerubungi nya dan ingin menanyakan berbagai pertanyaan kepadanya. Tapi Kyung Tan dan Se Hoong segera mengawal Dong Baek untuk keluar dari kerubungan dan masuk ke dalam mobil.



“Bersyukurlah kamu tidak dimasukkan sel tahanan,” komentar Kyung Tan kepada Dong Baek.
“Aku setuju. Makanlah ini,” kata Se Hoong sambil memberikan tahu kepada Dong Baek. Dan Kyung Tan segera merebut itu, sebab tidak ada yang di penjara jadi tidak perlu dimakan.
“Aku harus pergi ke suatu tempat,” kata Dong Baek, memberitahu.

Inspektur B melapor kepada Sun Mi. Mereka sudah melakukan pencarian secara menyeluruh, tapi tidak menemukan keanehan apapun. Dan Sun Mi mengerti. Lalu rekan A yang berada di kantor menelpon Sun Mi. Dan Sun Mi langsung mengangkatnya.
“DNA orang lain ditemukan di rokok,” jelas rekan A dengan bersemangat.
“DNA-nya ada di basis data kami. Seorang mantan napi bernama Kwak Hee Joo,” tambah Seul Bi, menjelaskan juga.
“Dia tinggal di tepi sungai Onsang-ri,” jelas Bong Kook.
“Di rumah liburan?” tanya Sun Mi.
“Bukan, rumah terasing di dalam hutan,” jawab rekan A.



"Onsang-ri 3 Jalan 12"
Sun Mi dan rekan timnya bersiap di posisi masing- masing. Mereka mengepung sekeliling rumah terasing yang berada di dalam hutan. Kemudian dari dalam rumah, seorang pria keluar. Dan Sun Mi menatap nya dengan tatapan fokus.

Bo Yun menguping pembicaraan para Detektif dengan dokter. Mereka membicarakan tentang dirinya, tentang psikologis nya yang belum stabil.


Bo Yun memakai topi dan pergi secara diam- diam dari rumah sakit. Tapi tiba- tiba Dong Baek memanggil nya dari belakang.
“Ah, Kamu polisi telepati itu. Apa kaitannya denganmu?” tanya Bo Yun dengan sedikit ketus.
“Aku datang untuk minta tolong. Ingatanmu…”
“Polisi sudah kuberi tahu. Tidak ada pria lain,” sela Bo Yun, menjelaskan dengan gugup.
“Tentu saja. Aku percaya.”

Bo Yun tidak peduli. Dia menyuruh Dong Baek untuk enyah, dengan alasan kekuatan telepati Dong Baek membuat nya merasa takut. Setelah mengatakan itu, dia berbalik untuk pergi.
“Itu bukan salahmu,” kata Dong Baek, membuat langkah Bo Yun terhenti. “Aku hanya ingin kamu tahu itu. Ketahuilah bahwa itu bukan salahmu. Meskipun kamu tidak membuat keputusan yang tepat, itu bukan sepenuhnya salahmu. Jadi, jangan menyalahkan dirimu,” jelas nya dengan lembut dan ramah.


Mendengar perkataan itu, Bo Yun merasa seperti ingin menangis. Dia berbalik dan menatap Dong Baek yang sudah akan pergi. “Lalu salah siapa?” teriaknya, bertanya. “Aku hidup sebagai sampah setelah dibesarkan oleh sampah. Jadi, salah siapa?!”
“Aku tidak tahu,” jawab Dong Baek. Dan Bo Yun menangis. “Kenapa orang baik harus menderita? Kenapa orang tidak bersalah harus mati mengenaskan? Yang aku tahu adalah kamu masih terlalu muda untuk bertanggung jawab atas perbuatanmu. Tanggung jawab itu adalah milik orang dewasa,” jelas nya dengan tulus dan sungguh- sungguh.

Setelah mengatakan itu, Dong Baek pun pergi. Dan Bo Yun semakin menangis.

Diruangan introgasi. Kwak Hee Joo tersenyum kepada Inspektur A dan menjawab pertanyaan yang diajukan padanya. Dia memberitahu bahwa dulu dia sesekali bertemu dengan Man Pyeong di pondok. Tapi itu sudah cukup lama. Mereka berdua minum teh dan berbincang mengenai keyakinan mereka.
“Apa orang beriman merokok?” tanya Inspektur B.
Mendengar itu, Hee Joo tertawa kecil. “Itulah yang selalu dikatakan Man Pyeong. Dia terobsesi dengan agamanya sama seperti hal lain. Dia masuk dalam kultus aneh.”

“Anda berulang kali diusir dari gereja dan kuil di dekat sana karena mengatakan hal-hal aneh. Apa Anda penipu?” tanya Inspektur A.
“Siapa yang menentukan itu?” tanya Hee Joo sambil masih tersenyum. “Orang religius? Pencerahan adalah hal pribadi. Itu kesepakatan pribadi antara aku dan alam semesta.”

Inspektur A dan B merasa tidak sabaran kepada sikap Hee Joo. Mereka mempertanyakan, apakah melakukan penyerangan seksual juga termaksud keyakinan. Sebab Hee Joo memiliki dua tuduhan pelecehan seksual. Dan Hee Joo tertawa.
“Aku dijebak. Semua itu bohong,” jelas Hee Joo dengan sikap serius.
Sun Mi memperhatikan introgasi dari ruangan pemerhati.
Kyung Tan dan Se Hoong menunggu Dong Baek yang sedang berada di dalam rumah Ibu pembersih satu. Mereka menunggu dengan cemas.

Dong Baek menyampaikan rasa bersalahnya, sebab dia terlambat untuk menyelamatkan Ye Rim. Dan Ibu pembersih satu membalas bahwa dia mendengar kalau Dong Baek sudah berusaha keras. Jadi dia tidak terlalu menyelamatkan Dong Baek.
“Aku berniat menjemputnya, tapi aku tertidur. Aku meneleponnya saat bangun, tapi dia sudah turun dari bus. Seharusnya aku keluar. Tapi alasanku adalah aku lelah dan harus berangkat pagi-pagi, dan aku berbaring di ranjang. Kejadian yang menimpa putriku adalah salahku. Dia dilahirkan dari ibu pecundang dan menderita seumur hidupnya dan mati mengenaskan …” kata Ibu pembersih satu dengan penuh penyesalan dan rasa sedih.
Dong Baek merasa tidak nyaman. “Itu tidak benar.”



Ibu pembersih satu menceritakan harapannya. Dia berharap akhirat itu ada, sekalipun dirinya tidak bisa masuk surga, tapi dia yakin putrinya yang baik pasti bisa masuk ke sana. Mendengar itu, Dong Baek diam dan menangis pelan.

Kyung Tan masuk ke dalam rumah dan memanggil Dong Baek. “Kita harus pergi.”
Saat keluar dari rumah, Kyung Tan memberitahu Dong Baek bahwa Unit Investigasi Regional telah menangkap pelaku sebenarnya.

Inspektur B memberitahu Hee Joo bahwa mereka sudah mendapatkan surat penggeledahan, jadi mereka akan menemukan semua bukti yang menghubungkan Hee Joo dengan Man Pyeong. Dengan sikap tetap tenang, Hee Joo mendengus geli dan menjelaskan bahwa selama 40 hari dia melakukan siaran pribadi.
Mendengar itu, kedua Inspektur merasa terkejut.
“Dia tidak berkarisma,” pikir Sun Mi, saat memperhatikan Hee Joo.

Didepan kantor polisi. Dong Baek melihat seseorang.

Siswa SMA satu menunggu Bo Yun di kejauhan.
Bo Yun menemui Dong Baek. Tapi dia diam dan tidak berbicara. Dengan tidak sabaran, Dong Baek menanyakan ada apa padanya. Dan Bo Yun pun mulai berbicara, dia mengatakan bahwa Dong Baek salah sebab ini semua benar adalah salah nya.


“Apa maksudmu?” tanya Dong Baek, tidak mengerti.
“Salahkulah gadis itu tewas seperti itu,” kata Bo Yun dengan rasa bersalah. Dia memegang tangan Dong Baek dan memperlihatkan apa yang ada di dalam ingatannya.

Karena Bo Yun, maka Ye Rim yang berada di atas atap ketahuan ingin kabur. Lalu saat Ye Rim akan dibunuh, Bo Yun menutup telinga nya.

Sun Mi dan para rekannya menonton siaran nonstop yang di rekam oleh Hee Joo.

Dong Baek datang menemui Sun Mi yang berada di dalam ruangan media. Lim ingin menghentikannya. Tapi Young Soo memberikan tanda untuk membiarkan nya. Jadi Lim pun melepaskan Dong Baek.

Para Inspektur mulai mencoba untuk membuat kesimpulan. Dalam siaran Hee Joo, mereka menebak kalau saat Hee Joo pergi ke kamar mandi, itu selalu kurang dari 15 menit, dan itu cukup bagi Hee Joo untuk pergi ke peternakan dan kemudian kembali lagi untuk siaran. Tapi Sun Mi tidak setuju.

“Pembunuhan adalah upacara yang penting bagi si pembunuh. Dia tidak akan memburu-buru itu hanya dalam beberapa menit,” jelas Sun Mi dengan yakin. “Sejak awal Kwak Hee Joo tidak memilikinya. Karisma untuk mengendalikan Han Man Pyeong.”
Dong Baek diam menonton acara siaran Hee Joo dan mendengarkan pendapat Sun Mi.

Se Hoong bertanya- tanya, apakah mereka sudah boleh pulang. Kyung Tan tidak menjawab, sebab anaknya menelpon. Anak Kyung Tan adalah fans Dong Baek.

Diluar kantor polisi. Sun Mi menanyakan, bagaimana dengan ingatan Bo Yun. Dan Dong Baek menggelengkan kepalanya.

Hee Joo yang sudah di bebaskan datang menghampiri Sun Mi dan Dong Baek. Dengan malas, Sun Mi berniat untuk mengabaikan Hee Joo. Tapi tiba- tiba Hee Joo mengatakan sesuatu yang aneh, sehingga Sun Mi pun tidak jadi mengabaikannya. Menyadari sikap Sun Mi yang tampak terkejut, Dong Baek memperhatikan pembicaraan mereka berdua.
“Tidak, apa yang kamu katakan setelah itu?” tanya Sun Mi.
“Apa? Kebenaran? Itu keinginan alam semesta,” jawah Hee Joo. “Kematian para gadis itu adalah bagian dari semuanya. Mungkin terlihat brutal, tapi itu kehendak sang mahakuasa,” jelas nya.

Sebelum Hee Joo selesai berbicara, Sun Mi langsung masuk ke dalam gedung polisi. Dan Dong Baek berlari pergi darisana.
Dengan kesal, Hee Joo mengeluh. “Mereka pikir mereka siapa?” keluhnya.
Dong Baek menanyakan kepada petugas polisi yang berjaga di depan, dimana Bo Yun yang barusan datang dengan murid SMA satu. Dan si polisi menjawab bahwa dia tidak melihat mereka.

Mobil Kyung Tan dan Se Hoong kebetulan lewat. Mereka berhenti di dekat Dong Baek dan bertanya, Dong Baek langsung menjelaskan kepada mereka bahwa ada yang aneh.

Hee Joo memperhatikan Dong Baek dari jauh.

“Suara aslinya berbeda dari suara yang kudengar di salurannya,” kata Dong Baek, menjelaskan. Dan Kyung Tan serta Se Hoong menebak apakah mungkin itu karena mikrofon dan pengeras suara. “Suaranya juga berbeda dalam ingatan penyintas,” jelas nya dengan sikap bersikeras.
“Apa maksudmu?” tanya Se Hoong, tidak mengerti.



“Mereka diberi ceramah doktrin lewat layar kecil di ruangan. Dan ada momen saat suara penceramah tiba-tiba berubah,” jelas Dong Baek. “Ceramah yang sama diberikan kepada mereka saat tiap gadis dibunuh. Tapi itu berbeda dari suara di DVD. Dia ada di ruangan itu.”
Ketika korban akan dibunuh, Tersangka akan datang secara pribadi ke dalam sel korban. Dia akan datang sambil membacakan doktrin sesat nya. Itulah suara yang di dengar oleh Bo Yun saat Ye Rim di bunuh di sel sebelah. Karena suara itu di bacakan langsung oleh Tersangka, maka suara nya berbeda dengan di DVD.

Korban yang dibunuh tidak akan bisa melawan sama sekali, sebab tangan dan kaki mereka di ikat di tempat tidur.


“Pria di DVD itu hadir di sana,” kata Dong Baek dengan yakin. Dan Kyung Tan serta Se Hoong merasa sangat terkejut mengetahui itu.

Sun Mi mencari tahu maksud dari kata ‘Kebenaran’. Dia mencari di dalam file komputernya, tapi dia tidak bisa menemukan apapun. Namun dia yakin pernah melihatnya. Jadi dia meminta bantuan rekannya.

“Mungkin kamu melihatnya di tempat lain,” kata Seul Bi, berkomentar.
“Tim dibubarkan 30 menit yang lalu,” kata Rekan A, memberitahu. Lalu dia pamit dan ingin pergi bersama yang lainnya.

Sun Mi berhasil menemukan apa yang dicarinya. Dan semuanya pun tidak jadi pergi. Mereka kembali ke posisi masing- masing dan bekerja.
Sun Mi menemukan foto Kim Seo Kyung saat masih kecil. Dibelakang latar foto nya ada poster yang bertuliskan ‘Kebenaran.’
“Bagaimana jika ini kesamaan yang dimiliki para korban?” gumam Sun Mi, berpikir.

Seul Bi berhasil menemukan kesamaan para korban. Kesamaan nya adalah mereka semua pernah menerima beasiswa dari sebuah yayasan. Jadi mereka pun fokus menyelidiki yayasan tersebut.
Sun Mi menyetir sambil berpikir. Dia mengingat penyelidikan para rekan nya barusan.


Yayasan Kebenaran dan Langit. Mereka punya vila di dekat sungai di Onsang-ri. Kesamaan para korban yaitu mereka semua pernah menerima beasiswa dari Yayasan tersebut pada umur 10 tahun. Dan yang tinggal disana adalah ketua yayasan …
“Kalian semua mengenalnya,” kata Bong Kook, memberitahu. Dan semua  menatap ke arahnya dengan tatapan penasaran. “Park Ki Dan,” jelanya.


Sun Mi sampai di Yayasan Kebenaran dan Langit.

“Aku, Park Ki Dan, dewa yang telah berinkarnasi, mengumpulkan logika suci dari alam semesta di tanganku dan memberikan orang beriman ini bukti hidup abadi karena telah menerimaku sebagai satu-satunya penyelamat. Kehidupan abadi,” kata Ki Dan di atas panggung, membacakan doktrin nya. Dan semua pengikut nya menyerukan apa yang dikatakannya.
“Kehidupan abadi!” seru semua pengikut yang duduk di kursi sambil memegang lilin.


Sun Mi masuk ke dalam ruangan dan melihat proses Ki Dan yang sedang memberkati satu persatu pengikutnya diatas panggung. Ki Dan menyentuh kepala pengikut nya satu persatu sambil membacakan doktrin nya. Pengikut nya yang berada di atas panggung memakai jubah putih dan duduk berlutut.


Ki Dan diam dan memandangi Su Min yang masuk ke dalam ruangan.




Ketika Ki Dan mengangkat tanganya untuk beralih menyentuh kepala pengikut yang lain. Tiba- tiba saja tangannya di tahan dan dia merasa terkejut.
Pengikut yang memegang tangan Ki Dan. Itu adalah Dong Baek, dia sengaja menyamar untuk mendekati nya. Dan melihat itu, Ki Dan merasa terkejut. Begitu juga dengan Su Min.

5 comments:

  1. Lanjut, aq ga berani nonton filmnya, sangat berharap kelanjutan sinopsisnya...semangadh..

    ReplyDelete
  2. Mantap kak. Lanjut ya. Premium nih di viu jadi gak bisa nonton ������

    ReplyDelete
  3. Solusi terbaik saat males nonton tapi penasaran adl baca sinopsis...
    Terima kasih, min

    ReplyDelete
  4. baca lebih cepet daripada nonton. dan lebih hemat kuota. wkwkwkwkwk...

    ReplyDelete