Sunday, March 22, 2020

Sinopsis K- Drama : Memorist Episode 3 part 1

1 comments

Original Network : tvN
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif"

Ye Rim berhasil keluar dari dalam lubang bawah tanah. Namun saat dia baru saja merasa lega, seseorang datang dan membawa palu kayu besar. Melihat itu, Ye Rim meneteskan air mata putus asa.


Dong Baek berhasil menemukan ‘babi merah’ di sebuah bendera. Melihat itu, dia langsung menelpon Kyung Tan dan Se Hoong.

Ban mobil Kyung Tan serta Se Hoong rusak, jadi mereka keluar untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, mereka tidak mendengar suara hp mereka yang berbunyi di dalam mobil.

Karena tidak berhasil menghubungi mereka berdua, maka Dong Baek pun menfoto alamat nya berada dan mengirimkan pesan. “Aku menemukan babi merah.”



Ketika Dong Baek bersiap untuk pergi, orang- orang dari kejaksaan datang untuk menangkapnya. Mereka menendang dan memukul nya sebelum dia sempat bereaksi sama sekali.
“Beri dia pelajaran,” perintah Jaksa Oh pada anak buahnya, setelah dia puas menendang Dong Baek yang sedang berada dalam kondisi tidak berdaya. Kemudian dia menyuruh anak buahnya untuk membawa Dong Baek masuk ke dalam mobil.

Sun Mi pergi ke jalan simpang tiga yang di ceritakan oleh para siswa SMA yang di tangkapnya.


Sun Mi berhenti di depan sebuah rumah yang berada di ujung jalan. Dan dia memeriksa dari luar rumah tersebut. “Dari jalan menuju gerbang, kamera akan menangkap siapa pun yang berjalan ke sini. Siapa pun yang datang dan pergi akan tertangkap kamera. Gerbangnya seperti pagar tinggi.”

Sun Mi membuka pagar rumah dan masuk ke dalamnya. Didalam sana ada pertenakan sapi yang lumayan besar. Dia memeriksa setiap tempat dengan hati- hati. “Kenapa tidak ada orang? Peternakan sebesar ini seharusnya penuh pekerja saat siang. Mungkin kah hanya samaran? Mungkin kah peternakan ini ada di sini untuk menyamarkan operasi lainnya?”



Sun Mi merasa curiga akan sesuatu, jadi diapun berjalan semakin ke dalam. Lalu dia menemukan sebuah gudang yang ditutupi kain tebal. Dia masuk ke sana dan menemukan mobil yang dicari nya. Melihat mobil tersebut, Sun Mi langsung bersikap waspada.

Dengan sangat berhati- hati, Sun Mi masuk ke dalam gudang tersebut dan memeriksa nya. Lalu dia menemukan jejak darah di tanah jerami. Melihat itu, dengan segera Sun Mi ingin menghubungi rekannya. Tapi tiba- tiba dia mendengar suara wanita menjerit.

Sun Mi terkejut dan memeriksa lantai jerami dengan hati- hati. Lalu dia menemukan sebuah pintu tersembunyi. Dan di sudut pintu tersebut juga terdapat jejak darah. Melihat itu, Sun Mi mengeluarkan pistolnya dan turun ke bawah tanah dengan perlahan.

Dibawah tanah cukup gelap, hanya ada sedikit cahaya saja. Jadi Sun Mi berjalan dengan sangat berhati-hati dan pelan supaya tidak menimbulkan suara. Lalu tiba- tiba saja ada bayangan seseorang lewat di dekat nya. Melihat itu, Sun Mi terkejut dan ingin segera mengejar nya. Namun dia tetap bersikap hati- hati dengan tidak mau terburu-buru untuk mengejar nya.


Sun Mi memeriksa setiap ruangan menggunakan cahaya senter yang dibawanya. Tapi kemudian tiba- tiba semua lampu yang berada di bawah tanah mati. Dan Tersangka gemuk yang berada di atas atap jatuh di hadapan Sun Mi, lalu kabur darisana.
Sun Mi terkejut dan terjatuh. Namun dia segera bangkit dan mengejar Tersangka gemuk. Sayangnya, Tersangka gemuk berhasil kabur dari pandangan nya. Sehingga Sun Mi merasa kebingungan.

“Aku harus pintar,” pikir Sun Mi dengan tenang sambil mempersiapkan peluru didalam pistolnya. Kemudian dia menembak apa yang ada di depannya. “Sekarang, perlihatkan dirimu.”

Semua lampu dibawah tanah kembali hidup dan Tersangka gemuk keluar dari persembunyian nya. “Jangan bergerak,” perintah Sun Mi kepadanya. Tapi Tersangka gemuk tidak mendengarkan dan berjalan mendekat. Sehingga Sun Mi pun langsung menembak nya.



Dengan kesakitan, Tersangka gemuk memegang dadanya dan berusaha untuk berdiri. Lalu dia mendekati Sun Mi sambil mengangkat palu besi besar di tangan nya.
Sun Mi diam di tempat dengan raut wajah panik.

“Kamu yang di sana!” teriak Dong Baek dari belakang. Mendengar itu, Tersangka gemuk tidak jadi untuk memukul Sun Mi dan berbalik untuk menatap Dong Baek.
Dong Baek menghela nafas capek, lalu dia tersenyum. “Mau bicara denganku?” tanyanya dengan ramah. Dan Sun Mi memandang nya dengan pandangan terkejut.

"Memorist: Episode 3, Dibaptis dalam Darah"
"32 menit lalu"
Didalam mobil kejaksaan. Dong Baek berpura- pura mengantuk. Dia menggoyang- goyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan untuk menyentuh para anak buah Jaksa Oh dengan sengaja. Kemudian setelah itu, dia memberitahu rahasia yang di lihat nya.

“Dia melaporkanmu. Dia yang melaporkanmu ke Urusan Dalam. Suap yang kamu ambil dia laporkan,” kata Dong Baek sambil tersenyum geli. Dia mengadu bawahan A dengan bawahan B.
“Bukan aku!” kata bawahan B, menyangkal. Tapi bahawan A tidak percaya dan marah.
“Pemilik bar itu menyuapmu untuk menghentikan penyelidikan. Kamu menjual kolegamu senilai 30.000 dolar?” kata Dong Baek, menjelaskan. Mendengar itu, bawahan A semakin marah kepada bawahan B.

Jaksa Oh tidak tahan mendengarkan Dong Baek, jadi dia menyuruh bawahan A dan B untuk segera membungkam Dong Baek. Dan dengan tenang, Dong Baek menjelaskan bahwa dia juga melihat sesuatu dari Jaksa Oh, saat dia sengaja menabrakan tubuhnya kepada Jaksa Oh. Mendengar itu, Jaksa Oh langsung melihat Dong Baek.
“Apakah mengkhianati rekan sedang tren di kantormu?” tanya Dong Baek dengan geli. Lalu dia menatap bawahan C yang menyetir didepan. “Tahukah kamu dia menggoda banyak wanita?”
“Bungkam dia!” bentak Jaksa Oh.

“Tetap saja, seharusnya kamu sopan. Bagaimana kamu bisa mengejar pacar rekan termuda dalam timmu?” kata Dong Baek. Dan mendengar itu, bawahan C terkejut dan langsung menatap Jaksa Oh. Sehingga karena itu, mobil sedikit tidak fokus dan hampir saja  mau menabrak.
“Bodoh, tetap perhatikan jalan!” bentak Jaksa Oh, kesal.


“Bukankah pacarmu baru-baru ini mendapat tas desainer? Pria ini menghadiahkannya untuknya,” kata Dong Baek, memberitahu. Dan mendengar itu, bawahan C merasa marah kepada Jaksa Oh, tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena sedang menyetir.

Jaksa Oh menatap ke belakang dan membentak Dong Baek. Lalu dia menyuruh para bawahannya yang duduk di bagian paling belakang untuk menyentrum Dong Baek. Tapi Dong Baek berhasil menghindar dengan lincah. Dan dia menggunakan alat setrum tersebut untuk menyetrum dua orang yang duduk di samping nya. Kemudian saat dua orang dibelakang memegang bahu dan leher nya, dia menyetrum mereka berdua juga.

Setelah itu, Dong Baek menyetrum bawahan C yang sedang menyetir. Lalu karena bawahan C pingsan, maka mobil pun melaju tidak tentu arah dan menabrak galon air yang berada di pinggir jalan.

Dong Baek datang tepat waktu, disaat Tersangka gemuk ingin memukul Sun Mi. “Jangan mencoba-coba membunuhnya. Aku harus menangkapnya dan membaca ingatannya sebanyak mungkin,” jelas nya, memberitahu Sun Mi.

Tersangka gemuk marah dan berlari ke arah Dong Baek serta ingin menyerang nya. Dan Dong Baek pun bertarung melawannya. Tapi sayangnya, Dong Baek kalah.


Setelah berhasil mengalahkan Dong Baek, Tersangka gemuk berjalan kembali ke arah Sun Mi. Dengan ketakutan, Sun Mi berusaha untuk menghentikan Tersangka gemuk, tapi sayang nya dia kurang kuat dibandingkan Tersangka gemuk.
Dengan mudah, Tersangka gemuk menangkap tangan Sun Mi yang ingin memukulnya. Kemudian dia mengangkat palu besi di tangannya untuk memukul. Dan Sun Mi pun memejamkan matanya dengan erat.

Dong Baek bangkit berdiri dan menusuk bahu Tersangka gemuk dengan kayu, sebelum Tersangka gemuk berhasil memukul. “Kamu baik-baik saja?” tanyanya. Dan Sun Mi diam karena masih ketakutan.


Tersangka gemuk menggunakan kesempatan itu dan kabur.
Dong Baek menahan tubuh Sun Mi yang akan terjatuh karena ketakutan.

Dong Baek dan Sun Mi masuk semakin ke dalam. Mereka memeriksa setiap terowongan yang ada. Kemudian mereka mendengar suara pengajaran sesat di dalam sebuah ruangan. Dan dengan waspada mereka masuk ke dalam nya. Dan mereka menemukan Tersangka gemuk sedang berdoa.
Tersangka gemuk tidak menyadari keberadaan mereka berdua, karena dia sedang sibuk berdoa. Dan Sun Mi serta Dong Baek memperhatikan nya dengan kebingungan.





“Berlututlah,” perintah Sun Mi.
Tersangka gemuk berhenti berdoa. Dia membuka matanya menatap mereka berdua, kemudian dia menjatuhkan dirinya sendiri ke belakang. Melihat itu, Sun Mi dan Dong Baek terkejut, mereka segera mendekat. Dan mereka menemukan bahwa dibelakang Tersangka gemuk ada sebuah lubang yang sangat dalam. Dan Tersangka gemuk meninggal disana.

Tiba- tiba terdengar suara tangisan wanita. Mendengar itu, Sun Mi dan Dong Baek segera meninggalkan terowongan tersebut dan mencari sumber suara. Lalu mereka menemukan ruangan CCTV. Dilayar monitor, mereka melihat seorang wanita terkunci di dalam sel dan menangis.


Sun Mi membuka pintu sel dan menemukan Bo Yun yang sedang menangis. Sedangkan Dong Baek diam menatap layar monitor.

Dong Baek tampak seperti terkejut. Dia berjalan perlahan ke arah sel lain dan membuka pintu nya. Didalam sana, dia menemukan seorang wanita berpakaian putih terbaring di atas tempat tidur. Wanita tersebut telah meninggal dengan banyak darah di tubuhnya.

Jaksa Oh dan para anak buahnya datang untuk menangkap Dong Baek. Mereka merasa kebingungan dengan rumit nya terowongan bawah tanah yang mereka lewati. Dan saat mereka menemukan Dong Baek, mereka langsung menangkap nya.
Dong Baek tidak melawan sama sekali. Dia diam menatap mayat wanita yang berada didalam sel.

Jaksa Oh menatap layar monitor. Lalu dia memandang ke arah sel yang berada didekat Dong Baek.
Dong Baek tampak sedih menatap mayat wanita tersebut. Dia menangis dalam diam.

Kamar Ye Rim sangat bersih serta rapi.  Dan juga sangat, sangat sunyi.

Tim polisi dan Tim forensik datang untuk memeriksa tempat kejadian.

Didepan kamar jenazah. Ibu pembersih satu duduk dengan lemas dan tubuh yang gemetar. Para polisi yang berada di sekitar nya hanya bisa diam, karena tidak tahu harus mengatakan apa.


Kyung Tan dan Se Hoong memeriksa mayat wanita yang di temukan. Dan mereka menangis melihat mayat wanita tersebut.

“Izinkan aku melihat putriku,” pinta Ibu pembersih satu.
“Bu. Kami menunggu autopsi…” kata Kyung Tan, menjelaskan.
“Bayangkan berapa lama dia menungguku. Aku tidak mau membuatnya menunggu lebih lama lagi,” kata Ibu pembersih satu dengan nada yang sangat sedih. “Aku harus memberitahunya aku di sini dan menenangkannya. Anakku yang malang. Dia pasti sangat ketakutan.”

Ji Eun serta rekan reporter nya datang ke rumah sakit dan mendengar pembicaraan itu.
“Aku akan jujur. Kondisi Ye Rim sangat buruk sekarang. Sebaiknya Anda mengingat penampilannya sebelumnya… “ kata Kyung Tan, memberitahu.

“Aku harus melihat momen terakhir anakku!” teriak Ibu pembersih satu, marah. “Minggir. Menyingkirlah. Putriku. Aku harus melihat putriku, jadi, menyingkirlah!”
“Tenanglah,” pinta Se Hoong, menghentikannya.

Ji Eun menghentikan rekannya untuk memotret, karena itu terlalu menyedihkan untuk di potret.
Ibu pembersih satu pingsan, dan Se Hoong pun segera mengendong nya.

Di tempat kejadian. Para wartawan berkumpul untuk memberitakan kasus tersebut. Termaksud dengan Ji Eun dan rekannya.
“Tersangka berusia 30 tahun, Han Man Pyeong, yang bunuh diri, tampaknya menculik dan mengurung wanita di bawah peternakannya lalu membunuh mereka. Terowongan bawah tanah tersebut diduga telah dibangun selama masa penjajahan Jepang. Tersangka Han tampaknya menggunakan terowongan tersebut sebagai persembunyian selama lebih dari 15 tahun setelah kematian orang tuanya.”
Young Soo bertelponan dengan Shin Woong. “Ya… Aku mengerti.”

Setelah selesai bertelponan, Shin Woong lanjut menonton berita di TV.


Didalam mobil Kejaksaan. Dong Baek diam dan memegang erat tangannya yang terus gemetaran.

Saat Young Soo datang ke dalam camp. Sun Mi meminta bantuannya untuk mencari Pelaku Utama. Sebab menurutnya, Han Man Pyeong bukanlah tipe orang yang akan memamerkan pembunuhan. Jadi dia yakin kalau Pelaku Utama dalam kasus ini adalah orang lain.


“Pelaku utama? Kamu mempertahankan data profil utamamu? Kemungkinan besar pelakunya dari kelas atas?” tanya Young Soo. Dan Sun Mi menjelaskan. “Izinkan aku menasihatimu. Itu hanya prasangkamu. Rendah hatilah dan terima hasil,” katanya seperti menasehati.
“Karena itu dengan rendah hati aku meminta bantuanmu,” balas Sun Mi. “Selidikilah secara mendetail untuk melihat apakah ada komplotan. Aku tidak akan meminta hal lain,” pintanya.
“Aku tidak bisa membantumu,” kata Young Soo. Mendengar itu, semua anggota tim merasa kecewa. “Kamu harus melakukannya sendiri,” lanjutnya.
“Tapi aku dipecat dari jabatanku,” kata Sun Mi, mengingatkan dengan pelan.
“Inspektur Han akan menjadi wakil direktur departemen investigasi khusus,” kata Young Soo, memberitahu semua nya. Dan semuanya merasa terkejut. Termaksud Sun Mi.

“Jadikan dia bintang. Tekankan fakta bahwa dia menemukan pelakunya dahulu. Bahwa dia menemukan nya sebelum Dong Baek,” kata Shin Woong. Ini adalah apa yang Shin Woong dan Young Soo di telpon barusan.

‘Kamu juga akan memimpin pengarahannya. Itu tugasmu sebagai bintang yang menangkap si pelaku,” tegas Young Soo. Dan Sun Mi mengerti.

Dong Baek dipenjarakan. Dan besok pagi, dia akan di pindahkan ke Kejaksaan Barat.
Didalam penjara. Dong Baek meremas rambut nya dengan frustasi dan sedih.


Jaksa Oh memuji betapa beruntungnya Kepala Im. Sebab dengan adanya kasus pembunuhan berantai yang berakhir bunuh diri ini, maka tidak akan ada yang tertarik dengan skandal seks Kepala Im. Tapi Kepala Im tidak berpikiran demikian, karena pelaku pembunuhan berantai itu telah mati, jadi otomatis media akan berusaha melakukan segala cara untuk menemukan seseorang yang bisa di salahkan. Mendengar itu, Jaksa Oh mengerti maksud Kepala Im.
“Jangan lupa apa yang harus kamu lakukan agar tidak menjadi kambing hitam,” kata Kepala Im.
“Aku akan bicara dengan media, Pak,” balas Jaksa Oh sambil tersenyum menyakinkan.




Penyelidikan lanjutan di mulai. Sun Mi memberikan pengarahan kepada para rekan timnya. “12 jam sebelum hasilnya keluar. Selama itu, kita harus memeriksa apakah ada komplotan atau tidak. Periksa setiap orang yang pernah dia hubungi agar kita bisa mengidentifikasi orang itu begitu hasilnya keluar.”
Para rekan tim Sun Mi dan anggota tim forensik. Mereka menyelidiki setiap sudut, tempat, dan orang yang berada di lingkungan sekitar tempat kejadian. Dan lalu memberikan hasil nya kepada Sun Mi.

Sun Mi berdiri dengan gugup di atas panggung. “Kami memeriksa bukti untuk melihat apakah ada komplotannya… ,” katanya kepada para wartawan yang berkumpul.
Young Soo memperhatikannya dari jauh.
“Tapi kami tidak menemukan apa pun,” lanjut Sun Mi, menjelaskan. Dan Young Soo tampak lega.
Shin Woong menonton Sun Mi di TV dalam ruangannya.

Para wartawan mulai bertanya. Mereka menanyakan tentang, Dong Baek yang kabarnya juga berada di tempat kejadian. Dan mereka ingin tahu kenapa Dong Baek berada disana serta siapa yang sampai duluan disana. Dan Sun Mi menjawab bahwa itu tidak penting menurut nya.
Young Soo mengambil mic dan berbicara. “Inspektur Han. Dia tiba lebih dahulu dan menahan pelakunya,” katanya, memberitahu wartawan. Dan Sun Mi diam menatapnya 
“Bisa jelaskan bagaimana Detektif Dong Baek ditangkap?” tanya wartawan.
“Itu tidak berkaitan dengan kasusnya. Silakan bertanya pada jaksa,” jawab Sun Mi.
Diruangan media. Rekan Sun Mi merasa bangga kepada pencapaian hebat Sun Mi.


Semakin banyak wartawan yang mengajukan pertanyaan dan Sun Mi menjawab semuanya dengan tenang. Tapi pertanyaan yang di ajukan oleh para wartawan semakin jauh melenceng, seolah- olah mereka ingin membuat Sun Mi tampak buruk dan gagal dalam menyelesaikan kasus.
Menonton berita tersebut, Jaksa Oh merasa sangat senang dan puas. “Bagus.”

Wartawan A : “Peternakan itu hanya berjarak 1 km dari tempat Yoon Ye Rim menghilang. Kenapa Anda tidak mulai mencari di peternakan?”
“Kami adakan pencarian menyeluruh,” jawab Sun Mi.
Wartawan B : “Dia berada tepat di depan Anda, tapi Anda membuang-buang waktu mencari di tempat lain.”
“Sayangnya, pelakunya bersikap impulsif dengan Yoon Ye Rim. Karena itu, sangat sulit mengetahui keberadaannya,” jawab Sun Mi.
Wartawan C : “Bukankah itu termasuk kegagalan?”
“Jangan mengakui itu,” kata Shin Woong didalam ruangannya.


“Sekali lagi, aku ingin menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada korban dan keluarga mereka,” kata Sun Mi untuk mengakhiri sesi tanya jawab. Tapi para wartawan masih belum mau berhenti bertanya.
Ji Eun menatap heran para wartawan yang bertanya semakin memojokkan.
“Orang lemah itu,” komentar Shin Woong, kecewa pada penampilan Sun Mi.
“Aku ingin menekankan fakta bahwa dia berusaha maksimal untuk menangkap pelaku dan berhasil menyelamatkan penyintas,” kata Young Soo, membantu Sun Mi yang terdiam.


Wartawan D bertanya. Menurut kabar, Dong Baek ada memberikan informasi tapi kenapa Sun Mi tidak bekerja sama dengannya. Dan Sun Mi menjelaskan bahwa Dong Baek sedang di skors. Namun para wartawan tidak mau tahu itu, sebab menurut mereka, jika Sun Mi mau bekerja sama dengan Dong Baek, maka penyelidikan akan berjalan lebih baik.
Wartawan E bertanya. Sun Mi telah gagal menyelidiki dengan baik, jadi bagaimana Sun Mi akan bertanggung jawab. Akankah Sun Mi meminta maaf secara terbuka.
Semakin banyak pertanyaan yang diajukan, Sun Mi semakin merasa gugup dan panik, dia mundur selangkah ke belakang. Tapi walau begitu, dia tetap menunjukkan wajah tenang nya.
Jaksa Oh bertepuk tangan dengan senang. “Bagus.”

Young Soo sudah tidak tahan lagi, dia pergi dari ruangan.

Kepala Im tertawa menonton wawancara Sun Mi tersebut. Sepertinya dia dan Jaksa Oh sengaja menjadikan Sun Mi sebagai kambing hitam untuk di salahkan oleh publik. Sehingga skandal Kepala Im akan tenggelam.
Shin Woong memanggil kepala Biro Intelijen untuk masuk ke ruangannya.

Saat Sun Mi berjalan kembali ke kantor. Seul Bi datang menghampirinya dan melapor dengan panik, kantor pusat baru saja memutuskan untuk membubarkan tim mereka. Dan itu akan dilakukan dalam waktu 72 jam.


Dengan tenang, Sun Mi memeriksa pesan di hp nya. Lalu dia menghubungi Lim.
Lim sedang membaca artikel buruk tentang Sun Mi. Dan saat Sun Mi menelpon, dia langsung mengangkat nya. Judul artikel : "Polisi bertanggung jawab atas banyak korban", "Inspektur Han Sun Mi".
“Sudah bicara dengan penyintas itu?” tanya Sun Mi.
“Mereka tidak mengizinkanku masuk. Dokter melarangku masuk, tapi walinya juga membuat keributan,” jawab Lim. “Itu karena tagihan rumah sakit.”


“Kamu harus bergegas,” perintah Sun Mi dengan tegas.
“Akan kucoba.”
“Waktunya tidak banyak sebelum tim kita bubar. Kamu harus bicara dengannya hari ini.”


Didalam kamar. Bon Yu meremas selimut dengan erat untuk menahan emosinya. Lalu saat sudah tidak tahan lagi, dia menutup telingannya dan menangis. Dia tampak stress dan tidak tahan mendengarkan suara teriakan Ibunya yang berada di luar kamar.
Kemudian saat Ibunya masih belum berhenti berteriak. Dia menutup dirinya didalam selimut dan menjerit kesal.

1 comment: