Sinopsis T-Drama : Lost Romance Episode 15 - 2

 

Note :

- Tulisan warna hitam = dunia nyata

- Tulisan warna merah = dunia novel

==

Sinopsis T-Drama : Lost Romance Episode 15 - 2

Images by : SET TV


Besok hari,

Xiao’en menguatkan tekadnya. Dia pergi ke kantor polisi dan bilang kepada petugas kalau dia ingin melaporkan kasus.

“Jatuhnya He Tianxing, mantan CEO dari Tianliang Grup, bukanlah kecelakaan. Seseorang mendorongnya.”



Polisi yang menerima laporan tersebut, membawa Xiao’en kepada petugas CID untuk memberikan pernyataan dan juga kesaksian. Xiao’en tidak merubah pernyataan sama sekali dan bahkan menyatakan pada petugas bahwa pelakunya adalah He Tianjian, Ketua Tianliang grup saat ini.    

“Kau beneran harus yakin dengan pernyataanmu! Kau tidak boleh bicara sembarangan,” peringati petugas.

“Aku yakin. Aku melihatnya melalui drone. Gambarnya sangat jelas.”

“Apa kau merekamnya?”

“Aku hanya melihatnya melalui ponsel. Tidak ada ku rekam.”


“Kalau begitu tidak ada bukti.”

“Aku melihatnya dengan mataku sendiri!”

“Kalau gitu, kenapa kau baru melaporkannya sekarang?”

“Aku sebelunya sakit dan tidak sadarkan diri di rumah sakit selama 3 bulan.”

Petugas CID mulai mencatat semua pernyataan Xiao’en di BAP. Tapi, dia juga memberitahu, bahwa menggunakan drone untuk memata-matai kehidupan pribadi seseorang adalah suatu pelanggaran. Ini ilegal. Dan Xiao’en bisa di tuntut karna itu.

“Aku sudah tahu itu semua, tapi kau tetap harus melakukannya,” jawab Xiao’en.

--



Tianjian memanggil tn. Hu ke ruangannya. Dan bukannya mencari solusi, dia malah mengeluh pada tn. Hu karena Tianxing sudah sadar. tn. Hu tetap tenang karna toh Tianjian di pilih oleh para pemegang saham saat rapat. Surat wasiat itu juga tidak ada artinya karna semua pemegang saham ada di pihak Tianjian. Walau Tianxing sudah sadar, apa gunanya jika tidak bisa mendapatkan dukungan dari pemegang saham? He Tianxing sudah kehilangan semua kesempatannya.


“Paman Hu, untunglah kau ada di pihakku,” ujar Tianjian, penuh kelegaan.”Kau tidak akan tiba-tiba bertukar pihak kan?” tanyanya khawatir.

“Kau bahkan tidak percaya padaku. Jika aku tidak mendukungmu, siapa lagi yang harus ku dukung?”


Baru juga menyatakan dukungan untuk Tianjian, tn. Hu malah mendapat telepon yang membuatnya menyesal sudah mendukung Tianjian. Seorang informan memberitahu kalau seseorang melaporkan Tianjian sebagai pelaku yang menyebabkan Tianxing jatuh dari gedung.

“Apa yang polisi katakan itu benar?” interogasi tn. Hu.



Wajah Tianjian memucat, “Paman Hu, itu kecelakaan. Aku beneran tidak sengaja—“

“Sesuatu besar seperti ini terjadi, kenapa kau tidak memberitahuku?!!” teriak tn. Hu.

Tianjian terdiam ketakutan, karna sadar bahwa dia salah.

--


Tianxing sepertinya belum ingat betul kejadian hari itu. Makanya, ketika petugas CID datang memberitahukan laporan mengenai Tianjian, dia tampak terkejut. Susanna berkomentar kalau Tianjian kelihatan baik, tapi ternyata jauh lebih kejam daripada Mingli. Beneran sulit di percaya.

Semua menatap Qiaozhi, menuntut jawabannya karna dia kan juga ada di sana. Qiaozhi tidak mengatakan apapun, tapi dia menganggukan kepala sebagai jawabannya.

“Di hari rapat pemegang saham, kami menemukan sebuah drone,” beritahu Qiaozhi.

“Dimana drone nya sekarang?” tanya petugas.

“Sudah di urus (di buang, mungkin).”



Daripada mengurusi drone, Tianxing lebih khawatir mengenai keselamatan saksi tersebut. Petugas memberitahu kalau kasus ini masih dalam penyelidikan, jadi mereka membiarkan saksi untuk pulang.

“Jika dia beneran melihatku jatuh dari gedung, maka keamanannya terancam.”

--



Chuntian mendapat amukan dari editor Yao. Itu karna plot CEO, You’re So Naughty yang begitu lari dari rencana awal dan akhirnya mendapatkan banyak penilaian negatif. Dia kan sudah menyuruh Chuntian menghubungi penulis dan merubah plot. Chuntian menjelaskan kalau dia sudah melakukannya, tapi penulis tetap mengirimkan draft itu dan akhirnya, di cetak.

Tn. Yao tentu saja marah. Walau Chuntian minta maaf, dia tetap saja kesal karna ini masalah duit. Aduh, kenapa tidak ada hal baik terjadi di tahun ini!!


“Ada. Ada hal baik. Xiao’en akhirnya sadar. Dia sudah keluar rumah sakit,” beritahu Chuntian.

tn. Yao otomatis tersenyum saat mendengar kabar itu. Tapi, sedetik kemudian, dia menghilangkan senyumnya dan memasang wajah serius. Dia menyuruh Chuntian memberitahu Xiao’en untuk kembali kerja kalau sudah sehat.


Baru juga kena marah tn. Yao, Chuntian malah sudah mendapat telepon amukan dari penulis novel CEO, You’re So Naughty yaitu : Dong Fangmeng. Dia marah-marah karna novel yang di cetak tidak sesuai dengan yang di kirimkannya dan akhirnya FP nya mendapat bintang 1. Chuntian berusaha menenangkannya dan mengajaknya bertemu.

--


Xiao’en dalam perjalanan menjemput Chuntian dengan menaiki bus. Tapi, tiba-tiba aja segerombolan pria berpakaian hitam masuk dan mengawasinya. Xiao’en sadar kalau hal buruk mengintainya.

Dan benar saja, saat dia bergerak, pria di belakangnya langsung menariknya dan berbisik : “Jangan bergerak. Ketika waktunya turun, ktia akan turun bersama.”



Xiao’en beneran takut, tapi dia tidak menyerah dengan situasi. Dia mencari saat yang pas untuk kabur. Saat ada segerombolan orang naik ke bus, dia langsung memanfaatkan moment untuk turun dan lari. Terjadilah aksi kejar-kejaran.

Tiba-tiba, sebuah motor berhenti di hadapannya, memberikannya helm dan menyuruhnya untuk naik ke jok. Pengendara motor itu adalah Qiaozhi. Xiao’en tidak mengenalinya dan mengiranya adalah orang jahat, jadi dia memilih kabur.


Setelah kejar-kejaran yang panjang, sebuah mobil berhenti di hadapannya. Dan yang ada di dalam mobil adalah Tianxing!

“Aku akhirnya menemukanmu,” ujar Tianxing dan mengulurkan tangannya, “Naiklah ke mobil.”



Tanpa perlu berpikir, Xiao’en segera naik ke dalam mobil dan memeluk Tianxing dengan erat, “Aku akhirnya menemukanmu.”


Susanna dan Jason sampai kaget. Apalagi, Xiao’en menangis.

--



Penulis CEO, You’re So Naughty, Dong Fangmeng akhirnya tiba di kantor Pernebitan Ruge. Dia tidak mau basa basi dan langsung meluapkan amarahnya karna Chuntian mengubah plot cerita novelnya seperti itu! Apa alasannya?!


Chuntian dengan sangat ramaaah dan tersenyum, berkata kalau dia sangat menghormati Fangmeng, jadi mana mungkin dia merubahnya sesuka hati. Semua yang di publikasikan adalah dari manuscript novel yang Fangmeng kirimkan padanya. Jika tidak percaya, dia akan menunjukkan email yang Fangmeng kirimkan.


Fangmeng setuju. Dia menunjukkan duluan draft asli novelnya. Di sanat tertulis jelas bahwa Situ Aoran membawa Ling Chuchu ke pemandian air panas, tanpa ada karakter Duanmu apalagi Xiao’en yang mengikuti.

Chuntian ikutan heran. Dia menunjukkan draft di email yang Fangmeng kirimkan, dan di sana tertulis kalau Duanmu Qingfeng dan Xiao’en yang membawa Situ Aoran ke rumah sakit.

Eh, benar deng! Fangmeng sampai terkejut. Dia sampai memeriksa tanggal email dan nama file yang dia kirimkan dan Chuntian terima, sama persis. Tapi, kenapa isi draft nya bisa berubah sendiri? Ah, dia jadi ketakutan. Dia merasa kalau fengshui kantor Chuntian tidak bagus. Menyeramkan!


Saking takutnya, Fangmeng langsung bergegas pergi. Pas Fangmeng udah pergi, lampu kantor malah kedap kedip sendiri. Chuntian jadi ikutan takut dan langsung kabur pulang.

--


Di dalam mobil, Tianxing terus melirik ke Xiao’en yang menatapnya sambil tersenyum. Wajahnya tampak bingung melihat ekspresi Xiao’en. Hal itu tidak luput dari perhatian Susanna dan Jason.



Begitu tiba di tempat tinggal sementara Tianxing yang baru, Jason dan Susanna segera membantu Tianxing turun dari mobil dan berpindah ke kursi roda. Xiao’en hendak membantu tapi Susanna tidak mengizinkan.



Tianxing memandang Xiao’en dan memanggilnya dengan panggilan : “Nona Zheng.” Dia meminta waktu untuk bicara berdua dengan Xiao’en dan menyuruh Susanna serta Jason untuk masuk duluan.


“Nona Zheng, sebenarnya… aku sudah mendengar mengenai kesaksianmu kepada polisi. Terimakasih karna sudah memberanikan diri dan bersedia datang ke rumah sakit untuk memberitahu kejadian. Untuk hal pelanggaran privasi, Anda tidak perlu khawatir. Aku sudah mendiskusikannya dengan pengacaraku. Dan jika orang yang di mata-matai, yaitu aku, tidak ingin hal ini di selidiki, maka kau tidak akan di tuntut,” jelas Tianxing.


“Kau memanggilku ‘Nona Zheng’?” tanya Xiao’en, menampakkan ekspresi sedih.

“Bukankah margamu adalah Zheng?”

“Selain hal ini, apa tidak ada hal lain yang mau kau katakan?” tanyanya, masih berharap.


Sayangnya, Tianxing tidak memiliki hal lain untuk di bicarakan. Xiao’en masih tidak menyerah dan membahas mengenai kejadian selama 3 bulan ini. Karna Tianxing tampak tidak ingat, Xiao’en sadar kalau Tianxing sudah melupakan semua hal di dunia novel. Tingkah dan ucapan Xiao’en sangat membingungkan Tianxing sehingga dia memberitahu kalau dia sudah koma selama 3 bulan ini, jadi dia tidak tahu hal apa yang Xiao’en bicarakan.


Bukan hanya Tianxing yang bingung, Susanna dan Jason yang menguping pun ikut bingung.

“Apa kita saling mengenal sebelumnya? Apa ada hal yang seharusnya ku ingat?”


“Kita tidak mengenal. Hanya aku yang mengenalmu. Sebelumnya, aku sangat mengkhawatirkanmu. Sekarang, melihatmu sudah pulih, aku… aku sekarang merasa tenang.”

Ucapan Xiao’en, tentu di salah artikan Susanna sebagai tindakan penguntit. Tianxing juga menunjukkan rasa khawatirnya mengenai keselamatan Xiao’en. Dia menyuruhnya untuk berhati-hati karna Tianjian tidak akan melepaskannya dengan mudah.




Ucapan Tianxing malah membuat Xiao’en semakin sedih. Dia teringat akan Aoran yang dulu bilang, “Selama aku mengulurkan tangan, aku harus bisa memegangmu. Itulah jarak terjauh kau bisa pergi dariku.” Semua kenangannya bersama Aoran, terus terulang di ingatan Xiao’en. Tapi, kini Aoran tidak lagi ada.


“Untuk keselamatanmu, aku rasa kau harus bersembunyi di tempat yang sudah Shanna sediakan untukmu tinggal. Setidaknya sampai penyelidikan polisi selesai,” ujar Tianxing.



Xiao’en menundukkan kepalanya dan membalikan tubuhnya, menyembunyikan air matanya. Tianxing benar-benar heran, apa yang salah? Apa dia baik-baik saja?

--


Susanna membawa Xiao’en ke kamarnya, di lantai 2. Sikapnya ketus pada Xiao’en. Usai mengantarkan Xiao’en ke kamarnya, Susanna mengajak Tianxing bicara. Dia menanyakan rencana Tianxing. Dia khawatir kalau Xiao’en akan mengambil keuntungan dari kebaikan Tianxing.

“Kau berpikir terlalu berlebihan.”



“Bukan gitu. Jika apa yang dia katakan pada polisi benar, itu artinya dia sudah mengintaimu sangat lama. Memikirkannya saja membuat bulu kudukku berdiri.”

“Cukup! Jangan membicarakannya lagi.”

“Tapi, kau tidak tahu kalau beberapa perempuan ---“


“Sudah cukup!” hentikan Tianxing. “Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Tapi, kau harus memperhatikan dirimu sendiri. Kita masih memerlukan Nona Zheng. Jangan lupa dengan kesopananmu.”


Pembicaraan mereka terhenti karna Xiao’en mendadak turun. Xiao’en terkejut dan meminta maaf karna sudah menginterupsi pembicaraan mereka. Tianxing langsung bilang kalau dia dan Susanna sudah selesai bicara. Susanna beneran kesal dan akhirnya pergi.




Karna tinggal mereka berdua, Xiao’en menanyakan keadaan Tianxing. Apa sudah sembuh? Tianxing dengan ramah menjawab kalau dia rajin menjalani rehabilitasi, dia akan segera sembuh.


“Ada sebuah pertanyaan yang ingin ku ajukan. Ini mungkin terdengar sedikit aneh dan mungkin melanggar privasimu, tapi aku harap kau bsa memberikan jawaban yang jujur,” pinta Xiao’en.

“Katakan.”


“Apa… kau takut gelap?”


Tianxing diam. Butuh beberapa menit sebelum akhirnya dia menjawab, “Aku… tidak takut gelap.”


Jawaban itu seketika membuat wajah Xiao’en menjadi muram dan matanya memerah. Tianxing terkejut, tapi Xiao’en berkata tidak ada apa-apa dan segera kembali ke kamarnya. Begitu tiba di kamarnya, dia mulai menangis.


“Kau beneran bukan Situ Aoran,” gumamnya.

--


Dan karna itu juga, Xiao’en secara diam-diam pergi dari rumah itu.

“CEO Sombong ku sudah menghilang.Aku tidak akan pernah menemukannya lagi,” inilah yang Xiao’en sadari.

--


Begitu tiba di rumah, Chuntian sudah menunggu di depan rumahnya. Xiao’en sampai kaget, ngapain Chuntian di sini? Chuntian yang lebih kesal karna Xiao’en kan tadi bilang mau menjemputnya. Tapi, dia sudah menunggu lama dan Xiao’en tidak datang. Di telepon juga tidak bisa.

“Ponselku hilang. Maaf.”

“Gimana bisa hilang?”

“Aku tidak ingin membicarakannya. Hari ini terlalu banyak hal terjadi.”


Chuntian mau tahu apa yang terjadi, tapi Xiao’en tidak mau membicarakannya. Walau begitu, Chuntian meminta izin nginap di rumah Xiao’en karena merasa takut. Ini karna Situ Aoran.


“Kau juga memimpikan Situ Aoran?” tanya Xiao’en semangat.

“Aku di hancurkan Situ Aoran!! Kau tahu nggak apa yang terjadi antara aku dan Penulis Meng hari ini?”

Dan di ceritakanlah semua kejadiannya sama Chuntian, termasuk novel yang menjadi masalah itu.


“Dan itulah mengapa Penulis Meng memarahiku dengan kasar. Bukankah aku di perlakukan nggak adil? Ngapain juga aku merubah isi novelnya. Dan malah mengganti karakter ke Zheng Xiao’en. Jika aku mau menggantinya, aku pasti menggantinya menjadi Lin Chuntian!” cerita Chuntian.

Xiao’en tidak mendengarkannya. Dia membaca semua kisah di novel CEO, You’re So Naughty.


“Jadi, Zheng Xiao’en di novel ini… adalah aku,” ujarnya.

 

 

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post