Sinopsis K-Drama : The Uncanny Counter Episode 10 part 02

 

Sinopsis K-Drama : The Uncanny Counter

Episode 10 part 02



Jeong Yeong membawa foto TKP dan kondisi korban untuk ditunjukkan pada Mo Tak. Mae Ok yang ikutan melihat berkomentar kalau kondisi korban yang seperti ini, mustahi jika dilakukan oleh manusia. Mereka yakin kalau pelakunya adalah roh jahat yang setara dengan Cheong Sin, level 3.

Jeong Yeong menunjukkan sebuah foto pria. Dialah pelakunya.


Jeong yeong yang penasaran, nanya, kalau lebel pelakunya sama seperti Cheog Sin, apa itu artiya, dia juga mempunyai kekuatan psikokinesis? Mo Tak tidak mengiyakan tapi menjawab ‘mungkin’ karna bisa saja pelakunya mempunyai kekuatan fisik yang kuat. Mae O berujar kalau mereka harus menangkap pelakunya sebelum terjadi masalah besar (menangkap untuk menyingkirkan roh jahat yang merasuki pelaku).

Ha Na yang bergabung dan melihat foto korban, menanyakan, apakah kedua korban di bunuh oleh orang yang sama? Jeong Yeong mengiyakan. Dia juga memberitahu kalau korban wanita adalah istri tersangka dan korban pria adalah selingkuhannya. Dan keduanya tewas di tempat yang sama.


“Si wanita dibunuh lebih dulu?” tanya Ha Na, lagi.

“Kenapa kau bertanya? Ada apa?” tanya Mae Ok, penasaran dengan maksud pertanyaan Ha Na.

“Selisih waktu antara dua pembunuhan?” tanya Ha Na pada Jeong Yeong.

“Lima menit? Paling lama 10 menit? Berdasarkan viskositas darah korban.”

“Bukankah ini tampak seperti perbuatan roh jahat level satu? Maksudku, biasa saja,” jelas Ha Na sambil menunjuk ke foto korban wanita yang dibunuh dengan tusukan. “Mungkinkah levelnya meningkat dalam lima sampai 10 menit?” tunjuknya ke korban pria yang di bunuh dengan cara di tancapkan ke ranting pohon.

“Ini bukan ulah roh yang sama. Ada dua yang terlibat,” simpulkan Mo Tak.



Dan pas sekali, Jeong Yeong mendapat telepon dari Han Ul. Begitu selesai menerima telepon. Jeong Yeong terburu-buru mengambil remote tv yang ada di meja dan menyalakannya. Berita sedang menyiarkan pembunuh berantai Ji Cheong Sin yang ditemukan tewas di kendaraan terbakar, yang dicuri saat melarikan diri. Saat polisi tiba di lokasi, kendaraan sudah hangus total dan jasad yang terbakar ditemukan di kursi pengemudi. Polisi menyatakan tubuhnya rusak parah. Dan sekarang, Layanan Forensik Nasional sedang mengautopsi untuk memastikan identitasnya. Walau hasilnya masih menunggu, tapi tim gugus tugas meyakini bahwa jasad itu adalah Ji Cheong Sin berdasarkan barang bukti yang ditemukan di dalam kendaraan.

--



Mun yang baru pulang ke rumah juga meliihat berita yang sama di TV. Dan anehnya, dia malah tampak shock dan berujar kalau hal ini tidak boleh terjadi. Kakek sampai bingung dengan reaksi Mun. Mun tidak menjelaskan apapun dan langsung pergi begitu saja.

--


Mae Ok juga panik setelah mendengar berita itu. Jika Ji Cheong Sin meninggal, bagaimana nasib jiwa orang tua Mun? Artinya, jiwa mereka akan menghilang! Ini nggak boleh terjadi!

Mo Tak juga panik dan berharap tidak benar. Dia meyakini kalau semua adalah perbuatan petinggi dan yang meninggal tidak mungkin Ji Cheong Sin.

--



Mo Tak mengantarkan Jeong Yeong ke gedung Layanan Forensik Nasional. Di depan gedung ada banyak sekali wartawan yang berkumpul. Dan di tengah kerumunan wartawan tersebut, ada Mun. Mo Tak yang melihat Mun, kaget dan bingung, kenapa Mun bisa ada di sini?


Mun berusaha untuk masuk ke dalam gedung, tapi para petugas menghalangi. Mo Tak segera menghampirinya dan ternyata, Mun mengenalinya. Mo Tak menarik Mun menjauh dan menanyakan, apakah Mun ingat semuanya?



“Kau lihat jasad Ji Cheong-sin? Kau yakin itu dia?” tanya Mun, yang secara tidak langsung menjawab pertanyaan Mo Tak. Benar, dia sudah ingat semuanya.

--


tn. Shin mengunjungi kantor polisi. Kep. Choi dan para petinggi kepolisian lainnya, mengenakan seragam resmi dan menyambut kedatangannya. Sembari berjalan menuju ruangan, Kep. Choi berkata pada tn. Shin kalau dia sudah menutupi insiden yang terjadi di hari upacara, jadi tidak ada yang perlu di cemaskan dan tn. Shin bisa fokus dengan pekerjaannya.


Akibat berita Ji Cheong Sin, berita tn. Shin yang sempat menduduki trending topic dan kata kunci pencarian terbanyak, akhirnya tergeserkan. Tidak ada lagi yang membahas mengenai kasusnya dan hanya fokus dengan berita kematian Ji Cheong Sin beserta spekulasi penyebab kematiannya.



tn. Shin juga mengadakan konferensi pers mengumumkan kalau mereka tidak perlu lagi mengkhawatirkan pembunuh berantai ini. Dan dia, Shin Myeong Hwi, menjamin setiap warga Jungjin aman.

Hang Gyu yang melihat berita itu, entah kenapa tersenyum. Dia segera menekan interkom di ruangannya dan menyuruh sekretarisnya agar menghubungi Kepala Kepolisian dan menyampaikan bahwa dia akan diwawancarai.

--


Karna Jeong Yeong, akhirnya Mo Tak dan Mun bisa ikut masuk ke dalam gedung dan melihat jasad yang di duga adalah Ji Cheong Sin.

“Ji Cheong-sin tidak meninggalkan jejak DNA di lokasi, kita tak bisa lakukan perbandingan. Tinggi, 181 cm. Ukuran sepatu, 275 mm,” jelas Jeong Yeong.

“Tidak, sudah kubilang bukan dia. Dia bunuh diri karena tersudut oleh polisi?  Tidak mungkin,” bantah Mo Tak.

“Aku juga tidak percaya, tapi sidik jari di barang bawaan dan pecahan kaca sesuai dengan milik Ji Cheong-sin. Kami temukan pecahan kaca yang dia pakai untuk lukai Mun, berikut DNA dari petugas polisi yang mati.”

“Tidak, aku tidak percaya. Bagaimana ini bisa terjadi?” ujar Mo Tak, menyangkal.

“Kami tak punya bukti untuk buktikan ini bukan Ji Cheong-sin.”


Noona, bisakah kami periksa struktur tulangnya?” pinta Mun. “Hari itu, aku patahkan tulang tangan dan rusuknya.”

Jeong Yeong segera melihat laporan autopsi dan tidak di sebutkan adanya patah tulang pada jasad tersebut. Mo Tak langsung meminta agar dilakukan rontgen.

--


Sepertinya hasilnya sudah keluar karna Mo Tak tampak kesal. Jasad itu tidak mengalami patah tulang yang artinya dia bukanlah Ji Cheong Sin. Mo tak kesal bukan karna mayat itu bukan Ji Cheong Sin, tapi karna mereka menggunakan jasad orang lain dan mengatakan itu Ji Cheong Sin. Mun mengemukakan perasaan leganya karna Ji Cheong Sin belum mati, yang artinya, masih ada kesempatan baginya untuk menemukan orang tuanya.

“Tapi kita tak bisa pastikan apakah ini ulah mereka atau Ji Cheong-sin sendiri yang merencanakannya,” ujar Jeong Yeong.


“Sudah jelas. Para bajingan itu merencanakannya. Wali Kota Shin jadi pahlawan karena melenyapkan pembunuh berantai. Tak akan ada lagi yang permasalahkan pembuangan limbah ilegal,” ujar Mo Tak.

Noona. Kau menginvestigasi kasus pembuangan limbah itu, 'kan? Kami gali lagi kasus yang diurus ayahku tujuh tahun lalu. Itu tak akan terkubur lagi, 'kan?”


“Kami sedang wawancarai Noh Hang-gyu sebagai saksi saat ini, tapi…,” jawab Jeong Yeong.

“Hanya formalitas?” lanjut Mo Tak, bisa menebak.


Mun tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan pergi dari sana. Mo Tak segera mengejarnya dan mengajaknya untuk ke kedai makan mie. Dia juga menyampaikan kalau Mae Ok sangat merindukan Mun. Mun ternyata tahu kalau Mo Tak dan Mae Ok datang ke sekolahnya, karna dia sempat melihat mereka.


Mo Tak semakin bingung dan ingin tahu kenapa Mun bisa mengingat semuanya? Mun menjelaskan kalau Jang Mul meninggalkan semuan ingatannya agar dia bisa lari ketika bertemu Ji Cheong Sin. Mo Tak mengajak Mun untuk menangkap Ji Cheong Sin, apapun yang terjadi.

Ahjussi. Tidak ada yang berubah. Para bajingan itu bahkan tak terluka setelah apa yang kita lakukan. Ji Cheong-sin, pembunuh orang tuaku, kini bebas. Cho Tae-sin punya satu dari 50 perusahaan terbesar, dan wali kota… Dia akan jadi presiden. Aku merasa… semua ini seperti kebohongan belaka.”


“Kenapa kau bilang tak ada yang berubah? Kau berubah. Lalu… begitu juga aku.”


Ahjussi. Jangan beri tahu Ha-na bahwa aku ingat semuanya. Jika dia dapat peringatan, dia akan diberhentikan,” mohon Mun.

“Akan kurahasiakan juga dari Nn. Chu. Mampirlah ke restoran. Aku akan berpura-pura dan memberimu porsi lebih. Ajak teman-temanmu juga, ya?” ujarnya.

Tapi, Mun tidak mengatakan apapun dan pergi begitu saja. Tampaknya, Mun memutuskan untuk menjauhi mereka semua demi kebaikan mereka.




Setelah Mun pergi, Jeong Yeong menghampiri Mo Tak. Mo Tak bisa menebak kalau Jeong Yeong pasti merasa malu sekarang. Jeong Yeong terdiam, tidak bisa membantah. Mo Tak pun menyuruh Jeong Yeong agar bisa mendapatkan surat perintah karna setidaknya, mereka harus bisa mencebloskan Noh Hang Gyu ke penjara.

--


Noh Hang Gyu sedang bekerja keras, cuy. Dia menelpon beberapa orang dan memerintahkan mereka agar menulis artikel dengan kata kunci : Ji Cheong Sin, jasad terbakar dan pembunuh berantai. Dia ingin agar kata-kata kunci itu tetap populer. Dan untuk area pembuangan, kaitkan dengan masalah lahan. Jika pembangunan ICT tahap 3 sampai kacau, triliunan won akan lenyap dan perusahaan akan hancur. Harga perumahan juga akan anclok. Dia memerintahkan orang itu untuk mewawancarai pemilik rumah dan jadikan berita utama. Dan undang juga beberapa ahli properti dan biarkan mereka menjelaskannya.


Setelah memberikan semua perintah itu, Hang Gyu pun mengakhiri telepon. Dia kemudian mulai menelpon Chang Gyu terkait anggota dewan : Ham Im Pyo.



Chang Gyu yang di telepon, sekarang sedang memegang foto-foto tn. Ham bersama wanita muda. Hm, tampaknya tn. Ham berselingkuh dan mereka akan menggunakan rahasianya itu untuk mengancamnya.

Setelah selesai menelpon, pas sekali dengan Kep. Choi yang baru kembali. Dia mengizinkan Hang Gyu untuk pergi.



Eit, tidak semudah itu. Jeong Yeong sudah menunggunya di depan pintu dan segera memborgol tangannya begitu dia keluar dari ruangan Kep. Choi. Hang Gyu dan Kep. Choi mulai kesal dan berteriak pada Jeong Yeong.

“Tn. Noh Hang Gyu ditahan atas percobaan pembunuhan,” ujar Jeong Yeong sambil menunjukkan surat penahanan.


Hang Gyu masih bingung. Tapi, Mo Tak mendadak muncul dan menjelaskan kalau dia yang melaporkan Hang Gyu yang mencoba membunuhnya.

“"Tangkap Ga Mo-tak dan kunci dia di gudang penyimpananmu.  Aku harus melihatnya mati dengan mataku sendiri." Kau ingin aku mati. Kau menghabisi dan menguburku. Sudah kuperingatkan, hidupmu tak akan lagi mudah.”

--



Chang Gyu nggak tahu yang terjadi pada abangnya dan malah berangan-angan ingin menjadi Dewan Kota. Jae Cheol langsung menimpali kalau yang pantas jadi Dewan Kota adalah Hang Gyu. Chang Gyu menampar bibirnya dengan pelan, dan tidak setuju, karena menurutnya, abangnya itu lebih pantas menjadi Dewan Nasional.

Ketika mereka lagi asyik berandai-andai, Han Ul dan beberapa petugas polisi menerobos masuk untuk menangkap mereka. Han Ul menunjukkan surat penahanan yang menyatakan Chang Gyu ditahan atas percobaan pembunuhan terhadap Ga Mo Tak dan tiga orang lainnya.

--



Hang Gyu dibawa ke ruang interogasi sama Jeong Yeon. Di ruangan itu, Jeong Yeong menunjukkan rekaman (yang terdengar suara Chang Gyu) saat Chang Gyu yang baru menabrak Mo Tak dkk dengan truk, menelpon Hang Gyu untuk melapor.

“Kau punya bukti?”

“Kami juga menahan Noh Chang-gyu dan Lim Jae-cheol. Mereka sedang menuju kemari. Kau akan korbankan adikmu? Lalu, kami temukan pelacak ini di bawah mobil yang rusak. Kami telah verifikasi ini melalui aplikasi di ponsel Noh Chang-gyu.

“Ini, ponsel Noh Chang-gyu,” ujar Han Ul yang masuk dan menyerahkan ponsel Hang Gyu.


“Ini akan mengungkap semua yang kau dan adikmu bicarakan. Kalian ini terlampau percaya diri.”

Hang Gyu sudah tampak terpojok

--


Sementara itu, di sebuah toko baju mewah, Ji Cheong Sin sedang berada di sana dan membeli pakaian, topi, sepatu dan kacamata baru.



Setelah dari toko, Cheong Sin pergi ke loker yang ada di stasiun. Dia membuka loker dengan kunci yang dimilikinya. Dan di dalam loker itu sudah ada tas hitam besar yang isinya penuh dengan uang 50.000 won dan KTP serta Passport atas nama Lee Jae Hoon.

Kini, Cheong Sin bisa berkeliaran dengan santai tanpa harus takut tertangkap.

--


Sementara itu, di sebuah tempat perternakan,

Dua orang pekerja sedang bekerja bersama membersihkan. Pria yang berbadan besar, memarahi pria yang berbadan kurus yang tidak kuat mengangkat goni hingga isinya berjatuhan.



Saat itu, Cheong Sin tiba di sana. Roh jahat yang ada di tubuhnya, memberitahu Cheong Sin kalau teman mereka berada di dalam tubuh pria kurus. Cheong Sin sempat terkejut karna dia mengira temannya adalah pria berbadan besar, tapi ternyata kurus. Roh jahat yang ada di dalam tubuhnya, dengan telepati, memberitahu Cheong Sin kalau teman mereka di dalam tubuh pria kurus itu masih tertidur.


“Kau siapa?” tanya pria kurus, Jang Su, heran karna Cheong Sin menghampirinya. “Kau polisi?”

“Bukan. Aku penyelamatmu.”



Pria yang berbadan besar, mengira Cheong Sin adalah orang gila dan mengancam dnegan sabit agar pria itu pergi. Tanpa babibu sama sekali, Cheong Sin merebut sabitnya dan menggunakannya untuk membunuh pria itu. Darah pria itu menciprat mengenai Cheong Sin dan Jang Su.

Kemudian, jiwa pria itu keluar dari tubuhnya. Cheong Sin tertawa puas. Jang Su yang melihat semua itu, bingung.

“Apa… apa itu?”

“Jalan hidup kita,” jawab Cheong Sin.




Roh jahat yang ada di dalam Jang Su terbangun dan menghisap jiwa pria itu. Dan tidak ada lagi rasa takut. Tanpa ragu, Jang Su mengikuti Cheong Sin.

--



tn. Shin sedang sangat bahagia. Karna tertangkapnya Cheong Sin, para pendukungnya kembali memihak padanya dan bahkan berbaris di depan wali kota sambil mengangkat kertas dukungan untuknya. tn. Shin sangat senang dan melambaikan tangan pada mereka sembari mengucapkan terimakasih.

--



Begitu tiba di kantor, tn. Shin tertawa puas membaca berita di koran kalau dia adalah peringkat tertinggi pemilihan presiden.

--


Hang Gyu yang berada di tahanan, mulai khawatir dan menelpon Tae Sin. Sayangnya, sekretaris Tae Sin bilang kalau Tae Sin sedang rapat dan tidak bisa di ganggu. Hang Gyu mengerti dan meminta agar menyampaikan pada Tae Sin agar menelpon kembali. Dia meminta agar Tae Sin menelpon ke Kepala Choi.



Hm, sayangnya, itu hanya kebohongan. Tae Sin bisa saja menerima teleponnya, tapi dia menolak. Dia hanya menyuruh sekretarisnya agar mengirimkan makanan pada Hang Gyu.

Dan sekarang, di hadapannya, dia sedang bersama Kepala Choi.

“Bagaimana kasus Ji Cheong-sin?” tanya Tae Sin.

“Karena tersangka utama tewas, kasusnya otomatis ditutup.”


“Jadi, kasus pembunuhannya juga akan ditutup? Ketua Jeon juga?”

“Ya, Pak. Lancar dan mudah.”

“Harus kukatakan bahwa Wali Kota Shin adalah seorang genius,” gumam Tae Sin.

--



tn. Shin mengadakan konferensi pers. Banyak para wartawan dan para pendukungnya yang hadir untuk mendukungnya.

“Sebelumnya, saya tak tertarik untuk menjadi presiden. Menjadikan Jungjin kota paling bahagia di dunia adalah harapan dan tujuan saya satu-satunya. Namun, melihat cara kotor mereka untuk menjatuhkan saya, saya pun tersadar target mereka bukan saya. Mereka ingin menyerang warga sipil yang ingin hidup damai. Demi masyarakat di negara demokrasi ini… Saya, Shin Myeong-hwi, telah memutuskan… mencalonkan diri sebagai presiden,” pidatonya.


Berita mengenai pengumuman resminya akan mencalonkan diri menjadi presiden juga sudah dilihat oleh Mun. Dan ekspresi wajahnya, menunjukkan rasa amarah yang sangat.

--



Berita itu juga membuat Hyeok U menjadi sangat senang. Jika ayahnya menang, maka dia akan menjadi anak presiden. Anak buahnya pun ikutan bangga karna nantinya akan menjadi temannya anak presiden.



Mun, Ung Min dan Ju Yeon yang mendengar, tampak kesal. Mereka juga menggosipi kalau banyak orang yang menjilat pada Hyeok U karna berita ayahnya yang akan mencalonkan diri menjadi presiden. Menjengkelkan!

“Jika ayahku terpilih, akan kuminta dia untuk memperhatikan para penyandang disabilitas. Kau tahu, kendaraan mereka. Yang bertenaga listrik. Harus ada di semua sekolah,” ejek Hyeok U.


Ju Yeon emosi. Tapi, Hyeok U malah memanggilnya : “Jalang.” Mun pun tampak marah dan memperingatinya untuk tidak menghina Ju Yeon.

--


Begitu pulang sekolah, Hyeok U dkk sudah menunggu Mun. Mereka lagi-lagi membully-nya ketika pulang sendirian. Mungkin, karna sebelumnya Mun sudah tampak lemah dan tidak melawan, Hyeok U jadi berani memukulinya lagi.

Dia menendang Mun dengan keras dan melampiaskan kekesalannya karna Mun sudah menghancurkan kehidupan sekolahnya. Dia benar-benar menggila dan untung anak buahnya masih punya akal dan menarik Hyeok U agar berhenti.


Mun yang sudah di tendang, berdiri dan bertanya, apa Hyeok U merasa lebih baik setelah melampiaskan amarahnya? Dia menasehati Hyeok U kalau tidak bisa mengontrol emosi, dia akan membahayakan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

“Tutup mulutmu, cacat!” maki Hyeok U dan melayangkan tinjunya.

Dan dengan cepat, Mun bisa menangkap tinjunya dan membalikan posisinya. Walau dia sudah kehilangan kekuatannya, tapi latihannya selama itu, sudah membuatnya lebih kuat daripada sebelumnya untuk melawan preman sekolah seperti Hyeok U.


“Bukan hanya kau yang harus hindari masalah. Kau tahu, aku bisa bunuh kalian semua di sini. Tapi kalau begitu, aku sama saja denganmu,” peringatinya. “Shin Hyeok-u. Kita masih muda. Kau masih punya kesempatan,” lanjutnya.

Setelah melihat Mun yang masih bisa memojokkan Hyeok U, kedua anak buah Hyeok U langsung ketakutan.

--



Mun dalam perjalanan pulang dan melihat orang-orang yang sedang berdiri di tepi jalan memberikan dukungan untuk tn. Shin. tn. Shin pun turun dari mobil dengan senyum lebar dan menyapa pendukungnya dengan ramah.


“Kau tak boleh menjadi presiden,” ujar Mun, menghampirinya.


Di hadapan para pendukungnya, tn. Shin tentu tidak bisa menunjukkan sifat aslinya. Dia ternyata ingat kalau Mun adalah salah satu anggota Mo Tak yang mempermalukannya di acara live waktu itu.

“Aku harus bekerja lebih giat untuk mendapatkan dukunganmu,” ujar tn. Shin, tersenyum ramah.

“Akan kujatuhkan kau bagaimanapun caranya.”

Ucapannya itu membuat para pendukung tn. Shin jadi menghujatnya. tn. Shin langsung akting sok baik menyuruh pendukungnya tidak seperti itu.

--


Walaupun begitu, tn. Shin merasa cemas. Di tengah rasa cemasnya itu, dia mendapat pesan di ponsel dengan nomor palsunya yang isinya : Kita mulai pekerjaannya hari ini.

--


di Kedai Mie Eonni,

Ha Na dkk sedang menyiapkan makan malam. Ha Na juga curhat kalau dia tidak menemukan roh jahat akhir-akhir ini dan merasa hal ini aneh. Mo Tak malah menduga kalau radar Ha Na yang sudah rusak. Mae Ok setuju dengan Ha Na, rasanya ada yang aneh.

“Pembunuhan di vila liburan yang dibahas oleh Detektif Kim. Ada yang level satu dan level tiga. Dua roh jahat melakukannya bersama. Apa mereka kenal satu sama lain?” tanya Ha Na.

“Mari panggil Pak Tua besok dan tanyakan padanya,” saran Mo Tak.



Mereka mulai makan. Saat melihat lauk bulgogi, Mae Ok jadi sedih karna teringat dengan Mun yang suka makan bulgogi.



Dan tiba-tiba saja, Ha Na mendengar suara roh jahat yang rasanya sangat dekat. Bukan hanya satu tapi ada dua. Dan keduanya sedang membicarakan mengenai wilayah Yung yang terrasa seperti kabut asap. Itu seperti ucapan Ji Cheong Sin. Ha Na langsung tahu kalau Cheong Sin sekarang ini sedang mengumpulkan roh jahat.

--


Dugaan Ha Na benar. Cheong Sin sedang mengumpulkan para roh jahat menjadi anggotanya. Dan kini, dia sedang mengikuti mobil tahanan yang membawa Hyang Hee.

--


Mun dalam perjalanan pulang dan hari sudah gelap. Saat itu, seseorang berkaki pincang berjalan melewatinya. Orang itu berjalan tanpa memperhatikan sekitar dan hampir tertabrak mobil ban hitam, jika Mun tidak menyelamatkannya.



Sial! Orang yang di selamatkanya adalah Jang Su.


“Apa kau So Mun?”




Dan tiba-tiba saja, dua orang pria keluar dari van itu dan menutupi wajah Mun dengan karung. Mereka menculik Mun. Mun tidak bisa melawan karna sekarang dia hanya manusia biasa. Mustahil baginya mengalahkan mereka sendirian.

 

 

2 Comments

Previous Post Next Post