Sinopsis K-Drama : The Uncanny Counter Episode 13 part 02

 


Sinopsis K-Drama : The Uncanny Counter

Episode 13 part 02



Saat det. Pyo keluar, dia segera menyuruh Han Ul untuk ikut dengannya. Tapi, Han Ul hanya diam dan memperhatikannya. Bukan hanya Han Ul, tapi semua detektif dan polisi yang ada di ruangan tersebut. Det. Pyo tentu merasa bingung.


Han Ul mengangkat tangannya dan terlihat ada sebuah alat perekam di sana. Begitu di tekan, terdengarlah rekaman saat Kep. Choi dan Det. Pyo bertengkar di dalam ruangan tadi mengenai rekaman CCTV dan kamera dashboard yang belum di hapus.



Det. Pyo panik dan mulai menyerang Han Ul untuk merebut bukti rekaman tersebut. Percuma! Semua detektif dan polisi menghentikannya. Mo Tak pun masuk ke ruangan dan meninju wajah det. Pyo. Hanya dengan sekali tinju, det. Pyo langsung pingsan.

--



Di dalam ruangannya, Kep. Choi berusaha menenangkan diri. Saat itulah, dia melihat ada alat yang terpasang di bawah mejanya. Alat perekam. Kep. Choi langsung teringat saat Han Ul masuk untuk melapor, dia memegang mejanya.



Tidak butuh waktu lama, Han Ul masuk bersama beberapa detektif dan memutar rekaman pertengkaran Kep. Choi dan Det. Pyo tadi. Rekaman itu akan menjadi bukti kejahatan Kep. Choi. Dia ditahan atas pembunuhan Detektif Kim Jeong Yeong dan penghacuran barang bukti.


Saat itu, Mo Tak menerobos masuk. Kep. Choi sangat ketakutan melihatnya.

“Bagaimana bisa kau melakukan itu pada Jeong-yeong?” tanya Mo Tak, penuh rasa kecewa mengetahui Kep. Choi adalah pembunuh Jeong Yeong.

“Maafkan aku.”



“Kau sebut dirimu manusia?” teriak Mo Tak dan mencekik Kep. Choi. Han Ul dan yanga lain segera menarik dan memintanya untuk tenang. “Dulu aku menghormatimu. Su-ryong. Bagaimana bisa kau menjadi serendah ini?”

“Maafkan aku, Mo-tak.”

“Sebenarnya kenapa kau melakukannya?”

Pertanyaan yang tidak bisa di jawab oleh Kep. Choi. Dia tampaknya baru menyadari kesalahannya.

--


Karna Kep. Choi dan Det. Pyo sudah ditangkap, Mo Tak mengucapkan rasa terimakasih pada Han Ul. Dengan sopan, Han Ul menolak rasa terimakasihnya dan balik meminta maaf.



Flashback

Saat Han Ul bilang kalau dia tidak memihak mereka, Mo Tak percaya padanya.

“Ya, aku yakin itu. Kau mungkin tidak. Tapi ingatlah ini. Berdiam diri ketika melihat sebuah kejahatan terjadi adalah tindakan seorang pengecut,” ujar Mo Tak.

Ucapannya itu membuat Han Ul merasa berani untuk maju melawan kejahatan. Dia lah yang menyarankan ide menjebak Kep. Choi aagr membongkar kejahatannya sendiri.

End


Han Ul merasa menyesal karna dulu tidak bisa membantu Jeong Yeong lebih banyak. Sebelum Mo Tak pergi, Han Ul memberikan kunci loker Jeong Yeong.





Dengan kunci tersebut, Mo Tak membuka loker Jeong Yeong. Di dalam loker tersebut ada jaket Jeong Yeong. Dan di pintu loker, ada fotonya bersama Jeong Yeong. Ekspresi kesedihan pun tampak jelas di mata Mo Tak.

--


Mun masih terus berlatih untuk bisa memanggil wilayah Yung. Tapi, selalu saja, dia hanya bisa memanggil sedikit wilayah Yung dan langsung menghilang. Hal itu membuat Mun menjadi frustasi dan tertekan. Mae Ok yang kasihan melihatnya latihan terus, mengajaknya untuk makan bersama.


Dia membuatkan Mun semangkuk mie. Sambil makan, dia mengingat saat Mun pertama kali datang ke kedai Eonni dan di hidangkan mie yang sama. Saat itu, Mun memakannya sambil menangis. Waktu sudah berlalu sejak saat itu dan sekarang Mun sudah semakin dewasa.



“Aku merasa agak bersalah padamu, Mun,” ujar Mae Ok.

“Jangan merasa bersalah.”

“Aku sedikit memaksamu saat itu untuk bergabung dengan kami sebagai Counter. Seharusnya kau bermain bersama teman-temanmu alih-alih menangkap roh jahat.”

“Ini adalah keputusanku.”


“Aku kadang memikirkan soal ini. Apa yang akan terjadi dengan hidupku jika aku mati dalam koma? Aku muak dan lelah melihat perilaku para roh jahat. Tapi setiap aku merasa jenuh, aku akan memasak mi. Kuah sup mi yang hangat memperbaiki perasaanku. Lalu saat kulihat orang lain menikmatinya, aku merasa sangat senang. Ya, dunia ini tidak hanya dipenuhi oleh roh jahat. Ada waktu untuk kita tertawa, mengobrol, dan hidup bersama. Itulah hidup. Itulah pemikiranku,” cerita dan nasehat Mae Ok.


Nasehatnya itu menyentuh hati Mun. Mereka kemudian lanjut makan. Dan tiba-tiba, Ung Min dengan Ju Yeon datang sambil marah. Mereka mengomeli Mun yang belakangan ini susah ditemui dan waktu di telepon, selalu saja bilang sibuk. Sebagai pelajaran, mereka pun memiting leher Mun.

Melihat tingkah mereka, Mae Ok tersenyum.

--





Akhirnya, Mun pergi jalan-jalan sama Ju Yeon dan Ung Min. Ketika itu, mereka melihat Hyeok U yang sedang di pukuli di gang kecil oleh gengnya Jun Gyu. Anak buah Hyeok U yaitu Geun Yeong dan Cheon Jung yang selama ini selalu mengikutinya, kali ini hanya memperhatikan dari samping sambil tertawa. Jun Gyu menendang Hyeok U hingga mulutnya berdarah hanya karna Hyeok U tidak membayar iuran padanya. Geun Yeong dan Cheon Jung tersenyum senang melihat itu dan bahkan berkomentar kalau Hyeok U bukannya menjadi anak presiden, malah jadi anak pembunuh.



Ung Min masih merasa trauma dan mengajak Mun untuk pergi saja. Mun tidak mau. Dia menghampiri mereka dan menyuruh mereka untuk berhenti. Dia juga mengingatkan kalau dia sudah pernah memperingati untuk tidak pernah memukul teman dari temannya dan temannya. Para preman itu ketakutan dan memutuskan pergi.  


Mun mengulurkan tangannya untuk membantu Hyeok U berdiri sambil menanyakan keadaannya. Sayangnya, Hyeok U tidak menyambut uluran tangannya dan malah mengira kalau Mun hanya berlagak. Dia memperingati Mun untuk tidak ikut campur. Ung Min dan Ju Yeon menggerutu kesal melihat tingkahnya tersebut.

--



Hye Kyeong kembali menemui tn. Shin. Kondisi tn. Shin tampak tidak baik. Tidak ada lagi kepercayaan diri. Dia sampai memohon pada Hye Kyeong untuk bertahan dan hanya dia harapannya. Intinya, dia masih ingin Hye Kyeong mendukungnya dan membantunya membalikkan keadaan.




Tapi, dari raut wajahnya, tampak ketakutan. Dan begitu dia keluar dari kantor polisi, sudah ada Tae Sin dan Chang Gyu yang menunggunya dan membawanya ke suatu tempat.

--



Cheong Sin, Hyang Hee dan Jang Su masih berada di panti asuhan dan sekarang mereka sedang berdiri di pinggir lapangan, melihat anak-anak bermain bola. Hyang Hee benar-benar tidak suka berada di sana karna dia tidak suka melihat anak kecil, jadi untuk apa dia di sini melihat anak orang lain? Cheong Sin memperingati Hyang Hee untuk diam. Dan juga, mereka di sini karna Hyang Hee yang membuat masalah. Mereka harus bersembunyi di sini sampai situasi kondusif.



Hyang Hee terus saja protes. Apalagi saat seorang anak tidak sengaja menendang bola ke arahnya, dia langsung berseru marah. Cheong Sin sebaliknya, dia bersikap sangat baik pada anak itu. Mengambilkan bola dan mengembalikannya.

Anak itu adalah salah satu anak panti. Dia merasa takut pada pemilik panti yang belum kembali, apa tidak apa jika mereka terus bermain? Cheong Sin berbohong kalau pemilik panti lagi ada urusan dan dia tidak akan memarahi mereka karena terus bermain.



Hyang Hee sampai tertawa melihat sikap Cheong Sin yang sangat lembut sama anak itu.

“Sampai kapan kau akan membohongi anak-anak itu? Untuk apa berbohong sementara waktu? Lagi pula, apa salahnya jika mereka menelan pil pahit lebih awal? Apa kau pikir mereka tidak akan terkejut ketika mereka tahu kebenarannya? Mereka sudah… Hei, tunggu. Apa menurutmu kau akan jadi orang yang berbeda jika kau tumbuh di keluarga yang harmonis?” ejek Hyang Hee.



“Tutup mulutmu. Jika kau bicara lagi, akan kubuat kau berhenti bicara selamanya,” peringati Cheong Sin.

Tapi, Hyang Hee tidak tampak takut sama sekali.



Ketika mereka asyik bicara, Jang Su secara diam-diam mengikuti anak yang bermain bola tadi, masuk ke dalam panti. Saking terfokusnya sama anak itu, dia sampai tidak berhati-hati atau tidak peduli ketika menapaki wilayah Yung yang muncul di sana.


Begitu langkahnya memasuki wilayah Yung, Ha Na langsung bisa menyadari keberadaannya. Dia yang lagi dalam perjalanan pulang usai berbelanja, langsung berlari ke kedai dan memberitahu Mae Ok serta Mo Tak kalau dia melihat anak buah Cheong Sin. Mereka pun bergegas. Mo Tak langsung ingat kalau mereka harus mencari Mun.



Sementara itu, Mun baru berpisah dengan Ung Min dan Ju Yeon. Dan tiba-tiba, seorang anak kecil berlari ke tengah jalan untuk mengambil bolanya tanpa menyadari kalau sebuah truk melaju ke arahnya. Mun berteriak keras menyuruh anak itu menyingkir sambil berlari menyelematkannya. Wilayah Yung langsung terbuka hingga Mun bisa melompat sangat tinggi melebihi truk bersama anak itu. Dan anak itupun selamat.



Ung Min dan Ju Yeon yang belum pergi terlalu jauh, melihat itu. Keduanya sangat terkejut.


Mun sekarang merasa takjub juga, kenapa tiba-tiba dia bisa memanggil wilayah Yung? Dia pun mulai mengingat saat-saat wilayah Yung terbuka. Dia sudah salah mengira pemicunya adalah perasaan ingin membunuh. Sebenarnya, alasannya bisa memanggil wilayah Yung adalah karena hasrat ingin menyelamatkan orang.


Wilayah Yung yang sempat di panggilnya tadi, terlihat hingga ke kedai Eonni. Dengan begitu, mudah bagi mereka untuk mengetahui dimana keberadaan Mun.

--


Jang Su mengikuti anak itu hingga ke toilet. Anak itu tidak takut sama sekali dengannya dan malah menyapa dengan ramah. Tanpa curiga, dia pun mengikuti Jang Su yang bilang ingin memberikannya camilan yang sangat enak.

--


Semua anggota sudah berkumpul dan bergegas menuju lokasi yang dilihat Ha Na. Ha Na memberitahu kalau di penglihatannya, lokasi Jang Su berada di pinggiran kota Jungjin yaitu di Panti Asuhan Jahye.

--



Anak itu menikmati camilan pemberian Jang Su. Tapi, dia menyadari kalau sikap Jang Su sedikit aneh karna terus menatapnya, jadi dia pun mau pergi. Jang Su langsung menyergapnya dan berbisik kalau dia juga lapar. Belum sempat dia melakuka sesuatu pada anak itu, Cheong Sin mendadak muncul.



Cheong Sin mengira Mo Tak dkk sudah meninggal, karena itu, dia tidak merasa takut saat menginjak wilayah Yung yang muncul. Cheong Sin sangat marah karna Jang Su melanggar perintahnya untuk menjauhi anak-anak. Dia pun mencekik Jang Su hingga meninggal dan kemudian menyerap jiwanya.



Hyang Hee yang tiba terlambat, sangat terkejut melihat bola mata Cheong Sin yang menghitam. Kekuatan roh jahat di dalam tubuh Cheong Sin semakin menguat. Roh jahat itu bertindak brutal dan ingin memangsa roh anak yang diselamatkan Cheong Sin barusan. Cheong Sin berusaha keras untuk mengendalikan roh jahat di dalam dirinya. Dia juga berteriak menyuruh anak itu untuk lari.


Cheong Sin tampaknya takut akan kehilangan kontrol dan menyerang anak-anak panti, sehingga dia menyuruh Hyang Hee untuk berkemas karna mereka akan pergi. Hyang Hee sendiri tampak masih shock melihat perubahan Cheong Sin.

--



Tae Sin datang menjenguk tn. Shin. tn. Shin masih bersikap seperti biasa pada Tae Sin dan bahkan mengira Tae Sin sudah membantunya mengurus segala sesuatu. Sayangnya, Tae Sin tidak sebaik itu. Dia juga mengingatkan kalau tn. Shin kan menyuruhnya untuk tidak ikut campur.

“Lalu, kenapa kau kemari?”



“Aku datang untuk ucapkan salam perpisahan. Ini terakhir kalinya aku mendatangimu. Jangan terlalu sedih. Secara teknis, kaulah yang menyingkirkanku terlebih dahulu.”

“Cho Tae-sin, kau berengsek,” maki tn. Shin.


“Aku tak tahu kau bisa berbicara dengan sangat kasar. Pak Wali Kota. Kau berhak marah, tapi kau harus lihat ini dulu. Tidak mudah untuk mendapatkannya,” ujarnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya. Dia memutar sebuah rekaman yang menunjukkan kamar seseorang. “Aku yakin kau sudah tahu Kim Yeong-nim dan Nn. Jang adalah teman dekat saat jadi sukarelawan. Oleh sebab itu terkadang Nn. Jang meminta Kim Yeong-nim untuk merawat anjingnya. Dia pasti merindukan anjingnya, maka dia memasang kamera peliharaan. Kau tahu, yang biasa digunakan untuk merekam peliharaan dan mengirim rekaman itu ke ponsel pemiliknya. Yang kau lihat sekarang… adalah hasil rekaman dari kamera peliharaan tersebut.”



Di rekaman ponsel tersebut, terlihat Kim Yeong Nim berjalan mundur sambil memegang perutnya yang berdarah. Di hadapannya, seseorang mengenakan pakaian serba hitam dan tudung, memegang sebilah pisau. Seolah belum puas, pelaku itu menusuk Kim Yeong Min yang sudah terjatuh ke atas tempat tidur, mematiskan agar Kim Yeong Nim tewas.



“Video ini dikirimkan ke ponsel Nn. Jang. Tn. Noh Hang-gyu bekerja begitu keras untuk membereskan kekacauan ini. Kau tidak ingat? Di sini. Inilah puncaknya. Tiga… dua… satu. Ini dia.”

Pelaku yang terekam di video berbalik dan dia adalah tn. Shin.

“Tn. Shin. Aku percaya hidup adalah soal membuat pilihan. Aku sangat penasaran apa yang akan kau pilih,” ujar Tae Sin, memojokkannya sebelum pergi.

tn. Shin tampak sangat marah. Dia sudah jatuh terpuruk.

--



Mo Tak dkk tiba di panti tersebut. Jang Mul sudah terlebih dahulu di sana dan saat mereka tiba, dia pun mengomeli mereka karna datang begitu lama. Mae Ok balas memarahinya untuk tidak mengomel padahal biasanya dia juga sering terlambat.



Dengan kekuatannya, Ha Na bisa tahu kalau panti asuhan itu masih beroperasi dan ada banyak anak-anak di dalam sana. Mo Tak mengira kalau Cheong Sin menggunakan anak-anak itu sebagai sandera. Mun langsung berujar, tidak. Itu karna di pertarungannya dengan Cheong Sin dulu, saat memegang tangan Cheong Sin, dia sempat melihat ingatan masa lalu Cheong Sin yang di besarkan di panti asuhan dan di perlakukan dengan buruk. Ha Na memberitahu kalau anak-anak di dalam sedang tertawa.


Cheong Sin memperhatikan mereka dengan sorotan mata yang adem. Setelah memastikan anak-anak itu tidur, dia baru pergi. Melihat sorot matanya itu, Hyang Hee berkomentar kalau Cheong Sin bisa saja mengadopsi mereka. Hyang Hee kemudian menanyakan tujuan mereka selanjutnya. Tidak disangka, Cheong Sin menyuruh Hyang Hee mengambil jalannya sendiri.  Hyang Hee protes karna sekarang dia sudah menjadi buronan karna Cheong Sin memaksanya ikut dan dengan enaknya Cheong Sin menyuruhnya mengambil jalan sendiri.


“Apa kau sudah lupa? Apa yang kukatakan jika kau banyak bicara? Kalau ingin ikut denganku, tutup mulutmu,” peringati Cheong Sin.

Hyang Hee tidak bisa melawan dan hanya bisa menahan kekesalannya dan berjalan mengikuti Cheong Sin.



Di depan gedung, semua sudah bersiap untuk menangkap Cheong Sin. Target mereka adalah menyelamatkan jiwa orang tua Mun dan juga Cheol Jung. Semua pun berdiri di posisi masing-masing, di keempat sudut dengan tongkat mereka.




Sesuai yang di ajarkan, keempatnya memukulkan tongkat ke tanah dan memanggil batasan. Tersisa Mun yang berada di tengah wilayah. Begitu Cheong Sin dan Hyang Hee keluar, Mun segera menampakkan diri dan berjalan sambil membuka wilayah Yung. Its so cool.

Hyang Hee sangat terkejut melihatnya karna sebelumnya, dia mengira mereka sudah mati. Lebih terkejut lagi, karna dia merasakan rasa sakit luar biasa yang membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali. Cheong Sin pun demikian. Tubuh keduanya mengeluarkan darah. Dari mulut dan kedua telinga.



Batasan sudah benar-benar terbentuk. Cheong Sin tidak bisa melakukan apapun. Mun pun menghajarnya hingga dia tidak sanggup berdiri. Cheong Sin benar-benar tidak berdaya. Dia serasa berada di dalam pusaran angin dan tidak bisa melawan atau bebas dari sana.





Mun segera meletakkannya tangannya di dada Cheong Sin dan mengirimkan roh jahat di dalam tubuhnya ke wilayah Yung. Angin bertambah kencang. Mun juga berusaha sekuat tenaga untuk bertahan hingga roh jahat itu bisa terpanggil keluar.


Di saat yang kritis itu, seorang anak panti (yang mau di makan Jang Su tadi) tiba-tiba berlari dan mendorong Mun hingga pegangan tangannya di dada Cheong Sin terlepas (ingat, yang bisa terpengaruh oleh batasan hanya mereka yang menjerat jiwa di dalam tubuhnya. Sementara anak itu hanya anak biasa, sehingga dia tidak merasakan apapun).



Mun berusaha menyingkirkan anak itu tapi anak itu malah memeluk kaki Mun dan memohon padanya untuk melepaskan Cheong Sin (uh, beneran mengesalkan). Karena anak itu mengganggu Mun, Cheong Sin jadi bisa merangkak menuju mobilnya. Dia membuka pintu mobil dan mengambil pistol yang ada di sana.

Anak itu terus saja memeluk Mun dan memohon sambil meminta maaf. Astaga.


“Lihat dan amatilah apa yang terjadi pada orang tuamu,” ujar Cheong Sin yang sudah tidak berdaya.

Seiring dengan ucapannya tersebut, Cheong Sin mengarahkan pistol ke kepalanya sambil tersenyum.


“TIDAAKKK!” teriak Mun.

Doorrrrr!!! Terlambat. Cheong Sin bunuh diri.

--



Berita sekarang sedang di hebohkan dengan Walikota Jungjin, Shin Myeong Hwi, ditemukan tidak sadarkan diri pada sekitar pukul 21.00 tadi di dalam sel tahanan Kantor Polisi Gyeongin. Polisi tengah lakukan penyelidikan, namun terdapat spekulasi bahwa dia menderita stress berat selama proses penyelidikan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Kim Yeong Nim, yang menuntut dia untuk mengambil keputusan ekstrem. tn. Shin dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, namun menurut sumber media, dia masih belum juga sadarkan diri.

 

 

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post